Anda di halaman 1dari 13

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dasa wisma adalah kelompok ibu berasal dari 10 rumah yang
bertetangga. Kegiatannya diarahkan pada peningkatan kesehatan keluarga.
Bentuk kegiatannya seperti arisan, pembuatan jamban, sumur, kembangkan
dana sehat (PMT, pengobatan ringan, membangun sarana sampah dan
kotoran).
Kerangka pikir pertama adalah bahwa Desa Siaga akan dapat terwujud
apabila manajemen dalam pelaksanaan pengembangannya diselenggarakan
secara paripurna oleh berbagai pihak (unit-unit kesehatan dan pemangku
kepentingan lain yang terkait).
Hasil pemantauan oleh masyarakat diinformasikan kepada petugas
kesehatan atau unit yang bertanggung jawab untuk dapatnya diambil tindakan
penanggulangan secara efektif dan efisien. Kegiatan yang dilakukan oleh
masyarakat merupakan kegiatan dalam rangka kewaspadaan dini terhadap
ancaman muncul atau berkembangnya penyakit/masalah kesehatan yang
disebabkan antara lain oleh status gizi, kondisi lingkungan dan perilaku
masyarakat (surveilans).
Secara umum tujuan dari kegiatan tersebut yang berbasis masyarakat
adalah terciptanya sistem kewaspadaan dan kesiapsiagaan dini di masyarakat
terhadap kemungkinan terjadinya penyakit dan masalah-masalah kesehatan
yang akan mengancam dan merugikan masyarakat yang bersangkutan.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa itu Dasa wisma?
2. Apa tujuan dibentuknya Dasa wisma?
3. Apa saja peran Dasa wisma?
4. Apa fungsi pokok dari Dasa wisma?
5. Apa saja ciri-ciri dan karakteristik Dasa wisma?
6. Apa yang dimaksud Dasawisma dalam konteks pemberdayaan wanita?

1
7. Apa faktor yang mempengaruhi pemberdayaan wanita?
8. Apa saja masalah yang mungkin dialami anggota Dasa wisma?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi Dasa wisma
2. Untuk mengetahui tujuan dibentuknya Dasa wisma
3. Untuk mengetahui peran Dasa wisma
4. Untuk mengetahui fungsi pokok dari Dasa wisma
5. Untuk mengetahui ciri-ciri dan karakteristik Dasa wisma
6. Untuk mengetahui Dasawisma dalam konteks pemberdayaan wanita
7. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemberdayaan wanita
8. Untuk mengetahui masalah yang mungkin dialami anggota Dasa wisma

2
BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Dasa wisma


Dasa wisma terdiri dari Dasa dan Wisma. Secara hirafiah pengertian
Dasa artinya sepuluh dan Wisma artinya rumah atau tempat tinggal. Jadi,
Dasa Wisma adalah kelompok atau organisasi ibu-ibu yang terdiri dari
sepuluh rumah tangga yang berdekatan. (Kurniawan, 2007:37)
Dasa Wisma adalah unit komunitas terkecil yang terbentuk dari warga
sipil yang terorganisir yang dikelola secara transparan dan saling memberi
informasi yang menyangkut kehidupan bersama, serta merupakan wadah
kegiatan masyarakat yang memiliki peran sangat penting dalam pelaksanaan
program-program pemerintah di bidang kesehatan yang berada dalam
naungan kegiatan gerakan PKK di tingkat desa. (Pontoh, 2006:17)
Dasa Wisma merupakan salah satu pembinaan wahana peran serta
masyarakat dibidang kesehatan secara swadaya di tingkat keluarga yang
dikendalikan langsung oleh tim penggerak PKK desa. Salah satu dari anggota
keluarga pada kelompok persepuluh dipilih untuk dijadikan ketua kelompok
atau penghubung dengan Pembina. Bidan Desa dijadikan sebagai Pembina
yang bertugas melakukan pembinaan secara berkala dan menerima rujukan
masalah kesehatan. Ketua kelompok Dasa Wisma membina 10 rumah dan
mempunyai tugas menyuluh, menggerakkan dan mencatat kondisi keluarga
yang ada dalam kelompoknya, seperti adanya ibu hamil, ibu menyusui, balita,
orang sakit, orang buta huruf dan sebagainya. Informasi dari semuanya ini
harus disampaikan kepada ketua kelompok PKK setingkat diatasnya yang
akhirnya sampai di Tim Penggerak PKK Desa/ Kelurahan. (Kurniawan,
2007:63)
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kelompok dasa wisma
merupakan unit terkecil dari kelompok PKK yang terdiri dari 10 sampai 20
Kepala Keluarga (KK) dalam satu wilayah Rukun Tetangga (RT). Dari 10
anggota itu, ada seorang penanggung jawab untuk memantau kondisi rumah

3
tangga yang lain. Prinsip Dasa Wisma adalah pengawasan dan pemberdayan
hingga ke masyarakat bawah dan menyentuh unit masyarakat terkecil, yakni
keluarga.

2.2 Tujuan Dasawisma


Tujuan kelompok Dasa Wisma ini adalah membantu kelancaran tugas-tugas
pokok dan program PKK kelurahan. Kegiatannya diarahkan pada peningkatan
kesehatan keluarga. Bentuk kegiatannya seperti arisan, pembuatan jamban,
sumur, kembangkan dana sehat (PMT, pengobatan ringan, membangun
sarana sampah dan kotoran). Secara umum tujuan dari kegiatan tersebut yang
berbasis masyarakat adalah terciptanya sistem kewaspadaan dan
kesiapsiagaan dini di masyarakat terhadap kemungkinan terjadinya penyakit
dan masalah-masalah kesehatan yang akan mengancam dan merugikan
masyarakat yang bersangkutan. Dasa Wisma sebagai salah satu wadah
kegiatan masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam pelaksanaan
program-program kegiatan gerakan PKK di tingkat desa,yang nantinya akan
berpengaruh pula pada kegiatan gerakan PKK di tingkat Kecamatan dan
Kabupaten.

2.3 Peran Dasawisma


Peran serta masyarakat akan diperluas sampai ketingkat keluarga dengan
sepuluh keluarga sebagai satuan untuk pembinaan dalam bidang kesehatan
secara swadaya. Salah seorang dari anggota keluarga persepuluhan untuk
dipilih oleh mereka sendiri dan dijadikan pimpinan dan pembina atau
penghubung. Tujuan pengamatan dan pemantauan oleh masyarakat, agar
tercipta sistem kewaspadaan dan kesiap-siagaan dini masyarakat terhadap
kemungkinan terjadinya penyakit dan masalah kesehatan, bencana, dan
kegawat daruratan, yang akan mengancam dan merugikan masyarakat
sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan secara
efektif dan efisien. Bidan yang di tempatkan di desa akan membina pemimpin
kelompok persepuluhan tersebut secara berkala dan menerima rujukan

4
masalah kesehatan dari para anggota persepuluh tersebut dalam wilayah
kerjanya. Salah satu organisasi yang telah ada dan diakui manfaatnya bagi
masyarakat, terutama dalam upaya meningkatkan keberdayaan dan
kesejahteraan keluarga adalah gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan
Keluarga (PKK). Selain ekonomi atau pendapatan keluarga, yang tak kalah
penting diberdayakan dalam PKK adalah peningkatan kesehatan dan spritual.
Peran PKK diharapkan dapat menggugah masyarakat agar termotivasi
untuk selalu dinamis, maumengubah keadaan kepada yang lebih maju lagi.
Seperti dalam hal upaya peningkatan kesejahteraan keluarga. PKK bukanlah
tempat arisan dan pengajian saja, tetapi merupakan wadah bagi
pemberdayaan masyarakat. Kalau arisan dan pengajian, setiap perkumpulan
beberapa orang bisa saja dilakukan. Tapi PKK lebih dari itu, merupakan
wadah pemberdayaan. Dasawisma sebagai kelompok terkecil dari kelompok-
kelompok PKK memiliki peran strategis mewujudkan keluarga sejahtera.
Untuk itu, di harapkan agar Dasawisma menjadi ujung tombak pelaksanaan
10 program pokok PKK dan program pemerintah karena sebagai mitra. Selain
itu, melalui dasawisma tersebut diharapkan dapat memantau sekaligus
mengantisipasi muncul serta berkembangkan penyakit yang belakangan
menghebohkan, dan banyak menimpa anak-anak seperti demam berdarah.
Banyak hal yang dapat dilakukan melalui dasawisma seperti melaksanakan
kegiatan kerjabakti, mengadakan lomba mengambil jentiknya sehingga dapat
mengantisipasi munculnya penyakit demam berdarah. Selainitu, terutama
dalam hal administrasi, dengan mengupdate data di setiap kepala keluarga,
usaha perbaikan gizi keluarga dan keluarga berencana (KB). Dengan begitu
Keberadaan dasawisma akan mempermudah koordinasi dan jaringan,
sehingga program-program PKK maupun yang melibatkan PKK dapat
berjalan tepatsasaran. Pengetahuan dan keterampilan mutlak dimiliki bagi
kader PKK, untuk memajukan serta meningkatkan mutu dan kemampuan
organisasi. Karena, kesejahteraan bangsa dimulai dari kesejahteraan keluarga
yang merupakan salah satu sasaran pembangunan. Juga mengingatkan semua
yang tergabung dalam wadah organisasi PKK harus lebih mampu untuk

5
berperan di masyarakat, baik sebagai motivator, komunikator, dinamisator
pembangunan dan sebagainya yang mampu menyerap segala aspirasi yang
tumbuh di masyarakat untuk membuktikan manfaat dan keberadaan PKK itu
sendiri secara nyata.

2.4 Fungsi Pokok Dasawisma


Salah satu organisasi yang telah ada dan diakui manfaatnya bagi
masyarakat, terutama dalam upaya meningkatkan keberdayaan dan
kesejahteraan keluarga adalah gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan
Keluarga (PKK). Selain ekonomi atau pendapatan keluarga, yang tak kalah
penting diberdayakan dalam PKK adalah peningkatan kesehatan dan spritual.
Prinsip dasawisma adalah pengawasan dan pemberdayaan hingga ke
masyarakat bawah dan menyentuh unit masyarakat terkecil, yakni keluarga.
Peran PKK diharapkan dapat menggugah masyarakat agar termotivasi untuk
selalu dinamis, mau mengubah keadaan kepada yang lebih maju lagi. Seperti
dalam hal upaya peningkatan kesejahteraan keluarga. PKK bukanlah tempat
arisan dan pengajian saja, tetapi merupakan wadah bagi pemberdayaan
masyarakat. Dasa Wisma sebagai kelompok terkecil dari kelompok-kelompok
PKK memiliki peran strategis mewujudkan keluarga sejahtera. Untuk itu, di
harapkan agar Dasa Wisma menjadi ujung tombak pelaksanaan 10 program
pokok PKK dan program pemerintah karena sebagai mitra. Selain itu, melalui
Dasa Wisma tersebut diharapkan dapat memantau sekaligus mengantisipasi
muncul serta berkembangnya penyakit yang belakangan menghebohkan, dan
banyak menimpa anak-anak seperti demam berdarah.
Dasa Wisma sebagai salah satu wadah kegiatan masyarakat memiliki
peran yang sangat penting dalam pelaksanaan program-program kegiatan
gerakan PKK di tingkat desa, yang nantinya akan berpengaruh pula pada
kegiatan gerakan PKK di tingkat Kecamatan dan Kabupaten. Dasa Wisma
melakukan kegiatan nyata bagi masyarakat sesuai dengan tugas dan
fungsinya, menjalin persatuan dan kesatuan dengan koordinasi yang terus
menerus baik diantara pengurus maupun dengan seluruh komponen yang ada

6
di desa. Kegiatan Dasa Wisma diarahkan pada peningkatan kesehatan
keluarga. Bentuk kegiatannya seperti arisan, pembuatan jamban, sumur,
kembangkan dana sehat (PMT, pengobatan ringan, membangun sarana
sampah dan kotoran). Kerangka pikir pertama adalah bahwa Desa Siaga akan
dapat terwujud apabila manajemen dalam pelaksanaan pengembangannya
diselenggarakan secara paripurna oleh berbagai pihak (unit-unit kesehatan
dan pemangku kepentingan lain yang terkait). Secara umum tujuan dari
kegiatan tersebut yang berbasis masyarakat adalah terciptanya sistem
kewaspadaan dan kesiapsiagaan dini di masyarakat terhadap kemungkinan
terjadinya penyakit dan masalah-masalah kesehatan yang akan mengancam
dan merugikan masyarakat yang bersangkutan.

2.5 Ciri-ciri dan Karakteristik Dasawisma


Kelompok Dasawisma merupakan salah satu kelompok sosial yang ada
di pedesaan. Kelompok sosial tersebut termasuk dalam kelompok sosial yang
teratur (informal, sekunder). Kelompok tersebut termasuk kelompok informal
karena kelompok tersebut tidak hanya mempunyai satu kegiatan misalnya
arisan, namun mempunyai kegiatan lain diantaranya Sharing (tukar
pendapat), pengajian ibu-ibu dan kegiatan ibu-ibu dasawisma lainnya. Dari
beberapa kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi dan rasa solidaritas
diantara ibu-ibu Dasa Wisma di kelompok tersebut. Kelompok sosial ini juga
disebut kelompok sosial sekunder karena kelompok sosial ini termasuk
kelompok yang terbuka dan tidak hanya terdiri dari satu keluarga tertentu.
Anggotanya pun juga bermacam-macam mulai dari golongan atas sampai
golongan menengah kebawah, dan mereka saling membaur tanpa memandang
status sosial maupun ekonomi dalam kelompok ini.
Ciri khusus dari kelompok sosial ibu-ibu Dasa Wisma ini adalah
berkumpul setiap 1 bulan sekali di rumah anggotanya secara bergiliran,
mereka terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dan pegawai dengan usia rata-rata di
atas 39 tahun, ciri lainnya yaitu setiap acara arisan di rumah salah satu
anggota selalu dihidangkan aneka makanan, dan uang yang digunakan untuk

7
memasak makanan tersebut berasal dari uang hasil arisan. Sehingga , sikap
atau karakteristik dari ibu-ibu Dasa Wisma tetap memiliki rasa solidaritas dan
loyalitas yang tinggi pada organisasi tersebut.

2.6 Dasawisma Dalam Konteks Pemberdayaan Wanita


2.6.1 Pengertian Pemberdayaan Wanita
Pengertian pemberdayaan perempuan adalah upaya pemampuan perempuan
untuk memperoleh akses dan kontrol terhadap sumber daya,
ekonomi,politik, sosial, budaya, agar perempuan dapat mengatur diri dan
meningkatkan rasa percaya diri untuk mampu berperan dan berpartisipasi
aktif dalam memecahkan masalah, sehingga mampu membangun
kemampuan dan konsep diri.
Sementara itu, tujuan pemberdayaan perempuan adalah sebagai berikut ;
1. Meningkatkan kedudukan dan peran perempuan di berbagai bidang
kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
2. Meningkatkan peranan perempaun sebagai pengambil keputusan dalam
mewujudkan kesetaraan dan keadilan Gender.
3. Meningkatkan kualitas peran kemandirian organisasi perempuan dengan
mempertahankan nilai persatuan dan kesatuan
4. Meningkatkan komitmen dan kemampuan semua lembaga yang
memperjuangkan kesetaraan dan keadilan gender
5. Mengembangkan usaha pemberdayaan perempuan, kesejahteraan keluarga
dan masyarakat serta perlindungan anak.
Arah kebijakan pemberdayaan perempuan adalah sebagai berikut :
1. Peningkatan partisipasi dan peran serta perempuan sebagai gerakekonomi
kerakyatan.
2. Peningkatan peran perempuan sebagai pendidik generasi masamendatang
(internalisasi tata nilai).
3. Pembangunan berperspektif gender dengan memperhatikankepentingan
perempuan.

8
2.7 Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pemberdayaan Wanita (Peran
Gender Perempuan)
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pemberdayaan wanita / peran
gender perempuan baik di dalam kegiatan rumah tangga maupun dalam
masyarakat yang lebih luas. Beberapa faktor pembatas menurut Licuanan
dalam Endang Lestari Hastuti (2010: 9) adalah sebagai berikut
1. Status Sosial; Status gender perempuan terutama yang berkaitan dengan
prosespendidikan, kesehatan, dan posisi dalam proses pengambilan keputusan
umumnya memberikan dampak tertentu terhadap produktivitas mereka.
Rumpang lebar yang terjadi antara pencapaian pendidikan laki-laki dan
perempuan, disertai kenyataan bahwa perempuan secara umum kurang
memperoleh akses yang sama terhadap sumber daya pendidikan dan
pelatihantelah menciptakan konsekuensi kritis terhadap perempuan dalam
peran produktif dan reproduktif mereka.
2. Hambatan memperoleh pekerjaan. Peluang gender tertentu guna memperoleh
pekerjaan sering dihubungkan denga norma tradisional. Pada umumnya
pekerjaan gender perempuan dikaitkan dengan kegiatan rumah tangga.
Pekerjaan gender perempuan juga sering dinilai berkarakter rendah, bersifat
marginal, dan mudah disingkirkan. Selain itu gender perempuan menghadapi
hambatan mobilitas relatif. Dalam hal ini perempuan seringkali enggan
bekerja jauh secara fisik, karena mereka diharapkan selalu berada dekat
dengan anak-anaknya.
3. Status pekerjaan; Sering terjadi pembedaan posisi untuk gender yang berbeda.
Perempuan sering memperoleh posisi yang lebih rendah dari rekannya laki-
laki. Demikian juga sering terjadi imbalan yang berbeda untuk jenis pekerjaan
yang sama. Dari segi teknologi, gender tertentu seringkali mengalami lebih
banyak dampak negatif dari pada dampak positifnya.
4. Beban ganda; Kaum perempuan memiliki peran ganda yang jauh lebih
banyakdibandingkan laki-laki. Masalah mempersatukan keluarga dengan
pekerjaan bagi perempuan jauh lebih rumit dibandingkan dengan laki-laki,
karena perempuan secara tradisional selalu diasumsikan untuk selalu berada

9
dekat dengan anak-anaknya sepanjang hari, sekaligus mengerjakan pekerjaan
rumahtangga. Akibatnya, perempuan pekerja mempunyai tuntutan peran dari
pekerjaan dan keluarga. Sementara laki-laki hanya mempunyai tuntutan peran
sekuental.

2.8 Masalah Kesehatan dari Anggota Dasawisma


Beberapa masalah kesehatan yang menjadi jangkauan kerja dari anggota
dasawisma sebagai berikut :
1. Usaha perbaikan gizi keluarga.
2. Masalah pertumbuhan anak.
3. Makanan sehat bagi keluarga.
4. Masalah kebersihan lingkungan.
5. Masalah bencana dan kegawatdaruratan kesehatan termasuk resikonya.
6. Masalah kesehatan ibu, bayi dan balita.
7. Masalah penyakit

2.9 Contoh Program Dasawisma


Masalah : Usaha perbaikan gizi keluarga yang merupakan usaha
perbaikan gizi seluruh anggota keluarga.
Pelaksana : Usaha perbaikan gizi keluarga dilaksanakan oleh anggota
dasawisma bersama masyarakat dengan bimbingan petugas
kesehatan dan kerja sama dengan kader masyarakat.
Tujuan Kegiatan :
1. Untuk mencapai keluarga yang sehat dan mendapat gizi sesuai kebutuhan.
2. Masyarakat ikut serta dalam kegiatan.
3. Menjelaskan tentang perilaku yang mendukung perbaikan gizi.
4. Mencakup semua anggota keluarga baik ibu hamil, bayi, balita dan
anggota keluarga lainnya.

10
BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dasa Wisma adalah unit komunitas terkecil yang terbentuk dari warga
sipil yang terorganisir yang dikelola secara transparan dan saling memberi
informasi yang menyangkut kehidupan bersama, serta merupakan wadah
kegiatan masyarakat yang memiliki peran sangat penting dalam pelaksanaan
program-program pemerintah di bidang kesehatan yang berada dalam
naungan kegiatan gerakan PKK di tingkat desa.Tujuan kelompok Dasa
Wisma ini adalah membantu kelancaran tugas-tugas pokok dan program PKK
kelurahan. Kegiatannya diarahkan pada peningkatan kesehatan keluarga.
Bentuk kegiatannya seperti arisan, pembuatan jamban, sumur, kembangkan
dana sehat (PMT, pengobatan ringan, membangun sarana sampah dan
kotoran).Peran serta masyarakat akan diperluas sampai ketingkat keluarga
dengan sepuluh keluarga sebagai satuan untuk pembinaan dalam bidang
kesehatan secara swadaya.Bidan yang di tempatkan di desa akan membina
pemimpin kelompok persepuluhan tersebut secara berkala dan menerima
rujukan masalah kesehatan dari para anggota persepuluh tersebut dalam
wilayah kerjanya.Ciri khusus dari kelompok sosial ibu-ibu Dasa Wisma ini
adalah berkumpul setiap 1 bulan sekali di rumah anggotanya secara
bergiliran, mereka terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dan pegawai dengan usia
rata-rata di atas 39 tahun, ciri lainnya yaitu setiap acara arisan di rumah salah
satu anggota selalu dihidangkan aneka makanan, dan uang yang digunakan
untuk memasak makanan tersebut berasal dari uang hasil arisan. Sehingga ,
sikap atau karakteristik dari ibu-ibu Dasa Wisma tetap memiliki rasa
solidaritas dan loyalitas yang tinggi pada organisasi tersebut.

3.2 Saran
Setelah membaca makalah ini, pembaca dapat memahami dengan baik apa itu
Dasa Wisma seperti pengertian, tujuan, ciri, karakteristik dan lain-lain yang

11
bersangkutan dengan dasawisma dan sebagai bidan mampu membina
pemimpin kelompok secara berkala dan menerima rujukan masalah kesehatan
dari para anggota di wilayah kerjanya.

12
DAFTAR PUSTAKA

https://kelbandungrejosari.malangkota.go.id/profil/lembaga-masyarakat/pkk-
bandungrejosari/dasawisma/dasa-wisma-menuju-kesejahteraan-bersama/ di akses
tanggal 9 September 2018 pukul 21.00 WIB

Ahmar dan Kurniawan, 2007. “Analisis Profitabilitas Sebelum dan Sesudah


Pemenuhan Corporate Governance pada Perusahaan Manufaktur yang Go
Public di Bursa Efek Jakarta,” Jurnal MAKSI. Vol 7 N0 3,Agustus.

13