Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PENDAULUAN KANKER KOLON

A. PENGERTIAN
Kanker kolon berawal dari pertumbuhan sel-sel kanker dalam kolon yang disebut
polip. Umumnya polip tidak bergejala sampai kemudian polip tersebut tumbuh menjadi
besar dan berubah menjadi kanker kolon. Bila sudah sampai pada tahap ini, maka sudah
penyakit kanker ini sudah masuk pada stadium akhir dan sudah sangat terlambat. Penyakit
ini bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Resiko wanita yang berusia 48-85
tahun hanya sedikit lebih rendah dari pria. Kanker ini tidak bersifat menurun. Karena salah
satu faktor resiko terkena penyakit kanker kolon ini adalah usia, bukan riwayat keluarga.
Kolon dan rektum merupakan bagian dari usus besar pada sistem pencernaan yang
disebut juga traktus gastrointestinal. Fungsi usus besar adalah membantu tubuh menyerap
nutrisi dan cairan dari makanan yang kita makan dan minum. Setelah menyerap nutrisi yang
dibutuhkan tubuh, usus kemudian membuang zat-zat yang tidak berguna dalam tubuh dalam
bentuk tinja melalui rektum dan anus. (setianingrum, 2014)
Karsinoma atau kanker kolon ialah keganasan tumbuh lambat yang paling sering
ditemukan daerah kolon terutama pada sekum, desendens bawah, dan kolon sigmoid.
Prognosa optimistik; tanda dan gejala awal biasanya tidak ada. (Susan Martin Tucker, 1998)

B. TANDA DAN GEJALA


1. Perubahan kebiasaan defekasi ( merupakan gejala yang ditunjukan), keluar darah
bersama dengan feses (merupakan gejala kedua yang paling sering.
2. Anemia yang penyebabnya tak jelas, anoreksia, penurunan berat badan, dan keletihan
3. Lesi sebelah kanan : nyeri abdominal tumpul dan menelan
4. Lesi sebelah kiri : nyeri abdominal dan kram, feses mengecil, konstipasi dan distensi,
darah merah segar dalam feses
5. Lesi rektal : tenesmus (nyeri rektal, merasakan evakuaasi tidak lampias setelah
defekasi), konstipasi dan diare secara bergantian, dan darah
C. POHON MASALAH

Merokok Faktor genetik Obesitas atau Konsumsi


penyakit makanan
terdahulu rendah serat,
Kontak agen Polip seperti kanker banyak lemak
karsinogenik adenomatosa payudara dan protein
,

Perubahan
metaplasia pada
dinding kolon

Kanker kolon

Invasi jaringan dan efek


kompresi oleh tumor

Kerusakan jaringan Kompresi saraf Intervensi radiasi


vascular lokal lokal dan kemoterapi

Perdarahan intestinal Nyeri dangkal Anoreksia


feses bercampur abdomen
darah

Asupan nutrisi
anemia Nyeri Akut tidak adekuat

Ketidakseimbangan
Intoleransi
nutrisi kurang dari
aktivitas
kebutuhan tubuh

(Nugroho,2012)
D. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1. Pemeriksaan rektal, pemeriksaan darah samar fekal, barium enema,
proktosigmoidoskopi dan kolonoskopi
2. Pemeriksaan antigen karsinoembrionik (CEA) (sangat baik sebagai indikator prognosis
dan kekambuhan)
E. PENATALAKSANAAN MEDIS
1. Pengobatan tergantung pada tahap penyakit dan komplikasi yang berhubungan
2. Pentahapan ditentukan dengan endoskopi, ultrasonografi, dan laparoskopi
3. Ajuvan : kemoterapi, terapi radiasi dan atau imunoterapi

F. PENGKAJIAN KEPERAWATAN
1. Pola Persepsi Kesehatan
a. riwayat kesehatan medis yang lalu
b. terapi obat yang terbaru
2. Pola Eliminasi
a. Perhatikan adanya dan karakter nyeri abdominal dan rektal
b. pola eliminasi yang lalu dan sekarang
c. deskripsi warna, bau, konsistensi feses dan adanya darah atau mukus
d. penurunan berat badan; kebiasaan diit terbasuk penggunaan alkohol
3. Pola Istirahat dan Tidur
a. keletihan yang tidak lazim.
4. Pengkajian Persistem
1. Sistem pencernaan
a. Auskultasi abdomen terhadap bising usus
b. palpasi terhadap area nyeri tekan, distensi, massa padat
c. inspeksi terhadap darah dalam feses.
G. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Nyeri akut yang berhubungan dengan agens cedera biologis
2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan faktor
biologis
3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan imobilitas
H. RENCANA KEPERAWATAN
No Diagnosa Tujuan dan Kriteria
Intervensi Rasional
dx Keperawatan Hasil
1 Nyeri akut Tingkat nyeri Manajemen nyeri
berhubungan dengan 1. Nyeri yang 1. Lakukan pengkajian 1. Agar mengetahui lokasi,
agen cedera biologis dilaporkan ringan nyeri komprehensif yang karakteristik, skala nyeri
sampai tidak ada meliputi lokasi, pasien agar bisa
2. Expresi nyeri karakteristik, ditangani dengan tepat
wajah, ringan onset/durasi, frekuensi,
sampai tidak ada kualitas, intensitas atau
3. Tidak bisa beratnya nyeri dan faktor
beristirahat, ringan pencetus
sampai tidak ada 2. Gunakan strategi 2. Agar pasien merasa
4. Kehilangan nafsu komunikasi terapeutik nyaman dengan nyeri
makan, ringan untuk mengetahui yang dirasakannya
sampai tidak bisa pengalaman nyeri dan
sampaikan penerimaan
pasien terhadap nyeri
3. Gali pengetahuan dan 3. Agar mengetahui sejauh
kepercayaan pasien mana pengetahuan
mengenai nyeri pasien tentang nyeri
yang dirasakannya

4. Kolaborasikan dengan 4. Agar dalam tindakan


pasien, orang terdekat yang dilakukan bisa
dan tim kesehatan dilakukan dengan benar
lainnya untuk memilih dan sesuai prosedur yang
dan ada
mengimplementasikan
tindakan penurun nyeri
nonfarmakologi, sesuai
kebutuhan
2 Ketidakseimbangan Status nutrisi : Manajemen nutrisi
nutrisi kurang dari asupan makanan
kebutuhan tubuh 1. Asupan makanan 1. Beri obat-obatan 1. Agar nafsu makan pasien
berhubungan dengan secara oral sebelum makan (misal., tidak terganggua akibat
faktor biologis 2. Asupan makan penghilang rasa sakit, adanya rasa nyeri yang
secara tube feeding antiemetik) jika dirasakannya
3. Asupan nutrisi diperlukan
parentral 2. Anjurkan keluarga untuk 2. Agar pasien
membawa makanan mendapatkan asupan
favorit pasien sementara makanan dari makanan
pasien berada dirumah favoritnya
sakit atau fasilitas
perawatan yang sesuai
3. Agar pasien
3. Anjurkan pasien
mendapatkan asupan
mengenai modifikasi diet
makanan terserap dengan
yang diperlukan (misal.,
baik
NPO, cairan bening,
cairan penuh, lembut,
atau diet sesuai toleransi)
4. Agar pasien
4. Anjurkan pasien terkait
mendapatkan asupan
dengan kebutuhan diet
makanan sesuai dengan
untuk kondisi sakit (yaitu
penyakit yang
: untuk pasien dengan
dialaminya
penyakit ginjal,
pembatasan natrium,
kalium, protein, dan
cairan.)

3 Intoleransi aktivitas Daya tahan Manajemen energi


berhubungan dengan 1. Melakukan 1. Kaji status fisiologis 1. Agar dapat memberikan
imobilitas aktivitas rutin, pasien yang aktivitas yang sesuai
sedikit terganggu menyebabkan kelelahan dengan usia pasien
sampai tidak sesuai dengan konteks
terganggu usia dan perkembangan
2. Aktivitas fisik, 2. Anjurkan pasien 2. Agar mengetahui
sedikit terganggu mengungkapkan keterbatasan yang
sampai tidak perasaan secara verbal dialami pasien dan
terganggu mengenai keterbatasan mempermudah
3. Daya tahan otot, yang dialami memberikan tindakan
sedikit terganggu keperawatan
sampai tidak 3. Gunakan instrumen yang 3. Agar dapat mengukur
terganggu valid untuk mengukur kelelahan pasien
kelelahan
4. Tentukan persepsi 4. Agar mengetahui
pasien/orang terdekat masalah kelelahan pasien
dengan pasien mengenai dan dapat menyelesaikan
penyebab kelelahan masalah kelelahan pasien
5. Perbaiki defisit status 5. Agar pasien tidak
fisiologis (misalnya, mengalami ansietas dan
kemoterapi yang mengalami anemia
menyebabkan setelah kemoterapi
anemia)sebagai prioritas
utama

I. REFERENSI
Setianingrum,R.2014.Klasifikasi Stadium Kanker Kolorektal Menggunakan Metode
Recurrent Neural Network. Yogyakarta. (PDF) Diakses 26 Oktober 2016

Baughman D.C., Hackley J.C.2000. Keperawatan Medikal-Bedah. Jakarta : EGC

Tucker S.M. 1998. Standar Perawatan Pasien: proses keperawatan, diagnosis, dan
evaluasi. Jakarta : EGC

Nugroho B.F.2012.https://www.scribd.com/doc/84318930/WOC-CA-Colon.(online)
Diakses pada 1 November 2016
NANDA Internasional. 2015. Diagnosis Keperawatan Definisi dan Klasifikasi 2015 -
2017. Jakarta: EGC.

Bulechek, Gloria M. 2013. Nursing Interventions Classification (NIC). USA: ELSEIVER.

Moorhead, Sue. 2013. Nursing Outcomes Classification (NOC). USA: ELSEIVER.