Anda di halaman 1dari 6

B.

International Conventions on Civil Liability for Oil Pollution Damage 1969 (Civil
Liability Convention).

Konvensi Internasional Mengenai Pertanggungjawaban Perdata Terhadap Pencemaran


Minyak di Laut (International Convention on Civil Liability for Oil Pollution Damage). CLC 1969
merupakan konvensi yang mengatur tentang ganti rugi pencemaran laut oleh minyak karena
kecelakaan kapal tanker. Konvensi ini berlaku untuk pencemaran lingkungan laut di laut
territorial Negara peserta. Dalam hal pertanggungjawaban ganti rugi pencemaran lingkungan
laut maka prinsip yang dipakai adalah prinsip tanggung jawab mutlak.
Lingkup Berlakunya

konvensi ini berlaku hanya pada kerusakan pencemaran minyak mentah (persistent oil)

yang tertumpah dan muatan kapal tangki. Konvensi tersebut mencakup kerusakan pencemaran

lokasi termasuk perairan negara anggota konvensi Negara Bendera Kapal dan Kebangsaan

pemilik kapal tangki tidak tercakup dalam tingkup aplikasi dan CLC Convention. Notasi

“kerusakan pencemaran” (Pollution Damage), termasuk usaha melakukan Pencegahan atau

mengurangi kerusakan akibat pencemaran didaerah teritorial negara anggota konvens,

(Preventive measures).

Konvensi ini diberlakukan hanya pada kerusakan yang disebabkan oleh tumpahan

muatan minyak dari kapal tangki dan tidak termasuk tumpahan minyak yang bukan muatan atau

usaha pencegahan murni yang dilakukan dimana tidak ada sama sekali Minyak yang tumpah dari

kapal tangki. Konvensi ini juga hanya berlaku pada kapal yang mengangkut minyak sebagai

muatan yakni kapal tangki pengangkut minyak. Tumpahan (Spills) dari kapal tangki dalam

pelayaran “Ballast Condition” dan spills dari bunker oil atau kapal selain kapal tangki tidak

termasuk dalam konvensi ini, Kerusakan yang disebabkan oleh “Non-presistent Oil” seperti

gasoline, kerosene, light diesel oil, dan lain sebagainya, juga tidak termasuk dalam CLC

Convention.
Tanggung Jawab Mutlak
Pemilik kapal tangki mempunyai kewajiban ganti rugi terhadap kerusakan pencemaran

yang disebabkan oleh tumpahan minyak dan kapalnya akibat kecelakaan. Pemilik dapat terbebas

dan kewajiban tersebut hanya dengan alasan :


1. Kerusakan sebagai akibat perang atau bencana alam.

2. Kerusakan sebagai akibat dan sabotase pihak lain, atau

3. Kerusakan yang disebabkan oleh karena pihak berwenang tidak memelihara alat bantu navigasi

dengan baik.

Alasan pengecualian tersebut diatas sangat terbatas, dan pemilik boleh dikatakan berkewajiban

memberikan ganti rugi akibat kerusakan pencemaran pada hampir semua kecelakaan yang

terjadi.
Batas Kewajiban Ganti Rugi (Limitation of Liability)
Pada kondisi tertentu, pemilik kapal memberikan kompensasi ganti rugi dengan batas 133

SDR (Special Drawing Rights) perton dari tonage kapal atau 14 juta SDR, atau sekitar US$ 19,3

juta diambil yang lebih kecil. Apabila pihak yang mengklaim (Claimant) dapat membuktikan

bahwa kecelakaan terjadi karena kesalahan pribadi (actual fault of privity) dari pemilik, maka

batas ganti rugi (limit his liability) untuk pemilik kapal tidak diberikan.

Permintaan Ganti Rugi (Channeling of Liability)


KIaim terhadap kerusakan pencemaran di bawah CLC Convention hanya dapat

ditujukkan pada pemilik kapal terdaftar. Hal ini tldak menghalangi korban mengklaim kompensasi

ganti rugi diluar konvensi ini dari orang lain selain pemlik kapal. Namun demikian, konvensi

melarang melakukan klaim kepada perwakilan atau agen pemilik kapal. Pemilik kapal harus

mengatasi masalah klaim dari pihak ketiga berdasarkan hukum nasional yang berlaku.
Civil leability convention 1959
mengatur tentang :
- Korban dari pencemaran minyak yg asalnya dari kpl, dpt mengklaim konvensi ,ganti rugi thd pemilik kpl yg
bertanggung jawab thd pencemaran yg terjadi.
a. Dari segi tanggung jawab :
- Tanggung jawab dari yg memiliki kpl tersebut atas terjadinya pencemaran.
b. Claim ganti rugi tsb kadaluarsa sejak : terjadi musibah, tetapi dlm waktu tertentu tdk di laporkan dan di anggap
hilang.
c. CLC berlaku bagi kpl : yg negaranya telah meratifikasi konvensi sesuai dg kepres no = 18 /1978 bulan juni
1978

TOVALOP (http://finowaspodo.blogspot.com/2012/02/bank-soal-marpol.html)

TOVALOP ( Tanker Owner Agreement Concerning Liabillity Oil Pollution ) yang berdiri dari tahun
1969 dibentuk oleh para pemilik kapal.
Tanker Owners Voluntary Agreement Concerning
Liability for Oil Polution (TOVALOP)
Adapun tujuan dari TOVALOP adalah :

a. Memberi dorongan agar cepat untuk melakukan perbaikan oleh kapal tanker saat melakukan
tumpahan minyak.

b. Memberi jaminan kemampuan keuangan anggota pemilik kapal tanker untuk memenuhi
kewajiban mereka di bawah TOVALOP melalui asuransi.

c. Untuk menghindari masalah hukum di bawah hukum laut yang ada dan berlaku.

d. Untuk menempatkan di atas kapal tankernya dari muatan yang ditolak.

e. Untuk membantu pemerintah Negara dengan peralatan mesin untuk membuat tuntutan yang
sah walaupun kenyataannya pemerintah tidak mungkin, di bawah hukum Internasional atau setempat,
mempunyai kewajiban untuk memindahkan tumpahan minyak dari tanker.

Sifat dari TOVALOP adalah sebagai lembaga pertanggungan minyak swasta dan memberikan
ganti rugi atas dasar perjanjian pertanggungan dan premi yang diterimanya.

Bentuk asuransi ini akan menanggung kerugian bagi pesertanya karena tumpahan minyak
sebanyak US $ 100 untuk setiap gross ton bobot kapal yang didaftarkan (gross registered ton) dengan
jumlah tingginya sebanyak US $ 10.000.000,- setelah 1 Juni 1981 jumlah ini akan meningkat menjadi
penanggungan kerugian US$ 147 untuk tiap gross ton bobot kapal dengan jumlah tertinggi sebanyak
US$16.800.000,- 15 3.

(http://defa-itu-pelaut.blogspot.com/2012/01/marpol.html)

GANTI RUGI PENCEMARAN LAUT

Guna pemulihan kerusakan atau kerugian yang di timbulkan terhadap laut ,pantai,sumber hayati dan
lainnya tumpahan minyak dari kapal, maka di perlu dana yang cukup besar. untuk mengatasi hal
tersebut maka secara Internasional di bentuk suatu lembaga-lembaga penjamin ganti rugi seperti :

 TOVALOP ( Tanker Owner Agreement Concerning Liabillity Oil Pollution ) yang berdiri dari tahun
1969 dibentuk oleh para pemilik kapal.
 CRISTAL ( Contract Regarding and Interim Sumpplement to Tanker Liabillty Oil Pollution ) yang
berdiri sejak tahun 971 di bentuk oleh pemilik minyak yang dianggkut oleh kapal tangki anggota
TOVALOP
 P&I Club ( Protection and Indemnity Clib ) Yaitu lembaga perlindungan ganti rugi yang
merupakan gabungan dari beberapa perusahaan asuransi.
 IOPC Fund ( International Oil Pollution Compensation Fund ) Yang berdiri sejak tahun 1971 dan
beranggota neagara-negara yang telah meratiifikasi konvensi Fund 1971 termasuk Indonesia
dengan Keppres No.19 Tahun 1978.
P & I Club (Protection and Indemnity Club) yaitu lembaga perlindungan pengganti kerugian yang merupakan
gabungan dari beberapa Perusahaan Asuransi. (https://pusatasuransi.com/pni/)

MENGENAL ASURANSI
PROTECTION and INDEMNITY (P
and I)
Posted on March 15, 2018
Protection & Indemnity Club atau dikenal dengan P&I Club dibentuk oleh kumpulan pemilik kapal
dengan dasar bahwa tidak semua kerugian dapat ditanggung oleh perusahaan asuransi seperti H&M
and Marine Cargo Insurance. P&I Club dibentuk oleh Shipowners untuk memberikan proteksi
terhadap kemungkinan kerugian dalam pengoperasian kapal yang berkaitan dengan tanggung jawab
hukum pihak ke tiga sebagai akibat dari tidak penuhnya Liability yang di cover serta pengecualian
yang ada dalam Asuransi Hull & Machinery.
Pada awalnya jaminan P&I hanya dijamin oleh P&I Club dimana premi bersifat mutual dengan
penjelasan sebagai berikut :

1. Advance Call : premi dibayarkan pada awal penutupan oleh member pada saat disetujui oleh Club.
2. Jika premi advance yang terkumpul tidak mencukupi untuk menutup biaya operasional dan klaim
maka para member akan ditambahkan biaya-biaya kontribusi premi begitupun sebaliknya
3. Apabila member tidak memperpanjang atau pindah club maka akan dikenalan biaya tambahan
premi atau penalty atau disebut dengan Release Call

Adapun alternatif yang lain adalah Fixed Premium dimana premi yang harus dibayar berdasarkan
kemampuan masing -masing tertanggung dan tidak dipengaruhi oleh rasio lainnya.

Basic Cover Fixed Premium


– Kewajiban pemindahan bangkai kapal (Compulsory removal of wreck)
– Tabrakan dengan kapal lain atau kerusakan terhadap kapal tanpa sentuhan
– Tanggung Jawab yang berlebihan akibat tubrukan dari nilai pertanggungan polis H&M
– Kerusakan terhdap kapal tanpa sentuhan
– Pencemaran Lingkungan
– Tanggung Jawab pihak ke 3 terhadap meninggal atau cedera badan
– Denda dan hukuman terhadap kapal dan para perwira
– Biaya-biaya hukum
Pada tanggal 1 Maret 2015, kementrian perhubungan mewajibkan pemilik kapal dengan tonase diatas
35 GRT wajib mengansuransikan kapal minimal jaminan penyingkiran kerangka kapal dan atau
polusi yang disedian P&I.
IOPC FUND 1971 (https://staff.blog.ui.ac.id/andreas.pramudianto/2009/04/30/perjanjian-
internasional-di-bidang-lingkungan-laut-yang-telah-diratifikasi-indonesia/)

Di dunia maritim terdapat dana kompensasi atau ganti rugi jika terjadi
pencemaran minyak di laut yang umumnya berasal dari kapal tanke. Dana tersebut
dikelola oleh organisasi internasional di bawah IMO yang bernama International Oil
Pollution Compensation Funds (IOPC Funds).

IOPC Fund dibentuk setelah insiden tumpahan minyak dari kapal Torrey Canyon
pada Maret 1967. Kapal Berbendera Liberia tersebut mengalami kandas di dekat
kepulauan Scilly di perairan barat daya Inggris. Lebih dari 100 ribu ton minyak mentah
mencemari pesisir di Inggris dan Prancis. Membunuh burung dan mamalia laut.
Merusak eksistem laut dan pesisir Inggris dan Prancis dengan dampak hingga berpuluh
tahun sesudahnya.

Peristiwa tersebut menyingkap beberapa kelemahan serius, khususnya ketiadaan


tanggung jawab internasional atas pencemaran dan kompensasinya, jika insiden serupa
terjadi di masa depan.

Torrey Canyon adalah tanker milik sebuah perusahan yang berdomisili di


Bermuda. Induk usahanya berada di California AS. Sementara kapal tanker tersebut
diregister di negara Monovia namun berbendera Liberia. Model yuridiksi yang membuat
rumit gugatan ganti rugi dan prosesnya dapat memakan waktu bertahun-tahun. Pun,
jika pengadilan dapat membuktikan, besanya nilai kerusakan tidak sanggup dipikul oleh
pemilik tanker.

Belajar dari bencana Torrey Canyon, masyarakat maritim internasional


mendirikan IOPC di bawah IMO. OPIC mengatur pemberian kompensasi kepada negara
anggota IMO, pihak dan korban yang terdampak dari pencemaran minyak. Dasar dan
kerangka kerja dari IOPC Fund mengacu pada dua konvensi Internasional, yaitu: (1)
Civil Liability Convention 1969, alias konvensi internasional tentang
pertanggungjawaban sipil atas kerusakan akibat pencemaran minyak; (2) Fund
Convention 1971, konvensi internasional tentang pembentukan dana internasional
untuk kompensasi akibat pencemaran minyak.
Pada tahun 1992, kedua konvensi di atas diamandemen, yang isinya perluasan
cakupan IOPC Fund. Setelah insiden kapal Erika dan kapal Prestise, instrumen ketiga
muncul yaitu Protokol Konvensi IOPC Fund tahun 1992 yang memberi kompensasi
tambahan untuk mengantisipasi kerusakan pencemaran lingkungan laut

Dana IOPC dikunpulkan dari kontribusi yang dibayarkan oleh entitas negara
(anggota IMO) yang menerima minyak melalui transportasi laut. Semakin besar
mengimpor minyak (yang diangkut melalui laut) maka semakin besar kontribusinya.
Sejak berdiri, IOPC telah menangani 150 insiden pencemaran minyak di seluruh dunia
Sebagian besar kasus pencemaran tersebut dan seluruh klaim diselesaikan di luar
pengadilan.