Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN TENTANG TANDA BAHAYA

KEHAMILAN TRIMESTER 1
DI DESA SEMEN,SRIBIT,SIDOHARJO,SRAGEN

DISUSUN OLEH :
LERA P.S (B16014)

AKADEMI KEBIDANAN YAPPI SRAGEN


2018/2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Pokok Bahasan : Asuhan kebidanan Pada ibu Hamil
Sub Pokok Bahasan : Tanda Bahaya pada Ibu Hamil Trimester 1
Hari / Tanggal : selasa,2 oktober 2018
Waktu : 25 menit
Sasaran : Ibu Hamil Trimester 1/ Ny.E
Tempat, Lokasi : Desa Semen,Sribit,Sidoharjo,Sragen
Petugas : Lera permata sasikarani
NIM : B16014

I. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM ( TUI )


Dengan diadakannya penyuluhan ini, diharapkan ibu hamil dapat
mengetahui apa yang dimaksud tanda bahaya kehamilan dan mengetahui
apa saja yang termasuk tanda bahaya kehamilan trimester 1

II. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS ( TIK )


1. Ibu hamil mampu menjelaskan pengertian dari tanda bahaya pada
kehamilan trimester 1
2. Ibu hamil dapat menyebutkan beberapa tanda bahaya pada kehamilan
trimester 1

III. MATERI PENYULUHAN


1. Pengertian tanda bahaya kehamilan
2. Macam-macam tanda bahaya pada kehamilan trimester 1
IV. KEGIATAN PENYULUHAN

Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta

A. PENDAHULUAN

1. Mengucapkan salam 1. Peserta menjawab salam


5 menit dan memperkenalkan diri. 2. Peserta menyimak
2. Membuat kontrak waktu penyuluhan. materi penyuluhan yang
3. Menjelaskan tujuan penyuluhan disajikan.
4. menjelaskan topik yang akan
disampaikan.

B. KEGIATAN INTI 1. Peserta menyimak materi


penyuluhan yang disajikan.
1. Menjelaskan pengertian dari tanda
bahaya pada ibu hamil trimester 1
20 menit 2. Menyebutkan macam-macam tanda
bahaya pada ibu hamil trimester 1
3. Menguraikan tanda bahaya pada ibu
hamil trimester 1
C. PENUTUP 1. Peserta mengajukan pertanyaan
1. Tanya jawab. dan menjawab pertanyaan yang
5 menit 2. Kesimpulan. diberikan penyaji.
3. Saran. 2. Peserta turut mengambil
4. Salam penutup. kesimpulan dan saran

V. METODE PENYULUHAN
1. Penyuluhan
2. Tanya jawab
3. Diskusi

VI. MEDIA DAN ALAT


1. Media : Leaflet dan poster.

VII. Evaluasi
a. Prosedur lisan
PEMBAHASAN
MATERI SUSUNAN ACARA PENYULUHAN

A. TANDA BAHAYA PADA KEHAMILAN TRIMESTER 1


1. Pengertian Tanda Bahaya Kehamilan
Tanda bahaya kehamilan adalah suatu kehamilan yang memiliki
suatu tanda bahaya atau risiko lebih besar dari biasanya (baik bagi ibu
maupun bayinya), akan terjadinya penyakit atau kematian sebelum maupun
sesudah persalinan (Tiran, 2007)
Tanda-tanda bahaya pada kehamilan adalah tanda-tanda yang terjadi
pada seorang Ibu hamil yang merupakan suatu pertanda telah terjadinya
suatu masalah yang serius pada Ibu atau janin yang dikandungnya.Tanda-
tanda bahaya ini dapat terjadi pada awal kehamilan Sedangkan menurut
uswhaya 2009, Tanda-tanda bahaya kehamilan adalah gejala yang
menunjukkan bahwa ibu dan bayi dalam keadaan bahaya.

B. TANDA BAHAYA KEHAMILAN TRIMESTER 1


1. Pada Trimester I
Trimester I adalah usia kehamilan 1- 3 bulan atau kehamilan
berusia 0 - 12 minggu, salah satu asuhan yang dilakukan oleh tenaga
kesehatan untuk menapis adanya risiko ini yaitu melakukan pendeteksian
dini adanya komplikasi/penyakit yang mungkin terjadi selama hamil
muda.
Tanda Bahaya Kehamilan Trimester I meliputi:
a. Mual muntah berlebihan
1) Pengertian
Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala
yang wajar dan sering kedapatan pada kehamilan trimester I.
Mual biasa terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap
saat dan malam hari.
Gejala gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari
pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10
minggu. Mual dan muntah terjadi pada 60-80 % primigravida dan
40-60 % multigravida. Satu diantara seribu kehamilan, gejala
gejala ini menjadi lebih berat. Perasaan mual ini disebabkan oleh
karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan HCG dalam
serum. Pengaruh fisiologik kenaikan hormon ini belum jelas,
mungkin karena sistem saraf pusat atau pengosongan lambung
yang berkurang. Pada umumnya wanita dapat menyesuaikan
dengan keadaan ini, meskipun demikian gejala mual muntah yang
berat dapat berlangsung sampai 4 bulan.Pekerjaan sehari-hari
menjadi terganggu dan keadaan umum menjadi buruk.Keadaan
inilah disebut hiperemisis gravidarum.Keluhan gejala dan
perubahan fisiologis menentukan berat ringanya penyakit.
(Sarwono, 2005: 275)
2) Penanganan Umum
Mual muntah dapat diatasi dengan: Makan sedikit tapi sering,
hindari makanan yang sulit dicerna dan berlemak, Jaga masukan
cairan, karena cairan lebih mudah ditolelir dari pada makanan
padat, selingi makanan berkuah dengan makanan kering. Makan
hanya makanan kering pada satu waktu makan, kemudian
makanan berkuah pada waktu berikutnya. Hindari hal hal yang
memicu mual, seperti bau, gerakan atau bunyi, istirahat cukup,
hindari hal hal yang membuat Anda berkeringat atau kepanasan,
yang dapat memicu rasa mual (Curtis, 2000:28)
3) Komplikasi
Jika muntah terus menerus bisa terjadi kerusakan
hati.Komplikasi lainya adalah perdarahan pada retina yang
disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah ketika penderita
muntah. (Rochjati, 2003:2)
b. Demam Tinggi
Ibu hamil menderita deman dengan suhu tubuh lebih 38° C dalam
kehamilan merupakan suatu masalah. Demam tinggi dapat merupakan
gejala adanya infeksi dalam kehamilan.
1) Penanganan Umum
Demam tinggi dapat ditangani dengan: istirahat baring, minum
banyak, kompres untuk menurunkan suhu. (Saiffudin, 2002: 84)
2) Komplikasi
Komplikasi yang ditimbulkan akibat mengalami demam tinggi
antara lain: sistitis (infeksi kandung kencing), pielonefritis Akut
(infeksi saluran kemih atas). (Saifuddin, 2002:86)
c. Nyeri Perut Yang Hebat
1) Pengertian
Nyeri perut pada kehamilan 22 minggu atau kurang. Hal ini
mungkin gejala utama pada kehamilan ektopik atau abortus.
(Saifuddin, 2002: 98). Nyeri abdomen yang tidak berhubungan
dengan persalinan normal adalah tidak normal. Nyeri abdomen
yang mungkin menunjukkan masalah yang mengancam
keselamatan jiwa adalah yang hebat, menetap dan tidak hilang
setelah beristirahat. Hal ini bisa berarti apendisitis, kehamilan
ektopik, aborsi, penyakit radang pelviks, persalinan preterm,
gastritis, penyakit kantong empedu, iritasi uterus, abrupsi
plasenta, infeksi saluran kemih atau infeksi lain.
2) Penanganan umum
a) Lakukan segera pemeriksaan umum meliputi tanda vital
(nadi, tensi, respirasi, suhu)
b) Jika dicurigai syok, mulai pengobatan sekalipun gejala syok
tidak jelas, waspada dan evaluasi ketat karena keadaan dapat
memburuk dengan cepat.
c) Jika ada syok segera terapi dengan baik (Saifuddin, 2002: 98)
3) Komplikasi
Komplikasi yang dapat timbul pada nyeri perut yang hebat antara
lain: kehamilan ektopik, pre-eklampsia, persalinan
premature, solusio plasenta, abortus, ruptur uteri imminens
(Irma,2008:7)

d. Penglihatan Kabur
Penglihatan menjadi kabur atau berbayang dapat disebabkan
oleh sakit kepala yang hebat, sehingga terjadi oedema pada otak dan
meningkatkan resistensi otak yang mempengaruhi sistem saraf pusat,
yang dapat menimbulkan kelainan serebral (nyerikepala, kejang),
dan gangguan penglihatan.
Perubahan penglihatan atau pandangan kabur, dapat menjadi
tanda pre-eklampsia. Masalah visual yang mengidentifikasikan
keadaan yang mengancam jiwa adalahperubahan visual yang
mendadak, misalnya penglihatan kabur atau berbayang, melihat
bintik-bintik (spot), berkunang-kunang.
Selain itu adanya skotama, diplopia dan ambiliopia
merupakan tanda-tanda yang menujukkan adanya pre-eklampsia berat
yang mengarah pada eklampsia. Hal ini disebabkan
adanya perubahan peredaran darah dalam pusat penglihatan di korteks
cerebri atau didalam retina (oedema retina dan spasme pembuluh
darah). (Uswhaaja, 2009: 5)

e. Perdarahan pervaginam / Perdarahan dari jalan lahir


Perdarahan yang terjadi pada masa kehamilan kurang dari 22
minggu. Perdarahan pervaginam dalam kehamilan adalah cukup
normal. Pada masa awal kehamilan, ibu akan mengalami perdarahan
yang sedikit (spotting) di sekitar waktu terlambat haidnya. Perdarahan
ini adalah perdarahan implantasi dan normal, perdarahan kecil dalam
kehamilan adalah pertanda dari “Friabel cervik”. Perdarahan semacam
ini mungkin normal atau mungkin suatu tanda adanya infeksi.Jika
terjadi perdarahan yang lebih (tidak normal) yang menimbulkan rasa
sakit pada ibu. Perdarahan ini bisa berarti aborsi, kehamilan molar
atau kehamilan ektopik.
1) Macam macam perdarahan pervaginam
a) Abortus
Pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan kurang
dari 20 minggu dan berat janin kurang dari 500 gram. Tanda-
tandanya : perdarahan dengan nyeri abdomen, rasa mulas atau
rasa nyeri. Terkadang disertai syok.
b) Kehamilan ektopik
Kehamilan di mana implantasi dan pertumbuhan hasil
konsepsi di luar endometrium atau di luar rahim. Tanda-
tandanya : perdarahan berwarna coklat tua dan umumnya
sedikit, nyeri perut, uterus terasa lembek.
c) Molahidatidos (Hamil Anggur)
Kehamilan abnormal di mana hampir seluruh vili
korialisnya mengalami perubahan hidrofik. Tanda-tandanya :
Perdarahan berulang, nyeri perut, tidak teraba bagian janin,
tidak terdengar DJJ janin

f. Anemia
1) Pengertian
Anemia adalah masalah medis yang umum terjadi pada banyak
wanita hamil. Jumlah sel darah merah dalam keadaan rendah,
kuantitas dari sel sel ini tidak memadai untuk memberikan
oksigen yang dibutuhkan oleh bayi.Anemia sering terjadi pada
kehamilan karena volume darah meningkat kira kira 50% selama
kehamilan.
Darah terbuat dari cairan dan sel. Cairan tersebut biasanya
meningkat lebih cepat dari pada sel- selnya. Hal ini dapat
mengakibatkan penurunan hematokrit (volume, jumlah atau
persen sel darah merah dalam darah).Penurunan ini dapat
mengakibatkan anemia.
2) Penanganan
Anemia dapat ditangani dengan minum tablet zat besi dan
istirahat cukup. (Curtis, 2000: 47)
3) Komplikasi
Komplikasi anemia dalam kehamilan memberikan pengaruh
langsung terhadap janin sedangkan komplikasi pada kehamilan
trimester I yaitu anemia dapat menyebabkan terjadinya missed
abortion, kelainan kongenital, abortus/keguguran. (Ayurai, 2009:
4) Pengaruh anemia terhadap kehamilan.
a) Bahaya selama kehamilan
Dapat terjadi abortu, Persalinan prematuritas, Hambatan
tumbuh kembang janin dalam rahim, Mudah terjadi
infeksiaman dekompensasi kordis (Hb < 6 gr%), Mola
hidatidosa, Hiperemesis gravidarum, Perdarahan antepertum,
Ketuban pecah dini (KPD).
b) Bahaya saat persalinan
Gangguan his, kekuatan mengejan, Kala pertama dapat
berlangsung lama, dan terjadi partus terlanta, Kala ke dua
berlangsung lama sehingga dapat melelahkan dan sering
memerlukan tindakan operasi kebidanan. Kala uri diikuti
retensio plasenta, dan perdarahan pospartum karena atonia
uteri, Kala empat dapat terjadi perdarahan postpartum
sekunder dan atonia uteri.
c) Pada kala nipas
Terjadi subinvolusi uteri menimbulkan perdarahan
postpartum, Memudahkan infeksi puerperium, Pengeluaran
ASI berkurang, Terjadi dekompensasi koris mendadak setelah
persalinan, Anemia kala nipas, Mudah terjadi infeksi mamae
d) Bahaya terhadap janin
Abortus, Terjadi kematian intrauteri, Persalinan prematuritas
tinggi, Berat badan lahir rendah, Kelahiran dengan anemia,
Dapat terjadi cacat bawaan, Bayi mudah mendapat infeksi
sampai kematian perinatal.