Anda di halaman 1dari 8

Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Lampung 2018

No. 67/08/Th. XII, 1 Agustus 2019

BERITA
RESMI
STATISTIK
Indeks Demokrasi
Indonesia (IDI) Lampung
2018 Mencapai 68,67
• IDI adalah indikator komposit yang menunjukkan tingkat
perkembangan demokrasi di Indonesia. Tingkat capaiannya
diukur berdasarkan pelaksanaan dan perkembangan tiga
Indeks aspek demokrasi, yaitu Kebebasan Sipil (Civil Liberty), Hak-Hak
Politik (Political Rights), dan Lembaga Demokrasi (Institution
Demokrasi of Democracy).

Indonesia (IDI) • Metodologi penghitungan IDI menggunakan 4 sumber


data yaitu: (1) review surat kabar lokal, (2) review dokumen
Provinsi Lampung (Perda, Pergub, dll), (3) Focus Group Discussion (FGD), dan (4)
2018 Mengalami wawancara mendalam.

Penurunan • Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Lampung 2018 mencapai


angka 68,67 dalam skala 0 sampai 100. Angka ini mengalami
Dibandingkan penurunan dibandingkan dengan angka IDI 2017 yang sebesar
72,01. Capaian kinerja demokrasi Lampung tersebut masih
dengan IDI berada pada kategori “sedang”. Klasifikasi tingkat demokrasi
Lampung 2017 dikelompokkan menjadi tiga kategori, yakni “baik” (indeks >
80), “sedang” (indeks 60 – 80), dan “buruk” (indeks < 60).
• Perubahan angka IDI Lampung dari 2017 - 2018 dipengaruhi
oleh tiga aspek demokrasi yakni (1) Kebebasan Sipil yang naik
3,17 poin (dari 74,12 menjadi 77,29), (2) Hak-Hak Politik yang
turun 7,67 poin (dari 67,20 menjadi 59,53), dan (3) Lembaga
Demokrasi yang turun 4,65 poin (dari 77,00 menjadi 72,35).

Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Lampung 2018 1


1. Perkembangan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi Lampung 2018
Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Lampung pada tahun 2018 mencapai 68,67 dalam skala
indeks 0 sampai 100. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan IDI tahun 2017 yang
capaiannya sebesar 72,01. Dengan kondisi perubahan tersebut, tingkat demokrasi di Provinsi
Lampung masih berada dalam kategori “sedang”.
Capaian IDI Provinsi Lampung dari tahun 2009 hingga 2018 mengalami fluktuasi. Pada awal
mula dihitung tahun 2009, capaian IDI sebesar 67,47. Angka ini terus mengalami perubahan
hingga mencapai momen tertingginya pada tahun 2011 sebesar 74,08. Capaian IDI pada akhirnya
turun menjadi 68,67 di tahun 2018.
Fluktuasi angka IDI adalah cerminan dinamika demokrasi di Lampung. Sebagai sebuah
alat ukur perkembangan demokrasi yang khas Indonesia, IDI dirancang untuk sensitif terhadap
perubahan kondisi demokrasi. IDI disusun secara cermat berdasarkan kejadian (evidence-based)
sehingga potret yang dihasilkan merupakan refleksi realitas yang terjadi.
Grafik 1
Perkembangan IDI Lampung, 2009-2018

100
Baik

80 74.08 72.01
72.26 71.62 68.67
67.47 67.80 65.95
Sedang 63.13 61.00
60

40
Buruk

20

0
2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018

2. Perkembangan Indeks Aspek-Aspek IDI


Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Lampung 2018 merupakan indeks komposit yang disusun
dari tiga aspek yaitu aspek Kebebasan Sipil yang bernilai 77,29; aspek Hak-Hak Politik yang
bernilai 59,53; dan aspek Lembaga Demokrasi yang bernilai 72,35. Dibanding tahun 2017, aspek
Kebebasan Sipil tahun 2018 mengalami peningkatan. Di sisi lain, aspek Hak-Hak Politik dan aspek
Lembaga Demokrasi pada tahun 2018 mengalami penurunan.
Berdasarkan perubahan pada setiap aspek, peningkatan terjadi pada aspek Kebebasan Sipil
yaitu sebesar 3,17 poin. Sementara itu, aspek Hak-hak Politik mengalami penurunan sebesar
7,67 poin. Begitu pula halnya aspek Lembaga Demokrasi yang juga mengalami penurunan yaitu
sebesar 4,65 poin dibandingkan tahun 2017. Kondisi yang sedikit berbeda dibandingkan tahun
2017, pada tahun 2018 tidak semua indeks aspek berada pada ketegori “sedang” dimana aspek
Hak-hak Politik berada pada kategori “buruk”.

2 Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Lampung 2018


Grafik 2
Perkembangan Indeks Aspek IDI Lampung, 2009-2018

100.00 94.39 93.14 94.14


90.57
Baik 81.58 83.66
79.16 77.00 77.29
80.00 70.64 72.06
70.75 71.99
64.31 74.12
Sedang 63.27 62.74 72.35
56.44 60.49
60.00 67.20
61.15 63.69 63.19
59.32 59.53
51.81 53.90
40.00 50.60
45.47
Buruk
20.00

0.00
2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018

Kebebasan Sipil Hak-hak Politik Lembaga Demokrasi

3. Perkembangan Indeks Variabel IDI


Pada tahun 2018, sebanyak dua variabel mengalami peningkatan dan lima variabel
mengalami penurunan. Sementara itu, empat variabel tidak mengalami perubahan, yaitu
variabel Hak Memilih dan Dipilih, Pemilu yang Bebas dan Adil, Peran Partai Politik, dan Peran
Peradilan yang Independen. Dari dua variabel yang meningkat, peningkatan tertinggi terjadi pada
variabel Kebebasan dari Diskriminasi yakni sebesar 8,39 poin; diikuti oleh variabel Kebebasan
Berkeyakinan, yakni sebesar 3,43 poin.
Di sisi lain, lima variabel yang mengalami penurunan adalah Kebebasan Berkumpul dan
Berserikat, Kebebasan Berpendapat, Partisipasi Politik dalam Pengambilan Keputusan dan
Pengawasan, Peran DPRD, dan Peran Birokrasi Pemerintah Daerah. Penurunan tertinggi terjadi
pada variabel Partisipasi Politik dalam Pengambilan Keputusan dan Pengawasan, yakni sebesar
15,39 poin.
Grafik 3
Perkembangan Indeks Variabel IDI Lampung, 2017 - 2018

Kebebasan Berkumpul dan


Berserikat
Peran Peradilan yang 100
Kebebasan Berpendapat
Independen 80
60
Peran Birokrasi Pemerintah
40 Kebebasan Berkeyakinan
Daerah
20
0
Peran Partai Politik Kebebasan dari Diskriminasi

Peran DPRD Hak Memilih dan Dipilih


Partisipasi Politik dalam
Pemilu yang Bebas dan Adil
Pengambilan Keputusan dan…

2017 2018

Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Lampung 2018 3


4. Perkembangan Skor Indikator IDI
Pada IDI Lampung 2018, dari 28 indikator terdapat 10 yang mencapai kinerja kategori
“baik” (skor di atas 80), meliputi:
a. Indikator 1, Ancaman/Penggunaan Kekerasan oleh Aparat Pemerintah yang Menghambat
Kebebasan Berkumpul dan Berserikat,
b. Indikator 7, Ancaman/Penggunaan Kekerasan dari Satu Kelompok Terkait Ajaran Agama,
c. Indikator 8, Aturan Tertulis yang Diskriminatif dalam Hal Gender, Etnis, dan Kelompok,
d. Indikator 9, Tindakan/Pernyataan Pejabat yang Diskriminatif dalam Hal Gender, Etnis, dan
Kelompok,
e. Indikator 11, Hak Memilih atau Dipilih Terhambat,
f. Indikator 18, Keberpihakan KPUD dalam Penyelenggaraan Pemilu,
g. Indikator 19, Kecurangan dalam Penghitungan Suara,
h. Indikator 23, Jumlah Kegiatan Kaderisasi yang Dilakukan Parpol Peserta Pemilu,
i. Indikator 24, Persentase Perempuan Pengurus Partai Politik, dan
j. Indikator 28, Jumlah Penghentian Penyidikan yang Kontroversial oleh Jaksa atau Polisi.

Meskipun demikian, masih terdapat juga kinerja indikator demokrasi yang berkategori
“buruk” (skor di bawah 60) di tahun 2018. Indikator-indikator tersebut memerlukan perhatian
khusus dari semua pihak agar nilainya dapat membaik. Sejumlah indikator yang termasuk dalam
kategori buruk adalah:
a. Indikator 3, Ancaman/Penggunaan Kekerasan oleh Aparat Pemerintah yang Menghambat
Kebebasan Berpendapat,
b. Indikator 4, Ancaman/Penggunaan Kekerasan oleh Masyarakat yang Menghambat Kebebasan
Berpendapat,
c. Indikator 15, Persentase Perempuan Terpilih terhadap Total Anggota DPRD Provinsi,
d. Indikator 16, Demonstrasi/Mogok yang Bersifat Kekerasan,
e. Indikator 17, Jumlah Pengaduan Masyarakat Mengenai Penyelenggaraan Pemerintahan
f. Indikator 21, Perda yang Merupakan Inisiatif DPRD,
g. Indikator 22, Rekomendasi DPRD Kepada Eksekutif, dan
h. Indikator 26, Upaya penyediaan informasi APBD oleh pemerintah daerah.

4 Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Lampung 2018


5. Penjelasan Teknis
Pembangunan demokrasi dan politik merupakan hal yang penting dan terus diupayakan
oleh pemerintah. Namun, untuk mengukur pencapaiannya baik di tingkat daerah maupun pusat
bukan suatu hal yang mudah. Pembangunan demokrasi memerlukan data empirik untuk dapat
dijadikan landasan pengambilan kebijakan dan perumusan strategi yang spesifik dan akurat.
Untuk memberikan gambaran mengenai perkembangan demokrasi politik di Indonesia maka
sejak tahun 2009, Badan Pusat Statistik (BPS) bersama stakeholder lain seperti Kementerian
Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (KEMENKOPOLHUKAM), Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Kementerian Dalam Negeri (KEMENDAGRI), dan Tim Ahli
yaitu Prof. Maswadi Rauf (UI), Prof. Musdah Mulia (UIN Syarif Hidayatullah), Dr. Syarif Hidayat
(LIPI), dan Dr. Abdul Malik Gismar (Universitas Paramadina) merumuskan pengukuran Indeks
Demokrasi Indonesia (IDI).
IDI adalah indikator komposit yang menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di
Indonesia. Tingkat capaiannya diukur berdasarkan pelaksanaan dan perkembangan tiga aspek
demokrasi, yaitu Kebebasan Sipil (Civil Liberty), Hak-Hak Politik (Political Rights), dan Lembaga
Demokrasi (Institution of Democracy).
IDI bertujuan untuk mengukur secara kuantitatif tingkat perkembangan demokrasi. Dari
indeks tersebut akan terlihat perkembangan demokrasi sesuai dengan ketiga aspek yang diukur.
Di samping level nasional, IDI juga dapat memberikan gambaran perkembangan demokrasi di
provinsi-provinsi seluruh Indonesia. IDI tidak hanya melihat gambaran demokrasi yang berasal
dari sisi kinerja pemerintah/birokrasi saja. Namun, IDI juga melihat perkembangan demokrasi
dari aspek peran masyarakat, lembaga legislatif (DPRD), partai politik, lembaga peradilan dan
penegak hukum. Oleh karena itu, perkembangan IDI merupakan tanggung jawab bersama semua
stakeholder, tidak hanya pemerintah.
Tabel 1
Komponen Penghitungan IDI 2009 – 2018
Aspek Variabel Indikator *)
(1) (2) (3)
1. Kebebasan Berkumpul dan Berserikat 2 indikator
2. Kebebasan Berpendapat 2 indikator
1. Kebebasan Sipil
3. Kebebasan Berkeyakinan 3 indikator
4. Kebebasan dari Diskriminasi 3 indikator
5. Hak Memilih dan Dipilih 5 indikator
2. Hak-Hak Politik
6. Partisipasi Politik dalam Pengambilan Keputusan dan Pengawasan Pemerintahan 2 indikator
7. Pemilu yang Bebas dan Adil 2 indikator
8.Peran DPRD 3 indikator
3. Lembaga Demokrasi 9. Peran Partai Politik 2 indikator
10. Peran Birokrasi Pemerintah Daerah 2 indikator
11. Peradilan yang Independen 2 indikator
Catatan: *) = rincian indikator dapat dilihat pada Tabel 3

Pengumpulan data IDI menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif sebagai


tahapan yang saling melengkapi. Pada tahap pertama, data kuantitatif dikumpulkan dari koding
surat kabar dan dokumen tertulis seperti Perda atau peraturan dan surat keputusan kepala daerah,
yang sesuai dengan indikator-indikator IDI. Temuan-temuan tersebut kemudian diverifikasi dan
dielaborasi melalui Focus Group Discussion (FGD) sebagai tahap pengumpulan data kedua,
sekaligus menggali kasus-kasus yang tidak tertangkap di koding surat kabar/dokumen. Pada
tahap ketiga, data-data yang telah terkumpul tersebut diverifikasi melalui wawancara mendalam

Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Lampung 2018 5


dengan nara sumber yang kompeten memberikan informasi tentang indikator IDI. Semua taha-
pan pengumpulan data dilakukan oleh BPS Provinsi, diolah di BPS RI, dan diverifikasi oleh Dewan
Ahli beserta mitra kerja lain pada semua tahapannya.
Penghitungan IDI melalui tiga tahapan proses yakni pertama, menghitung skor akhir
untuk setiap indikator; kedua, menghitung indeks provinsi; dan ketiga, menghitung indeks
keseluruhan atau IDI Nasional. Ketiga tahapan ini secara hierarki terkait satu dengan yang lain.
Skor masing-masing indikator IDI (28 indikator) di setiap provinsi memberikan kontribusi dalam
penghitungan indeks 11 variabel IDI. Selanjutnya indeks 11 variabel memberikan kontribusi
terhadap penghitungan indeks tiga aspek IDI. Indeks komposit ketiga aspek IDI inilah yang
merefleksikan indeks demokrasi di masing-masing provinsi. Dan pada akhirnya indeks komposit
provinsi menentukan IDI Nasional.
Untuk menggambarkan capaian tingkat demokrasi dalam IDI digunakan skala 0
– 100. Skala ini merupakan skala normatif di mana 0 adalah tingkat terendah dan 100
adalah tingkat tertinggi. Tingkat terendah (nilai indeks = 0) secara teoritik dapat terjadi
bila semua indikator mendapatkan skor yang paling rendah (skor 0). Sebaliknya, tingkat
tertinggi (nilai indeks = 100) secara teoritik dimungkinkan apabila seluruh indikator
memperoleh skor tertinggi. Selanjutnya, untuk memberi makna lebih lanjut dari variasi
indeks yang dihasilkan, skala 0 – 100 tersebut dibagi ke dalam tiga kategori tingkat

6. Tabel & Infografis


Tabel 2
Perkembangan Indeks Variabel IDI Lampung, 2017 - 2018
No Nama Variabel 2017 2018 Selisih
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Kebebasan Berkumpul dan Berserikat 96.88 95.31 -1.56
2 Kebebasan Berpendapat 53.47 45.83 -7.65
3 Kebebasan Berkeyakinan 72.55 75.98 3.43
4 Kebebasan dari Diskriminasi 78.00 86.39 8.39
5 Hak Memilih dan Dipilih 76.64 76.64 0.00
6 Partisipasi Politik dalam Pengambilan Keputusan dan Pengawasan 57.76 42.42 -15.34
7 Pemilu yang Bebas dan Adil 100.00 100.00 0.00
8 Peran DPRD 61.94 49.41 -12.53
9 Peran Partai Politik 100.00 100.00 0.00
10 Peran Birokrasi Pemerintah Daerah 44.21 34.59 -9.62
11 Peran Peradilan yang Independen 87.50 87.50 0.00
Sumber: Diolah dari Data Survei Indeks Demokrasi Indonesia 2018

6 Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Lampung 2018


Tabel 3
Perkembangan Skor Indikator 2017 dan 2018
Nomor Indikator 2017 2018
(1) (2) (3) (3)
Kebebasan Sipil
Ancaman/penggunaan kekerasan oleh aparat pemerintah yang
1 100.00 100.00
menghambat kebebasan berkumpul dan berserikat
Ancaman/penggunaan kekerasan oleh masyarakat yang menghambat
2 75.00 62.50
kebebasan berkumpul dan berserikat
Ancaman /penggunaan kekerasan oleh aparat pemerintah yang
3 54.17 50.00
menghambat kebebasan berpendapat
Ancaman/penggunaan kekerasan oleh masyarakat yang menghambat
4 50.00 25.00
kebebasan berpendapat
5 Aturan tertulis yang membatasi kebebasan menjalankan ibadah agama 65.22 69.57
Tindakan/pernyataan pejabat yang membatasi kebebasan menjalankan
6 75.00 78.13
ibadah agama
7 Ancaman/penggunaan kekerasan dari satu kelompok terkait ajaran agama 100.00 100.00
8 Aturan tertulis yang diskriminatif dalam hal gender, etnis, kelompok 100.00 100.00
Tindakan/pernyataan pejabat yang diskriminatif dalam hal gender, etnis,
9 100.00 90.63
kelompok
Ancaman/penggunaan kekerasan oleh masyarakat karena alasan gender,
10 33.33 66.67
etnis, kelompok
Hak-Hak Politik
11 Hak memilih atau dipilih terhambat 96.79 96.79

Ketiadaan/kekurangan fasilitas sehingga penyandang cacat tidak dapat


12 60.00 60.00
menggunakan hak pilih

13 Kualitas Daftar Pemilih Tetap (DPT) 78.28 78.28


14 Voters turnout 75.07 75.07
15 Persentase perempuan terpilih terhadap total anggota DPRD Provinsi 47.06 47.06
16 Demonstrasi/mogok yang bersifat kekerasan 31.52 38.04
17 Pengaduan masyarakat mengenai penyelenggaraan pemerintahan 83.99 46.79
Lembaga Demokrasi
18 Keberpihakan KPUD dalam penyelenggaraan pemilu 100.00 100.00
19 Kecurangan dalam penghitungan suara 100.00 100.00
20 Alokasi anggaran pendidikan dan kesehatan 71.38 61.50
21 Perda yang merupakan inisiatif DPRD 78.57 40.00
22 Rekomendasi DPRD kepada Eksekutif 14.29 14.29
23 Kegiatan kaderisasi yang dilakukan partai peserta pemilu 100.00 100.00
24 Persentase perempuan pengurus partai politik 100.00 100.00
Kebijakan pejabat pemerintah daerah yang dinyatakan bersalah oleh
25 86.84 65.79
keputusan PTUN
26 Upaya penyediaan informasi APBD oleh pemerintah daerah 8.33 8.33
27 Keputusan hakim yang kontroversial 75.00 75.00
28 Penghentian penyidikan yang kontroversial oleh jaksa atau polisi 100.00 100.00
Sumber: Diolah dari Data Survei Indeks Demokrasi Indonesia 2018

Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Lampung 2018 7


Diterbitkan oleh:

Badan Pusat Statistik Konten Berita Resmi Statistik dilindungi oleh


Provinsi Lampung
Jl. Basuki Rahmat No.54 Undang-Undang, hak cipta melekat pada
Bandar Lampung - 35215 Badan Pusat Statistik. Dilarang mengumumkan,
mendistribusikan, mengomunikasikan, dan/atau
Mas’ud Rifai, S.ST menggandakan sebagian atau seluruh isi tulisan ini
Kepala Bidang Statistik Sosial untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Badan
Telepon: (0721) 482909, Pesawat 133
E-mail: bps1800@bps.go.id Pusat Statistik.

8 Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Lampung 2018