Anda di halaman 1dari 40

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara
mengamanatkan instansi pemerintah untuk wajib memberikan pendidikan dan pelatihan
terintegrasi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selama satu tahun masa percobaan.
Tujuan dari pelatihan terintegrasi ini adalah untuk membangun integritas moral,
kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian
yang unggul dan bertanggungjawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi
bidang.
Lembaga Administrasi Negara menterjemahkan amanat undang-undang tersebut
dalam bentuk Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan yang tertuang dalam Peraturan
Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 21 Tahun 2016 tentang Pedoman
Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon PNS Golongan III. Pelatihan ini memadukan
pembelajaran klasikal dan non-klasikal di tempat Pelatihan serta di tempat kerja, yang
memungkinkan peserta mampu untuk menginternalisasi, menerapkan, dan
mengaktualisasikan, serta membuatnya menjadi kebiasaan (habituasi), dan merasakan
manfaatnya, sehingga terpatri dalam dirinya sebagai karakter PNS yang professional.
Pengalaman belajar pada agenda habituasi dirancang agar peserta mendapatkan
pemahaman tentang konsep habituasi melalui kegiatan pembelajaran aktualisasi di
tempat kerja dan penjelasan tentang kegiatan pembelajaran aktualisasi sehingga peserta
akan memiliki kemampuan merumuskan substansi mata pelatihan ke dalam rancangan
aktualisasi, pembimbingan pembelajaran aktualisasi, melaksanakan seminar rancangan
aktualisasi, melaksanakan aktualisasi di tempat kerja dan menyusun laporan aktualisasi
serta melakukan analisis dampak (apabila nilai-nilai dasar PNS tidak diterapkan dalam
pelaksanaan tugas jabatan), menyiapkan rencana presentasi laporan pelaksanaan
aktualisasi, dan melaksanakan seminar aktualisasi.
Indikator keberhasilan pembelajaran agenda Habituasi adalah teridentifikasinya
suatu kondisi nyata yang terjadi di dalam lingkungan kerja dan secara spesifik terkait
dengan tuntutan pelaksanaan tugas jabatannya, sebagai suatu isu yang muncul dan harus
dipecahkan. Berdasarkan kondisi tersebut CPNS menunjukkan prakarsa kreatif untuk
berkontribusi memecahkan isu dengan menginisiasi kegiatan-kegiatan pemecahan isu
1
dan melakukannya secara konsisten, sebagai suatu kebiasaan untuk selalu melakukan
aktivitas yang menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan oleh unit/organisasi,
stakeholders atau sekurang-kurangnya oleh individu peserta, sehingga terbentuk menjadi
karakter dalam mendukung pelaksanaan tugas dan jabatan secara profesional sebagai
pelayan masyarakat.
Peserta sebagai CPNS bekerja pada instansi Rumah Sakit Umum Daerah Brebes
yang bergerak pada bidang kesehatan. Rumah sakit adalah salah satu fasilitas pelayanan
kesehatan yang secara umum memiliki peran yang sangat penting dalam upaya
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, termasuk angka kematian ibu.
Kematian ibu merupakan masalah global yang masih terjadi di Indonesia. Setiap
hari 830 ibu di dunia meninggal akibat penyakit atau komplikasi dalam kehamilan atau
persalinan. Berdasarkan survei yang dilakukan pada tahun 2015, angka kematian ibu di
Indonesia mencapai 305 kematian ibu dalam 100 ribu kelahiran hidup. Angka tersebut
tentu masih jauh dari target yang ditetapkan oleh WHO dalam SDGs yaitu 70 kematian
ibu dalam 100 ribu kelahiran hidup.
Kematian ibu juga masih merupakan suatu masalah di Kabupaten Brebes. Dalam
5 tahun terakhir Kabupaten Brebes selalu menempati posisi 3 kabupaten teratas yang
memiliki angka kematian ibu tertinggi di Jawa Tengah. Profil Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah tahun 2017 mencatat terdapat 31 kasus kematian ibu di Kabupaten Brebes yang
merupakan angka kematian ibu tertinggi di Provinsi Jawa Tengah pada tahun tersebut.
Upaya untuk menurunkan angka kematian ibu di kabupaten Brebes telah
dilaksanakan secara komprehensif oleh tenaga kesehatan di Kabupaten Brebes termasuk
RUSD Brebes meliputi upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Upaya-upaya
tersebut dilaksanakan oleh seluruh tenaga kesehatan meliputi dokter, perawat, bidan, dan
lain-lain.
Dokter umum RSUD Brebes yang sebagian besar waktunya berada di Instalasi
Gawat Darurat (IGD) dan Instalasi Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar
(PONEK) berfokus kepada upaya kuratif terhadap penurunan angka kematian ibu.
Sehingga peran dokter umum dalam upaya promotif dan preventif penurunan angka
kematian ibu di RSUD Brebes menjadi kurang optimal. Upaya promotif tersebut
meliputi pembuatan pamflet, penyuluhan kesehatan, pembuatan artikel kesehatan, dan
lain-lain.

2
Berdasarkan penjelasan di atas, agar pelaksanaan upaya penurunan angka
kematian ibu menjadi lebih optimal, maka penulis tertarik untuk mengambil judul
aktualisasi “Optimalisasi Peran Dokter Umum Dalam Upaya Penurunan Angka
Kematian Ibu Melalui Leaflet, Penyuluhan dan Artikel Kesehatan di RSUD Brebes.”

1.2 Tujuan Aktualisasi


Tujuan yang hendak dicapai pada pelaksanaan aktualisasi di RSUD Brebes ini
antara lain:
1. Meningkatkan peran dokter umum dalam upaya promotif dan preventif penurunan
angka kematian ibu di RSUD Brebes
2. Meningkatkan mutu pelayanan di RSUD Brebes.
3. Membiasakan nilai-nilai ANEKA pada PNS dalam menjalankan setiap tugas.

1.3 Ruang Lingkup Aktualisasi


Kegiatan aktualisasi dan habituasi Optimalisasi Peran Dokter Umum Dalam
Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu Melalui Leaflet, Penyuluhan dan Artikel
Kesehatan di RSUD Brebes ini dilaksanakan di lingkungan RSUD Brebes mulai tanggal
26 Agustus 2019 sampai dengan tanggal 5 Oktober 2019.

3
BAB II
GAMBARAN UMUM LOKASI AKTUALISASI

2.1 Profil Organisasi

1. Data Dasar

▪ Nama Rumah Sakit : RSUD Brebes


▪ Alamat : Jalan Jenderal Sudirman No. 181
Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 52212
▪ Telepon dan Faximile : (0283) 671431/ Fax (0283) 671095
▪ Website : www.rsud.brebeskab.go.id
▪ Email : rsud.brebes@yahoo.co.id
▪ Jenis Rumah Sakit : Rumah Sakit Umum
▪ Jumlah Tempat Tidur : 438 Tempat Tidur
▪ Nama Direktur : drg. Oo Suprana, M.Kes
▪ Tahun Pendirian : 1954
▪ Pemilik : Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes
▪ Status Akreditasi : Tingkat Paripurna (Tahun 2018)
▪ Kelas Rumah Sakit : B Non Pendidikan
▪ Penetapan Kelas : Keputusan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor: HK. 03.05/I/2231/12
tanggal 10 September 2012
▪ Jumlah SDM : 837 Orang

▪ Luas Tanah : ± 39.900 m2


▪ Luas Bangunan : ± 14.114 m2

4
Gambar 2.1 RSUD Brebes

2. Ruang Lingkup Kegiatan


Menyelenggarakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat
dengan upaya promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif dengan
memberikan pelayanan kesehatan baik meliputi pelayanan rawat jalan
maupun rawat inap kepada masyarakat Kabupaten Brebes dan sekitarnya
baik perorangan maupun kelompok.

3. VISI & MISI


a. Visi : “Menjadi rumah sakit rujukan pelayanan kesehatan bagi
masyarakat Brebes dan sekitarnya yang bermutu, memuaskan
dan mandiri”
b. Misi :
1. Meningkatkan kapabilitas dan loyalitas sumber daya
manusia.

5
2. Menyelenggarakan pelayanan yang berkualitas, aman dan
terjangkau oleh masyarakat luas.
3. Mengembangkan sistem layanan medis, penunjang dan
administrasi melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan
teknologi secara tepat, efektif dan efisien.
4. Meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pelanggan.
5. Meningkatkan kesejahteraan karyawan dan karyawati.
6. Mengembangkan organisasi menuju kemandirian dengan
menerapkan prinsip-prinsip good governance.

Motto : “Mitra untuk Sehat”

4. Tugas & Fungsi


Tugas pokok dan fungsi RSUD Brebes adalah:
a. Tugas Pokok RSUD adalah melaksanakan upaya pelayanan kesehatan
RSUD, pembinaan perencanaan program kesehatan dan
pengembangan mutu Sumber Daya Manusia (SDM), pelayanan medis
dan keperawatan, pelayanan penunjang non medis dengan
menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum
Daerah (BLUD).
b. Untuk menjalankan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), RSUD mempunyai fungsi:
1. Perumusan kebijakan teknis di bidang pelayanan kesehatan
RSUD;
2. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintah daerah
di bidang pelayanan kesehatan RSUD;
3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pelayanan
kesehatan RSUD;
4. Pelaksanaan penyusunan rencana dan program, monitoring,
evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan kesehatan RSUD;

6
5. Pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi di bidang pelayanan
kesehatan RSUD;
6. Penyelenggaraan pelayanan rujukan;
7. Penyelenggaraan pengembangan mutu dan Sumber Daya
Manusia (SDM);
8. Penyelenggaraan dan pengelolaan urusan administrasi
umum, kepegawaian kerumahtanggaan dan keuangan;
9. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati yang
berkaitan lingkup tugas di bidang pelayanan kesehatan
RSUD.

5. Struktur Organisasi
Gambar 2.2 struktur organisasi rumah sakit

7
6. Nilai-nilai
a. Pro Rakyat
Dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, Kementerian
Kesehatan selalu mendahulukan kepentingan rakyat dan harus
menghasilkan yang terbaik untuk rakyat. Diperolehnya derajat
kesehatan yang setinggi-tingginya bagi setiap orang adalah salah satu
hak asasi manusia tanpa membedakan suku, golongan, agama dan status
sosial ekonomi.
b. Inklusif
Semua program pembangunan kesehatan harus melibatkan
semua pihak, karena pembangunan kesehatan tidak mungkin hanya
dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan saja. Dengan demikian,
seluruh komponen masyarakat harus berpartisipasi aktif, yang meliputi
lintas sektor, organisasi profesi, organisasi masyarakat pengusaha,
masyarakat madani dan masyarakat akar rumput.
c. Responsif
Program kesehatan harus sesuai dengan kebutuhan dan
keinginan rakyat, serta tanggap dalam mengatasi permasalahan di
daerah, situasi kondisi setempat, sosial budaya dan kondisi geografis.
Faktor-faktor ini menjadi dasar dalam mengatasi permasalahan
kesehatan yang berbeda-beda, sehingga diperlukan penangnganan yang
berbeda pula.
d. Efektif
Program kesehatan harus mencapai hasil yang signifikan sesuai
target yang telah ditetapkan dan bersifat efisien.
e. Bersih
Penyelenggaraan pembangunan kesehatan harus bebas dari
korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), transparan, dan akuntabel.

8
2.2 Tugas Jabatan Seksi Pelayanan Medis
Peraturan Bupati Brebes No. 19 Tahun 2014 Pasal 9 menjelaskan bahwa

tugas seksi pelayanan Medis adalah :

a. menyusun Program kerja dan rencana kegiatan seksi pelayanan medis dengan

mengacu program kerja tahun sebelumnya sebagai pedoman pelaksanaan

tugas selama setahun;

b. mempelajari dan menelaah Peraturan Perundang-undangan yang terkait

dengan bidang pelayanan medis dan yang terkait dengan bidang tugasnya;

c. melaksanakan konsultasi dan koordinasi dengan unit kerja terkait guna

sinkronisasi dan kelancaran pelaksanaan tugas;

d. membagi tugas kepada bawahannya berdasarkan/sesuai kompetensinya untuk

pemerataan tugas;

e. membimbing bawahan untuk memahami tugasnya secara benar sesuai dengan

tugasnya untuk kelancaran pelaksanaan tugas;

f. menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis bidang pelayanan medis

sebagai bahan kajian pimpinan;

g. melaksanakan kegiatan dan mengkoordinasikan pelaksanaan pelayanan medis

yang terkait langsung dengan pelayanan medis pada Instalasi Rawat Inap,

Kamar Operasi, Instalasi Intensif, Instalasi Rawat Jalan, Instalasi Gawat

Darurat, Instalasi Haemodialisa dan pelayanan Psikologi atau Instalasi lain

yang terkait secara langsung atau tidak langsung untuk memperlancar

kegiatan pelayanan medis di RSUD;

h. melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan dan

inovasi- inovasi baru terhadap pelayanan medis;

9
i. melaksanakan kegiatan, mengkoordinasikan dan menyusun standar pelayanan

minimal dan sistem audit mutu klinis pelayanan medis;

j. melaksanakan kegiatan bimbingan dan peningkatan kualitas tenaga medis

untuk meningkatkan kualitas pelayanan medis RSUD;

k. melaksanakan pemantauan dan pengawasan penggunaan fasilitas medik serta

kegiatan pelayanan medis;

l. melaksankan pertemuan rutin dan berkala tenaga medis RSUD yang

bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan medis;

m. memeriksa pelaksanaan tugas bawahan berdasarkan arahan sebelumnya agar

diperoleh hasil kerja yang optimal;

n. memfasilitasi dan mengkoordinasikan penyelesaian masalah-masalah

pelayanan medis terhadap pasien;

o. mengkaji, menelaah dan menyampaikan saran masukan pada pimpinan

tehadap setiap usulan, saran, kritik, himbauan atau hal-hal yang terkait

dengan pengembangan layanan medis;

p. melaksanakan kegiatan pengawasan dan pengendalian penerimaan dan

pemulangan pasien;

q. melaksanakan kegiatan pengelolaan pelayanan kesehatan tertentu (Keluaga

Berencana, VCT, Penanggulangan Wabah/Kejadian Luar Biasa (KLB), atau

kasus penyakit tertentu);

r. melaksanakan pemeriksaan berkala pada seluruh pegawai RSUD Brebes;

s. mengevaluasi hasil kegiatan seksi pelayanan medis sesuai dengan target

dalam rencana kegiatan agar diperoleh kesesuaian hasil kerja dengan

perencanaan;

10
t. melaporkan hasil kegiatan seksi pelayanan medis sebagai wujud akuntabilitas

dan transparansi pada pimpinan;

u. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan.

2.3 Tugas Jabatan Peserta Diklat


1. Tugas Aparatur Sipil Negara
Undang-Undang Aparatur Sipil Negara No. 5 Tahun 2014 Pasal
11 menjelaskan bahwa tugas ASN adalah:
a. Melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina
Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan
b. Memberikan pelayanan publik yang profesional dan
berkualitas
c. Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik
Indonesia.

2. Tugas Pokok Dokter Umum


Berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
nomor : 104/MENKES/PER/XI/2006 tentang pedoman organisasi
rumah sakit di lingkungan departemen kesehatan, bab VII staf medik
fungsional pasal 23 sebagai berikut :
a. Staf medik fungsional adalah kelompok dokter yang bekerja di
bidang medis dalam jabatan fungsional.
b. Staf medik fungsional mempunyai tugas melaksanakan diagnosa,
pengobatan, pencegahan akibat penyakit, peningkatan dan pemulihan
kesehatan, penyuluhan, pendidikan, pelatihan, penelitian, dan
pengembangan.
c. Dalam melaksanakan tugasnya, staf medik fungsional menggunakan
pendekatan tim dengan tenaga profesi terkait.
Uraian tugas Dokter berdasarkan Keputusan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara No.139/KEP/M.PAN/11/2003 adalah
sebagai berikut :
a. Pelayanan Kesehatan

11
• Penyembuhan Penyakit
- Melakukan pelayanan medik umum
- Melakukan tindakan kegawatan medik / P3K
- Melakukan kunjungan (visite) pada pasien rawat
inap.
• Pemulihan kesehatan Akibat Penyakit
- Melakukan pemulihan mental tingkat sederhana
- Melakukan pemulihan fisik tingkat sederhana
• Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat
dan Pencegahan Penyakit
- Melakukan Pemeliharaan Kesehatan ibu
- Melakukan Pemeliharaan kesehatan bayi dan balita
melakukan Pemeliharaan Kesehatan Anak
- Melakukan Pelayanan KB
- Melakukan Pelayanan imunisasi
- Melakukan Pelayanan gizi
- Melakukan Penyuluhan Medik
• Pembuatan Catatan medik untuk Pasien rawat jalan dan rawat
inap
- Membuat catatan medik pasien rawat inap
- Membuat catatan medik pasien rawat jalan
• Pelayanan Kesehatan lainnya untuk masyarakat
- Melayani atau menerima konsultasi dari luar
- Melayani atau menerima konsultasi dari dalam
- Menguji kesehatan individu
- Melakukan Visum et Repertum.
• Pembinaan peran serta masyarakat dalam rangka
kemandirian di bidang kesehatan
- Melakukan kaderisasi masyarakat dalam bidang
kesehatan
b. Pengabdian Pada Masyarakat
• Pelaksanaan kegiatan bantuan partisipasi kesehatan
- Melaksanakan kegiatan penanggulangan bencana
alam/ wabah di lapangan

12
- Membantu dalam kegiatan kesehatan

c. Pelaksanaan tugas lapangan di bidang kesehatan


• Mengamati penyakit/ wabah di lapangan
d. Pengembangan Profesi
• Pembuatan karya tulis/karya ilmiah di bidang kesehatan
e. Penunjang Tugas Dokter
• Peran serta dalam seminar/lokakarya dalam bidang kesehatan

13
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI

3.1 Rancangan Aktualisasi


Unit Kerja : RSUD Brebes
Isu yang Diangkat : Belum optimalnya peran dokter umum dalam upaya penurunan angka kematian ibu di RSUD Brebes
Gagasan Pemecahan Isu : Optimalisasi peran dokter umum dalam upaya penurunan angka kematian ibu melalui leaflet,
penyuluhan dan artikel kesehatan Di RSUD Brebes
Kontribusi
Tahapan Output/Hasil Terhadap Penguatan Nilai
No Kegiatan Nilai-Nilai Dasar
Kegiatan Kegiatan Tupoksi Unit Organisasi
Kerja

1 2 3 4 5 6 7

1 Konsultasi a. Melaporkan a. Surat persetujuan a. Akuntabilitas: Konsultasi Koordinasi dengan


dengan mentor rencana jadwal dari mentor adanya sikap tanggung dengan mentor mentor agar sesuai
kegiatan b. Catatan hasil jawab terhadap sesuai dengan kebutuhan dan

14
aktualisasi konsultasi berupa rencana kegiatan. tupoksi Dokter keinginan rakyat
kepada mentor usulan dan saran b. Nasionalisme : Umum dalam menguatkan budaya
dan atasan Kerakyatan : diskusi PERMENKES kerja RSUD Brebes
b. Mencatat usul dan musyawarah guna RI NO. yaitu Responsif
dan saran dari mencapai tujuan 104/MENKES/ (Program kesehatan
mentor bersama. PER/XI/2006, harus sesuai dengan
c. Meminta c. Etika publik: yaitu : Dalam kebutuhan dan
persetujuan sopan santun ketika melaksanakan keinginan rakyat,
rencana jadwal konsultasi dengan tugasnya, staf serta tanggap dalam
kegiatan mentor. medik mengatasi
d. Komitmen mutu : fungsional permasalahan di
inovasi untuk menggunakan daerah) dan Pro
menambah nilai pendekatan tim Rakyat (selalu
efektivitas kegiatan. dengan tenaga mendahulukan
e. Anti Korupsi: profesi terkait. kepentingan rakyat
Melakukan konsultasi dan harus
dengan disiplin tanpa menghasilkan yang
mengganggu jam terbaik untuk rakyat)

15
pelayanan
2 Membuat a. Menyusun a. Rancangan dan a. Akuntabilitas: Membuat leaflet Pembuatan leaflet
leaflet tentang rancangan desain leaflet partisipatif dengan sesuai dengan promosi kesehatan
Tanda Bahaya leaflet promosi melibatkan berbagai tupoksi Dokter yang melibatkan
pada b. Konsultasi kesehatan pihak. Umum dalam berbagai pihak dapat
Kehamilan dan rancangan dan b. Terjalin b. Nasionalisme : PERMENKES menguatkan budaya
Pentingnya desain leaflet kerjasama yang Kerakyatan : Gotong RI NO. kerja RSUD Brebes
ANC dengan mentor baik dengan tim royong dalam 104/MENKES/ yaitu Inklusif
dan dokter PKRS membagikan leaflet PER/XI/2006, (Semua program
spesialis c. Terjalin kepada masyarakat. yaitu : Staf pembangunan
kandungan kerjasama yang c. Etika publik: medik kesehatan harus
c. Konsultasi dan baik dengan sopan santun dalam fungsional melibatkan semua
koordinasi Puskesmas berkoordinasi dengan mempunyai pihak)
dengan tim d. Catatan hasil pihak lain. tugas
PKRS terkait konsultasi d. Komitmen mutu : melaksanakan
desain dan dengan mentor Media yang dihasilkan diagnosa,
pencetakan berupa usul dan efektif untuk edukasi pengobatan,
leaflet saran masyarakat pencegahan

16
d. Mencetak e. Leaflet promosi e. Anti Korupsi : akibat
leaflet promosi kesehatan sesuai Disiplin datang tepat penyakit,
kesehatan tema waktu saat diskusi dan peningkatan
sesuai tema f. Edukasi berkoordinasi dengan dan pemulihan
e. Koordinasi pengunjung pihak lain. kesehatan,
dengan RSUD Brebes penyuluhan,
puskesmas dari leaflet pendidikan,
dalam wilayah pelatihan,
kerja untuk penelitian, dan
penyebaran pengembangan.
leaflet
f. Membagikan
leaflet kepada
penunjung
RSUD Brebes
dan Puskesmas
sekitar RSUD
Brebes

17
3 Penyuluhan a. Menyusun a. Rancangan a. Akuntabilitas: Penyuluhan Penyuluhan
kesehatan rancangan kegiatan dan Tanggung jawab kesehatan sesuai kesehatan melibatkan
sesuai tema di kegiatan dan materi dalam menyampaikan dengan tupoksi berbagai pihak dan
ruang tunggu materi Power penyuluhan penyuluhan sesuai Dokter umum diharapkan
poli rawat Point kesehatan sesuai keilmuan, partisipatif dalam memberikan hasil
jalan RSUD Penyuluhan tema dengan melibatkan PERMENKES yang signifikan
Brebes sesuai tema b. Catatan berbagai pihak. RI NO. sesuai target sesuai
b. Konsultasi konsultasi b. Nasionalisme : 104/MENKES/ dengan nilai
dengan mentor dengan mentor Keadilan : adil dalam PER/XI/2006, organisasi RSUD
dan dokter berupa usulan menyampaikan yaitu : Staf Brebes yaitu Inklusif
spesialis dan saran penyuluhan. medik (Semua program
kandungan c. Jadwal c. Etika publik : fungsional pembangunan
tentang Penyuluhan sopan santun saat mempunyai kesehatan harus
kegiatan dan kesehatan manyampaikan tugas melibatkan semua
materi d. Kesepakatan penyuluhan. melaksanakan pihak) dan Efektif
penyuluhan dengan tim d. Komitmen mutu : diagnosa, (Program kesehatan
kesehatan PKRS RSUD menyampaikan pengobatan, harus mencapai hasil
sesuai tema Brebes terkait penyuluhan secara pencegahan yang signifikan

18
c. Membuat kegiatan inovatif. akibat sesuai target yang
jadwal penyuluhan e. Anti Korupsi : penyakit, telah ditetapkan).
pelaksanaan kesehatan menyampaikan materi peningkatan
penyuluhan e. Edukasi penyuluhan dengan dan pemulihan
d. Berkoordinasi pengunjung poli berani. kesehatan,
dengan tim rawat jalan penyuluhan,
PKRS RSUD RSUD Brebes pendidikan,
Brebes dari penyuluhan pelatihan,
e. Melaksanakan penelitian, dan
kegiatan pengembangan.
penyuluhan
kesehatan
secara jelas,
sopan dan
santun
4 Membuat a. Menyusun a. Artikel a. Akuntabilitas : Membuat artikel Publikasi Artikel
artikel artikel kesehatan sesuai tanggung jawab kesehatan sesuai Kesehatan
kesehatan kesehatan tema secara keilmuan dalam dengan tupoksi melibatkan berbagai

19
sesuai tema sesuai tema b. Catatan membuat artikel Dokter umum pihak dan diharapkan
yang b. Konsultasi konsultasi kesehatan. dalam memberikan hasil
dipublikasikan dengan mentor berupa usul dan b. Nasionalisme : PERMENKES yang signifikan
di website dan dokter saran serta Kerakyatan : RI NO. sesuai target sesuai
RSUD Brebes spesialis persetujuan musyawarah saat 104/MENKES/ dengan nilai
kandungan mentor berkonsultasi dengan PER/XI/2006, organisasi RSUD
terkait artikel c. Kesepakatan mentor. yaitu : Staf Brebes yaitu Inklusif
kesehatan dengan Humas c. Etika publik : medik (Semua program
c. Koordinasi terkait publikasi Cermat saat fungsional pembangunan
dengan Humas artikel kesehatan mempublikasikan mempunyai kesehatan harus
RSUD Brebes d. Edukasi artikel kesehatan. tugas melibatkan semua
untuk masyarakat d. Komitmen mutu : melaksanakan pihak) dan Efektif
publikasi Brebes dari inovasi supaya artikel diagnosa, (Program kesehatan
artikel website RSUD kesehatan menarik. pengobatan, harus mencapai hasil
kesehatan di Brebes e. Anti Korupsi : pencegahan yang signifikan
website RSUD membuat artikel akibat sesuai target yang
Brebes kesehatan dengan penyakit, telah ditetapkan).
d. Publikasi jujur. peningkatan

20
Artikel dan pemulihan
Kesehatan kesehatan,
sesuai tema di penyuluhan,
website RSUD pendidikan,
Brebes pelatihan,
penelitian, dan
pengembangan.

5 Evaluasi dan a. Menemui a. Hasil Evaluasi a. Akuntabilitas: Evaluasi dan Evaluasi dan
pelaporan mentor untuk kegiatan sesuai pelaporan sesuai pelaporan kegiatan
tanggung jawab
melakukan arahan mentor dengan tupoksi ditujukan untuk
terhadap kegiatan
evaluasi b. Masukan dan Dokter Umum mendapatkan hasil
yang telah
kegiatan saran mentor dalam yang signifikan
dilaksanakan.
aktualisasi. terkait PERMENKES sesuai nilai
b. Nasionalisme :
b. Meminta pelaksanaan RI NO. organisasi RSUD
masukan dan kegiatan Persatuan : 104/MENKES/ Brebes yaitu efektif
saran kepada aktualisasi. mementingkan PER/XI/2006, (Program kesehatan
mentor. c. Catatan kepentingan umum yaitu : Dalam harus mencapai hasil
c. Refleksi Perbaikan untuk memperoleh melaksanakan yang signifikan

21
kegiatan untuk hasil yang maksimal. tugasnya, staf sesuai target yang
perbaikan. c. Etika Publik : cermat medik telah ditetapkan)
dan tanggung jawab fungsional
dalam melakukan menggunakan
evaluasi kegiatan. pendekatan tim
dengan tenaga
d. Komitmen mutu :
profesi terkait.
orientasi mutu dalam
evaluasi kegiatan agar
saat dilaksanakan di
masa depan menjadi
lebih baik.

e. Anti Korupsi : kerja


keras dalam
melaksanakan
perbaikan dan
pelaporan.

22
3.2 Jadwal Rencana Aktualisasi

MINGGU MINGGU MINGGU MINGGU MINGGU MINGGU Bukti


No Kegiatan KE I KE-II KE-III KE-IV KE-V KE-VI
Kegiatan

1 Konsultasi dengan Mentor a. Surat


Persetujuan
Mentor
b. Notulen
konsultasi
c. Foto kegiatan
2 Membuat leaflet tentang promosi a. Leaflet
b. Notulen
kesehatan sesuai tema konsultasi
c. Foto kegiatan
3 Penyuluhan kesehatan sesuai tema di a. Power point
b. Notulen
ruang tunggu poli rawat jalan RSUD konsultasi
Brebes c. Foto kegiatan
d. Video kegiatan
e. Lembar
presensi
4 Membuat artikel kesehatan sesuai tema a. Artikel
kesehatan
yang dipublikasikan di website RSUD b. Notulen
Brebes konsultasi
c. Foto kegiatan

5 Evaluasi dan pelaporan a. Laporan hasil


aktualisasi
b. Notulen
konsultasi
c. Foto kegiatan

23
BAB IV
PELAKSANAAN AKTUALISASI

4.1 Realisasi Kegiatan Aktualisasi


Pelaksanaan kegiatan aktualisasi/ habituasi peserta berlangsung sejak 26
Agustus 2019 – 5 Oktober 2019 di RSUD Brebes. Proses kegiatan
aktulisasi/habituasi ini melibatkan berbagai unit kerja di RSUD Brebes. Kegiatan
ini berjalan dengan baik dan telah tercapai setiap tahapannya. Capaian kegiatan
aktualisasi nilai-nilai dasar ASN adalah untuk mengetahui sejauh mana capaian
kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan selama pelaksanaan habituasi dikaitkan
dengan penerapan nilai-nilai dasar ASN (ANEKA) yang telah didapatkan selama
pelatihan on class. Pelaksanaan kegiatan aktualisasi/habituasi peserta di RSUD
Brebes dapat dilihat pada tabel 4.1 sebagai berikut :

MINGGU

I II III IV V VI

Konsultasi dengan Mentor

Membuat leaflet tentang promosi


kesehatan sesuai tema

Penyuluhan kesehatan sesuai


tema di ruang tunggu poli rawat
jalan RSUD Brebes

Membuat artikel kesehatan sesuai


tema yang dipublikasikan di
website RSUD Brebes

Evaluasi dan pelaporan

Tabel 4.1 Realisasi Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi

4.2 Capaian Aktualisasi


Adapaun kegiatan yang berhasil terlaksana dari rancangan aktualisasi adalah sebagai
berikut:

24
1. Konsultasi dengan Mentor
a. Capaian Aktualisasi
Sebelum kegiatan aktualisasi dilaksanakan, hal pertama yang dilakukan adalah
koordinasi dengan mentor. Hal ini dilakukan agar semua yang dilakukan mendapat
persetujuan dari mentor. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menyampaikan maksud
dan tujuan rencana yang akan diterapkan/hasil seminar rancangan aktualisasi
kepada mentor, kemudian mengkoordinasikan dengan mentor tentang pelaksanaan
kegiatan, mencatat saran dan masukan, dan merencanakan waktu dan lokasi
pelaksanaan rencana. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus 2019.
Mentor memberi ijin dan memberi masukan tentang teknik pelaksanaan aktualisasi.
Mentor sangat kooperatif dan mendukung kegiatan yang diusulkan peserta.
Sehingga pada tahap ini tidak ditemukan hambatan yang berarti. Kegiatan ini
tercapai 100%.
b. Keterkaitan dengan ANEKA
Pada kegiatan ini kelima dasar nilai PNS dapat terlaksana. Akuntabilitas yaitu
dengan adanya sikap tanggung jawab terhadap rencana kegiatan. Nasionalisme
yaitu Kerakyatan dengan diskusi dan musyawarah bersama mentor guna
mencapai tujuan bersama. Etika publik yaitu dengan sikap sopan santun ketika
konsultasi dengan mentor. Komitmen mutu yaitu dengan inovasi untuk menambah
nilai efektivitas kegiatan. Anti Korupsi dengan melakukan konsultasi bersama
mentor dengan disiplin tanpa mengganggu jam pelayanan.
c. Analisis dampak
Nilai-nilai
Dampak Negatif Dampak Positif
Dasar
Akuntabilitas Dalam melaksanakan konsultasi dengan Kegiatan akan
mentor didasari dengan kejelasan atas isu terlaksana dengan baik.
yang diangkat dan rancangan aktualisasi
serta konsep yang akan dilaksanakan.
Sehingga Hasil koordinasi diharapkan
dapat membantu peserta melaksanakan
aktualisasi sebagai salah satu tanggung
jawab peserta diklat. Apabila hal tersebut
tidak dilakukan, maka kegiatan aktualisasi

25
Nilai-nilai
Dampak Negatif Dampak Positif
Dasar
yang merupakan tanggung jawab peserta
tidak akan berjalan dengan lancar atau
bahkan gagal.
Nasionalisme Melakukan diskusi dan musyawarah Kegiatan akan
bersama mentor guna mencapai tujuan terlaksana dengan baik
bersama. Jika hal ini tidak dilakukan, maka karena aadanya
kegiatan musyawarah tidak akan kesepakatan dari semua
menghasilkan kesepakatan bersama pihak.
sehingga pelaksanaan aktualisasi akan
terganggu.
Etika Publik Ketika melakukan konsultasi dan Kerjasama akan terjalin
koordinasi dengan mentor harus dengan baik dan izin
menjunjung cara berkomunikasi yang baik, dari atasan akan
sopan santun dalam bersikap dan bertutur diperoleh.
kata. Jika hal ini tidak dilakukan maka akan
menimbulkan kesan tidak baik, tidak sopan,
dan tidak santun dan dapat berakibat
merusak kerjasama dengan mentor.
Komitmen Kegiatan koordinasi dengan mentor Terwujudnya
Mutu memotivasi untuk memunculkan ide pelaksanaan aktualisasi
inovasi dalam proses pelaksanaan yang efektif dan efisien.
aktualisasi. Konsultasi hasil pemikiran/ ide
inovasi dituangkan dalam bentuk catatan
notulen yang rapi dan terstruktur agar dapat
diingat dan dipahami sehingga dalam
pelaksanaan aktualisasi berjalan dengan
baik. Jika hal ini tidak dilakukan maka
kegiatan aktualisasi tidak akan berjalan
berjalan sesuai konsep atau innovasi yang
telah dibuat sehingga mutu kinerja
aktualisasi kurang baik.

26
Nilai-nilai
Dampak Negatif Dampak Positif
Dasar
Anti Korupsi Dalam melaksanakan kegiatan ini harus Terlaksana dengan baik
didasari sikap disiplin terhadap waktu yang dengan disiplin waktu.
telah ditentukan untuk melakukan
koordinasi dan konsultasi. Jika hal ini tidak
dilakukan maka kegiatan konsultasi dan
koordinasi akan tertunda-tunda sehingga
kegiatan aktualisasi akan terhambat dan
kehabisan waktu pelaksanaan sehingga
beresiko menyebabkan kegagalan
pelaksanaan aktualisasi.
Tabel 4.2 Analisis Dampak Kegiatan Berkoordinasi dengan Mentor

2. Membuat leaflet tentang Tanda Bahaya pada Kehamilan dan Pentingnya ANC
a. Capaian Aktualisasi
Kegiatan selanjutnya adalah membuat leaflet tentang Tanda Bahaya pada
Kehamilan dan Pentingnya ANC. Kegiatan ini diawali dengan penyusunan draft
leaflet tentang Tanda Bahaya Kehamilan. Draft tersebut selanjutnya dikonsultasikan
kepada mentor dan dokter spesialis kandungan supaya sesuai dengan keilmuan dan
target yang dicapai. Penulis berkoordinasi dengan Tata Usaha untuk desain dan
pencetakan leaflet. Setelah leaflet selesai dicetak, penulis mendistribusikannya
kepada pengunjung RSUD Brebes dengan meletakkan leaflet di lokasi-lokasi
strategis RSUD Brebes. Penulis juga mendistribusikan kepada Puskesmas Brebes
dan Puskesmas Bulakamba supaya informasi tentang Tanda Kehamilan Ibu dan
semangat menurunkan angka kematian ibu juga sampai kepada masyarakat
Kabupaten Brebes. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2019 - 14
Agustus 2019.
Pada proses pembuatan leaflet ini peserta dibantu TU RSUD Brebes yang
sangat kooperatif sehingga leaflet dapat tercetak tepat waktu. Kepala Puskesmas
Brebes dan Bulakamba sangat menyambut baik atas didistribusikannya leaflet
karena sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang
Tanda Bahaya Kehamilan dan pentingnya ANC. Kkegiatan ini tercapai 100 %.

27
b. Keterkaitan dengan ANEKA
Pada kegiatan ini kelima dasar nilai PNS dapat terlaksana. Akuntabilitas yaitu
kegiatan bersifat partisipatif dengan melibatkan berbagai pihak. Nasionalisme
yaitu Kerakyatan dengan Gotong royong dalam membagikan leaflet kepada
masyarakat. Etika publik yaitu dengan sikap sopan santun dalam berkoordinasi
dengan pihak lain. Komitmen mutu dengan Media yang dihasilkan efektif untuk
meningkatkan pengetahuan masyarakat. Anti Korupsi yaitu dengan sikap disiplin
datang tepat waktu saat diskusi dan berkoordinasi dengan pihak lain.
c. Analisis dampak
Nilai-nilai
Dampak Negatif Dampak Positif
Dasar
Akuntabilitas Peserta kegiatan bersifat partisipatif Kegiatan akan
dengan melibatkan berbagai pihak. terlaksana dengan baik.
Pembuatan leaflet tersebut melibatkan
dokter spesialis kebidanan supaya sesuai
dengan keilmuan. Bagian Tata Usaha
berpartisipasi dalam desain dan pencetakan
leaflet sehingga leaflet dapat tercetak
dengan baik. Jika hal ini tidak dilaksanakan
maka leaflet Tanda Bahaya Kehamilan
kurang kurang menarik dan tidak tercetak
tepat waktu, sehingga proses aktualisasi
tidak akan berjalan.
Nasionalisme Pendistribusian leaaflet Tanda Bahaya Kegiatan terlaksana
Kehamilan dilakukan secara gotong dengan baik karena
royong dengan Puskesmas Brebes dan adanya kerjasama,
puskesmas Bulakamba. Apabila tidak ada sikap saling membantu
kerjasama dan sikap saling membatu maka dan menghormati dari
leaflet tidak tersampaikan kepada semua pihak.
masyarakat secara baik, sehingga
menghambat kegiatan aktualisasi.
Etika Publik Peserta berperilaku sikap sopan santun Kerjasama akan terjalin
dalam berkoordinasi dengan mentor, dokter dengan baik dengan

28
Nilai-nilai
Dampak Negatif Dampak Positif
Dasar
spesialis kandungan, TU dan Kepala berperilaku sopan
Puskesmas supaya kerja sama berlangsung santun saat melakukan
dengan baik. Jika hal ini tidak dilakukan koordinasi.
maka akan menimbulkan kesan tidak baik,
tidak sopan, dan tidak santun dan dapat
berakibat merusak kerjasama dengan pihak
lain, sehingga dapat menghambat jalannya
kegiatan.
Komitmen Leaflet yang dihasilkan efektif untuk Terwujudnya
Mutu meningkatkan pengetahuan masyarakat. pelaksanaan aktualisasi
Jika tidak maka masyarakat kurang yang efektif.
mengerti apa yang ingin disampaikan oleh
penulis sehingga tujuan pembuatan leaflet
terhambat. Kegiatan aktualisasi pun akan
terganggu.
Anti Korupsi Peenulis bersikap disiplin datang tepat Terlaksana dengan baik
waktu saat diskusi dan berkoordinasi dengan disiplin waktu.
dengan pihak lain, sehingga pihak lain dalam dalam
dapat nyaman ketika berkoordinasi karena koordinasi dengan
waktunya tidak terganggu. Jika hal ini tidak pihak lain.
dilaksanakan maka akan berpengaruh pada
terganggunya waktu kerja pihak lain,
sehingga menghambat kegiatan pihak
tersebut dan kegiatan aktualisasi.
Tabel 4.3 Analisis Dampak Kegiatan Pembuatan Leaflet

3. Penyuluhan kesehatan sesuai tema di ruang tunggu poli rawat jalan RSUD Brebes
a. Capaian Aktualisasi
Kegiatan selanjutnya adalah melakukan penyuluhan kesehatan sesuai tema di
ruang tunggu poli rawat jalan RSUD Brebes. Kegiatan ini dilakukan dengan

29
tahapan menyusun rancangan kegiatan dan materi Power Point Penyuluhan sesuai
tema, konsultasi dengan mentor dan dokter spesialis kandungan tentang kegiatan
dan materi penyuluhan kesehatan sesuai tema, Berkoordinasi dengan tim PKRS
RSUD Brebes dan membuat jadwal kegiatan penyuluhan, kemudian melaksanakan
kegiatan penyuluhan kesehatan tentang Tanda Bahaya Kehamilan secara jelas,
sopan dan santun.
Penyuluhan dilaksanakan di ruang tunggu poli rawat jalan RSUD Brebes
dengan menggunakan Power Point dan leaflet yang sudah tercetak sebelumnya.
Para peserta penyuluhan memperhatikan dengan baik dan cukup aktif dalam
memberikan pertanyaan kepada penulis. Kegiatan berjalan dengan lancar, tanpa
hambatan besar. Sehingga kegiatan ini tidak 100% tercapai.
b. Keterkaitan dengan ANEKA
Pada kegiatan ini kelima dasar nilai PNS dapat terlaksana. Akuntabilitas
dengan sikap Tanggung jawab dalam menyampaikan penyuluhan sesuai
keilmuan. Nasionalisme yaitu Keadilan dengan bersikap adil dalam
menyampaikan penyuluhan tanpa membeda-bedakan peserta yang disuluh. Etika
publik yaitu dengan sikap sopan santun saat manyampaikan penyuluhan.
Komitmen mutu dengan menyampaikan penyuluhan secara efektif. Anti Korupsi
dengan menyampaikan materi penyuluhan dengan berani.
c. Analisis dampak
Nilai-nilai
Dampak Negatif Dampak Positif
Dasar
Akuntabilitas Penulis menyampaikan penyuluhan dengan Kegiatan akan
sikap tanggung jawab terhadap keilmuan. terlaksana dengan baik
Hal ini penting untuk dilakukan supaya apa dan tujuan akan
yang disampaikan penulis sesuai dengan tercapai.
pengetahuan tentang tanda bahaya
kehamilan sesuai standar Kementrian
Kesehatan RI. Jika hal tersebut tidak
dilaksanakan peserta penyuluhan akan sulit
mengimplementasikan pengetahuan yang
diperoleh.
Nasionalisme Kegiatan penyuluhan dilaksanakan dengan Kegiatan terlaksana

30
Nilai-nilai
Dampak Negatif Dampak Positif
Dasar
bersikap adil dalam menyampaikan dengan baik.
penyuluhan tanpa membeda-bedakan
peserta yang disuluh. Hal ini perlu
dilakukan agar perserta penyuluhan dapat
lebih pro aktif dalam bertanya dan dapat
menerima pengetahuan dengan baik. Jika
hal tersebut tidak dilakukan, peserta akan
cenderung pasif dan kesulitan menerima
penyuluhan sehingga kegiatan aktualisasi
akan terganggu.
Etika Publik Penyuluhan tentang Tanda Bahaya Penyuluhan dilakukan
Kehamilan ini disampaikan dengan sikap dengan sopan santun
sopan santun sehingga mudah diterima sehingga berjalan
oleh peserta penyuluhan. Jika hal ini tidak dengan lancar.
dilakukan maka ada kemungkinan peserta
punyuluhan akan merasa tersinggung atau
bingung sehingga sulit untuk menerima
pengetahuan dan menyebabkan proses
aktualisasi terhambat.
Komitmen Penyuluhan tentang Tanda Bahaya Terwujudnya
Mutu Kehamilan ini disampaikan secara efektif pelaksanaan
sehingga peserta penyuluhan dapat penyuluhan yang
menerima pengetahuan serta dapat efektif.
menerapkannya dalam kehidupan. Apabila
hal ini tidak dilaksanakan peserta akan
kesulitan menerapkan pengetahuan yang
diberikan sehingga kegiatan aktualisasi
akan terganggu.
Anti Korupsi Penulis menyampaikan penyuluhan dengan Kegiatan terlaksana
sikap berani sehingga peserta penyuluhan dengan baik dengan
Tanda Bahaya Kehamilan yakin dengan sikap berani dalam

31
Nilai-nilai
Dampak Negatif Dampak Positif
Dasar
pentingnya materi yang diberikan. Apabila menyampaikan
hal ini tidak dilaksanakan peserta penyuluhan.
penyuluhan akan merasa ragu dengan
kepentingan materi yang disampaikan
sehingga kegiatan aktualisasi akan
terganggu.
Tabel 4.4 Analisis Dampak Kegiatan Penyuluhan Tanda Bahaya Kehamilan

4. Membuat artikel kesehatan sesuai tema yang dipublikasikan di website RSUD


Brebes.
a. Capaian Aktualisasi
Kegiatan selanjutnya adalah membuat artikel kesehatan sesuai tema yang
dipublikasikan di website RSUD Brebes. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tahapan
menyusun artikel kesehatan Tenda Bahaya Kehamilan. Setelah itu artikel kesehatan
dikonsultasikan dengan mentor dan dokter spesialis kandungan agar sesuai dengan
keilmuan. Selanjutnya artikel kesehatan dikoordinasikan dengan Humas RSUD
Brebes supaya desainnya menarik. Artikel Kesehatan kemudian dipublikasikan di
website RSUD Brebes dan akun Instagram RSUD Brebes. Kegiatan ini berlangsung
21 Agustus 2019 – 26 Agustus 2019. Dalam pelaksanaan penulis menemui sedikit
hambatan berupa kesibukan Humas, sehingga upload artikel kesehatan sedikit
terlambat. Kegiatan ini tercapai 100%.
b. Keterkaitan dengan ANEKA
Pada kegiatan ini kelima dasar nilai PNS dapat terlaksana. Akuntabilitas yaitu
sikap tanggung jawab secara keilmuan dalam membuat artikel kesehatan.
Nasionalisme berupa Kerakyatan dengan musyawarah saat berkonsultasi dan
berkoordinasi dengan pihak terkait. Etika publik dengan bersikap cermat saat
mempublikasikan artikel kesehatan. Komitmen mutu dengan melakukan inovasi
supaya artikel kesehatan menarik. Anti Korupsi berupa membuat artikel kesehatan
dengan jujur.

32
c. Analisis dampak
Nilai-nilai
Dampak Negatif Dampak Positif
Dasar
Akuntabilitas Penulis membuat artikel kesehatan dengan Kegiatan akan
sikap tanggung jawab secara keilmuan, terlaksana dengan baik.
sehingga artikel kesehatan tersebut sesuai
dengan standarilmu kedokteran dan standar
Kementrian Kesehatan RI. Jika hal ini tidak
dilaksanakan artikel dapat menjadi kurang
memenuhi standar keilmuan sehingga
menjadikan pembaca kebingungan dan
kegiatan aktualisasi terhambat.
Nasionalisme Kegiatan membuat artikel kesehatanan Kegiatan terlaksana
tentang Tanda Bahaya Kehamilan dengan baik dengan
dilakukan dengan musyawarah saat saling membantu antar
berkonsultasi dan berkoordinasi dengan pihak yang terkait.
pihak terkait. Hal ini dapat menghasilkan
artikel kesehatan yang sesuai dengan
keilmuan dan sesuai dengan apa yang
diinginkan oleh semua pihak. Apabila hal
tersebut tidak dilakukan artikel kesehatan
yang terbentuk kurang sesuai dengan salah
satu pihak dan kegiatan aktualisasi akan
terhambat.
Etika Publik Dalam penyusunan artikel kesehatan Terlaksana dengan
tentang Tanda Bahaya Kehamilan penulis baik.
bersikap cermat saat mempublikasikan
artikel kesehatan. Hal ini dilakukan supaya
artikel kesehatan yang dipublikasikan
sesuai dengan apa yang diinginkan. Apabila
hal ini tidak dilakukan ada kemungkinan
artikel kesehatan yang dipublikasikan
kurang sesuai dengan apa yang diinginkan

33
Nilai-nilai
Dampak Negatif Dampak Positif
Dasar
penulis dan kegiatan aktualisasi menjadi
terhambat.
Komitmen Penulis membuat artikel kesehatan dengan Terwujudnya
Mutu inovasi supaya artikel kesehatan menarik. pelaksanaan aktualisasi
Hal ini dilakukan supaya pembaca dapat yang inovatif.
tertarik untuk mempelajari artikel
kesehatan tentang Bahaya Kehamilan dan
dapat menerapkan pengetahuan dalam
kehidupan. Apabila hal ini tidak dilakukan
pembaca akan merasa kurang tertarik dan
menghambat kegiatan aktualisasi.
Anti Korupsi Kegiatan membuat artikel kesehatanan Terlaksana dengan baik
tentang Tanda Bahaya Kehamilan dan jujur.
dilakukan dengan jujur. Hal ini dilakukan
supaya penderita mengetahui fakta yang
terjadi di lingkungan Kabupaten Brebes
dan ikut membantu menurunkan angka
kematian ibu. Apabila hal ini tidak
dilakukan pembaca tidak mengetahui fakta
yang terjadi sehingga mengabaikan Tanda
Bahay Kehamilan dan kegiatan aktualisasi
terhambat.
Tabel 4.5 Analisis Dampak Kegiatan Pembuatan Artikel Kesehatan

5. Evaluasi Kegiatan
a. Capaian Aktualisasi
Kegiatan yang terakhir adalah evaluasi. Kegiatan ini dilakukan dengan
Menemui mentor untuk melakukan evaluasi kegiatan aktualisasi untuk meminta
masukan dan saran kepada mentor. Kemudian melakukan refleksi kegiatan untuk
perbaikan. Dalam evaluasi disimpulkan optimalisasi peran dokter umum dalam

34
upaya promotif dan preventif penurunan angka kematian ibu. Kegiatan
berlangsung lancar tanpa hambatan. Kegiatan tercapai 100%.
b. Keterkaitan dengan ANEKA
Pada kegiatan ini kelima dasar nilai PNS dapat terlaksana. Akuntabilitas
berupa sikap tanggung jawab terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan.
Nasionalisme berupa Persatuan dengan mementingkan kepentingan umum
untuk memperoleh hasil yang maksimal. Etika Publik dengan cermat dalam
melakukan evaluasi kegiatan. Komitmen mutu dengan orientasi mutu dalam
evaluasi kegiatan agar saat dilaksanakan di masa depan dapat menjadi lebih baik.
Anti Korupsi dengan kerja keras dalam melaksanakan perbaikan dan pelaporan.

c. Analisis dampak
Nilai-nilai
Dampak Negatif Dampak Positif
Dasar
Akuntabilitas Penulis bersikap tanggung jawab terhadap Kegiatan akan
kegiatan yang telah dilaksanakan. Hal ini terlaksana dengan baik.
dilakukan agar kegiatan aktualisasi dapat
berjalan dengan baik dan tepat waktu. Jika
peserta tidak berpartisipasi maka evaluasi
tidak dapat dilakukan dan
dipertanggungjawabkan.
Nasionalisme Penulis mementingkan kepentingan Kegiatan terlaksana
umum untuk memperoleh hasil yang dengan baik karena
maksimal dalam kegiatan aktualisasi penulis mementingkan
supaya kegiatan dapat membantu kepentingan umum.
meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat. Jika hal ini tidak dilakukan
kegiatan yang dilaksanakan kurang
maksimal dan kegiatan aktualisasi akan
terhambat.
Etika Publik Penulis melakukan evaluasi kegiatan Kegiatan terlaksana
dengan cermat. Hal ini dilakukan supaya dengan cermat
hasil yang didapatkan akurat dan dapat sehingga hasil akurat..
menjadi pertimbangan untuk menjalankan

35
Nilai-nilai
Dampak Negatif Dampak Positif
Dasar
kegiatan serupa di masa yang akan datang.
Apabila hal ini tidak dilakukan hasil yang
diperoleh kurang akurat dan kegiatan
aktualisasi akan terhambat.
Komitmen Kegiatan dilakukan berorientasi mutu Terwujudnya
Mutu sehingga dapat berdampak pada pelaksanaan aktualisasi
peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang berorientasi mutu.
dokter umum di RSUD Brebes. Jika hal ini
tidak dilakukan kegiatan tidak dapat
digunakan untuk membantu meningkatkan
mutu pelayanan kesehatan dokter umum
dan kegiatan aktualisasi terhambat.
Anti Korupsi Penulis melaksanakan perbaikan dan Terlaksana aktualisasi
pelaporan dengan kerja keras supaya dengan kerja keras.
kegiatan aktualisasi dapat selesai tepat
waktu dan mendapat hasil yang terbaik.
Apabila hal ini tidak dilaksanakan kegiatan
tidak akan selesai tepat waktu dan kegiatan
aktualisasi akan terhambat.
Tabel 4.6 Analisis Dampak Kegiatan Evaluasi

36
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kesimpulan dari kegiatan aktualisasi yang dilaksanakan di RSUD Brebes
pada tanggal 26 Agustus 2019 – 5 Oktober 2019 adalah sebagai berikut:
1. Telah dilakukan pembuatan Leaflet tentang Tanda Bahaya Kehamilan dan
telah terdistribusikan kepada masyarakat melalui tempat strategis di RSUD
Brebes dan pendistribusian di Puskesmas Brebes dan Puskesmas Bulakamba.
2. Telah terlaksananya kegiatan penyuluhan Tanda Bahaya Kehamilan di ruang
tunggu poli rawat jalan RSUD Brebes dengan antusiasme dari para peserta
penyuluhan.
3. Telah terpublikasikannya artikel kesehatan tentang Tanda Bahaya Kehamilan
dan pentingnya ANC pada website RSUD Brebes dan Instagram RSUD
Brebes sehingga informasi tentang Tanda Bahaya Kehamilan dapat diakses
oleh pengguna internet di Indonesia.

B. Saran
Berdasarkan capaian dari kegiatan aktualisasi di RSUD Brebes, berikut
beberapa saran dari penulis, diantaranya :
1. Bagi dokter Umum di RSUD Brebes
a. Dokter umum diharapkan lebih terlibat dalam upaya promosi kesehatan di
RSUD Brebes berupa pembuatan leaflet, banner dan artikel kesehatan.
b. Dokter umum diharapkan lebih aktif dalam melaksanakan penyuluhan
kesehatan di lingkungan RSUD Brebes supaya dapat meningkatkan mutu
pelayanan kesehatan RSUD Brebes.
2. Bagi RSUD Brebes
a. Pokja PKRS RSUD Brebes diharapkan membuat jadwal rutin untuk
melaksanakan penyuluhan kesehatan serta dengan melibatkan dokter
umum minimal sekali dalam sebulan untuk melaksanakan penyuluhan
kesehatan di RSUD Brebes.
b. Humas RSUD Brebes diharapkan membuat jadwal rutin pembuatan artikel
kesehatan dan melibatkan dokter umum untuk pembuatan artikel kesehatan
yang dipublikasikan di website dan media sosial RSUD Brebes.
37
3. Bagi ASN
Selain untuk CPNS, penerapan nilai-nilai ANEKA sangat penting diterapkan
kepada seluruh ASN yang ada di Instansi RSUD Brebes.

38
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. 2014. Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi Pegawai


Negeri Sipil: Modul Diklatsar CPNS 2019 Golongan I,II, dan III Reguler.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2014. Akuntabilitas: Modul Diklatsar CPNS 2019


Golongan I,II, dan III Reguler. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2014. Nasionalisme: Modul Diklatsar CPNS 2019


Golongan I,II, dan III Reguler. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2014. Etika Publik: Modul Diklatsar CPNS 2019
Golongan I,II, dan III Reguler. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2014. Komitmen Mutu: Modul Diklatsar CPNS 2019
Golongan I,II, dan III Reguler. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2014. Anti Korupsi: Modul Diklatsar CPNS 2019
Golongan I,II, dan III Reguler. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

39
BIODATA PENULIS

Nama : Muhendra Ragah Satria

Jenis Kelamin : Laki-laki

Tempat/Tanggal Lahir : Brebes, 21 Agustus 1993

Alamat : Desa Karangsari RT 07/RW 01, Bulakamba, Brebes

Pekerjaan : Dokter Umum

Instansi : RSUD Brebes

Alamat e-mail : muhendrars@gmail.com

No. Telp : 085742851039

40