Anda di halaman 1dari 6
PEMERINTAH KABUPATEN KLUNGKUNG DINAS KESEHATAN UPTD. RUMAH SAKIT PRATAMA GEMA SANTI NUSA PENIDA Alamat : Ji, Pendidikkan Br, Nyuh, Desa Ped, Kec. Nusa Penida Telp ; (0366) 5581160 E-mail: 1spratama,gemasanti@amail,com KEPUTUSAN DIREKTUR UPTD, RUMAH SAKIT PRATAMA GEMA SANTI NUSA PENIDA NOMOR 239 TAHUN 2019 TENTANG KEBIJAKAN PENEMPATAN PASIEN DENGAN INFEKSI AIRBONE DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH RUMAH SAKIT PRATAMA GEMA SANTI NUSA PENIDA, DIREKTUR UPTD, RUMAH SAKIT PRATAMA GEMA SANTI NUSA PENIDA, Menimbang a, bahwa untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pasien di rumah sakit perlu dilaksanakan upaya pencegahan dan pengendalian infeksi salah satunya melalui penempatan pasien dengan penyakit infeksi airbone; s bahwa saat ini UPTD. Rumah Sakit Pratama Gema Santi belum memiliki ruangan tekanan negatif maka perlu adanya kebijakan terhadap penempatan pasien dengan infkesi airbone; 2 bahwa berdasarkan pertimbangan —_sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b perlu. menetapkan Keputusan Direktur UPTD. Rumah Sakit Pratama Gema Santi Nusa Penida Tentang Kebijakan Penempatan Pasien Dengan Infeksi Airbone Di Unit Pelaksana Teknis Daerah Rumah Sakit Pratama Gema Santi Nusa Penida; Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063 ); Mengingat N Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 153, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor " 5072 ); }. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Menetapkan Pertama Kedua Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagai mana telah diubah beberapa kali, dan terakhir dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679); - Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2014 Tentang Rumah Sakit Kelas D Pratama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 751); 5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 27 Tahun 2017 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 857); 2 Peraturan Bupati Klungkung Nomor 21 Tahun 2017 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Unit Pelaksana Teknis Daerah Rumah Sakit Pratama Gema Santi Nusa Penida Kabupaten Klungkung (Berita Daerah Kabupaten Klungkung Tahun 2017 Nomor 22); MEMUTUSKAN : KEPUTUSAN DIREKTUR UPTD. RUMAH SAKIT PRATAMA GEMA SANTI NUSA PENIDA TENTANG KEBIJAKAN PENEMPATAN PASIEN DENGAN INFEKSI AIRBONE DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH. RUMAH SAKIT PRATAMA GEMA SANTI NUSA PENIDA. Mengingat saat ini UPTD.Rumah Sakit Pratama Gema Santi Nusa Penida belum mempunyai ruangan tekanan negatif maka penempatan pasien di rawat inap dilakukan dalam waktu singkat. Ketiga + Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Ped Pada tanggal 22 Februari 2019 Tembusan disampaikan kepada Yth : . Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kiungkung; 2. Para Ketua Komite di lingkungan UPTD RS. Pratama Gema Santi Nusa Penida; 3. Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan Para Kepala Seksi di lingkungan UPTD. RS Pratama Gema Santi Nusa Penida; 4, Kepala Instalasi/Unit di Lingkungan UPTD RS. Pratama Gema Santi Nusa Penida; 5. Arsip. LAMPIRAN ! KEPUTUSAN DIREKTUR UPTD, RUMAH SAKIT GEMA SANTI NUSA PENIDA NOMOR 239 TAHUN 2019 TENTANG KEBIJAKAN PENEMPATAN PASIEN DENGAN INFEKS| AIRBONE DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH RUMAH SAKIT PRATAMA GEMA SANTI NUSA PENIDA Penempatan pasien infeksius Airbone Precautions Sebagai pelengkap Standard Precautions, gunakan Airborne Precautions atau yang Sederajat, untuk Pasien-pasien yang diketahui atau dicurigai terinfeksi dengan mikroorganisme yang ditularkan melalui butiran cairan yang lebih kecil dari 5 micron, yang terdapat di udara dan dapat tersebar luas melalui aliran udara/pipa-pipa AC ke Seluruh ruang atau jarak yang lebih jauh. a) Penempatan Pasien ‘Tempatkan pasien di Ruang Yudistira yang memiliki syarat sebagai berikut - * Tuangan berventilasi alami dengan pertukaran udara 6 sampai 12 kali per jam, * Memiliki saluran pengeluaran udara ke lingkungan yang memadai atau memiliki system penyaringan udara yang efisien sebelum udara disirkulasikan ke ruang lain. * Pintu harus selalu tertutup dan pasien tersebut ada di dalamnya. * Bila tidak tersedia kamar tersendiri, tempatkan pasien bersama dengan pasien lain yang terinfeksi aktif dengan mikroorganisme yang sama, kecuali bila ada rekomendasi lain. + Dilarang menempatkan pasien dengan pasien jenis infeksi lain. Bila tidak tersedia kamar tersendiri dan perawatan gabung tidak diinginkan, konsultasikan dengan petugas pengendalian_ infeksi sebelum menempatkan pasien. * Untuk pasien di IGD , dilakukan assessment maksimal selama 1 jam bila ada indikasi rujuk, langsung di rujuk dan bila tidak memungkinkan untuk segera di rujuk maka di tempatkan di Ruang rawatinap untuk sementara. * Bila terjadi lonjakan psien dengan penyakit menular lewat airbone maka pasien akan ditempatkan disebelah ruangan yyudistira yaitu fuang Arjuna dengan kapasitas 4 bed dan menggunakan ventilasi alami kudian selanjutnya pasien akan dirujuk menggunakan speed boat ke Rumah Sakit Klungkung b) Perlindungan Pernafasan (Masker) Gunakan masker partikulat N-95 bila memasuki kamar pasien yang diketahul atau dicurigai menderita airborne disease (TBC, Varicela, Rubella, dil), Orang-orang yang sensitif dilarang memasuki kamar pasien yang diketahui atau dicurigai menderita airborne disease. Petugas yang kebal pada measies (rubeola) atau varicella tidak perlu memakai_perlindungan pernafasan. Pasien harus selalu menggunakan masker medic/bedah. ¢) Pemindahan Pasien Batasi pemindahan dan transportasi pasien dari kamar yang khusus tersedia uk hal yang sangat penting saja. Bila memang perkecil penyebaran droplet la memungkinkan. untuknya hanya unt dibutuhkan pemindahan dan trasportasi dengan memakaikan masker bedah/medic pada pasien bil 1) Droplet Precautions Sebagai pelengkap Standard Precaution, qunakan Droplet Precaution atau sederajat, untuk pasien-pasien yang diketahui atau dicurigal terinfeksi dengan yang ditularkan melalui cairan yang butirannya lebih besar atau mikroorganisme n batuk, bersin, sama dengan dari 5 micron, yang dapat menyebar saat pasie! berbicara, atau saat dilakukan prosedur terhadapnya a) Penempatan Pasien Pasien dengan droplet diseases bisa ditempatkan disemua ruang perawatan ecuali ang F dengan kamar tersendir. Bila tidak tersedia Kamar tersendir, tempatkan pasien dalam kamar bersama dengan pasien yang terinfeksi dengan mikroorganisme yang sama, tetapi bila tidak memungkinkan ditempatkan dengan pasien kasus yang sama maka tempatkan pasion bersama dengan pasien dengan kasus yang lain (kecuali pasien dengan airborne diseases). Tidak dibutuhkan penanganan udara dan ventilasi yang khusus, dan pintu boleh tetap terbuka. b) Masker ‘Sebagai tambahan standard precautions, gunakan masker bedah/medic bila bekerja dalam jarak kurang dari 1m dari pasien. ©) Pemindahan Pasien Batasi pemindahan dan trans untuknya hanya untuk hi dibutuhkan pemindahan dengan memakaikan masker bedah/medic pada pasien, bila memungkinkan.