Anda di halaman 1dari 49

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

PADA KELUARGA TN. B DENGAN HIPERTENSI


DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LANDASAN ULIN TENGAH
TANGGAL 9 – 14 DESEMBER 2019

OLEH:
FATMAWATI, S. Kep
NIM. 1830913320050

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN


UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2019
LEMBAR PENGESAHAN
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
PADA KELUARGA TN. B DENGAN HIPERTENSI
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LANDASAN ULIN TENGAH
TANGGAL 7 – 14 DESEMBER 2019

OLEH:

FATMAWATI, S. Kep
NIM. 1830913320050

Banjarbaru, Desember 2019


Mengetahui,

Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan

Kurnia Rachmawati, S. Kep., Ns. MNSc Tri Nugroho, S. Kep, Ners


NIK. 19841112 201701 209 001 NIP. 19721122 199603 1 002
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
PADA KELUARGA TN. B DENGAN HIPERTENSI

A. PENGKAJIAN
Pengkajian dilakukan hari Senin, 9 Desember 2019 pukul 15.30 WITA
1. Data Umum
a. Kepala Keluarga (KK) : Tn. B
b. Alamat : Gang Hidayah RT. 06 RW. 02 Kel. Landasan Ulin
Tengah Kec. Liang Anggang Kota Banjarbaru
c. Nomor Telepon : 0853905166xx
d. Pekerjaan KK : Buruh batako
e. Pendidikan KK : SD
f. Komposisi Keluarga:
Status Imunisasi
Hubungan Umur Hepa Cam Ket
No Nama Sex Pendidikan Polio BCG DPT
dengan KK (tahun) titis pak
1 2 3 4 1 2 3 1 2 3
1. Tn. B L KK 54 Th SD
2. Ny. S P Istri 52 Th SMP
Leng
3. An. Z L Anak 26 Th SMA √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
kap
Leng
4. An. J P Anak 20 Th SMA √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
kap
Genogram
Istri (Ny. S) Suami ( Tn. B)

Ny Tn.
.S B

An.
A
Z
n.
J
Keterangan:
= Laki-laki
= Perempuan = Laki-laki Meninggal
= Hubungan Pernikahan = Perempuan Meninggal
= Keturunan = Tinggal Serumah
= Klien
Penjelasan :
Tn. B (Laki-laki/54 tahun) menikah dengan Ny. S (Perempuan/42 tahun). Tn.
B tinggal serumah dengan istri (Ny. S) dan 2 orang anaknya yaitu An. Z
(Laki-laki/26 Tahun) dan An. J (Perempuan/ 20 Tahun
2. Tipe Keluarga : Nuclear family (keluarga inti)
Yaitu, Yaitu keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak kandung.
3. Suku Bangsa : Banjar
Keluarga Tn. B asli dari suku Banjar. Tn. B merupakan warga asli
Amuntai dan Ny. S warga asli Nagara. Setelah menikah dengan Ny. S,
Tn. B dan keluarga tinggal di landasan Ulin Tengah.
Tetangga Tn. B juga bukan orang lain, melainkan kebanyakan dari
keluarga sendiri, lebih tepatnya keluarga dari suaminya yang juga
merantau ke Landasan Ulin.
4. Agama : Islam
Keluarga Tn. B merupakan muslim dan muslimah (beraga Islam) dari
keturunan di atas mereka. Sehingga agama Islam pada keluarga Tn. B
merupakan agama asli sejak lahir. Pada keluarga Tn. B tidak ada muallaf
(dari agama lain) ataupun beragama lain.
Begitu juga dari pihak Istri Ny. S merupakan muslim dan muslimah
(beragama Islam) dari keturunan di atas mereka. Sehingga agama Islam
pada keluarga Ny. S merupakan agama asli sejak lahir. Pada keluarga Ny.
S tidak ada muallaf (dari agama lain) ataupun beragama lain.
5. Status Sosial Ekonomi :
Penghasilan Tn. B per minggu sebagai buruh batako sekitar
Rp.400.000,- perminggu.
Penghasilan An. Z (anak Tn. B) sebagai karyawan swasta sekitar Rp.
2.500.000,- per bulan. Dan penghasilan An. J (anak Tn. B) sebagai
karyawan toko sekitar Rp. 1.500.000,- perbulan.
Penghasilan Tn. B digunakan untuk keperluan makan sehari-hari
keluarga. penghasilan An. Z dan An. J digunakan untuk keperluan
mereka sehari-hari serta biaya tambahan renovasi rumah.
6. Aktivitas Rekreasi Keluarga
Apabila libur, kadang-kadang Tn. B pergi jalan-jalan ke luar kota sambil
berkunjung kerumah keluarga yang lain. Ny. S setiap 1 bulan sekali
bersama rombongan yasinan ziarah ke makam-makam para wali.
7. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga
Tahap VI, Keluarga yang melepas anak usia dewasa muda (mencakup
anak pertama sampai anak terakhir yang meninggalkan rumah).
Keluarga Tn. B memasuki tahap perkembangan keluarga melepas anak
dewasa muda dengan tugas perkembangan keluarga antara lain :
memperluas siklus keluarga dengan memasukkan anggota keluarga baru
yang didapat dari hasil pernikahan anak-anaknya, melanjutkan untuk
memperbaharui dan menyelesaikan kembali hubungan perkawinan,
membantu orang tua lanjut usia dan sakit-sakitan dari suami dan istri.
8. Tugas Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi
Tugas perkembangan keluarga pada keluarga yang melepas anak dewasa
muda adalah belum terpenuhi, karena anak pertama masih tinggal serumah
dan belum menikah.

9. Riwayat Kesehatan Keluarga Inti


Anggota Riwayat Kesehatan Dahulu Riwayat Kesehatan Saat Ini Ket.
Keluarga
Tn. B S: S:
 Tn. B mengatakan  Tn. B mengatakan
mempunyai penyakit darah merasa nyeri kepala,
tinggi sejak sekitar 4 bulan bagian leher dan
yang lalu. punggung belakang
 Tn. B mengatakan merokok terasa berat.
dari mulai lulus SD tetapi P : saat beraktivitas
sekarang sudah berhenti. Q : seperti kencang /
berat
R : leher dan punggung
O:-
menjalar ke kepala
S : 5 dari 1- 10
T : Hilang timbul
 Tn. B mengatakan
Sering minum obat
paramex untuk
mengobati sakit
kepalanya.
 Tn. B mengatakan
jarang memeriksa
tekanan darahnya
O:
 Tn. B tampak tidak sakit
 TTV
TD = 200/100 mmHg
N = 96 x/menit
RR = 20 x/menit
T = 36,4 °C
 Kolesterol = 266 mg/dl
 Asam urat = 3,7 mg/dl
 GDS = 128 mg/dl

Ny. S S: S:
 Ny. S mengatakan pernah  Ny. S mengatakan nyeri
dirawat di rumah sakit 2 kepala, terasa berputar.
kali dengan Maag kronis Putar dan nyeri perut.
dan Hipertensi dengan P: Gastritis dan
keluhan nyeri perut, mual, Hipertensi
muntah dan pusing. Q: Nyeri perut terasa
 Ny. S mengatakan tidak ditusuk-tusuk dan kepala
memiliki riwayat penyakit terasa berputar-putar
keturunan seperti R: Perut dan Kepala
hipertensi, jantung, S: 5 dari 1-10
diabetes mellitus dan T: Hilang Timbul
asma  Ny. S Mengatakan
Sering kontrol ke
puskesmas
O:-  Ny. S mengatakan sering
tidak sarapan pagi.

O:
 TTV
TD = 160/90 mmHg
N = 90 x/menit
RR = 21 x/menit
T = 36,8 °C
 Kolesterol = 212 mg/dl
 Asam urat = 6,3 mg/dl
 GDS = 155 mg/dl
 Abdomen: saat di palpasi
terdapat nyeri tekan pada
kuadran kiri atas.
An. Z S: S:
An. Z tidak pernah  An. Z mengatakan tidak
mengalami sakit yang ada keluhan saat ini
berat, hanya saja pernah
sakit demam, batuk dan O :
pilek  An. Z tampak sehat
 TTV
O:- TD = 110/70 mmHg
N = 88 x/menit
RR = 21 x/menit
T = 36,5 °C
 Kolesterol = 124 mg/dl
 Asam urat = 5,9 mg/dl
 GDS = 90 mg/dl
An. J S: S:
An. J tidak pernah  An. J mengatakan tidak
mengalami sakit yang ada keluhan saat ini
berat, hanya saja pernah
sakit demam, batuk pilek O :
dan sakit gigi  An. J tampak sehat
 TTV
O:- TD = 100/70 mmHg
N = 80 x/menit
RR = 20 x/menit
T = 36,2 °C
 Kolesterol = 100 mg/dl
 Asam urat = 4,2 mg/dl
 GDS = 142 mg/dl
10. Riwayat Kesehatan Keluarga Sebelumnya
Tn. B tidak mengetahui apakah orang tua nya juga sakit hipertensi atau
tidak atau memiliki penyakit serius yang lainnya. Tn. B hanya
mengatakan ayah Tn. B meninggal saat usia Tn. B 4 tahun.

Tabel riwayat penyakit anggota keluarga Tn. B berdasarkan genogram


NO. NAMA USIA JENIS RIWAYAT KETERANGAN
KELAMIN PENYAKIT
1. Tn. A - L Tidak tahu Meninggal
2. Ny. T - P Tidak tahu Meninggal
3. Tn. H - L Kanker usus Meninggal
4. Ny. W - P Asam urat Meninggal
5. Tn. B 54 L Hipertensi Hidup
6. Ny. S 52 P Gastritis dan Hidup
Hipertensi
7. An. Z 26 L Tidak ada Hidup
8. An. J 20 P Tidak ada Hidup

11. Data Lingkungan


a. Karakteristik rumah : Permanen
Rumah yang ditinggali oleh keluarga Tn. B adalah rumah dengan status
kepemilikan sendiri. Tn. B tinggal bersama istri dan kedua anaknya.
Rumah keluarga Tn. B saat ini dalam tahap renovasi. Terdiri dari ruang
tamu, 2 kamar tidur, 1 dapur dan 1 wc/kamar mandi.
Saat pengkajian rumah Tn. B masih dalam tahap renovasi (bongkar atap)
sehingga untuk Pencahayaan rumah Tn. B tidak dapat terkaji namun
rumah Tn. B di depan terdapat 1 pintu utama untuk akses ke luar masuk
yang di sampingnya terdapat kaca bening besar pada dinding. Selain itu
terdapat 5 buah jendela, di samping kanan dan kiri rumah, 2 jendela di
kamar dan 1 lagi di dapur. Berdasarkan wawancara, untuk malam hari
menggunakan pencahayaan dari lampu listrik (PLN). Terdapat bohlam
lampu listrik di rumah Tn. B dan terdapat aliran kabel listrik yang
tersambung ke rumah Tn. B dari tiang listrik.
Berdasarkan wawancara Sirkulasi baik karena pada siang hari semua
jendela di buka. Anggota keluarga di rumah Tn. B ada yang merokok,
yaitu anak Tn. B yang bernama An. Z.
Sarana air yang digunakan keluarga Tn. B adalah dari sumur bor.
Keluarga Tn. B menggunakan air sumur untuk keperluan sehari-hari,
seperti mandi, mencuci dan memasak. Air minum juga dari air sumur
yang direbus.
Rumah keluarga Tn. B tidak bising. Lingkungan sekitar pun juga tidak
bising. Kebisingan hanya bersumber dari sarana transportasi yang lewat
dan dari tukang pekerja rumah yang sedang bekerja Hal ini tidak terasa
terlalu bising oleh keluarga Ny. N, karena sudah terbiasa.
Saat pengkajian Lingkungan rumah masih tampak berantakan karena
renovasi rumah namun tidak ada sampah yang berserakan. Di dalam
rumah belum tersusun rapi. Sampah oleh keluarga Tn. B sebagian
dibakar, apabila bisa dibakar dan sebagian lagi dibuang ke tempat
pembuangan sampai akhir.

Denah Rumah
Jalan
6 meter

Ruang
Tamu

Kamar tidur

12 meter

Kamar tidur

Dapur
Kamar
mandi
b. Karakteristik tetangga dan komunitas
Karakteristik tetangga dan komunitas dari keluarga Tn. B adalah suku
banjar dan juga merupakan keluarga dari suami Tn. Bsendiri.
c. Mobilitas geografis keluarga
Tn. B dan Ny. S tinggal di landasan ulin dekat pesantren sejak tahun
1977 dengan status rumah sewa. Pada tahun 1989 Tn. B medirikan rumah
sendiri di landasan ulin tengah (Gg. Hidayah). Sejak itu Tn. B sekeluarga
tidak pernah pindah rumah lagi.
d. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Keluarga Tn. B sering berinteraksi dengan tetangga sekitar yang
sebagian besar merupakan keluarganya sendiri. Perkumpulan yang
diikuti oleh Tn. B yaitu kegiatan yasinan dari rumah ke rumah setiap
satu minggu sekali yang dilakukan pada malam hari. Perkumpulan yang
diikuti oleh Ny. S yaitu kegiatan yasinan dari rumah ke rumah setiap
satu minggu sekali yang dilakukan pada siang hari.
e. Sistem pendukung keluarga
Keluarga Tn. B mempunyi kartu jaminan kesehatan (BPJS) untuk
mendapatkan pengobatan gratis.
Keluarga Tn. B mendatangi Puskesmas yang dekat dengan rumahnya
untk mendapatkan pengobatan atau ke mantri terdekat apabila
puskesmas libur.
12. Eco Map (diagram hubungan keluarga dengan sosial kapital lain
pada komunitas)
Loket
pembayaran Masjid
listtrik dan
Kumpulan
air
Yasinan

Tempat kerja
Puskesmas
/ pasar

Sawah

Teman

Pasar

Tetangga

Kantor lurah

Rumah sakit

Tempat
rekreasi

Information :
= Strong Relationship

= Good Relationship

= Connection and visiting

= Visiting or go to the place


13. Struktur Keluarga
a. Struktur peran
Peran Tn. B sebagai kepala rumah tangga. Mencari nafkah bagi dirinya
sendiri dan keluarganya, Melindungi keluarganya. Sebagai anggota dan
kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari
lingkungannya.
Peran Ny. S sebagai ibu rumah tangga, melakukan pekerjaan rumah,
memasak dan mengasuh anak saudaranya pada siang hari, karena
ditinggal ibunya bekerja.
Anak Tn. B (An. Z) melaksanakan peranan psikososial sesuai dengan
tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial dan spiritual. An. Z
juga bekerja mencari nafkah untuk dirinya dan membantu ekonomi
ayahnya.
Anak Tn. B (An. J) melaksanakan peranan psikososial sesuai dengan
tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial dan spiritual. An. Z
juga bekerja mencari nafkah untuk dirinya dan membantu ekonomi
ayahnya
b. Nilai atau norma keluarga
Nila atau norma keluarga yang dianut oleh keluarga Tn. B mengacu pada
agama Islam dan adat istiadat yang berlaku di masyarakat.
c. Pola komunikasi keluarga
Keluarga Tn. B berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Banjar dan
saling terbuka antar anggota keluarga saat di rumah. Apabila ada
masalah, keluarga berusaha memecahkan masalahnya bersama-sama.
d. Struktur kekuatan keluarga
Ny. S sebagai istri yang mengambil keputusan yang sebelumnya sudah
dimusyawarahkan suami dan anak-anaknya.
14. Fungsi Keluarga
Asah: keluarga Tn. B memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya hanya
sampai lulus SMP saja.
Asih: keluarga saling memberikan kasih sayang dengan saling
berkumpul, berbincang dan bercanda saat bersama, adanya rasa aman dan
kehangatan sesama anggota keluarga.
Asuh: pemeliharaan dan perawatan dilakukan keluarga Tn. B dengan
cukup baik agar kesehatan selalu terpelihara dengan saling
memperhatikan antara kesehatan istri dan anak. Ny. S dan anak-anak nya
Apabila sakit berobat ke Puskesmas dan juga menggunakan obat-obatan
tradisional (apotek hidup). Namun Tn. B mengatakan hanya saja dirinya
sering membeli obat diwarung dan jarang ke puskesmas dan anaknya
(An. z) tidak bisa dilarang untuk tidak merokok lagi.
15. Fungsi Ekonomi
Penghasilan Tn. B per minggu sebagai buruh batako sekitar Rp.400.000,-
perminggu. Penghasilan An. Z (anak Tn. B) sebagai karyawan swasta
sekitar Rp. 2.500.000,- per bulan. Dan penghasilan An. J (anak Tn. B)
sebagai karyawan toko sekitar Rp. 1.500.000,- perbulan. Penghasilan Tn.
B digunakan untuk keperluan makan sehari-hari keluarga. penghasilan
An. Z dan An. J digunakan untuk keperluan mereka sehari-hari serta
biaya tambahan renovasi rumah
16. Fungsi Mendapatkan Status Ekonomi
Tn. B selain sebagai kepala rumah tangga juga sebagai buruh batako.
Anaknya An Z dan An. J sudah bekerja di perusahaan dan toko sebagai
karyawan.
17. Fungsi Pendidikan
Tn. B hanya bisa menyekolahkan anak-anaknya hanya sampai SMA.
Setelah lulus SMA anak-anak Tn. B tidak ada yang mau melanjutkan ke
perguruan tinggi. Mereka lebih memilih untuk bekerja.
18. Fungsi Sosialisasi
Keluarga Tn. B sering berinteraksi dengan tetangga sekitar yang sebagian
besar merupakan keluarganya sendiri. Perkumpulan yang diikuti oleh Tn.
B yaitu kegiatan yasinan dari rumah ke rumah setiap satu minggu sekali
yang dilakukan pada malam hari. Perkumpulan yang diikuti oleh Ny. S
yaitu kegiatan yasinan dari rumah ke rumah setiap satu minggu sekali yang
dilakukan pada siang hari
19. Fungsi reproduksi
Ny. S mengatakan sudah tidak menggunakan alat kontrasepsi apapun.
Sudah berhenti sejak 1 tahun yang lalu. Sebelumnya Ny. S pernah
menggunakan alat kotrasepsi kb yaitu kb suntik 3 Bulan. Sejak 1 tahun
yang lalu Ny. S sudah tidak menstruasi.
20. Fungsi pemenuhan (perawatan/pemeliharaan) kesehatan
a. Mengenal masalah
Keluarga Tn. B sedikit mampu mengenal masalah, Tn. B dan Ny. S
mengetahui menderita penyakit Hipertensi. Tetapi Tn. B tidak
mengetahui cara yang benar mengatasi nyeri kepala yang dirasakannya.
Tn B dan Ny. S tidak mengetahui dampak dari penyakit dan
ketidakpatuhan minum obat.
b. Mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan
Keluarga Tn. B mengatakan mampu mengambil keputusan untuk
melakukan tindakan–tindakan dalam berobat, seperti membawa
periksa ke puskesmas jika ada anggota keluarga yang sakit.
c. Kemampuan merawat anggota keluarga yang sakit
Keluarga Tn. B mampu merawat anggota keluarganya apabila ada
yang sakit. Ny. S menggunakan menggunakan obat-obatan tradisional
(apotek hidup). Namun Tn. B mengatakan hanya saja dirinya sering
membeli obat diwarung dan jarang ke puskesmas.
d. Kemampuan keluarga memelihara/memodifikasi lingkungan rumah
yang sehat
Keluarga Tn. B mampu memelihara (memodifikasi lingkungan rumah
yang sehat) namun saat pengkajian rumah Tn. B dalam tahap renovasi
sehingga masih belum tertata rapi. Keluarga Tn. B mengatakan
apabila selesai renovasi selalu berusaha untuk membuat rumah bersih
dan terlihat rapi.
e. Kemampuan menggunakan fasilitas pelayanan yang sehat
Keluarga Tn. B mampu menggunakan pelayanan kesehatan. Keluarga
Tn. B mengatakan jika ada anggota keluarga yang sakit akan dibawa
ke ke puskesmas. Akan tetapi, Tn. B priadi lebih memilih membeli
obat di warung. Tn. B jarang memeriksakan kesehatan ke puskesmas.
21. Fungsi Religius
Keluarga Tn. B beragama Islam dan selalu menjalankan shalat 5 waktu,
sholat sunat, berdoa dan berdzikir kepada Allah SWT.
22. Fungsi Rekreasi
Apabila libur, kadang-kadang Tn. B pergi jalan-jalan ke luar kota sambil
berkunjung kerumah keluarga yang lain. Ny. S setiap 1 bulan sekali
bersama rombongan yasinan ziarah ke makam-makam para wali.
23. Fungsi Reproduksi
Ny. S mengatakan sudah tidak menggunakan alat kontrasepsi apapun.
Sudah berhenti sejak 1 tahun yang lalu. Sebelumnya Ny. S pernah
menggunakan alat kotrasepsi kb yaitu kb suntik 3 Bulan. Sejak 1 tahun
yang lalu Ny. S sudah tidak menstruasi.
24. Fungsi Afeksi
Semua anggota keluarga Tn. B saling mendukung baik dalam keadaan
suka maupun duka, saling menghargai keputusan setiap anggota keluarga,
saling menyayangi dan menghormati antara anggota keluarganya serta
saling membantu.

25. Stress Koping Keluarga


a. Stressor Jangka pendek dan panjang
Tn. B mengatakan saat ini tidak ada permasalahan yang begitu berarti
atau pikiran-pikiran yang membuat stress. Tn. B mengatakan terkadang
memikirkan masalah kesehatan yang terjadi pada istri dan dirinya, dan
nampak mengekspresikan keinginanannya untuk sembuh dari
penyakitnya.
b. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor
Respon keluarga Tn.B terhadap situasi tidak terduga dapat di atasi
dengan baik. Keluarga cepat tanggap dan langsung berobat seperti
membawa periksa ke puskesmas jika ada anggota keluarga yang sakit
Dan Kemampuan keluarga Tn. B berespon terhadap stressor adalah
adaptif.
c. Strategi koping yang digunakan
Koping anggota keluarga Tn. B terhadap stressor adalah koping adaptif
yaitu saling mendukung baik disaat susah maupun senang, bergantung
pada sumber daya mereka sendiri ketika mengatasi masalah,
kebersamaan, saling terbuka dan jujur.
d. Strategi adaptasi disfungsional
Keluarga dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan dengan baik.

26. Pemeriksaan Kesehatan Tiap Individu Anggota Keluarga


Pemeriksaan
Tn. B Ny. S An Z An. J
fisik
Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi :
Bentuk simetris. Bentuk simetris. Bentuk simetris. Bentuk simetris.
Penyebaran rambut Penyebaran rambut Penyebaran rambut Penyebaran rambut
merata, warna merata, warna merata, warna merata, warna
memutih, rambut hitam, rambut hitam, rambut hitam ber pirang,
Kepala lembab dan Pendek. lembab dan lembab dan rambut Panjang
panjang. Pendek. Palpasi:
Palpasi: Palpasi: Palpasi: Tidak teraba
Tidak teraba Tidak teraba Tidak teraba benjolan.
benjolan. benjolan. benjolan.

TD = 200/100 TD = 160/90 TD = 110/70 TD = 100/70


mmHg mmHg mmHg mmHg
Tanda-tanda
N = 96 x/menit N = 90 x/menit N = 88 x/menit N = 80 x/menit
RR = 20 x/menit RR = 21 RR = 21 RR = 20
vital
T = 36,4 °C x/menit x/menit x/menit
T = 36,8 °C T = 36,5 °C T = 36,2 °C

BB = 85 Kg BB = 78 Kg BB = 95 Kg BB = 60 Kg
TB = 160 cm TB = 158 cm TB = 160 cm TB = 160 cm
BB, TB/PB BMI = 33,2 BMI = 31,2 BMI = 37,1 BMI = 23,4
(Obesity) (Obesity) (Obesity) (Normal weight)

Mata Mata bersih. Mata bersih. Mata bersih. Mata bersih.


Konjungtiva tidak Konjungtiva tidak Konjungtiva tidak Konjungtiva tidak
anemis, sklera tidak anemis, sklera tidak anemis, sklera tidak anemis, sklera tidak
ikterik. ikterik. ikterik. ikterik.

Tidak terdapat Tidak terdapat Tidak terdapat Tidak terdapat


kekeruhan berwarna kekeruhan kekeruhan kekeruhan
putih pada lensa berwarna putih berwarna putih berwarna putih
mata dan di samping pada lensa mata pada lensa mata pada lensa mata dan
kornea. dan di samping dan di samping di samping kornea.
kornea. kornea.
Tidak menggunakan Tidak
kaca mata. Dapat Tidak Tidak menggunakan kaca
mebaca tulisan menggunakan kaca menggunakan kaca mata. Dapat
dengan jarak 20 cm. mata. Dapat mata. Dapat mebaca tulisan
mebaca tulisan mebaca tulisan dengan jarak 30
Bola mata bergerak dengan jarak 30 dengan jarak 30 cm.
searah dengan cm. cm.
normal dan kelopak Bola mata bergerak
searah dengan
mata berkedip Bola mata bergerak Bola mata bergerak
normal dan kelopak
dengan normal. searah dengan searah dengan
normal dan kelopak mata berkedip
normal dan kelopak dengan normal.
mata berkedip
mata berkedip dengan normal.
dengan normal.
Hidung bersih. Hidung bersih. Hidung bersih. Hidung bersih.
Tidak ada pilek. Tidak ada pilek. Tidak ada pilek. Tidak ada pilek.
Nampak simetris, Nampak simetris, Nampak simetris, Nampak simetris,
tidak terlihat sekret tidak terlihat sekret tidak terlihat sekret tidak terlihat sekret
atau kemerahan. atau kemerahan. atau kemerahan. atau kemerahan.
Hidung
Dapat menyebutkan Dapat menyebutkan Dapat menyebutkan Dapat menyebutkan
beda aroma terapi beda aroma terapi beda aroma terapi beda aroma terapi
dan minyak wangi dan minyak wangi dan minyak wangi dan minyak wangi
dengan mata dengan mata dengan mata dengan mata
tertutup. tertutup. tertutup. tertutup.

Telinga bersih. Telinga bersih. Telinga bersih. Telinga bersih.


Nampak simetris, Nampak simteris, Nampak simteris, Nampak simteris,
tidak terlihat sekret tidak terlihat sekret tidak terlihat sekret tidak terlihat sekret
atau kemerahan. atau kemerahan. atau kemerahan. atau kemerahan.

Fungsi pendengaran Fungsi Fungsi Fungsi


baik Tn. B dapat Pendengaran baik. Pendengaran baik. Pendengaran baik.
berkomunikasi Ny. S dapat An. Z dapat An. J dapat
dengan baik. berkomunikasi berkomunikasi berkomunikasi
Telinga
Jawaban yang dengan baik. dengan baik. dengan baik.
diberikan sesuai Jawaban yang Jawaban yang Jawaban yang
dengan pertanyaan. diberikan sesuai diberikan sesuai diberikan sesuai
dengan pertanyaan. dengan pertanyaan. dengan pertanyaan.
Tn. B berjalan Ny.S berjalan An. Z berjalan An. J berjalan
dengan seimbang, dengan seimbang, dengan seimbang, dengan seimbang,
tanpa berpegang dan tanpa berpegang tanpa berpegang tanpa berpegang
tidak sempoyongan. dan tidak dan tidak dan tidak
sempoyongan. sempoyongan. sempoyongan.

Mulut Mukosa mulut Mukosa mulut Mukosa mulut Mukosa mulut


lembab dan tidak lembab dan tidak lembab dan tidak lembab dan tidak
ada lesi. ada lesi. ada lesi. ada lesi.

Lidah (fungsi Lidah (fungsi Lidah (fungsi Lidah (fungsi


pengecapan): pengecapan): pengecapan): pengecapan):
Dapat menyebutkan Dapat menyebutkan Dapat menyebutkan Dapat menyebutkan
rasa manis, asin, rasa manis, asin, rasa manis, asin, rasa manis, asin,
pahit dari gula, pahit dari gula, pahit dari gula, pahit dari gula,
garam dan kopi garam dan kopi garam dan kopi garam dan kopi
dengan mata dengan mata dengan mata dengan mata
tertutup. tertutup. tertutup. tertutup.

Fungsi mengunyah Fungsi mengunyah Fungsi mengunyah Fungsi mengunyah


klien masih bagus. klien masih bagus. klien masih bagus. klien masih bagus.

Tidak nampak Tidak nampak Tidak nampak Tidak nampak


pembesaran vena pembesaran vena pembesaran vena pembesaran vena
jugularis. jugularis. jugularis. jugularis.
Leher dan
Tidak ada nyeri
teggorokan menelan.
Terdapat nyeri pada
leher bagian
belakang
Dada Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi :
Bentuk dada Bentuk dada Bentuk dada Bentuk dada
simetris. simetris. simetris. simetris.
Pengembangan Pengembangan Pengembangan Pengembangan
dinding dada dinding dada dinding dada dinding dada
simetris. simetris. simetris. simetris.
Bentuk tulang Bentuk tulang Bentuk tulang Bentuk tulang
belakang normal. belakang normal. belakang normal. belakang normal.

Palpasi : Palpasi : Palpasi :


Palpasi :
Pengembangan Pengembangan Pengembangan
Pengembangan
dinding dada teraba dinding dada teraba dinding dada teraba
dinding dada teraba
simetris kanan dan simetris kanan dan simetris kanan dan
simetris kanan dan
kiri. kiri. kiri.
kiri.
Fremitus vocal Fremitus vocal Fremitus vocal
Fremitus vocal
menurun pada dada menurun pada dada menurun pada dada
menurun pada dada
kanan. kanan. kanan.
kanan.
Sudut costae ± 90 °. Sudut costae ± 90 °. Sudut costae ± 90 °.
Sudut costae ± 90 °.

Perkusi : Perkusi : Perkusi :


Perkusi :
Sonor di semua Sonor di semua Sonor di semua
Sonor di semua
lapang paru. lapang paru. lapang paru.
lapang paru.

Auskultasi : Auskultasi : Auskultasi :


Auskultasi :
Bunyi nafas Bunyi nafas Bunyi nafas
Bunyi nafas
vesikuler (+/+). vesikuler (+/+). vesikuler (+/+).
vesikuler (+/+).
Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi :
Sedikit buncit. Bentuk simetris. Bentuk simetris. Bentuk simetris.
Bentuk simetris. Tidak tampak Tidak tampak Tidak tampak
Tidak tampak benjolan benjolan benjolan
benjolan.

Auskultasi :
Auskultasi :
Bising usus 12
Bising usus 8
x/menit.
x/menit.
Abdomen
Perkusi :
Perkusi :
Timpani.
Timpani.

Palpasi :
Palpasi :
Terdapat nyeri
Tidak ada nyeri
tekan pada kuadran
tekan. Tidak teraba kiri atas. Tidak
massa. teraba massa.

Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi :


Tidak terdapat lesi Tidak terdapat lesi Tidak terdapat lesi Tidak terdapat lesi
atau edem. atau edem. atau edem. atau edem.

Tangan dan Palpasi : Palpasi : Palpasi : Palpasi :


Pitting edem (-/-) Skala kekuatan otot Skala kekuatan otot Skala kekuatan otot
kaki
5555 5555 5555 5555 5555 5555
(ekstrimitas) Skala kekuatan 5555 5555 5555 5555 5555 5555
otot :
5555 5555
5555 5555

Baik. Baik Baik Baik


Kesadaran compos Kesadaran compos Kesadaran compos Kesadaran compos
Keadaan
mentis. mentis. mentis. mentis.
umum
GCS : (15) E = 4, V GCS : (15) E = 4, V GCS : (15) E = 4, V GCS : (15) E = 4, V
= 5, M = 6 = 5, M = 6 = 5, M = 6
= 5, M = 6
 Kolesterol = 266  Kolesterol =  Kolesterol =  Kolesterol =
mg/dl 212 mg/dl 124 mg/dl 100 mg/dl
Hasil  Asam urat = 3,7  Asam urat = 6,3  Asam urat = 5,9  Asam urat = 4,2
laboratorium mg/dl mg/dl mg/dl mg/dl
 GDS = 128  GDS = 155 GDS = 90 mg/dl GDS = 142 mg/dl
mg/dl mg/dl
 PO:  PO:
Paramex 1x2 Lansoprazol 2x1
tablet tab
Betahistine 1x1
Terapi tab
Dimenhidranate
(K/P)
Amlodipine
besilate 2x1 tab

*Keterangan Kategori BMI,


Rumus:
Underweight = <18.5 BMI = BB
Normal weight = 18.5–24.9 (TB) 2

Overweight = 25–29.9 TB dalam meter


Obesity = BMI of 30 or greater

27. Harapan Keluarga


Keluarga Tn. B berharap selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT.
Tn. B dan Ny. S berharap agar bisa stabil tekanan darahnya dan tidak ada
komplikasi dari penyakitnya.
APGAR Keluarga
No Fungsi Uraian Skor
Saya puas bahwa saya dapat kembali pada keluarga
1 Adaptasi (teman – teman) saya untuk membantu pada waktu 2
sesuatu menyusahkan saya
Saya puas dengan cara keluarga (teman – teman)
2
2 Hubungan saya membicarakan sesuatu dengan saya dan
mengungkapkan masalah dengan saya
Saya puas bahwa keluarga (teman – teman) saya
3 Pertumbuhan menerima dan mendukung keinginan saya untuk
melakukan aktivitas atau arah baru 2
Saya puas dengan cara keluarga (teman – teman)
saya mengekspresikan afek dan berespon terhadap 2
4 Afeksi emosi – emosi saya seperti marah, sedih atau
mencintai
Saya puas dengan cara teman – teman saya dan saya
5 Pemecahan menyediakan waktu bersama – sama 2

Total 10
Penilaian: Selalu = 2, Kadang – kadang = 1, Hampir tidak pernah = 0

≤ 3 : Disfungsi keluarga sangat tinggi


4-6 : Disfungsi keluarga sedang
7-10 : Tidak ada disfungsi keluarga
Kesimpulan : Skor keluarga Tn. Badalah 10, yang berarti tidak ada disfungsi
keluarga

Martapura, 9
Desember 2019
Pemeriksa,

Fatmawati, S. Kep

Martapura, 24 September 2018


Pemeriksa,

Dyci Marantika, S. Kep


AKTIVITAS HIDUP SEHARI-HARI (ADL)
Indeks Katz :A/B/C/D/E/ F/ G
Nama Keluarga : Tn. B
Tanggal Wawancara : Senin, 9 Desember 2019
Keterangan
Skore Kriteria
Kemandirian dalam hal makan, kontinen, berpindah, ke kamar kecil, berpakaian dan
A
mandi
B Kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari-hari, kecuali satu fungsi tersebut
C Kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari-hari, kecuali mandi dan satu fungsi
Kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari-hari, kecuali mandi, berpakaian dan
D
satu fungsi tambahan
Kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari-hari, kecuali mandi, berpakaian, ke
E
kamar kecil, dan satu fungsi tambahan.
Kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari-hari, kecuali mandi, berpakaian, ke
F
kamar kecil, berpindah dan satu fungsi tambahan.
G Ketergantungan pada keenam fungsi tersebut.
Lain- Tergantung pada sedikitnya dua fungsi, tetapi tidak dapat diklasifikasikan sebagai
lain C,D,E, F dan G
Kesimpulan:
Tingkat kemandirian Tn. B mendapatkan skor A, yaitu masing-masing anggota
keluarga mandiri dalam hal makan, kontinen, berpindah, ke kamar kecil, berpakaian dan
mandi.
Martapura, 9 Desember 2019
Pemeriksa,

Fatmawati, S. Kep
B. DIAGNOSIS KEPERAWATAN KELUARGA

1. Analisis & Sintesis Data


Masalah
No. Data Etiologi
(Problem)
S: Agen Cedera Nyeri akut pada
 Tn. B mengatakan Biologis Tn. B
1.
merasa nyeri kepala, (Penyakit
bagian leher dan Hipertensi)
punggung belakang
terasa berat.
P : saat beraktivitas
Q : seperti kencang /
berat
R : leher dan punggung
menjalar ke kepala
S : 5 dari 1- 10
T : Hilang timbul
O:
 Tn. B tampak tidak sakit
 TTV
TD = 200/100 mmHg
N = 96 x/menit
RR = 20 x/menit
T = 36,4 °C
 Kolesterol = 266 mg/dl
 Asam urat = 3,7 mg/dl
 GDS = 128 mg/dl
2. S: Agen Cedera Nyeri akut pada
 Ny. S mengatakan nyeri Biologis Ny. S
kepala, terasa berputar.
(Penyakit
Putar dan nyeri perut.
P: Gastritis dan Gastritis dan
Hipertensi Hipertensi)
Q: Nyeri perut terasa
ditusuk-tusuk dan kepala
terasa berputar-putar
R: Perut dan Kepala
S: 5 dari 1-10
T: Hilang Timbul
 Ny. S mengatakan sering
tidak sarapan pagi.

O:
 TTV
TD = 160/90 mmHg
N = 90 x/menit
RR = 21 x/menit
T = 36,8 °C
 Kolesterol = 212 mg/dl
 Asam urat = 6,3 mg/dl
 GDS = 155 mg/dl
 Abdomen: saat di palpasi
terdapat nyeri tekan pada
kuadran kiri atas.

3. S: Kurang Perilaku kesehatan


 Tn. B mengatakan Sering pemahaman cenderung
minum obat paramex
berisiko pada Tn.
untuk mengobati sakit
kepalanya. B
 Tn. B mengatakan jarang
memeriksa tekanan
darahnya
 Tn. B mengatakan
mempunyai penyakit
darah tinggi sejak sekitar
4 bulan yang lalu.
 Tn. B mengatakan
merokok dari mulai lulus
SD tetapi sekarang sudah
berhenti.
O:
 TTV
TD = 200/100 mmHg
N = 96 x/menit
RR = 20 x/menit
T = 36,4 °C
 Kolesterol = 266 mg/dl

2. Perumusan Diagnosis Keperawatan


No Diagnosa Keperawatan (Single diagnosis)
1. Nyeri akut pada Tn. B
2. Nyeri akut pada Ny. S
3. Perilaku kesehatan cenderung berisiko pada Tn. B

3. Penilaian Skoring & Diagnosis Keperawatan


1. Nyeri akut pada Tn. B
No . Kriteria Bobot Perhitungan Pembenaran
1. Sifat masalah : 1 3/3x1=1 Keluarga melihat masalah
Wellness (3) sebagai ancaman
Aktual (3) kesehatan dan jika tidak
Risiko (2) ditangani akan
Potensial (1) mengganggu kesehatan
keluarga Tn. B

2. Kemungkinan 2 2/2x2=2 Keluarga Tn. B ingin


diubah : penyakitnya bisa sembuh
Mudah (2)
Sebagian(1)
Tidak dapat(0)

3. Kemungkinan 1 3/3x1=1 Masalah kemungkinan


dicegah dapat dicegah, karena
Tinggi (3) keluarga Tn. B ingin
Cukup(2) penyakitnya bisa sembuh
Rendah(1)

4. Menonjolnya 1 2/2x1=1 Keluarga melihat masalah


masalah merupakan permasalahan
Segera (2) yang harus segera
Tidak perlu ditangani yang akan
segera (1) memperburuk kondisi
Tidak kesehatan keluarga Tn.
dirasakan (0) Bapa bila terlambat
ditangani
Total Skor 5

2. Nyeri akut pada Ny. S


No . Kriteria Bobot Perhitungan Pembenaran
1. Sifat masalah : 1 3/3x1=1 Keluarga melihat masalah
Wellness (3) sebagai ancaman
Aktual (3) kesehatan dan jika tidak
Risiko (2) ditangani akan
Potensial (1) mengganggu kesehatan
keluarga Tn. B

2. Kemungkinan 2 2/2x2=2 Keluarga Tn. B ingin


diubah : penyakit Ny. S bisa
Mudah (2) sembuh
Sebagian(1)
Tidak dapat(0)

3. Kemungkinan 1 3/3x1=1 Masalah kemungkinan


dicegah dapat dicegah, karena
Tinggi (3) keluarga Tn. B ingin
Cukup(2) penyakit Ny. S bisa
Rendah(1) sembuh

4. Menonjolnya 1 1/2x1=0,5 Keluarga melihat masalah


masalah merupakan permasalahan
Segera (2) yang harus segera
Tidak perlu ditangani yang akan
segera (1) memperburuk kondisi
Tidak kesehatan Ny. S apa bila
dirasakan (0) terlambat ditangani
Total Skor 4,5

3. Perilaku kesehatan cenderung berisiko pada Tn. B


No . Kriteria Bobot Perhitungan Pembenaran
1. Sifat masalah : 1 2/3x1=0,6 Keluarga melihat masalah
Wellness (3) tidak sebagai ancaman
Aktual (3) kesehatan dan jika tidak
Risiko (2) ditangani tidak akan
Potensial (1) mengganggu kesehatan
keluarga Tn. B

2. Kemungkinan 2 1/2x2=1 Kemungkinan dapat


diubah : diubah sebagian, karena
Mudah (2) Tn. B sebagian sudah
Sebagian(1) mengetahui efek dari
Tidak dapat(0) Pengobatan Hipertensi
yang salah

3. Kemungkinan 1 1/3x1=0,3 Masalah kemungkinan


dicegah dapat dicegah, karena
Tinggi (3) keluarga Tn. B
Cukup(2) mengetahui tidak baik
Rendah(1) mengkonsumsi obat di
warung, namun karena
Tn. B merasa nyaman
mengkonsumsi obat
tersebut dan nyeri nya
hilang.

4. Menonjolnya 1 1/2x1=0,5 Keluarga melihat masalah


masalah merupakan permasalahan
Segera (2) yang tidak dirasakan
Tidak perlu yang tidak akan
segera (1) memperburuk kondisi
Tidak kesehatan keluarga Ny. N
dirasakan (0)
Total Skor 2,4

4. Prioritas Diagnosis Keperawatan


Prioritas Diagnosis Keperawatan Skor
1. Nyeri akut pada Tn. B 5

2. Nyeri akut pada Ny. S 4,5

3. Perilaku kesehatan cenderung berisiko pada Tn. B 2,4


INTERVENSI KEPERAWATAN
Tanggal/ Diagnosa Tujuan Intervensi
Jam Keperawata
n
Selasa, Nyeri Akut Setelah dilakukan Label : Pain Managament
10 pada Tn. B tindakan keperawatan (1400)
Desemb selama 3 kali pertemuan, 1. Identifikasi nyeri secara
er 2019 nyeri dapat terkontrol komprehensif
dengan kriteria: 2. Observasi reaksi
Pain level Awal Tujuan nonverbal dari nyeri.
NOC 3. Ajarkan teknik relaksasi
Mampu 3 4 yaitu tarik nafas dalam
melaporkan untuk mengurangi nyeri
nyeri kepala
4. Evaluasi keefektifan dari
Menggoso 3 4 tindakan pengontrol nyeri
k area yang yang dipakai selama
sakit pengkajian nyeri
dilakukan.
Tanda- 2 3 5. Mengajarkan teknik non-
tanda vital farmakologis untuk
dalam mengatasi ketidaknyaman
batas karena gejala hipertensi
normal sesuai dengan jurnal
penelitian yaituMinum
sari air timun yang sudah
di kupas dan di saring
diminum 2-3 kali sehari.
Keterangan:
1.Parah
2.Berat
3.Sedang
4. Ringan
5. Tidak ada

INTERVENSI KEPERAWATAN
Tanggal/ Diagnosa Tujuan Intervensi
Jam Keperawata
n
Selasa, Nyeri Akut Setelah dilakukan Label : Pain Managament
10 pada Ny. S tindakan keperawatan (1400)
Desemb selama 3 kali pertemuan, 1. Identifikasi nyeri secara
er 2019 nyeri dapat terkontrol komprehensif
dengan kriteria: 2. Observasi reaksi
Pain level Awal Tujuan nonverbal dari nyeri.
NOC 3. Ajarkan teknik relaksasi
Mampu 3 4 yaitu tarik nafas dalam
melaporkan untuk mengurangi nyeri
nyeri kepala
4. Evaluasi keefektifan dari
Menggoso 3 4 tindakan pengontrol nyeri
k area yang yang dipakai selama
sakit pengkajian nyeri
dilakukan.
Tanda- 2 3 5. Mengajarkan teknik non-
tanda vital farmakologis untuk
dalam mengatasi ketidaknyaman
batas karena gejala hipertensi
normal sesuai dengan jurnal
penelitian yaitu Minum
sari air timun yang sudah
Keterangan: di kupas dan di saring
1.Parah diminum 2-3 kali sehari.
2.Berat Dan minum jus pepaya
3.Sedang sebanyak 200 gram pada
4. Ringan pagi hari.
5. Tidak ada

INTERVENSI KEPERAWATAN

Diagnosis
Tanggal/
Keperawat NOC NIC
Jam
an
Selasa, 10 Perilaku Setelah dilakukan tindakan keperawatan Pendidikan kesehatan (5510)
Desember kesehatan selama 1 kali pertemuan, perilaku 1. Tentukan pengetahuan
2010 cenderung kesehatan Tn. H tidak berisiko, dengan kesehatan dan gaya hidup
berisiko kriteria hasil: perilaku saat ini pada
09.00
Perilaku patuh: Aktifitas yang
WITA pada Tn. B keluarga
disarankan (1632)
(00188) 2. Bantu keluarga
1. Membahas aktifitas rekomendasi
memperjelas keyakinan dan
dengan profesional kesehatan dari
nilai-nilai kesehatan
skala 2 (jarang menunjukkan) ke
3. Rumuskan tujuan dalam
skala 3 (kadang-kadang
program pendidikan
menunjukkan)
kesehatan
2. Mengidentifikasi maanfaat yang
diharapkan dari aktifitas fisik 4. Tekankan manfaat
kesehatan dari skala 2 (jarang kesehatan positif yang
menunjukkan) ke skala 3 (kadang- langsung atau jangka
kadang menunjukkan) pendek dan jangka panjang
3. Mengidentifikasi hambatan untuk 5. Kembangkan materi
melaksanakan aktifitas fisik yang pendidikan tertulis yang
dibutuhkan kesehatan dari skala 2 tersedia dan sesuai dengan
(jarang menunjukkan) ke skala 3 audiens
(kadang-kadang menunjukkan)

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Hari /
NO. Tanggal / Implementasi Evaluasi (SOAP) Ttd
Jam
1. Rabu, 11 Pain Managament S:
Desember (1400)  Tn. B mengatakan merasa nyeri
2019 1. Mengidentifikasi nyeri kepala, bagian leher dan
secara komprehensif
09.00 punggung belakang terasa
2. Mengobservasi reaksi
WITA nonverbal dari nyeri. berat.
3. Mengajarkan teknik P : saat beraktivitas
relaksasi yaitu tarik Q : seperti kencang / berat
nafas dalam untuk R : leher dan punggung
mengurangi nyeri menjalar ke kepala
kepala S : 5 dari 1- 10
4. Mengevaluasi dari T : Hilang timbul
tindakan pengontrol O:
nyeri yang dipakai  Tn. B tampak memegang
selama pengkajian bagian leher dan menggerak-
nyeri dilakukan. gerakkan kepala
5. Mengajarkan teknik
non-farmakologis  Tn. B tampak melakukan
untuk mengatasi teknik relaksasi yaitu menerik Fatmawati
ketidaknyaman karena nafas dalam untuk mengurangi
gejala hipertensi sesuai nyeri
dengan jurnal  TTV
penelitian yaituMinum TD = 200/100 mmHg
sari air timun yang N = 90 x/menit
sudah di kupas dan di RR = 21 x/menit
saring diminum 2-3 T = 36,5 °C
kali sehari. Laboratorium (9/12/2019)
 Kolesterol = 266 mg/dl
 Asam urat = 3,7 mg/dl
 GDS = 128 mg/dl

A:
Masalah nyeri akut pada Tn. B
belum teratasi

P:
Lanjutkan intervensi

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Hari /
NO. Tanggal / Implementasi Evaluasi (SOAP) Ttd
Jam
2. Rabu, 11 Pain Managament S:
Desember (1400)  Ny. S mengatakan nyeri kepala
2019 1. Mengidentifikasi dan perut sudah mulai berkurang
nyeri secara
09.00 P: Gastritis dan Hipertensi
komprehensif
WITA 2. Mengobservasi reaksi Q: Nyeri perut terasa ditusuk-
nonverbal dari nyeri. tusuk dan kepala terasa berputar-
3. Mengajarkan teknik putar
relaksasi yaitu tarik R: Perut dan Kepala
nafas dalam untuk S: 4 dari 1-10
mengurangi nyeri
T: Hilang Timbul
kepala dan perut
4. Mengevaluasi  Ny. S mengatakan masih tidak
keefektifan dari biasa sarapan pagi.
tindakan pengontrol
nyeri yang dipakai O:
selama pengkajian  Ny. S tampak tidak sakit
nyeri dilakukan.
 Ny. S tampak tenang
5. Mengajarkan teknik
non-farmakologis  Ny. S tampak melakukan relaksasi Fatmawati
untuk mengatasi nafas dalam untuk mengurangi
ketidaknyaman nyeri
karena gejala  TTV
hipertensi sesuai TD = 140/90 mmHg
dengan jurnal
penelitian yaitu N = 94 x/menit
Minum sari air timun RR = 20 x/menit
yang sudah di kupas T = 36,5 °C
dan di saring Laboratorium (09/12/2019)
diminum 2-3 kali  Kolesterol = 212 mg/dl
sehari. Dan minum
 Asam urat = 6,3 mg/dl
jus pepaya sebanyak
200 gram pada siang  GDS = 155 mg/dl
hari..  Abdomen: saat di palpasi terdapat
nyeri tekan pada kuadran kiri atas.

A:
Masalah nyeri akut pada Ny. S
belum teratasi

P:
Pertahankan intervensi

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Hari /
NO. Tanggal / Implementasi Evaluasi (SOAP) Ttd
Jam
3. Rabu, 11 Pendidikan kesehatan S :
Desember (5510)  Tn. B mengatakan sudah tidak
2019 1. Menentukan minum obat paramex untuk
10.00 pengetahuan
mengobati sakit kepalanya.
WITA kesehatan dan gaya
hidup perilaku saat ini  Tn. B mengatakan akan
memeriksa tekanan darah dan
pada keluarga kesehatannya kepuskesmas
2. Membantu keluarga O:
memperjelas  TTV Fatmawati
keyakinan dan nilai-
TD = 200/100 mmHg
nilai kesehatan
N = 90 x/menit
3. Merumuskan tujuan
RR = 21 x/menit
dalam program
T = 36,5 °C
pendidikan kesehatan
Laboratorium (9/12/2019)
4. Menekankan manfaat
kesehatan positif yang  Kolesterol = 266 mg/dl
langsung atau jangka  Asam urat = 3,7 mg/dl
pendek dan jangka GDS = 128 mg/dl
panjang Memberikan penyuluhan
5. Mengembangkan tentang pencegahan dan
materi pendidikan penatalaksanaan Hipertensi
tertulis yang tersedia pada Tn. B
dan sesuai dengan Tn. B tampak antusias
audiens
mendengarkan pencegahan dan
penatalaksanaan Hipertensi
Tn. B mampu menyebutkan
pegertian Hipertensi dan faktor
penyebabnya, sehingga
pengetahuan Tn. B mengenai
faktor penyebab meningkat
dari skala 2 (jarang
menunjukkan) ke skala 3
(kadang-kadang menunjukkan)
Tn. B mampu menyebutkan
tanda dan gejala dari penyakit
Hipertensi, sehingga
pengetahuan Tn. B mengenai
tanda dan gejala awal penyakit
meningkat dari skala 2 (jarang
menunjukkan) ke skala 3
(kadang-kadang menunjukkan)
Tn. B mampu menyebutkan
penatalaksanaan hipertensi
sehingga pengetahuan Tn. B
mengenai penatalaksanaan
hipertensi meningkat dari skala
skala 2 (jarang menunjukkan)
ke skala 3 (kadang-kadang
menunjukkan)
Tn. B mampu menyebutkan
pengobatan tradisional untuk
hipertensi, sehingga
pengetahuan Tn. B mengenai
pengobatan tradisional untuk
hipertensi skala 2 (jarang
menunjukkan) ke skala 3
(kadang-kadang menunjukkan)

A : Masalah perilaku kesehatan


cenderung berisiko pada Tn. B
teratasi

P : pertahankan Intervensi.

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Hari /
NO. Tanggal / Implementasi Evaluasi (SOAP) Ttd
Jam
1. Kamis, 12 Pain Managament S:
Desember (1400)  Tn. B mengatakan merasa
2019 1. Mengidentifikasi nyeri nyeri kepala, bagian leher dan
16.00 secara komprehensif punggung belakang terasa
WITA 2. Mengobservasi reaksi berat.
nonverbal dari nyeri.
P : saat beraktivitas
3. Mengajarkan teknik
Q : seperti kencang / berat
relaksasi yaitu tarik
R : leher dan punggung
nafas dalam untuk
menjalar ke kepala
mengurangi nyeri
S : 4 dari 1- 10
kepala
T : Hilang timbul
4. Mengevaluasi dari
O:
tindakan pengontrol
 Tn. B tampak memegang
nyeri yang dipakai
selama pengkajian bagian leher dan menggerak-
nyeri dilakukan. gerakkan kepala
5. Mengajarkan teknik  Tn. B tampak melakukan
non-farmakologis teknik relaksasi yaitu menarik
untuk mengatasi nafas dalam untuk mengurangi Fatmawati
ketidaknyaman karena
nyeri
gejala hipertensi sesuai
dengan jurnal  TTV
penelitian yaitu TD = 200/100 mmHg
Minum sari air timun N = 92 x/menit
yang sudah di kupas RR = 20 x/menit
dan di saring diminum T = 36,5 °C
2-3 kali sehari.
A:
Masalah nyeri akut pada Tn. B
belum teratasi

P:
Lanjutkan intervensi

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Hari /
NO. Tanggal / Implementasi Evaluasi (SOAP) Ttd
Jam
2. Kamis, 12 Pain Managament S:
Desember (1400)  Ny. S mengatakan nyeri kepala
2019 1. Mengidentifikasi dan perut sudah mulai berkurang
16.00 nyeri secara P: Gastritis dan Hipertensi
komprehensif
WITA Q: Nyeri perut terasa ditusuk-
2. Mengobservasi reaksi
nonverbal dari nyeri. tusuk dan kepala terasa berputar-
3. Mengajarkan teknik putar
relaksasi yaitu tarik R: Perut dan Kepala
nafas dalam untuk S: 3 dari 1-10
mengurangi nyeri T: Hilang Timbul
kepala dan perut
 Ny. S mengatakan masih tidak
4. Mengevaluasi
keefektifan dari biasa sarapan pagi.
tindakan pengontrol
nyeri yang dipakai O:
selama pengkajian  Ny. S tampak tidak sakit
nyeri dilakukan.  Ny. S tampak tenang
5. Mengajarkan teknik
non-farmakologis  Ny. S tampak melakukan relaksasi Fatmawati
untuk mengatasi nafas dalam untuk mengurangi
ketidaknyaman nyeri
karena gejala  TTV
hipertensi sesuai TD = 140/90 mmHg
dengan jurnal N = 94 x/menit
penelitian yaitu
RR = 20 x/menit
Minum sari air timun
yang sudah di kupas T = 36,5 °C
dan di saring Laboratorium (09/12/2019)
diminum 2-3 kali  Kolesterol = 212 mg/dl
sehari. Dan minum  Asam urat = 6,3 mg/dl
jus pepaya sebanyak
 GDS = 155 mg/dl
200 gram pada siang
hari..  Abdomen: saat di palpasi terdapat
nyeri tekan pada kuadran kiri atas.

A:
Masalah nyeri akut pada Ny. S
belum teratasi

P:
Pertahankan intervensi

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
NO. Hari / Implementasi Evaluasi (SOAP) Ttd
Tanggal /
Jam
1. Jum’at, 13 Pain Managament S:
Desember (1400)  Tn. B mengatakan merasa
2019 1. Mengidentifikasi nyeri nyeri kepala, bagian leher dan
secara komprehensif
14.00 punggung belakang terasa
2. Mengobservasi reaksi
WITA nonverbal dari nyeri. berat.
3. Mengajarkan teknik P : saat beraktivitas
relaksasi yaitu tarik Q : seperti kencang / berat
nafas dalam untuk R : leher dan punggung
mengurangi nyeri menjalar ke kepala
kepala S : 3 dari 1- 10
4. Mengevaluasi dari T : Hilang timbul
tindakan pengontrol O:
nyeri yang dipakai  Tn. B tampak memegang
selama pengkajian bagian leher dan menggerak-
nyeri dilakukan. gerakkan kepala
5. Mengajarkan teknik  Tn. B tampak melakukan
non-farmakologis
teknik relaksasi yaitu menerik
untuk mengatasi
ketidaknyaman karena nafas dalam untuk mengurangi Fatmawati
gejala hipertensi sesuai nyeri
dengan jurnal  TTV
penelitian yaituMinum TD = 190/100 mmHg
sari air timun yang N = 88 x/menit
sudah di kupas dan di RR = 22 x/menit
saring diminum 2-3 T = 36,5 °C
kali sehari. Laboratorium (9/12/2019)
 Kolesterol = 266 mg/dl
 Asam urat = 3,7 mg/dl
 GDS = 128 mg/dl

A:
Masalah nyeri akut pada Tn. B
belum teratasi

P:
Lanjutkan intervensi

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Hari /
NO. Tanggal / Implementasi Evaluasi (SOAP) Ttd
Jam
2. Jum’at 13 Pain Managament S:
Desember (1400)  Ny. S mengatakan nyeri kepala
2019 1. Mengidentifikasi dan perut sudah mulai berkurang
nyeri secara
14.00 P: Gastritis dan Hipertensi
komprehensif
WITA 2. Mengobservasi reaksi Q: Nyeri perut terasa ditusuk-
nonverbal dari nyeri. tusuk dan kepala terasa berputar-
3. Mengajarkan teknik putar
relaksasi yaitu tarik R: Perut dan Kepala
nafas dalam untuk S: 3 dari 1-10
mengurangi nyeri T: Hilang Timbul
kepala dan perut
4. Mengevaluasi  Ny. S mengatakan masih tidak
keefektifan dari biasa sarapan pagi.
tindakan pengontrol
nyeri yang dipakai O:
selama pengkajian  Ny. S tampak tidak sakit
nyeri dilakukan.
 Ny. S tampak tenang
5. Mengajarkan teknik
non-farmakologis  Ny. S tampak melakukan relaksasi Fatmawati
untuk mengatasi nafas dalam untuk mengurangi
ketidaknyaman nyeri
karena gejala  TTV
hipertensi sesuai TD = 140/90 mmHg
dengan jurnal
N = 90 x/menit
penelitian yaitu
Minum sari air timun RR = 20 x/menit
yang sudah di kupas T = 36,7 °C
dan di saring Laboratorium (09/12/2019)
diminum 2-3 kali  Kolesterol = 212 mg/dl
sehari. Dan minum
 Asam urat = 6,3 mg/dl
jus pepaya sebanyak
200 gram pada siang  GDS = 155 mg/dl
hari..  Abdomen: saat di palpasi terdapat
nyeri tekan pada kuadran kiri atas.

A:
Masalah nyeri akut pada Ny. S
belum teratasi

P:
Pertahankan intervensi
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Hari /
NO. Tanggal / Implementasi Evaluasi (SOAP) Ttd
Jam
1. Sabtu, 14 Pain Managament S:
Desember (1400)  Tn. B mengatakan merasa
2019 1. Mengidentifikasi nyeri nyeri kepala, bagian leher dan
secara komprehensif
09.00 punggung belakang terasa
2. Mengobservasi reaksi
WITA nonverbal dari nyeri. berat.
3. Mengajarkan teknik P : saat beraktivitas
relaksasi yaitu tarik Q : seperti kencang / berat
nafas dalam untuk R : leher dan punggung
mengurangi nyeri menjalar ke kepala
kepala S : 5 dari 1- 10
4. Mengevaluasi dari T : Hilang timbul
tindakan pengontrol O:
nyeri yang dipakai  Tn. B tampak memegang
selama pengkajian bagian leher dan menggerak-
nyeri dilakukan. gerakkan kepala
5. Mengajarkan teknik  Tn. B tampak melakukan
non-farmakologis
teknik relaksasi yaitu menerik
untuk mengatasi
ketidaknyaman karena nafas dalam untuk mengurangi Fatmawati
gejala hipertensi sesuai nyeri
dengan jurnal  TTV
penelitian yaituMinum TD = 200/100 mmHg
sari air timun yang N = 90 x/menit
sudah di kupas dan di RR = 21 x/menit
saring diminum 2-3 T = 36,5 °C
kali sehari. Laboratorium (9/12/2019)
 Kolesterol = 266 mg/dl
 Asam urat = 3,7 mg/dl
 GDS = 128 mg/dl

A:
Masalah nyeri akut pada Tn. B
belum teratasi

P:
Lanjutkan intervensi
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Hari /
NO. Tanggal / Implementasi Evaluasi (SOAP) Ttd
Jam
2. Sabtu, 14 Pain Managament S:
Desember (1400)  Ny. S mengatakan nyeri kepala
2019 1. Mengidentifikasi dan perut sudah mulai berkurang
nyeri secara
09.00 P: Gastritis dan Hipertensi
komprehensif
WITA 2. Mengobservasi reaksi Q: Nyeri perut terasa ditusuk-
nonverbal dari nyeri. tusuk dan kepala terasa berputar-
3. Mengajarkan teknik putar
relaksasi yaitu tarik R: Perut dan Kepala
nafas dalam untuk S: 4 dari 1-10
mengurangi nyeri T: Hilang Timbul
kepala dan perut
4. Mengevaluasi  Ny. S mengatakan masih tidak
keefektifan dari biasa sarapan pagi.
tindakan pengontrol
nyeri yang dipakai O:
selama pengkajian  Ny. S tampak tidak sakit
nyeri dilakukan.
 Ny. S tampak tenang
5. Mengajarkan teknik
non-farmakologis  Ny. S tampak melakukan relaksasi Fatmawati
untuk mengatasi nafas dalam untuk mengurangi
ketidaknyaman nyeri
karena gejala  TTV
hipertensi sesuai TD = 140/90 mmHg
dengan jurnal
N = 94 x/menit
penelitian yaitu
Minum sari air timun RR = 20 x/menit
yang sudah di kupas T = 36,5 °C
dan di saring Laboratorium (09/12/2019)
diminum 2-3 kali  Kolesterol = 212 mg/dl
sehari. Dan minum
 Asam urat = 6,3 mg/dl
jus pepaya sebanyak
200 gram pada siang  GDS = 155 mg/dl
hari..  Abdomen: saat di palpasi terdapat
nyeri tekan pada kuadran kiri atas.

A:
Masalah nyeri akut pada Ny. S
belum teratasi

P:
Pertahankan intervensi

DAFTAR PUSTAKA

Herdman, T.H. & Kamitsuru, S. (Eds.). 2014. NANDA International Nursing


Diagnoses: Definitions & Classification, 2015–2017. Oxford: Wiley
Blackwell.

Nurjannah, Intisari. 2015. Nursing Interventions Classification (NIC) Pengukuran


Intervensi Kesehatan Edisi Keenam Edisi Bahasa Indonesia. Indonesia:
Elsevier.

Nurjannah, Intisari. 2015. Nursing Outcomes Classification (NOC) Pengukuran


Outcomes Kesehatan Edisi Kelima Edisi Bahasa Indonesia. Indonesia:
Elsevier.
LAMPIRAN

DOKUMENTASI
Mahasiswa Ners ULM (Fatmawati, S.Kep) melakukan implementasi
mengajarkan pembuatan air sari timun untuk mengurangi tekanan darah
tinggi pada keluarga Tn. B pada tanggal 11 Desember 2019 jam 14.00 di
rumah Tn. B di Gang Hidayah Landasan Ulin Tengah
Mahasiswa Ners ULM (Fatmawati, S.Kep) melakukan Pengkajian pada
keluarga Tn. B pada tanggal 9 Desember 2019 jam 16.00 di rumah Tn. B
di Gang Hidayah Landasan Ulin Tengah