Anda di halaman 1dari 5

INTEGRATED CLINICAL PATHWAY

SMF ILMU KESEHATAN ANAK


KEJANG DEMAM KOMPLEKS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1/4
RSUD Ende
Jl.Prof.W.z.Yohanes

…………………………………………………………………….. Berat
Nama pasien
Badan ......................... kg
…………………………………………………………………….. Tinggi
Jenis kelamin
Badan ........................ cm
…………………………………….. Tgl masuk…………….. Jam……………………………
Tanggal lahir
….
Kejang Demam Kompleks Tgl keluar……………... Jam……………………………
Diagnosis MRS

Kejang Demam Kompleks Kode ICD 10 R56.01 Lama
Penyakit Utama
rawat.......................... hari
…………………………………….. Kode ICD ……………… Rencana rawat 5 hari
Penyakit penyerta …………………………………….. Kode ICD ………………
…………………………………….. Kode ICD ………………
…………………………………….. Kode ICD ……………... Ruang rawat……………
Komplikasi …………………………………….. Kode ICD ……………... Kelas……………………
…………………………………….. Kode ICD ………………
Pungsi lumbal* Kode ICD 9 E 870.5 Rujukan: ya / tidak
Tindakan …………………………………….. …………………………..
…………………………………….. …………………………..
Dietary Counseling and Surveillance Kode ICD ……………...

Hari Penyakit

Kegiatan Uraian Kegiatan Keterangan


Hari Rawat
1 2 3 4 5
1. Asesmen Awal
a. Asesmen medis Anamnesis dan pemeriksaan fisik []

b. Asesmen Kondisi umum, tingkat kesadaran, tanda – []


keperawatan tanda vital, riwayat alergi, skrining gizi,
nyeri, status fungsional, risiko jatuh,
integritas kulit kebutuhan edukasi dan
budaya.
2. Laboratorium Darah rutin / darah lengkap [] bila ada indikasi
Gula darah [] bila ada indikasi
Elektrolit serum [] bila ada indikasi
Analisis cairan serebrospinal* [] bila ada indikasi:
a. Terdapat tanda dan gejala
rangsang meningeal
b. Terdapat kecurigaan infeksi
SSP berdasarkan
anamnesis dan
pemeriksaan klinis.
c. Dipertimbangkan pada
anak dengan kejang
disertai demam yang
sebelumnya telah
mendapat antibiotik
sehingga mengaburkan
tanda dan gejala meningitis.
INTEGRATED CLINICAL
PATHWAY SMF ILMU
KESEHATAN ANAK KEJANG
DEMAM KOMPLEKS
No. No. Revisi Halaman
Dokumen 00 1/4
RSUD ENDE
Jl.Prof.W.Z.Yohanes
2/4

3. Radiologi / Elektroensefalografi (EEG) bila kejang [] bila tidak memungkinkan,


imaging / lain- fokal* dapat dilakukan saat pasien
lain telah rawat jalan
4. Konsultasi Tidak ada

5. Asesmen lanjutan
a. Asesmen medis Anamnesis [] [] [] [] []

b. Asesmen Kondisi umum, tingkat kesadaran, tanda – [] [] [] [] []


keperawatan tanda vital, riwayat alergi, skrining gizi,
nyeri, status fungsional, risiko jatuh,
integritas kulit, kebutuhan edukasi dan
budaya
c. Asesmen gizi Melakukan pengkajian antropometri, []
gangguan gastrointestinal, biokimia, dan
asupan makanan
6. Diagnosis
a. Diagnosis medis Kejang Demam Kompleks [] [] [] [] []
b. Diagnosis Hipertermia (D.0130) [] [] []
keperawatan Risiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak [] [] []
(00201) [] [] []
Risiko cedera (00035) [] [] []
Risiko aspirasi (00039) [] [] []

c. Diagnosis gizi Gizi buruk [] Pilih salah satu


Gizi kurang []
Gizi baik []
Gizi lebih []
Obesitas []

7. Discharge planning & Edukasi terintegrasi


a. Edukasi/ a) Penjelasan diagnosis []
informasi medis
(sesuai kasus) b) Rencana terapi [] []

c) Informed consent [] []

b. Edukasi dan Pemberian diet selama perawatan []


konseling gizi
(sesuai kasus)
INTEGRATED CLINICAL
PATHWAY SMF ILMU
KESEHATAN ANAK KEJANG
DEMAM KOMPLEKS
No. No. Revisi Halaman
RSUD ENDE
Dokumen 00 1/4
Jl.prof.W.z.Yohanes
c. Edukasi a. Memberikan informasi tentang []
keperawatan efek samping dari obat anti
(sesuai kasus) kejang
[]
b. Pencegahan kejang berulang
c. Penanganan kejang di rumah []
sebelum dibawa ke rumah sakit

8. Terapi
a. Obat oral a. Diazepam 0,3 mg/kg/kali tiap 8 jam (bila [] [] []
demam)
b. Asam valproate 15-40 mg/kg/hari [] [] [] [] []
(sampai 1 tahun bebas kejang)
c. Paracetamol 10-15 mg/kg/kali tiap 4-6 [] [] []
jam

b. Cairan infus D5 ¼ NS atau D5 ½ NS [] [] []

c. Injeksi Tatalaksana kejang akut / status epileptikus [] [] [] sesuai algoritma (lampiran)

9. Tata Laksana/ Intervensi (sesuai kasus)


a. TLI Medis Tatalaksana demam [] [] []
Tatalaksana kejang akut [] [] []
Tatalaksana kejang intermiten [] [] []
Tatalaksana kejang kontinyu [] [] [] [] []

b. TLI Perawatan demam (3740) [] [] []


Keperawatan Pengaturan suhu (3900) [] [] [] [] []
Monitor tekanan intrakranial (TIK) [] [] [] [] []
Manajemen kejang (2680) [] [] [] [] []
Pencegahan kejang (2690) [] [] [] [] []
Pemberian obat intravena (2314) [] [] [] [] []
Pemberian obat oral (2304) [] [] [] [] []
Pencegahan aspirasi (3200) [] [] [] [] []
INTEGRATED CLINICAL
PATHWAY SMF ILMU
KESEHATAN ANAK KEJANG
DEMAM KOMPLEKS

RSUD ENDE No. No. Revisi Halaman


Jl.Prof.w.z.Yohanes Dokumen 00 1/4

c. TLI Gizi Pemberian kalori dan protein sesuai [] [] [] [] []


Recommended Dietary Allowance (RDA)

10. Mobilisasi / Rehabilitasi (sesuai kasus)


a. Medis Tidak ada
b. Keperawatan Dibantu sebagian/mandiri [] [] [] []

c. Fisioterapi Tidak ada


11. Outcome/ hasil
a. Medis Kejang teratasi []

b. Keperawatan Termoregulasi (0800) [] [] [] [] []


Tanda – tanda vital (0802) [] [] [] [] []
Perfusi jaringan serebral (0406) [] [] [] [] []
Keparahan cedera fisik (1913) [] [] [] [] []
Pencegahan aspirasi (1918) [] [] [] [] []

c. Gizi Asupan makanan > 80% [ ] [ ] [ ]

4/4
Variasi pelayanan yang Tanggal/jam Alasan Nama DPJP dan Tanda
diberikan tangan

ENDE, ………………………

Dokter Penanggung Jawab Pelayanan, Perawat Penanggung Jawab, Pelaksana Verifikasi,

(……………………………………………..) (……………………………………………) (……………………..……………………)


INTEGRATED CLINICAL
PATHWAY SMF ILMU
KESEHATAN ANAK
KEJANG DEMAM
KOMPLEKS
No. No. Revisi Halaman
RSUD ENDE Dokum 00 1/4
Jl.prof.W.Z.Yohanes en

PETUNJUK PENGISIAN

Petunjuk Umum:
1. Form Clinical Pathway (CP) dimasukkan ke dalam rekam medis pada saat pasien MRS
2. Form CP diisi oleh DPJP dan PPA lain, dengan mencontreng di kotak yang sesuai (tanda “[ ]”, contoh [ √ ]
3. Jika pelayanan yang diberikan diluar kriteria CP, penjelasan ditulis dalam kolom variasi.
4. Form CP diisi setiap hari setelah melakukan visite dan mengisi rekam medis
5. Pasien yang telah selesai menjalani perawatan, form CP dikeluarkan dari rekam medis dan disimpan oleh
kepala ruangan.

Petunjuk Khusus: (ditentukan oleh DPJP terkait)


1. Terkait kriteria inklusi dan eksklusi