Anda di halaman 1dari 32

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

PADA KELUARGA AN. R DENGAN AUTISME


DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MARTAPURA 2

TANGGAL 27 JANUARI -

OLEH:
IRMAWATI, S. Kep
NIM. 1830913320049

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN


UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2019
LEMBAR PENGESAHAN
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
PADA KELUARGA AN. R DENGAN AUTISME
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MARTAPURA 2

TANGGAL 27 JANUARI -

OLEH:
IRMAWATI, S. Kep
NIM. 1830913320049

Banjarbaru, Februari 2020


Mengetahui,

Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan

Kurnia Rachmawati, S. Kep., Ns. MNSc Dwi Nur Azizah, S. Kep, Ners
NIK. 1990 2014 1 139
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
PADA KELUARGA AN. R DENGAN AUTISME

A. PENGKAJIAN
Pengkajian dilakukan hari Jum’at, 29 November 2019 pukul 15.00 WITA
1. Data Umum
a. Kepala Keluarga (KK) : Tn. S
b. Alamat :Jl.Mufakat RT.001 Kec.Martapura Kab.Banjar
c. Nomor Telepon : 08312576XXX
d. Pekerjaan KK : Buruh (Kusen)
e. Pendidikan KK : SMP
f. Komposisi Keluarga:
Status Imunisasi
Hubungan Umur Hepa Cam Ket
No Nama Sex Pendidikan Polio BCG DPT
dengan KK (tahun) titis pak
1 2 3 4 1 2 3 1 2 3
1. Tn. S L KK 30 Th SMP Lupa
2. Ny. S P Istri 25 Th SD Lupa
Leng
3. An. R L Anak 6 Th TK SLB √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
kap
Genogram
Ibu (Ny.S) Ayah (Tn. S)

Tn. N Tn. N
S y. M y.
K M

N Tn.
y. S
S

An.
R

Keterangan:
= Laki-laki
= Perempuan = Laki-laki Meninggal
= Hubungan Pernikahan = Perempuan Meninggal
= Keturunan = Tinggal Serumah
= Klien
Penjelasan :
An. R (Laki-Laki/ 6 Tahun) anak tunggal dari ibu Ny. S (perempuan/19
tahun) dengan Tn. S (laki-laki309 tahun). An. R tinggal serumah dengan ayah
dan ibunya.
2. Tipe Keluarga : Nuclear family (keluarga inti)
Yaitu keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak kandung.
3. Suku Bangsa : Jawa
Keluarga Tn. S merupakan asli dari suku Banjar. Keluarga Tn. S sudah
lama tinggal di Martapura. Bahasa sehari-hari yang digunakan adalah
bahasa banjar.
4. Agama : Islam
Keluarga Tn. S merupakan muslim dan muslimah (beraga Islam) dari
keturunan di atas mereka. Sehingga agama Islam pada keluarga Tn. S
merupakan agama asli sejak lahir. Pada keluarga Tn. S tidak ada muallaf
(dari agama lain) ataupun beragama lain.
5. Status Sosial Ekonomi : Penghasilan Tn. S per hari sebagai buruh
bangunan/kusen sekitar Rp 100.000,- per hari. Penghasilan Tn. S
digunakan untuk keperluan makan dan kebutuhan sehari-hari keluarga.
Pendapatan dan pengeluaran hampir imbang, namun masih bisa
menabung sedikit.
6. Aktivitas Rekreasi Keluarga
Jika ada waktu liburan hanya digunakan untuk berkumpul bersama
keluarga dan nonton tv.
7. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga
Tahap V, Keluarga dengan anak remaja (anak tertua umur 13-20 tahun)
Keluarga Tn. S memasuki tahap perkembangan keluarga dengan anak
remaja dimulai ketika anak tertua umur 13-20 tahun dan berakhir pada
keluarga melepas anak usia dewasa muda (mencakup anak pertama
sampai anak terakhir yang meninggalkan rumah)
Tugas perkembangannya adalah menyeimbangkan kebebasan dengan
tanggung jawab ketika remaja menjadi dewasa dan mandiri,
memfokuskan kembali hubungan perkawinan, berkomunikasi secara
terbuka antara orang tua dan anak-anak, memberikan perhatian,
memberikan kebebasan dalam batasan tanggung jawab, mempertahankan
komunikasi terbuka dua arah.
8. Tugas Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi
Perkembangan keluarga sudah terpenuhi.

9. Riwayat Kesehatan Keluarga Inti


Anggota Riwayat Kesehatan Dahulu Riwayat Kesehatan Saat Ini Ket.
Keluarga
Tn. S S: S:
 Tn. S mengatakan tidak  Tn. S mengatakan
pernah mengalami sakit sekarang tidak ada
yang berat, hanya kadang keluhan.
merasakan pusing biasa O : -
saja, batuk, dan demam

O:-

Ny. S S: S:
 Ny. S mengatakan tidak  Ny. S mengatakan
pernah mengalami sakit sekarang tidak ada
yang berat, hanya kadang keluhan
merasakan pusing biasa
saja, batuk, pilek. O:-
 Ny. S mengatakan waktu
mengetahui anaknya ada
kelainan dalam
perkembangan pernah
mengalami stres, karena
bingung dalam mengasuh
anaknya.
O:-
An. R S: S:
 Ny. S mengatakan An. R  Ny. S mengatakan An. A
perkembangnya lambat. usia 3 tahun belum bisa
 Ny. S mengatakan An. R bicara.
belum bisa berbicara  Ny. S mengatakan
dengan jelas, dan kadang anaknya belum bisa
sibuk sendiri. Acuh tak mengucapkan kata
acuh. mama, abah.
 Ny. S mengatakan  Ny. S mengatakan
anaknya An. A lahir anaknya sudah
spontan dengan berat didaftarkan untuk
lahur 3.100 gram, panjang pemeriksaan tes
badan 46 cm ditolong oleh pendengaran (BERA) 1
bidan, sewaktu hamil An. tahun yang lalu dan
R tidak ada keluhan yang sudah beberapa kali ikut
berat. terapi.
 Ny. S mengatakan An. R
O: suka berteman namun
 Dari data KMS An. A belum bisa berbicara
lahir spontan dengan berat dengan teman-teman,
lahur 2.700 gram, panjang tapi kalau dengan teman
badan 46 cm ditolong oleh perempuan anak R bisa
bidan. diarahkan, kalau dengan
teman laki-laki anak R
cenderung acuh dan tidak
terkendali.
 Ny.S mengatakan bahwa
An.R disekolahkan di
SLB, dan saat disekolah
An.R bisa di arahkan,
kalau dirumah An.R
tidak bisa di arahkan,
hiperaktif.
O:
 An. R tampak belum
bisa berbicara
 An. R tidak menoleh
saat dipanggil
namanya.
 Pengukuran BB : 17 kg
TB :
 An.R terlihat tidak bisa
diam, hiperaktif.

10. Riwayat Kesehatan Keluarga Sebelumnya


Orang tua Tn. S dan Ny. S tidak ada riwayat penyakit DM atau penyakit
kronis lainnya. Ny. S mengatakan bahwa dalam keluarganya ada yang
mengalami sakit seperti anaknya, yaitu adik Ny.S dan Paman Tn.S.
Tabel riwayat penyakit anggota keluarga Tn. H berdasarkan
genogram
NO. NAMA USIA JENIS RIWAYAT KETERANGAN
KELAMIN PENYAKIT
1. Tn. Z - L Tidak ada Hidup
2. Ny. Z - P Tidak ada Hidup
3. Tn. Y - L Tidak ada Meninggal
4. Ny. Y - P Tidak ada Hidup
5. Tn. S 30 Th L Tidak ada Hidup
6. Ny. S 19 Th P Tidak ada Hidup
7. An. R 6 Th L Gangguan Hidup
Perkembangan

11. Data Lingkungan


a. Karakteristik rumah : Rumah kayu, non permanen
Rumah yang ditinggali oleh keluarga Tn. S adalah rumah dengan status b
milik sendiri. Rumah keluarga Tn. S memiliki 2 kamar. Terdapat satu
ruang tamu dan ruang keluarga menyatu, terdapat ruang dapur dan kamar
mandi/toilet. Toilet di rumah Tn. S menggunakan model jongkok.
Pencahayaan rumah Tn. S terang pada siang hari. Hal ini karena rumah
Tn. S di depan terdapat 1 pintu utama untuk akses ke luar masuk yang di
sampingnya terdapat kaca besar pada dinding. Selain itu terdapat 2 buah
jendela, 1 di samping kanan dan 1 di samping kiri. Untuk malam hari
menggunakan pencahayaan dari lampu listrik (PLN).
Sirkulasi udara sangat baik, karena pada siang hari semua jendela di
buka. Walaupun pintu tertutup, udara sangat baik bersirkulasi melaui
jendela. Pada siang hari keluarga Tn. S juga menggunakan kipas angin,
karena cuaca yang panas. Ada anggota keluarga di rumah Tn. S yang
merokok yaitu Tn.S
Sarana air bersih didapatkan keluarga dari sumur bor untuk keperluan
seperti mandi dan memasak. Air minum juga dari air sumur yang direbus.
Untuk makanan, keluarga menyimpan persediaan makanan di dalam
lemari makanan.
Rumah keluarga Tn. S tidak bising, walaupun terdapat TV di rumahnya,
volume suaranya tidak terlalu keras apabila dinyalakan. Lingkungan
sekitar pun juga tidak bising.
Lingkungan luar rumah tampak bersih, tidak ada sampah berserakan. Di
dalam rumah juga tampak bersih dan rapi. Tidak banyak perabotan di
dalam rumah Tn. S. Sampah oleh keluarga Tn. S. Sebagian dibakar,
apabila bisa dibakar dan sebagian lagi dibuang ke tempat pembuangan
sampah.

Denah Rumah
Jalan
3 meter

Ruang
Keluarga/TV Ruang
Tamu

Tempat Tidur 4 meter


Dapur
Kamar
mandi/
WC

b. Karakteristik tetangga dan komunitas


Karakteristik tetangga dan komunitas dari keluarga Tn. S adalah suku
banjar dan jawa.
c. Mobilitas geografis keluarga
Keluarga Tn. S tidak pernah berpindah-pindah tempat tinggal, sejak
menikah. Tn.S tinggal dirumahnya sekarang sejak menikah yaitu di desa
Tambak Baru Ilir.
d. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Keluarga Tn. S sering berinteraksi dengan tetangga sekitar yang
sebagian besar merupakan keluarganya sendiri. Ny. S setiap bulan
membawa An. R ke posyandu.
e. Sistem pendukung keluarga
Keluarga Tn. S bukan anggota dari JKN (BPJS) pemerintah.

12. Eco Map (diagram hubungan keluarga dengan sosial kapital lain
pada komunitas)

Loket Masjid
pembayaran
listtrik dan
air

Puskesmas

Tempat kerja
Posyandu

Teman

Pasar

Tetangga

Kantor lurah

Rumah sakit
SD/SLB

Information :
= Strong Relationship

= Good Relationship

= Connection and visiting

= Visiting or go to the place


13. Struktur Keluarga
a. Struktur peran
Peran Tn. S sebagai kepala rumah tangga. Mencari nafkah bagi istrinya.
Melindungi keluarganya. Sebagai anggota dan kelompok sosialnya serta
sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.
Peran Ny. S sebagai ibu rumah tangga, mengasuh anaknya yang masih
usia batita dan juga sebagai salah satu kelompok dalam peranan sosialnya
serta sebagai anggota masyarakat dan lingkungannya.
An. R merupakan anak laki-laki yang berusia 6 tahun namun ada
keterlambatan dalam berbicara dan hiperaktif, kadang emosinya labil,
tapi An.R bersekolah d SLB.
b. Nilai atau norma keluarga
Nilai atau norma keluarga yang dianut oleh keluarga Tn. S mengacu pada
agama Islam dan adat istiadat yang berlaku di masyarakat.
c. Pola komunikasi keluarga
Keluarga Tn. S berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Banjar dan
saling terbuka antar anggota keluarga saat di rumah ataupun saat
berkomunisasi melalui telpon. Apabila ada masalah keluarga berusaha
memecahkan masalahnya bersama-sama. Namun komunikasi kepada
anaknya An. R belum berjalan dengan baik karena An. R belum bisa
bicara.
d. Struktur kekuatan keluarga
Tn. S sebagai kepala keluarga yang mengambil keputusan yang
sebelumnya sudah dimusyawarahkan dengan anggota keluarganya.

14. Fungsi Keluarga


Asah: keluarga Tn. S memenuhi kebutuhan pendidikan sesuai
kemampuan An.R.
Asih: keluarga saling memberikan kasih sayang dengan saling berkumpul
dan bercanda saat bersama, adanya rasa aman dan kehangatan sesama
anggota keluarga.
Asuh: pemeliharaan dan perawatan anak dilakukan keluarga Tn. S dengan
cukup baik agar kesehatan selalu terpelihara. Keluarga Tn. S apabila sakit
selalu berobat ke Puskesmas.

15. Fungsi Ekonomi


Penghasilan Tn. A per hari sebagai buruh bangunan sekitar Rp 100.000,-
per hari. Penghasilan Tn. S digunakan untuk keperluan makan dan
kebutuhan sehari-hari keluarga.

16. Fungsi Mendapatkan Status Ekonomi


Tn. S sebagai buruh bangunan/kusen. Ny. S Sebagai ibu rumah tangga. Tn.
S merupakan satu-satunya tulang punggung keluarga.

17. Fungsi Pendidikan


Tn. S bisa menyekolahkan anaknya di sekolah SLB, karena anaknya ada
keterlambatan dalam berbicara dan berkomunikasi.

18. Fungsi Sosialisasi


Keluarga Tn. S sering berinteraksi dengan tetangga sekitar.

19. Fungsi reproduksi


Tn. S dan Ny. U tidak merencanakan punya anak lagi. Ny. S menggunakan
KB suntik per bulan untuk mencegah kehamilan sejak anak pertama lahir.

20. Fungsi pemenuhan (perawatan/pemeliharaan) kesehatan


a. Mengenal masalah
Keluarga Tn. S mengetahui masalah kesehatan yang dialami oleh
anaknya, ketika ada anggota keluarga yang sakit keluarga Tn. S akan
membawa ke puskesmas dan menyerahkan semua masalah kesehatan
kepada petugas yang menanganinya
b. Mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan
Keluarga Tn. S mengatakan mampu mengambil keputusan untuk
melakukan tindakan–tindakan dalam berobat, seperti membawa
periksa ke puskesmas atau mantri setempat dan membawa ke rumah
sakit jika ada anggota keluarga yang sakit dan apabila anak demam,
keluarga selalu sedia obat paracetamol di rumah.
c. Kemampuan merawat anggota keluarga yang sakit
Keluarga Tn. S mampu merawat anggota keluarganya apabila ada
yang sakit. An. R sempat rutin di bawa terapi saat umur 20 bulan
tetapi sudah berhenti karena kendala alat transportasi dan waktu Saat
ini An. R hanya dirawat oleh ibunya. Keluarga Tn. S membelikan
mainan puzzle untuk melatih anaknya dalam berinteraksi.
d. Kemampuan keluarga memelihara/memodifikasi lingkungan rumah
yang sehat
Keluarga Tn. S mampu memelihara (memodifikasi lingkungan rumah
yang sehat) terlihat dengan lingkungan rumah dan keadaan rumah
tampak tersusun dengan rapi. Keluarga Tn. S mengatakan selalu
berusaha untuk membuat rumah bersih dan terlihat rapi.
e. Kemampuan menggunakan fasilitas pelayanan yang sehat
Keluarga Tn. S mampu menggunakan pelayanan kesehatan. Keluarga
Tn. S mengatakan jika ada anggota keluarga yang sakit akan dibawa
ke puskesmas atau mantri setempat dan membawa ke rumah sakit jika
ada anggota keluarga yang sakit dan tidak bisa diobati hanya di rumah.

21. Fungsi Religius


Keluarga Tn. S beragama Islam dan selalu menjalankan shalat 5 waktu,
sholat sunat, berdoa dan berdzkir kepada Allah SWT.

22. Fungsi Rekreasi


Jika ada waktu liburan hanya digunakan untuk berkumpul bersama
keluarga dan nonton tv.

23. Fungsi Afeksi


Semua anggota keluarga Tn. S saling mendukung baik dalam keadaan
suka maupun duka, saling menghargai keputusan setiap anggota keluarga,
saling menyayangi dan menghormati antara anggota keluarganya serta
saling membantu, dilihat dari pehatiannya terhadap anaknya (An. R) yang
baru diketahui sejak umurnya 3 tahun mengalami keterlambatan dalam
berinteraksi dan hiperaktif.

24. Stress Koping Keluarga


a. Stressor Jangka pendek dan panjang
Tn. S mengatakan saat ini tidak ada permasalahan yang begitu berarti
atau pikiran-pikiran yang membuat stress. Ny. S megatakan terkadang
memikirkan masalah kesehatan yang terjadi pada anaknya An. R, dan
nampak mengekspresikan keinginanannya untuk mengobati dan
meningkatkan tumbuh kembang anaknya.
b. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor
Respon keluarga Tn. S terhadap situasi tidak terduga dapat di atasi
dengan baik. Keluarga cepat tanggap dan langsung berobat seperti
membawa periksa ke puskesmas atau mantri setempat dan membawa ke
rumah sakit jika ada anggota keluarga yang sakit dan tidak bisa diobati
hanya di rumah. Apabila anak demam keluarga memiliki sediaan
paracetamol di rumah. Kemampuan keluarga Tn. S berespon terhadap
stressor adalah adaptif.
c. Strategi koping yang digunakan
Koping anggota keluarga Tn. S terhadap stressor adalah koping adaptif
yaitu saling mendukung baik disaat susah maupun senang, bergantung
pada sumber daya mereka sendiri ketika mengatasi masalah,
kebersamaan, saling terbuka dan jujur.
d. Strategi adaptasi disfungsional
Keluarga dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan dengan baik
25. Pemeriksaan Kesehatan Tiap Individu Anggota Keluarga
Pemeriksaan
Tn. S Ny. S An. R
fisik
Inspeksi : Inspeksi : Bentuk Inspeksi :
Bentuk simetris. simetris. Bentuk simetris.
Penyebaran rambut Penyebaran rambut Penyebaran rambut
merata, warna hitam, merata, warna hitam, merata, warna hitam,
rambut lembab dan rambut lembab dan rambut lembab,
Kepala pendek. panjang. pendek.

Palpasi: Palpasi: Palpasi:


Tidak teraba benjolan. Tidak teraba benjolan. Tidak teraba
benjolan.

TD = 120/80 mmHg TD = 120/80 mmHg TD = - mmHg


N = 92 x/menit N = 100 x/menit N = 80x/menit
Tanda-tanda RR = 22 x/menit RR = 22 x/menit RR = 20 x/menit
vital T = 36,5 °C (irreguler) T = 36,6 °C
T = 36,5 °C

BB = 60 Kg BB = 75 Kg BB = 17 Kg
TB = 157 cm TB = 150 cm TB = 115 cm
BB, TB/PB BMI = 24,6 BMI = 28,9 BMI = 18
(Normal)
(Normalweight) (Overweight)

Mata bersih. Mata bersih. Mata bersih.


Konjungtiva tidak Konjungtiva tidak Konjungtiva tidak
anemis, sklera tidak anemis, sklera tidak anemis, sklera tidak
ikterik.
ikterik. ikterik.
Mata
Tidak menggunakan Tidak menggunakan
Tidak menggunakan
kaca mata. Dapat kaca mata.
Dapat kaca mata. Dapat
mebaca tulisan dengan mebaca tulisan dengan mebaca tulisan
dengan jarak 30 cm.
jarak 30 cm. jarak 30 cm.
Hidung bersih. Hidung bersih. Hidung bersih.
Nampak simetris, tidak Nampak simetris, tidak Nampak simetris,
Hidung
terlihat sekret atau terlihat sekret atau tidak terlihat sekret
kemerahan. kemerahan. atau kemerahan.
Telinga bersih. Telinga bersih. Telinga bersih.
Nampak simteris, tidak Nampak simteris, tidak Nampak simteris,
terlihat sekret atau terlihat sekret atau tidak terlihat sekret
kemerahan. kemerahan. atau kemerahan.

Fungsi Pendengaran
Telinga Fungsi Pendengaran baik. Ny. U dapat Fungsi Pendengaran
baik. Tn. S dapat berkomunikasi dengan baik. An M dapat
berkomunikasi dengan baik. Jawaban yang berkomunikasi
baik. Jawaban yang diberikan sesuai dengan dengan baik.
diberikan sesuai dengan pertanyaan. Jawaban yang
pertanyaan. diberikan sesuai
dengan pertanyaan.

Mukosa mulut lembab Mukosa mulut lembab Mukosa mulut


dan tidak ada lesi. dan tidak ada lesi. lembab dan tidak ada
lesi, namun serimg
Mulut mengeluarkan saliva.

Tidak nampak Tidak nampak Tidak nampak


Leher dan pembesaran vena pembesaran vena pembesaran vena
teggorokan jugularis. jugularis. jugularis.

Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi :


Bentuk dada simetris. Bentuk dada simetris. Bentuk dada
Pengembangan dinding Pengembangan dinding simetris.
dada simetris. dada simetris. Pengembangan
Bentuk tulang belakang Bentuk tulang belakang dinding dada
Dada normal. normal. simetris.
Bentuk tulang
belakang normal.

Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi :


Bentuk simetris. Bentuk simetris. Bentuk simetris.
Tidak tampak benjolan. Tidak tampak benjolan.

Abdomen Auskultasi : Auskultasi :


Bising usus 8 x/menit. Bising usus 12 x/menit.

Perkusi : Perkusi :
Timpani. Timpani.
Palpasi : Palpasi :
Tidak ada nyeri tekan. Tidak ada nyeri tekan.
Tidak teraba massa. Tidak teraba massa.

Inspeksi : Inspeksi : Inspeksi :


Tidak terdapat lesi atau Tidak terdapat lesi atau Tidak terdapat lesi
edem. edem. atau edem.
Tangan dan
kaki Palpasi : Palpasi : Palpasi :
Skala kekuatan otot Skala kekuatan otot Skala kekuatan otot
(ekstrimitas)
5555 5555 5555 5555 5555 5555
5555 5555 5555 5555 5555 5555

Baik. Baik Baik


Kesadaran compos Kesadaran compos Kesadaran compos
Keadaan
mentis. mentis. mentis.
umum
GCS : (15) E = 4, V = 5, GCS : (15) E = 4, V = 5, GCS : (15) E = 4, V =
M=6 5, M = 6
M=6

Hasil - - -
laboratorium

*Keterangan Kategori BMI,


Rumus:
Underweight = <18.5 BMI = BB
Normal weight = 18.5–24.9 (TB) 2
Overweight = 25–29.9 TB dalam meter
Obesity = BMI of 30 or greater BB Anak X 100%
BB Ideal dari CDC
*Keterangan Status gizi
Obesitas = >120
Overweight = > 110
Normal = > 90
Gizi kurang = 70-90
Gizi buruk = 70
Interpretasi DDST An. R
Motorik Kasar : Suspect
Bahasa : Suspect
Adaptif (Motorik Halus) : Normal
Personal Sosial : Suspect

26. Harapan Keluarga


Keluarga Tn. S berharap selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT.
Tn. S dan Ny. S berharap agar anaknya An. R sehat dan bisa normal
dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
APGAR Keluarga
No Fungsi Uraian Skor
Saya puas bahwa saya dapat kembali pada keluarga
1 Adaptasi (teman – teman) saya untuk membantu pada waktu 2
sesuatu menyusahkan saya
Saya puas dengan cara keluarga (teman – teman) 2
2 Hubungan saya membicarakan sesuatu dengan saya dan
mengungkapkan masalah dengan saya
Saya puas bahwa keluarga (teman – teman) saya
3 Pertumbuhan menerima dan mendukung keinginan saya untuk
melakukan aktivitas atau arah baru 2

Saya puas dengan cara keluarga (teman – teman)


saya mengekspresikan afek dan berespon terhadap 2
4 Afeksi
emosi – emosi saya seperti marah, sedih atau
mencintai
Saya puas dengan cara teman – teman saya dan saya
5 Pemecahan 2
menyediakan waktu bersama – sama
Total 10

Penilaian: Selalu = 2, Kadang – kadang = 1, Hampir tidak pernah = 0

≤ 3 : Disfungsi keluarga sangat tinggi


4-6 : Disfungsi keluarga sedang
7-10 : Tidak ada disfungsi keluarga
Kesimpulan : Skor keluarga An. R adalah 10, yang berarti tidak ada
disfungsi keluarga

Banjarbaru, 27 Januari 2020


Pemeriksa,

Irmawati, S. Kep
AKTIVITAS HIDUP SEHARI-HARI (ADL)
Indeks Katz :A/B/C/D/E/F/G
Nama Keluarga : Keluarga An. R
Tanggal Wawancara : Senin, 27 Januari 2020
Keterangan
Skore Kriteria
A Kemandirian dalam hal makan, kontinen, berpindah, ke kamar kecil, berpakaian dan
mandi
B Kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari-hari, kecuali satu fungsi tersebut
C Kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari-hari, kecuali mandi dan satu fungsi
Kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari-hari, kecuali mandi, berpakaian dan
D
satu fungsi tambahan
Kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari-hari, kecuali mandi, berpakaian, ke
E
kamar kecil, dan satu fungsi tambahan.
Kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari-hari, kecuali mandi, berpakaian, ke
F
kamar kecil, berpindah dan satu fungsi tambahan.
G Ketergantungan pada keenam fungsi tersebut.
Lain- Tergantung pada sedikitnya dua fungsi, tetapi tidak dapat diklasifikasikan sebagai
lain C,D,E, F dan G
Kesimpulan:
Tingkat kemandirian keluarga Tn. S mendapatkan skor B yaitu masing-masing
anggota keluarga mandiri dalam semua aktivitas hidup sehari-hari, kecuali satu fungsi
tersebut

Banjarbaru, 29 November 2019


Pemeriksa,

Fatmawati, S. Kep
B. DIAGNOSIS KEPERAWATAN KELUARGA

1. Analisis & Sintesis Data


Masalah
No. Data Etiologi
(Problem)
1. S: Kesulitan Ketidakefektifan
 Ny. S mengatakan mengatasi manajemen
anaknya sejak bayi kompleksitas kesehatan
tumbuh kembangnya regimen
lambat. terapeutik
 Ny. S mengatakan
waktu usia 20 bulan
pernah di terapi tumbuh
kembang tetapi sudah
berhenti karena kendala
transfortasi.
 Ny. S mengatakan
anaknya sudah
mendapatkan
pemeriksaan tes
pendengaran (BERA) 1
tahun yang lalu.
 Ny. S mengatakan
sangat ingin anaknya
seger membaik.

O:
 Berdasarkan pengkajian
tanggal 27/01/20. Ny. S
menunjukkan kartu
kunjungan terakhir
berobat ke poli tumbuh
kembang 6 bulan yang
lalu.

2. S: Gangguan Risiko
 Ny. S mengatakan An. R pendengaran keterlambatan
sejak usia 3 tahun belum
perkembangan
bisa bicara dan
berinteraksi An. R
 Ny. U mengatakan
anaknya belum bisa
mengucapkan kata
mama, abah.
O:
 An. R tampak belum
bisa berbicara
 An. R tidak berespon
saat diberi stimulus
suara / tidak menoleh
saat dipanggil
namanya.
 Pemeriksaan Fisik
Fungsi Pendengaran
tidak baik. An. A tidak
dapat berkomunikasi
dengan baik. Tidak
menoleh saat di panggil
namanya. Bereaksi
saat diberi sentuh.
 Interpretasi DDST
Motorik kasar : Suspect
Bahasa: Suspect
Motorik halus : Normal
Personal sosial :
Suspect
2. Perumusan Diagnosis Keperawatan
No Diagnosa Keperawatan (Single diagnoses)
1. Ketidakefektifan manajemen kesehatan
2. Risiko keterlambatan perkembangan An. R dengan kondisi terkait gangguan
pendengaran.

3. Penilaian Skoring & Diagnosis Keperawatan


1. Ketidakefektifan manajemen kesehatan
No . Kriteria Bobot Perhitungan Pembenaran
1. Sifat masalah : 1 3/3x1=1 Memerlukan
Wellness (3) penanganan yang segera
Aktual (3) Untuk meningkatkan
Risiko (2) tubuh kembang An. R
Potensial (1)

2. Kemungkinan 2 1/2x2==1 Keluarga An. R tidak


diubah : mempunyai kartu JKN
Mudah (2) (BPJS), namun masih
Sebagian(1) mampu membawa
Tidak dapat(0) anaknya utuk terapi dan
berobat.
3. Kemungkinan 1 3/3x1=1
dicegah
Tinggi (3) Masalah kemungkinan
Cukup(2) dapat dicegah, karena
Rendah(1) keluarga An. A sudah
mempunyai kartu JKN
(BPJS) dari pemerintah
4. Menonjolnya 1 2/2x1=1 Keluarga melihat
masalah masalah merupakan
Segera (2) permasalahan yang harus
Tidak perlu segera ditangani yang
segera (1) akan memperburuk
Tidak kondisi kesehatan
dirasakan (0) keluarga An. R apa bila
terlambat ditangani
Total Skor 4
2. Risiko keterlambatan perkembangan An. A
No . Kriteria Bobot Perhitungan Pembenaran
1. Sifat masalah : 1 3/3x1=1 Keluarga melihat
Wellness (3) masalah sebagai ancaman
Aktual (3) kesehatan dan jika tidak
Risiko (2) ditangani akan
Potensial (1) mengganggu kesehatan
keluarga An. R

2. Kemungkinan 2 1/2x2=1 Keluarga An.RA ingin


diubah : anaknya bisa tumbuh dan
Mudah (2) berkembang sesuai
Sebagian(1) usianya.
Tidak dapat(0)

3. Kemungkinan 1 2/3x1=2/3 Masalah kemungkinan


dicegah dapat dicegah, karena
Tinggi (3) keluarga An. R ingin
Cukup(2) penyakitnya bisa sembuh
Rendah(1)

4. Menonjolnya 1 2/2x1=1 Keluarga melihat


masalah masalah merupakan
Segera (2) permasalahan yang harus
Tidak perlu segera ditangani yang
segera (1) akan memperburuk
Tidak kondisi kesehatan
dirasakan (0) keluarga An. R apa bila
terlambat ditangani
Total Skor 3 2/3

4. Prioritas Diagnosis Keperawatan


Prioritas Diagnosis Keperawatan Skor
1. Kesiapan meningkatkan manajemen kesehatan 4
2. Risiko keterlambatan perkembangan An. A 3 2/3
INTERVENSI KEPERAWATAN

Tanggal/ Diagnosis
NOC NIC
Jam Keperawatan
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 1 kali
pertemuan, manajemen
NIC: Pendidikan Kesehatan
kesehatan dapat efektif, dengan
Ketidakefektifan 1) Tentukan teknik yang tepat
Selasa, 28 Manajemen kriteria hasil
untuk memberikan edukasi
Januari Kesehatan Fungsi Keluarga (Family kepada keluarga
2020 Fungtioning) 2) Identifikasi faktor yang
09.00 1) Keluarga memahami dapat memengaruhi
WITA tentang proses penyakit masalah kesehatan
(skala 3) 3) Berikan edukasi kepada
2) Keluarga mampu keluarga tentang masalah
merawat anggota kesehatan yang sedang
keluarga yang sakit (skala dialami
3) 4) Berikan motivasi kepada
3) Keluarga mampu keluarga untuk merawat
mempraktikkan cara anggota keluarga yang
mengatasi masalah sakit guna meningkatkan
kesehatan keluarga (skala kesehatan
3 5) Gunakan demonstrasi
Keterangan : untuk membantu mengatasi
1. Tidak pernah
menunjukkan
2. Jarang menunjukkan
3. Kadang-kadang
menunjukkan
4. Sering menunjukkan
5. Secara konsisten
menunjukkan

Tanggal/ Diagnosis
NOC NIC
Jam Keperawatan
Selasa, 29 Risiko Setelah dilakukan tindakan Peningkatan perkembangan:
Desember keterlambatan keperawatan selama 1 kali anak (8274)
2020 perkembangan pertemuan, risiko keterlambatan 1. Bangun hubungan saling
12.00 (00112) perkembangan tidak terjadi percaya dengan anak
WITA dengan kriteria hasil:
2. Lakukan interaksi personal
Perkembangan Anak:3 tahun
1. Memakai baju sendiri dari dengan anak
skala 1 ke skala 2 3. Identifikasi kebutuhan unik
2. Mendorong mainan sendiri setiap anak dan tingkat
dari skala 2 ke 3 kemampuan anak
Keterangan: 4. Bangun hubungan saling
1. Tidak pernah menunjukkan percaya dengan orang tua
2. Jarang menunjukkan 5. Ajarkan orang tua mengenai
3. Kadang-kadang tingkat perkembangan
menunjukkan normal dari anak
4. Sering menunjukkan 6. Demonstrasikan kepada
5. Secara konsisten
orang tua mengenai
menunjukkan
kegiatan yang mendukung
Pengetahuan; pengasuhan tumbuh kembang anak
1. Membahas pertumbuhan 7. Fasilitasi orang tua untuk
dan perkembangan yang menghubungi bantuan
normal dari skala 2 ke komunitas bila di perlukan.
skala 3 8. Tawarkan mainan sesuai
2. Mengidentifikasi harapan usianya
sesuai usia dari skala 2 ke 9. Sediakan kesempatan
skala 3 bermain puzzle
10. Dukung anak untuk
Keterangan : menyanyi dan menari
1. Tidak ada pengetahuan 11. Berbicara dan
2. Pengetahuan terbatas bernyanyi kepada anak.
3. Pengetahuan sedang
4. Pengetahuan banyak
5. Pengetahuan sangat
banyak
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

Hari /
NO. Tanggal / Implementasi Evaluasi (SOAP) Ttd
Jam
3. Kamis, 5 Peningkatan
Desember perkembangan: anak
2019 (8274)
10.00 1. Membangun hubungan
WITA saling percaya dengan
anak
2. Melakukan interaksi
personal dengan anak S:
3. Mengidentifikasi Fatmawati
 Ny. U mengtakan mengerti
kebutuhan unik setiap
tahapan perkembangan anak
anak dan tingkat
 Ny. U mengatakan akan
kemampuan anak
melatih tumbuh kembang anak
4. Membangun hubungan
saling percaya dengan
O:
orang tua
- An. A tampak senang
5. Mengajarkan orang tua
- An. A Tampak bisa
mengenai tingkat
mendorong kereta mainan
perkembangan normal
- An. A tampak bisa berdiri
dari anak
sendiri 5 detik
6. Mendemonstrasikan
- An. A tampak dapat menyusun
kepada orang tua
menara dari kubus
mengenai kegiatan
- Interpretasi DDST
yang mendukung
- Motorik kasar : Suspect
tumbuh kembang anak
- Motorik halus : Normal
7. Memfasilitasi orang tua
- Bahasa : Suspect
untuk menghubungi
- Personal sosial : Suspect
bantuan komunitas bila
di perlukan.
A:
8. Menawarkan mainan
Risiko keterlambatan
sesuai usianya
perkembangan An. A belum
9. Menyediakan
teratasi
kesempatan bermain
P:
puzzle
Pertahankan intervensi
10. Berbicara dan
bernyanyi kepada anak.
11. Melatih tumbuh
kembang anak sesuai
usia anak
- Latihan berdiri
sendiri tanpa
bantuan
- Latihan
mengucapkan
mama / bapa
- Latihan menyusun
menara dari kubus
- Latihan memakai
baju

Hari /
NO. Tanggal / Implementasi Evaluasi (SOAP) Ttd
Jam
1. Sabtu, 7 Manajemen nutrisi (1100) S:
Desember 1) Menentukan status gizi  Ny. U mengatakan anaknya
2019 pasien masih susah makan
2) Mengidentifikasi alergi
13.00
atau intoleransi makanan  Ny. U mengatakan anaknya
WITA yang dimiliki pasien alergi telor dan ikan laut
3) Menciptakan lingkungan  Ny. U mengatakan akan
yang menyenangkan mengatur makanan sesuai
selama makan kesukaan anaknya
4) Menganjurkan keluarga
 Ny. U mengatakan akan
pasien terkait dengan
kebutuhan makanan menimbang berat badan
berdasarkan anaknya setiap bulan ke
perkembangan usia posyandu
5) Mengatur makanan
sesuai kesenangan O:
6) Mendorong keluarga  An. A tampak kecil dan
untuk memonitor asupan
makanan harian anak pendek
 Pemeriksaan fisik Fatmawati
dan menimbang berat
badan secara tepat. BB: 10 KG TB: 85 cm
 Median % CDC 2000= 71,
42%(Gizi kurang)
 Hasrat/ keinginan untuk
makan skala 3
 Merasakan makanan skala 3
 Intake makanan skala 3
 Status Gizi berdasarkan
indeks antropometri:
o BB/U = -3SD sampai
dengan <-2 SD (Gizi
kurang)
o TB/U = -3SD sampai
dengan <-2SD (Pendek)
A:
Masalah ketidakseimbangan
nutrisi: kurang dari kebutuhan
tubuh belum teratasi
P:
Pertahankan intervensi

Hari /
NO. Tanggal / Implementasi Evaluasi (SOAP) Ttd
Jam
1. Sabtu, 7 Peningkatan perkembangan: anak S:
Desember (8274)  Ny. U mengtakan
2019 1. Membangun hubungan saling mengerti tahapan
13.00 percaya dengan anak perkembangan anak
WITA 2. Melakukan interaksi personal  Ny. U mengatakan
dengan anak akan melatih
3. Mengidentifikasi kebutuhan tumbuh kembang
unik setiap anak dan tingkat anak
kemampuan anak Fatmawati
4. Membangun hubungan saling O:
percaya dengan orang tua - An. A tampak
5. Mengajarkan orang tua senang
mengenai tingkat perkembangan - An. A Tampak
normal dari anak bisa mendorong
6. Mendemonstrasikan kepada kereta mainan
orang tua mengenai kegiatan - An. A tampak bisa
yang mendukung tumbuh berdiri sendiri 5
kembang anak detik
7. Memfasilitasi orang tua untuk - An. A tampak
menghubungi bantuan dapat menyusun
komunitas bila di perlukan. menara dari kubus
8. Menawarkan mainan sesuai (6 Kubus)
usianya - An. A Tampak
9. Menyediakan kesempatan belum bisa
bermain puzzle mencontoh
10. Berbicara dan bernyanyi kepada membuat
anak. lingkaran
11. Melatih tumbuh kembang anak - An. A belum dapat
sesuai usia anak menyebut mama
- Latihan berdiri sendiri tanpa dan bapa
bantuan - An. A tampak
- Latihan mengucapkan dapat memakai
mama / bapa baju sampi leher
- Latihan mencontoh
membuat lingkaran
- Latihan memakai baju A:
Risiko keterlambatan
perkembangan An. A
belum teratasi
P:
Pertahankan intervensi

DAFTAR PUSTAKA

Herdman, T.H. & Kamitsuru, S. (Eds.). 2014. NANDA International Nursing


Diagnoses: Definitions & Classification, 2015–2017. Oxford: Wiley
Blackwell.

Nurjannah, Intisari. 2015. Nursing Interventions Classification (NIC) Pengukuran


Intervensi Kesehatan Edisi Keenam Edisi Bahasa Indonesia. Indonesia:
Elsevier.

Nurjannah, Intisari. 2015. Nursing Outcomes Classification (NOC) Pengukuran


Outcomes Kesehatan Edisi Kelima Edisi Bahasa Indonesia. Indonesia:
Elsevier.
DOKUMENTASI

Pengkajian Keluarga An. A tanggal 29 November 2019


Pengkajian Denver II dan implementasi hari kamis, tanggal 5 Desember 2019

Latihan Berdiri Sendiri tanpa Latihan berjalan menggunakan


Bantuan An. A hari Sabtu 7/12/19 kereta An. A hari Sabtu 7/12/19