Anda di halaman 1dari 53

BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN KELOMPOK ANAK USIA SEKOLAH


DI SDN TAMBAK BARU ILIR

A. PENGKAJIAN
Asuhan keperawatan anak usia sekolah dilaksanakan di SDN Tambak Baru
Ilir yang berlokasi di Jl. Martapura Lama KM 12. RT 04 RW 02 Desa Tambak
Baru Ilir Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar. Kode Pos 70051 oleh
Mahasiswa Kelompok E,D & F Profesi Ners Angkatan XV PSIK FK ULM.
Praktik keperawatan komunitas ini berlangsung dari tanggal 02 Desember
2019 dan berakhir pada tanggal 05 Februari 2019. Pengkajian keperawatan
komunitas kelompok anak usia sekolah dilakukan di SDN Tambak Baru Ilir
tanggal 09 Desember 2019. Jumlah siswa/(i) SDNTambak Baru Ilirdari
keseluruhan kelas (I, II, III, IV,V dan VI) sebanyak 143 siswa(i). Pengkajian
keperawatan dilakukan dengan jumlah sampel 20 siswa(i) dari kelas VI
dengan menggunakan metode pembagian kuesioner, dan sebanyak 58 siswa(i)
kelas I, III, dan VI pemeriksaan fisik/screenning (penjaringan UKS), serta
teknik observasi, windshield survey dan wawancara. Pengambilan data dengan
teknik observasi dan windshield survey dilakukan pada tanggal 09 Desember
2019 sedangkan pengambilan data dengan teknik pemeriksaan
fisik/screenning (penjaringan UKS) dilakukan pada tanggal 09 Desember
2019.

1. Data Inti (Core)


a. Sejarah Berdirinya SDN Tambak Baru Ilir
SDN Tambak Baru Ilir dengan status kepemilikan Pemerintah Daerah
Kabupaten Banjar didirikan diatas sebidang tanah yang dibeli dari warga
sekitar dengan alamat di desa Tambak Baru Ilir RT 01 RW kecamatan
Martapura Kabupaten Banjar. Dengan luas tanah 1123m².

38
39

b. Data Geografis
SDN Tambak Baru Ilir rmemiliki batas wilayah, antara lain:
Batas Utara : Rumah Tn.A
Batas Selatan : Perbatasan desa Tambak hanyar
Batas Timur : Jalan Raya
Batas Barat : Jalan Setapak/Gang Kecil
c. Data Demografi
Data Siswa
Tabel 3.1 Data siswa (i) perkelas SDNTambak Baru Ilir ajaran
2019/2020

No Kelas Jumlah (Orang)


1. I 31
2. II 23
3. III 19
4. IV 26
5. V 21
6. VI 23
Total 143

1) Distribusi Siswa(i) SDN Tambak Baru Ilir Berdasarkan jumlah


siswa per kelas dari kelas I sampai kelas VI

I
16% 22%
II

15% III

16% IV
V
18%
13% VI
40

2) Distribusi Siswa (i) SDNT ambak Baru Ilir Berdasarkan Jenis


Kelamin

laki-laki

50%
perempuan 50%

Gambar 3.1 Distribusi siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir berdasarkan jenis
kelamin

Berdasarkan gambar diatas didapatkan data dari 143 jumlah


siswa(i) yang bersekolah di SDN Tambak Baru Ilir diketahui
persentase jenis kelamin laki – laki 50% ( 72 orang), perempuan
50% (71 orang) (Kuesioner UKS “Kebiasaan Kamu”, 2018).

3) Distribusi Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir Berdasarkan Usia.

12-13 th 6-7th
35% 38%

8-9 th
24%
10-11 th
3%

Gambar 3.2 Distribusi Siswa (i) di SDN Tambak Baru Ilir Berdasarkan
Usia di kelas I, III dan VI
41

Berdasarkan hasil kuesioner, wawancara dan observasi


bahwa data dari 58 jumlah siswa(i) yang mengikuti pengisian
kuesioner dan pemeriksaan fisik pada kelas I, III dan VI di SDN
Tambak Baru Ilir diketahui persentase siswa (i) yang berumur 6-7
tahun sebanyak 38 % ( 22 orang), umur 8-9 tahun sebanyak 24 %
(14 orang), berumur 10-11 tahun sebesar 3% (2 orang) dan
berumur 12-13 tahun sebesar 35% (20 orang). (Kuesioner UKS
“Kebiasaan Kamu”, 2018)

d. Data Vital Statistik


Screening/Pemeriksaan Fisik Pada Siswa/i Kelas I, III, dan VI
SDNTambak Baru Ilir.
1) Distribusi Status Gizi Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir Dihitung
Berdasarkan Body Mass Index(BMI)

sangat kurus
4%
kurus 7%
17%
17%

normal

gemuk
55%
obesitas

Gambar 3.26 Persentase status gizi siswa (i) SDN 1 Tambak Baru Ilir
Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa dari
hasil pemeriksaan status gizi siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir
yang dilakukan pada 58 siswa(i) dari 3 kelas (Kelas I, Kelas III,
dan Kelas VI) yang dihitung berdasarkan Body Mass Index
(BMI) didapatkan hasil sebanyak 7% (4 orang) memiliki status
42

gizi sangat kurus, sebanyak 17% (10 orang) memiliki status gizi
kurus, 55% (32 orang) memiliki status gizi normal, dan 17% (10
orang) memiliki status gizi gemuk, dan yang memiliki status
gizi obesitas sebesar 4% ( 2 orang).

2) Pemeriksaan Kuku pada Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir

PEMERIKSAAN KUKU
Pendek Bersih
38%
Pendek Kotor
57%
Panjang Bersih

Panjang Kotor
2%
3%

Gambar 3.27 Persentase kondisi kuku siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir

Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa dari


hasil pemeriksaan kuku di SDN Tambak Baru Ilir yang
dilakukan pada 58 siswa(i) kelas I, III, dan VI yang memiliki
kuku pendek bersih sebesar 57% (33 orang), kuku pendek kotor
3% (2 orang), kuku panjang bersih 2% (1 orang) dan kuku
panjang kotor 38% (22 orang).
43

3) Kebersihan Gigi pada Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir

PEMERIKSAAN GIGI
2% 3%
Bersih
29%
Kotor

54% 12%
Berlubang Kotor

Berlubang Hitam

Berlubang Bersih

Gambar 3.28 Persentase kebersihan gigi siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir

Berdasarkan gambar di atas dari hasil pemeriksaan pada


58 siswa/i dari kelas I, III, dan VI kebersihan gigi siswa (i) SDN
Tambak Baru Ilir dapat diketahui siswa yang mempunyai gigi
berlubang bersih yaitu sebanyak 3% (2 orang), gigi bersih
sebanyak 29% (17 orang), gigi kotor sebanyak 12% (7 orang),
gigi berlubang kotor sebanyak 53% (31 orang) dan gigi
berlubang hitam sebanyak 2% (1 orang).

Gambar 3.29 Kondisi gigi siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir
44

4) Kondisi Kebersihan Telinga pada Siswa (i) SDN Tambak Baru


Ilir

Gambar. Kondisi kebersihan telinga Siswa (i) SDN Tambak


Baru Ilir.

KEBERSIHAN TELINGA
Bersih Kotor

40%

60%

Gambar 3.30 Persentase kebersihan telinga siswa (i) Tambak Baru Ilir

Berdasarkan gambar di atas dari hasil pemeriksaan pada


58 siswa/i dari kelas I, III, dan VI kebersihan telinga siswa (i)
SDN Tambak Baru Ilir dapat diketahui telinga siswa (i) bersih
yaitu sebanyak 40% (23 orang) dan telinga siswa (i) yang kotor
sebanyak 60% (35 orang).
45

5) Kondisi Kebersihan Hidung pada Siswa (i) SDN Tambak Baru


Ilir

KEBERSIHAN HIDUNG
Bersih Kotor

10%

90%

Gambar 3.31 Persentase kebersihan hidung siswa (i) SDN Tambak


Baru Ilir
Berdasarkan gambar di atas dari hasil pemeriksaan pada
58 siswa/i dari kelas I, III, dan VI kebersihan hidung siswa (i)
SDN Tambak Baru Ilir dapat diketahui kebersihan hidung
siswa(i) bersih sebanyak 90% (52 orang) dan kebersihan hidung
kotor sebanyak 10% (6 orang).

6) Keluhan saat ini yang dialami Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir

KELUHAN YANG DIRASAKAN


Ada Keluhan Tidak Ada Keluhan

0%

100%

Gambar 3.32 Persentase keluhan siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir
46

Berdasarkan gambar di atas dari hasil pemeriksaan pada 58 siswa/i dari


kelas I, III, dan VI tentang keluhan siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir dapat
diketahui bahwa tidak ada siswa(i) dengan keluhan apapun seperti batuk
pilek dan keluhan lainnya dengan persentasi 100% (58 orang).

e. Nilai dan Keyakinan


1) Distribusi Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir Berdasarkan Suku

SUKU

Banjar

100%

Gambar 3.3 Distribusi siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir berdasarkan suku

Berdasarkan gambar diatas didapatkan data dari 20 jumlah


siswa(i) yang mengikuti pengisian kuesioner pada kelas VI di SDN
Tambak Baru Ilir diketahui persentase suku Banjar 100% (20
orang) (Kuesioner UKS “Kebiasaan Kamu”, 2018).

2) Distribusi Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir Berdasarkan Agama

Gambar 3.4 Disitribusi siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir berdasarkan agama

Berdasarkan gambar diatas didapatkan data dari 20 jumlah


siswa(i) yang mengikuti pengisian kuesioner pada kelas VI di SDN
47

Tambak Baru Ilir diketahui persentase beragama islam 100% (20


orang) (Kuesioner UKS “Kebiasaan Kamu”, 2018).

3) Kebiasaan Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir Mengikuti Kegiatan


Keagaamaan di Sekolah

mengikuti kegiatan keagamaan


tidak mengikuti kegiatan keagamaan
0%

100%

Gambar 3.12 Persentase Kebiasaan Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir
Mengikuti Kegiatan Keagaamaan di Sekolah

Berdasarkan gambar di atas didapatkan data dari 20


jumlah siswa(i) yang mengikuti pengisian kuesioner pada kelas
VI di SDN Tambak Baru Ilir diketahui sebanyak 100% (20
orang) mengikuti kegiataan keagamaan seperti mengaji,
mendengar ceramah dan sekolah madrasah di sore hari
(Kuesioner UKS “Kebiasaan Kamu”, 2018).

2. Data Subsistem
a. Lingkungan Fisik
SDN Tambak Baru Ilir berada di Desa Tambak Baru Ilir RT 01 RW 02
kecamatan Martapura Kabupaten Banjar.. Saat ini SDN Tambak Baru Ilir
memiliki 6 buah ruang kelas yang digunakan untuk kegiatan belajar
mengajar, yang terdiri dari Kelas I ada 1 kelas, kelas II ada 1, kelas III ada
1, kelas IV ada 1, kelas V ada 1 kelas, dan kelas VI ada 1 kelas.
Berdasarkan hasil Observasi fasilitas yang dimiliki SDN Tambak Baru
Ilir, ruang kepala sekolah dan ruang guru dan ruang tamu, di dalam
48

Sekolah terdapat 1 ruang perpustakaan, 1 ruang UKS bergabung dengan


ruang Tata usaha, dan dapur, memiliki ruang khusus untuk ibadah yaitu
musholla. Jenis bangunan yang terbuat dari kayu, lantai terbuat dari
semen, atap terbuat dari genteng/multiroof, tersedia WC khusus siswa 2
buah tetapi 1 buah tidak dapat digunakan/tidak berfungsi (1 buah WC
untuk siswa(i) laki-laki dan perempuan), SDN Tambak Baru Ilir memiliki
1 perpustakaan yang kurang terawat dan tapi masih terjaga kebersihannya.
Terdapat 1 tempat cuci tangan di depan kelas III, dan VI dilengkapi sabun
dan tidak ada dilengkapi dengan tisu/serbet untuk mengeringkan tangan.
Terdapat kantin sekolah hanya terdapat warung yang berjualan makanan
dan minuman di lingkungan sekitar sekolah. Sekolah memiliki 1 orang
kepala sekolah, 8 guru pengajar terdiri dari 1 guru non PNS dan 7 guru
PNS, 1 Penjaga Sekolah dengan jumlah murid keseluruhan sebanyak 143
orang siswa(i).
Data Pendidik
Tabel 3.2 Data Pendidik Dan Tenaga Kepegawaian SDN Tambak
Baru Ilir Tahun Ajaran 2019/2020
Keberadaan Fungsi

No. Jenis Tidak


Ada Ya Tidak
Ada
1 Ruang Kepala Sekolah √ √
2 Ruang Guru √ √
3 Ruang Tata Usaha √ √
4 Ruang Tamu √ √
5 Ruang UKS √ √
6 Ruang Perpustakaan √ √
49

Gambar 3.33 Ruang Kepala Sekola dan Ruang Guru


Data Pendidik
Tabel 3.3 Data Pendidik Dan Tenaga Kepegawaian SDN Tambak Baru
Ilir Tahun Ajaran 2017/2018

No. PNS NON PNS


1. Kepala sekolah 1 -
2. Guru Umum 7 1
3. Tata Usaha - -
4. Perpustakaan - -
7. Pesuruh sekolah dasar - 1

Gambar 3.34 Kondisi sekolah dilihat dari Depan


50

Gambaran Kondisi Lingkungan Sekolah


1) Akses Jalan Menuju SDN Tambak Baru Ilir
Berdasarkan hasil observasi dan windshield survey, akses jalan
menuju SDN Tambak Baru Ilir dari aspal, terletak di pinggir jalan
terdapat selokan dan terlihat jalan yang tidak berlubang. Kondisi jalan
cukup baik. Jalanan termasuk jalan yang ramai karena berada di
lingkungan ramai penduduk, dengan komposisi kendaraan yang melintas
berupa kendaraan roda 2 maupun roda 4.

Gambar 3.35 Kondisi jalan menuju SDN Tambak Baru Ilir

2) Halaman/Pekarangan SDN Tambak Baru Ilir


Berdasarkan hasil observasi dan Windshield Survey, kondisi halaman
sekolah terlihat kotor dan terlihat adanya sampah serta dedaunan yang
berserakan. Dipojokan kelas terdapat tanaman pekarangan. Dilapangan
sekolah terdapat tiang bendera dan dijadikan sebagai lapangan upacara.
Sebagian halaman sekolah semen dan sebagian masih tanah yang
digunakan oleh siswa untuk bermain saat jam istirahat, di samping
halaman sekolah
51

Gambar 3.36 Kondisi halaman/pekarangan SDN Tambak Baru Ilir

3) Kondisi Bangunan Sekolah


Berdasarkan hasil observasi, jenis bangunan SDN Tambak Baru Ilir
yaitu semua bangunan terbuat dari semen/beton pada kelas V dan VI
sedangkan kelas I-IV terbuat dari kayu dan beton (semi permanen),
perpustakaan, UKS, Ruang Kepala Sekolah, Ruang guru tidak memiliki
WC Atap sekolah terbuat dari multiroof, tidak terdapat adanya genangan
air pada atap sekolah, tidak ada atap yang bocor, tidak terlihat adanya
kotoran maupun lumut pada atap. Pada ruang kelas I sampai kelas IV,
perpustakaan, UKS, Ruang Kepala Sekolah, Ruang guru terbuat dari
kayu/papan,. Kondisi dinding belum memenuhi syarat yaitu dinding
tampak kotor, terlihat adanya retakan-retakan pada dinding kayu, pada tiap
dinding, terlihat adanya lumut dan coret-coretan pada dinding kelas. Lantai
sekolah terbuat dari kayu. Kondisi lantai belum memenuhi syarat yaitu
lantai tampak kotor, dan ada sebagian lantai yang berlubang bahkan ada
lantai yang hampir patah. Plafon di bagian dalam ruangan sekolah terbuat
dari triplek putih, berlumut, warnanya kusam perpustakaan dan ruang guru
terbuat dari papan tampak ada yang retak dan sebagian plafon ada yang
berlubang.
52

Gambar 3.37 Jenis bangunan, atap, dinding, plafon dan lantai sekolah SDN Tambak
Baru Ilir
4) Ruang Kelas
Berdasarkan hasil observasi, ruang kelas berukuran 7,10x7,10
meter, dengan lantai terbuat dari kayu. Kondisi ruang kelas kurang
bersih dan tidak terawat, Berdasarkan syarat kelas yang sehat yaitu 1,5-
1,75 m2/ siswa untuk kelas I sampai kelas VI memenuhi syarat yaitu
luas ruangan: jumlah siswa dalam kelas, untuk kelas I (1,5 m2), Kelas II
(2,4 m2), Kelas III (2,2 m2), Kelas IV (2,3m2), kelas V (1,9 m2), Kelas
VI (2,2 m), namun jarak dari bangku pertama ke papan tulis dari kelas I
sampai kelas VI rata-rata 1,5 m – 2 m yang artinya tidak sesuai syarat
yaitu kurang dari 2,5 m. Kondisi ruang kelas bersih dan terawat, dan
kelas tampak bersih. Pencahayaan ditiap ruang kelas disekolah terlihat
memenuhi syarat yaitu cukup terang. Pada pagi hari proses belajar-
53

mengajar di kelas dalam hal pencahayaan tidak dibantu dengan


penerangan listrik karena adanya pencahayaan alami dari cahaya
matahari yang masuk lewat ventilasi. Semua kelas terdapat ventilasi
dengan ukuran 75 cm x 7,1 m dan letak ventilasi di dua sisi dinding
berhadapan. Penerangan di sekolah dibantu oleh sumber listrik PLN.
Ruang kelas tidak menggunakan AC atau pun kipas angin. Jendela pada
setiap ruang kelas terbuka sehingga terjadi pertukaran udara segar ditiap
ruangan. Meja belajar yang ada di ruang kelas tersedia dengan bentuk
persegi panjang dengan pemakaian 1 meja untuk 2 siswa(i) dan kursi
belajar di kelas yang terbuat dari kayu, papan tulis sudah menggunakan
whiteboards dan alat tulis menggunakan spidol, alat kebersihan dan
tempat sampah tersedia disetiap kelas namun tidak terjaga
kebersihannya.
54

Gambar 3.38 Kondisi ruang kelas, ventilasi, penerangan, pencahayaan SDN Tambak
Baru Ilir
Berdasarkan hasil observasi dan windshield survey, ditemukan di tiap-
tiap kelas sudah ada jadwal piket siswa untuk membersihkan kelas. Terdapat
juga poster-poster tentang pendidikan didalam ruang kelas serta diluar kelas
terdapat poster tetang tata tertib sekolah dan visi-misi dari SDN Tambak
Baru Ilir.
55

Gambar 3.39 Visi Misi dan Poster yang terdapat diluar dan di dalam kelas SDN
Tambak Baru Ilir

5) Sarana Air Bersih dan Tempat Mencuci Tangan


Berdasarkan hasil observasi dan windshield survey, terdapat sarana
air bersih dan memiliki 2 tempat cuci tangan Tempat cuci tangan hanya
terdapat di dalam kelas V saja. Tempat cuci tangan dilengkapi sabun tetapi
tidak dilengkapi dengan tisu/serbet untuk mengeringkan tangan. Tidak
terdapat saluran pembuangan air bekas cuci tangan hanya di tampung
dalam ember kemudian airnya di buang di luar kelas. Berdasarkan hasil
wawancara bersama guru juga mengatakan untuk tempat cuci tangan siswa
hanya ada di kelas III dan VI dan tempat cuci tangan guru berada di dapur.
Air bersih yang ada di sekolah terlihat memenuhi syarat dengan kondisi air
yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih di sekolah serta
kondisi air terlihat bersih, tidak berbau, tidak berwarna dan tidak berasa.
Berdasarkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di sekolah serta kondisi
air terlihat bersih, tidak berbau, berwarna dan berasa. Tempat untuk
penyimpanan kebutuhan air bersih di sekolah berada di dalam Tandon tank
berisi 1200 L yang tertutup. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru
mengatakan bahwa sumber air bersih didapatkan dari PDAM namun
56

kadang macet, apabila musim kemarau. Dan air untuk keperluan cuuci
tangan dan toileting di dapat dari air suangai yang diangkut dengan ember.

Gambar 3.40Kondisi tempat cuci tangan siswa (i) dan guru serta tandon
penampungan air di SDN Tambak Baru Ilir

1) Distribusi siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir berdasarkan


pengetahuan cuci tangan

6 langkah Cara Mencuci Tangan


20%

80%

Mengetahui cara mencuci tangan dengan 6 langkah


Tidak mengetahui cara mencuci tangan dengan 6 langkah

Gambar 3.5 Distribusi siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir berdasarkan
pengetahuan cuci tangan

Berdasarkan gambar diatas didapatkan data dari 20 jumlah


siswa(i) yang mengikuti pengisian kuesioner pada kelas VI di SDN
Tambak Baru Ilir diketahui persentase anak mengetahui cuci
tangan dengan 6 langkah sebanyak 20% (4 orang), tidak mampu
mencuci tangan dengan 6 langkah 80% (16 orang) (Kuesioner UKS
“Kebiasaan Kamu”, 2018).
57

Saat dilakukan pengisian kuesioner, beberapa siswa yang


diminta untuk memperagakan cuci tangan dengan 6 langkah tidak
dapat melakukannya dengan benar.

2) Kebiasaan mencuci tangan Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir

20%

5%

75%

sebelum makan sesudah keluar toilet benar semua

Gambar 3.6 Distribusi siswa(i) SDN Tambak Baru Ilir berdasarkan


Kebiasaan cuci tangan

Berdasarkan gambar diatas didapatkan data dari 20 jumlah


siswa(i) yang mengikuti pengisian kuesioner pada kelas VI di
SDN Tambak Baru Ilir diketahui persentase cuci tangan sebelum
makan 20% (4 orang), cuci tangan sesudah keluar toilet 5% (1
orang), dan mencuci tangan setiap sebelum makan, sesudah
makan, sesudah keluar toilet dan saat merasa tanggan kotor
(benar semua) 75% (15 orang) (Kuesioner UKS “Kebiasaan
Kamu”, 2018). Dan saat siswa(i) disuruh memperagakan cuci
tangan dengan 6 langkah, mereka belum bisa melakukannya.
58

3) Kebiasaan mandi Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir

2 kali > 2 kali

30%

70%

Gambar 3.7 Distribusi siswa(i) SDN Tambak Baru Ilir berdasarkan


kebiasaan mandi
Berdasarkan gambar diatas didapatkan data dari 20 jumlah
siswa(i) yang mengikuti pengisian kuesioner pada kelas VI di
SDN Tambak Baru Ilir diketahui persentase kebiasaan mandi 1
kali sehari tidak ada, mandi 2 kali sehari 70% (14 orang), lebih
dari 2 kali sehari 30% (6 orang) (Kuesioner UKS “Kebiasaan
Kamu”, 2018).

4) Kebiasaan Mandi Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir Menggunakan


Air Bersih dan Sabun untuk Mandi

100%

air saja
air dan sabun

Gambar 3.8 Distribusi Kebiasaan Mandi Siswa (i) SDN Tambak Baru
Ilir Menggunakan Air Bersih dan Sabun untuk Mandi
59

Berdasarkan gambar diatas didapatkan data dari 20 jumlah


siswa(i) yang mengikuti pengisian kuesioner pada kelas VI di
SDN Tambak Baru Ilir diketahui persentase kebiasaan mandi
menggunakan air saja 0% dan air dan sabun sebanyak 100% (20
orang) (Kuesioner UKS “Kebiasaan Kamu”, 2018).

5) Kebiasaan Memotong Kuku Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir

5%

95%

1 kali dalam seminggu


1 kali dalam 2 minggu
1 kali dalam 3 minggu
1 kali dalam sebulan

Gambar 3.9 Distribusi siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir berdasarkan
Kebiasaan Memotong Kuku

Berdasarkan gambar diatas didapatkan data dari 20 jumlah


siswa(i) yang mengikuti pengisian kuesioner pada kelas VI di
SDN Tambak Baru Ilir diketahui persentase memotong kuku 1
kali dalam seminggu 95 % (19 orang), memotong kuku 1 kali
dalam 2 minggu 5 % (1 orang), memotong kuku 1 kali dalam 3
minggu 0% (0 orang), dan 1 kali dalam 1 bulan 0 % (0 orang)
(Kuesioner UKS “Kebiasaan Kamu”, 2018).
60

6) Tempat Pembuangan Sampah


Berdasarkan hasil observasi dan windshield survey, terdapat tempat
sampah pada masing-masing kelas, tetapi tidak tersedia tempat sampah
khusus untuk membedakan antara sampah basah dan sampah kering
maupun sampah organik dsn non organik. Tempat sampah yang ada di
sekolah terdapat di beberapa sudut ruangan. Sampah disekolah setelah
dikumpulkan kemudian diambil oleh petugas pengangkut sampah.

Gambar 3.41 Kondisi tempat pembuangan sampah di SDN Tambak Baru Ilir

1) Kebiasaan Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir dalam memisahkan


sampah (organik dan non organik)

Dipisah Tidak Dipisah

5%

95%

Gambar 3.11 Distribusi siswa(i) SDN Tambak Baru Ilir dalam


memisahkan sampah (organik dan non organik)

Berdasarkan gambar diatas didapatkan data dari 20 jumlah siswa(i) yang


mengikuti pengisian kuesioner pada kelas VI di SDN Tambak Baru Ilir
61

diketahui terdapat 95 % (1 orang) yang memisahkan sampah organik dan non


organic dan terdapat 95% (19 orang) yang tidak memisahkan sampah organik
dan non organic (Kuesioner UKS “Kebiasaan Kamu”, 2018).

7) Toilet/WC/Kamar Mandi
Berdasarkan hasil observasi dan windshield survey, terdapat 2 WC
untuk siswa dan 1 WC untuk guru, namun hanya 1 WC yang dapat di
gunakan untuk siswa (i) . Tidak ada tanda pembagian untuk penggunaan
WC untuk pria atau wanita. Kondisi WC di sekolah kurang bersih, masih
berbau. Bak air kosong karena air saat musim kemarau kerung, sehingga
air yang digunakan mengambil dari sungai terdekat, keadaan dalam WC
terlihat sedikit kotor. Jenis WC yang digunakan disekolah ini leher
angsa/jongkok. Sedangka untuk WC Guru adalah WC duduk. Tempat
penampungan tinja berada ada spiteng dan tertanam. Kondisi lantai WC
kurang bersih, agak berbau, lantai licin, menggunakan keramik ukuran
30x30, tidak terdapat adanya genangan air dan lantai kedap air. Tidak
terdapat sabun cuci tangan didalam WC. Jumlah rasio WC siswa (i) di
SDN Tambak Baru Ilir yaitu 1:143 siswa, hal tersebut tidak memenuhi
syarat standar sekolah yaitu ratio WC Siswa: 1 : 20.

Gambar 3.42 Kondisi lantai, kondisi wc di SDN Tambak Baru Ilir


62

8) Tempat Jajanan di Sekolah


Berdasarkan hasil observasi dan windshield survey, kondisi tempat
jajanan yang ada di sekolah cukup bersih. Sekolah tidak mempunyai
kantin yang dikelola oleh sekolah hanya terdapat 3 warung milik warga
yang berada di sekitar sekolah. Berdasarkan hasil kuesioner yang berikan
kepada siswa, mengatakan bahwa siswa dan siswi disekolah tidak hanya
jajan dilingkungan sekolah namun mereka juga berbelanja jajanan diluar
lingkungan sekolah. Adapun jenis jajanan yang tersedia disekolah berupa
makanan ringan dalam kemasan dan minuman dingin yang dibungkus.
Jenis jajanan yang dijual disekolah yaitu makanan dan minuman dalam
kondisi terbuka. Warung sekolah tidak ada menyediakan tempat cuci
tangan khusus melainkan tempat cuci tangan yang bergabung dengan
tempat cuci tangan siswa dan guru sekolah.

Gambar 3.43 Kondisi Tempat Jajananan Anak di SDN Tambak Baru Ilir

9) Kebisingan
Berdasarkan hasil observasi dan windshield survey, sekolah terletak
di pinggir jalan dan di tengah-tengah pemukiman ramai penduduk.
Sekolah terletak di Desa Tambak Baru Ilir kecamatan Martapura
Kabupaten Banjar. Jalanan termasuk jalan yang ramai karena berada di
63

lingkungan padat penduduk, dengan komposisi kendaraan yang banyak


melintas baik kendaraan pribadi roda 2 maupun roda 4. Namun,
berdasarkan hasil wawancara dengan guru dan murid hal tersebut tidak
mempengaruhi kegiatan belajar mengajar karena menimbulkan kebisingan.

10) Tumbuhan dan Binatang disekitar Sekolah


Berdasarkan hasil observasi dan windshield survey, terdapat
tanaman yang berada di dalam kelas, depan teras kelas sekolah SDN
Tambak Baru Ilir. Jenis tanaman yang terdapat adalah bonsai dan tanaman
bunga. Berdasarkan hasil observasi dan windshield survey, tidak terdapat
hewan yang dapat membahayakan kesehatan di dalam lingkungan sekolah.

Gambar 3.44 Kondisi tanaman yang ada dilingkungan sekolah

b. Pendidikan
Berdasarkan hasil observasi dan Windshield Survey, terdapat poster
kesehatan yang tertempel pada dinding kelas yaitu poster tentang
Cacingan. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah,
mengatakan bahwa pendidikan kesehatan penting untuk diterapkan karena
berkaitan dengan tumbuh kembang anak. Untuk kesehatan siswa, pihak
sekolah sudah menerapkannya dengan bekerja sama dengan pihak
Puskesmas dengan kegiatan pemeriksaan fisik (BB, TB, Gigi) pada kelas I,
64

pendidikan kesehatan yang sudah pernah didapatkan siswa(i) dari


Puskesmas yaitu tentang PHBS, garam beryodium dan Imunisasi MR
(Rubela). Disekolah terdapat perpustakaan namun tidak dilengkapi dengan
meja dan kursi untuk membaca serta kondisi perpustakaan kurang terawat.
Hasil wawancara dengan guru, mengatakan bahwa perpustakaan tersedia
namun dapat digunakan untuk saat ini walaupun dalam kondisi seadanya.

Gambar 3.48 Kondisi Perpustakkan SDN Tambak Baru Ilir


65

1) Persentasi Siswa/I SDN Tambaj Baru Iir Yang Mengikuti


Ekstrakulikuler Dalam Bidang Kesehatan Seperti PMR Di Sekolah.

Mengikuti Tidak Mengikuti

45%

55%

Gambar 3.20 Persentase Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir yang
mengikuti ekstrakulikuler dalam bidang kesehatan seperti PMR di
sekolah.

Berdasarkan gambar di atas didapatkan data hasil dari


kuesioner pada 20 orang siswa SDN Tambak Baru Ilir yang
mengikuti ekstrakulikuler dalam bidang kesehatan seperti PMR
sebesar 45% (9 orang) dan yang tidak mengikuti
ekstrakulikuler dalam bidang kesehatan seperti PMR sebesar
55 % (11 orang) (Kuesioner UKS “Kebiasaan Kamu”, 2018).

c. Keamanan dan Transportasi


Berdasarkan hasil observasi dan Windshield Survey, tidak terlihat adanya
penjaga keamanan (satpam) dan pos satpam dilingkungan sekolah.
Wilayah SDN Tambak Baru Ilir memiliki pagar sekolah. Berdasarkan
hasil observasi anak-anak disekolah sebagian besar menggunakan sepeda
roda 2 sebagai transportasi kesekolah.
66

Gambar 3.47 Pagar sekolah SDN Tambak Baru Ilir

Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah di SDN


Tambak Baru Ilir diketahui bahwa terdapat siswa(i) yang bertugas
menjaga keamanan di kelas yaitu ketua kelas. Guru pengajar juga
mengatakan tidak pernah terjadi tindak kekerasan baik berupa kekerasan
fisik, kekerasan seksual maupun jenis kekerasan lainnya disekolah
tersebut. Para siswa terkadang memang terlihat terlibat adu mulut saling
bercanda tetapi setelah ditegur oleh guru dan dinasehati perkelahian
berhenti dan anak-anak kembali diam. Berdasarkan hasil Windshield
Survey terdapat tempat parkir khusus yang digunakan untuk tempat parkir
kendaraan guru-guru dan sepeda siswa dilingkungan sekolah SDN
Tambak Baru Ilir. Hasil wawancara pada siswa(i) didapatkan sebagian
besar siswa (i) pergi ke sekolah menggunakan sepeda, dijemput dan
berjalan kaki.

Gambar.3.45. Alat transportasi anak sekolah dan tempat


parkir
67

1) Persentasi Siswa/I Dibantu Dalam Menyeberang Jalan Saat


Berada Di Lingkungan Sekolah.

Dibantu Tidak Dibantu

30%

70%

Gambar 3.20 Persentase Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir yang dibantu
menyeberang jalan saat berada di lingkungan sekolah
Berdasarkan gambar di atas didapatkan data dari 20
orang siswa/i SDN Tambak Baru Ilir sebanyak 30% (6 orang)
yang sudahdibantu dalam menyeberang jalan saat berada di
lingkungan sekolah dan yang tidak dibantu dalam
menyeberang jalan saat berada di lingkungan sekolah sebesar
70% (14 orang) (Kuesioner UKS “Kebiasaan Kamu”, 2018
2) Kebiasaan Buruk Pernah di Jahili/diejek Teman Siswa (i)
Penelitian SDN Tambak Baru Ilir

Pernah diejek/dijahili
Tidak pernah diejek/dijahili

100%

Gambar 3.20 Persentase Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir yang pernah
di jahili/di ejek teman.
68

Berdasarkan gambar di atas didapatkan data hasil dari


kuesioner pada 20 orang siswa SDN Tambak Baru Ilir yang
pernah di jahili sebanyak 100% (20 orang) pernah
mendapatkan perilaku kekerasan oleh temannya sendiri dan
tidak ada siswa/(i) yang tidak pernah dijahili/diejek teman
(Kuesioner UKS “Kebiasaan Kamu”, 2018). Berdasarkan hasil
observasi pada siswa(i) SDN Tambak Baru Ilir, terlihat
memiliki kebiasaan dalam bermain saling mendorong satu
sama lain, namun tidak ada kejadian seperti berkelahi antara
siswa(i).

3) Distribusi Kebiasaan Siswa(i) Melaporkan Mendapatkan


Perilaku Kekerasan di Jahili/diejek Teman Siswa (i) SDN
Tambak Baru Ilir
Orang Tua Guru Orang Lain Tidak Melaporkan

5%
15%
0%

80%

Gambar 3.21 Persentase Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir yang pernah
di jahili/di ejek teman.

Berdasarkan gambar di atas didapatkan data hasil dari


20 orang siswa(i) SDN Tambak Baru Ilir yang pernah di jahili
oleh temannya sendiri yang melaporkan kepada orang tua
sebanyak 15% (3 orang), melaporkan kepada guru 5% (1
orang), Melaporkan kepada orang lain (teman, saudara)
sebanyak 0% (0 orang) dan yang tidak melaporkan sebanyak
80% (16 orang). (Kuesioner UKS “Kebiasaan Kamu”, 2018).
69

4) Kebiasaan Buruk Pernah Mendapatkan Perilaku Kekerasan


Teman Siswa (i) Penelitian SDN Tambak Baru Ilir

20%

Pernah
80%
Mendapatkan
Perilaku
kekerasan

Gambar 3.20 Persentase Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir yang pernah
mendapaptkan perilaku kekerasan oleh teman.

Berdasarkan gambar di atas didapatkan data hasil dari


kuesioner pada 20 orang siswa SDN Tambak Baru Ilir yang
pernah mendapatkan perilaku kekerasan oleh teman sebanyak
80% (16 orang) dan yang tidak pernah mendapatkan perilaku
kekerasan oleh temannya sendiri dsebesar 20 % (4 orang)
(Kuesioner UKS “Kebiasaan Kamu”, 2018). Berdasarkan hasil
observasi pada siswa(i) SDN Tambak Baru Ilir, terlihat
memiliki kebiasaan dalam bermain saling mendorong satu
sama lain, namun tidak ada kejadian seperti berkelahi antara
siswa(i).
70

5) Persentase Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir dalam mencegah


tindakan kekerasan di sekolah

Melerainya
Tidak menghiraukannya
langsung melaporkan pada guru/orang tua/teman disekitarmu

0%

20%

80%

Gambar 3.22 Persentase Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir dalam
mencegah tindakan kekerasan di sekolah
Berdasarkan gambar di atas didapatkan data dari 20 orang siswa (i)
SDN Tambak Baru Ilir sebanyak 80% (16 orang) yang langsung
melapor pada orang tua/guru/teman untuk mencegah tindakan
kekerasan di sekolah, 20 % (4 orang) tidak menghiraukannya dan
0% (0 orang) melerainya. (Kuesioner UKS “Kebiasaan Kamu”,
2018).

d. Politik dan Pemerintahan


Berdasarkan hasil Windshield Survey dan observasi, terdapat
visi dan misi serta tata tertib sekolah yang tertempel di dinding dalam
kelas atau luar kelas . Di setiap kelas terpasang struktur organisasi kelas.
Berdasarkan wawancara bersama kepala sekolah, didapatkan data bahwa
disetiap ruangan siswa(i) memiliki struktur organisasi kelas mulai dari
ketua kelas beserta anggotanya.
1) Visi Sekolah

“Unggul dalam pendidikan yang berkualitas, beriman dan


bertaqwa kepada tuhan TME, berbudi pekerti luhur dan
berguna bagi nusa, bangsa, negara, dan agama.”
71

2) Misi Sekolah
“Menciptakan suasan pembelajaran yang menyenangkan,
komunikatif, inovatif dan demokratis”
“Menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, rapi, indah, aman
dan nyaman”
“Menjalin hubungan kerjasama yang harmonis antara warga
sekolah dengan masyarakat”

e. Pelayanan Kesehatan dan Sosial


Berdasarkan hasil observasi, Windshield Survey dan wawancara di SDN
Tambak Baru Ilir kecamatan Martapura Kabupaten Banjar sudah ada UKS,
namun tidak aktif. UKS dikelola oleh guru Penjaskes dan tidak terdapat
dokter kecil dalam program UKS. Ruang UKS berukuran 2 x 3 m.
Didalam ruang UKS terdapat satu buah tempat tidur dengan kasur tidak
memiliki sprei dan terlihat kotor, memiliki kotak P3K yang menyediakan
obat-obatan sederhana seperti Betadine, oralit, paracetamol, plester,
minyak kayu putih. Berdasarkan hasil wawancara bersama pengelola UKS
SDN Tambak Baru Ilir, menyatakan bahwa jika ada siswa yang luka
ringan langsung di tangani di UKS dengan menggunakan obat – obatan
ringan seperti luka lecet yang diberi air bersih saja sedangkan jika
mengalami sakit yang tidak ringan biasanya dibawa pulang oleh orang tua
atau langsung dibawa berobat ke puskesmas dengan membawa buku
berobat yang disediakan oleh sekolah.
Berdasarkan hasil wawancara kepala sekolah tentang UKS mengatakan
bahwa UKS memang belum berjalan dengan aktif dan menginginkan UKS
dapat berjalan dengan baik sesuai dengan fungsinya.
72

Gambar 3.45 Kondisi UKS Dan Perlengkapan Kesehatan yang ada Di SDN
Tambak Baru Ilir
1) Pesentase Kebiasaan Kamu" Pernah Berobat ke UKS Siswa (i)
Penelitian SDN Tambak Baru Ilir

Berobat ke UKS Tidak berobat ke UKS

100%

Gambar 3.15 Distribusi siswa(i) SDN Tambak Baru Ilir berdasarkan


kebiasaan berobat ke UKS

Berdasarkan gambar diatas didapatkan data dari 20


jumlah siswa(i) yang mengikuti pengisian kuesioner pada kelas
VI di SDN Tambak Baru Ilir diketahui persentase yang berobat
ke UKS yaitu 0% (0 orang) dan 100% (20 orang) (Kuesioner
UKS “Kebiasaan Kamu”, 2018).
73

Tabel 3.4 Penilaian Strata di SDN Tambak Baru Ilir


Tidak
No Strata Ada
Ada
Pendidikan Kesehatan
1 Strata Minimal
1. Pendidikan jasmani dilaksanakan secara kurikuler. √
2. Pendidikan kesehatan dilakukan secara kurikuler. √
3. Guru membuat rencana pembelajaran pendidikan kesehatan . √
4. Buku pegangan guru dan bacaan tentang pendidikan kesehatan. √
2 Strata Standar
Dipenuhinya strata minimal
1. Memiliki guru mata pelajaran jasmani √
3 Strata Optimal
Dipenuhinya strata standar
1. Pendidikan kesehatan terintegrasi pada mata pelajaran lain √
2. Pendidikan kesehatan dilaksanakan secara ekstrakulikuler √
3. Memiliki alat peraga pendidikan kesehatan √
4. Memiliki media pendidikan kesehatan (poster dan lain-lain).

4 Strata Paripurna
Meliputi dilaksanakannya strata optimal.
1. Memiliki guru pembina UKS. √
2. Program kemitraan pendidikan kesehatan dengan instansi terkait
seperti:
a. Puskesmas √
b. Kepolisian √
c. Palang Merah Indonesia (PMI) √
d. Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) pertanian dll. √
Pelayanan Kesehatan :
1 Strata Minimal
Meliputi dilaksanakannya :
1. Penyuluhan kesehatan √
2. Imunisasi √
3. Penyuluhan kesehatan gigi dan sikat gigi masal minimal kelas 1, √
2, 3 SD

2 Strata Standar
Meliputi dilaksanakannya strata minimal.
74

1. Penjaringan kesehatan √
2. Pemeriksaan kesehatan berkala tiap 6 bulan, termasuk pengukuran √
tinggi dan berat badan
3. Pencatatan hasil pemeriksaan kesehatan siswa pada buku kartu menuju √
sehat (kms) rujukan bila diperlukan
4. Ada dokter kecil melaksanakan pertolongan pertama pada kecelakaan √
(P3K)
5. Pengawasan warung/kantin sekolah. √
3 Strata Optimal
Meliputi memenuhi strata standar
1. Dana sehat/dana UKS √
2. Pelayanan medik gigi dasar atas permintaan siswa. √
4 Strata Paripurna
Meliputi memenuhi strata optimal
1. Konseling Kesehatan Remaja bagi jasmani √
2. Pengukuran tingkat kesegaran jasmani. √
Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat :
1 Strata Minimal
1. Ada air bersih √
2. Tempat cuci tangan √
3. WC/jamban yang berfungsi √
4. Tempat sampah √
5. Saluran pembuangan air kotor yang berfungsi √
6. Halaman/pekarangan/lapangan √
7. Pojok UKS √
8. Melakukan kegiatan mengubur, menguras dan membakar (3M) plus, √
sekali seminggu.
2 Strata Standar
Memenuhi strata minimal
1. Kantin/warung sekolah √
2. Memiliki pagar √
3. Penghijauan/perindangan √
4. Ada air bersih di sekolah dengan jumlah yang cukup √ √
5. Ruang UKS tersendiri dengan peralatan sederhana √
6. Memiliki tempat ibadah √
7. Lingkungan sekolah bebas jentik √
8. Jarak papan tulis dengan bangku terdepan 2,5 m √ √
9. Melaksanakan pembinaan sekolah kawasan tanpa rokok, bebas narkoba √
dan miras

3 Strata Optimal
Meliputi memenuhi strata standar
75

1. Tempat cuci tangan di beberapa tempat dengan air mengalir/kran √


2. Tempat cuci peralatan masal/makan di kantin/warung sekolah √
3. Petugas kantin yang bersih dan sehat √
4. Tempat sampah di tiap kelas dan tempat penampungan sampah akhir di √
sekolah
5. Jamban/WC siswa dan guru yang memenuhi syarat kesehatan dan √
kebersihan
6. Halaman yang cukup luas untuk upacara dan berolahraga √
7. Pagar yang aman √
8. Memilki ruang UKS tersendiri dengan peralatan yang lengkap √
9. Terciptanya sekolah kawasan tanpa rokok, bebas narkoba dan miras. √

4 Strata Paripurna
Meliputi memenuhi strata optimal
1. Tempat cuci tangan di setiap kelas dengan air mengalir/kran dilengkapi √
sabun.
2. Kantin dengan menu gizi seimbang dengan petugas kantin yang terlatih √
3. Air bersih yang memenuhi syarat kesehatan. √
4. Sampah langsung diangkut dan dibuang ke tempat pembuangan sampah √
di luar sekolah/umum.
5. Ratio WC : siswa = 1:20, saluran pembuangan air tertutup.
6. Pagar yang aman dan indah. √
7. Taman/kebun sekolah yang dimanfaatkan dan diberi label dan √
pengolahan hasil kebun sekolah. √
8. Ruang kelas memenuhi syarat kesehatan (ventilasi dan pencahayaan
cukup). √
9. Ratio kepadatan siswa 1:1,5-1,75 m2 √
10. Memiliki ruang dan peralatan UKS yang ideal. √

2) Kebiasaan Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir dalam kebiasaan


buruk merokok.

Pernah Merokok Tidak Pernah Merokok

15%

85%

Gambar 3.16 Distribusi siswa(i) SDN Tambak Baru Ilir berdasarkan


kebiasaan buruk merokok.
76

Berdasarkan gambar di atas didapatkan data dari


kuesioner bahwa dari 20 orang jumlah siswa (i) penelitian di
SDN Tambak Baru Ilir yang memiliki kebiasaan buruk
merokok sebesar 15% (3 orang) dan tidak pernah merokok
85% (17) (Kuesioner UKS “Kebiasaan Kamu” 2018).
Berdasarkan hasil observasi tidak ditemukan adanya
siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir yang merokok maupun
membawa rokok. Namun pada saat wawancara dengan
beberapa siswa, mereka mengatakan memang pernah merokok
namun tidak dilingkungan sekolah.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Wali kelas, Kelas
VI SDN Tambak Baru Ilir, mengatakan tidak pernah ada
laporan bahwa siswa (i) di SDN Tambak Baru Ilir yang
ketahuan merokok ataupun membawa rokok ke lingkungan
sekolah.

3) Kebiasaan Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir mendapatkan


Rokok.

Rokok Dapat dari Teman Roko Membeli Diri Sendiri

33%

67%

Gambar 3.17 Distribusi siswa(i) SDN Tambak Baru Ilir berdasarkan


cara memperoleh rokok
77

Berdasarkan gambar di atas didapatkan data dari hasil


kuesioner bahwa dari 3 orang siswa SDN Tambak Baru Ilir
yang merokok sebanyak 67% (2 orang) mendapatkan rokok
dari teman dan sebanyak 33% (1 orang) mendapatkan rokok
dengan cara membeli sendiri. (Kuesioner UKS “Kebiasaan
Kamu”, 2018).

4) Kebiasaan Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir Tentang Tahu


Bahaya Merokok Bagi Kesehatan.

Tahu Tentang Bahaya Merokok


Tidak Tahu Tentang Bahaya Merokok

30%

70%

Gambar 3.18 Distribusi siswa(i) SDN Tambak Baru Ilir berdasarkan


Tahu Bahaya Merokok

Berdasarkan gambar di atas didapatkan data dari hasil


kuesioner bahwa dari 20 orang siswa SDN Tambak Baru Ilir
semua siswa mengetahui bahaya merokok bagi kesehatan
sebesar 70% (14 orang) dan tidak mengetahui bahaya merokok
bagi kesehatan sebesar 30% (6 orang). (Kuesioner UKS
“Kebiasaan Kamu”, 2018).
78

5) Kebiasaan Siswa/(i) tentang Tahu Zat Adiktif (Narkoba/Obat-


obatan Terlarang).

Tahu Tidak Tahu

45%
55%

Gambar 3.19 Distribusi siswa(i) SDN Tambak Baru Ilir berdasarkan


Tahu Tentang Zat Adiktif (Narkoba/Obat-Obatan
Terlarang)

Berdasarkan gambar di atas didapatkan data dari hasil


kuesioner bahwa dari 20 orang siswa SDN Tambak Baru Ilir
semua siswa mengetahui tentang zat adiktif (narkoba/obat-
obatan terlarrang) sebesar 45% (9 orang) dan tidak mengetahui
bahaya tentang zat adiktif (narkoba/obat-obatan terlarrang)
sebesar 55% (11 orang). (Kuesioner UKS “Kebiasaan Kamu”,
2018).

6) Kebiasaan Buruk (Konsumsi Zinet) Siswa (i) Penelitian SDN


Tambak Baru Ilir
79

Pernah Meminum Zinet/Obat Terlarang


Tidak Pernah Meminum Zinet/Obat Terlarang

5%

95%

Gambar 3.20 Persentase Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir


Mengkonsumsi Zinet

Berdasarkan gambar di atas didapatkan data dari hasil


kuesioner bahwa dari 20 orang siswa SDN Tambak Baru Ilir
semua siswa tidak pernah mengkonsumsi Zinet sebanyak 5%
(1 orang) dan Tidak pernah mengkonsumsi Zinet sebesar 95%
(19 orang) (Kuesioner UKS “Kebiasaan Kamu”, 2018).
Berdasarkan hasil observasi tidak ditemukan adanya
siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir yang mengkonsumsi Zinet.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Sekolah SDN
Tambak Baru Ilir beliau mengatakan tidak pernah ada laporan
bahwa siswa (i) di SDN Tambak Baru Ilir yang ketahuan
mengkonsumsi Zinet dilingkungan sekolah ataupun yang
membawa zinet kesekolah.
80

7) Kebiasaan Buruk (Menghirup Lem) Siswa (i) Penelitian SDN


Tambak Baru Ilir

Pernah
Tidak Pernah
100 %

Gambar 3.21 Persentase Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir Pernah
Menghirup Lem Fox

Berdasarkan gambar di atas didapatkan data bahwa dari


20 orang siswa SDN Tambak Baru Ilir, semua siswa tidak
pernah menghirup Lem Fox. (Kuesioner UKS “Kebiasaan
Kamu”, 2018).
Berdasarkan hasil windshield survey tidak ditemukan
adanya siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir yang menghirup lem.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Sekolah SDN
Tambak Baru Ilir tidak pernah ada laporan bahwa siswa (i) di
SDN Tambak Baru Ilir yang ketahuan menghirup lem
dilingkungan sekolah ataupun yang membawa lem
dilingkungan sekolah.
81

8) Kebiasaan Tantang Mengetahui Bahaya Menghirup Lem Fox


pada Siswa (i) Penelitian SDN Tambak Baru Ilir

Mengetahui Tidak Menegtahui

45%
55%

Gambar 3.22 Persentase Siswa (i) SDN Tambak Baru IlirTahu Bahaya
Menghirup Lem Fox Bagi Kesehatan.

Berdasarkan gambar di atas didapatkan data bahwa dari


20 orang siswa SDN Tambak Baru Ilir, siswa yang mengetahui
tentang bahaya menghirup lem fox bagi kesehatan sebesar 45%
(9 orang) dan tidak mengetahui bahaya menghirup lem fox
sebesar 55% (11 orang) (Kuesioner UKS “Kebiasaan Kamu”,
2018).
Berdasarkan hasil windshield survey tidak ditemukan
adanya siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir yang menghirup lem.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Sekolah SDN
Tambak Baru Ilir tidak pernah ada laporan bahwa siswa (i) di
SDN Tambak Baru Ilir yang ketahuan menghirup lem
dilingkungan sekolah ataupun yang membawa lem
dilingkungan sekolah.
82

9) Kebiasaan Buruk (Mempunyai teman dekat/ pacar) Siswa (i)


Penelitian SDN Tambak Baru Ilir

Punya Pacar Tidak Punya

15%

85%

Gambar 3.19 Persentase Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir Pernah
mempunyai pacar

Berdasarkan gambar di atas didapatkan data bahwa dari


20 orang siswa SDN Tambak Baru Ilir yang pernah
mempunyai teman dekat (pacar) sebanyak 15% (3 orang) dan
yang tidak pernah mempunyai teman dekat (pacar) sebanyak
17 orang (85 %). (Kuesioner UKS “Kebiasaan Kamu”, 2018).

10) Persentase Siswi SDN Tambak Baru Ilir yang Sudah


Menstruasi

Sudah Menstruasi Belum Menstruasi

33%

67%

Gambar 3.23 Persentase Siswi SDN Tambak Baru Ilir yang Sudah
Menstruasi
83

Berdasarkan gambar di atas didapatkan data dari 9 orang


siswi SDN Tambak Baru Ilir sebanyak 33% (3 orang) yang
sudah mengalami menstruasi dan 67 % (6 orang) yang belum
menstruasi (Kuesioner UKS “Kebiasaan Kamu”, 2018).

11) Kesehatan Reproduksi (Yang Mengalami Keluhan saat


Menstruasi) Siswi di SDN Tambak Baru Ilir

Ada Keluhan saat haid Tidak Ada Keluhan

33%

67%

Gambar 3.24 Persentase Siswi SDN Tambak Baru Ilir yang Mengalami
Keluhan Saat Menstruasi

Berdasarkan gambar di atas didapatkan data dari


kuesioner dari 3 orang siswi SDN Tambak Baru Ilir yang sudah
mengalami menstruasi, yang mengalami keluhan sebesar 67%
(2 orang) dan yang tidak mengalami keluhan sebesar 33% (1
orang) (Kuesioner UKS “Kebiasaan Kamu”, 2018).
Berdasarkan hasil wawancara dengan siswi yang mengalami
keluhan saat menstruasi, mereka mengatakan keluhan yang
dirasakan yaitu nyeri perut dan nyeri pinggang.
84

12) Kesehatan Reproduksi (Mimpi Basah) Siswa di SDN Tambak


Baru Ilir

Mengetahui Tidak Mengetahui

27%

73%

Gambar 3.25 Persentase siswa Laki-laki SDN Tambak Baru Ilir yang
pernah Mengetahui Mimpi Basah

Berdasarkan gambar di atas didapatkan data bahwa dari


11 orang siswa laki-laki di SDN Tambak Baru Ilir terdapat 27
(3 orang) siswa yang mengetahui mimpi basah dan 73% (8
orang) tidak mengetahui mimpi basah. (Kuesioner UKS
“Kebiasaan Kamu”, 2018).

13) Kesehatan Reproduksi (Mimpi Basah) Siswa di SDN Tambak


Baru Ilir

Pernah Tidak Pernah

0%

100%

Gambar 3.25 Persentase siswa Laki-laki SDN Tambak Baru Ilir yang
pernah Mengalami Mimpi Basah
85

Berdasarkan gambar di atas didapatkan data bahwa dari


11 orang siswa laki-laki di SDN Tambak Baru Ilir terdapat
100% (11 orang) siswa yang tidak pernah mengalami mimpi
basah. (Kuesioner UKS “Kebiasaan Kamu”, 2018).

f. Sistem Komunikasi
Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa bahasa yang banyak dan
sering digunakan sehari-hari oleh siswa untuk berkomunikasi dengan
siswa yang lainnya maupun dengan guru adalah bahasa Banjar. Namun
bahasa yang digunakan saat pembelajaran adalah bahasa Indonesia dan
bahasa Banjar. Berdasarkan wawancara bersama Guru Olahraga alat
komunikasi yang digunakan guru-guru di SDN Tambak Baru Ilir untuk
menyampaikan informasi kepada orang tua/wali siswa(i) biasanya
menggunakan undangan/surat. Selain itu, melalui papan pengumuman
yang berada di depan kelas VI dan pengumuman para guru-guru disetiap
kelas.
6) Kebiasaan Menggunakan alat komunikasi handphone ke
sekolah Siswa (i) Penelitian SDN Tambak Baru Ilir

Menggunakan Handphone ke sekolah


Tidak Menggunakan Handphone ke sekolah

10%

90%

Gambar 1.1 Persentase Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir yang
menggunakan alat komunikasi seperti handphone ke
sekolah.

Berdasarkan gambar di atas didapatkan data hasil dari kuesioner pada 20


orang siswa SDN Tambak Baru Ilir yang menggunakan alat komunikasi
86

seperti handphone ke sekolah sebesar 10% ( 2orang) dan yang tidak


menggunakan alat komunikasi seperti handphone ke sekolah sebesar 90 %
(18 orang) (Kuesioner UKS “Kebiasaan Kamu”, 2018). Berdasarkan hasil
observasi pada siswa(i) SDN Tambak Baru Ilir, tidak terlihat anak
menggunakan handphone saat di sekolah.

g. Sistem Ekonomi
1) Kebiasaan Jajan Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir

25%

75%

jajan dikantin sekolah jajan diluar kantin sekolah

Gambar 3.14 Distribusi siswa(i) SDN Tambak Baru Ilir berdasarkan


Kebiasaan Jajan

Berdasarkan gambar diatas didapatkan data dari 20


jumlah siswa(i) yang mengikuti pengisian kuesioner pada kelas
VI di SDN Tambak Baru Ilir diketahui persentase jajan di
kantin sekolah 75% ( 15 orang), jajan di luar kantin sekolah
25% (55 orang), dan tidak jajan/membawa tidak ada(Kuesioner
UKS “Kebiasaan Kamu”, 2018).
87

2) Kebiasaan Banyak/Jumlah Uang Jajan Siswa (i) Penelitian SDN


Tambak Baru Ilir

< Rp. 5000; Rp. 5000- Rp.10.000 > Rp.10.000

25% 25%

50%

Gambar 3.15 Distribusi siswa(i) SDN Tambak Baru Ilir berdasarkan


Banyaknya Uang Jajan

Berdasarkan gambar diatas didapatkan data dari 20


jumlah siswa(i) yang mengikuti pengisian kuesioner pada kelas
VI di SDN Tambak Baru Ilir diketahui persentase banyaknya
uang jajan yaitu < Rp. 5000; sebesar 25% (5 orang), Rp. 5.000;
- Rp. 10.000; sebesar 50% (10 orang) dan > Rp. 10.000 sebesar
25% (5 orang) (Kuesioner UKS “Kebiasaan Kamu”, 2018).

h. Rekreasi
Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan Windshield Survey, siswa (i)
bermain saat waktu istirahat, mereka biasanya bermain di dalam kelas dan
halaman sekolah. Hasil wawancara dengan Guru Olahraga biasanya
siswa(i) sesekali diajak untuk rekreasi ke tempat wisata Pantai Takisung
atau keliling ziarah ke makam-makam para Tuan Guru ketika perpisahan
dengan siswa anak kelas VI. Kegiatan ekstrakurikuler yang ada di
sekolah antara lain, Pramuka yang biasanya diadakan 2 kali dalam 1
bulan.
88

Gambar. Siswa (i) SDN Tambak Bru Ilir Bermain Bola Diluar Kelas.
1) Kebiasaan Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir Menghabiskan
Waktu Istirahat di Sekolah

5%
15%

10%

70%

Diam dikelas Bermain di kelas


Bermain di luar kelas Ke Perpustakaan
Makan/Jajan

Gambar 3.13 Persentase Kebiasaan siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir
Menghabiskan Waktu Istirahat di Sekolah
89

Berdasarkan gambar di atas didapatkan data dari 20


jumlah siswa(i) yang mengikuti pengisian kuesioner pada kelas
VI di SDN Tambak Baru Ilir diketahui yang memiliki
kebiasaan menghabiskan waktu istirahat diam di kelas sebesar
tidak ada, bermain di kelas sebesar 5% (1 orang), bermain di
luar kelas sebesar 15% (3 orang), keperpustakaan 10% (2
orang), dan makan/jajan sebesar 70% (14 orang). (Kuesioner
UKS “Kebiasaan Kamu”, 2018).
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan
guru SDN Tambak Baru Ilir kebanyakan siswa (i)
menghabiskan waktu istirahat di bermain di luar kelas dan
jajan di warung sekitar sekolah karena di samping dan depan
sekolah terdapat halaman untuk tempat siswa(i) untuk bermain.

2) Kebiasaan Siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir yang mengikuti


Gotong Royong di Sekolah

0%

100%

Mengikuti kegiatan gotong royong


Tidak Mengikuti kegiatan gotong royong

Gambar 3.12 Persentase kebiasaan siswa (i) SDN Tambak Baru Ilir
Mengikuti Gotong Royong di Sekolah

Berdasarkan gambar di atas didapatkan data dari 20


jumlah siswa(i) yang mengikuti pengisian kuesioner pada kelas
VI di SDN Tambak Baru Ilir diketahui yang mengikuti
kegiatan gotong royong di sekolah sebesar 100% (20 orang)
90

dan tidak mengikuti gotong royong 0% (0 orang) (Kuesioner


UKS “Kebiasaan Kamu”, 2018)