Anda di halaman 1dari 8

Jurnal AGRIJATI 1 (1), Desember 2005

ADOPSI INOVASI DALAM KEGIATAN USAHATANI PADA BEBERAPA


SPESIFIK SOSIOBUDAYA PETANI DI PROPINSI LAMPUNG

Oleh

Tubagus Hasanuddin 1)

ABSTRACT

The succesfull of development agriculture cannot be participation of farmer, included in


adoption of innovation in farm activities. Therefore, research to adoption of innovation in farm
activities from various specific socioculture is important. This research done in four countryside
in Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Lampung Selatan, Propinsi Lampung. This research
done since July 2004 - September 2004. This research done by using approach survey, and
technique of sample with Multy stage stratified random sampling . Data analysis done by using
statistic non parametric (Mann-Whitney Analysis and Kendall Tau-b Corelations). The result of
research is: (1) The stage of adoption inovation in farm activities of farmer family from Jawa and
Lampung socioculture are not different; (2) the land area owner of farmer family related with
adoption of innovation (Lampung socioculture); (3) the stage of production farm related with
adoption of innovation (Jawa socioculture); and (4) adoption of innovation in farm shape
(Tanaman Pangan and Tanaman Perkebunan) are different.

Key word : adoption of innovation; sosioculture; farm shape.

I. PENDAHULUAN terlibat dalam sektor pertanian serta ke-


mampuannya dalam menghadapi krisis eko-
Sektor pertanian masih memegang peranan
nomi yang terjadi saat ini juga merupakan
penting dalam pelaksanaan pembangunan na-
alasan lain pentingnya sektor pertanian untuk
sional di Indonesia. Perhatian yang relatif be-
tetap dipertahankan dalam proses pelaksanaan
sar terhadap sektor pertanian ini karena selain
pembangunan.
peranan sektor pertanian dalam perekonomian
Keberhasilan pembangunan pertanian yang
Indonesia masih penting, sektor pertanian juga
dilaksanakan di Indonesia (pada tahun 1984
telah membuktikan peranannya yang begitu
Indonesia pernah mencapai swasembada
besar dalam pembangunan di Indonesia, baik
pangan/beras) tidak hanya disebabkan oleh
dalam hal penyediaan pangan dan gizi, pe-
besarnya peranan pemerintah beserta aparatnya
nyerapan tenaga kerja, maupun cukup be-
(lembaga penyuluhan, dan lain-lain), tetapi
sarnya konstribusi sektor ini dalam mening-
juga ditentukan oleh dari peranan berjuta-juta
katkan ekspor non migas (Soekartawi, 1996).
rumahtangga petani yang terlibat dalam ke-
Selain itu, cukup besarnya penduduk yang
giatan sektor pertanian tersebut dalam mene-

______________________________________
1) Dosen Fakultas Pertanian Universitas Lampung

1
Jurnal AGRIJATI 1 (1), Desember 2005

menerapkan inovasi-inovasi dalam kegiatan– hubungan dengan adopsi inovasi dalam ke-
kegiatan usahatani. Kegiatan-kegiatan dalam giatan-kegiatan usahatani dari beberapa etnis
sektor pertanian pada kenyataannya tidak ha- yang ada di Propinsi Lampung menarik untuk
nya dijumpai pada subsektor tanaman pangan, dilakukan. Berdasarkan latar belakang yang
tetapi juga pada subsektor-subsektor lainnya telah diutarakan di atas, maka apakah tingkat
seperti tanaman hortikultura, tanaman perke- adopsi inovasi dalam kegiatan-kegiatan usa-
bunan, kehutanan, peternakan, dan lain-lain. hatani yang dilakukan oleh etnis Lampung
Dalam kaitannya dengan tingkat produksi berbeda dengan etnis Jawa ? Apakah tingkat
usahatani yang dicapai, besarnya tingkat adopsi inovasi dalam kegiatan usahatani antara
produksi serta produktivitas per hektar yang berbagai jenis usahatani berbeda ? Faktor-
dicapai pada dasarnya banyak ditentukan oleh faktor apakah yang berhubungan dengan
berbagai faktor. Selain faktor kesuburan la- tingkat adopsi inovasi dalam kegiatan usa-
han, keadaan curah hujan, dan intensitas hama hatani pada petani Suku Lampung dan Suku
penyakit tanaman yang menyerang tanaman, Jawa ?
dan lain-lain, maka faktor inovasi dan tek- Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk
nologi yang digunakan serta pengelolaan mengetahui adopsi inovasi dalam kegiatan-
tanaman itu sendiri juga tidak dapat di- kegiatan usahatani dari beberapa spesifik
abaikan. Dengan demikian, perhatian terhadap sosiobudaya petani yang ada di Propinsi
unsur-unsur yang berhubungan dengan adopsi Lampung. Selain itu, penelitian ini juga ber-
inovasi dalam kegiatan-kegiatan usahatani tujuan untuk mengetahui : (1) perbedaan
yang dilaksanakan oleh petani juga memegang tingkat adopsi inovasi dalam kegiatan usa-
peranan yang sangat penting. hatani dari sosiobudaya petani yang berbeda,
Terdapatnya beragam etnis di Propinsi (2) tingkat adopsi inovasi dalam kegiatan
Lampung-tidak terkecuali etnis yang banyak usahatani yang berbeda dari sosiobudaya pe-
terlibat dalam kegiatan-kegiatan pertanian tam- tani yang berbeda, dan (3) faktor-faktor yang
paknya memerlukan kajian yang seksama berhubungan dengan tingkat adopsi inovasi
untuk memahaminya. Hal ini penting karena dalam kegiatan usahatani dari spesifik so-
perbedaan sosiobudaya dan lingkungan alam siobudaya petani.
yang ada dari rumahtangga-rumahtangga yang
II. METODOLOGI PENELITIAN
terlibat dalam kegiatan pertanian sedikit
banyak akan berpengaruh terhadap tingkat 2.1 Lokasi, Waktu, Populasi dan Sampel
Penelitian
adopsi inovasi dalam kegiatan-kegiatan usa-
hatani yang akan dilakukan. Oleh karena itu, Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja
penelitian terhadap unsur-unsur yang ber- (purposive) berdasarkan atas pertimbangan

23
Jurnal AGRIJATI 1 (1), Desember 2005

ketersediaan/ada tidaknya jenis etnis yang an pangan (padi) dan 15 % untuk rumahtangga
ingin diteliti serta jenis usahatani yang petani tanaman perkebunan (kakao). Untuk
diusahakan oleh etnis/suku bangsa tersebut menentukan jumlah sampel pada masing-
(tanaman pangan (padi) dan tanaman perke- masing desa yang diteliti ditentukan dengan
bunan (kakao)). Atas dasar pertimbangan di menggunakan rumus Nasir (1988) sbb:
atas, maka untuk jenis usahatani tanaman Ni
pangan (padi) dipilih dua desa di Kecamatan ni = n
Gedong Tataan, Kabupaten Lampung Selatan, N
yaitu Desa Karang Anyar yang penduduknya Keterangan : ni = jumlah sampel setiap desa
Ni = jumlah populasi pada
sebagian besar terdiri dari Suku Jawa, dan
masing-masing daerah
Desa Pampangan yang sebagian besar pen- N = jumlah seluruh populasi
n = jumlah sampel secara
duduknya terdiri dari Suku Lampung, se-
keseluruhan
dangkan untuk jenis usahatani tanaman per-
kebunan (kakao) dipilih dua desa di Keca- Dengan menggunakan rumus di atas, maka
matan Gedong Tataan, Kabupaten Lampung besarnya sampel untuk setiap desa yaitu Desa
Selatan, yaitu Desa Sungai Langka dan Desa Karang Anyar sebanyak 45 rumahtangga, Dsa
Negri Sakti. Pampangan sebanyak 20 rumahtangga, Desa
Jumlah populasi rumahtangga petani ta- Sungai Langka sebanyak 68 rumahtangga, dan
naman pangan (padi) di lokasi penelitian ter- Desa Negri Sakti sebanyak 22 rumahtangga.
dapat 260 rumahtangga yang terdiri dari 182 Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli 2004
ru-mahtangga petani di Desa Karang Anyar sampai dengan bulan September 2004.
dan 78 rumahtangga petani di Desa Pam-
2.2 Metode Penelitian dan Pengumpulan
pangan, sedangkan jumlah populasi rumah-
Data
tangga petani tanaman perkebunan (kakao)
Metode yang digunakan dalam penelitian
terdapat 600 rumahtangga petani terdiri dari
ini adalah metode penelitian deskriptif (sur-
150 rumahtangga petani tanaman perkebunan
vey). Jenis data yang dikumpulkan adalah data
(kakao) di Desa Negri Sakti dan 450 rumah
primer dan data sekunder. Data primer di-
tangga petani tanaman perkebunan (kakao) di
kumpulkan dari responden penelitian melalui
Desa Sungai Langka. Mengingat cukup be-
wawancara langsung dengan berpedoman pada
sarnya jumlah populasi rumahtangga petani di
daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan, se-
atas, maka sampel dalam penelitian ini diambil
dangkan data sekunder dikumpulkan dari lem-
secara Multi stage Stratified Proporsional
baga atau instansi yang terkait dengan pene-
Random Sampling dengan jumlah sampel se-
litian ini.
besar 25 % untuk rumahtangga petani tanam-

24
Jurnal AGRIJATI 1 (1), Desember 2005

2.3 Analisis Data dan Pengujian Hipotesis inovasi dalam kegiatan usahatani ini tidak jauh
berbeda antara etnis Lampung dan etnis Jawa,
Dalam melakukan analisis data, langkah
padahal apabila dilihat dari jenis usahatani
pertama yang dilakukan adalah membagi data
tersebut, maka etnis Lampung telah lebih lama
atas dasar kelompok dan kategori-kategori
mengenal jenis usahatani tersebut dibanding-
sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian
kan dengan etnis Jawa. Keadaan yang hampir
yang ingin dicapai, sedangkan untuk menge-
serupa juga dijumpai pada tingkat adopsi
tahui hubungan antara variabel dari penelitian
inovasi pada jenis usahatani tanaman pangan
ini dilakukan dengan menggunakan metode
(padi) yang menunjukkan bahwa tingkat adop-
statistik nonparametrik. Untuk mengetahui
si inovasi pada jenis usahatani ini dari kedua
ada tidaknya perbedaan tingkat adopsi inovasi
suku bangsa juga tidak jauh berbeda, padahal
dalam kegiatan usahatani antara berbagai
dilihat dari aspek pengenalan, maka Suku
spesifik sosiobudaya petani yang diteliti di-
Bangsa Jawa telah lebih lama mengenal jenis
gunakan Uji Dua Sampel Bebas Mann-
usahatani tanaman pangan tersebut. Tabel 1
Whitney, sedangkan untuk mengetahui hu-
berikut ini menunjukkan deskripsi tingkat
bungan antara peubah-peubah yang diteliti
adopsi inovasi dalam kegiatan-kegiatan usa-
dengan tingkat adopsi inovasi dalam kegiatan
hatani dari dua suku bangsa dan jenis usaha-
usahatani digunakan Korelasi Kendall Tau-b.
tani yang berbeda yang diusahakan oleh ru-
Penghitungan Uji Dua Sampel Bebas Mann-
mahtangga petani di desa yang diteliti.
Whitney dan Korelasi Kendall Tau-b dila-
Berdasarkan Tabel 1 tampak bahwa tingkat
kukan melalui bantuan komputer dengan
adopsi inovasi pada jenis usahatani tanaman
program SPSS 10.0.
pangan (padi) sebagian besar masih berada
pada klasifikasi sedang, sedangkan tingkat
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
adopsi inovasi pada kegiatan usa-hatani
3.1 Tingkat Adopsi Inovasi dalam Kegiatan tanaman perkebunan (kakao) sebagian besar
Usahatani Petani.
masih tergolong rendah, walaupun perbedaan
Dilihat dari tingkat adopsi inovasi dalam tingkat adopsi inovasi pada jenis usahatani ini
kegiatan usahatani dari dua jenis suku bangsa (tanaman perkebunan) antara yang tergolong
dan dua jenis usahatani yang dilakukan di sedang dan rendah tidak jauh berbeda. Di
empat desa yang diteliti tampak bahwa tingkat pihak lain, apabila dilihat dari sebaran tingkat
adopsi inovasi dalam kegiatan usahatani dari adopsi inovasi di atas, maka tampak bahwa
ke dua jenis sosiobudaya tersebut tidak jauh adopsi inovasi dalam kegiatan usahatani
berbeda. Pada jenis usahatani tanaman per- tanaman pangan (padi) jauh lebih tinggi
kebunan misalnya, ternyata tingkat adopsi dibandingkan dengan tingkat adopsi inovasi

25
Jurnal AGRIJATI 1 (1), Desember 2005

Tabel 1. Tingkat Adopsi Inovasi dalam Kegiatan Usahatani Berdasarkan Jenis Suku Bangsa dan
Jenis Usahatani yang dilakukan Petani di Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten
Lampung Selatan, Propinsi Lampung, 2004.

Jenis Usahatani
Tanaman Pangan (Padi) Tanaman Perkebunan
Sosiobudaya Total (Kakao) Total
Tingkat Adopsi (%) Tingkat Adopsi (%)
Rendah Sedang Tinggi Rendah Sedang Tinggi

1. Lampung 4.5 68.2 27.3 100.0 45.5 45.5 9.0 100.0


2. Jawa. - 62.2 38.0 100.0 58.5 41.5 - 100.0

dalam kegiatan usahatani tanaman perkebunan. yang berhubungan dengan tingkat adopsi
Memperhatikan perbedaan tingkat adopsi ino- inovasi dalam kegiatan usahatani tidak dapat
vasi dalam kegiatan usahatani yang berbeda di disamaratakan antara satu jenis usahatani
atas tampaknya pola pembinaan kepada petani dengan jenis usahatani lainnya, demikian pula
dari dua jenis usahatani tersebut cukup banyak antara satu jenis suku bangsa dengan suku
berpengaruh terhadap tingkat adopsi inovasi bangsa lainnya. Hal ini karena perbedaan-
yang dilakukan oleh petani. Selain itu, ber- perbedaan sosiobudaya petani yang melakukan
dasarkan pengamatan yang dilakukan di lapang kegiatan-kegiatan usahatani tampaknya juga
tampaknya faktor ketersediaan informasi dan menentukan terhadap adopsi suatu inovasi.
sarana-sarana lain yang berhubungan dengan Selain itu, hasil penelitian ini juga mendukung
penerapan inovasi dalam kedua jenis usahatani pendapat Wolf (1985) yang menyatakan bahwa
di atas juga cukup menentukan terhadap perbedaan relung ekologis dan etnis petani
tingkat adopsi inovasi yang dilakukan oleh dapat mempengaruhi penerimaannya terhadap
petani. Dengan demikian, hasil pengamatan suatu inovasi.
dalam penelitian ini men-dukung pendapat
3.2 Faktor-faktor yang Berhubungan
Soekartawi (1988) yang menyatakan bahwa
dengan Adopsi Inovasi dalam Kegiatan
ketersediaan informasi berhubungan positif Usa-hatani pada Spesifik Sosiobudaya
Petani
dengan tingkat adopsi suatu inovasi.
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pe-
Dihubungkan dengan faktor-faktor yang
nelitian ini tampak bahwa pendekatan-pen-
berhubungan tingkat adopsi inovasi, maka
dekatan yang selama ini dilakukan yang pada
pada Suku Bangsa Lampung, faktor luas lahan
umumnya hampir serupa antara berbagai jenis
yang dimiliki oleh rumahtangga petani mem-
usahatani hendaknya dipertimbangkan kem-
punyai korelasi yang signifikan dengan tingkat
bali. Hal ini penting mengingat faktor-faktor

26
Jurnal AGRIJATI 1 (1), Desember 2005

adopsi inovasi tersebut, baik pada jenis usa- bungan dengan tingkat adopsi inovasi pada dua
hatani tanaman pangan maupun jenis usahatani jenis kegiatan usahatani pada dua suku bangsa
tanaman perkebunan, sedangkan pada Suku yang berbeda. Berdasarkan Tabel 2 tampak
Bangsa Jawa, maka tingkat pro-duksi yang bahwa apabila ditinjau dari aspek ada tidaknya
dicapai mempunyai korelasi yang signifikan perbedaan tingkat adopsi inovasi dari dua jenis
dengan tingkat adopsi inovasi pada jenis usahatani yang diusahakan oleh kedua suku
usahatani tanaman perkebunan. Di pi-hak lain, bangsa yang berbeda di atas, tampak bahwa
pada jenis usahatani tanaman pa-ngan, maka walaupun secara deskriptip terdapat perbedaan
pada Suku Bangsa Jawa, faktor-faktor yang dalam besarnya persentase kategori tingkat
diduga mempunyai hubungan dengan tingkat adopsi inovasi dalam kegiatan usahatani, na-
adopsi inovasi dalam kegiatan usahatani ter- mun secara analisis statistik ternyata per-
sebut ternyata tidak mempunyai hubungan bedaan tersebut tidak berbeda nyata antara
yang signifikan. tingkat adopsi inovasi dalam kegiatan usa-
Dengan demikian tampak bahwa faktor- hatani oleh Suku Bangsa Lampung dan Suku
faktor yang mempunyai hubungan dengan Bangsa Jawa. Perbedaan tingkat adopsi ino-
tingkat adopsi inovasi dalam kegiatan usa- vasi dalam kegiatan usahatani baru tampak jika
hatani dari dua jenis usahatani yang diusa- hal tersebut dihubungkan dengan jenis usa-
hakan dan dua jenis suku bangsa di atas tam- hatani yang diusahakan oleh petani. Tabel 3
pak berbeda. Tabel 2 berikut ini menunjukkan dan 4 berikut ini menunjukkan hasil analisis
korelasi antara beberapa faktor yang berhu- Uji Beda Dua Sampel Bebas Mann-Whitney
terhadap ke dua hal di atas.

Tabel 2. Hubungan Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Adopsi Inovasi Dalam
Kegiatan Usahatani pada Dua Jenis Usahatani dan Suku Bangsa Petani di Kecamatan
Gedong Tataan, Kabupaten Lampung Selatan, Propinsi Lampung, 2004.

Jenis Usahatani
Sosio Tanaman Pangan (Padi) Tanaman Perkebunan (Kakao)
budaya Adopsi Adopsi
T.Prod L.Lahan T.Pendpt T.Penddkn T.Prod L.Lahan T.Pendpt T.Peddkn

Koefisien Korelasi Kendall Tau-b

Lampung 0.294 0.482 * 0.340 0.138 0.055 -.405 * -.040 0.047


Jawa 0.261 -.125 0.261 0.235 0.333 ** 0.143 0.210 0.174

Keterangan : ** Korelasi signifikan pada tingkat kepercayaan 99 %


* Korelasi signifikan pada tingkat kepercayaan 95 %

27
Jurnal AGRIJATI 1 (1), Desember 2005

Tabel 3. Hasil Analisis Uji Beda Dua Sampel Bebas Mann-Whitney terhadap Tingkat Adopsi
Inovasi Pada Dua Jenis Usahatani dan Suku Bangsa di Kecamatan Gedong Tataan,
Kabupaten Lampung Selatan, Propinsi Lampung, 2004

Tingkat Adopsi
Sosiobudaya Tanaman Pangan (Padi) Tanaman Perkebunan (Kakao)
Nilai Z Hitung Signifikansi Nilai Z hitung Signifikansi

Suku Lampung dan Jawa -.984 0.325 -1.524 0.128

Tabel 4. Hasil Analisis Uji Beda Dua Sampel Bebas Mann-Whitney terhadap Tingkat Adopsi
Inovasi Pada Dua Jenis Usahatani di Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Lampung
Selatan, Propinsi Lampung, 2004

Tingkat Adopsi
Jenis Usahatani Nilai Z Hitung Signifikansi

Tanaman Pangan (Padi)


dan Tanaman Perkebunan -8.011 0.000
(Kakao)

Berdasarkan Tabel 3 dan Tabel 4 di atas komoditas tanaman pangan (padi) dan tanaman
tampak bahwa tingkat adopsi inovasi dalam perkebunan (kakao) yang diusahakan oleh
kegiatan-kegiatan usahatani antara Suku Bang- petani dari dua spesifik sosio-budaya yang
sa Lampung dan Suku Bangsa Jawa tidak diteliti dalam penelitian ini memang memiliki
berbeda nyata, sebaliknya jika tingkat adopsi tingkat resiko kegagalan yang berbeda. Oleh
inovasi tersebut dilihat berdasarkan jenis karena itu, memperhatikan hasil analisis ini,
usahatani yang diusahakan, maka tampak maka pendekatan dari sudut komoditas tana-
terdapat perbedaan yang nyata. Hasil pene- man yang diusa-hakan oleh petani tampaknya
litian ini mendukung pendapat Scott (1983) perlu pula dipertimbangkan.
yang menyatakan bahwa jenis komoditas apa
IV. KESIMPULAN DAN SARAN
yang akan diusahakan oleh petani serta se-
berapa tinggi tingkat adopsi inovasi yang akan
4.1 Kesimpulan
diterapkan dalam kegiatan usahatani akan
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh
berhubungan dengan seberapa besar tingkat
dapat ditarik kesimpulan bahwa : (1) Tingkat
resiko dari komoditas yang ditanam oleh
adopsi inovasi dalam kegiatan usahatani antara
petani terhadap tingkat subsistensi petani itu
Suku Bangsa Lampung dan Suku Bangsa Jawa
sendiri. Hal ini penting mengingat jenis
tidak berbeda nyata; (2) Luas lahan yang

28
Jurnal AGRIJATI 1 (1), Desember 2005

dimiliki oleh rumahtangga petani dari Suku memperhatikan perbedaan-perbedaan faktor


Lampung mempunyai hubungan dengan ting- yang ada yang berhubungan dengan tingkat
kat adopsi inovasi yang dilakukan dalam adopsi inovasi dalam kegiatan usahatani ter-
kegiatan usahatani; (3) Tingkat produksi usa- sebut, baik antara suku yang berbeda maupun
hatani pada jenis usahatani tanaman per- atas dasar jenis usahatani dan komoditas yang
kebunan pada Suku Bangsa Jawa mem-punyai diusahakan oleh rumahtangga petani.
hubungan dengan tingkat adopsi inovasi da-
DAFTAR PUSTAKA
lam kegiatan usahatani yang bersangkutan;
(4) Tingkat adopsi inovasi da-lam kegiatan
Dayan, Anto, 1996. Pengantar Metode Statis-
usahatani tanaman pangan (padi) berbeda tik LP3ES. Jakarta
dengan tingkat adopsi inovasi dalam kegiatan
Nazir, 1983. Metode Penelitian. Penerbit Gha-
usahatani tanaman perkebunan (Ka-kao). lia Indonesia. Jakarta

Scott, James, C, 1983. Moral Ekonomi Petani.


4.2 Saran
LP3ES. Jakarta
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh
Soekartawi, 1988. Prinsip Dasar Komunikasi
disarankan agar usaha-usaha perubahan yang Pertanian. Penerbit Universitas Indone-
sia. Jakarta
akan dilakukan dalam rangka meningkatkan
produksi usahatani melalui penerapan inovasi Soekartawi, 1996. Pembangunan Pertanian.
Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.
dalam kegiatan-kegiatan usahatani hendaknya
Wolf, Eric R, 1985. Petani. Suatu Tinjauan
Antropologis. Penerbit Rajawali.
Jakarta.

29