Anda di halaman 1dari 6

86

B. ANALISIS MASALAH
Tabel 3.5 Analisa Masalah Kesehatan Sekolah SDN Sungai Rangas Hambuku
No. Data Etiologi Problem
1. Data Subjektif: Kesiapan
a. Berdasarkan wawancara dengan Kepala Sekolah SDN Sungai Rangas Hambuku ruang meningkatkan
UKS dikelola oleh seorang Guru Penjaskes. manajemen
b. Berdasarkan hasil wawancara dengan koordinator UKS SDN Sungai Rangas Hambuku,
kesehatan
menyatakan bahwa jika ada siswa yang luka ringan langsung di tangani di UKS dengan
menggunakan obat – obatan ringan seperti luka lecet yang diberi bethadine sedangkan jika
mengalami sakit yang tidak ringan biasanya dibawa pulang oleh orang tua atau langsung
dibawa berobat ke Puskesmas dengan membawa buku berobat yang disediakan oleh
sekolah.
c. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah, mengatakan bahwa pendidikan
kesehatan penting untuk diterapkan karena berkaitan dengan tumbuh kembang anak.
Untuk kesehatan siswa, pihak sekolah sudah bekerja sama dengan pihak Puskesmas
dengan kegiatan pemeriksaan fisik (BB, TB, Gigi) pada kelas I, pendidikan kesehatan
yang sudah pernah didapatkan siswa(i) dari Puskesmas yaitu tentang PHBS, garam
beryodium dan Imunisasi MR (Rubela).
d. Berdasarkan hasil wawancara dengan Guru pengelola UKS didapatkan bahwa tidak ada
dokter kecil di sekolah, hanya terdapat petugas kebersihan per kelas.
e. Berdasarkan data dari 46 jumlah siswa(i) yang mengikuti pengisian kuesioner pada kelas
III dan VI di SDN Sungai Rangas Hambuku diketahui persentase kebiasaan mandi 1 kali
sehari tidak ada, mandi 2 kali sehari 84,8% (39 orang), lebih dari 2 kali sehari 15,2%.
f. Berdasarkan data dari 46 jumlah siswa(i) yang mengikuti pengisian kuesioner pada kelas
III dan VI di SDN Sungai Rangas Hambuku diketahui persentase kebiasaan mandi
menggunakan air saja 2,2% (1 orang) dan air dan sabun sebanyak 97,8% (45 orang).
87

g. Berdasarkan data dari 46 jumlah siswa(i) yang mengikuti pengisian kuesioner pada kelas
III dan VI di SDN Sungai Rangas Hambuku diketahui persentase memotong kuku 1 kali
dalam seminggu 80,4% (37 orang), memotong kuku 1 kali dalam 2 minggu 8,7% (4
orang), memotong kuku 1 kali dalam 3 minggu 6,5% (3 orang), dan 1 kali dalam 1 bulan
4,4%% (2 orang).
h. Berdasarkan data dari 46 jumlah siswa(i) yang mengikuti pengisian kuesioner pada kelas
III dan VI di SDN Sungai Rangas Hambuku diketahui persentase membuang sampah pada
tempat sampah 95,7% (44 orang) dan membuang sampah bukan pada tempat sampah
(sembarang) 4,3% (2 orang).
i. Berdasarkan data dari 46 jumlah siswa(i) yang mengikuti pengisian kuesioner pada kelas
III dan VI di SDN Sungai Rangas Hambuku diketahui terdapat 69,6 % (32 orang) yang
memisahkan sampah organik dan non organic dan terdapat 30,4% (14 orang) yang tidak
memisahkan sampah organik dan non organic.
j. Berdasarkan data dari 46 jumlah siswa(i) yang mengikuti pengisian kuesioner pada kelas
III dan VI di SDN Sungai Rangas Hambuku diketahui yang mengikuti kegiatan gotong
royong di sekolah sebesar 89,1% (41 orang) dan tidak mengikuti gotong royong 10,9%.
k. Berdasarkan data dari 46 jumlah siswa(i) yang mengikuti pengisian kuesioner pada kelas
III dan VI di SDN Sungai Rangas Hambuku diketahui sebanyak 100% (46 orang)
mengikuti kegiataan keagamaan seperti mengaji, mendengar ceramah dan sekolah
madrasah di sore hari.
l. Berdasarkan data dari 26 orang siswi SDN Sungai Rangas Hambuku sebanyak 7,7% (2
orang) yang sudah mengalami menstruasi dan 92,3 % (24 orang) yang belum menstruasi
m. Berdasarkan data dari kuesioner dari 2 orang siswi SDN Sungai Rangas Hambuku yang
sudah mengalami menstruasi, kedua siswi (100%) tersebut mengalami keluhan saat
menstruasi.
n. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswi yang mengalami keluhan saat menstruasi,
mereka mengatakan keluhan yang dirasakan yaitu nyeri perut dan nyeri pinggang.
o. Berdasarkan data bahwa dari 20 orang siswa laki-laki di SDN Sungai Rangas Hambuku
terdapat 15% (3 orang) siswa yang pernah mengalami mimpi basah.
p. Berdasarkan data bahwa dari 20 orang siswa laki-laki di SDN Sungai Rangas Hambuku
88

terdapat 35% (7 orang) siswa yang mengetahui tentang mimpi basah.


q. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa kelas VI sebagian besar mampu menjawab
dengan benar apa itu mimpi basah.
Data Objektif:
a. Berdasarkan hasil pemeriksaan status gizi siswa (i) SDN Sungai Rangas Hambuku yang
dilakukan pada 80 siswa(i) dari 3 kelas (Kelas I, Kelas III, dan Kelas VI) yang dihitung
berdasarkan Body Mass Index (BMI) didapatkan hasil sebanyak 11,2% (9 orang) memiliki
status gizi sangat kurus, sebanyak 18,8% (15 orang) memiliki status gizi kurus, 66,2% (53
orang) memiliki status gizi normal, dan 3,8% (3 orang) memiliki status gizi gemuk.
b. Berdasarkan hasil pemeriksaan kuku di SDN Sungai Rangas Hambuku yang dilakukan
pada 80 siswa(i) yang memiliki kuku pendek bersih sebesar 82,5% (66 orang), kuku
pendek kotor 8,75% (7 orang), kuku panjang bersih 1,25% (1 orang) dan kuku panjang
kotor 7,5% (6 orang).
c. Berdasarkan hasil pemeriksaan pada 80 siswa kebersihan gigi siswa (i) SDN Sungai
Rangas Hambuku dapat diketahui sebagian besar gigi berlubang bersih yaitu sebanyak
28,7% (23 orang).
d. Berdasarkan hasil pemeriksaan pada 119 siswa kebersihan telinga siswa (i) SDN Sungai
Rangas Hambuku didapatkan bahwa sebagian telinga siswa (i) bersih yaitu sebebar
61,25% (49 orang).
e. Berdasarkan hasil pemeriksaan kebersihan hidung siswa (i) SDN Sungai Rangas
Hambuku pada 80 siswa didapatkan bahwa sebagian besar siswa (i) 82,5% (66 orang)
dengan kebersihan hidung bersih.
f. Berdasarkan hasil observasi di SDN Sungai Rangas Hambuku, ruang UKS berukuran 2 x
3 m. Didalam ruang UKS terdapat satu buah tempat tidur dengan kasur tidak memiliki
sprei dan terlihat kotor, memiliki kotak P3K yang menyediakan obat-obatan sederhana
seperti Betadine, oralit, paracetamol, plester, minyak kayu putih.
g. Berdasarkan hasil terdapat poster kesehatan yang tertempel pada dinding kelas yaitu
poster tentang Cacingan.
h. Berdasarkan syarat strata dapat disimpulkan bahwa strata pendidikan kesehatan Standar,
strata pelayanan kesehatan minimal dan strata pembinaan lingkungan sehat minimal.
89

i. Berdasarkan hasil observasi dan windshield survey,terdapat tempat cuci tangan dilengkapi
dengan sabun tetapi tidak dilengkapi tisu/serbet untuk mengeringkan tangan. Tempat cuci
tangan hanya terdapat di kelas V, tidak terdaat di setiap kelas.
j. Berdasarkan hasil observasi dan windshield survey, terdapat 2 WC tetapi 1 WC tidak
dapat digunakan. rasio penggunaan WC untuk seluruh siswa yaitu 1 WC untuk 150 siswa,
tidak terdapat pembagian penggunaan WC untuk pria atau wanita. Kondisi WC di sekolah
kurang bersih dan berbau. Bak air dalam WC terlihat kotor. Jenis WC yang digunakan
disekolah ini leher angsa/jongkok. Tempat penampungan tinja berada ada spiteng dan
tertanam. Kondisi lantai WC kurang bersih, agak berbau, lantai licin, menggunakan
keramik ukuran 30x30, tidak terdapat adanya genangan air dan lantai kedap air. Tidak
terdapat sabun cuci tangan didalam WC.
k. Berdasarkan hasil observasi dan windshield survey, terdapat tempat sampah pada masing-
masing kelas, tetapi tidak tersedia tempat sampah khusus untuk membedakan antara
sampah basah dan sampah kering. Tempat sampah yang ada di sekolah terdapat di
beberapa sudut ruangan. Sampah disekolah setelah dikumpulkan kemudian dibakar
dihalaman sekolah.
l. Berdasarkan hasil observasi dan windshield survey, kondisi tempat jajanan yang ada di
sekolah cukup bersih. Sekolah tidak mempunyai kantin yang dikelola oleh sekolah hanya
terdapat 3 warung milik warga yang berada di sekitar sekolah.

2. Data Subjektif:
a. Berdasarkan data dari 46 jumlah siswa(i) yang mengikuti pengisian kuesioner pada kelas Kurang Perilaku
III dan VI di SDN Sungai Rangas Hambuku diketahui persentase anak mengetahui cuci pemahaman kesehatan
tangan dengan 6 langkah sebanyak 54,3% (25 orang), tidak mampu mencuci tangan
cenderung
dengan 6 langkah 45,7%
b. Berdasarkan data dari 46 jumlah siswa(i) diketahui persentase cuci tangan sebelum makan beresiko
47,8% (22 orang), cuci tangan sesudah makan 6,5% (3 orang), cuci tangan sesudah keluar
toilet 2,2% (1 orang), cuci tangan saat merasa kotor 8,7% (4 orang) dan mencuci tangan
90

setiap sebelum makan, sesudah makan, sesudah keluar toilet dan saat merasa tanggan
kotor 34,8% (16 orang).
c. Berdasarkan data dari kuesioner bahwa dari 46 orang jumlah siswa (i) penelitian di SDN
Sungai Rangas Hambuku yang memiliki kebiasaan buruk merokok sebesar 23,9% (11
orang) dan tidak pernah merokok 76,1% (35).
d. Berdasarkan data dari hasil kuesioner bahwa dari 11 orang siswa SDN Sungai Rangas
Hambuku yang merokok sebanyak 72,7% (8 orang) mendapatkan rokok dari teman dan
sebanyak 27,3% (3 orang) mendapatkan rokok dengan cara membeli sendiri.
e. Berdasarkan data dari 46 orang siswa SDN Sungai Rangas Hambuku yang pernah
mempunyai teman dekat (pacar) sebanyak 8,7% (4 orang) dan yang tidak pernah
mempunyai teman dekat (pacar) sebanyak 42 orang (91,3%).
f. Berdasarkan data hasil dari kuesioner pada 46 orang siswa SDN Sungai rangas Hambuku
yang pernah di jahili sebanyak 73,9 (34 orang) pernah mendapatkan perilaku kekerasan
oleh temannya sendiri dan yang tidak pernah dijahili/diejek teman sebanyak 26,1% (12
orang).
g. Berdasarkan data hasil dari 34 orang siswa(i) SDN Sungai rangas Hambuku yang pernah
di jahili oleh temannya sendiri yang melaporkan kepada orang tua sebanyak 26,5% (9
orang), melaporkan kepada guru 44,1% (15 orang), Melaporkan kepada orang lain (teman,
saudara) sebanyak 5,9% (2 orang) dan yang tidak melaporkan sebanyak 23,5% (8 orang).
h. Berdasarkan data dari 46 orang siswa (i) SDN Sungai Rangas Hambuku sebanyak 67,4%
(31 orang) yang langsung melapor pada orang tua/guru/teman untuk mencegah tindakan
kekerasan di sekolah, tidak menghiraukannya sebanyak 21,7 dan melerainya sebanyak
10,9%.
i. Berdasarkan data dari hasil kuesioner bahwa dari 46 orang siswa SDN Sungai Rangas
Hambuku yang mengetahui tentang bahaya merokok sebanyak 60,9% (28 orang) yang
tidak mengetahui tentang bahaya merokokok sebanyak 39,1% (18 orang).
j. Berdasarkan data dari hasil kuesioner bahwa dari 46 orang siswa SDN Sungai Rangas
Hambuku yang mengetahui tentang Narkoba sebanyak 34,8% (16 orang) dan yang tidak
mengetahui tentang Narkoba sebanyak 65,2% (30 orang).
k. Berdasarkan data dari hasil kuesionoer pada 46 orang siswa SDN Sungai Rangas
91

Hambuku diketahui sebanyak 43,5% (20 orang) yang mengetahui bahaya menghirup lem
fox bagi kesehatan dan sebanyak 56,5% (26 orang) yang tidak pernah mengetahui bahaya
lem fox bagi kesehatan.
Data Objektif:
a. Beberapa siswa yang diminta untuk memperagakan cuci tangan dengan 6 langkah tidak
dapat melakukannya dengan benar.