Anda di halaman 1dari 18

BAB IV

METODELOGI PENELITIAN

Pada bab ini menguraikan tentang metodelogi penelitian yang meliputi desain
penelitian, tempat dan waktu penelitian, populasi dan sampel, pengumpulan data,
analisa data, dan etika penelitian.

A. Desain Penelitian
Desain penelitian memberikan kerangka kerja untuk pengumpulan dan analisis
data. Pemilihan desain riset merefleksikan tentang prioritas yang akan
memberikan berbagai dimensi dalam proses penelitian, termasuk menggambarkan
hubungan sebab akibat di antara variabel-variabel peneitian (Swarjana, 2015).

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelatif.
Penelitian analitik menekankan adanya hubungan antara satu variabel dengan
variabel yang lainnya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan
menggunakan pendekatan cross sectional. Cross sectional merupakan penelitian
yang mendesain pengumpulan datanya dilakukan pada satu titik waktu (at one
point in time) dimana fenomena yang diteliti adalah selama satu periode
pengumpulan data (Swarjana, 2015).

B. Tempat dan Waktu Penelitian


Tempat penelitian ini akan dilaksanakan di salah satu SMP di Kota Denpasar
karena menurut data Badan Pusat Statistika Provinsi Bali tahun 2019 jumlah
remaja putri terbanyak di Bali ada di Kota Denpasar sejumlah 75.500 jiwa. Jumlah
remaja SMP tertinggi terdapat di kecamatan Denpasar Utara sebanyak 13.018 jiwa.
SMP Negeri 2 Denpasar terpilih menjadi tempat penelitian berdasarkan hasil
teknik sampling yaitu random sampling. SMP Negeri 2 Denpasar merupakan salah
satu SMP yang terletak di Denpasar Utara yang berada di wilayah kerja Puskesmas
II Denpasar Utara. SMP Negeri 2 Denpasar memiliki jumlah siswa sebanyak 1.161
siswa dan memiliki jumlah remaja putri sebanyak 563 siswi. Oleh karena itu
peneliti memilih SMP tersebut sebagai lokasi penelitian. Penelitian ini akan
dilaksanakan pada bulan Februari hingga bulan Maret tahun 2020.

C. Populasi, Sampel, dan Sampling


1. Populasi
Populasi adalah kumpulan individu, objek atau fenomena yang secara
potensial dapat diukur sebagai bagian dari penelitian (Mazhindu and Scott,
2005 dalam Swarjana, 2015). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi
kelas 7, 8, & 9 di SMP Negeri 2 Denpasar sebanyak 563 siswi (Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bali, 2019).
2. Sampel
Sampel adalah kumpulan individu-individu atau objek-objek yang dapat
diukur yang mewakili populasi. Dalam penelitian, sampel yang diambil
hendaknya sampel yang dapat mewakili populasi (Mazhindu and Scott, 2005
dalam Swarjana, 2015). Untuk menentukan sampel yang digunakan dalam
penelitian ini maka dilakukan penentuan kriteria inklusi, kriteria ekslusi, dan
perhitungan besar sampel sebagai berikut :
a. Besar Sampel
Ukuran sampel atau besarnya sampel diambil dari populasi. Besarnya
sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus sebagai berikut (Nursalam,
2016) :
n= n. z2.p.q
d². (N-1) + z2. p. q
Keterangan:
n = perkiraan besar sampel
N = perkiraan besar populasi
z = nilai standar normal untuk ɑ = 0,05 (1,96)
p = perkiraan proporsi, jika tidak diketahui dianggap 50%
q = 1-p (100%-p)
d = tingkat kesalahan yang dipilih (d=0,05)
Perhitungan besar sampel :
n= n. z2.p.q
d². (N-1) + z2. p. q

n= 563. (1,96)2. 0,5. 0,5


0,05². (563 -1) + (1,96)2. 0,5. 0,5
n= 540,7052
1,405 + 0,9604
n= 540,7052
2,3654
n = 228,589 = 229 orang
b. Kriteria sampel
Menurut Nursalam (2016) dalam penelitian keperawatan agar karakteristik
sampel tidak menyimpang dari populasinya, sebelum dilakukan
pengambilan sampel ditentukan kriteria inklusi dan ekslusi pada penelitian
ini yaitu sebagai berikut :
1) Kriteria inklusi
Kriteria inklusi adalah karakteristik umum subjek penelititian dari suatu
populasi target yang terjangkau dan akan diteliti (Nursalam, 2016).
Adapun yang menjadi kriteria inklusi pada penelitian ini yaitu :
1) Siswi yang bersedia menjadi responden dan menandatangani informed
concent.
2) Siswi yang mendapatkan tablet tambah darah di sekolah.

2) Kriteria ekslusi
Kriteria ekslusi adalah mengeluarkan atau menghilangkan subjek yang
memenuhi kriteria inklusi (Nursalam, 2016). Kriteria ekslusi pada
penelitian ini adalah siswi yang tidak masuk sekolah saat dilakukan
pengumpulan data dengan alasan apapun.
3. Sampling
Sampling merupakan proses menyeleksi unit yang diobservasi dari
keseluruhan populasi yang akan diteliti sehingga kelompok yang diobservasi
dapat digunakan untuk membuat inferensi tentang populasi tersebut (Babbie,
2006 & Henry, 1990 dalam Swarjana, 2015). Cara pengambilan sampel dalam
penelitian diklasifikasikan menjadi dua yaitu, non probability sampling dan
probability sampling. Sampling desain adalah suatu metode yang digunakan
untuk memilih sampling unit yang di klasifikasikan menjadi non probability
sampling dan probability sampling. Tujuan dari sampling yaitu untuk
melakukan generalisir terhadap keseluruhan populasi penelitian (Shi, 2008
dalam Swarjana, 2015).
Teknik sampling yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah
probability sampling. Probability sampling merupakan teknik pengambilan
sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota)
populasi yang dipilih sebagai anggota sampel. Untuk menentukan besar sampel
pada setiap kelas 7, 8, 9 dan digunakan teknik pengambilan sampel stratified
sampling karena penelitian yang dilaksanakan melibatkan kelompok atau grup
untuk memastikan bahwa elemen tiap grup terpilih (Swarjana, 2015).
Pengambilan sampel pada setiap kelas menggunakan rumus :

Jumlah siswi per kelas (7, 8, dan 9)


Besar sampel x
Jumlah populasi penelitian

210
Sampel kelas 7 = 229 x = 85 siswi
563

189
Sampel kelas 8 = 229 x = 77 siswi
563

164
Sampel kelas 9 = 229 x = 67 siswi
563

Setelah sampel setiap kelas (7, 8, dan 9) ditentukan, kemudian untuk


menentukan kelas yang akan dipilih dan siswi yang akan menjadi responden
dengan teknik multistage random sampling yaitu teknik random yang dilakukan
secara berjenjang (Swarjana, 2015).
Gambar 4.1 Sampling framework

Jumlah remaja SMP terbanyak


terdapat di Kecamatan Denpasar
Utara

Di Denpasar Utara terdapat 3


Puskesmas yaitu :
1. Puskesmas I Denpasar Utara
2. Puskesmas II Denpasar Utara
3. Puskesmas III Denpasar Utara

Masing-masing Puskesmas mewakili 1 SMP,


kemudian dilakukan teknik simple random
sampling sehingga terpilih 1 SMP yang mewakili
sekolah di Kecamatan Denpasar Utara

SMP Negeri 2 Denpasar yang


merupakan wilayah kerja Puskesmas
II Denpasar Utara terpilih menjadi
tempat penelitian

Populasi : siswi kelas 7, 8, dan 9 di


SMP Negeri 2 Denpasar sejumlah
563 siswi
Penentuan besar sampel dengan rumus
Nursalam (2016) dan didapatkan sampel
sebanyak 229 siswi

Pengambilan jumlah siswi di setiap kelas


(7, 8, dan 9) menggunakan teknik
stratified sampling

Kelas 7 didapatkan Kelas 8 didapatkan Kelas 9 didapatkan


jumlah sampel jumlah sampel jumlah sampel
sebesar 85 siswi sebesar 77 siswi sebesar 67 siswi

Untuk menentukan kelas yang dipilih


dan siswa yang akan digunakan sebagai
sampel ditentukan dengan teknik
pengambilan sampel multistage random
sampling

D. Pengumpulan Data
1. Metode pengumpulan data
Metode pengumpulan data merupakan suatu proses pendekatan kepada
subjek dan proses pengumpulan karakteristik subjek yang dibutuhkan dalam
penelitian (Nursalam, 2016). Dalam penelitian ini metode pengumpulan data
akan digunakan adalah self-completed questionnaire, yaitu responden mengisi
sendiri kuesioner yang diberikan. Menggunakan kuesioner dukungan guru dan
kuesioner perilaku mengonsumsi tablet tambah darah yang dikembangkan oleh
peneliti.
2. Alat pengumpulan data
Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
kuesioner. Kuesioner berarti sebuah form yang berisikan pertanyaan-
pertanyaan yang telah ditentukan sehingga dapat digunakan untuk
mengumpulkan informasi (data) dari dan tentang orang-orang sebagai bagian
dari sebuah survei (Swarjana, 2015).
Pada penelitian ini kuesioner akan berisi pertanyaan tertutup (closed ended
question) yang dikembangkan oleh peneliti. Menurut Burns & Groove (2009),
tahapan pengembangan kuesioner terdiri dari tiga tahapan, yaitu: tahap pertama
mengidentifikasi informasi yang ingin dikumpulkan, tahap kedua melakukan
studi literature untuk menyusun pertanyaan atau pertanyaan kuesioner dan
tahap ketiga test pendahuluan kuesioner yang telah disusun.
Pada penelitian ini, peneliti akan menjelaskan lebih detail tahapan masing-
masing pengembangan kuesioner tersebut, yaitu :
a. Pada tahap pertama peneliti menyusun kisi-kisi kuesioner, pada saat
penyusunan kisi-kisi kuesioner peneliti menyusun domain, sub domain
penelitian, menentukan jumlah pertanyaan masing-masing penelitian,
menentukan jumlah pernyataan positif dan pernyataan negatif.
b. Pada tahap kedua peneliti akan melakukan studi literatur teori terkait untuk
mengembangkan kisi-kisi kuesioner. Pada tahap ini peneliti akan melakukan
studi literature mengacu pada teori jenis-jenis dukungan guru dan teori
domain perilaku dalam mengonsumsi tablet tambah darah.
c. Pada tahap ketiga peneliti akan melakukan uji validitas. Uji validitas dalam
penelitian ini adalah face validity yaitu mahasiswa membawa instrument
penelitian kepada 2 orang dosen yang expert sesuai dengan bidang
penelitian. Peneliti akan melakukan uji validitas pada kuesioner setelah
memperoleh persetujuan dan rekomendasi oleh pembimbing I dan
pembimbing II.
Kuesioner dalam penelitian ini terdiri dari 3 bagian, yaitu data demografi
responden, dukungan guru dan perilaku mengonsumsi tablet tambah darah.
Selanjutnya peneliti akan menjelaskan lebih rinci tentang masing-masing
bagian kuesioner, sebagai berikut :
a. Data demografi responden
Pada bagian ini peneliti akan menanyakan beberapa karakteristik responden
antara lain: nama (inisial), umur, kelas dan alamat responden.
b. Dukungan guru
Pada kuesioner ini peneliti gunakan untuk mengidentifikasi jenis-jenis
dukungan guru yang didapatkan oleh siswi dengan menggunakan skala
Guttmann pilihan jawaban ya dan tidak terdiri dari : pertanyaan positif jika
jawaban “ya” = 1, “tidak” = 0, pertanyaan negatif jika jawaban “tidak” = 1,
jawaban “ya” = 0. Total pertanyaan 15 pertanyaan, pertanyaan nomer 1-5
mengenai dukungan informatif, pertanyaan nomer 6-10 mengenai
pertanyaan dukungan emosional, pertanyaan nomer 11-13 mengenai
dukungan penilaian, dan pertanyaan nomer 14-15 mengenai dukungan
instrumental. Penilaian skor yang diperoleh pada kuesioner dukungan guru
terkait dengan dukungan informatif, dukungan emosional, dukungan
penilaian, dan dukungan instrumental dilakukan dengan menjumlahkan skor
yang diperoleh dibagikan dengan skor maksimal dikalikan 100%, dengan
rentang skor yang diperoleh bila Baik = 76-100%, Cukup = 56-75%, Kurang
≤56%.
c. Perilaku mengonsumsi tablet tambah darah
Kuesioner B adalah mengukur perilaku mengonsumsi tablet tambah darah
pada remaja putri dengan responden siswa kelas 7, 8, dan 9 dengan
menggunakan skala Likert pilihan jawaban S (setuju), RR (ragu-ragu), dan
TS (tidak setuju) yang terdiri dari : pertanyaan positif jika S (setuju) = 3, RR
(ragu-ragu) = 2, TS (tidak setuju) = 1, sedangkan pertanyaan negatif jika S
(setuju) = 1, RR (ragu-ragu) = 2, TS (tidak setuju) = 3. Total pertanyaan 15
pertanyaan, pertanyaan nomer 1-5 tentang pengetahuan remaja putri dalam
mengonsumsi tablet tambah darah, pertanyaan nomer 6-10 tentang sikap
remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah, dan pertanyaan nomer
11-15 tentang tindakan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah
darah. Penilaian skor yang diperoleh pada kuesioner perilaku mengonsumsi
tablet tambah darah pada remaja putri terkait dengan pengetahuan, sikap,
dan tindakan, dilakukan dengan menjumlahkan skor yang diperoleh
dibagikan dengan skor maksimal dikalikan 100%, dengan rentang skor yang
diperoleh bila Baik = 76-100%, Cukup = 56-75%, Kurang ≤56%.
3. Teknik pengumpulan data
a. Tahap persiapan
Adapun hal yang dipersiapkan oleh peneliti sebelum penelitian
dilaksanakan adalah sebagai berikut :
1) Peneliti telah selesai menyusun proposal yang telah disetujui oleh kedua
pembimbing.
2) Peneliti akan melakukan uji validitas dengan menggunakan face validity
dimana peneliti memberikan instrument penelitian kepada dua orang
dosen yang expert dalam bidang keperawatan sesuai dengan penelitian.
3) Sebelum penelitian dilakukan, peneliti akan mengajukan surat izin
penelitian ke Rektor Institut Teknologi dan Kesehatan Bali untuk
memohon izin dilakukannya penelitian.
4) Setelah surat ijin penelitian ditandatangani oleh Rektor ITEKES Bali,
kemudian peneliti akan mengurus surat ijin penelitian ke Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali.
5) Setelah surat izin dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu
Satu Pintu Provinsi Bali keluar, surat tembusan akan diberikan kepada
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Denpasar.
6) Kemudian surat izin dari Badan Kesbang Politik Kota Denpasar keluar,
tembusan akan diberikan kepada Dinas Kesehatan Kota Denpasar.
7) Kemudian surat izin dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar keluar,
tembusan akan diberikan kepada SMP Negeri 2 Denpasar.
8) Surat izin diserahkan, peneliti menjelaskan maksud dan tujuan penelitian
ke Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Denpasar.
9) Peneliti akan mempersiapkan lembar permohonan menjadi responden.
10) Peneliti akan mempersiapkan lembar persetujuan menjadi responden
(inform consent).
11) Peneliti akan mempersiapkan alat-alat yang digunakan dalam
penelitian, yaitu kuesioner
b. Tahap pelaksanaan
Teknik yang dilakukan dalam pelaksanaan penelitian setelah surat ijin
penelitian diperoleh adalah sebagai berikut :
1) Peneliti akan mengajak asisten penelitian untuk membantu pelaksanaan
pengumpulan data, sebelumnya peneliti menyamakan persepsi dengan
asisten penelitian.
2) Peneliti akan mencari calon responden dengan datang langsung ke tempat
penelitian yaitu SMP Negeri 2 Denpasar.
3) Peneliti akan melakukan koordinasi kepada kepala sekolah mengenai
tujuan penelitian dan mengenai jadwal penelitian agar tidak mengganggu
aktivitas belajar siswa.
4) Peneliti akan datang kembali untuk melakukan pengumpulan data sesuai
dengan tanggal kesepakatan dengan kepala sekolah, dengan membawa
lembar kuesioner dan lembar informed concent.
5) Peneliti mengambil sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi
yaitu berjumlah 229 responden.
6) Peneliti akan masuk ke masing-masing kelas untuk melakukan
pengumpulan data.
7) Sebelum membagikan kuesioner, peneliti akan memberikan salam
terlebih dahulu, memperkenalkan diri, menjelaskan maksud dan tujuan
kepada responden.
8) Peneliti akan menjelaskan bahwa semua informasi yang diberikan dijaga
kerahasiaannya oleh peneliti dan responden tidak perlu mencantumkan
nama lengkap pada lembar kuesioner.
9) Peneliti juga akan menjelaskan kepada calon responden yang bersedia
menjadi responden perihal cara mengisi informed concent dan kuesioner.
10) Peneliti akan memberikan lembar informed concent untuk
ditandatangani sebagai bukti persetujuan menjadi responden.
11) Peneliti akan memberikan lembar kuesioner yang akan dijawab oleh
responden secara tertulis. Jika dalam pengisian kuesioner, responden
merasa kurang jelas terhadap pertanyaan yang diberikan, responden
dipersilahkan untuk bertanya kembali.
12) Setelah responden selesai menjawab kuesioner, peneliti akan
mengumpulkan lembar kuesioner dan memeriksa kelengkapan jawaban
yang diberikan oleh responden.
13) Peneliti akan mengucapkan terimakasih atas partisipasi responden
dalam penelitian.
14) Selanjutnya peneliti akan melakukan pengolahan data dan analisa data.

E. Analisa Data
Analisis data merupakan tahap penelitian yang sangat penting sehingga harus
dikerjakan dan dilalui oleh setiap peneliti. Keakuratan data penelitian tidak dapat
menjamin keakuratan hasil penelitian (Swarjana, 2015).
1. Teknik pengolahan data
Metode pengolahan data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Editing
Editing merupakan upaya dalam memeriksa kembali kesesuaian data yang
diperoleh atau dikumpulkan. Dalam tahap ini, peneliti akan melakukan
pemeriksaan di tempat pengumpulan data, antara lain kesesuaian jawaban
dan kelengkapan pengisian lembar kuesioner ketika data telah terkumpul.
Jika ditemukan kuesioner yang tidak lengkap, maka peneliti akan melakukan
validasi kembali kepada responden.
b. Coding
Coding merupakan pemberian kode numerik (angka) terhadap data yang
terdiri dari beberapa kategori. Peneliti akan mengklasifikasikan jawaban
yang ada menurut macamnya. Pada penelitian ini, peneliti akan
mengklasifikasikan kode pada karakteristik responden berdasarkan:
1) Karakteristik responden berdasarkan rentang umur : umur 13 diberikan
kode 1, umur 14 diberikan kode 2, umur 15 diberikan kode 3.
2) Karakteristik jawaban yang diberikan oleh responden pada lembar
kuesioner : untuk kuesioner 1 tentang dukungan guru menggunakan skala
Guttmann, peneliti memberi kode 0 = tidak dan 1 = ya, pada kuesioner 2
tentang perilaku mengonsumsi tablet tambah darah menggunakan skala
likert yang terdiri dari pertanyaan positif diberi kode 3 untuk setuju (S),
kode 2 untuk ragu-ragu (RR), kode 1 untuk tidak setuju (TS) dan untuk
pertanyaan negatif diberi kode 1 untuk setuju (S), kode 2 untuk ragu-ragu
(RR), dan kode 3 untuk tidak setuju (TS).
c. Processing/entry
Processing/entry merupakan suatu kegiatan memasukan data yang telah
dikumpulkan ke dalam master tabel atau database komputer, kemudian
membuat distribusi frekuensi sederhana atau dengan membuat tabel
kontigensi. Dalam tahap ini, peneliti akan memasukan data yang telah
terkumpul ke dalam Microsoft excel terlebih dahulu kemudian dilanjutkan
dengan dianalisis menggunakan SPSS 20 for windows.
d. Cleaning
Setelah data dimasukan ke dalam komputer, selanjutnya dilakukan cleaning
atau pembersihan data di mana kegiatannya berupa pengecekan kembali data
yang sudah dimasukkan apakah ada kesalahan atau tidak. Dalam tahap ini,
peneliti akan memeriksa kembali apakah sudah benar kode yang dimasukkan
dan mengecek adanya missing data. Jika ditemukan adanya kesalahan kode
yang dimasukkan dan adanya missing data, peneliti akan mengecek kembali
kuesioner sesuai dengan nomor responden dan memastkikan kembali dengan
data yang sudah di entry. Jika tidak ada missing data maka dilanjutkan
dengan melakukan analisis data.
2. Teknik analisis data
Analisa data dalam penelitian ini dibedakan menjadi uji normalitas, analisis
univariat dan analisis bivariat.
a. Uji normalitas
Pada penelitian ini akan menggunakan uji normalitas kolmogorov-smirnov
bertujuan untuk menentukan parameter uji univariat dan sekaligus sebagai
uji asumsi untuk analisis bivariat. Uji kolmogorov-smirnov digunakan oleh
peneliti karena jumlah sampel pada penelitian ini adalah lebih dari 50. Data
berdistribusi normal jika nilai signifikan p value >0,05 dan tidak normal jika
<0,05 (Swarjana, 2016).
b. Analisis univariat
Analisis univariat adalah analisis data yang paling sederhana di mana
dilakukan analisis terhadap satu variabel (Swarjana, 2016). Pada penelitian
ini analisis univariat dilakukan pada setiap variabel, yaitu variabel dukungan
guru dan perilaku mengonsumsi tablet tambah darah pada remaja putri.
1) Dukungan guru
Pada variabel dukungan guru akan dilakukan analisis univariat untuk
mengidentifikasi dukungan guru. Selanjutnya hasil jawaban responden
yang telah diberi bobot itu dijumlahkan dan dibandingkan dengan jumlah
skor tertinggi dikalikan 100%.

Sp
Rumusnya : N = x 100%
Sm
Keterangan :
N : Nilai
Sp : Skor yang diperoleh
Sm : Skor maksimal dari nilai yang didapat
a. Baik jika nilai akumulasi 76-100%
b. Cukup jika nilai akumulasi 56-75%
c. Kurang jika nilai akumulasi ≤ 56%
Hasil pengolahan data akan disajikan dalam bentuk tabel distribusi
frekuensi untuk setiap variabel.
2) Perilaku mengonsumsi tablet tambah darah
Pada variabel perilaku mengonsumsi tablet tambah darah akan
dilakukan analisis univariat untuk mengetahui perilaku remaja putri
dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Selanjutnya hasil jawaban
responden yang telah diberi bobot itu dijumlahkan dan dibandingkan
dengan jumlah skor tertinggi dikalikan 100%.
Sp
Rumusnya : N = x 100%
Sm
Keterangan :
N : Nilai
Sp : Skor yang diperoleh
Sm : Skor maksimal dari nilai yang didapat
a. Baik jika nilai akumulasi 76-100%
b. Cukup jika nilai akumulasi 56-75%
c. Kurang jika nilai akumulasi ≤ 56%
Hasil pengolahan data akan disajikan dalam bentuk tabel distribusi
frekuensi untuk setiap variabel.
c. Analisis bivariat
Analisis bivariat adalah analisis terhadap dua variabel secara simultan
pada waktu tertentu (Swarjana, 2016). Analisis bivariat bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara variabel independen dengan variabel
dependen. Pada penelitian ini variabel independennya adalah dukungan guru
dan variabel dependennya adalah perilaku mengonsumsi tablet tambah darah
pada remaja putri.
Analisis bivariat pada penelitian ini akan menggunakan uji parametrik.
Uji statistik parametrik yang akan digunakan adalah product moment (r test)
karena untuk menguji hipotesis korelasi antara dua variabel kuantitatif
(numerik-numerik) dan data harus berdistribusi normal (Swarjana, 2015).
Pada penelitian ini variabel yang diteliti adalah variabel dukungan guru
(numerik) dengan perilaku mengonsumsi tablet tambah darah (numerik).
Data diolah dan dianalisis menggunakan computer dan SPSS untuk
memperoleh nilai korelasi, apabila data tidak berdistribusi normal maka akan
digunakan uji alternatif yaitu spearman rho.
Analisis korelasi pada penelitian ini akan menganalisis 3 hal, yaitu :
arah hubungan, kekuatan hubungan dan signifikansi hubungan (Sugiyono,
2017).
1) Arah korelasi
a. Arah hubungan positif (+) berarti jika variabel X mengalami kenaikan
maka variabel Y juga akan mengalami kenaikan atau sebaliknya, jika
variabel X mengalami penurunan maka variabel Y juga akan
mengalami penurunan.
b. Arah hubungan negatif (-) berarti jika variabel X mengalami kenaikan
maka variabel Y mengalami penurunan atau sebaliknya, jika variabel
X mengalami penurunan maka variabel Y mengalami peningkatan.

2) Kekuatan korelasi (r)


Tabel 4.2 untuk menentukan kuat lemahnya hubungan kedua variabel
yang peneliti gunakan sebagai berikut :
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat rendah
0,20 – 0,399 Rendah
0,40 – 0,599 Sedang
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,000 Sangat kuat
3) Signifikansi korelasi
a. Jika nilai probabilitas/signifikan (sig) <ɑ (0,05), maka Ho ditolak dan
Ha diterima (terdapat korelasi yang bermakna antara dua variabel yang
diuji)
b. Jika nilai probabilitas/signifikan (sig) >ɑ (0,05), maka Ho diterima dan
Ha ditolak (tidak terdapat korelasi yang bermakna antara dua variabel
yang diuji)

F. Etika Penelitian
Dalam penelitian banyak hal yang harus dipertimbangkan, tidak hanya metode,
desain dan yang lainnya tetapi ada hal yang sangat penting dan krusial yang harus
diperhatikan oleh peneliti yaitu ”ethical principles”. Masalah etika penelitian
merupakan masalah yang sangat penting dalam sebuah penelitian, mengingat
penelitian keperawatan harus berhubungan langsung dengan manusia, oleh sebab
itu etika penelitian harus diperhatikan. Masalah etika yang harus diperhatikan
antara lain sebagai berikut (Polit and Beck, 2003 dalam Swarjana, 2015) :
1. Beneficience
Beneficience merupakan sebuah prinsip untuk memberi manfaat pada
orang lain dan tidak membahayakan atau merugikan responden. Pada saat
penelitian, sebelum pengisian kuesioner peneliti akan memberikan penjelasan
tentang manfaat penelitian serta keuntungannya bagi responden dan peneliti
melalui lembar informasi yang diberikan oleh peneliti.
2. Respect for human dignity
Merupakan sebuah prinsip menghormati harkat dan martabat manusia.
Pada penelitian ini, peneliti mempersilahkan responden berhak untuk bertanya,
menolak memberikan informasi, mengakhiri partisipasi dalam penelitian.
Peneliti akan memberikan lembar informed consent kepada responden.
3. Justice
Justice merupakan sebuah prinsip keadilan di mana semua responden
mendapat perlakuan yang sama sebelum, selama dan sesudah mereka
berpartisipasi dalam penelitian. Pada penelitian ini peneliti tidak membeda-
bedakan responden dan responden tidak akan dipungut biaya apapun dalam
penelitian ini.
4. Informed Consent (lembar persetujuan menjadi responden)
Informed Consent berarti partisipan punya informasi yang adekuat
tentang penelitian, mampu memahami informasi, bebas menentukan pilihan,
memberikan kesempatan kepada mereka untuk ikut atau tidak ikut
berpartisipasi dalam penelitian secara sukarela. Pada saat penelitian, peneliti
akan memberikan informed consent sebelum responden mengisi lembar
kuesioner dengan tujuan agar responden mengerti maksud dan tujuan serta
mengetahui dampak dari penelitian tersebut.
Beberapa informasi yang ada dalam informed consent tersebut antara
lain: partisipasi responden, tujuan dilakukannya pengumpulan data, potensial
masalah yang akan terjadi, manfaat, kerahasiaan, biaya dan lain-lain. Pada saat
pelaksanaan penelitian jika responden menerima atau setuju untuk dilakukan
penelitian, maka responden menandatangi lembar persetujuan terlebih dahulu.
Namun saat penelitian tidak semua responden bersedia menjadi responden
penelitian, ada beberapa responden yang menolak untuk diteliti, maka peneliti
tidak akan memaksa dan tetap menghormati hak responden untuk menolak
menjadi responden penelitian.
5. Anomymity (tanpa nama)
Anomymity merupakan kerahasiaan yang dapat dijaga dengan tanpa
menyebutkan nama. Dalam penelitian ini peneliti akan menjelaskan kepada
responden untuk mengisi nama dengan inisial saja pada lembar kuesioner
sehingga kerahasiaan data responden akan tetap terjaga.
6. Confidentiality (kerahasiaan)
Confidentiality merupakan kerahasiaan dalam menjaga informasi atau
data yang diberikan oleh partisipan. Dalam penelitian ini, peneliti akan
menjelaskan kepada responden bahwa peneliti akan menjaga kerahasiaan
tentang jawaban yang telah diisi oleh responden pada kuesioner. Peneliti akan
menyimpan jawaban responden dalam folder di komputer peneliti dan tidak
akan membocorkan data yang didapat dari responden. Semua informasi yang
dikumpulkan dijamin kerahasiannya oleh peneliti, yang akan dilaporkan pada
hasil penelitian. Hasil pengolahan data dilaporkan secara general, data diakses
hanya oleh peneliti dan pembimbing.