Anda di halaman 1dari 69

Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini i
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

SEKAPUR SIRIH

Salam sejahtera untuk kita semua..


Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atas limpahan rahmat-Nya pada kami dapat
menyusun modul pembelajaran farmasi klinis bagi murid @belajarobat guna menghadapi
UKAI sumatif tahun 2018.

Konten yang disajikan dalam modul ini merupakan ringkasan dengan pendekatan
patofisiologi dan hubungannya terhadap guideline terapi dari tiap-tiap materi yang menjadi
topik Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) dengan mengacu pada soal-soal UKAI
periode sebelumnya. Kami juga ingin menyampaikan bahwa modul ini bukan merupakan
literatur primer ataupun sekunder, untuk itu kami berharap murid @belajarobat tetap
membaca lebih dalam lagi setiap materi materi yang ada dari literatur primer ataupun
sekunder yang kredibilitasnya telah diakui.

Kami menyadari dalam penyusunan modul ini masih banyak kekurangannya, seperti kata
pepatah “tak ada gading yang tak retak” begitupun juga modul pembelajaran ini, untuk itu
kami memohon maaf yang sebesarnya atas kekurangan tersebut. Akhir kata semoga modul
ini dapat berguna bagi para murid @belajarobat dimanapun berada.

Jakarta, April 2018

Penyusun

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini ii
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

DAFTAR KONTEN

SEKAPUR SIRIH (ii) BAB X. Gangguan Mata


BAB I. Kardiovaskular 1. Glaucoma (49)
1. Hipertensi (1) BAB XI. Gynecology dan Obstetric (50)
2. Dislipidemia (3) BAB XII. Onkologi
3. Penyakit Jantung Koroner (5) 1. Kanker Payudara (54)
4. Stroke (7) 2. Penanganan Obat Cytotoxic (57)
BAB II. Gangguan Endokrin BAB XIII. Interaksi Obat
1. Diabetes Mellitus (8) 1. Konsep Dasar Interaksi Obat ( 58)
2. Gangguan Tioroid (10) 2. Interaksi Farmakokinetika (58)
BAB III. Menejemen Nyeri 3. Interaksi Farmakodinamika (61)
1. Nyeri Akut dan Kronik (11) BAB XIV. Farmakokinetika
2. Migraine (13) 1. Waktu Paruh Obat ( 63)
BAB IV. Gangguan Sendi dan Tulang 2. Volume Distribusi (63)
1. Hiperuricemia/Gout Arthitis (15) 3. Laju Eliminasi (63)
2. Osteoarthitis (2) 4. Perhitungan Dari Data Urin (63)
3. Rheumatoid Arthitis (18) 5. Kecepatan Aliran Infus ( 64)
4. Osteoporosis (20) 6. Perubahan Dosis IV ke Oral (64)
BAB V. Hematologi BAB XV. Toksikologi (66)
1. Anemia (21)
BAB VI. Gangguan Saluran Cerna (24)
1. Gastritis (25)
2. Gastroesophageal Reflux Desease (25)
3. Tukak Peptik (27)
4. Diare (27)
BAB VII. Penyakit Infeksi
1. Penetrasi Antibiotik (30)
2. Pemilihan Antiinfeksi (30)
BAB VIII. Gangguan Pernafasan
1. Asthma (37)
2. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (39)
BAB IX. Saraf dan Psikiatri
1. Epilepsi (41)
2. Anxiety (42)
3. Parkinson Desease (43)
4. Bipolar Disorder (44)
5. Skizoprenia (47)

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini iii
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

BAB 1
KARDIOVASKULAR
1. Hipertensi
Tekanan Darah = Curah Jantung x Tahanan Perifer

Tekanan darah, selalu berbanding lurus dengan curah jantung, atau jumlah darah yang
dikeluarkan dari jantung dan tekanan di pemumbuluh darah. analoginya adalah bayangkan
pompa air dan selangnya, pompa air biasa dan jet-pump tentu yang menghasilkan tekanan
paling tinggi adalah jet-pump, dan bayangkan selangnya, selang yang lubangnya kecil tentu
akan menghasilkan tekanan yang lebih tinggi.

Golongan Obat Contoh Obat


Agonis α-2 Metil Dopa, Clonidine, Guanabenz, Guanfacine, Guanethidine
Antagonis α-1 Prazosin, Terazosin, Alfuzosin, Doxazosin
β-Bloker Propanolol, Bisoprolol, Labetolol, Atenolol, Timolol, Acebutolol
CCB Amlodipin, Nifedipine, Verapamil, Diltiazem
Anti Renin Aliskiren
ACEI Captopril, Lisinopril, Ramipril, Enalapril, Quinapril, Fosinopril
ARB Losartan, Valsartan, Candesartan, Irbesartan, Telmisartan
Antagonis Aldosteron Spironolakton
Dieuretic Hidroklortiazid (HCT), Furosemid, Acetazolamide, Mannitol

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 1
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

Penatalaksanaan Hipertensi

Goal Terapi
Kondisi Target Tekanan Darah
Usia <60 tahun tanpa komplikasi DM & CKD <140/90 mmHg
Usia >60 tahun tanpa komplikasi DM & CKD < 150/90 mmHg
Komplikasi DM&CKD di semua usia < 140/90
Pemilihan Obat
Kondisi Pasien Obat Pilihan
Gagal Jantung ACEI/ARB + Beta Bloker + diuretic + spironolactone
Post –MI/Clinical CAD ACEI/ARB & Beta Bloker
CAD ACEI, Beta Bloker, diuretic, CCB
DM ACEI/ARB, CCB, diuretic
CKD ACEI/ARB
Pencegahan Kekambuhan Stroke ACEI, diuretic
Kehamilan labetolol (first line), nifedipine, methyldopa
Beta 1 bloker selektif lebih ( metoprolol, bisoprolol, betaxolol, acebutolol) Lebih aman untuk
pasien Asma, DM, PPOK, dan Peripheral Vascular Desease.

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 2
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

2. Dislipidemia

Berdasarkan jumlah lipoproteinnya Dislipidemia primer dibagi menjadi 6 kategori


Tipe Lipoprotein Terapi Terapi Kombinasi
I Kilomikron Tidak diindikasikan -
IIa LDL Statin Niacin atau BAR
Kolestiramin / Kolestipol Statin atau Niacin
Niacin Statin atau BAR
Ezetimibe
IIb LDL + VLDL Statin BAR, Fibrat atau Niacin
Fibrat Statin, Niacin atau BAR
Niacin Statin atau Fibrat
Ezetimibe
III IDL Fibrat Statin atau Niacin
Niacin Statin atau Fibrat
Ezetimibe
IV VLDL Fibrat Niacin
Niacin Fibrat
V VLDL + KIlomikron Fibrat Niacin. Minyak Ikan (Omega
Niacin 3)
Sedangkan dyslipidemia sekunder disebabkan hal lain, misalnya penggunaan obat yang
dapat meningkatkan lipid, seperti dieuretik tiazid, beta-bloker, Progestin,
Glukokortikoid, protease inhibitor, Siklosporin, Mirtazapin dan Sirolimus.

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 3
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

Menurut National Cholesterol Education Program Adult Treatment Panel III (NCEP ATP
III) nilai rujukan untuk kolesterol, LDL, HDL dan Trigliserida adalah sebagai berikut
Nilai Kategori JIka pasien memiliki factor
Kolesterol Total resiko, maka mengharuskan
- <200 mg/dL - Nilai yang diinginkan memodifikasi target LDL
- 200-239 mg/dL - Batas tinggi
jika pasien memiliki factor
- ≥240 mg/dL - Tinggi
resiko, factor resiko yang
LDL Kolesterol
- <100 mg/dL - Optimal dimaksud adalah :
- 100-129 mg/dL - Diatas optimal 1. Usia (Pria usia >45
- 139-159 mg/dL - Batas tinggi tahun, Wanita usia
- 160-189 mg/dL - Tinggi
diatas 55 tahun)
- ≥190 mg/dL - Sangat tinggi
2. Mempunya riwayat
HDL Kolesterol
keluarga mengalami
- < 40 mg/dL - Low
- ≥60 mg/dL - High premature CHD
Trigliserida 3. HDL <40 mg/dL
- <150 mg/dL - Normal 4. Kebiasaan merokok
- 150-199 mg/dL - Batas tinggi 5. Hipertensi (BP >140/90
- 200-499 mg/dL - Tinggi mmHg)
- ≥500 mg/dL - Sangat Tinggi

Dengan mengetahua factor resiko pasien, maka perlu dilakukan assessment dengan
hitungan pada tabel Framingham seperti dibawah ini :
Nilai LDL untuk Nilai LDL untuk
Resiko Nilai target LDL
Memulai TLC Memulai Obat
Resiko Tinggi
≥ 100 mg/dl,
(CHD atau Resiko
>100 mg/dL ≥100 mg/dL <100 mg/dL obat
CHD ekivalen 10-
opsional
year risk >20%
Resiko Sedang-
≥ 130 mg/dL,
Tinggi : >2 resiko
<130 mg/dL ≥ 130 mg/dL 100-129 mg/dL
(10-year risk 10-
obat opsional
20%
Resiko Sedang :
>2 resiko (10-year <130 mg/dL ≥130 mg/dL ≥ 160 mg/dL
risk <10%
≥190 mg/dL,
Resiko rendah:
<160 mg/dL ≥160 mg/dL 160-189 mg/dL
0 – 1 resiko
obat opsional
TLC = Therapeutic Lifestyle Changes, TLC yang dimaksud adalah dengan diet makanan
mengandung lemak jenuh <7% dari total kalori, kolesterol <200mg/hari, serat 10-
20g/hari, mencapai berat badan ideal dan aktivitas fisik.

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 4
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

3. Penyakit Jantung Koroner (PJK) / Coronary artery disease (CAD)


PJK terjadi ketika terhambatnya aliran pembuluh ateri coroner yang berfungsi
menyuplai darah termasuk oksigen ke otot jantung akibat dari penumpukan plak yang
biasanya berasal dari kolesterol pada dinding ateri dalam jangka waktu yang lama.
Kondisi ini mengakibatkan otot jantung mengalami hipoksia yang berkembang menjadi
angina dan jika tidak ditangani dengan baik dapat melemahkan otot jantung sehingga
mengalami gagal jantung dan aritmia.

Tata laksana terapi


Acute Coronary Sindrome (ACS)
Tujuan utama dari pengobatan pasien ACS adalah
1. Memulihkan aliran darah ateri, untuk mencegah berkembangnya ACS ke Infark
Miokard
2. Pencegahan kematian dan komplikasi lainnya
3. Mencegah blockade ateri coroner oleh plak atherosclerosis, dan
4. Pengembalian (perubahan) ST-Segmen dan gelombang T

Tujuan jangka panjang termasuk pengendalian faktor risiko kardiovaskular (KV),


pencegahan tambahan kejadian KV, dan peningkatan kualitas hidup. Guideline
tatalaksana ACS dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 5
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

Golongan Obat Contoh Obat


Anti Platelet (Anti Tromboxan) Asirin
Anti Platelet Inhibitor P2Y12 Reseptor Clopidogrel, Plasugrel, Ticagrelor
Inhibitor G IIb/IIIa Reseptor Abciximab, Eptifibatide, Tirofiban
Statin Simvastatin, Atorvastatin, Rosuvastatin
Fibrat Fenofibrat, Gemfibrozil
Trombolitik Alteplase, Streptokinase, Urokinase
Antikoagulan UHF, Bivalirudin, Enoxaparin, Fondaparinux
Vasodilator Hidralazin, Nitroprusid
Beta Bloker Metoprolol, Bisoprolol, Atenolol, Propanolol
CCB Verapamil, Diltiazem, Amlodipin
Nitrat Isosorbid dinitrat, Nitrogliserin
Agen Inotropik Dobutamin, Dopamin, Atropin sulfat

Penyebab terbanyak CAD/ACS adalah dyslipidemia, sementara penyebab lain adalah


hipertiroid, untuk penanganan hipertiroid dibahas di bab endokrin

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 6
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

4. Stroke
Tipe Stroke Penyebab dan Gejala Tujuan Pengobatan
Stroke 87% Kejadian Stroke adalah tipe ini, stroke 1. Mengembalikan aliran darah
Iskemik tipe ini terjadi karena tersumbatnya ateri intracranial
cerebral. 2. Menurunkan kejadian atau
Cerebral Atherosklerosis adalah penyebab resiko kerusakan syaraf
yang paling umum, pecahnya carotid 3. Mencegah Komplikasi
atherosclerosis akan memicu pemaparan 4. Mencegah kekambukan
kolagen, agregasi platelet, dan berulang
pembentukan thrombus.
Stroke (13% kejadian), Stroke hemoralgik ditandai 1. Menghentikan perdarahan
Hemoralgik dengan pendarahan intracranial, hal ini 2. Menurunkan kejadian atau
dapat terjadi akibat trauma, pecahnya resiko kerusakan syaraf
Termasuk intracranial atau malformasi aeteri-vena. 3. Mencegah Komplikasi
SAH 4. Mencegah kekambukan
berulang
Tatalaksana Farmakoterapi
Tipe Stroke Rekomendasi Pengobatan Monitoring
Parameter Interval
Stroke Akut BP, Parameter Setiap 15 menit
Iskemik • Alteplase 0.9 mg/kg IV (max 90 mg). neurologic, selama 1 jam
• Aspirin 160–325 mg sehari. perdarahan pemberian
Pencegahan Kekambuhan
• Antiplatelet Perdarahan Setiap hari
• Warfarin INR Setiap 3 hari
• Aspirin Perdarahan Setiap Hari
• Debigatran perdarahan Setiap hari

• Vit K
• Statin
• Kontrol Tekanan Darah
Stroke • Tidak ada standar untuk pengobatan
Hemoralgik stroke hemoralgik, pembedahan untuk
menurunkan tekanan intracranial dapat
dipertimbangkan.
• Untuk SAH Nimodipine 60mg 4x sehari Tekanan darah Setiap 2 jam di ICU
selama 21 hari.

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 7
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

BAB II
Gangguan Endokrin
1. Diabetes Mellitus
Tipe DM Penyebab Terapi
DM tipe 1 Biasanya karena gangguan autoimun Insulin
yang menyerang sel β-pankreas
DM Tipe 2 Resistensi insulin atau kekurangan Antidiabetik Oral /+
insulin relatif Insulin
DM Tipe lain Terjadi karena kehamilan (DM Insulin
Gestasional) atau kerusakan pancreas
missal pada pasien tumor pancreas
atau obat

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 8
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

Farmakoterapi DM
Goal Terapi
HbA1C < 7%
Gula Puasa 80 – 130 mg/dL
Gula Post Prandial <180 mg/dL

Algoritma penggunaan Antidiabetik Oral (AACE 2015)

Algoritma penggunaan Insulin (AACE 2015)

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 9
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

Jenis Insulin
Jenis Insulin Contoh Aturang Pakai
Rapid Acting Lispro 5-15 menit sebelum makan
Aspart
Glulisine
Short Acting Humulin R 30 Menit sebelum makan
Novolin R
Intermediete Acting Humulin N 1 x sehari umumnya malam
Novolin N
Long Acting Glargine 1x sehari waktu yang sama umumnya
Detemir malam

2. Gangguan Tiroid
Gejala Tatalaksana
Hipotiroid Bradikardi, Kelemahan, Levotiroksin / Liotironin
Goiter
Hipertiroid Kecemasan, Takikardia, 1. Propiltiourasil (PTU)
Hipertermi, Tremor 2. Metimazole
3. Iodin Radioaktif
4. Beta Bloker (Tremor
&/ Takikardi
5. Kortikosteroid
6. Tiroidektomi
(Pembedahan)
Metimazole aman untuk ibu hamil, iodin radioaktif digunakan untuk pasien dengan
sindrom greves dan goither

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 10
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

BAB III
Menejemen Nyeri
Pemahaman pada bab nyeri sangat penting dan sangat menunjang pembahasan selanjutnya
1. Nyeri Akut dan Kronis

Golongan Obat Contoh Obat


Kortikosteroid Dexametason, Metil Prednisolon, Prednison,dll
NSAID Non Selektif Aspirin, Asam Mefenamat, Diklofenak, Ketoprofen, Ketorolac,dll
NSAID Selektif Celexocib, Enteroxocib
Local Anastetic Lidocain, Buvicain
Carbamazepine Carbamazepine
Canabinoid Canabis sativa, Nabiximols
Agonis GABA Gabapentin
Alfa-2 Agonis Clonidine
TCA Amitriptylin, Imitriptylin,dll.

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 11
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

Skala Nyeri

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 12
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

2. Migraine

Golongan Obat Contoh Obat


OAINS Paracetamol, Asam Mefenamat, Aspirin, Ibuprofen,
Naproxen, Diclofenak
5-HT (Triptans) Sumatriptan, Rizatriptan, Naratriptan, Zolmitriptan,
Donitriptan, Frovatriptan, dll.
Ergot Alkaloid Ergot, Ergotamine Tartrate, Dihydroergotamine
Antiemetik Domperidone, Ondancetrone
Diphenylmethylpiperazine Cinnarizine, Flunarizine

Goal Terapi
1. Mencapai penanganan nyeri kepala yang konsisten dan cepat, efek samping minimal,
meminalkan kekambuhan, Cacat minimal dan pasien dapat menjalani hidup normal.
2. Membatasi penggunaan obat migraine akut hingga <10 kali per bulan untuk
menghindari penyalahgunaan obat

Terapi Non Farmakologi


1. Oleskan es di kepala, serta rekomendasikan untuk istirahat atau tidur ditempat gelap,
dan lingkungan yang sepi.
2. Identifikasi dan hindari pemicu
3. Intervensi perilaku ( Terapi relaksasi, biofeedback dan terapi Kognitif.
Algoritma terapi migraine

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 13
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 14
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

BAB IV
GANGGUAN SENDI DAN TULANG

1. Hiperuricemia/ Gout Arthitis


Gout arthritis merupakan jenis peradangan sendi akibat kadar asam urat terlalu berlebih,
asam urat memiliki sifat kristal berbentuk jarum dengan kelarutan dalam air yang rendah
(60 mg/L), sehingga cenderung mengendap dan mengkristal terutama pada suhu dingin.
Dengan adanya gaya gravitasi maka kecenderungan asam urat berada pada sendi bagian
bawah, sehingga kejadian peradangan umumnya pada sendi kaki. Asam urat merupakan
senyawa xantin, didalam tubuh asam urat merupakan hasil oksidasi senyawa purin (asam
amino inti purin, Guanosin, Adenosin dan Guanin). Selain itu asam urat juga dapat didapat
dari luar tubuh misal dari senyawa xantin lain seperti caffeine, teobromin, teofilin,dll.

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 15
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

Tatalaksana Pengobatan Gout

Tatalaksana Urate-Lowering therapy

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 16
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

2. Osteoarthitis

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 17
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

3. Rheumatoid Arthitis (RA)


RA dihasilkan dari gangguan regulasi system imun baik humoral dan selular. Kebanyakan
pasien memproduksi antibody Rheumatoid factor. Imunoglobulin (Ig) akan mengaktifkan
system komplemen sehingga meningkatkan chemotaxis, phagocytosis, dan pelepasan
lymphokines dan sel mononuclear, hasil akhirnya adalah mengaktifkan sel T dan sel B.
sitokin seperti tumor nectoric factor alfa (TNF-α), Interleukin-1 (IL-1), IL-2 dan
proinflamatoty berperan penting dalam memicu inflamasi. Pengaktifan sel B
dikombinasikan dengan system komplemen akan mengakumulasi polymorphonuclear
leukocytes, leukocytes tersebut akan melepaskan sitokin, oksigen radikal dan
hidroksil radikal yang memicu kerusakan synovial dan tulang. Subtansi vasoaktif
(Histamin, Prostaglandin dan kinins) akan keluar pada daerah inflamasi, meningkatkan
aliran darah dan permeabilitas vascular, hasil akhir berupa edema, eritema, warmth dan
nyeri.

Pengobatan
Pengobatan segera dengan disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs) setelah
kejadian penyakit, pengobatan dini menghasilkan hasil yang lebih baik. Untuk pengobatan
simtomatik dapat digunakan OAINS dan Kortikosteroid.
Obat Contoh Obat
• Methotrexate (MTX)
• Hydroxychloroquine
Non Biologic
• Sulfasalazine
• Leflunomide
DMARDs
• Anti TNF ( Atanercept, Infliximab,
Adalimubab, Certolizumab, Golimubab)
Agen Biologis
• Anti IL-6 ( Tocilizumab, Rituximab)
• Modulator costimulasi ( Abatacept)
• Aspirin
• Celexocib
• Naproxen
Non Steroid • Indometasin
• Diklofenac,
Antiinflamasi
• Meloxicam
• Ibuprofen,dll
• Prednison
Steroid • Methylprednisolon
• Dexametasone,dll

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 18
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

Algoritma terapi

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 19
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

4. Osteoporosis
Osteoporosis adalah kondisi saat kualitas kepadatan tulang menurun. Kondisi ini membuat
tulang menjadi keropos dan rentan retak. Untuk mengukur kepadatan tulang dilakukan test
yaitu Bone Mineral Density (BMD). BMD diukur dengan tes x-ray absorptiometry energi
ganda (disebut sebagai scan DXA), hasilnya berupa T-Score.

Osteoporosis diakibatkan ketidak seimbangan antara Osteoblas dan Osteoklas. Osteoblas


merupakan jenis sel mesenkimal yang bertangungjawab untuk pembentukan dan
perkembangan tulang, sementara Osteclast merupakan kebalikannya. Regulasi kadar Ca2+
dalam darah diatur oleh 2 hormon, yaitu kalsitonin dan parathormone (PTH).

Terapi

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 20
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

BAB V
HEMATOLOGI

1. Anemia

Penyebab Anemia

Berdasarkan bentuk sel, anemia dibagi menjadi

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 21
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

Bentuk Penyebab Pengobatan


Mikrositik (sel kecil) Defisiensi besi (Fe2+) Suplemen Fe2+
Makrositik Defisiensi Folat & B12 Suplement Asam Folat & B12
Normositik Normokrom Defisiensi Eritropoietin Eritropoietin
Aplastik Kerusakan/depresi • Transfusi Darah
Sumsum Tulang karena • Imunodepresan
• Obat-obatan • Transplantasi sumsum
• Radiasi tulang
• Kemoterapi
• Infeksi
• Gangguan autoimun
Obat-Obatan yang memicu anemia
Obat Efek
Metothrexat Anemia defisiensi folat
Barbiturat Anemia defisiensi folat
Kloramfenikol Anemia aplastic
Zidovudin Anemia aplastic
Kinin Anemia hemolitik
NSAID Anemia hemolitik
Procainamide Anemia hemolitik
Penicillin Anemia hemolitik

Dalam diagnosa anemia, seringkali dijumpai istilah MCV (Mean Corpuscular Volume), MCV
merupakan salah satu pemeriksaan darah yang menunjukkan volume rata-rata satu sel darah
merah dibandingkan dengan volume sel darah merah keseluruhan dalam darah. MCV
Menunjukan ukuran dari sel darah, nilai MCV kecil menunjukan ukuran sel darah yang kecil
(Mikrositik) dan MCV besar menunjukan ukuran sel yang besar (Makrositik). Nilai MCV
normal adalah 80-97fl/sel.

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 22
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 23
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

BAB VI
GANGGUAN SALURAN CERNA

Dalam penyakit gangguan saluran cerna terutama yang terkait dengan asam lambung, seperti
Gastritis, GERD, Peptic Ulcer, pengetahuan mengenai mekanisme pengeluaran asam lambung
akan sangat membantu dalam memahami target kerja obat.

Asam lambung dihasilkan melalui dua mekanisme, yang pertama oleh aktivasi system saraf
parasimpatis dan induksi makanan. Aktivasi parasimpatis akan mengaktifkan reseptor M1
pada ECL, sehingga ECL akan mengeluarkan histamine, dan melekat pada reseptor histamine-
2 sehingga sel parietal akan mengeluarkan H+ melalui pompa Na/K ATPase dan bereaksi
membentuk HCl. Selain dari aktivasi parasimpatis, HCl juga disekresi akibat adanya stimulus
makanan, karena HCl diperlukan untuk mengubah protein menjadi asam amino. Stimulus
makanan akan menghasilkan gastrin yang dikeluarkan dari sel G, gastrin kemudian akan
mengaktifkan sel ECL dan sel parietal. HCl bersifat korosif dan iritatif, sebagai respon

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 24
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

tersebut sel non parietal akan membentuk mucus dari PGE2 sebagai agen protektif untuk
mencegah erosi mucosa lambung, selain itu, ketika pH lambung terlalu asam maka Sel D akan
menghasilkan somatostatin sebagai penghambat sel ECL dan sel G, sebagai bentuk umpan
balik negatif.

1. Gastritis
Gastritis merupakan manifestasi dari kelebihan asam lambung, pengobatan gastritis
bertujuan menetralkan pH lambung atau mengurangi sekresi asam lambung.
Pengobatan :
Pilihan Golongan Obat Contoh
Firstline Antasida MgOH, Al(II)OH
Secoundline H2 Reseptor Antagonis Ranitidin, Cimetidin, Famotidin
Thirdline PPI Omeprazole, Lansoprazole, Pantoprazole,
Rabeprazole, Esomeprazole

2. Gastroesophageal Reflux Desease (GERD)


GERD terjadi ketika asam lambung naik (Refluk) ke oseofagus akibat terkanan gas yang
tinggi di lambung sehingga spichter pylorus tidak mampu menahan loncatan gas lambung
tersebut. GERD ditandai dengan rasa terbakar di daerah dada (Heart Burn).
Pengobatan

Prinsip pengobatan GERD adalah dengan menetralkan atau mengurangi sekresi asam
lambung sehingga tidak mengerosi oseofagus, beberapa pasien mungkin memerlukan terapi
adjuvant seperti sucralfat sebagai pelindung mukosa atau antiemetic untuk mencegah
kontraksi lambung yang mengakibatkan asam lambung terlontar ke oseofagus.

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 25
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

Kondisi Pasien Saran Pengobatan


Kadang-kadang Gaya hidup sehat +
Heartburn Sedang Andasida dan/atau
H2RA
• Ranitidin 70 mg
• Cimetidin 200 mg
• Famotidin 10 mg
PPI
• Omeprazole 20 mg
• Lansoprazole 15 mg
Contoh ( GHS + Antasida + Ranitidine 70mg)
Gejala menunjukkan Gaya hidup sehat +
GERD Obat penekan sekresi asam lambung dosis kuat
H2RA (6-12 minggu)
• Ranitidin 150 mg dua kali sehari
• Cimetidine 400 mg dua kali sehari
• Famotidine 20 mg dua kali sehari
• Nizatidine 150 mg dua kali sehari
Atau
PPI (4-8 minggu) Semuanya diberikan sekali
• Omeprazole 20 mg
• Lansoprazole 15-30 mg
• Pantoprazole 40 mg
• Esomeprazole 20 mg
• Rabeprazole 20 mg
Terapi pemulihan GHS +
erosive oseofagus atau PPI (4-16 minggu)
pasien dengan gejala • Dexlansoprazole 40 mg/hari
berat dan/atau • Esomeprazole 20-40 mg/hari
komplikasi • Lansoprazole 30 mg dua kali sehari
• Omeprazole 20 mg dua kali sehari
• Rabeprazole 20 mg dua kali sehari
• Pantoprazole 40 mg dua kali sehari
Atau
H2RA dosis tinggi (8-12 minggu)
• Ranitidine 150 mg 4 x sehari
• Cimetidine 400 mg 4 x sehari atau 800 mg 2x sehari
• Famotidine 40 mg 2x sehari

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 26
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

3. Tukak Peptik (Peptic Ulcer Desease)


Tukak peptic adalah kejadian luka (Ulcer) pada mukosa, kebanyakan kasus tukak peptic
terjadi akibat terjadinya peningkatan asam lambung, pepsin dan infeksi Helycobacter Pylori.
Penyebab lain adalah penggunaan obat OAINS, konsumsi kopi, teh, soda, dan beberapa
akibat susu.

Terapi
Berikut adalah guideline penatalaksanaan tukak peptic.

Pengobatan H.Pylori
1. PPI + Claritromicyn 500 mg 2x1 + Amoxicilin 1g 2x1 /metronidazole 500mg 2x1
2. PPI/H2RA + Bismuth 525mg 4x1 + Metronidazole 250-500 mg 4x1 + Tetrasiklin 500
mg 4x1
3. PPI + Amoxicilin 1g 2x1 + Metronidazole 250-500 mg 4x1 + Tetrasiklin 500 mg 4x1
4. Jika infeksi persisten
PPI + Amoxicilin 1g 2x1 + Levofloxacin 250mg 2x1

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 27
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

4. Diare
Diare merupakan kondisi ditandai dengan defekasi berlebih dengan konsistensi feses
yang lunah. Feses yang cair ini dikarenakan hambatan absorpsi Cl berkurang sementara
sekresi Cl berlebih, sehingga cairan banyak keluar dari tubuh ke lumen usus. Kondisi ini
jika tidak ditangani dengan serius akan mengakibatkan dehidrasi. Terutama pada pasien
anak dehidrasi dapat berakibat fatal. Beberapa obat seperti H2Bloker, PPI

Terapi utama diare adalah penggantian cairan tubuh dan upaya penghentian diare. Jika diare
disebabkan oleh mikroorganisme maka antibiotic diperlukan dalam pengobatannya.
Penyebab diare dapat dilihat pada gambar diatas.

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 28
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

Algoritma Terapi

Terapi diare meliputi terapi diare akut dan kronik, gejala infeksi sebagian besar ditandai
dengan kenaikan suhu tubuh, sehingga pada kasus diare disertai demam pengobatannya
mengarah pada kasus infeksi.

Pada pasien terutama anak, suplemen zink diperlukan, pengobatannya selama 10 hari, untuk
anak 6 bulan – 5 tahun dosisnya adalah 20mg/hari, anak 2-6 bulan dosisnya adalah
10mg/hari.

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 29
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

BAB VII
PENYAKIT INFEKSI

1. Penetrasi antibiotik
Daerah Agen Antibiotik Kategori
CNS Kloramfenikol, Metronidazol, Rifampisin & Sangat Baik
Kotrimoxazol
Penisilin, , Carbapenem, Cefepime, Cefotaxime, Baik
Ceftriaxone, Ceftazidime, Ceftrizoxime, Cefuroxime,
Ciprofolaxin, & Ofloxacin
Tulang Cefazolin Sangat Baik
Prostat Cotrimoxazole, Flouroquinolon Baik

2. Pemilihan Antiinfeksi
Jenis Infeksi Tatalaksana
Colidtridium difficile Ringan-sedang Metronidazol 500 mg tid
Berat Vancomycin 125mg qid
Sangat Berat Metronidazol 500 mg tid +
Vancomycin 125 qid
Diare Compylobacter SP Azitromycin 500mg
E.Coly Ciprofloxacin 500mg bid
Salmonela (Non- Ciprofloxacin 500 mg bid
Typoid) Co-trimoxazole 160/800 bid
Ceftriaxone 1g iv
Shigella sp Co-trimoxazole 160/800 bid
Ciprofloxacin 500 bid
Yersinia sp Co-trimoxazole 160/800 bid
Ciprofloxacin 500 bid
Doxycyclin 100 bid
Entamoeba hystolica Metronidazole 750 tid
Tinidazole 1g bid
H.Pylori Kasus baru 1st
Amoxicilin 1g + Claritromycin 500 +
Pantoprazole (bid)
2nd
Pantoprazole 40 bid + Bismuth 525mg
4x1 + Metronidazole 250-500 mg 4x1
+ Tetrasiklin 500 mg 4x1

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 30
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

Kambuhan Sebisa mungkin jangan gunakan


antibiotic yang sudah pernah
Pantoprazole 40 bid + Amoxicilin 1g
bid + Levofloxacin 250mg bid

Trichomoniasis Metronidazol 2g qd
Trichomonas vaginalis Metronidazole 500 bid
Tatalaksana empiris PPOK
PPOK Doxicyclin 100 bid 5 Hari
S.Pneumoniae Azitromisin 500 qd 3 Hari
M.Catarrhalis Co-Amoxiclav 875 bid 5 Hari
Cefpodoxime 200 bid 5 Hari
Cefdinir 300 bid 5 Hari
Selulitis Standar Alergi Penicillin
Streptococus Co-Amoxiclav 875 bid Clindamycin 300 tid
Staphylococus Cefhalexim 500 bid
Candidiasis Osofaring Kasus Baru Clotrimazole 10 mg Troche 5x
Nystatin 100.000 U/ml qid
Kambuhan Fluconazole 100-200 qd
Lama Terapi 5-10 hari
Candidiasis Vaginitis Fluconazole 150 qd
Mikonazole 2% Intravaginal 7x
Urinary Track Lower Track Infections Co-Trimoxazole 160/800 bid
Infections (UTI) (Tanpa komplikasi) Nitrofurantoin 100 bid
Fosfomycin 3g qd
Ciprofloxacin 250-500 bid
Levofloxacin 250-500 qd
Co-amoxiclav 500 tid
Lower Track Infections Co-Trimoxazole 160/800 bid
(Dengan Komplikasi) Ciprofloxacin 250-500 bid
Levofloxacin 250-750 qd
Co-Amoxiclav 500 tid
Acute Co-Trimoxazole 160/800 bid
pyelonephritis Ciprofloxacin 250-1000 bid
Levofloxacin 250-750 qd
Co-Amoxiclav 500 tid
Demam Typhoid Ringan Standar (5-7 hari)
Ciprofloxacin 15mg/kgBB
Ofloxacin 15mg/kgBB

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 31
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

Cefixime 15-20 mg/kgBB


Alternatif (14-21 hari)
Kloramfenikol 50-75 mg/kgBB
Amoxicillin 75-100 mg/kgBB
Cotrimoxazole 8-40 mg/kgBB
Azitromycin 8-10 mg/kgBB
Berat Standar (7-14 hari)
Ciprofloxacin 15mg/kgBB
Ofloxacin 15mg/kgBB
Cefixime 15-20 mg/kgBB
Alternatif (14-21 hari)
Kloramfenikol 100 mg/kgBB
Amoxicillin 100 mg/kgBB
Cotrimoxazole 8-40 mg/kgBB
Cefotaxime 80 mg/kgBB (14 hari)
TBC H = Isoniazid (INH), R = Rifampisin, Z= Pirazynamid ,
E = Etambutol, S = Streptomycin
Kasus Baru 2HRZE/4H3R3
(Selama 2 bulan HRZE qd. 4 bulan
berikutnya HR 3 hari sekali)
Kambuhan 2HRZES/HRZE/5HRE
Anak 2HRZ/5H3R3
Ibu Hamil Mengikuti, kecuali streptomycin KI
MDR - XDR
Group 1
Streptomisin 15-20 mg/kgBB
Amikasin 15-20 mg/kgBB
Capreomycin 15-20 mg/kgBB
Kanamycin 15-20 mg/kgBB
Group 2
Ofloxacin 750-1000 mg qd
Levofloxacin 750-1000 mg qd
Moxifloxacin 400 mg qd
ES Obat TB
R = Urin, saliva& air mata berwarna merah
H = Neuropati Perifer
Z = Hiperurisemia, Hepatotoksik
E = Gangguan Penglihatan
S = Gangguan Pendengaran

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 32
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

Infeksi Sexual Syphilis Penicillin G 2.4 juta unit, IM qd


Treponema pallidum Alergi Penicillin
Doxycyclin 100 mg bid 14 hari
Tetracyclin 500 qid 14 hari
Ceftriaxone 1g qd 8-10 hari
Gonorrhea Ceftriaxone 250 mg IM qd
Neisseria gonorrhoeae Azitromycin 1g po qd
Alternatif
Cefixime 400 mg qd
Cefotaxime 1g tid
Herpes Genital Acyclovir 400 mg tid
Acyclovir 200 mg qid
Famcyclovir 250 mg tid
Valacyclovir 1g bid
Alternatif
Acyclovir 5-10 mg/kgBB setiap 8 jam
selama 2-7 hari
Infeksi Cacing Gastrointestinal Worm Dewasa
Pirantelpamoat 250 mg qd
Albendazole 400 mg bid
Mebendazol 100-400 mg
Anak
Pirantelpamoat 125 mg qd
Albendazol 200 mg bid
Mebendazole 100 mg bid

Filariasis (Kaki Gajah) Diethylcarbamazine 5-6 mg/kgBB


Alternatif
Diethylcarbamazin 5 mg +
Albendazole 400 mg
Malaria ACT (artemisinin combination treat-ment)
1. Dihidroartemisinin + Piperakuin
2. Artesunat + Amodiakuin
Dosis : Primakuin 0,75 mg/kgBB
Plasmodium falciparum ACT + Primakuin 0,75 mg/kgBB
(qd selama 3 hari)
Hamil
Trisemester 1 = Kina 3x2 tab +
Klindamisin 2x300mg selama 7 hari

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 33
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

Trisemester 2 = ACT selama 3 hari


Trisemester 3 = ACT selama 3 hari
Vivaks ACT + Primakuin 0,25 mg/kgBb
(qd selama 3 hari)
Kambuhan
ACT + Primakuin 0,5mg/kgBB
Qd selama 3 hari)
Hamil
Trisemester 1 = Kina 3x2 tab selama 7
hari
Trisemester 2 = ACT selama 3 hari
Trtisemester 3 = ACT selama 3 hari
Ovale ACT (qd selama 3 hari)
Malariae ACT (qd selama 3 hari)
Infeksi campur ACT + Primaquin 0,25 mg/kgBB
(qd selama 14 hari)
Infeksi Kutu Scabies Permethrin 5%
Krim dibasuh setelah 8-14 jam
Kutu Rambut Permethrin 1%
Gunakan krim kemudian shampoo,
biarkan 10 menit
HIV NNRTI Base Efavirensz + Tenofovir + Emtrictabine
PI Base • Darunavir + Ritonavir +
Tenofovir + Emtrictabine
• Azanavir + Ritonavir +
Tenofovir + Emtrictabine
• Reltegnavir + Ritonavir +
Tenofovir + Emtrctabine
Alternatif
Umum Zidovudine + Lamivudine + Efavirenz
Hamil Zidovudine + Lamivudine + Nevirapin
Gangguan Hati Zidovudine + Lamivudine + Tenofovir
Infeksi jamur Acute pulmonary Itraconazole 200 mg tid selama 3 hari
histoplasmosis dilanjutkan itraconazol 200 bid
selama 6-12 minggu
Mediastinal granulomas Amphoterisin B 40-50 mg/hari
selama 2-3 minggu atau
Itraconazol 400 mg/hari selama 6
minggu

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 34
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

Blastomycosis Ringan
Itraconazole 200 mg tid selama 3 hari,
dilanjutkan bid selama 6 bulan
Berat
Amphoterisin B 3-5 mg/kgBB/hari
selama 1-2 minggu dilanjutkan
itraconazol 200 mg tid, lalu bid selama
12 bulan
Infeksi CNS
Amphoterisin B 5 mg/kgBB selama 4-
6 minggu dilanjutkan Flukonazol 800
mg/hari qd, atau itraconazol 200 mg
bid atau varicodazole 200-400 bid
selama >12 bulan
Cryptococcosis
Meningocryptococus Amphoterisin B 0,7-1 mg/kgBB/hari +
Flucytosine 100 mg/kgBB/hari
selama 4 minggu dilanjutkan
Fluconazole 400-800 mg/hari selama
8 minggu lalu Fluconazole 200
mg/hari selama 6-12 bulan
Pulmonary Cryptococus Ringan – Sedang
Fluconazole 400 mg/hari selama 6-12
bulan
Berat-Sangat Berat
Sama dengan infeksi CNS selama 12
bulan
Candidiasis
Empiris Loading dose Fluconazole
800mg/hari dilanjutkan 400 mg/hari
*Note : Lakukan uji kultur untuk
mengetahui spesies spesifik
C. albicans, C. tropicalis, Fluconazole IV/PO 6mg/kgBB/Hari +
and C. parapsilosis Echinocandin atau
Amphoterisin B 0,7-1 mg/kgBB +
Fluconazol Oral 800 mg/hari
C. krusei Amphotericin B IV 0,75 mg/kg/hari
&/ echinocandind
C. lusitaniae Fluconazole 6mg/kgBB/hari

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 35
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

C. glabrata Echinocandin
Hepatitis Hepatitis A Hepatoprotektor
Hepatitis B PEG-Interferon alfa, lamivudine,
telbivudine, adefovir,
entecavir, dan tenofovir.

Hepatitis B + E
PEG-INF Alfa + Entecavir atau
Tenofovir
Hepatitis C Genotype 1
PEG-INF + ribavirin + boceprevir /
telaprevir selama 24-48 minggu
Genotype 2,3,4
PEG-INF + Ribavirin 24 minggu

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 36
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

BAB VIII
Gangguan Pernafasan

1. Asthma
Atshma merupakan inflamasi kronik obstruktif saluran nafas, ditandai dengan
wheezing, Nafas pendek, sesak dan batuk. Kejadian asthma akut sering kali
desebabkan oleh adanya allergen atau hipersensitivitas penderita. Maka sangat
penting mengedukasi pasien untuk menjauhi penyebab terjadinya asthma seperti
debu dan dingin.

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 37
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

Terapi
Untuk semua serangan akut asthma terapi yang digunakan adalah Short Acting Beta
Agonis (SABA)

Kronik
Anak

Dewasa

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 38
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

2. Penyakit Paru Obstruktif Kronik


Kategori Pasien
Kategori A = Pasien yang peka dan sensitive dengan short acting bronkodilator
Kategori B = Pasien yang persisten dengan short acting bronkodilator
Kategori C&D = Pasien yang memerlukan kortikosteroid inhalasi
Terapi
Kateg Firstline Alternatif Obat Lain
ori
A Short-acting Long-acting anticholinergic Teofilin
anticholinergic prn atau
atau Long-acting beta2-agonist
Short-acting beta2- atau
agonist prn Short-acting beta2-agonist dan
short-acting anticholinergic
B Long-acting Long-acting anticholinergic dan Short-acting beta2-agonist
anticholinergic long-acting beta2-agonist &/
atau Short-acting
Long-acting beta2- anticholinergic
agonist
Theophylline
C Inhaled corticosleroid + Long-acting anticholinergic and Short-acting beta2-agonist
long-acting beta2- long-acting beta2-agonist &/
agonist atau Short-acting
atau Long-acting anticholinergic and anticholinergic
Long-acting phosphodiesterase-4 inhibitor
anticholinergic atau Theophylline
Long-acting beta2-agonist dan
phosphodiesterase-4 inhibitor
D Inhaled corticosteroid + Inhaled corticosteroid + long-acting Carbocysteine
long-acting beta2- beta2-agonist dan long-acting
agonist anticholinergic Short-acting beta2-agonist
&/ atau &/
Long-acting Inhaled corticosteroid + long-acting Short-acting
anticholinergic beta2-agonist and anticholinergic
phosphodiesterase-4
inhibitor Theophylline
atau
Long-acting anticholinergic dan
long-acting beta2-agonist

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 39
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

atau
Long-acting anticholinergic dan
phosphodiesterase-4 inhibitor

Pada pasien PPOK dikarenakan infeksi, antibiotik diperlukan untuk kasus ini, regimen terapi
umumnya adalah
Bronkodilator + Kortikosteroid + Antibiotik
Pemilihan antibiotik dapat mengikuti materi pada bab 7.

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 40
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

BAB IX
SARAF DAN PSIKIATRI

1. Epilepsi
Jenis Epilepsi Rekomendasi Alternatif
Partial Sezure Karbamazepin, Lamotrigin Levetiracetam,
(Diagnosis Baru Oxykarbazepin, Asam
Valproat
Partial Seizure (Refractory Lamotrigin, -
Monotherapy Oxycarbazepin, Topiramat
Partial Seizure (Refractory Karbamazepin, Klobazam, Locasamid, Fenobarbital,
Adjunt) Gabapentin, Lamotrigin, Fenitoin, Pregabalin,
Levatiracetam, Tiagabin, Vigabatrin,
Oxycarbazepin, Asam Zonisamid
Valproat, Topiromat
Generalized Seizure Etoksusimid, Lamotrigin, Klobazam, Klonazepam,
Absence Asam Valproat Levetiracetam, Topiromat,
Zonisamid
Primary General (Tonic- Asam Valproat, Lamotrigin, Klobazam, Levetiracetam,
Clonic) Karbamazepin, Topiromat
Oxycarbazepin
Juvenile Myoclonic Etoksusimid, Lamotrigin, Klobazam, Klonazepam,
Epilepsy Asam Valproat Levetiracetam, Topiromat,
Zonisamid

Terapi Epilepsi pada kehamilan


• Asam Valproat harus dihindari pada masa-masa produktif, kecuali terapi gagal
dengan obat lain
• Selama masa organogenesis, dosis harus serendah mungkin, jika asam valproate
digunakan maka dosis harus dibagi dalam 2-4 dosis/hari
• JIka obat antiepilepsi memiliki klirens tinggi, maka penentuan kadar obat bebas
harus ditentukan minimal tiap trisemester. Peningkatan klirens terutama terjadi
pada lamotrigine dan levetiracetam
• Pada kasus idiopatik, lamotrigine adalah obat yang paling dapat di toleransi oleh
embrio, pada kasus focal epilepsy carbamazepine efektivitas setara dengan asam
valproate tetapi dengan resiko yang lebih rendah.

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 41
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

2. Anxiety (Ansietas)
Anxiety atau ansietas adalah gangguan kecemasan, dimana penderitanya memiliki
kecemasan dan rasa takut berlebih dan sulit dikendalikan. Secara umum gangguan
kecemasan ini dibagi menjadi 3, yaitu Generalized Anxiety, Panic Disolder, dan Social
Anxiety Disolder

Perbedaan tipe enxiety disolder


Generalized Enxiety Panic Disolder Social Anxiety Disolder
Disolder
Kecemasan berlebihan Serangan panik tak Kelainan kronik tentang
hampir setiap hari terduga dan berulang ketakutan dan
selama 6 bulan, dimana diikuti dengan kecemasan yang kuat
minimal terdapat 3 perubahan perilaku terhadap 1 atau lebih
gejala berupa mudah atau ketakutan akan situasi social, dimana
lelah, sulit konsentrasi, serangan panic pengawasan dari orang
ketegangan otot, berulang lain dapat menimbulkan
gangguan tidur dan penolakan dan evaluasi
lekas marah negatif
Gejala Psikologi : Psikologi : Psikologi
- Kemesanan - Depersonalisasi- - Ketakutan diteliti
Berlebih Derealisasi orang lain
- Kekkhawatiran - Takut kehilangan - Malu dan takut
yang sulit control, takut dipermalukan
dikendalikan menjadi gila dan
- Merasa terkunci takut mati Fisik
- Sulit Fisik - Diare
berkonsentrasi - Gangguan - Berkeringat
- Fikiran Kosong abdominal - Takikardi
Fisik - Nyeri dada - Gemetar
- Gelisah - Menggigil
- Kelelahan - Pusing
- Ketegangan Otot - Merasa tersedak
- Mudah Marah - Palpitasi
- Gangguan tidur - Mual
- Sesak nafas
- Berkeringat
- Takikardi
- Gemetar

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 42
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

Terapi
Tipe Anxiety 1st Line 2nd Line 3rd Line
Generalized Duloxetine Benzodiasepines Hydroxyzine
Anxiety Disolder Escitalopram Buspirone Quetiapine
Paroxetine Imipramine
Sertraline Pregabaline
Venlafaxine XR
Panic Disolder SSRIs Alprazolam Phenelzine
Venlafaxine XR Citazolam
Clomipramine
Clonazepam
Imipramine
Social Anxiety Escitalopram Clonazepam Gabpentin
Disolder Fluvaximine CR Citalopram Phenelzine
Paroxitine Pregabaline
Sertraline
Venlafaxine XR
SSRIs = Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (Fluoxetine, Sertraline, Paroxetine,
Citalopram)

3. Parkinson Desease
Pada pasien Parkinson banyak ditemukan gejala neuropati yang khas, termasuk
diantaranya menurunnya fungsi motorik dan pada beberapa kasus terjadi penurunan
mental. Pada penderita Parkinson terdapat 2 ciri utama pada bagian Substantia nigra
pars compacta yaitu hilangnya neuron dopaminergic dan munculnya badan lewy.
Kekurangan dopamine pada area ini lah yang pada akhirnya menimbulkan serangkaian
gejala Parkinson.

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 43
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

Pengurangan aktivitas pada reseptor dopamine-1 dan dopamine-2 menghasilkan hambatan


yang lebih beser pada thalamus dan mengurangi aktivitas korteks motoric, pengobatan lebih
tertuju pada reseptor dopamine-2 dibandingkan pada reseptor dopamine-1.

Terapi

Gambar algoritma terapi Parkinson

4. Bipolar Disorder
Bipolar adalah gangguan mental yang menyerang kondisi psikis seseorang yang ditandai
dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrem berupa mania (euporia berlebihan,
bersemangat, agresif dan percaya diri) dan depresi. Faktor timbulnya bipolar umumnya
berasal dari genetika, selain itu juga factor lingkungan seperti stress dan penyalahgunaan
senyawa tertentu. Cocaine, Amphetamine, Ekstasi dan antidepressant dapat
mengakibatkan mania, sementara alcohol dan obat penenang dapat mengakibatkan
depresi.

Bipolar dibagi menjadi :


• Bipolar tipe 1 : Ditandai dengan pernahnya mengalami episode mania, yang
sebelumnya atau setelahnya dapat diikuti oleh depresi

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 44
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

• Bipolar tipe 2 : Pasien mengalami episode hipomanik saat ini, atau episode mayor
depresi dimasa lalu
• Catatonia bipolar : Seperti halnya gangguan bipolar II, tetapi depresinya tidak
dapat dikategorikan sebagai kesedihan berlebihan.

Secara fisiologis penderita bipolar mengalami gangguan pada neurotransmitter atau system
neuroendokrin. Epineprin, Dopamin dan Serotonin, adalah neurotransmitter yang betindak
disini, ketika dopamine dalam jumlah melebihi normal maka akan timbul episode mania,
begitupun sebaliknua.

Terapi
Algoritma terapi Bipolar
Mania Akut atau episode kombinasi Episode Depresi Akut
Nilai penyebab sekunder (misal alcohol atau Nilai penyebab sekunder
obat Tappering Off Antipsikotik
Hentikan pengguaan antidepresan Rehabilitasi penyalahgunaan obat
Tappering off caffein jika memungkinkan Haya Hidup Sehat
Rehabilitasi penyalahgunaan obat
Gaya hidup sehat
Hipomania Mania Episode depresi Episode depresi
sedang - berat berat
Firstline Firstline (2 atau 3 • Firsline Firsline
1. Lithium obat) 1. Lithium 1. Lithium
2. Valproate 1. (lithium atau 2. Quatiapine 2. Quatiapine
3. Carbamazep valproate atau • Alternatif • Alternatif
ine SGAs) + 1. Lamotrigine, 1. Kombinasi
4. SGAs Benzodiazepine Valproate fluoxetine/
• Pertimbangkan 2. (lithium atau 2. Antipsikotik olanzapine
penambahan valproate atau (Fluoxetin • Jika timbul tanda
benzodiadepine SGAs) + atau psikosis, isisiasi
(Lorazepam atau Benzodiazepine + Olanzapine kombinasi
Clonazepam) Antipsikotik, antipsikosis
• Alternatif • Lorazepam diatas
Oxycarbamazepine direkomendasikan • Alternatif
untuk tipe antikonvulasan
catatonia 2. Lamotrigine
• Alternatif 3. Valproate
Carbamazepine /
Oxycarbamazepine

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 45
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

Secoundline (Jika Soundline (Jika respon Secoundline (Jika


respon indadekuat indadekuat) respon inadekuat)
• Pertimbangkan • Pertimbangkan • Pertimbangkan
kombinasi 2 obat kombinasi 3 obat carbamazepine
1. Lithium + 1. Lithium + atau tambahkan
Antikonvulas Antikonvulsan antidepresan
2. Lithium + SGAs + Antipsikotik
2. Antikonvulsan Thirdline (jika
+ inadekuat)
Antikonvulsan • Pertimbangkan
+ Antipsikotik kombinasi 3 obat
Thirdline (jika 1. Lithium +
inadekuat) Lamotrigine +
• Pertimbangkan Antidepresan
ECT atau 2. Lithium +
tambahkan Quotiapine +
clozapine Antidepresan

Fourthline (Jika
inadekuat)
1. ECT

Keterangan
ECT : Electroconvulsive Theraphy
SGA : Secound Generation Antipsychotics
Note
• Gunakan dosis standar, jika gejala masih berlanjut naikan dosis ke level maksimum,
pertimbangkan efek samping yang tak ditoleransi penderita
• Valproate lebih direkomendasikan untuk episode campuran dan perubahan mood cepat
• Lithium &/ lamotrigine lebih direkomendasikan untuk bipolar depresi
• Lamotrigine tidak disetujui untuk pengobatan depresi akut, dan dosis harus dimulai
rendah dan perlahan dititrasi
• Antidepresan masih kontroversi, sehingga menjadi pilihan ketiga
• ECT digunakan untuk mania berat atau depresi selama kehamilan dan untuk episode
campuran

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 46
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

5. Skizoprenia
Skizofrenia adalah gangguan mental kronis dengan ciri penderitanya mengalami delusi,
halusinasi, pikiran kacau, dan perubahan perilaku. penderita akan sulit membedakan antara
kenyataan dengan pikiran sendiri (imajinasi).
Penyebab
1. Peningkatan ukuran ventricular dan penururan ukuran materi abu-abu.
2. Genetik, komplikasi obstetric, peningkatan pemangkasan neuronal, gangguan
imunologis dan gangguan pertumbuah syaraf
3. Defek reseptor dopamin, dan kelainan otak regional termasuk hiper-atau hipo-
aktivitas dopaminergic di daerah otak tertentu.
4. Gejala positif mungkin lebih terkait erat dengan hiperaktivitas reseptor dopamine di
mesocaudate, sedangkan gejala negatif dan kognitif mungkin terkait erat dengan
hipofungsi reseptor dopamin di korteks prefrontal.
5. Disfungsi glutamatergik. Kekurangan aktivitas glutamatergik menghasilkan gejala
mirip dengan hiperaktivitas dopaminergik.
6. Kelainan serotonin (5-hidroksitriptamin [5-HT]). Pasien skizofrenia dengan scan
otak abnormal memiliki konsentrasi 5-HT darah utuh yang lebih tinggi, yang
berkorelasi dengan peningkatan ukuran ventrikel.
Terapi
Terapi skizoprenia adalah dengan menggunakan antipsikotik, antipsikotik dibagi menjadi 2
generasi. Berikut adalah obat antipsikotik tersebut
Antipsikotik generasi pertama
Nama Dosis Dosis Nama Dosis Dosis
Awal pemeliharaan awal pemeliharaan
(mg/hari) (mg/hari) (mg/hari) (mg/hari)
Chlorpromazine 50-150 300-1000 Fluphenazine 5 5-20
Haloperidol 2-5 2-20 Loxapine 20 50-150
Perphenazine 4-24 16-64 Thioridazine 50-150 100-800
Thiothixene 4-10 4-50 Trifluperazine 2-5 5-40
Antipsikotik generasi kedua
Nama Dosis Dosis Nama Dosis Dosis
Awal pemeliharaan awal pemeliharaan
(mg/hari) (mg/hari) (mg/hari) (mg/hari)
Aripiprazole 5-15 15-30 Asenapine 5 10-20
Clozapine 25 100-800 Iloperidone 1-2 6-24
Lurasidone 20-40 40-120 Olanzapine 5-10 10-20
Paliperidone 3-6 3-12 Quetiapine 50 300-800
Risperidone 1-2 2-8 Ziprasidone 40 80-160

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 47
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

Algoritma Terapi

Terapi Skizoprenia yang Resisten


• Hanya Clozapin yang menunjukan hasil superior dibandingkan antipsikotik lain
• Mood stabilizer (lithium, valproate dan carbamazepine) mungkin ditambahkan untuk
efek agitasi
• SSRIs digunakan untuk gejala obsessivecompulsive yang timbul selama penggunaan
clozapine

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 48
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

BAB X
GANGGUAN MATA

1. Glaucoma
Glaukoma adalah gangguan okular yang mengarah pada neuropati optik yang ditandai oleh
perubahan pada kepala saraf optik (optical disc) yang berhubungan dengan hilangnya
kepekaan visual dan luas pandang, hal ini terjadi akibat peningkatan cairan intraocular
sehingga tekanan intraocular meningkat (hipertensi okuler). Glaucoma dibagi menjadi dua,
yaitu sudut terbuka dan sudut tertutup.

Patofisiologi

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 49
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

Sekresi aquos humor dipengaruhi oleh peningkatan reseptor beta adrenergeik dan
penurunan reseptor alfa-2 adrenergik. 80% sekresi aquos humor oleh epitel siliaris non
pigmentasi adalah melalui proses enzimatik oleh enzim karbonik anhydrase dan 20% nya
melalui proses pasif dari ultrafiltrasi dan difusi.

Sekresi Aquos humor dipengaruhi reseptor prostaglandin F2-alfa akan meningkatkan


perbeabilitas, sehingga AH akan lebih mudah mengalir, kontraksi otot siliaris akan menutup
trabecular meshwork, sehingga aliran aquos humor tidak dapat mengalir dan
mengakibatkan tekanan intraocular tinggi.

Terapi Glaukoma

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 50
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

BAB XI
GYNECOLOGY & OBSTETRIC

Gangguan terkait menstruasi dikelompokkan menjadi Amenorhea, Menorrhagia,


Anovulatory Bleeding, Dysmenorrhea, Premenstruatual Syndrome (PMS) dan Premenstrual
Dysphoric Disorder (PMDD). Pada saat menstruasi dua hormon yang disekresi dari kelenjar
hipofisis anterior sangat berperan disini yaitu Follicle-stimulating hormone (FSH) dan
Lutenizing hormone (LH), mereka kemudian akan merangsang pengeluaran Estrogen dan
Progesteron untuk mempengaruhi perkembangan dan penebalan endometrium.

Amenorrhea
Amenorrhea dibedakan menjadi 2, yaitu primer dan sekunder. Pada amenorrhea primer
ditandai dengan tidak terjadinya menstruasi hingga usia 16 tahun dengan perkembangan
yang normal dari ciri seks sekunder, atau tidak mens hingga usia 14 tahun dengan tidak
terjadinya perkembangan ciri seks sekunder. Sedangkan amenorrhea sekunder merupakan
kondisi tidak terjadinya mens hingga 3 atau 6 siklus sejak mens terakhir.

Menorrhagia
Merupakan kondisi dimana menstrual blood loss lebih dari 80 ml/siklus

Anovulatory Bleeding
Merupakan kondisi terjadinya perdarahan endometrium akibat disfungsi dari menstrual
system, namun tidak termasuk perubahan anatomi uterus

Dysmenorrhea
Merupakan kondisi umum yang terjadi ditandai dengan nyeri serta kram pada panggul
selama mens

PMS dan PMDD


Pada kondisi ini pasien mengalami perubahan mood dan gejala fisik seperti nyeri pada
payudara, pada PMDD kondisinya lebih ekstrim dibandingkan dengan PMS,

Terapi
Kondisi Terapi Keterangan
Amenorrhea primer atau CEE ES. Tromboemboli, mual, GI
sekunder upset dan udem
Ethinyl Estradiol Sama seperti CEE
Kombinasi Sama seperti CEE

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 51
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

Amenorrhea Oral MPA ES. Edema, Kenaikan atau


penurunan berat badan,
kenaikan LDL dan
penurunan HDL
Notethisteronr Pemberian selama 7-10 hari
Progesteron Berikan selama 7-10 hari
Amenorrhea Hiperprolaktin Bromocriptine Es. Hipotensi, Konstripasi
Cabegroline Seperti Bromocriptine
Anovulatory Bleeding Kombinasi OC Seperti CEE
Dysmenorrhea Kombinasi OC Seperti CEE
SC MPA Sama dengan oral MPA
Levonogestrol Es. Irregular mens,
amenorrhea
AINS Paracetamol, Asam
Mefenamat, Ibuprogen
Anti Muskarinik Hyosiamin, Hyosin-N-Butil
Bromide
Menorrhagia Kombinasi OC Seperti CEE
Levonogestrel Lihat diatas
Oral MPA Lihat diatas
AINS Lihat diatas
Asam Tranexamat Berikan 4-7 hari
PMDD Clomapramine ES. Mulut kering, Vertigo
Drospirenone Seperti kombinasi OC
Leuprolide ES. Sakit kepala, keringat
malam
SSRI Ex obat. Citalopram,
Fluoxetine, Sertaline,
Fluvoxamine, Paroxitine
Keterangan
CEE Conjugate Equine Estrogen
MPA Modroxy Progesterone Acetate
OC Oral Contraceptive
Note
• Bromocriptine dan Cabergoline adalah agonis dopamine
• Norethisteron merupakan bentuk sintesis dari progesterone, obat ini sering
digunakan untuk menunda menstruasi
• Kombinasi Oral kontrasepsi dapat menyebabkan gangguan kardiovaskular

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 52
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

BAB XII
ONKOLOGI

Kanker secara terminology merupakan pertumbuhan sel yang abnormal, dimana sel
tersebut terus tumbuh, menginvasi jaringan disekitarnya dan menyebar organ lainnya.
Secara teoritis sel kanker dan sel normal adalah sama-sama “sel”, sehingga selektivitas obat
sangat rendah, obat cenderung sulit membedakan antara sel kanker dan sel sehat, akibatnya
obat ini cenderung sangat toksik.

Salahsatu pendekatan obat kemoterapi adalah bahwa sel kanker memiliki aktivitas dan
metabolisme yang lebih tinggi, akibatnya sel kanker terpapar obat-obatan lebih banyak
diterima oleh sel kanker dibandingkan sel normal.

Obat-obat antikanker bekerja dengan menghambat pertumbuhan sel atau bahkan


membunuh sel, sehingga penggunaan pada ibu hamil sebisa mungkin dihindari bahkan
kontraindikasi karna akan menghambat pertumbuhan janin.

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 53
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

1. Kanker Payudara
Kanker payudara, adalah jenis kanker yang berawal dari jaringan payudara, tanda awal
penyakit ini adalah timbulnya lesi local, dan terapi yang cepat memungkinkan tingkat
kesembuhan yang tinggi. Sementara pada kasus Metastatic Breast Cancer (MBC) tingkat
kesembuhannya minim.

Terapi
Stage 1-2
Terapi pada kanker payudara stadium 1-2 adalah dengan pembedaan (pengangkatan sel
kanker) + Sistemik adjuvant therapy (kemoterapi, terapi hormone dan produk biologi)

a. Kemoterapi
Kombinasi terpilih untuk kemoterapi kanker payudara
Regimen Keterangan Regimen Keterangan
AC FAC
• Doxorubicin 60 Ulangi Siklus • Fluorouracil 500 Ulangi siklus di hari ke
mg/m2 IV setiap 21 hari, mg/m2 IV, hari ke 1 21-28, pengulangan
• Cyclophosphamide lama penggunaan dan 4 sebanyak 6 siklus
600 mg/m2 IV 4 siklus • Doxorubicin 50
mg/m2 IV selama
lebih 72 jam
• Cyclophosphamide
500 mg/m2 IV, hari
ke 1
TC TAC
• Docetaxel 75 Ulangi Siklus • Docetaxel 75 Ulangi siklus di hari ke
mg/m2 IV setiap 21 hari, mg/m2 IV 21-28, pengulangan
• Cyclophosphamide lama penggunaan • Doxorubicin 50 sebanyak 6 siklus (harus
600 mg/m2 IV 4 siklus mg/m2 IV bolus diberikan bersama
• Cyclophosphamide growth factor support)
500 mg/m2 IV
(diberikan paling
pertama)
AC → Paclitaxel Paclitaxel → FAC
• Selesaikan siklus AC, Ulangi sebanyak Paclitaxel 80 mg/m2 Ulangi sebanyak 12
lanjutkan 12 siklus (1 siklus perminggu IV siklus, setelah siklus usai
• Paclitaxel 80 7 hari) pemberian dosis selama lanjut FAC
mg/m2 IV lebih dari 1 jam.
perminggu

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 54
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

FEC CEF
• Fluorouracil 500 Ulangi siklus • Cyclophosphamide Ulangi siklus setiap 21
mg/m2 IV. setiap 21 hari, 75 mg/m2 perhari, hari, terapi selama 6
• Epirubicin 100 terapi selama 6 peroral pada hari 1– siklus ( antibiotic untuk
mg/m2 IV bolus. siklus 14 pencegahan infeksi
• Cyclophosphamide • Epirubicin 60 diperlukan atau
500 mg/m2 IV. mg/m2 IV pada hari tambahkan growth
ke 1 dan 8 factor support)
• Fluorouracil 600
mg/m2 IV, pada
hari ke 1 dan 8
CMF Dose-Dense AC →
• Cyclophosphamide Ulangi siklus Paclitaxel
75 mg/m2 perhari, setiap 28 hari, Doxorubicin 60 mg/m2 Ulangi siklus setiap hari
peroral pada hari lama terapi 6 IV bolus ke 14, lama terapi
1–14 siklus. Cyclophosphamide 600 selama 4 siklus.
• Methotrexate 40 mg/m2 IV
mg/m2 IV, hari ke Terapi dilanjutkan
1 dan 8 dengan Paclitaxel 175
• Fluorouracil 600 mg/m2 IV (3jam), ulangi
mg/m2 IV, hari ke siklus pada hari ke 14,
1 dan 8. lama terapi 4 siklus.
Keterangan
1. AC = Adriamycin (doxorubicin), Cytoxan (cyclophosphamide).
2. CAF = Cytoxan (cyclophosphamide), Adriamycin (doxorubicin), 5-fluorouracil.
3. CEF = Cyclophosphamide, epirubicin, 5-fluorouracil.
4. CMF = Cyclophosphamide, methotrexate, 5-flourouracil.
5. FAC = 5-fluorouracil, Adriamycin (doxorubicin), cyclophosphamide.
6. FEC = 5-fluorouracil, epirubicin, cyclophosphamide.
7. TAC = Taxotere (docetaxel), Adriamycin (doxorubicin), cyclophosphamide.
8. TC = Taxotere (docetaxel), cyclophosphamide.

b. Terapi Hormon
Menurunkan jumlah estrogen yang dihasilkan dari ovarium (Ovarian Ablatios) merupakan
salah satu terapi pada kanker payudara stadium awal, treatment dilakukan dengan
antagonis estrogen (tamoxifen dan toremifene), oophorectomy, ovarian irradiation, LHRH
agonis (goserelin), dan aromatase inhibitor ( Anastrozole, Letrozole, Exemestane, Vorozole,
Formestane dan Fadrozole).

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 55
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

1. Tamoxifen, toremifene = Dimulai setelah selesai siklus kemoterapi, penggunaan


selama 5 tahun terbukti mengurangi angka mortalitas
2. Pada pasien premenopousal = Goserelin dengan atau tanpa tamoxifen
3. Pada pasien postmenopousal = anastrozole, letrozole, and exemestane

c. Produk Biologi
Trastuzumab = dikombinasidkan dengan adjuvant kemoterapi diindikasikan pada pasien
dengan HER-2 positif kanker payudara terbukti mencegah angka kekambuhan mencapai
50%.

Stage 3
1. Kemoterapi dengan regimen yang mengandung atrasiklin dan taksan, diikuti dengan
trastuzumab untuk pasien HER-2 Positif

Stage 4 Metastatic Breast Cancer (MBC)


Pada tahap ini terapi berdasarkan daerah yang terkena penyebaran kanker, terapi hormonal
merupakan yang terpilih meskipun tidak superior, terapi hormonal dilakukan hanya jika
HER-2 Positif metastatis.
Terapi endokrin untuk MBC
Obat Dosis Keterangan
Aromatase inhibitor
1. Anastrozole PO 1 mg/hari Hati-hati untuk pasien
2. Letrozole PO 2,5 mg/hari gangguan fungsi hati berat
3. Exemestane PO 25 mg/hari
Antiestrogen (SERMs)
1. Tamoxifen PO 20 mg/hari
2. Toremifene PO 60 mg/hari
Antiestogen (SERD)
1. Fulvestrant IM loading 500mg pada hari Pada gangguan fungsi hari
1,15 dan 29, dilanjutkan sedang-berat dosis
250-500 setiap 28 hari, pemeliharaan 250mg
LHRA Agonis
1. Goserelin SC 3,6 mg setiap 28 hari Hanya untuk wanita
2. Leuprolide IM 3,75 mg setiap 28 hari premenopause, leuprolide
3. Triptorelin IM 3,75 mg setiap 28 hari dan triptorelin tidak di setujui
untuk kanker payudara (FDA)
Progestin
1. Magestol Acetate PO, 40 me qid Pada gangguan fungsi hati
2. Medroxyprogesterone IM 400 mg/minggu turunkan dosis

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 56
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

Androgen Hindari pada pasien dengan


1. Fluoxymesterone PO, 10 mg bid gangguan fungsi ginjal dan
hati
Estrogen
1. Ethinyl Estradiol PO 1mg tid Hindari pada pasien
2. Konjugat Estrogen PO 2,5 mg tid gangguan fungsi hati
Note
Obat-obat hormone yang digunakan secara oral lebih baik diminum dengan makan, karna
absorpsinya akan meningkat dengan makanan terutama yang mengandung lemak.

2. Penanganan obat cytotoxic


Dikarenakan obat cytotoxic sangat beresiko jika terpapar kepada operator, maka
penanganannya perlu perlakuan khusus, dispensing obat cytotoxic perlu dilakukan pada
ruangan aseptis didalam LAF dengan aliran udara vertical (tidak kearah operator). Limbah
cytotoxic dikemas pada tempat pembuangan berwarna ungu dengan label Cytotoxic.

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 57
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

BAB XIII
INTERAKSI OBAT

1. Konsep Dasar Interaksi obat


Interaksi obat merupakan efek merugikan yang timbul ketika beberapa obat digunakan
secara bersaman. Secara umum interaksi obat dibagi menjadi 3, yaitu Farmasetik,
Farmakokinetik dan Farmakodinamik. Pada prakteknya interaksi farmasetik sering disebut
sebagai OTT (Obat Tak Tercampurkan) misalnya antara kampora dan mentol yang
campurannya eutektik. Interaksi farmasetik lebih banyak dibahas pada materi teknologi
farmasi karena berhubungan dengan formulasi sediaan. Pada bab ini hanya akan dibahas
interaksi farmakokinetik dan farmakodinamik.

Interaksi farmakokinetik berhubungan dengan kinetika (laju) dan jumlah obat untuk
mencapai reseptor, besar atau kecilnya efek interaksi ini tergantung dari laju atau
banyaknya obat yang sampai di reseptor untuk memberikan efek farmakologis. Sementara
interaksi farmakodinamika berhubungan dengan dinamika obat (efek obat) pada reseptor
tidak berhubungan dengan jumlahnya.

2. Interaksi Farmakokinetika
Interaksi farmakokinetik terjadi pada 4 fase (tahap) yaitu absorpsi, distribusi, metabolisme
dan eksresi. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel dibawah ini.
Tabel Interaksi Farmakokinetika
Fase Contoh interaksi Mekanisme Interaksi Contoh obat yang
berinteraksi
Absorpsi Obat yang Kebanyakan obat • Antasida (Al3+ dan Mg2+ ) +
mengandung logam merupakan senyawa obat lain = kebanyakan efek
organic yang cenderung obat lain turun
membentuk kompleks • Susu (mengandung Ca2+) +
dengan logam terutama Obat lain = kebanyakan efek
valensi 2 dan 3 obat lain turun
Obat yang Laju disolusi obat Efedrin, pseudoefedrin,
mempengaruhi pH tergantung pada pH. Obat phenylpropanolamine dan
saluran cerna yang bersifat asam akan amphetamine + antasida =
terionisasi pada pH basa efek nya akan meningkat
sehingga absorpsinya lebih dikarenakan absorpsi obat
baik pada pH asam, tersebut pada suasana basa.
begitupun sebaliknya.
Obat yang menutupi Obat tidak dapat Sucralfat + Obat lain = Efek
mukosa saluran cerna terabsorpsi karena obat lain akan turun

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 58
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

terbentuknya halangan
pada mukosa saluran
cerna
Obat yang menyerap Konsentrasi obat menjadi Norit atau attapulgite + Obat
obat lain berkurang karena diserap lain = Efek obat lain akan
oleh obat lainnya berkurang
Obat yang mengikat Obat yang kepolarannya Kolestiramin atau kolestipol
asam empedu rendah memerlukan lipid dengan vitamin A,D,E dan K =
di saluran cerna sebagai efek vitamin akan berkurang
solubilizing agent,
kemudian lemak ini harus
diemulsikan untuk dapat
diabsorpsi. Asam empedu
bertidak sebagai
pengemulsi.
Antibiotik spektrum Ethinyl Estradiol Antibiotic spektrum luas + Pil
luas diabsorpsi 40-50 %, KB yang mengandung Ethinyl
kemudian konjugatnya Estradiol = Efek pil KB akan
disekresi ke saluran cerna, berkurang.
konjugat ini kemudian oleh
flora normal usus di de-
konjugasi kembali
sehingga dapat diabsorpsi
kembali meluli mekanisme
enterohepatic dalam
bentuk aktif.
Distribusi Interaksi ini hanya terjadi pada obat-obatan yang ikatan proteinnya besar (>85%)
sedangkan yang bentuk bebasnya kecil, sehingga dengan bergernya ikatan protein
obat menjadi bentuk bebas akan meningkatkan konsentrasinya berkali lipat. Lalu
interaksi ini juga hanya terjadi pada obat dengan indeks terapi sempit.
Obat Asam + Asam Obat yang sifatnya asam Warfarin + Asam Mefenamat,
akan terikat pada albumin phenytoin, fenilbutazon, asam
plasma, jika dua obat sama fibrat, sulfinpyrazone = Ikatan
sama asam dan salah albumin akan terlepas,
satunya memiliki afinitas sehingga konsentrasinya
lebih besar terhadap meningkat dan toksisitasnya
albumin maka akan meningkat, hasil akhir
melepas ikatan obat yang kemungkinan terjadi
lebih lemah perdarahan (bleeding)

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 59
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

Obat Basa + Basa Obat yang sifatnya basa • Kinin + Pirimetamin =


akan terikat dengan alfa1- Pirimetamin akan
glikoprotein. Jika obat menggese ikatan protein
sama sama basa diberikan kinin, sehingga
bersamaan dimana salah toksisitasnya akan
satunya memiliki ikatan meningkat, hasil akhir
lebih kuat dan indeks depresi sumsum tulang
terapinya kecil, maka akan akan meningkat.
terjadi interaksi • Ketoconazol + Estradiol =
Efek estradiol akan
meningkat
Metabolisme Didalam tubuh, obat di metabolism menjadi bentuk yang lebih polar dan tidak aktif
agar dapat di eliminasi terutamanya melalui ginjal oleh enzim CYP3A4, CYP1A2,
CYP2C9/10, beberapa obat dapat meningkatkan (induser) atau menurunkan
(inhibitor) enzim ini.
Induser Dengan meningkatkan • Rifampisin, fenitoin,
jumlah enzim barbiturate, Griseofulvin
pemetabolisme, maka obat merupakan contoh induser,
akan banyak diubah obat ini diberikan dengan
menjadi bentuk yang obat lain maka efeknya
inaktif, sehingga efeknya akan berkurang.
akan berkurang. • Rifampisin + Estradiol =
efek estradiol berkurang,
hasil akhir kegagalan
kontrasepsi.
Inhibitor Dengan menghambat • Cimetidin, Ketokonazol,
enzim ini, maka obat Flukonazol merupakan
lambat dimetabolisme contoh inhibitor enzim ini,
atau fist pass effect tidak pemberian dengan obat lain
terjadi, sehingga level maka efek obat lain akan
dalam plasma meningkat meningkat.
dan efeknya akan • Cimetidin + Warfarin = Efek
meningkat warfarin akan meningkat,
sehingga beresiko bleeding.
Eksresi Secara umum, kebanyakan obat akan dieksresi melalui ginjal. Sementara obat yang
kepolarannya sangat rendah, akan dieksresi melalui feses dengan terlebih dahulu
diangkut oleh transpoter bernama OATP1B1.
Dieuretik Obat yang mempengaruhi • Furosemid + Obat lain =
fungsi ginjal (missal Eliminasi obat lain akan

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 60
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

dieuretik) akan berkurang, sehingga efek


menghambat eliminasi kerjanya lebih Panjang.
obat dikarenakan ginjal • Probenesid + Obat lain =
hanya berfokus efek obat lain akan lebih
mensekresi air dan panjang
elektrolit
OATP1B1 Obat yang sama sama Simvastatin + Amlodipin =
berikatan dengan Ikatan simvastatin akan
OATP1B1 akan bergese oleh adanya
berkompetisi menduduki amlodipine, kadarnya akan
transpoter ini, jika salah meningkat dan efek
satunya lebih kuat maka simvastatin akan meningkat,
obat yang terlepas akan hasil akhir Rhabdomiolisis
kembali aktif.

3. Interaksi Farmakodinamika
Interaksi farmakodinamika terbagi menjadi 2, yaitu Antagonis dan Sinergis. Interaksi
Antagonis terjadi ketika dua obat diberika bersaman memiliki efek yang berlawanan baik
hasil akhir berlawanan atau mekanisme kerjanya yang berlawanan. Sementara interaksi
Sinergis terjadi ketika dua obat diberikan bersamaan memiliki efek kerja baik hasil akhir
maupun mekanisme kerja yang sama, sehingga efeknya akan berlebihan, atau kedua obat ini
memiliki efek berbeda namun memiliki efek samping serupa, sehingga saling menguatkan
efek sampingnya.

Contoh interaksi farmakodinamika


Jenis Interaksi Contoh Obat Mekanisme
Antagonis Salbutamol + Mekanisme kerja obat berlawanan di
Propranolol reseptor beta, salbutamol merupakan beta
2 adrenergik, sementara propranolol
merupakan beta bloker non selektif
Efedrin + Metformin Metformin merupakan antidiabetic
sementara efedrin memiliki efek seperti
adrenalin yang meningkatkan
glukagonolisis.
Agonis Kombinasi Efek kerjanya yang sama memungkinkan
antidiabetic efek hipoglikemiknya berlebih.
Glibenklamid + Glibenklamid merupakan sulfonylurea,
Sulfadiazin/Alicin sementara pada sulfadiazine dan alicin
pada bawang putih juga mengandung gugus

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 61
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

sulfon, sehingga efek hipoglikemiknya akan


meningkat.
Apirin + Clopidogrel Kedua obat ini memiliki efek samping yang
sama yaitu mengiritasi saluran cerna,
sehingga kombinasi keduanya beresiko
meningkatkan efek sampingnya.

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 62
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

BAB XIV
FARMAKOKINETIKA

Profil farmakokinetika selalu dihitung dengan orde 1, hal ini dikarenakan banyaknya
variable yang mempengaruhi kinetika obat dalam tubuh.

1. Waktu paruh obat (t1/2)


T1/2 menunjukkan waktu dimana kadar obat berkurang sebesar 50%. Dengan mengetahui
t 1/2 kita dapat menentukan kapan waktu dosis berikutnya diberikan.

Rumus :
0,693
t(1/2)=
k
k = Laju eliminasi obat

2. Volume distribusi
Volume distribusi menunjukan luas distribusi obat di tubuh, obat dengan volume distribusi
besar menunjukkan bahwa obat tersebut tersebar pada hamper seluruh tubuh.
Rumus
DB0
Vd=
𝐶𝑝0
DB0 = Dosis awal
Cp0 = Kadar obat dalam plasma, diperoleh dari anti ln K

3. Laju eliminasi
Tetapan Laju eliminasi (K) = Tetapan Laju metabolisme (Km) + Tetapan Laju Eksresi (Ke)
Laju eliminasi dapat dihitung dengan :
lnDBt = lnDB0 – kt
DBt = jumlah obat dalam tubuh pada waktu t
DB0= jumlah obat dalam tubuh mula2 = dosis
Atau jika kadar plasma diketahui
lnCpt=lnCp0 – kt
Cpt = kadar obat dalam plasma pada waktu t
Cp0= kadar obat dalam plasma mula2
ntar kalo mau ngrubah jadi DB pake rumus ini: DB = Vd x Cp

4. Perhitungan dari data urin


Clearance (Cl)
Clearance merupakan suatu parameter yang menyatakan kemampuan tubuh untuk
mengeliminasi obat tanpa mempersalahkan mekanismenya.

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 63
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

Klirens dinyatakan dalam satuan volume / waktu (ml/jam atau ml/menit dll)
“Clearance total (Clt) = Clearance renal (Clr) + Clearance hepatic (Clh)”
Rumus
Clearance total (Clt) = k x Vd
atau
Clearance total (Clt) = Dosis iv / AUC
AUC = Luas area dibawah kurva

Tetapan laju eliminasi (K)


Selain menggunakan sampel darah, “K” juga dapat dihitung dengan menggunakan dara
urin, Rumus :
lnDu/dt = lnKe.DB0 – k x t mid
dimana,
Du = jumlah obat utuh yang dieksresikan lewat urin
Ke = tetapan laju eksresi ginjal
DB0 = jumlah obat dalam tubuh mula2 = dosis yang diberikan
T midle= tmid atau waktu di antara pengambilan. misalnya di antara 0 – 5 berarti tmidnya
2,5

5. Kecepatan aliran infus


Penentuan kecepatan infus, ditentukan dengan rumus
𝑺 𝒙 𝑫𝒐𝒔𝒊𝒔
R=
𝒕
R = Kecepatan Infus
S = Fraksi Aktif
t = Interval Pemberian

6. Perubahan dosis IV ke Oral


Dihitung dengan rumus :
𝐶𝑎𝑉 𝑥 𝐾 𝑥 𝑉𝑑 𝑥 𝑡
D=
𝐹𝑥𝑆
D = Dosis Oral
Cav = Konsentrasi tunak
K = Tetapan laju eliminasi
Vd = Volume Distribusi
F = Bioavailabilitas Oral
S = Fraksi aktif
T = Interval pemberian

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 64
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

Laju filtrasi Glomerolus (GFR)


Perhitungan dengan rumus cockcrof & Gault
Pria
(𝟏𝟒𝟎−𝑼𝒎𝒖𝒓)𝒙 𝑩𝒆𝒓𝒂𝒕 𝑩𝒂𝒅𝒂𝒏
𝑮𝑭𝑹 = 𝟕𝟐 𝒙 𝑺𝒆𝒓𝒖𝒎 𝒌𝒓𝒆𝒂𝒕𝒊𝒏𝒊𝒏

Wanita
(𝟏𝟒𝟎−𝑼𝒎𝒖𝒓)𝒙 𝑩𝒆𝒓𝒂𝒕 𝑩𝒂𝒅𝒂𝒏
𝑮𝑭𝑹 = 𝒙 𝟎. 𝟖
𝟕𝟐 𝒙 𝑺𝒆𝒓𝒖𝒎 𝒌𝒓𝒆𝒂𝒕𝒊𝒏𝒊𝒏

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 65
Belajar Obat – Pharmacy Learning Portal

Web : www.belajarobat.com
E-Mail : Belajarobat@gmail.com, cs@belajarobat.com
Instagram : @belajarobat

BAB XV
TOKSIKOLOGI

Antidotum
Substrat Racun Antidotum
Paracetamol N-Acetyl Sistein
Logam Berat (As, Hg, Cu) Dimecaprol
Logam Berat (Hg) Na EDTA
Logam (Fe) Deferoksamine
Opioid (Morfine, Dextrometophran, Fentanyl, Nalokson, Naltrexone, Nalmefene,
Codein, Heroin, Cocaine,dll) Diprenorfin
Antikolinergik (Pestisida organofosfat) Atropin Sulfat, Pralidoksim
Sianida Natrium Tiosulfat
Metanol, Etilenglikol Etanol
Etanol Benzodiazepin
Beta Bloker Adrenalin, Isoprenaline
Benzodiazepin Flumazenil
TCA (Amitriptilin, Amaxapine, Doxepin,
Diazepam
Imipramine, Trimipramine, dll.)
Kumarin, Warfarin Vit K
Digoxin Fenitoin, MgSO4 , Atropin
Heparin Protamin
Nitrit Metilen Blue
Carbon monoxide Oksigen
Bisa Ular Polivalen

©BelajarObat – Tidak Semua konten yang ada di modul ini bukanlah acuan primer – Modul ini
diperjualbelikan hanya untuk pemakaian di Belajar Obat 66