Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN KINERJA

TIM PENCEGAHAN DAN


PENGENDALIAN IFEKSI
(PPI)
TAHUN 2019

Oleh :

Ns. Ni Putu Yuli Mandani, S.Kep.

DINAS KESEHATAN KABUPATEN TABANAN


UPTD PUSKESMAS SELEMADEG BARAT
KATA PENGANTAR

Om Swastiastu,
Puji Syukur kehadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa,Tuhan Yang Maha Kuasa kami
panjatkan karena atas perkenan-Nya, Laporan Kinerja Tim Pencegahan dan pengendalian
Infeksi ( PPI ) Tahun 2019 ini dapat diselesaikan tepat waktu.
Laporan Kinerja Tim Pencegahan dan pengendalian Infeksi ( PPI ) Tahun 2019 ini
kami buat dalam rangka menginformasikan Kinerja manajemen puskesmas di lingkup Tim
Pencegahan dan pengendalian Infeksi ( PPI ) UPTD Puskesmas Selemadeg Barat selama
periode Tahun 2019, sebagai bentuk pertanggung jawaban Kinerja dan wujud penerapan
Akreditasi Puskesmas.
Dalam Laporan ini kami mencoba untuk memaparkan sistem manajemen puskesmas
di lingkup Tim Pencegahan dan pengendalian Infeksi ( PPI ) selama Tahun 2019 meliputi
Gambaran umum wilayah kerja,Kegiatan Manajemen di lingkup Tim Pencegahan dan
pengendalian Infeksi ( PPI ) meliputi input, Proses (Perencanaan, Penggerakkan-Pelaksanaan,
Pengawasan pengendalian Penilaian), Output dan Lingkungan.
Akhirnya kami menyadari bahwa laporan Kinerja Tahunan ini masih jauh dari
sempurna dan besar harapan kami mendapat masukan dan saran untuk perbaikan ke depannya
dalam kerangka perbaikan mutu dan kinerja di bidang tugas kami secara konsisten dan
berkelanjutan sesuai intisari akreditasi puskesmas.

Om Santi Santi Santi Om.

Lalang linggah,11 Januari 2020


Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi,

Ns. Ni Putu Yuli Mandani,S.Kep.

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................i
DAFTAR ISI.............................................................................................................................ii
BAB I. PENDAHULUAN.......................................................................................................1
1.1. Latar Belakang ...........................................................................................................1
1.2. Tujuan........................................................................................................................3
1.3. Visi dan Misi Puskesmas............................................................................................3
BAB II. ISI ..............................................................................................................................4
2.1. Gambaran Umum Wilayah Kerja...............................................................................5
2.2 Manajemen Umum Tim Pencegahan dan pengendalian Infeksi ( PPI ) ....................9
2.3 Manajemen Tim Pencegahan dan pengendalian Infeksi ( PPI ) di UPTD Puskesmas
Selemadeg Barat..............................................................................................................11
2.3.1.Jenis Kegiatan,Sasaran,Indikator dan target………………………………….11
2.3.2.Input………………………………………………………………………….11
2.3.3.. Proses…………………………………………………………………………11
2.3.3.1.Perencanaan.............................................................................................18
2.3.3.2.Penggerakan Pelaksanaan........................................................................20
2.3.3.3.Pengawasan,Pengendalian dan Penilaian ………………………………20
2.3.4. Output……………………………...…………………………………………20
2.3.5. Lingkungan……………………………………………………………………..20
BAB III. KESIMPULAN DAN SARAN...............................................................................30
3.1. Kesimpulan...............................................................................................................31
3.2. Saran.........................................................................................................................33
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
1. RPK dan Jadwal Bulanan Periode Tahun 2019
2. IKK/Laporan Akuntabilitas Bulanan Periode Tahun 2019
3. PWS dan Grafik Radar Bulanan Periode Tahun 2019
4. PDCA RPK Bulanan Periode Tahun 2019
5. PDCA IKK Bulanan Periode Tahun 2019

ii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan
Masyarakat (Puskesmas) menyebutkan bahwa Pelayanan Puskesmas meliputi Pelayanan di
lingkup Upaya Kesehatan Perorangan,Kefarmasian dan Laboratorium; Pelayanan di lingkup
Upaya Kesehatan Masyarakat Essensial dan Keperawatan Kesehatan Masyarakat; Pelayanan
di lingkup Upaya Kesehatan Masayarakat Pengembangan; Pelayanan di lingkup Sub Bagian
Tata Usaha dan Pelayanan di lingkup Jaringan Pelayanan Puskesmas dan Jejaring Fasilitas
Pelayanan Kesehatan meliputi Puskesmas Pembantu (Pustu), Pos Kesehatan Desa
(Poskesdes), Pos Bersalin Desa (Polindes), Bidan Desa, Puskesmas Keliling dan Jejaring
Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang ada di wilayah kerja puskesmas.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 44 Tahun 2016 tentang Pedoman
Manajemen Puskesmas mengamanatkan puskesmas dan jaringannya untuk melaksanakan
siklus manajemen yang terdiri dari Perencanaan,Penggerakan-Pelaksanaan,Pengawasan
Pengendalian dan Penilaian terhadap kegiatan yang dilakukan dalam rangka mewujudkan visi
dan misi puskesmas.
Sehubungan dengan hal tersebut,keberadaan Tim Pencegahan dan pengendalian
Infeksi ( PPI ) yang merupakan bagian dari pelayanan puskesmas, seyogyangya juga
melaksanakan prinsip dan siklus manajemen Puskesmas yang hasil pelaksanaannya wajib
dilaporkan pada setiap akhir tahun dalam bentuk laporan kinerja tahunan pelayanan di
lingkupnya yang membahas terkait pelaksanaan dan evaluasi siklus manajemen Tahun 2019
berupa input,proses (perencanaan,penggerakan-Pelaksanaan,Pengawasan Pengendalian dan
Penilaian),output dan lingkungan, yang tertuang dalam bentuk Laporan Kinerja Tim
Pencegahan dan pengendalian Infeksi ( PPI ) Tahun 2019.

1.2 TUJUAN
1.2.1.Tujuan Umum
Tujuan Umum : untuk mengetahui dan memberikan gambaran dan informasi siklus
manajemen Tim Pencegahan dan pengendalian Infeksi ( PPI ) UPTD Puskesmas
Selemadeg Barat dan merupakan bukti tertulis sekaligus wujud pertanggungjawaban
pelaksanaan tugas dan fungsi selaku Penanggungjawab Tim Pencegahan dan Pengendalian
Infeksi ( PPI ) UPTD Puskesmas Selemadeg Barat.

1.2.2 Tujuan Khusus :


a).Mengetahui Gambaran Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Selemadeg Barat.
b).Mengetahui Manajemen Umum Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi ( PPI ).
c).Mengetahui Manajemen Tim Pencegahan dan pengendalian Infeksi ( PPI ) UPTD
Puskesmas Selemadeg Barat Tahun 2019 meliputi Input,Proses
(Perencanaan,Penggerakan-Pelaksanaan,Pengawasan Pengendalian Penilaian),Output dan
Lingkungan terkait Pelayanan Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi ( PPI ).

1.3 VISI DAN MISI


1.3.1 VISI
VISI UPTD Puskesmas Selemadeg Barat adalah “Terwujudnya kesehatan
masyarakat yang optimal dan mandiri di wilayah kerja UPTD Puskesmas Selemadeg
Barat” . Visi ini mengandung makna bahwa Puskesmas Selemadeg Barat sebagai pemberi
pelayanan kesehatan tingkat pertama diharapkan dapat memberikan pelayanan
terbaik,bermutu dan berkinerja serta memperhatikan keselamatan pasien sesuai dengan
sumberdaya yang dimiliki dan memperhatikan kebutuhan masyarakat dalam fungsinya
sebagai pusat pelayanan kesehatan strata pertama di wilayah Kecamatan Selemadeg barat
menuju terwujudnya derajat kesehatan masyarakat di Kecamatan Selemadeg Barat yang
optimal dan mandiri dalam pembiayaan. Visi ini merupakan tindak lanjut dan
implementasi dari Visi Bupati Tabanan yaitu Tabanan SERASI (Sejahtera,Aman dan
Berprestasi) khususnya dalam mendukung terwujudnya aspek Sejahtera yang salah satu
pondasi utamanya adalah kesehatan.

1.3.2. MISI
Dari visi tersebut dijabarkan kedalam Misi sebagai berikut :
a. Meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan kepada masyarakat
b. Meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan dengan pendekatan proaktif
c. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat
d. Meningkatkan kemandirian dalam pembiayaan kesehatan masyarakat.

Mewujudkan VISI dan MISI tersebut, UPTD Puskesmas Selemadeg Barat


menerapkan MOTTO yaitu “Kepuasan masyarakat adalah tujuan pelayanan kami” dan
didukung dengan Tata Nilai UPTD Puskesmas Selemadeg Barat yaitu : “ TERUS

BERSEMI” yang merupakan singkatan dari beberapa prinsip dasar yang wajib
dilaksanakan dalam memberikan pelayanan :
TERUS = Terjangkau Untuk Semua
B = Bersih
E = berEtika
R = Responsif
S = profeSsional
E = tErpadu
M = aMan
I = berkualItas

BAB II
ISI

2.1.GAMBARAN UMUM WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SELEMADEG


BARAT
1. Letak Geografis
Wilayah kerja UPTD Puskesmas Selemadeg Barat meliputi Desa Mundeh, Desa Mundeh
Kangin, Mundeh Kauh, Desa Lumbung, Desa Lumbung Kauh, Desa Lalanglinggah, Desa
Selabih, Desa Antasari, Desa Bengkel Sari, Desa Tiying Gading dan Desa Angkah dengan
jumlah penduduk 22.233 jiwa (7.033 KK).

Gambar 2.1 Peta Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Puskesmas Selemadeg Barat

Luas wilayah kerja Puskesmas Selemadeg Barat adalah 99,68 km2, terdiri dari dataran
tinggi disebelah utara, dataran rendah dibagian timur dan pantai dengan komposisi luas
lahan yang hampir seimbang. Pemanfaatan tanah sebagai perkebunan, bangunan/ rumah,
sawah dan lain-lain.
Wilayah kerja UPTD Puskesmas Selemadeg Barat meliputi keseluruhan wilayah
Kecamatan Selemadeg Barat, yang juga merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten
Tabanan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Jembrana.
Dengan batas-batas wilayah administrasi sebagai berikut:
 Utara : Wilayah kerja UPTD Puskesmas Pupuan
 Barat : Wilayah Kabupaten Jembrana
 Selatan : Samudara Indonesia
 Timur : Wilayah kerja UPTD Puskesmas Selemadeg
2. Wilayah Administrasi
Secara administrasi wilayah kerja UPTD Puskesmas Selemadeg Barat terdiri dari 11 Desa
(sebelas) desa dan 73 dusun dengan rincian sebagai berikut :
 Desa Lalanglinggah : terdiri dari 11 dusun
 Desa Selabih : terdiri dari 3 dusun
 Desa Lumbung : terdiri dari 8 dusun
 Desa Angkah : terdiri dari 8 dusun
 Desa Lumbung Kauh : terdiri dari 5 dusun
 Desa Mundeh : terdiri dari 8 dusun
 Desa Mundeh Kangin : terdiri dari 6 dusun
 Desa Mundeh Kauh : terdiri dari 5 dusun
 Desa Antosari : terdiri dari 7 dusun
 Desa Bengkel Sari : terdiri dari 5 dusun
 Desa Tiying Gading : terdiri dari 7 dusun

Semua wilayah kerja UPTD Puskesmas Selemadeg Barat dapat dijangkau dengan
kendaraan roda dua dan roda empat, jarak tempuh dari desa ke Puskesmas rata-rata 30 menit,
kecuali Desa Mundeh Kangin jarak tempuh dari Puskesmas ke desa kurang lebih 1,5 jam.

3. Keadaan Penduduk
a. Jumlah dan Distribusi Penduduk
Jumlah penduduk di wilayah kerja UPTD Puskesmas Selemadeg Barat 22.233 jiwa (7.033
KK). Distribusi penduduk berdasarkan jenis kelamin di wilayah kerja Puskesmas Selemadeg
Barat secara lengkap dapat dilihat dalam tabel berikut :
Tabel 2.2 Distribusi Jumlah Penduduk dan Keluarga berdasarkan Desa dan Jenis Kelamin
di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Selemadeg Barat Bulan Januari 2019
NO DESA JUMLAH PENDUDUK JUMLAH JUMLAH KET
LAKI PEREMPUAN
KELUARGA
1 Mundeh 1.349 1.359 854 2.708
2 Lalanglinggah 1.973 1.944 1.203 3.968
3 Lumbung 921 922 595 1.843
4 Tiyinggading 1.158 1.154 715 2.312
5 Mundeh Kangin 1.035 1.046 657 2.081
6 Lumbung Kauh 646 633 377 1.279
7 Antosari 885 881 590 1.766
8 Mundeh Kauh 713 718 496 1.430
9 Angkah 1.037 1.054 694 2.091
10 Selabih 719 748 468 1.467
11 Bengkel Sari 643 645 411 1.288
TOTAL 11.079 11.154 7.033 22.233
Sumber : Data Kependudukan Kecamatan Selemadeg Barat Bulan Januari 2019

b. Profil Penduduk Pada Wilayah UPTD Puskesmas Selemadeg Barat


Jumlah Penduduk di Wilayah UPTD Puskesmas Selemadeg Barat tahun 2019, menurut
data dari Profil Kecamatan Selemadeg Barat sebanyak 22.233 jiwa. Sedangkan jumlah
keluarga miskin sebanyak 1.094 KK (16,74%). Jumlah Penduduk tertinggi di Desa
Lalanglinggah yang berjumlah 3.971 jiwa, sedangkan yang terendah di Desa Bengkel Sari
yaitu 1.350 jiwa.
1) Kepadatan Penduduk
Kepadatan Penduduk di Wilayah UPTD Puskesmas Selemadeg Barat tahun 2019
adalah 226 jiwa/ Km , dengan jumlah penduduk per KK rata-rata 4 orang.
2

2) Sex Ratio
Sex Ratio penduduk di wilayah kerja Puskesmas Selemadeg Barat tahun 2019 bahwa
jumlah penduduk perempuan lebih banyak 11.235 jiwa (50,24%) dibandingkan dengan
jumlah penduduk Laki-laki 11.187 jiwa (49,76%).
3) Struktur Penduduk Menurut Golongan Umur
Melalui data yang tersaji, dapat diketahui proporsi penduduk yang menjadi sasaran
program dan pelayanan kesehatan. Jumlah kelompok umur tertinggi pada kelompok
umur Wanita Usia Subur dengan jumlah 5.123 jiwa. Distribusi Penduduk Menurut
kelompok umur dapat dilihat pada tabel 2.3.
Tabel 2.3. Distribusi Jumlah Penduduk berdasarkan kelompok umur
di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Selemadeg Barat Bulan Januari 2019
NO KELOMPOK UMUR JUMLAH PENDUDUK
1. Bayi < 1 tahun 217
2. Anak 1-5 tahun 886
3. Anak Usia Sekolah (6-12 th) 1823
4. Remaja 872
5. WUS 2.495
6. PUS 3.924
7. Bumil 239
8. Bufas 228
9. Lanjut Usia 3914
Sumber : Hasil Pendataan Terpadu Tahun 2019
4) Keadaan Pendidikan
Tingkat pendidikan penduduk di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Selemadeg
Baratdapat dilihat pada tabel 2.4. adalah sebagai berikut :
Tabel 2.4 Distribusi Jumlah Penduduk berdasarkan Tingkat Pendidikan
di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Selemadeg Barat Bulan Januari 2019
NO TINGKAT PENDIDIKAN PERSENTASE (%)
1. Tidak Tamat SD 4,8
2. SD 36,6
3. SMP 25,2
4. SMA 30,2
5. Akademi 1,6
6. Perguruan Tinggi 1,6
TOTAL 100
Sumber : Data Kecamatan Selemadeg Barat Bulan Januari 2019

Pada tabel tersebut dapat dilihat berdasarkan kelompok pendidikan paling tinggi
Tingkat Pendidikan SD sebanyak 36,6 %

5) Keadaan Ekonomi
Mata pencaharian penduduk di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Selemadeg Barat
dapat dilihat pada tabel 2.5 sebagai berikut.

Tabel 2.5 Distribusi Jumlah Penduduk berdasarkan Pekerjaan


di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Selemadeg Barat Bulan Januari 2019
NO PEKERJAAN/MATA PENCAHARIAN PERSENTASE (%)
1. PNS 3,7
2. TNI/POLRI 0,9
3. BURUH/SWASTA 23,72
4. PEDAGANG 4,3
5. PETANI 27,1
6. NELAYAN 3,2
7. DLL (SOPIR, MONTIR, PENGRAJIN) 37
TOTAL 100
Sumber : Data Kecamatan Selemade Barat Bulan Januari 2019

Pada tabel tersebut dapat dilihat berdasarkan Pekerjaan tertinggi adalah bekerja
sebagai Petani sebanyak 27,1 %.

2.2.MANAJEMEN UMUM TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI


Pelayanan kesehatan yang diberikan di Puskesmas harus didukung oleh sumber
daya manusia yang berkualitas untuk mencapai pelayanan yang prima dan optimal.
Pelayanan yang prima dan optimal dapat diwujudkan dengan kemampuan kognitif dan
motoric yang cukup yang harus dimiliki oleh setiap petugas kesehatan khususnya di
Puskesmas Selemadeg Barat . Seperti yang kita ketahui pengendalian infeksi di
Puskesmas merupakan rangkaian aktifitas kegiatan yang wajib dilakukan oleh Tim
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi yang merupakan tuntutan kualitas sekaligus
persyaratan administrasi Puskesmas menuju akreditasi.
Infeksi nosokomial adalah suatu infeksi yang diperoleh/dialami pasien selama
dirawat di Rumah Sakit. Infeksi Nosokomial terjadi karena adanya transmisi mikroba
pathogen yang bersumber dari lingkungan rumah sakit dan perangkatnya. Akibat lainnya
yang juga cukup merugikan adalah hari rawat penderita yang bertambah, beban biaya
menjadi semakin besar, serta merupakan bukti bahwa manajemen pelayanan medis rumah
sakit kurang membantu.
Infeksi nosokomial yang saat ini disebut sebagai healthcare associated Infection (HAIs)
merupakan masalah serius bagi semua sarana pelayanan kesehatan di seluruh dunia
termasuk Indonesia.
Bagi masyarakat umum, sarana kesehatan merupakan tempat pemeliharaan
kesehatan. Pasien mempercayakan sepenuhnya kesehatan dirinya atau keluarganya kepada
petugas kesehatan, maka kewajiban petugas kesehatan adalah menjaga kepercayaan
tersebut. Pelaksanaan Kewaspadaan Universal merupakan langkah penting untuk menjaga
sarana kesehatan (Rumah Sakit, Puskesmas, dll) sebagai tempat penyembuhan, bukan
menjadi sumber infeksi.
Berkaitan dengan hal di atas maka diperlukan rangkaian program yang
berkesinambungan dalam rangka pencegahan dan pengendalian Infeksi (PPI). Untuk
meminimalkan risiko terjadinya infeksi di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan
lainnya perlu diterapkan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI).
Hasil survey tentang upaya pencegahan infeksi di Puskesmas (Bachroen, 2000)
menunjukkan masih ditemukan beberapa tindakan petugas yang potensial meningkatkan
penularan penyakit kepada diri mereka, pasien yang dilayani dan masyarakat luas yaitu :
1. Cuci tangan yang tidak benar
2. Penggunaan alat pelindung diri yang tidak tepat
3. Pembuangan peralatan tajam secara tidak aman
4. Tekhnik dekontaminasi dan sterilisasi peralatan yang tidak tepat
5. Praktek kebersihan ruangan yang belum memadai.
Hal tersebut dapat saja meningkatkan resiko petugas kesehatan tertular akibat
tertusuk jarum atau terpajan darah/ cairan tubuh yang terinfeksi. Sementara pasien dapat
tertular melalui peralatan yang terkontaminasi atau menerima darah atau produk darah
yang mengandung virus.

2.3.MANAJEMEN TIM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI ( PPI )


UPTD PUSKESMAS SELEMADEG BARAT
2.3.1.Jenis Kegiatan,Sasaran,Indikator dan target
Kegiatan Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi ( PPI ) di Puskesmas Selemadeg
Barat bertujuan untuk membantu tercapainya Visi Puskesmas yaitu Mewujudkan Puskesmas
Selemadeg Barat sehat dan mandiri melalui Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
yang bermutu, berkinerja dan memperhatikan kebutuhan dan keselamatan sasaran.
Kegiatan Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi dalam gedung meliputi:
a. Monitoring Pelaksanaan PPI Setiap Unit Pelayanan/ Sejenis
b. Sterilisasi Ruang / Unit Pelayanan
c. Rekapitulasi Indikator Mutu dan Kinerja PPI
d. Melaksanakan Evaluasi terhadap kegiatan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
( PPI)
2.3.1. Kegiatan
Bertugas sebagai Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi ( PPI ) di UPTD
Puskesmas Selemadeg Barat. Sesuai dengan Peraturan SK Kepala Puskesmas tentang tugas
tambahan sebagai Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi ( PPI ), maka uraian tugas
sebagai Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi ( PPI ), adalah sebagai berikut :

Intisari implementasi atau operasionalisasi dari Tugas tambahan sebagai Ketua Tim
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi ( PPI ) di puskesmas tersebut di atas adalah
bagaimana seorang Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi ( PPI ) puskesmas
bisa menjalankan tugas dengan baik sehingga bisa membawa puskesmas menuju
puskesmas santun lansia dengan mengelola berbagai sumberdaya puskesmas. Saya selaku
Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi ( PPI ) harus bisa menggerakkan
Koordinator Tim PPI dimulai dari melakukan analisis situasi internal dan eksternal untuk
menangkap berbagai permasalahan,kebijakan dan kebutuhan baik sebagai sasaran Tim PPI.
Dari analisis Situasi tersebut Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi ( PPI )
ditugaskan untuk mengkoordinir berbagai kegiatan tindak lanjut baik berupa kegiatan
rutin,kegiatan tambahan bahkan kegiatan inovasi untuk menjawab berbagai
permasalahan,kebijakan dan kebutuhan masyarakat dalam bentuk pembuatan Rencana
usulan Kegiatan (RUK) dan Rencana Pelaksanaan Kegiatan baik yang bersifat tahunan dan
Bulanan disesuaikan dengan prioritas kegiatan dan kesediaan anggaran.
2.3.3 Capaian Tim Pencegahan dan pengendalian Infeksi (PPI)
JUMLAH Capaian 2019
NO INDIKATOR KINERJA TARGET TREN
SASARAN ABS %
1 PETUGAS PATUH
MENGIKUTI PROSEDUR Mencapai
49 100% 49 100%
CUCI TANGAN Target

2 PETUGAS PATUH
MENGIKUTI PROSEDUR Mencapai
49 100% 49 100%
ALAT PELINDUNG DIRI Target

3 PETUGAS PATUH
MENGIKUTI PROSEDUR Mencapai
49 100% 49 100%
DEKONTAMINASI ALAT Target
4 PETUGAS PATUH
MENGIKUTI PROSEDUR Mencapai
49 100% 49 100%
PENGELOLAAN ALAT Target
TAJAM
5 PETUGAS PATUH
MENGIKUTI PROSEDUR Mencapai
13 100% 13 100%
PEMILAHAN LIMBAH Target

Uraian Tugas Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi ( PPI )

NO. KEGIATAN KETERANGAN


I

II

2.3.2.Input (Sumber Daya) Program Lanjut Usia


1.1 MAN
Berdasarkan SK Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, seorang
tenaga pelaksanaPencegahan dan pengendalian Infeksi ( PPI )
Puskesmas harus memiliki kompetensi sebagai berikut:
Kompetensi Berdasarkan SK Yang ada di Analisis
Kepala Dinas Puskesmas
1.
2.
3.

1.2 MATERIAL
a. Sarana
No Sarana Yang harus ada Yang ada

b. Prasarana
No Sarana Yang harus ada Yang ada RTL

c. Bahan Medis habis pakai


No Jenis barang Yang Harus ada Yang ada RTL

d. Bahan non medis habis pakai :

No Jenis barang Yang harus ada Yang ada RTL

e. ATK
No Jenis barang Yang harus ada Yang ada RTL

f. Alat kesehatan
No Prasarana Yang harus ada Yang ada

g. Alat Non kesehatan


No Jenis barang Yang harus ada Yang ada RTL

1.3 MONEY
Dana bersumber dari BOK,JKN

1.4 METHOD
No Yang harus ada Ket

1.5 MARKET
Sasaran kegiatan program lansia adalah
Yang ada di wilayah UPTD Puskesmas Selemadeg Barat.

1.6 MINUTE
Waktu pelaksanaan kegiatan terlampir.

2.3.3. Proses
2.3.3.1.Perencanaan
Untung mendukung tercapainya Visi Puskesmas Selemadeg Barat,maka selama Tahun
2019 Tim Pencegahan dan pengendalian Infeksi ( PPI ) UPTD Puskesmas Selemadeg Barat
melaksanakan kegiatan seperti tercantum dalam RPK dan jadwal Tim Pencegahan dan
pengendalian Infeksi ( PPI ) Tahun 2019 yang merupakan bagian dari Dokumen Rencana
Pelaksanaan Kegiatan dan Jadwal Puskesmas Selemadeg Barat Tahun 2019 yang disepakati
dan ditetapkan pada saat Lokakarya Mini Lintas Program Bulan januari Tahun 2019.

2.3.3.2.Penggerakan Pelaksanaan
2.3.3.3.Pengawasan,Pengendalian dan Penilaian

2.3.4. Output

2.3.5. Lingkungan

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1.KESIMPULAN
1. Capaian Kegiatan Tim Pencegahan dan pengendalian Infeksi ( PPI ) sudah memenuhi
Target

3.2. SARAN
1.
DAFTAR PUSTAKA

1.Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014


tentang Pusat Kesehatan Masyarakat;
2.Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2015
tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama dan Tempat Praktek Mandiri;
3.Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2016
tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan
Pendekatan Keluarga (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor
1223);
4.Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2016
tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1475);
5.Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2016
tentang Pedoman Manajemen Puskesmas (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2016 Nomor 1423).
6.Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017
tentang Keselamatan pasien.
7. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2016
Tentang Rencana Aksi Nasional Kesehatan Pencegahan dan pengendalian
Infeksi ( PPI ) Tahun 2016-2019
8. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2015
tentang Penyelenggaraan Pelayanan KesehatanPencegahan dan pengendalian
Infeksi ( PPI ) di Pusat Kesehatan Masyarakat.
LAMPIRAN
1. RPK dan Jadwal Tahunan Periode Tahun 2019
2. IKK/Laporan Akuntabilitas Bulanan Periode Tahun 2019
3. PWS dan Grafik Radar Bulanan Periode Tahun 2019
4. PDCA RPK Bulanan Periode Tahun 2019
5. PDCA IKK Bulanan Periode Tahun 2019