Anda di halaman 1dari 2

PANDUAN

SKRINING/DETEKSI DINI DEPRESI

1. Skrining/Deteksi Dini :
1) Merupakan tahap awal dari rangkaian proses penatalaksanaan penyakit/
gangguan
2) langkah sebelum dilakukannya proses diagnosis
3) menjamin terlaksananya penatalaksanaan penyakit sedini mungkin sehingga
mencegah terjadinya konsekuensi yang lebih buruk, seperti bertambah parahnya
penyakit.
4) Idealnya setiap pasien yang datang dilakukan pendekatan dengan prinsip holistik,
baik fisik maupun jiwa.

2. Identifikasi kelompok pasien yang berisiko tinggi, yaitu:


1)Pasien dengan penyakit fisik kronis / lama (infeksi & non-infeksi)
2)Pasien dengan keluhan fisik yang diduga ada hubungannya dengan masalah kejiwaan
(keluhan fisik timbul/memberat jika ada masalah psikis)
3)Keluhan fisik beraneka ragam/berganti-ganti, namun tidak ditemukan gangguan
fisik/kelainan organik (-)
4)Pasien yang mengalami pengalaman hidup yang ekstrem (trauma psikologis, stres yang
berat, kehilangan)
5)Pasien dengan disabilitas

3. Lakukan skrining pada kelompok pasien yang berisiko tinggi tersebut di atas dengan 3
pertanyaan penyaring (atau dapat didahului dengan menggunakan instrumen Self
Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20) sebagai berikut:
1) “Selama 2 minggu terakhir, bagaimana perasaan Bapak/Ibu?” Atau “perasaan apa
yang paling banyak Bapak/Ibu rasakan selama dua minggu terakhir, apakah
senang/gembira, sedih, cemas/khawatir, takut, atau marah?”
2) “Selama 2 minggu terakhir, apakah Bapak/Ibu kehilangan minat atau rasa senang
terhadap hal-hal yang sebelumnya dinikmati?”
3) “Selama 2 minggu terakhir, apakah Bapak/Ibu merasa tenaganya berkurang atau
mudah lelah sepanjang waktu?”

Jika jawaban pertanyaan no.1: Sedih/ Murung


atau
2 dari 3 pertanyaan penyaring positif

PROSES DIAGNOSIS UNTUK GANGGUAN DEPRESI

4. Setelah terdeteksi kemungkinan adanya masalah kesehatan jiwa (terindikasi mengalami


depresi), maka selanjutnya dilakukan proses diagnosis melalui wawancara psikiatrik
dan pemeriksaan lain, mengacu pada kriteria diagnostik dalam Pedoman Penggolongan
dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia (PPDGJ) III atau International Classification of
Diseases (ICD) untuk Gangguan Depresi.

INSTRUMEN SKRINING GEJALA CEMAS DAN DEPERESI


SELF REPORTING QUESTIONNAIRE -20 (SRQ-20)

Untuk lebih mengerti kondisi kesehatan Anda, kami akan mengajukan 20 pertanyaan yang
berhubungan dengan keluhan atau masalah tertentu yang mungkin dirasakan menganggu Anda
selama 30 hari terakhir. Jika keluhan/masalah yang ditanyakan sesuai dengan keadaan Anda,
maka berilah tanda cek (√) pada kolom YA, sedangkan jika keluhan/masalah tersebut tidak
dialami atau tidak sesuai dengan keadaan Anda maka berilah tanda cek (√) pada kolom TIDAK.

No Pertanyaan Ya Tidak
1 Apakah anda sering menderita sakit kepala?
2 Apakah anda tidak nafsu makan?
3 Apakah anda sulit tidur?
4 Apakah anda mudah takut?
5 Apakah anda merasa tegang, cemas atau kuatir?
6 Apakah tangan anda gemetar?
7 Apakah pencernaan anda terganggu/ buruk?
8 Apakah anda sulit untuk berpikir jernih?
9 Apakah anda merasa tidak bahagia?
10 Apakah anda menangis lebih sering?
11 Apakah anda merasa sulit untuk menikmati kegiatan sehari-hari?
12 Apakah anda sulit untuk mengambil keputusan?
13 Apakah pekerjaan anda sehari-hari terganggu?
14 Apakah anda tidak mampu melakukan hal-hal yg bermanfaat dalam hidup?
15 Apakah anda kehilangan minat pada berbagai hal?
16 Apakah anda merasa tidak berharga?
17 Apakah anda mempunyai pikiran untuk mengakhiri hidup?
18 Apakah anda merasa lelah sepanjang waktu?
19 Apakah anda mengalami rasa tidak enak di perut?
20 Apakah anda mudah lelah?
Jika Anda mengalami minimal 5 dari 20 keluhan di atas maka hal tersebut menandakan Anda
membutuhkan dukungan lebih lanjut.