Anda di halaman 1dari 1

Analisis Data

Berdasarkan tabel pengamatan pengukuran volume air 50 ml menggunakan labu ukur 50 ml


menunjukkan hasil yang berbeda-beda untuk setiap alat ukur. Pada saat air dituangkan ke dalam
beaker glass 250 ml, ternyata volume air tersebut kurang dari 50 ml, sehingga perlu penambahan air
sebanyak 80 tetes. Sementara, ketika 50 ml air dituangkan kedalam labu erlenmeyer 125 ml. Terjadi
kekurangan volume air sebanyak 102 tetes untuk mencapai volume 50 ml. Hasil pengukuran yang
paling sesuai yakni pada gelas ukur 100 ml, karena saat 50 mL air dituanhkan kedalam gelas ukur 100
mL hanya mengalami kelebihan volume sebanyak 8 tetes.

Berdasarkan tabel pengamatan pengukuran volume air 10 ml menggunakan pipet gondok 5 ml pada
gelas ukur 10 ml menunjukkan bahwa pada saat air dari pipet gondok 5 ml dituangkan sebanyak 2
kali ke dalam gelas ukur 10 ml, volume nya pas tidak kurang dan tidak lebih dari 10mL. Sedangkan
pada saat air sebanyak 10mL diambil menggunakan pipet ukur 10 mL dan dituang ke dalam gelas
ukur 10mL, ada kelebihan volume air sebanyak 2 tetes.

Berdasarkan tabel pengamatan pengukuran volume menggunakan mikropipet 2 ml, 5 ml, dan 10 ml
pada gelas ukur 10 ml menunjukkan bahwa semua air yang berasal dari mikropipet ketika
dituangkan pada gelas ukur 10 ml mengalami kelebihan volume. mikropipet 2 ml menunjukkan
kelebihan volume ssebanyak 35 tetes. Mikropipet 5 ml menunjukkan kelebihan volume sebanyak 7
tetes.Sedangkan Mikropipet 10ml menunjukkan kelebihan volume sebanyak 4 tetes.

Berdasarkan tabel pengamatan Pengujian kandungan vitamin C dengan metode titrasi menunjukkan
bahwa kandungan vitamin C IPI yang diperoleh melalui hasil percobaan dari perhitungan
0,88×volume larutan Iki yang keluar dari buret didapatkan hasil pada percobaan pertama bahwa
sebanyak 5,8 mL larutan iki yang keluar, kandungan kadar vitamin C IPI sebanyak 5,104% sedangkan
pada percobaan kedua didapatkan hasil sebanyak 5,5mL larutan larutan IKI yang keluar,kandungan
kadar vitamin C IPI sebanyak 4,48%.