Anda di halaman 1dari 3

EVIKA FATMALA DEVI

S1 BIOLOGI / OFF H

190342621243

MENGUNGKAP TEKA-TEKI DI BALIK PARADIGMA KEBENARAN SEL SEBAGAI


UNIT STRUKTURAL PENYUSUN TUBUH MAKHLUK HIDUP

Salah satu teori klasikal yang telah sangat akrab dengan telinga kita adalah teori yang
menyatakaan bahwa sel merupakan unit struktural dan fungsional terkecil penyusun tubuh
makhluk hidup. Berbagai macam teori mengenai sel terus berkembang sejak penemuan sel
oleh robert hooke lebih dari 300 tahun yang lalu. Seiring dengan perkembangan zaman
dengan ditemukanya mikroskop oleh Antonie van Leuwenhoek, diketahuilah bahwa sel
bukan hanya sebatas suatu benda yang berukuran mikroskopis saja namun juga diketahui
bahwa sel juga melakukan berbagai macam kegiatan fungsional kehidupan seperti proses
metabolisme sehingga sel dapat dikatakan sebagai unit kehidupan terkecil.

Sel pertama kali dinyatakan sebagai unit dasar penyusun tubuh makhluk hidup oleh
ahli botani von Scheleiden dan seorang ahli zoologi yang bernama Theodor Schwann pada
tahun 1839. Mereka berdua menyadari bahwa dalam pengamatannya terhadap sel hewan
dan sel tumbuhan secara terpisah mereka sama-sama menemukan persamaan dari kedua
jenis sel yang berbeda ini, yaitu adanya nukleus yang tedapat di dalam sel baik pada sel
hewan maupun sel tumbuhan. Sehingga kemudian mereka menyimpulkan bahwa sel
merupakan struktur kunci yang berperan penting dalam pembentukan berbagai bagian
tubuh semua makhluk hidup. Kemudian ditemukannya organel-organel di dalam sel yang
dapat melakukan berbagai macam fungsi tertentu semakin menguatkan pendapat bahwa sel
merupakan unit dasar penyusun makhluk hidup.

Lantas pernahkah kita berpikir mengenai kebenaran pendapat ini ? benarkah tubuh
organisme benar-benar tersusun dari sel ? dan benarkah sel memiliki peran yang sangat
vital dalam kehidupan makhluk hidup? apa bukti yang mendukung bahwa sel merupakan
struktur penyusun makhluk hidup?. Hal ini tentunya menjadi semacam suatu misteri dan
teka teki yang patut dipertanyakan dan dicari fakta dan kebenarannya. Lantas bukti apakah
yang bisa digunakan untuk menjawab misteri ini?.

Awal terlahirnya kita didunia ini tentulah berasal dari kedua orang tua kita, ayah dan
ibu kita. Kita merupakan hasil penggabungan antara sperma dan ovum yang melebur
menjadi satu dan berkembang dari zigot menjadi organisme yang sempurna sampai
akhirnya terlahir kedunia ini. Lantas apa hubungannya dengan misteri yang sedang kita
coba cari pecahkan ?. Benang merah antara keduanya adalah bahwa kita ternyata awal
penciptaan kita ternyata terjadi melalui proses penggabungan dua jenis sel yaitu sel gamet
jantan yang diperoleh dari ayah berupa sel sperma dan sel gamet betina yang berasal dari
ibu berupa sel telur. Kedua sel gamet ini akhirnya menyatu dan membentuk organisme
yang hidup. Lantas bagaimana kedua sel ini akhirnya bisa berkembang menjadi sebuah
makhluk hidup yang sangat kompleks?

Seperti yang telah pernah kita pelajari pada proses perkembangan hewan dan
manusia , dalam fase embrio makhluk hidup mengalami pembelahan baik secara mitosis
(dengan pembagian sel yang sama dengan induknya) dan meiosis (pembagian sel yang
jumlahnya setengah dari induknya). Dalam fase embrio kita mengalami tiga tahap
pembelahan yaitu morulasi, blastulasi, dan gastrulasi. Dari sini kita bisa melihat bahwa sel
dalam tubuh kita terus membelah dan juga berkembang menjadi organ-organ tertentu pada
tahap organogenesis hingga kemudian membentuk tubuh secara lengkap dan sempurna
seperti yang tampak pada tubuh kita saat ini. Hal ini membuktikan bahwa jika tubuh
maklhluk hidup dianalogikan sebagai suatu bangunan, sel merupakan batu bata yang
menjadi pondasi bagi berdirinya suatu bangunan. Dari proses kemunculan awal kita sel
sudah memiliki peran penting bagi pembentukan tubuh kita. Maka tidak mengherankan jika
pada 1958, Virchow pernah mengemukakan teori yang menyatakan bahwa semua sel yang
hidup berasal dari sel yang telah ada atau yang terkenal dengan omnis cellulae cellula.

Sel melalui organel-organel yang dimilikinya juga memiliki kemampuan fungsional


kehidupan seperti melangsungkan proses metabolisme. Salah satu contoh organel yang
mempunyai fungsi yang sangat penting bagi terlaksananya proses fotosintensis yaitu
kloroplas. Fotosintesis dibutuhkan tumbuhan untuk dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya.
Fotosintesis akan terlaksana apabila bahan yang diperlukan terpenuhi seperti CO2, cahaya
matahari, dan klorofil serta air. Klorofil ini hanya dapat kita temukan di dalam kloroplas yang
merupakan salah satu organel sel. Hal ini menunjukkan bahwa sel berperan penting dalam
tubuh kita. Sel secara bersama-sama membangun tubuh kita dan menyokongnya dengan
melakukan berbagai macam proses fungsional yang dilakukan dalam organelnya.

Struktur sel yang mendominasi sel adalah sitoplasma. Sitoplasma merupakan cairan
yang mengisi ruang didalam sel tempat organel-organel sel berada. Sitoplasma sendiri
sebagian besar tersusun atas air dan beberapa molekul kecil seperrti asam amino, asam
lemak, vitamin, ion dan sejumlah besar protein. Hal ini jika dipikir sama dengan komposisi
tubuh manusia yang sekitar 60% tersusun dari air. Hal ini juga membuktikan bahwa ternyata
tubuh kita berasal dari kumpulan sel.

Tubuh manusia untuk dapat melakukan aktivitas tentunya memerlukan energi. Energi
didapatkan melalui makanan yang kita konsumsi, namun makanan yang dikonsumsi oelh
tubuh kita dari tidak dapat langsung digunakan sebagai energi, melainkan harus diubah
terlebih dahulu menjadi molekul-molekul yang dapat diserap oleh tubuh kita. Inilah peran
dari mitokondria yang berperan dalam respirasi sel yang dapat menghasilkan energi yang
dapat kita gunakan untuk melakukan aktivitas. Ini berarti bahwa sel merupakan unit penting
yang ikut serta dalam pengembangan tubuh kita.

Begitupun dengan karakteristik wajah maupun bagian tubuh kita lainnya yang
biasanya mirip dengan orang tua kita. Kesamaan sifat maupun karakteristik yang kita miliki
itu kita dapatkan melalui gen yang diturunkan kedua orang tua kita. Seperti yang kita
singgung sebelumnya bahwa kita merupakan gabungan dari dua sel yaitu sel telur dan sel
sperma, gen yang kita peroleh juga berasal dari kedua sel ini. Lalu bagaiamana gen bisa
berhubungan dengan sel?. Gen yang kita peroleh dari orang tua kita merupakan informasi
genetik yang berupa DNA. DNA ini sendiri berada di dalam salah satu organel sel yang
biasa kita sebut dengan nukleus. Lebih spesifik lagi DNA berada di dalam nukleolus yang
terdapat dalam nukleus. DNA merupakan kumpulan dari benang-benang kromosom yang
menyusun nukleolus. Pada saat pembelahan sel, benang-benang kromosom ini akan terirai
sehingga nukleolus akan menghillang, kemudian muncul lagi di akhir pembelahan sel, hal ini
berarti bahwa DNA yang berupa benang-benang kromosom ini akan ikut terbagi kedalam sel
baru yang telah terbelah. Sehingga informasi genetik pun menyebar menjadi dua bagian
dan seterusnya. Begitu pula ketika sel sperma dan sel ovum menyatu maka DNA dari kedua
sel tersebut akan bergabung lalu sel terus membelah sampai pada fase organogenesis yang
membuktikan bahwa kita memang berasal dari sel.

Fakta selanjutnya yang membuktikan bahwa tubuh makhluk hidup tersusun atas sel
adalah adanya temuan dari penelitian yang membuktikan bahwa makhluk hidup pertama
yang mendiami bumi ini adalah organisme prokariotik yang tersusun atas sel tunggal.
Kemudian juga ditemukan fakta bahwa organisme prokariotik ini merupakan cikal bakal dari
sel eukariotik dengan adanya serangkaian bukti yang mendukung adanya model
endosimbiosis, yang menyatakan bahwa mitokondria dan plastida awalnya merupakan
prokariota kecil yang mulai hidup di dalam sel prokariota yang lebih besar yang tidak
tercerna atau parasit internal yang kemudian menjalin simbiosis dengan sel yang lebih besar
vtersebut dan lambat laun berevolusi menjadi mitokondria dan plastida. Hal ini dibuktikan
dengan adanya karakteristik yang mirip antara mitokondria dan plastida dengan milik
prokariota mulai dari karakteristik ribososm, DNA, dan mekanisme selularnya. Kemudian
seiring dengan bertambahnya kompleksitas organel dalam sel eukariotik uniselular,
muncullah organisme multiselluler yang pertama dari gabungan beberapa sel eukariotik
uniselluler. Hal tersebut secara garis besar menunjukkan bahwa nenek moyang makhluk
hidup multiseluler yang ada saat ini merupakan sel prokariotik yang mengalami evolusi
menjadi eukariotik uniseluler yang berkembang menjadi eukariotik multiseluler yang
terbentuk dari gabungan eukariotik unisellular. Sumber : Kimball, John W