Anda di halaman 1dari 9

Lailatul Maghfiroh

196090300111002

UAS GEOLOGI FISIS


REVIEW MATERI MATA KULIAH GEOLOGI FISIS

A. Structural Geology Crustal Deformation


Ahli geologi struktur mempelajari pembentukan dan proses yang menyebabkan atas
deformasi kerak bumi. Sedangkan, definisi struktur geologi adalah struktur perubahan
lapisan batuan sedimen akibat kerja kekuatan tektonik,sehingga tidak lagi memenuhi hukum
superposisi disamping itu struktur geologi juga merupakan struktur kerak bumi produk
deformasi tektonik. Cabang geologi yang menjelaskan struktur geologi secara detail disebut
GEOLOGI STRUKTUR,dimana geologi struktur merupakan cabang ilmu geologi yang
mempelajari mengenai bentuk arsitektur kulit bumi. Kekutan Tektonik dan orogenik yang
membentuk struktur geologi itu berupa stress (Tegangan).

B. Deformasi
Deformasi itu sendiri mengacu pada semua perubahan dalam bentuk asli dan atau ukuran
tubuh batuan. Kebanyakan deformasi kerak terjadi di sepanjang batas lempeng. Deformasi
meliputi gaya dan stress.
1. Stress, gaya yang bekerja pada satuan luas.
Macam – macam stress:
a. Stress dari segala arah yang sama (Uniform Stress) yaitu confining stress
b. Stress yang besarnya berbeda dari segala arah (Differential Stress):
- Compressional stress, yang menekan batuan
- Tensional stress, yang menyebabkan tarikan pada batuan
- Shear Stress, yang menyebabkan pergeseran dan puntiran
2. Strain
Perubahan ukuran, bentuk volume dari material, terjadi akibat batuan mengalami
deformasi.
Deformasi batuan bisa terjadi karena beberapa hal seperti; batuan yang mengalami tekanan
lebih besar dari kekuatannya sendiri sehingga mulai berubah bentuk dari biasanya dengan
melipat atau mematahkan. Berikut ini adalah tipe- tipe deformasi batuan:
- Elastic deformation, batu kembali ke ukuran dan bentuk aslinya ketika tekanan
dihilangkan
- Non-elastic, setelah batas elastis (kekuatan) batu terlampaui, ia akan memecah (ductile
deformation) atau patahan (brittle deformation)
Kemudian faktor-faktor yang memengaruhi kekuatan sebuah batuan dan bagaimana itu akan
berubah bentuk adalah temperature, confining pressure, jenis batuan dan waktu.

C. Memetakan Struktur Geologi


Ketika melakukan studi tentang suatu wilayah, seorang ahli geologi mengidentifikasi dan
menjelaskan;
- Struktur batuan yang dominan
- Singkapan (situs dimana bedrock terlihat dipermukaan)
- Pekerjaan dibantu oleh kemajuan aerial photography, citra satelit dan GPS
Berikut ini adalah contoh ilustrasi peta geologi yang menjelaskan struktur geologi disuatu
daerah.

Gambar 1. Ilustrasi peta geologi struktur disuatu daerah

Pemetaan struktur geologi adalah mendeskripsikan dan memetakan orientasi lapisan batuan
atau patahan permukaan yang menjelaskan ciri-cirinya:
 Strike (trend)
Sudut kompas dari garis yang dihasilkan dari titik potong lapisan batuan miring atau
patahan dengan bidang horizontal. Secara umum menyatakan sudut relative ke utara
 Dip (inclination)
Sudut kemiringan permukaan unit batuan atau patahan diukur dari bidang horizontal.
Termasuk kedua sudut kemiringan dan arah ke mana batu itu cenderung.
Gambar 2. Strike dan dip pada lapisan batuan

D. Lipatan
Lipatan adalah gerakan pada lapisan bumi yang tidak terlalu besar dan berlangsung dalam
waktu yang lama sehingga menyebabkan lapisan kulit bumi berkerut atau melipat, kerutan
atau lipatan bumi ini yang nantinya menjadi pegunungan. Lipatan memiliki karakteristik,
berikut ini adalah beberapa karakteristik lipatan:
- Kebanyakan lipatan disebabkan oleh tekanan kompresional yang memperpendek dan
menebalkan kerak
- Bagian-bagian dari lipatan; Limbs (mengacu pada dua sisi lipatan), Axis (garis ditarik ke
bawah titik-titik kelengkungan maksimum setiap lapisan) dan Axial Plane (permukaan
imajiner yang membagi lipatan secara simetris.
Selain memiliki karakteristik, lipatan juga memiliki beberapa jenis. Berikut ini adalah jenis
lipatan yang umum:
- Antiklin, unsur struktur lipatan dengan bentuk yang cembung (convex) ke atas.Antiklin
merupakan punggung lipatan yang kemiringan kedua sayapnya ke arah saling
berlawanan dan saling menjauh (bentuk concav dengan cembung ke atas
- Sinklin, lipatan yang cekung (concave) ke atas.Siklin merupakan lembah lipatan yang
kemiringan kedua sayapnya menuju ke suatu arah dan saling mendekat (bentuk concav
dengan cekungnya mengarah ke atas.
- Monoklin, lipatan sederhana dengan kemiringan (dipping) landai atau hampir horisontal
seperti lengkungan seperti tangga (steplike).
Bergantung pada orientasinya, antiklin dan sinklin dapat digambarkan sebagai simetri,
asimetri, overturned atau pluging.
Gambar 3. Antiklin horizontal (A) dan antiklin plunging (B)

Gambar 4. Series antiklin dan sinklin

Jenis lipatan lainnya adalah


- Dome, dimana pemindahan batuan yang tidak rata, struktur melingkar atau sedikit
memanjang dan batuan tertua di tengah, batu muda di sayap.
- Basin, struktur yang melingkar atau sedikit memanjang, pemindahan batuan yang
menurun dan batuan termuda berada di dekat pusat, batuan tertua di sayap
Gambar 5. Pola singkapan melingkar khas untuk kubah (dome) dan cekungan (basin)

E. Patahan (faults)
Patahan, yaitu gerakan pada lapisan bumi yang sangat besar dan berlangsung dalam
waktu yang sangat cepat, sehingga menyebabkan lapisan kulit bumi retak atau patah.
Gerakannya bersifat vertikal sehingga menghasilkan bentuk muka bumi yang berupa patahan.
Patahan memiliki beberapa jenis, berikut ini adalah jenis-jenis patahan:
- Dip-slip faults
Gerakan yang sejajar dengan kemiringan permukaan sesar, bagian dari patahan selip
termasuk hangingwall (permukaan batuan diatas patahan) dan footwall (permukaan
batuan dibawah patahan)
Jenis-jenis dip-slip faults;
- Normal fault
Blok hangingwall bergerak ke bawah relatif terhadap blok footwall, mengakomodasi
pemanjangan atau perpanjangan kerak dan sebagian besar kecil dengan perpindahan
satu meter atau lebih.

Gambar 6. Normal fault


- Reverse dan thrust faults
Blok hangingwall bergerak keatas relative terhadap blok footwall, reverse fault
memiliki penurunan lebih besar dari 45o dan thrust fault memiliki penurunan kurang
dari 45o, menampung pemendekan kerak dan kekuatan kompresi yang kuat.

Gambar 7. Reverse dan thrust faults

- Strike-slip fault
Sesar mendatar merupakan rekahan engan sudut yang besar dengan pergeseran secara
horizontal dan paralel terhadap strike bidang sesar.
Jenis-jenis strike-slip faults:
- Right-lateral, blok disisi yang berlawanan dari fault bergerak ke kanan
- Left-lateral, blok sisi yang belawanan dari fault bergerak ke kiri

Gambar 8. Strike-slip fault


- Transform fault
Strike-slip fault besar yang memotong litosfer, mengakomodasi gerakan antara dua
lempeng kerak besar

Gambar 9. Prrincipal compressive stress

F. Kekar (Joint) dan Patahan (Fault)


Kekar atau joint didefinisikan sebagai rekahan atau pecahan batuan yang tidak
mengalami pergeseran, hanya mengalami peregangan (extension). Jika tidak terisi oleh
mineral dinamakan sebagai rekahan (fracture). Jika terisi oleh mineral dinamakan sebagai
Vein (urat).

Gambar 10. Fracture dan fold


Gambar 11. Urat (veins) kwarsa mengandung emas

Gambar 12. Experiment rock deformation

Gambar 13. Fractures formation


Struktur sebuah kekar pada batuan dapat dikelompokkan berdasarkan sifat dan karakter
rekahan serta gaya yang bekerja pada batuan tersebut. Struktur kekar yang banyak dijumpai
pada batuan di bumi adalah sebagai berikut:
1. Shear Fracture (Kekar Gerus)
Adalah rekahan yang membentuk pola-pola saling berpotongan membentuk sudut lancip
dengan arah gaya utama

Gambar 14. Shear fracture

2. Tension Fracture
Adalah rekahan yang berpola sejajar dengan arah gaya utama

Gambar 15. Tension fracture

3. Extension Fracture
Adalah rekahan yang berbentuk tegak lurus dengan arah gaya utama