Anda di halaman 1dari 21

BAB III

LAPORAN KASUS
PENGKAJIAN GYNEKOLOGI
A. IDENTITAS KLIEN Tanggal pengkajian :27/9/2019
1. Identitas Klien 2. Suami

Nama :Ny.E Nama :Tn. S


Umur :45 tahun Umur :46 tahun
Pendidikan :SD Pendidikan :SD
Suku bangsa :Minang Suku bangsa :Minang
Pekerjaan :Rumah Tangga Pekerjaan :Tani
Agama :Islam Agama :Islam
Alamat rumah :Alahan Panjang Alamat rumah :Alahan Panjang

3. Diagnosa Dan Informasi Medik Yang Penting Waktu Masuk


Tanggal masuk : 24/09/2019
Tanggal operasi : 25/09/2019
No MR : 004606
Ruang rawat :Kebidanan
Diagnosa medis :Post Histerektomy a/I Mioma Uteri
Yang mengirim :dr. Dodi Faisal,Spog
Alasan Masuk : Perdarahan Pervaginam

B. DATA KESEHATAN UMUM


1. Riwayat Kesehatan Sekarang
a. Keluhan utama
Pada saat dilakukan pengkajian tanggal 27/9/2019 pasien mnegeluhkan Pusing ,
badan terasa lemah , nyeri pada luka operasi, nyeri terasa seperti ditusuk hanya
dirasakan di daerah insisi operasi tidak menyebear ke area lain,skala nyeri 6, nyeri
nyeri dirasakan terus menerus dan terasa bertambah bila bergerak ,
b. Penyakit yang diderita saat ini
Saat datang kerumah sakit pasien mengeluhkan perut terasa membesar ±sejak 6
bulan yang lalu, keluar darah dari vagina Sejak 1 bulan yang lalu , jumlah > 5-6 x
ganti duk perhari dan semakin banyak sejak 1 minggu dan dirawat di RS, Darah
yang keluar bergumpal – gumpal, dan akan di rencanakan operasi tanggal
27/9/2019.

28
Tanggal 27/9/2019 jam 09.00 WIB Pasien sudah mendapatkan tindakan
histerektomy sub total ± selama 90 menit
c. Lama keluhan
Nyeri pada bekas operasi dirasakan setelah 2 jam setelah operasi sampai saat
pengkajian.

2. Riwayat Kesehatan Dahulu


Pasien mengatakan belum pernah mendapatkan tindakan operasi apapun, dan tidak
memiliki riwayat penyakit kronis seperti HT,DM atau penyakit menular

3. Riwayat Kesehatan Keluarga


Pasien mengatakan keluarga tidak memiliki penyakit keturunan dan penyakit menular,
keluarga tidak ada mempunyai riwayat penyakit tumor / ca.

C. STATUS OBSETRI
1. Riwayat Reproduksi
a. Riwayat reproduksi
 Menarche : umur 14 tahun
 Siklus : 21 hari
 Lamanya : 4 hari
 Banyaknya : 2-3x ganti duk
 Konsistensi : encer
 Disminorrhoe : tidak ada
b. Riwayat perkawinan
 Lamanya perkawinan : 29 tahun
 Berapa kali kawin : 1 kali
2. Riwayat kehamilan, Persalinan , Nifas Yang Lalu

No Tgl/thn Tempat Cara ditolong JK BB Nifas Keadaan


persalinan pers pers anak
1 27 / 4/ 1992 Dirumah Normal Dukun Pr 3000 Sehat

27 / 4 / Dirumah Normal Dukun Pr 2800 Sehat


1992
2 8 / 5/ 1997 Dirumah Normal Dukun Lk 2800 Sehat

29
3 15 / 4 /2005 Dirumah Normal Dukun Pr 2800 Sehat

4 1 / 1 / 2013 Dirumah Normal Dukun 2800 Sehat

3. Data Keluarga Berencana


 Pernah ikut KB : Implant dan suntik
 Rencana KB sekarang : tidak ada

D. DATA PSIKOLOGIS
Pasien mengatakan sangat cemas dan merasa kurang sempurna sebagai wanita karna
rahim yang di angkat.
E. DATA SPIRITUAL
Pasien beragama islam, kurang taat beribadah tampak tidak melaksanakan sholat.
F. DATA SOSIAL EKONOMI
Pasien berasal dari keluarga menengah kebawah.
G. PEMERIKSAAN FISIK
a) Keadaan umum
1. Kesadaran :compos metis
2. Tekanan darah :100 / 76 mmhg
3. Suhu :36.5 0C
4. Nadi : 116 x/menit
5. Pernapasan : 20 x/menit
b) Kulit : Kulit kering dan berminyak turgor kulit jelek
c) Rambut : kusam dan berminyak
d) Muka :
 Konjungtiva : anemis
 Sclera : tidak ikterik
 Mulut : mukosa kering
 Gigi : tidak ada caries
 Bibir : bibir kering . mukosa kering
e) Leher : tidak ada pembengkakan vena jugularis
f) Buah dada/ mamae : puting susu menonjol , mamae simetris kiri dan kanan,
tidak ada pembengkakan pada mamae

30
g) Thoraks : dada simetris kiri dan kanan , nafas normal , suara nafas
Vesikuler, perkusi sonor di area paru
Nadi cepat dan agak lemah , irama regular tidak ada bunyi
tambahan jantung, perkusi pekak di area jantung.
h) Perut : dinding perut kendor , kendung kemih tidak penuh.
Ada luka bekas operasi di linea mediana pasien ± 10cm
Luka masih tertutup perban,perban sedikit kotor bewarna
kekuningan jahitan belum diangkat.
Bising usus 22x/m, nyeri tekan pada luka bekas operasi.
i) Genitalia : keluar darah sedikit ± 1/3 duk
j) Eliminasi : BAK : 5x sehari
: BAB : sudah ada 1 x post op
k) Ekstermitas :
 Refleks patella : (+)
 Edema : tidak ada
 Varises : tidak ada
 CRT :< 2 dtk
H. AKTIVITAS SEHARI – HARI
1. Istirahat Dan Tidur
Tidur siang selama dirawat ± 2 jam sehari. Tidur malam ±7 jam, sering
terbangun karan nyeri pada perut.
2. Makan Dan Minum
Makan : habis makan 1/3 porsi makanan RS, nafsu makan menurun ,
Minum : minum ±800 perhari, minum air putih dan teh.
3. Personal hygiene
Setelah post op pasien belum ada mandi, hanya di lap sedikit bagian wajah saja
,pasien dan keluarga terlihat kurang menjaga kebersihan barang2 dan daerah
sekitar pasien

J. DATA PENUNJANG
1. Data laboratorium
 Darah : Hb : tgl 25/9 = 8.6gr%
: leukosit : 5.500 mm3
: golongan darah :A
2. Data pemeriksaan diagnostic
 USG : USG abdomen = mioma uteri USG post op : tidak ada
 Radiologi : RO thorak

31
1. Program terapi dokter
Obat parenteral : IFVD RL 20tts/i
Tranfusi darah tgl 24/9 1 kantong, tgl 25/9 2 kantong
Inj cefriaxon 2 x 1 gr
Inf metronidazole 3 x 500 mg
Inj ketorolac K/P
Inj ranitidine 2 x 50 mg
Diit : ML / MB
Kehilangan darah saat operasi : ±1500 cc

32
ANALISA DATA

No Data fokus Masalah Etiologi


1 Data subjektif : Nyeri akut Mioma uteri
1. nyeri pada luka operasi,
2. nyeri terasa seperti ditusuk Tindakan
3. Nyeri hanya dirasakan di pembedahan
daerah insisi operasi tidak
menyebear ke area lain, Kerusakan
4. skala nyeri 6, jaringan
5. nyeri dirasakan terus menerus
dan terasa bertambah bila
bergerak
Data objektif :
1. Tekanan darah :100 / 76 mmhg
2. Suhu :36.5 0C
3. Nadi : 116 x/menit
4. Pernapasan : 20 x/menit
5. Pasien terlihat meringis kesakitan
6. Pasien susah bergerak
7. Tanggal 27/9/2019 jam 09.00
WIB Pasien sudah mendapatkan
tindakan histerektomy sub total ±
selama 90 menit
2 Data subjektif : Kekurangan Pembesaran uterus
1. Pasien mangatakan perdarahan volume cairan
pervaginam sudah berlangsung 1 Perdarahan
bulan pervaginam
2. Ganti pembalut 5-6x/ hari
3. Post op masih keluar darah 1/3 Penurunan Hb
duk
Data objektif: kehilangan cairan
1. Kehilangan darah saat operasi ± aktif (perdarahan)
1500 cc
2. Hb :tgl 20/9 = 10.8 gr% , tgl 25/9
= 8.6gr%

33
3. Tekanan darah :100 / 76 mmhg
4. Suhu :36.5 0C
5. Nadi : 116 x/menit
6. Pernapasan : 20 x/menit
7. CRT : < 2 dtk
8. bibir kering . mukosa kering
9. Nadi cepat dan agak lemah
10. Turgor kulit jelek

3 Data Data subjektif : Resiko infeksi Perdarahan


1. Pasien mengatakan ada luka pervaginam
bekas operasi di perut
2. Luka memanjang dr atas ke Tak tertangani
bawah
3. Nafsu makam menurun Histerektomy

Data objektif : Prosedur invasive


1. Ada luka bekas operasi di linea
mediana pasien ± 10cm
2. Luka tertutup perban,
3. jahitan belum diangkat
4. Setelah post op 2 hari yang lalu
pasien belum ada mandi, hanya
di lap sedikit bagian wajah saja
5. pasien dan keluarga terlihat
kurang menjaga kebersihan
barang2 dan daerah sekitar
pasien
6. makan hanya habsi 1/3 porsi
makan RS

34
28
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

Diagnosa Tujuan dan Kriteria Hasil


No : Intervensi ( NIC )
Keperawatan ( NOC )
1. Nyeri akut b.d NOC NIC
kerusakan jaringan otot  Pain Level Pain management
 Pain Control  Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi,
 Comfort Level karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan faktor presipitasi
 Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan
Kriteria Hasil:  Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri
 Mampu mengontrol nyeri pasien
 Melaporkan bahwa nyeri  Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan,
berkurang dengan pencahayaan, kebisingan
menggunakan manajemen nyeri  Pilih dan lakukan penanganan nyeri (farmakologi, non farmakologi, dan inter
 Mampu mengenali nyeri (skala, personal)
intensitas, frekuensi dan tanda  Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan intervensi
nyeri)  Ajarkan tentang teknik non farmakologi
 Menyatakan rasa nyaman  Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri
setelah nyeri berkurang  Evaluasi keefektifan kontrol nyeri
 Tingkatkan istirahat
 Kolaborasikan dengan dokter jika ada keluhan dam tindakan nyeri tidak
berhasil

29
Analgesic administration
 Tentukan lokasi, karakteristik, kualitas dan derajat nyeri sebelum pemberian
obat
 Cek instruksi dokter tentang jenis obat, dosis dan frekuensi
 Cek riwayat alergi
 Pilih analgesic yang diperlukan atau kombinasi dari analgesic ketika
pemberian lebih dari satu
 Tentukan pilihan analgesic tergantung tipe dan beratnya nyeri
 Tentukan analgesic pilihan, rute pemberian, dan dosis optimal
 Pilih rute pemberian secara IV, Im untuk pengobatan nyeri secara teratur
 Monitor vital sign sebelum dan sesudah pemberian analgesic pertama kali
 Berikan analgesic tepat waktu terutama saat nyeri hebat
 Evaluasi efektivitas analgesic, tanda dan gejala

2. Kekurangan volume NOC NIC


cairan b.d kehilangan  Fluid balance Fluid management
cairan aktif (perdarahan)  Hydration  Timbang popok/pembalut jika diperlukan
 Nutritional status: food and  Pertahankan catatan intake dan output yang akurat
fluid intake  Monitor status hidrasi (kelembaban membrane mukosa, nadi adekuat, tekanan
darah ortostatik) jika diperlukan
Kriteria Hasil:  Monitor vital sign
 Mempertahankan urine output  Monitor masukan makanan/cairan dan hitung intake kalori harian
sesuai dengan usia dan BB, BJ  Kolaborasikan pemberian cairan IV
urine normal, HT normal

30
 Tekanan darah, nadi, suhu  Monitor status nutrisi
tubuh dalam batas normal  Berikan cairan IV
 Tidak ada tanda-tanda  Dorong masukan oral
dehidrasi, elastisitas turgor  Berikan penggantian nesogatrik sesuai output
baik, membrane mukosa  Dorong keluarga untuk membantu pasien makan
lembab, tidak ada rasa haus  Tawarkan snack (jus buah, buah segar)
yag berlebihan  Kolaborasi dengan dokter
 Atur kemungkinan transfusi
 Persiapan untuk transfuse

Hypovolemia management
 Monitor status cairan termasuk intake dan output cairan
 Pelihara IV line
 Monitor tingkat Hb dan hematocrit
 Monitor tanda vital
 Monitor respon pasien terhadap penambahan cairan
 Monitor berat badan
 Dorong pasien untuk menambah intake oral
 Pemberian cairan IV monitor adanya tanda dan gejala kelebihan volume
cairan
 Monitor adanya tanda gagal ginjal
3 Resiko infeksi b.d NOC NIC
prosedur invasive  Imunne Status Infection Control

31
 Knowledge: Infection  Bersihkan dlingkungan setelah dipakai pasien lain
control  Pertahankan teknik isolasi
 Risk control  Batasi pengunjung bila perlu
 Instruksikan pada pengunjung untuk mencuci tangan saat berkunjung dan
Kriteria Hasil: setelah berkunjung meninggalkan pasien
 Klien bebas dari tanda dan  Gunakan sabun antimikroba untuk cuci tangan
gejala infeksi  Cuci tangan setiap sebelum dan sesudah tindakan keperawatan
 Mendeskripsikan proses  Gunakan baju, sarung tangan sebagai alat pelindung
penularan penyakit, faktor yang  Pertahankan lingkungan aseptic selama pemasangan alat
mempengaruhi penularan serta  Ganti letak IV perifer dan line central dan dressing sesuai dengan petinjuk
pelaksanaannya umum
 Menunjukkan kemampuan
 Gunakan kateter intermiten untuk menurunkan infeksi kandung kencing
untuk mencegah timbulnya
 Tingkatkan intake nutrisi
infeksi
 Berikan terapi antibiotic bila perlu
 Jumlah leukosit dalam batas
 Monitor tanda dan gejala infeksi sitemik dan lokal
normal
 Monitor perhitungan granulosit, WBC
 Menunjukkan perilaku hidup
 Monitor kerentanan terhadap infeksi
sehat
 Batasi pengunjung
 Ganti balutan luka pasien
 Inspeksi kulit dan membrane mukosa terhadap kemerahan, panas, drainase
 Ajarkan pasien dan keluarga tanda dan gejala infeksi
 Laporkan kecurigaan infeksi
 Laporkan kultur positif

32
CATATAN PERKEMBANGAN PASIEN
Tanggal Diagnose Implementasi Evaluasi
keperawatan
25 / 9 Nyeri akut b.d 1. Melakukan pengkajian nyeri secara Pukul 15.30
/2017 kerusakan jaringan komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, Subjektif:
otot durasi, frekuensi, kualitas, dan faktor presipitasi 1. Pasien mengatakan neri sudah mulai berkurang
2. Mengobservasi reaksi nonverbal dari 2. Pasien mengatakan sudah bias duduk tp belum
ketidaknyamanan berjalan
3. menggunakan teknik komunikasi terapeutik 3. Pasien mengatakan badan sudah tidak lemah
untuk mengetahui pengalaman nyeri pasien Objektif :
4. mengontrl lingkungan yang dapat 4. Pasien bias menggunakan teknik rileksasi nafas
mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan, dalam
pencahayaan, kebisingan 5. Pasien sudah bergerah untuk duduk
5. memilih dan lakukan penanganan nyeri 6. Tekanan darah:110 / 80 mmhg
(farmakologi, non farmakologi, dan inter 7. Suhu :36.5 0C
personal) 8. Nadi : 90x/menit
6. mengkaji tipe dan sumber nyeri untuk 9. Pernapasan : 16x/menit
menentukan intervensi 10. bibir sedikit kering
7. mengajarkan tentang teknik non farmakologi
nafas dalam Analisa :
8. memberikan analgetik untuk mengurangi nyeri 11. Nyeri dilaporkan berkurang dari cukup berat ke

33
9. mengevaluasi keefektifan kontrol nyeri sedang
10. meningkatkan istirahat 12. TTV dalam batas normal mukosa agak kering
11. mengkolaborasikan dengan dokter jika ada Planning :
keluhan dam tindakan nyeri tidak berhasil Pertahankan intervensi:
13. Ajarkan tentang teknik non farmakologi nafas dalam
14. Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri
Kekurangan volume 1. mempertahankan catatan intake dan output 15. Evaluasi keefektifan kontrol nyeri
cairan b.d kehilangan yang akurat 16. Tingkatkan istirahat
cairan aktif 2. memonitor status hidrasi (kelembaban 17. Monitor vital sign
membrane mukosa, nadi adekuat, tekanan 18. Monitor masukan makanan/cairan dan hitung intake
(perdarahan)
darah ortostatik) jika diperlukan kalori harian
3. memonitor vital sign 19. Kolaborasikan pemberian cairan IV
4. memonitor masukan makanan/cairan dan 20. Dorong masukan oral
hitung intake kalori harian 21. Dorong keluarga untuk membantu pasien makan
5. mengkolaborasikan pemberian cairan IV
Lanjutkan :
6. mendorong masukan oral
1. kolaborasikan dengan dokter jika ada keluhan dam
7. mendorong keluarga untuk membantu pasien
makan tindakan nyeri tidak berhasil
8. mengatur kemungkinan transfusi 2. Pemberian cairan IV monitor adanya tanda dan
9. mempersiapan untuk transfuse gejala kelebihan volume cairan

34
26 / 9/ Resiko infeksi b.d 1. mencuci tangan setiap sebelum dan sesudah Pukul 13.00
2019 prosedur invasive tindakan keperawatan Subjektif:
2. mempertahankan lingkungan aseptic selama
 pasien mengatakan luka kering
pemasangan alat
 nyeri sudah ringan
3. meningkatkan intake nutrisi
4. memonitor tanda dan gejala infeksi sitemik  badan tidak lemah
dan local objektif :
5. mengganti balutan luka pasien  luka bersih
6. menginspeksi kulit dan membrane mukosa  tidak ada tanda2 infeksi
terhadap kemerahan, panas, drainase
 pasien bisa berjalan
7. mengajarkan pasien dan keluarga tanda dan
gejala infeksi  mukosa tidak kemerahan , panas atau drainase
1. mengajarkan tentang teknik non farmakologi analisa :
Nyeri akut b.d
nafas dalam outcome terkontrol. Pasien boleh pulang
kerusakan jaringan
2. memberikan analgetik untuk mengurangi planning :
otot
nyeri berikan edukasi untuk perawatan luka dirumah
3. mengevaluasi keefektifan kontrol nyeri
4. meningkatkan istirahat
1. Memonitor vital sign
Kekurangan volume 2. Memsonitor masukan makanan/cairan dan
cairan b.d kehilangan hitung intake kalori harian
cairan aktif 3. mengkolaborasikan pemberian cairan IV
(perdarahan) 4. mendorong masukan oral

35
36
BAB IV
PEMBAHASAN

Selama memberikan asuhan keperawatan kepada Ny. E kelompok menemukan


beberapa kesenjangan antara konsep teoritis dan kasus yang ditemukan. Dalam bab ini
kelompok akan membahasnya sesuai dengan asuhan keperawatan yang sudah diterapkan
meliputi pengkajian, diagnosa, inervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan.

A. Pengkajian

Pengkajian adalah tahap awal untuk melakukan suatu keperawatan yang berguna
untuk mengumpulkan data sebagai dasar untuk mengetahui kebutuhan klien sehingga dapat
menentukan asuhan keperawatan yang akan di lakukan. Dalam pengumpulan data tim
penulis menggunakan metode wawancara atau Tanya jawab dengan keluarga pasien dan
pasien serta observasi dengan menggunakan pemeriksaan fisik dan menggunakan studi
dokumentasi pada status pasien.

Selama melakukan pengkajian tim penulis tidak banyak menemui kesulitan, hal ini
berkaitan dengan kerjasama dan partisipasi dari pasien dan keluarga dalam memberikan
informasi yang diperlukan, berkaitan dengan penyakit yang di derita pasien. Pada
pengkajian yang dilakukan diperoleh data subjektif klien mengeluh klien mengeluh nyeri
Spada bekas operasi dengan skala nyeri 6 diukur dengan menggunakan metode
Comparative Pain Scale (skala 1-10). Pada pemerikasaan fisik, kelompok di peroleh data
terdapat luka bekas operasi di linea mediana pasien ±10cm pada palpasi abdomen terdapat
nyeri tekan , konjungtiva anemis (+) yang menunjukkan klien mengalami kekurangan
volume cairan akibat pendarahan yang terjadi Tekanan darah :100 / 76 mmhg , Suhu
:36.5 0C,Nadi : 116 x/menit ,Pernapasan : 20 x/menit
B. Diagnosa Keperawatan

Berdasarkan tinjauan pustaka asuhan keperawatan pada kasus mioma uteri mendapat
hasil masalah keperawatan yang biasa muncul diantaranya yaitu
a. Nyeri akut b.d kerusakan jaringan otot (uterus berkontraksi)
b. Resiko kekurangan volume cairan b.d kehilangan cairan aktif (perdarahan)
c. Resiko syok b.d ketidakcukupan aliran darah ke jaringan tubuh (perdarahan
pervaginam berulang)
d. Resiko infeksi b.d prosedur invasive
Sedangkan diagnosa yang di temukan kelompok pada kasus Ny. E yaitu Nyeri akut
b.d kerusakan jaringan otot hal ini dikarenakan pasien mendapatkan operasi histereketomy.

37
Data pendukung ada luka insisi bekas operasi di abdomen lokasi linea mediana pasien,
nyeri masih dirasakan setelah 2 hari post op.

Kekurangan volume cairan b/d kehilangan cairan aktif (perdarahan) , hal ini
dikarenakan klien mengalami perdarahan pervaginam sejak 1 bulan yang lalu dan
kehilangan darah 1500 cc tetapi sudah mendapatkan tranfusi 2 kantong intra operasi Data
pendukung bibir kering, turgor kulit jelek, konjungtiva anemis tetapi CRT masih < 2 dtk

Resiko infeksi b/d prosedur invasive hal ini dikarenakan adanya luka bekas opeari
yang masih tertutup perban. Diagnose ini di dukung oleh data personal hygiene pasien yang
kurang , hal ini terlihat dari pasien dan keluarga kurang menjaga kebersihan tubuh dan area
sekitar pasien.

C. Intervensi Keperawatan

Dalam menyusun rencana tindakan keperawatan untuk mencapai tujuan sesuai


dengan kriterianya, maka kelompok membuat rencana berdasarkan acuan pada tinjauan
teoritis yang ada pada tinjauan pustaka, rencana tindakan di buat selama hari perawatan.
Dari diagnosa keperawatan yang kelompok angkatkan ini intervensi dapat diterapkan pada
kasus adalah karena berkat kerjasama yang baik antara perawat, keluarga, dan klien. Dalam
menyusun tindakan yang akan di lakukan ini disesuaikan dengan diagnosa yang di temukan
sehingga mendapatkan tujuan yang di inginkan.

D. Implementasi Keperawatan

Tahap ini adalah tahap untuk melakukan tindakan – tindakan yang telah di
rencanakan sebelumnya. Semua tindakan bisa dilakukan. Kelompok memberikan
implementasi secara bertahap kepada klien seklaigus memberikan edukasi untuk klien
tentang kondisinya saat itu. Selama melaksanakan implementasi klien cukup kooperatif dan
mau melakukan apa yang diajarkan oleh kelompok.

E. Evaluasi Keperawatan

Selama perawatan yang dilakukan selama 4 hari, dari 6 diagnosa yang ditegakkan ada 3
masalah yang teratasi dan 3 masalah teratasi sebagian namun ada beberapa peningkatan
yang terjadi pada pasien. Hal ini dikarenakan waktu pemberian askep yang sangat minim
yaitu 4 hari dan juga keterbatasan kelompok dalam memberikan pelayanan yang tidak
maksimal dikarenakan keterbatasan kelompok dalam memberikan asuhan keperawatan

38
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Pengumpulan data di lakukan Tim tanggal 27/9/2019 setelah 2 hari pasien pasien
mendapatkan histerektomy. Dalam pengumpulan data tim penulis menggunakan metode
wawancara atau Tanya jawab dengan keluarga pasien dan pasien serta observasi dengan
menggunakan pemeriksaan fisik dan menggunakan studi dokumentasi pada status pasien.
Selama melakukan pengkajian tim penulis tidak banyak menemui kesulitan, hal ini
berkaitan dengan kerjasama dan partisipasi dari pasien dan keluarga dalam memberikan
informasi yang diperlukan, berkaitan dengan penyakit yang di derita pasien. kemudian tim
pengelompokan data melalui analisa data sehingga mendapatkan diagnose keperawatan
sesuai Nanda:
a. Nyeri akut b.d kerusakan jaringan otot darah ,
b. Kekurangan volume cairan b.d kehilangan cairan aktif (perdarahan)
c. Resiko infeksi b.d prosedur invasive
Intervensi disusun berdasarkan buku NIC NOC sesuai dengan diagnose dengan
mencari aktivitas intervensi sesuai dengan kondisi pasien. Implementasi dilakukan selama 2
hari ,Kelompok memberikan implementasi secara bertahap kepada klien sekaligus
memberikan edukasi untuk klien tentang kondisinya saat itu. Selama melaksanakan
implementasi klien cukup kooperatif dan mau melakukan apa yang diajarkan oleh
kelompok. Evaluasi di lakukan pada akhir jam dinas meliputi SOAP dan di peroleh hasil
pasien diperbolehkan pada hari ke dua implementasi.
B. SARAN
Selama melakukan asuhan keperawatan tim penulis banyak melakukan kesalahan
untuk itu, penulis memohon saran dari pihak pihak yang terkait demi kesempurnaan asuhan
keperawatan ini. Dalam pemberian asuhan keperawatan kepada pasien khususnya dengan
kasus2 maternitas diharapkan perawat menggunakan komunikasi yang efektif agar semua
rangkaian kegiatan asuhan keperawatan dapat dilakukan seacara optimal.

39
40
DAFTAR PUSTAKA

Bulechek, Gloria M dkk. 2013. Nursing Interventions Classification (NIC) Edisi Keenam.
Yogyakarta: Moco Media

Moorhead, Sue, dkk. 2013. Nursing Outcomes Classification (NOC) Edisi Kelima.
Yogyakarta: Moco Media

Nanda Internasional. 2015. Diagnosis Keperawatan Definisi & Klasifikasi 2015-2017 Edisi
10. Jakarta : EGC

Nurarif, Amin Huda dan Hardhi Kusuma. 2015. Aplikasi Asuhan Keperawatan
Berdasarkan Diagnosa Medis dan NANDA NIC-NOC Edisi revisi Jilid 3. Jakarta :
Mediaction4
Setiati, Eni. 2009. Waspadai 4 Kanker Ganas Pembunuh Wanita. Yogyakarta: Penerbit
Andi

41