Anda di halaman 1dari 22

PROFESI NERS STIKES SYEDZA SAINTIKA TAHUN 2019

FORMAT PENGKAJIAN KEPERAWATAN ANAK

Nama Mahasiswa : KELOMPOK 1


Tempat praktek : RUANGAN ANAK RSUD AROSUKA
Tanggal & jam pengkajian :25/ 10/2019 pukul 08.30
Tanggal masuk RS :25/10/2019 pukul 03.00

1. PENGKAJIAN
A. Identitas pasien
Nama klien :An.A
No. Rekam Medis :800406
Tanggal / Umur :30- 09 -2017
Nama ayah :TN. J
Nama ibu :Ny.Y
Pekerjaan ayah :TANI
Pekerjaan ibu :IRT
Alamat :Taluak dalam alahan panjang
No. Telp/HP :081365795304
Suku bangsa :Minang
Agama :Islam
Pendidikan terakhir orang tua
Ayah :SD
Ibu :SD
Golongan darah ibu :A
Golongan darah ayah
Diagnosa Medis :Epilepsi

B. Riwayat kehamilan dan persalinan


 Prenatal
 Apakah ibu rutin melakukan prenatal care/ pemeriksaan kehamilan ?
Ibu turin melakukan pemeriksaan kehamilan

 Bagaimana masalah dalam kehamilan


Ibu mengalami mual dan muntah pada saat kehamilan trimester 1 .saat
trimester 3 ibu merasa letih.

 Natal
PROFESI NERS STIKES SYEDZA SAINTIKA TAHUN 2019

 Berat badan waktu lahir : 3000gr


 Tinggi badan : 49 cm
 Bagaimana masalah waktu persalinan
Ibu melahirkan melalui Sc
 Postnatal
 Apakah ibu rutin melakukan post natal care ?
Ibu tidak melakukan pemeriksaan pasca persalinan
 Apakah ada masalah pada saat pasca persalinan ?
Tidak ada

C. Riwayat kesehatan dahulu


 Penyakit yang dialami sebelumnya
 Pasien mengalami kejang pertama pada saat umur 10 bulan,kejang ±
5 menit selama karna demam tinggi dan dirawat selama 4 hari
 Ibu klien juga mengatakan An.A sebelumnya dirawat di rumah sakit,
pada umur 14 bulan, (5hari), 18(3hari), 22 bulan (selama 1bulan) dan
sekarang,
 ibu mengatakan anaknya pernah jatuh dari tempat tidur saat umur 3
bulan .
 Ibu juga mengatakan An.A tidak memiliki riwayat melakukan tindakan
operasi apapun,
 tidak ada riwayat alergi,
 ibu klien juga mengatakan imunisasi sudah lengkap.
 Ibu mengatakan anaknya kejang tidak slalu karna demam dan
biasanya karna terkejut dan BAB keras.

D. Riwayat keluarga
Ibu mengatakan keuarga tidak ada memiliki penyakit menular dan
penyakit keturuan seperti DM, HT dan asma.
PROFESI NERS STIKES SYEDZA SAINTIKA TAHUN 2019

Genogram

Keterangan :
: Laki-laki

: Perempuan
: Tinggal 1 rumah
:
Keturunan
: Pernikahan

: Klien

An.Aadalah anak kedua dari dua orang bersaudara, An.A tinggal bersama
kedua orang tuannya yaitu ayah dan ibunya beserta kakak laki-lakinya. Namun Ibu
klien mengatakan bahwa sebelumnya kakak An.A ketika berusia 2 tahun juga
pernah mengalami kejang, namun tidak sampai dibawa kerumah sakit dan dirawat
berhari-hari

E. Riwayat Sosial
Ibu An.A mengatakan bahwa sejak kecil kedua orang tuanyalah yang merawat,
mengasuh dan tinggal bersama-sama dengan An.A beserta kakak laki-lakinya.
Hubungan An.A didalam keluarga nya sangat baik, kehadiran An.A di tengah-
tengah keluarga nya sangat diterima dengan baik. Banyak diantara keluarga-
keluarganya yang lain senang bermain dan secara bergantian ingin
menggendong An.A. An.A anak yang cukup kooperatif, tidak rewel dan jarang
menangis sehingga banyak yang senang bermain dengannya. Dan lingkungan
PROFESI NERS STIKES SYEDZA SAINTIKA TAHUN 2019

disekitar An.A cukup aman karena An.A selalu diawasi oleh keluarganyakarena
saat ini An.A berada ditahapan Tumbuh kembang belajar untuk telengkup dan
merangkak.
F. Riwayat penyakit menular di lingkungan
 Keadaan lingkungan tempat tinggal
Pasien tinggal di daerah pedesaan tepi sungai, dan sawah. Kebersihan
sekitar rumah kurang terjaga

 Kejadian penyakit menular disekitar lingkungan tempat tinggal dalam 2 minggu


terakhir
Tidak ada

 Sumber air minum


Air mata air

 Sumber air bersih


Air mata air

G. Kebutuhan dasar
 Makanaan yang disukai / tidak disukai
Anak suka makan kerupuk kurang suka makan nasi ataupun roti.saat ini
anak masih diberikan ASI oleh ibu.

 Selera makan saat dirawat


Nafsu makan saat dirawat berkurang, makan rumah sakit hanya hasis 2
sendok makan.
 Pola makan/minum saat dirawat (jam)
Minum kurang hanya ± 250 cc per 12 jam
 Alergi terhadap makanan
Tidak ada alergi terhadap makanan
 Pola tidur
 An.A tidak memiliki kebiasaan apapun sebelum tidur. ibu klien mengatakan jika
sebelum tidur siang ataupun malam hari An.A minum ASI. Tidur An.A dirasa
cukup baik tidak ada masalah dan tidak ada gangguan apapun saat klien
tertidur. Dalam sehari klien tidur selama ±9– 10 jam.
PROFESI NERS STIKES SYEDZA SAINTIKA TAHUN 2019

 Eliminasi
 Ibu An.A mengatakan kebiasaan BAK dalam keseharian An.A 4-6x
dalam sehari. Konsistensi urine berwarna kuning, dengan bau yang
khas, kira-kira ± 100cc/hari.
 Untuk BAB ibu klien dalam sehari 1-2x/sehari dengan konsistensi cair
warna kuning kecoklatan dengan bau yang khas. dan ibu An.A juga
mengatakan tidak ada masalah dan gangguan saat BAB.

 Aktivitas bermain sebelum sakit


Ibu An.A mengatakan dalam kesehariannya An.A adalah anak yang cukup
aktif dan kooperatif. An.A saat ini belum bisa menggunakan alat-alat
bermainnya hanya saja An.A suka memasukkan benda mainannya kedalam
mulutnya
 Mandi
An.A mandi 1x dalam sehari dengan menggunakan washlap dan air saja. Tidak
menggunakan sampo dan sabun.

H. Keadaan kesehatan sekarang


 keadaan umum : .baik dengan GCS 15, kesadaran compos metis.
 Keluhan pertama saat pengkajian
Pada saat pengkajian tanggal 25-10-2019 jam 08.30 ibu mengatakan
badan anaknya terasa hangat, pipi memerah , mual nafsu makan tidak
ada , makan sedikit, batuk berdahak nafas sesak.
 Alasan masuk Rs
Pasien masuk ke igd tanggal 25/10/2019 pukul 03.00 anak kejang
dirumah ± 20 menit sampai dalam perjalanan ke RS. Seluruh badan
kaku,kaki menendang2 , mulut terkatup dan berbuih, anak demam 1 hari
sebelum masuk RS, nafas berbunyi dan tidak sadar.
 Diagnosa Medis
Status Epileptikus

 Tindakan / prosedur yang dialami


Pemasangan infus kaen 1ab 8tts/m
Oksigen : 2l/m
 Obat- obatan yang dipakai saat ini
Inj ampicillin 2 x 500mg
Inj gentamicin 2 x 8mg
Inj penitoin 3x35mg
PROFESI NERS STIKES SYEDZA SAINTIKA TAHUN 2019

Inj dexa 3x 1,5mg


Pct 3x 100mg
As.folat 1x1 tab
 Status nutrisi saat ini [disertakan lampiran grafik NHCS ]
 Status balance cairan
Intake
 Minum + Infus + Kebutuhan Cairan
 = 500 cc + 130 cc
= 630 cc/hari

Output
Urin 300 cc/hari
Bab 5 cc/hari

Aktivitas selama sakit


Anak hanya beraktifitas di tempat tidur dan sesekali di gendong oleh
orang tua keluar ruangan, anak belum bisa bejalan dan berbicara.

 Hasil laborratorium
No Jenis Hasil Satuan Nilai Normal
Pemeriksaan

1 WBC 16.500 103/ul 5-10


2 HGB 11.4 g/dl 11-16
3 HCT 33 % 37-48
4 PLT 684 103/mm3 103/ul 150-450
5 GDR 156 g/dl <200

 Hasil pemeriksaan penunjang


Tidak ada

I. Pemeriksaan fisik
 Berat badan : 10.5 kg berat badan turun sebelum masuk RS 11 kg
 Tinggi badan : 77 cm

No Pemeriksaan Hasil
PROFESI NERS STIKES SYEDZA SAINTIKA TAHUN 2019

a. Tanda-tanda vital
TD 96/60 mmhg
Nadi 120x/menit
RR 40x/menit
Suhu 38 OC

b. Kepala-leher
Kepala Bentuk kepala bulat, tidak ada edema, tidak ada
nyeri tekan, kaput (-)
Ubun-ubun Ubun-ubun lunak, ubun-ubun besar (+), ubun-
ubun kecil (-)
Mata Konjungtiva tdk nanemis, sklera anikterik,
reaksi pupil terhadap cahaya (+), bola mata
strabismus
Hidung Tidak ada polip ataupun benda asing,
keadaannya cukup bersih, secret tidak ada
Mulut Mukosa kering , keadaan cukup bersih, tonsil
warna pink, gusi warna pink, gigi klien belum
tumbuh, reflek menghisap (+)
Tenggorokan Reflek menelan (+), tidak ada infeksi, tidak ada
nyeri, dan tidak ada edema.
Vena jugularis Tidak ada pembesaran vena jugularis
Kelenjar Limfe Tidak ada pembesaran kelenjar limfe
c. Thorax/paru-paru RR= 40 x/menit, Retraksi dinding dada (-),
penggunaan otot-otot pernaasan (-), tidak ada
edema, tidak ada nyeri tekan, suara paru
vesikuler reguler, ronchi (+), whezing (-)
d. Jantung Perifer :
CRT <2detik (+), sianosis bibir (-)
Jantung :
Tidak ada edema, tidak ada nyeri dada, tidak
ada nyeri tekan, suara jantung S1 & S2 reguler,
HR=120x/menit nadi agak lemah dan teratur
e. Abdomen Tidak ada edema, tidak ada nyeri tekan, bentuk
abdomen normal, suara bising usus 20x/menit
f. Genitalia & anus keadaan genitalia cukup bersih, tidak ada
edema, Anus (+), tidak ada hemoroid
PROFESI NERS STIKES SYEDZA SAINTIKA TAHUN 2019

g. Ekstermitas Kekuatan otot (+), pergerakan cukup aktif, tidak


ada edema, kesadaaran composmentis
,tonus otot 5 5
5 5

h Kulit Turgor kulit baik, hidrasi lembab. Suhu hangat ,


anak berkeringat

 Pemeriksaann tumbuh kembang


a. Kemandirian dan bergaul
Pasien belum bisa bermain seperti anak seusianya, belum bisa
berjalan baru bisa duduk dan menyeret kaki

b. Motorik halus
Pasien hanya mampu meraih benda yang ada disekitarnya dan
benda yang diberikan padanya.

c. Motoric kasar
belum bisa berjalan baru bisa duduk dan menyeret kaki
d. Kognitif dan bahasa
Belum bisa berbicara hanya bisa menangis dan menunjuk saat
ingin sesuatu.

 Pemeriksaan neurologis

Saraf Kranial Pengkajian Fungsi Hasil Yang Ditemukan

N. I Olfaktorius Mengidentifikasi dengan benar bau Belum dapat dikaji


yang berbeda
N. II Optikus Memeriksa ketajaman penglihatan Ketajaman penglihatan
anak, persepsi terhada cahaya. An.A cukup baik, klien
mampu berespon
terhadap cahaya.
N. III Okumolotorius Memeriksa ukuran dan reaksi Respon pupil terhadap
pupil, dan periksa kelopak mata cahaya (+), ukuran
terhadap posisi pupil 2mm, posisi
kelopak mata simetris
PROFESI NERS STIKES SYEDZA SAINTIKA TAHUN 2019

dan sejajar dengan


garis telinga
N. IV Troklearis Melihat pergerakan mata anak ke Pergerakan bola mata
arah bawah, ke atas, ke samping aktif (+)
N. V Trigeminus Tentukan apakah anak dapat Anak mudah menoleh
merasakan sentuhan halus di atas bila area dekat pipi
pipi dekat mulut disentuh
N. VI Abdusen Kaji kemampuan anak
menggerakan mata secara lateral Belum dapat di kaji
N. VII Fasialis Menguji indra pengecaan anak Belum dapat di kaji
N. VIII Akustikus Uji pendengaran anak, dengan Klien langsung
memanggil anak dari arah samping menoleh ke arah
telingan nya sumber suara
N. IX Glasofaringeus Kemempuan mengidentifikasi rasa Anak suka rasa yang
larutan pada lidah manis dan
memuntahkan bila rasa
pahit
N. X Vagus Kemampuan terhadap reflek Reflek menelan (+)
menelan saat spatel dimasukkan
kedalam mulut si anak
N. XI Aksesorius Memeriksa kemampuan anak anak dapat
memutarkan kepala dan gerakan memutarkan kepala
mengangkat bahu dan gerakan
mengangkat bahu
N. XII Hipoglosus Meminta anak untuk mengeluarkan Anak dapat
lidah dan kemampuan mengeluarkan lidah
mengucapkan huruf “R”

J. Keadaan Psikososial Anak dan Orang tua/ Care giver


* Kemampuan orang tua /care giver untuk bekerja sama setiap asuhan kerawatan
Orang tua kooperatif saat pengkajian dan saat pemberian asuha keperawatan.

* Bagaiman ansietas orang tua /care giver saat anak dirawat/


Ibu dan keluarga terlihat cemas bila anak nya tiba – tiba kejang lagi

K. Kebutuhan Edukasi Pada Orang Tua


Perawatan demam anak dirumah, penkes tentang nutrisi, perawatan anak
PROFESI NERS STIKES SYEDZA SAINTIKA TAHUN 2019

kejang dirumah.
PROFESI NERS STIKES SYEDZA SAINTIKA TAHUN 2019

ANALISA DATA

NO DATA MASALAH ETIOLOGI


1 DS: Ketidakefektifan Sumbatan lidah di
- Ibu An.A Mengatakan Bersihan jalan nafas endotrakea
anaknya saat ini sedang
batuk-batuk peningkatan sekret
- Ibu An.A mengatakan saliva
takut yang klien rasakan
setelah dirumah sakit & kerusakan
setelah mengalami neoromuskuler
kejang berulang
- Ibu An.A Mengatakan
batuk yang dialami
anaknya disertai
berdahak
DO:
- An.A terlihat sekali
mengeluarkan suara
batuk
- An.Aterpasang O₂:2
Liter/menit nasal kanul
- Ronchi (+)
- Retraksi dinding dada (-)
- Sianosis (-)
- RR = 40 x/menit
- CRT >2 dtk

2 DS: Hipertermia Peningkatan


- Ibu klien mengatakan metabolic
demam An.A semalam
saat sebelum dibawa ke proses infeksi
Rumah Sakit.
- Ibu Klien mengatakan peningkatan suhu
An.Adadan terasa hangat
- Ibu Klien mengakatan
kondisi demam yang saat
ini dialami oleh An.A
PROFESI NERS STIKES SYEDZA SAINTIKA TAHUN 2019

membuat klien menjadi


gelisah

DO :
- Klien tampak lemas &
lemah
̊
- Suhu 38,5 C
- Nd : 120 x/m
- Klien An.A tampak
Gelisah
- Klien tampak banyak
mengeluarkan keringat
- Mukosa bibir kering

3 DS: Ketidakseimbangan Peningkatan asam


- Ibu mengatakan nutrisi kurang dari lambung
anaknya tidak kebutuhan tubuh
berselara makan Mual
- Ibu mengatakan
makanan rs tidak
habis Nafsu makan turun

- Ibu megatakan
anaknya masih ASI

DO:
 BB sekarang 10.5 kg
 Bb sebelum masuk rs
11kg
 NCHS :
Kesimpulan
BB/U :gizi buruk
TB/U : pendek
BB/TB: normal
 Bising usus : 24x/m

3 DS: Resiko Terhadap


cidera Perubahan
- Ibu An.A mengatakan
kesadaran
An.A sebelumnya sering
PROFESI NERS STIKES SYEDZA SAINTIKA TAHUN 2019

mengalami kejang kerusakan kognitif


- Ibu An.A kejang yang di selama kejang
alami An.A sudah yang
ke 5 dirawat di RS kerusakan
- Ibu An.A mengatakan mekanisme
saat kejang tubuh perlindungan diri
anaknya bergetar &
kakinya menendang- aktivitas kejang
nendang yang tidak terkontrol
- Ibu An.A mengatakan
kejang yang terjadi
berlangsung kira-kira ±
20 menit

DO:
- Klien tampak terlihat
gelisah
- Klien terlihat saat demam
tubuhnya bergetar
- Saat kejang terlihat
ibunya memasukkan kain
kedalam mulutnya

4
DS: Kurang Kurang pemajaran
- Ibu klien mengatakan pengetahuan
tidak tahu apa yg terjadi mengenai kondisi kesalahan
pada An.A dan aturan interpretasi
- Ibu klien mengatakan pengobatan informasi
setiap An.A kejang, ibu
klien selalu panik kurang mengingat.
- Ibu klien mengatakan jika
An.A kejang tidak tahu
apa yang harus dilakukan

DO:
- Ibu klien tampak terlihat
bingung & sangat panik
PROFESI NERS STIKES SYEDZA SAINTIKA TAHUN 2019

saat An.A kejang


- Ibu klien tampak terlihat
cemas & takut jika An.A
kembali kejang
PROFESI NERS STIKES SYEDZA SAINTIKA TAHUN 2019

DIAGNOSA KEPERAWATAN

NO DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN

1 Ketidakefektifan Bersihan jalan nafas b/d sekresi yang tertahan

2 Hipertermia b/d peningkatan laju metabolisme

3 Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d factor ekonomi

4 Resiko Terhadap cidera b/d disfungsi efektor

Kurang pengetahuan mengenai kondisi dan aturan pengobatan b/d kurang


5
sumber pengetahuan
PROFESI NERS STIKES SYEDZA SAINTIKA TAHUN 2019

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

Diagnosa Tujuan dan Kriteria Hasil


No : Intervensi ( NIC )
Keperawatan ( NOC )
1. Ketidakefektifan  Status pernapasan kepatenan jalan  Peningkatan (Manajemen) batuk
Bersihan jalan nafas b/d nafas : 1. Monitor fungsi paru terutama kapasitas vital paru
sekresi yang tertahan Output : 2. Damping pasien untuk bisa duduk
 Frekuensi nafas di tingkatkan dari 3. Minta pasien batuk dilanjutkjan dengan beberapa periode nafas
deviasi yang cukup berat dai kisaran dalam
normal (2) ke deviasi ringan dari  Monitor penapasasan
kisaran normal (4) 1. Monitor kecepatan , irama ,kedalaman nafas
 Kemampuan mengeluarkan secret 2. Catat pergerakan dada , penggunaan otot bantu nafas
tingkatkan dari deviasi yang cukup 3. Monitor pola nafas dan suara nafas tambahan
berat dai kisaran normal (2) ke deviasi 4. Monitor sekresi pernapasan pasien
ringan dari kisaran normal (4) 5. Monitor peningkatan kelelahan dan kecemasan
 Suara nafas tambahan ditingkatkan  Terapi oksigen
dari berat (2) ke ringan(4) 1. Siapkan peralatan oksigen yang akan diberikan
 Batuk ditingkatkan dari berat (2) ke 2. Berikan oksigen tambahan seperti yang diperintahkan
ringan(4) 3. Monitor aliran oksigen
 Akumulasi sputum ditingkatkan dari 4. Pastikan penggantian kanul oksigen setiap perangkat diganti
berat (2) ke ringan(4) 5. Monitor peralatan oksigen untuk memastikan bahwa alat tersebut
tidak mengganggu usaha pasien untuk bernapas
PROFESI NERS STIKES SYEDZA SAINTIKA TAHUN 2019

2 Hipertermia b/d  Termoregulasi  Perawatan demam


peningkatan laju Outcome: 1. Pantau suhu dan tanda – tanda vital lainnya
metabolisme  Penigkatan suhu kulit ditingkatkan dari 2. Monitor warna kulit
cukup berat (2) ke ringan (4) 3. Monitor asupan dan keluaran
 Hipertermia ditingkatkan dari cukup 4. Beri obat dan cairan intravena
berat (2) ke ringan (4) 5. Tutup dengan selimut dan pakaian yang ringan
 Perubahan warna kulit ditingkatkan dari 6. Dorong konsumsi cairan
cukup berat (2) ke ringan (4) 7. Mandikan pasien dengan air hangat
 Berkeringat ditingkatkan dari cukup 8. Berikan kompres hangat pada leher dan sela2 paha
terganggu (3) ke tidak terganggua (5) 9. Pantau komplikasi-komplikasi yang berhubungan dengan
demam
10. Lembabakan bibir dan mukosa yang kering.
3 Ketidakseimbangan  Status nutrisi  Manajemen nutrisi
nutrisi kurang dari Outcome : 1. Tentukan status gizi pasien dan kemampuan untuk memenuhi
kebutuhan tubuh b/d  Asupan makanan di tingkatkankan kebutuhan pasien
dari banyak menyimpang dari rentang 2. Tentukan apa yang menajdi referensi makanan bagi pasien
factor ekonomi
noramal (2) ke cukup menyimpang 3. Berikan pilihan makanan sambil memberikan bimbingna
dari kebutuhan normal (3) terhadap pilhan makanan
 Rasio berat bedan/tinggi badan di 4. Ciptakan lingkungan yang optimal saat mengkonsumsi makan
tingkatkan dari banyak menyimpang 5. Bero obat – obatan sebelum makan misalnya antiemetic
dari rentang noramal (2) ke cukup 6. Pastikan makanan disajikan dalam bentuk yang menarik
menyimpang dari kebutuhan normal 7. Anjurkan keluarga untuk membawa makanan favorit pasien
(3) 8. Tawarkan makanan ringan yang padat gizi
 Eneri di tingkatkankan dari banyak 9. Anjurkan pasien terkait dengan kebutuhan makanan tertentu
berdasarkan perkembangan usia.
PROFESI NERS STIKES SYEDZA SAINTIKA TAHUN 2019

menyimpang dari rentang noramal (2)


ke cukup menyimpang dari kebutuhan
normal (3)
PROFESI NERS STIKES SYEDZA SAINTIKA TAHUN 2019

CATATAN PERKEMBANGAN PASIEN


Tanggal Diagnose Implementasi Evaluasi
keperawatan
25 / 10 Ketidakefektifan 1. Memonitor fungsi paru terutama kapasitas Pukul 15.30
/2019 Bersihan jalan nafas vital paru Subjektif:
b/d sekresi yang 2. Mendampingi pasien untuk bisa duduk 1. ibu mengatakn anaknya masih batuk
3. Meminta pasien batuk dilanjutkan dengan
tertahan 2. ibu mengatakan suara nafa sedikit berkurang
beberapa periode nafas dalam
Objektif :
4. Memonitor kecepatan , irama ,kedalaman
nafas 3. Pasien belum bisa batuk
5. mencatat pergerakan dada , penggunaan 4. Pasien sudah bergerak untuk duduk
otot bantu nafas 5. Tekanan darah:90 / 50 mmhg
6. Memonitor pola nafas dan suara nafas 6. Nadi : 11 0x/menit
tambahan
7. Pernapasan : 38 x/menit
7. Monitor sekresi pernapasan pasien
8. Rongki :+
8. Memonitor peningkatan kelelahan dan
kecemasan
9. menyiapkan peralatan oksigen yang akan Analisa :
diberikan Outcome dalam rentang cukup terganggu (3)
10. Memberikan oksigen tambahan seperti Planning :
yang diperintahkan Pertahankan intervensi:
11. Memonitor aliran oksigen
1. Berikan oksigen tambahan seperti yang
12. memastikan penggantian kanul oksigen
diperintahkan
setiap perangkat diganti
2. Monitor aliran oksigen
PROFESI NERS STIKES SYEDZA SAINTIKA TAHUN 2019

13. Memonitor peralatan oksigen untuk 3. Pastikan penggantian kanul oksigen setiap
memastikan bahwa alat tersebut tidak perangkat diganti
mengganggu usaha pasien untuk 4. Monitor peralatan oksigen untuk memastikan bahwa
bernapas alat tersebut tidak mengganggu usaha pasien untuk
bernapas

Hipertermia b/d S:
peningkatan laju Ibu mengatak demam anaknya sudah berkurang
1. memaantau suhu dan tanda – tanda vital
metabolisme O:
lainnya
Suhu : 37.0 c
2. Memonitor warna kulit
Nd 110x/m
3. Memonitor asupan dan keluaran
Kulit tidak kemerahan
4. memberi obat dan cairan intravena Analisa : outcome dalam level dalam cukup
5. menutup dengan selimut dan pakaian yang menyimpang dalam kebutuhan normal
ringan Planning :
6. mendorong konsumsi cairan Intervensi dilanjutkan :
7. memberikan kompres hangat pada leher dan 1. Monitor warna kulit
sela2 paha 2. Monitor asupan dan keluaran
8. memantau komplikasi-komplikasi yang 3. Beri obat dan cairan intravena
berhubungan dengan demam
9. melembabakan bibir dan mukosa yang
kering.
PROFESI NERS STIKES SYEDZA SAINTIKA TAHUN 2019

26 Ketidakseimbangan 1. menentukan status gizi pasien dan Subjektif :


nutrisi kurang dari kemampuan untuk memenuhi kebutuhan Ibu mengatakan anaknya sudah mau makan sedikit
kebutuhan tubuh b/d pasien Objektif
2. menentukan apa yang menajdi referensi
factor ekonomi Anak sudah mulai agak ceria
makanan bagi pasien
Makan habis 1/3 porsi
3. memberikan pilihan makanan sambil
memberikan bimbingna terhadap pilhan Bb=10.5kg
makanan Analisa :
4. meciiptakan lingkungan yang optimal saat Outcome dalam level sedikit terganggu
mengkonsumsi makan Planning : lanjutkan intervensi
5. memberi obat – obatan sebelum makan
1. Berikan pilihan makanan sambil memberikan
misalnya antiemetic
bimbingna terhadap pilhan makanan
6. memastikan makanan disajikan dalam
2. Ciptakan lingkungan yang optimal saat
bentuk yang menarik
mengkonsumsi makan
7. meganjurkan keluarga untuk membawa
3. Beri obat – obatan sebelum makan misalnya
makanan favorit pasien
antiemetic
8. menawarkan makanan ringan yang padat
4. Pastikan makanan disajikan dalam bentuk yang
gizi
menarik
9. menganjurkan pasien terkait dengan
kebutuhan makanan tertentu berdasarkan
perkembangan usia.
PROFESI NERS STIKES SYEDZA SAINTIKA TAHUN 2019