Anda di halaman 1dari 10

PERANAN

PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN DAN LINKUNGAN llll)UP


DALAM MENGATASI MASALAH KEPENDUDUKAN DI INDONESIA

. Oleh: Subardhy
Universitas Muhammadiyah Surabaya

ABSTRAK fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, dan lapangan


Masalah kependudukan di Indonesia pada kerja. Penurunan laju pertunlbuhan penduduk akan
dasarnya bermuara pada tingkat kelahiran yng tinggi, menyebabkan pula tekanan penduduk terhadap
yang menyebabkan laju pertumbuhan yang tinggi, lingkungan alamnya akan berkurang.
yang tidak dapat diimbangi dengan penyediaan Dengan demikian melalui pesan PKLH akan
kebutuhan hidup berupa pangan, sandang, papan, menjadi keseimbangan antara pertulllbuhan penduduk
fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan dan lapangan dengan penyediaan kebutuhan hidup manusia, yang
kerja. Kondisi yang demikian menyebabkan sebagian berarti berbagai Inasalah kependudukan akan dapat
besar penduduk Indonesia kualitasnya Inasih rendah, diatasi baik.
dan usaha transmigrasi baik dengan tujuan meratakan
penyebaran penduduk maupun sebagai upaya Kata kunci Laju pel1ulnbuhan penduduk, kualitas
.Ineningkatkan kesejahteraan hidup penduduk belulTI pen dud uk, penduduk.i:·
nPt-.",p,h':llr':ln

membawa hasi] yang berarti. Fenonlena


kependudukan seperti ini harus segera dihadapi ABSTRACT
dengan suatu kegiatan yang bertujuan untuk . The population problelns in Indonesia basically
mengubah tingkah laku. Perubahan tingkah laku tidak selns fonn the high birth rate which causes the high
mungkin terjadi tanpa adanya kegiatan pendidikan. speed of population growth. Unfortunatly, this can not
Disinilah peranannya Pendidikan Kependudukan dan meet their life-need supply : food, cloth, houses,
Lingkungan Hidup (PKLH) sebagai program facil ities for education, health, and emp)oynlent. Such
pendidikan, yang bertujuan agar anak didik memiliki condition brings Jow quality of ITIOst Indonesian
pengertian, kesadaran, sikap dan perilaku yang population. In edition, the effort by tranmigration toi
rasional dan bertanggung jawab, serta Inemahami improve prosperity in some exten has not been
dengan baik tentang pengaruh timbal balik antara succesful. This phenomenonl of population must be
penduduk dan lingkungan hidupnya dalam berbagai anticipated by carriying out an activity which changes
aspek kehidupan manusia. this behavvior. The behaviorual changes can not
Anak didik yang telah mendapat pesan PKLH happen without educational activity. Therefore, PKLH
diharapkan akan Inenyadari bahwa keJahiran bukan as an educational program to provide childern with
semata-mata karena nasib atau takdir, tetapi kelahiran understanding , awarness, atitude, and rational
dapat direncanakan atau dapat diusahakan. Dengan responible behavior, and to understand the relationship
deJnikian besar keciJnya keluarga bukan semata-mata between population and environment in all of hUlnan
karena nasib atau sesuatu yang aspects.
direncanakan atau diusahakan pula oleh lnanusia. The children who have PKLH education are
Deknikian pula anak didik tersebut diharapkan akan -expected to be aware that birth is not Inerely a Inatter
menyadari bahwa keluarga kecil adalah keluarga yang of but it can be pp]atned. Therefore, the
wajar dan rasional dalatn upaya Ineningkatkan kualitas fanlily size is not destiny, it can be also be
send iri dan UJTIUlnnya. human are also to
Anak didik yang pesan PKLH dlharapJGln be aware that a small is reasonable anda
akan ari f dan rational to the of social and their
setlln~!ga akan selaJu Ine~nHlga own Hife. Childern with PKLH are to be
have their that preserves
childern with PKLH will becolne
who attitude toward sOlal1
dan akan melaksanakan norm and appy their The acceptence
saatnya mereka NKK
Diterinla' dan diterapkannya norma birth rate and the control of POIJul;atJe)n
t"'ollo.o,...
.n-r" kecil berarti akan that, the governlnent and
menurun, laju pertunlbuhan penduduk akan terkendali, to meet the life needs
sel1lln£!ga r\.all"'Y\.oll"'tn't~h khIJsusn,!~ dan maSVilrakat helth
umumnya akan mampu menvl~cltak~tn

Peranan Pendidikan Keperldudul<an dan Lingkungan .....(Subardhy) 87


wh ich seems to be decreased naturally. Through kelniskinan yang diakibatkannya, lebih-Iebih saat
PKLH, the balance population growth and people. ini akibat krisis moneter yang berkepanjangan.
needs can bring a gQod solution in their population Lester R. Brown (1997:38) menyatakan :. kalau
problems. laju pertUlnbuhan penduduk di sliatu negara pada
tingkat yang tinggi untuk masa yang panjang,
Key words: Growth rate of population, population
maka an~k cucu dimasa yang akan· datang. pasti
quality, population ,distribution.
akan mengalami penderitaan hidup yang Juar
Pendahuluan biasa. Pennintaan pangan akan jauh melampaui
Dalam garis besarnya Clfl-Clfl
segala persediaan tanah dan air di" dalam negeri,
'kependudukan di Indonesia (BKKBN, 1982 :2-3) dan menyebabkan kelallgkaan yang kronis dan
adalah sebagai berikut : parah.
"Secara kuantitatif kependudukan di Indonesia
mempunyfli ciri-iri (a) Jumlah penduduk hesar, Pertumbuhan Penduduk di Indonesia.
Secara Inakro Indonesia mendudukilima besar di Alia liga variabel yang Ineillpengaruhi
dunia. Secara rnikro keluarga Indonesia pertumbuhan penduduk suatu negara yakni,
mempunyai anak rata-rata lebih dari tiga orang, fertilitas, mortalitas dan migrasi. Lenlbaga
(b) Tingkat pertulnbuhan penduduk yang masih Demografi Fakultas Ekonollli Universitas
tinggi, (c) .Penyebaran penduduk yang tidak Indonesia (19982 : 115) menyatakan : " Migrasi
merata, (d) Komposisi penduduk berusiamuda. alltar bangsa (migrasi interllasional) tidak
Secifra kualitatif, kependudukan di berpeligaruh dalam" menanl"bah atall Inehgurangi
Indonesia l11emiliki beberapa ciri, yaitu: (a) jUlnlah penduduk suatu negara kecuali di
Tingkat pendidikan yang rendah, (b) tingkat beberapa negara tertentu yang berkenaan dengan
kesehatan dan status gizi masyarakat relatif pengungsian, akibat bencalla alaln tnaupun
rendah, (c) Pendapatan per kapita masih rendah, peperangan". Dengan demikjan pertlllllbuhan
(d) Tingkat pengangguran masih tinggi, dan (e) penduduk di Indonesia ditentukan oleh selisih
masyarakat .Indonesia .adalah Inasyarakat agraris angka kelahiran dan angka kelllatian.Tingkat
tradisional" pertumbuhall penduduk di Indonesia Inasih tetap
Berdasarkan ciri-ciri di· atas, dalam garis tinggiwalupun suda ada penurunan secara
besarnya Inasalah kependudukan di Indonesia berarti. Dengan selnakin nlelnbaiknya tingkat
terdiri dari tiga masalah utal11a,yakni (1) keseJahteraan dan kesehatan penduduk,
pertulnbuhan penduduk yang Inasih tetap tinggi, menyebabkan angkakematian .menllrun dengan
(2) penyebaran penduduk yng masih tetap tinggi, tajam, hal inilah yang Inenyebabkan tingkat
(2) penyebaran penduduk yang tidak nlerata, (3) pertulnbuhan penduduk di Indonesia tetap tinggi.
sebagian besar kualitas penduduk Inasih rendah. Jumlah pendllduk Indonesia dan angka laju
Pertulnbuhan penduduk yang tinggi erat pertulnbuhannya tahun ] 945-1996 dikemukakan
kaitannya dengan timbulnya kemiskinan. dalam Buku "Statistik Dalam 50 Tahun Indonesia
Sebaiknya kelniskinan menunjang teljadillya Merdeka (BPS, 1995 :153) dan Statistik.
ledakan penduduk. Pertumbuhall pellduduk juga
LingkunganHidup dan Laju Pertumbuhan Penduduk 1945-
menyebabkan pemerintah kesulitan menyediakall 1995
fasilitas penyediaan oangan, perulnahan, Tahull Jumlah Penduduk Laju Pcrtumbuhan pcnduduk
sandang, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan Outs) (persen)
1945 73)4 1.02
dan lapangan kerja. Robert Malthus yang datang 1950 77,21 2,09
di akhir abad ke 18 menyatakan bahwa pada 1961 97,06 2,08
1971 119,40 2,32
dasarnya penduduk yang banyak merupakan 1980 147,48
pellyebab kemiskinan. Hal ini disebabkan laju 1.98
pertumbuhan penduduk yang mengikuti deret 1990 179,38 ) ,7)
1995 195.26
ukur tidak akan terkejar oleh pertanlbahan 1998 204.442 153
kebutuhan hidup penduduk yang hanya Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa
mengikuti deret hitung. Terlepas setuju atau tidak penduduk Indonesia jumlahnya terus Ineningkat
setuju terhadap teori Malthus, namun suatu dari tahun ke tahun. Penduduk Indonesia dalam
kenyataan bahwa negara-negara yang sedang tahun 1945 sekitar 73,34 juta dalam kurun waktu
berkelnbang teranasuk Indonesia harus berjuang 35 tahun menjadi dua kali lipat yaklli tahun1980
melawan pertumbuhan penduduk yang tinggi dan menjadi 147,49 juta. ladi di Indonesia telah

188 Cakrawala Pendidikan, November 2000~ Th. XIX, No.4


terjadi ledakan penduduk, yakni pertumbuhan tahun. 1990-11993 angka pertumbuhan penduduk
penduduk yang sangat cepat dalam kurun waktu turun lagi Inenjadi 1,770/0 per tahun. Dalaln
yang sangat singkat. Bila usaha menurunkan Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 1998
angka kelahiran terutama melalui program (BPS,( 1999:336), laju pertumbuhan penduduk
Keluarga Berencana tidak berhasil maka ledakan Indonesia dalam kurun waktu 1997-1998 adalah
penduduk di Indonesia akan berlangsung terus, 1,53% per tahun. Angka-angka laju pertumbuhan
sebagaimana ditegaskan oleh Maftuchah Yusuf penduduk seperti dikemukakan di atas
( 1985:6). menunjukkan sudah ada penurunan laju
OJ Indonesia dan di· negara-negara pertumbuhan penduduk tiap tahun secara berarti.
berkembang lainnya di dunia, pertambahan Nalnun demikian, walupun tingkat pertulnbuhan
penduduk masih terlalu tinggi untuk dapat penduduk secara nasional sudah Inenurun secara
diilnbangi dengan pertambahan kebutuhan hidup. berarti, namun tingkat pertutnbuhan 1~53% per
Jika pertambahan penduduk tidak diatur oleh tahun dianggap Inasih tetap tinggi. Paul R.
program Keluarga Berencana maka para ahli Ehrlich (1981 :9) menghubungkan antara
mengkhawatirkan bahwa penduduk di Indonesia besarnya laju pertumbuhan penduduk dengan
pada tahun 2000 akan berjumlah 281.902.000, waktu yangdiperJukan untuk menjadi dua kali
yakni dua kali dad jumlah penduduk tahun sebagai berikut:
1978. Kalau Program Keluarga Berencana
berhasil, maka perkiraan pada tahun 2001 nanti Tabel2
Waktu Yang Diperlukan Untuk Perturnbuhan Dua Kali Lipat
jumlah penduduk Indonesia akan berjulnlah
219.695.100. Pertumbuhan Penduduk (O~) Waktu ganda (tahun)
Dari tabel di atas dapat dilihat pula bahwa
angka pertulnbuhan penduduk terus menurUIl, 1,0 70
yakni pada tahun 1998 1,53% per tahun, sedang 2,0 35
3,0 24
jumlah penduduk Indonesia pada tahun itu sekitar
4,0 17
204.353 juta. Namun demikian karena jUlnlah
penduduk Indonesia besar, angka pertumbuhan Sebagailnana dikemukakan di atas,
penduduk sebesar itu nlasih tinggi. penduduk Indonesia tahun 1998, 204,442 juta,
Laju pertumbuhan penduduk dalam setiap Inaka dengan tingkat pertumbuhan penduduk
kurun waktu tertentu tidak sarna. Dalaln kurun 1,53% per tahun, jUJlllah penduduk Indonesia
waktu 1945-1950 laju pertulnbuhan penduduk akan menjadi dua kali lipat yakni 408.884 juta
sekitar 1,03 per tahun. Laju pertumbuhan hanya dalam waktu 50 tahun, yang akan tercapai
penduduk ini naik dalanl kurun waktu 1950.. 1961 sekitar tahun 2050. Jadi walaupun telah terjadi
menjadi sekitar 2,095 per tahun, kemudian turun penurunan laju pertulllbuhan penduduk yang
sedikit antara tahun 1961-1971 menjadi 2,08% berarti, namun laju pertumbuhan penduduk
per tahun, kelnudian naik lagi antara tahun 1971- Indonesia masih tetap tinggi, akan menimbulkan
980. tnenjadi per tahun. Periode tahun berbagai masalah kependudukan dan lingkungan
1945-1950 adalah periode revolusi fisik, kondisi hidup yang tak pernah habis-habisnya. Karena itu
kesejahteraan bangsa Indonesia sangat jelek usaha penurunan laju pertumbuhan penduduk
termasuk kondisi kesehatan masyarakat, karena harus terus diintensifkan khususnya InelaJui
itu kelnatian tinggi. penurunan kelahiran.
angka kelahiran tinggi, tapi karena angka Pertumbuhan yang
kematian lnaka laju pertumbuhan kOlnposisi penduduk Indonesia
oeltlOlJdllk J11lenlladl rendah. Setelah revolusi fisik berdasarkan umur muda.
ITIulai 950 Menurut LetnO(lQa ue;mOQra.t1 1."... 1..... 1+..."".., ........ ,"',..".".............

Universitas Indonesia
penldu(juk Inuda karena pell<.llldUIK
14 sarna atau dari 4 %.
pelllducjuk yang berumur 0-14% terus Inenurun
di atas. Program % tahun 187]
Berencana yang secara nasional dirnulai' tahun tahun 1995, dan berdasarkan Statistik
di Hhat tahun 1980-an (1
pertUITlbuhan DeniOUc:1Uk antara tahun 1980- %. Berdasarkan Statistik Dalam 50
tahun.

t'erldJcilk,ln K.epe~ndljdukan dan Lingkungan .....(Subardhy) 89


Indonesia Merdeka (op.cit, : 157) sebagaimana Penyebaran penduduk Indonesia yang
dikemukakan dalam Tabel berikut, ada tidak Inerata telah telah Inenjadi masalah sejak
penurunan pers~~tfl~e pendudukyang berumur 0- lama. Sebagian besar penduduk- .lnqonesia
14 % antara tahiir1"'l <:J71 sampai 1998. Penduduk terkonsentrasi di Pulau Jawa. Ada 'peilurunan
yang berurnur 0-14 tahun pada tahun 1971 persentase penduduk. Pulau Jawa dibandingkan
tercatat 43,97 % kemudian turun rnenjadi 28,83 dengan seluruh penduduk Indonesia, tetapi
% pada tahun 1998. pe-nurunan tersebut nlasih belum berarti,. Banyak
faktor yang menyebabkan Pulau Jawa menjadi
Tabel3 . tempat konsentrasi penduduk Indonesia, antara
Susunan umur Penduduk 1971-1995 (persen) lain dikemukakan oleh Horsman dan Rutz (dalam
Tahun 0-14 15-64 65+ Sumarto, 1985:8):
1971 43,97 53,52 2,51 Sejak zaman dahulu, konsentrasi penduduk
1980 40,84 55,84 3,25 Indonesia adalah di Pulau Jawa. Keadaan seperti
1990 36,49 59,63 3,88 ini menurut Horstman dan Rutz disebabkanoleh
1995 33,54 62,28 4,18 fungsi dari empat faktor yang menguntungkan
]998 28,83 67,34 3,84 (BPS, 1999:56) bagi kehidupan manusia yaitu kondisi -tanah
Berdasarkan data di atas, dapat dihitung vulkanis yang subur, curah hujan yang cukup,
"angka ketergantungan" atau "dependency ratio" topografi yang datar dan poJa pengaliran
yakni" jumlahpenduduk yang berulnur 0-14 (drauinage) yang baik.
tahun ditambah dengan penduduk y_~ng berurnur Perkembangan penyebaran penduduk Indonesia_
65 dan lebih dibagi dengan jumlah penduduk ditunjukkan dalam tabel 3 dari Buku Statistik
yang berumur 15-64. Tahun 1998 angka Dalaln 50 tahun Indonesia Merdeka (BPS, 1995:
ketergantungan penduduk Indonesia adalah 28,83 154) danStatistik Lingkungan Hidup Indonesia
+3,84 dibagi 67,34 X 100 sailla dengan 48,51 ]998 (BPS, ]999: 399-400) sebagai berikut :
atau 49. Artinya dari 100 penduduk usia
produktif menanggung beban 49 orang penduduk Tabel4
usia tidak produktif.Angka beban beban Persentase Penduduk yang Tinggal di Pulau Jawa dan Luar
ketergantungan penduduk tahun 1971 adalah Jawa Dan kepadatan penduduk Per Km Persegi 1961-1995
dan tahun 1998
43,97 + 2,52 dibagi 53,52 X 100 sarna dengan
Tahun Persentase Penduduk Kepadatan Penduduk
86",86 atau 87. Artinya dari 100 penduduk usia Jawa Luar Jawa Jawa Luar Jawa Indonesia
produktif Inenanggung beban 87 orang penduduk 1961 65,00 35,00 476 19 51
yang tidak produktif. Dengan demikian angka 1971 63,80- 36,20 576 24 62
1980 61,90 38,10 690 31 77
beban ketergantungan -tahun 1971 sebesar 87 1990 59,97 40,03 814 .40 93
berubah menjadi49 tahun 1998, suatu perubahan 1995 59,07 40,93 868 45 102
yang sangat berarti. Menurut Finnan Lubis 1998 58,52 41,49 905 48 107
(1982:53) : Untuk negara-negara yang sudah (Statlstlk Llngkungan Htdup IndoneSia 1998.. 1999 : 399-
400)
maju, golongan usia kanak-kanak tidak begitu
Dari tabel tersebut diatas, dapat dilihat
besar yaitu kira-kira 20%, namun golongan usia
adanya penurunan persentase penduduk Pulau
tua relatif besar yaitu kira-kira 12%, sehingga
Jawa dad 65 % tahull 1971menjadi 58,52 %
angka beban ketergantungan sekitar 47. Melihat
dalatrl tahun 1998, dan adanya kenaikan
angka ketergantungan eli Indonesia sebesar 49,
persentase penduduk di Luar Jawa dari 3§ %
tidnk jauh berbeda dengan angka beban
tahun 1961 menjadi 41,49 % dalam tahun 1998.
ketergantungan dengan negara-negara yang
NalTIUn den1ikian penurunan persentase"
sudah Inaju. Namun karena sebagian besar
penduduk di Pulau Jawa dan kenaikan persentase
kualitas penduduk Indonesia yang produktif
penduduk di Luar Jawa belum malnpu
masih rendah dibandingkan penduduk di negara-
memperbaiki pola penyebaran penduduk secara
negara yang sudah maju, maka angka
nasional. Pola penyebaran penduduk. ini
Dependency Ratio sebesar 49 dibagi bangsa
l11empengaruhi terhadap kepadatan penduduk.
Indonesia luasih cukup tinggi dibandingkan
Kepadatan penduduk di Pulau Jawa terus Ilaik.
1dengan negara-negara yang sudah Inaju, yang
Dalam tahun 1961 tercatat kepadatan penduduk
berarti masih cukup berat bagi bangsa Indonesia
di Pulau Jawa sebesar 476 naik Inenjadi 905
dalaln upaya Ineningkatkan kemajuan dalaln
tahun 1998, lebih dari dua kali lipat kepadatan
bidang sosial, ekonolni pendtiduknya.
tahun 1961. Dari Ruku Statistik Lingkungan
PeJiyebaran Penduduk

190 Cakrawala Pendidikan,.Novelnber 2000, Th. XIX, No.4


Hidup Indonesia 18998 (BPS, 1999 : 3999-400) 10 tahun ke atas menurut jenjang pendidikan
dapat dilihat data sebagai berikut. yang ditamatkan dikemukakan dalam Tabel 7
Tabel5 berikut.
Luas Oaerah, Penyebaran Penduduk Tabel7
Keoadatan dan L-JU pertumbuhan Pen dd udUk Persentase Penduduk berumur 10 Tahun ke Atas
Oaerah Luas % L.ln Penduduk %Pnd Kep Laju
.Pd Pc Pod Menurut Jenjang Pen d'Idi kan Ynga Diatamatkannya
Kalimantan 539.460 28,11 11.226.100 5,49 21 2,46 Jenjang Yang 1961 1971 1980 1990 1994 1998
Maluku &Irian 496.486 25,87 4.303.800 2,Jt 9 2,01
473.481 24,67 42.209.000 21,14 91 1,74
Oitamatkan
Sumatera
Sulawesi 189.216 9,86 14.519.600 7,10 77 1.74 BeJum Tamat SO 19,70 33,25 40,99 3J,46 39,32 36,39
Jawa 132.186 6.89 119.630.000 58,52 905 1,32 Sekolah Dasar 12,40 19,59 20,64 30,36 31,97 32,99
Bali &Nusa T 88.488 4,61 11.552.700 5.65 131 1.67
100,00 204.442.000 100.00 107 1.53
SLTP 2,40 4,38 5,98 10,72 12,16 13,92
Indonesia 1.919.317
SLTA 0,60 2,04 4,35 9,95 12,12 13,75
Oi atas SLTA 0,10 0,34 0,49 1,25 1,71 2,95
Dari data di atas, ternyata bahwa Dari tabel tersebut sebagian besar
ketimpangan penyebaran penduduk di Indonesia penduduk Indonesia tahun 1998 pendidikannya
belum berubah secara berarti, sebagian terbesar tingkat SD ke bawah, yakni sekitar 69,3871,29%
penduduk masih berdomisili di Pulau Jawa. dad seluruh penduduk Indonesia yang berumur
10 tahun ke atas.Yang berpendidikan tingkat
Kualitas Penduduk Indonesia SLTP tercatat 13,92% dan yang berpendidikan
Indikator kualitas penduduk berkaitan tingkat SLTA juga sekitar 13,75%. Yang
dengan (I) pendidikan, (2) kemiskinan, berpendidikan di atas SLTA tercatat hanya
kesehatan. sekitar 2,95%. Terdapat peningkatan yang berarti
Setelah Indonesia merdeka tahun 1945 tamatan SO dari J 2,40% dalam tahun 196 )
pemerintah Indonesia berusaha untuk menjadi 32,92% daJam tahun 1998. Peningkatan
meningkatkan pendidikan bangsa Indonesia di yang cukup tinggi ini antara lain karena di
semua jenjang pendidikan termasuk di dalamnya canangkannya wajib belajar 6 tahun, namun hal
pemberantasan buta huruf. Menurut catatan ini tidak diikuti o)eh jenjang pendidikan yang
"Statistik dalam 50 tahun Indonesia merdeka lebih tinggi, ada kenaikan tapi belum
(BPS, 1995 :177), sebagaimana dikemukakan menggembirakan, hal ini mungkin disebabkan
dalam tabel 6 berikut menunjukkan persentase biaya pendidikan yang cukup tinggi. Data
penduduk berumur 10 tahun ke atas yang buta tersebut di atas menunjukan bahwa pada
huruf menurut kelompok umur tahun 1961-1994 umumnya pendidikian bangsa Indonesia masih
Tabel6
Persentase Penduduk berumur 10 Tahun ke Atas yang Buta rendah.
Huruf Menurut Jenis Kelamin Tahun 1961-1994 Indikator lain tentang kualitas penduduk
Tahun Laki-Iaki Perempuan adalah kemiskinan. Sebenarnya pemerintah telah
1961 44,30% 69,30%
1971 27,91% 49,69% berhasil menurunkan persentase kemiskinan atau
1980 20,17% 37,23% jumlah penduduk yang miskin. Tahun 1980
1990 10,39% 21,31% persentase penduduk miskin mencapai angka
1994 8,13% 17,23%
1998 6,60% 14,46% (BPS, 1999:446)
% atau sekitar juta orang kemudian
Pada tahun 1961 penduduk yang berumur menurun menjadi 11,35 atau sekitar 22,5 juta
10 tahun ke atas yang buta huruf tercatat 57,10%, orang tahun 1996. Namn adanya krisis moneter
kemudian menurun cukup tajam menjadi 12,74% dan ekonomi yang dilTIulai sejak pertengahan
1994. dilihat tahun 1 orang tahun
1.r-"'="II"",..,.........
_iDIo'rC'O., ....:JlC'iDIo perempuan yang buta huruf
r ... -.,
1998 bertalnbah mencapai 79,4 juta atau naik
besar dari laki-Iaki, tahun 10 orang dari tahun 980.
. . .,,"',.- .... "'.44.300/0 perempuan dalam
tahun 994 laki-Iaki 8, 3 % dan
sebesar Menurut Statistik Batas Miskin, Persentase dan Jumlah Penduduk Miskin '9"76 i 998
998 999 Talmn Batas % Penduduk Miskin Jumlah Penduduk Miskin
Kemiskinan
yang berumur (Rp/bulan)
oel!1dlJdllK yang Kota Desa Kola Desa Total Kota Desa Total
1980 6.831 4.449 29,00 28,60 28,60 9,50 32,80 42,30
laki dan perelnpuan 4,46%. 1984 13.731 7.746 23,10 21,20 21,60 9,30 25,70 35,30
Statistik Dalam 50 Tahun Indonesia 1990 20.614 13.295 16,80 14,30 15,10 9,40 17,60 27,20
1996 38.246 27.413 9,70 12,30 11,30 7,20 15,30 22.50
Meerdeka dan menurut 1998 52.470 41.588 2880 45,60 39,10 22,60 56,80 79,40
1998 Catatan : ......"" kapitalbulan
menU111uKK2Ln 10-''''''.1\ oJ .....· • • " ......... , ..... p4~ndudllk yang Sumber: angka perkiraan untuk 1998

Linlf!kungan ..... (Subardhy) 91


MenurutM. Husein Sawit(1999:1) : Di di Indonesia tahun 1971 - 1994, sebagaitnana
Indonesia saat ini sedang terjadi fenomena dikemukakan dalaln tabel berikut.
kemiskinan In~~J~:.J?enyebabnya adalah (1) Krisis
moneter yang ':"'\11fu&:1 ai sejak pertengahan 1997 Tabel9
dan (2) Kemaraupanjang akibat EI Nino dan Perkiraan AKB dan AHH
akan diikuti oleh banjir akibat La Nina:. Lebih Menurut Jenis Kelamin~ tahun 1971 - 1994
Lanjut Husein Sawit (Ibid: 1-3) menyatakan : Sumber Data AKB (per seribu) AHH (tahun)
"Kelniskinan dan kekurangan pangan : (1) L P L+P L P L+P
SP71 (1967) 158 134 145 44,2 47.2 45T
Jumlah orang m'iskin, pada tahun 1998 mencapai SP8Q (1976) i18 100 109 50,8 53,7 siT
79,4 juta orang (Iihat tabel 8) atau 39% dari SP90(l986) 79 64 71 58,1 61.5 59,8
1994 Pr 63 50 57 61,2 64~9 63,)-
penduduk Indonesia, pada hal tahun 1996 hanya
33,5 juta orang atau 11 %. (2) Jumlah orang
1995 (SUPAS) 57 45 51 - - -
Catatan : SP= Sensus Penduduk
Iniskin Ineningkat pesatatau bertambah 56,9juta Pr = Proyeksi
Tahun dalam tanda kurung= tahun rujukan
dibanding dengan tahun ]996,(3) Penduduk
miskin di kota Ineningkat 214% (Iebih kecil dari
yang terjadi di desa tneningkat sebanyak 271 %). Dari angka AKB dan AHH ternyata AKB
Jawaban yang masuk akal barangkali banyaknya dan AHH naik terus, yang menunjukkan ada
orang yang berada disekitar garis kemiskinan di perbaikan atau peningkatan kesehatan. Namun
pedesaan cllkup dominan,. sehingga sedikit saja hila dibandingkan dengan AKB di llegara-llC?gara
pendapatal1 berkurang akan Inenyebabkan yang telah Inaju, AKB di Indonesia Inasih sangat
penurunan jUlnlah orang miskin yang lebih tinggi. Ternyata ada korelasi yang positif yang
banyak, (4) Pengangguran diperkirakan paling berarti antara AKB dengan GNP per kapita.
banyak terjadi. di perkotaan/tutupnya sejumlah Makin baik GNP per kapita makinkecil/rendah
besar industri Inanufaktur serta lumpuhnya sektor AKB; sebagailnana dikemukakan oleh Firman
pembangunan, (5) Penurunan pendapatan riil Lubis (1982 : 34) pada tahun 1981 : "India AKB-
masyarakat, (6) Meningkatnya pengangguran dan nya 134 dengan GNP per kapita... ~"
junllah keluarga miskin serta keluarga yang
kekurangan pangan baik di pedesaan maupun Tabel 10
perkotaan (7) Sebagian rumah tangga miskin Persentase Balita Menurut Status Gizi, 186-1992
telah menjual aset yang dirniliki untuk beli -----
Status Gizi Tahun Daerah .Tempat
pangan, (8) Kalau hal ini terus berlanjut dan Tinggal
tidak ada bantllan pangan dari pemerintah, Inaka 1986 1992 Kola Desa
yang paling Inenderita adalah para wanita hamil Baik 48,70 55,53 63,68 52,07
serta anak-anak balita dan hal ini akan Sedang 37,40 3L,42 27,01 52,07
berdalnpak serius pada pelnbentukan SDM di Kurang/Buruk 13,90 13,05 9,31 14,64
masa yang akan datang, dan (9) Tingginya resiko
ketahanan pangan rumah tangga/dominan Status gizi Inengalami peningkatan dari,
ditentukan oJeh aksesibilitas sebagai akibat 48,70% menjadi 55,92% pada tahllnJ994,masih
meluasl1ya ketniskinan, pendapatan' riil sekitar 45% yang gizinya beJum termasuk baik.
masyarakat menllrun tajaln, dan bertambahnya Terdapat juga perbedaan status gizi di kota dan di
pengangguran". desa, di kota tahlln 1992 status gizinya lebih baik
yakni sekitar 63,68% sedang di desa sekitar
Indikator lain tentang kuaJitas penduduk 50,07%. Keadaan ini mencerminkan dari
adalah tingkat kesehatan penduduk. Pada perbedaan tingkat pendidikan dan keadaan sosial' ;
umumnya tingkat kesehatan masyarakat ekonomi pendllduk serta ketersediaan pelayanan
Indonesia masih rendah. Hal ini antara lain kesehatan antara perkotaan dan daerah kota.
ditunjukkan Inasih tingginya angka kematian
bayi, Inasih terbatasnya fasilitas kesehatan, Peranan PK LH dalam Mengatasi masab~h
persentase jlunlah penduduk yang Inelnperoleh Pendudukdi Indonesia '
fasilitas air Ininum bersih (PAM) masih rendah, Telah dikelnukakan di atas, bahwa masalah',
jumlah kalori yang dimakan oleh' setiap kependudukan di Indonesia akibat 'Iaju
penduduk setiap hari masih rendah. Statistik pertulnbuhan penduduk yang cepat dan tid~k' '"
dalam 50 Tahllil Indonesia Merdeka (Op.cit., diinlbangi dengan pertunlbuhan pendudU~
J56) Inel111njukkan Angka kelnatian Bayi (AKB) dengan jalan lnenurunkan angka kelahiran, ialdff

192 Cakrawala Pendidikan, November 2000, Th. XIX, No.4


mel~lui prograln keluarga berencana (KB). Sejak budaya, ekononli dan teknoJogi serta kualitas
dicanangkannya sebagai program nasional tahun lingkungan hidup; (5) Inengembangkan l1ilai dan
1968 saInpai sekarang, program KB sudah sikap positif yang lnengarah kepada
ITIenul)jukkan hasil yang berarti, yakni dapat pembentukan keluarga yang bertanggung jawab.,
menurunkan Jaju pertuHlbuhan pendud':lk dari tneInanfaatkan sunlber daya secara rasional,
2,520/0 tahun 1981 tnenjadi 1,530/0 tahun 1998. memelihara dan melestarikan lingkunan bagi
Namun delnikian, masalah kependudukan tidak kehidupan yang lebih baik. (7) lnengenlbangkan
senlata-mata masalah teknis medis, tetapi (ebih partisipasi aktif baik secara individual 111aupun
tnerupakan Inasalah- sosial, yaitu rnasalah kelompok dalanl kegiatan yang Inenyangkut
perubahan sikap dan tingkah Jaku. Sebagailnana usaha peningkatan kualitas hidup t11elalui usaha
dikelnukakan oleh Haryono Suyono (dalanl penyebaran penduduk secara rasionaL
Sudjinggo, 1986:44): "Keluarga Berencana pengendalian fertilitas, dan keserasian
bukan selnata-senlata progranl penggunaan alat keseilnbangan lingkungan hidup.
kontrasepsi tetapi tnerupakan sikap hidup, tata Tujuan PKLH yang telah lebih khusus
nilai dan nonna kehidupan". Pernyataan tersebut tersebut, dapat dirinci lebih jauh lagi yakni : (I)
sangat tepat sebab Inelalui penerangan yang Tujuan pertalna lnenyampaikan pesan yakni agar
1l1otivasi atau bahkan Inelalui anak didik melniliki yang baik
keseinlbangan antara kelahiran dan kenlatian dinanlika kependudukan di Indonesia, yakni
sehubungan dengan kelnampuan nlanusia dalalTI tentang fertilitas 1110rtalitas
IneInanfaatkan sUInberdaya alam dengan tidak (kelnatiarr) dan lTIigrasi (perpindahan penduduk).
nlerusak keseill1bangan Jingkungan. Ketiga variabel in i lah yang Inenentukan laj u
Munculya Pendidikan Kependudukan dan pertulnbuhan pendduk suatu daerah atau negara.
Lingkungan I-lidup bukan Inerupakan jawaban Secara nasional vriabel fertilitas dan Inortalitas
yang langsung dan yang sifatnya menyeluruh dan akan Inenentukan laju pertumbuhan secara
tuntas terhadap 111asalah kependudukan. nasional. Secara regional disaillping variabel
Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan fertilitas dan nlortalitas, variabel 111igrasi atau
Hidup hanya Inerupakan satu segi saja dad sekian transtnigarasi nlerupakan variabel yang
banyak usaha lain yang harus berjalan dengan menentukan perkell1bangan penduduk secara
langkah yang sarna dalam Inengatasi masalah regional. Anak didik diharapkan Inemahalni
kependudukan di Indonesia. benar h ubungan antara [erti I itas adan mortal itas.
Oalaln laporan hasil rapat pengkaj ian Sedang konsep dasar lingkungan hidup berkaitan
ped0l11an Pendidikan Kependudukan dan dengan penlahanlan tentang ekologi, ekosisteln.,
Lingkungan Hidup pada tanggal 25-27 Januari lingkungan hidup. Menurut Nursid Slunaatlnadja
1984 tecantunl batasan Pendidikan (1989:30) : OalalTI konteks ekologi te~jadi sistelTI
Kependudukan dan Lingkungan Hidup ekologi yang disebut ekosistenl yang Illerupakan
(Oepdikbud, ibid: 19) sebagai: "Suatu progralTI jalinan hidup sebagai hasil interaksi antara
untuk Inenlbina anak didik Inakhluk hidup dan lingkungannya di suatu
lnelniliki kesadaran, sikap dan perilaku yang tenlpat atau pada suatu ruang tertentu'~. Sedang
rasional serta bertanggung ja\vab tentang menllrllt Soedjiran ResosoedarnlO (1984:7):
pengaruh kehidupan 111anusia. Lebih "Suatu kawasan alalTI yang didalalnnya tercakup
DeparteInen Pendidikan dan unsur-unsur dan unsur-llnsur
Inerulnuskan serta antara unsur-
khusus tilnbal

yang bersifat

Peranan Pendidikan en('~ndIJdUKan dan L.JIII.::.,'''''' 1"-,'.'" 93


menyebabkannya. Masalah penduduk dan cepat. Pesan lai~ yang disampaikan oleh tujuan
lingkungan hidup timbul antara lain karena ketiga ini adalah agar anak didik memahami
pertumbuhan penduduk,'yang cepat yang tidak dengan baik berbagai faktor yang meny~babkan
seimbang dengatfpertumbuhan kebutuhan hidup kemerosotan kualitas lingkungan serta"·usaha-
penduduk. Sumber daya alamyang diperlukan usaha untukmeningkatkan kualitas lingkungan
untuk ·mendokung hidup manusia jumlahnya tersebut;. (4) Tujuan keempat memesankan agar
terbatas dan penyebarannya tidak merata, anak didik memahami benar bahwa pertumbuhan
sedangkan pertumbuhan penduduk cenderung penduduk yang cepat akan Inenyebabkan
terus men~ingkat dengan cepat. Sebagaimana timbulnya .berbagai masalah sosial yang tidak
dikemukakan oleh J.A. Katili (1983: 23-24): diharapkan. Sulitnya meningkatkan kesejahteraan
Manusia adalah suatu spesies yan~ jUllllahnya hidup penduduk, dan akan n1enyebabkan
kian bertanlbah dan membutuhkan sumber daya benturan-benturan yang berat terhadap
alam untuk dapat nlempertahankan hidupnya. lingkungan hidup; (5) Pesan tluuan kelima antara
Dalam situasi demikian, sumber daya terbarukan lain adalah agar anak didik : (a) memiliki
seperti air dan tanah karena pemakaian yang pengertian dan kesadaran tentang akibat besar
tidak rasional, dapat dengan cepat mencapai taraf kecilnya jum"lah keluarga terhadap situasi
dimana dapat dianggap tidak terbarukan lagi. kehidupan di dalam keluarga dan masyarakat, (b)
Sumber daya alam yang dapat diperbahari, Inemiliki pemahaman dan kesadaran bahwa
bila manusia terus bertambah dengan cepat, kelahiran bukan semata-mata karena nasib atau
akhirnY~Slllnber daya alam tersebut akan sampai takdjr~ tetapi merupakan sesuatu yang dapat
kepada kondisi yang tidak dapat diperbaharui. direncanakan dan diusahakan; (c) memiliki
Air dan tanah yang tercemar tidak ada artinya pemahaman dan kesadaran terhadap kenyataan
lagi bagi nlanusia. Kondisi demikian akan bahwa besar-kecilnya jumlah keluarga hukan
menyebabkan tekanan yang berat terhadap semata-mata karena nasib atau takdir, tetapi
lingkungan hidup yang b~rarti akan terganggunya sesuatu yang dapat direncanakan dan diusahakan;
keseimbangan ekosistem, yang dapat (d) memiliki pemahaman dan kesadaran akibat
menitnbulkan berbagai masalah lingkungan jumlah keluarga besar terhadap kualitas
hidup. Laju pertumbuhan penduduk yangcepat, kehidupan keluarga; (e) melniliki kesadaran
menyebabkan benturan-benturan yang kuat bahwa ukuran keluarga keeil sebagai suatu yang
terhadap lingkungan hidup. Anak didik wajar dan dikehendaki dan hubungannya dengan
diharapkan menyadari dengan baik bahwa kualitas hidup, (f) memiliki pemahaman bahwa
masalah penduduk yang terj~di masa kini adalah keluarga kecil merupakan dasar untlik
kelanjutan masalah pendudukdimasalampau, memperbaiki kualitas hidup masyarakat, (g)
karena pada masa itu tidak ada upaya mengatasl memiliki pengertian dan kesadaran mengenai
masalah tersebut. Selanjutnya masalah penduduk pentingnya dan terbinanya keseimbangan
masa kini akan bila tidak ada pemecahansecara ekologis. (6) Tujari keenam menyalnpaikan pesan
baik, akan terus berlanjut di masa mendatang. (3) kepada anak didik; (a) agar Inemiliki keteramplan
Pesan ketiga adalah agar anak didik memiliki untuk . membina keluarga yang bertanggu'ng
pengetahuan, pemahaman dan pe~ghayatan jawab, (b) agar mampu memanfaatkan sumber
tentnng nlasalah penyebarall pellduduk d i dnyn secara rasional, dan (c) 1l1alllpU Jnclcstarikall
Indonesia, sebab-sebab terjadi pola penyebaran lingkungan dengan baik. (7) Tujuan yang ketujuh
tersebut serta berbagai masaJah yang merupakan sasaran akhir dari PKLH, yaitu bahwa
ditimbulkannya. Tujuan ini menyampaikan juga anak didik pada akhirnya harus" mampu
pesan agar anak didik memiliki pengetahuan, berpartisipasi aktif, haik secarn inetividll~1
pemahalnan dan penghayatan tentang masalah maupun secara kelompok dalam nlenghadapi
penyebaran penduduk di Indonesia sebab-sebab d,alalTI berbagai 111asalah kependudukan dan
terjadi pola penyebaran tersebut serta berbagai lingkungan hidup. Anak didik berpa'l1lsipasi di
masalah yang ditimbulkannya. Tujuan ini bidang kependudukan, dengan merencanakan
menyalnpaikan juga pesan agar anak didik jumlah keluarga secara rasional p~da saat mereka
memahalni dengan baik berbagai faktor yang tiba waktunya untuk berumah tangga.
menyebabkan pertumbuhan penduduk di Diharapkan mereka merencanakan dan
Indonesia masih tinggi serta akibat-akibat yang mengusahakan hanya mempunyai dua anak saJa
ditimbulkannya serta berbagai usaha untuk sepanjang hidupnya atau sepanjang usia
mengendalikan pertuillbuhan penduduk yang suburnya. Oi salnping itu mereka secara nyata

194 Cakrawala Pendidikan, Novelnber 2000, Th. XIX, No.4


Jnelnbantu usaha perataan penyebaran penduduk. anggota masyrakat yang metnpunyai kepedulian
Setiap orang diharapkan secara ikhlas jika terhadap lingkungan hidupnya, akan berbuat dan
memang diperlukan bersedia meninggalkan bertindak terhadap lingkungan hidupnya secara
tempat tinggalnya untuk meningkatkan kualitas arif dan bijaksana sehingga akan selalu menjaga
kehidupannya, dan sekaligus membantu keseimbangan ekologi menuju kehannonisan dan
menyelesaikan masalah perataan penduduk kelestarian lingkungan hidup yang mantap.
secara rasional. Sebaliknya mereka tidak Dengan demikian meJalui PKLH akhirnya akan
melakukan hal-hal yang berlawanan arah, terkendali pertumbuhan penduduk yang berart i
misalnya pindah ke ~ kota besar yang sudah akan menurunkan laju pertumbuhan penduduk.
Jnelampaui daya dukung. Dalam bidang Turunnya laju pertumbuhan penduduk akan
lingkungan hidup, anak didik diharapkan Ineringankan dalam tnenyediakan kebutuhan
berperilaku nyata dalam mengelola secara hidup penduduk baik berupa pangan, sandang,
bijaksana sumber daya alam yang mereka miliki, papan, maupun fasilitas pendidikan, kesehatan
tepat guna, hemat dan berorientasi kepada dan penyediaan lapangan kerja. Turunnya· laju
kelestarian dan kemanfaatan bagi kehidupan yang pertulnbuhan penduduk berarti pula tekanan
lebih layak dari generasi ke generasi. terhadap lingkungan hidup akan berkurang dan
Sebagai prograln pendidikan, Inaka akan terjadi keseimbangan dan kehannonisan
sumbanagn PKLH terhadap pemecahan Inasalah ekologis. Hal ini berarti akan rnelnudahkan
KelJerlalllaUKall1~ tidak secara langsung Inenjadikan mengatasi berbagai Jnasalah yang
anak-anak didik Inatnpu memecahkan Inasalah- dihadapi oleh bangsa Indonesia.
Inasalah kependudukan tersebut, tetapi PKLH
berperan Inerubah sikap mental anak didik agar Kesimpulan
memiliki jiwa kritis, obyektif, inovatif yang Masalah kependudukan di Indonesia pada
Inerupakan kekuatan sosial, kultural, dan umumnya berkaitan dengan laju pertulnbuhan
psikologis yang menggerakkan pertumbuhan dan penduduk yang masih tinggi, penyebaran
perubahan. Dengan demikian, melalui pesan- penduduk yang masih timpang dan kualitas
pesan yang disampaikan PKLH, anak didik kelak sebagian besar penduduk yang Inasih rendah.
diharapkan akan Inenjadi anggota 111asyarakat Ketiga Inasalah kependidikan tersebut satu salna
yang Inelniliki kelnanlpuan utnuk 111endobrak lain saling berhubungan dan saling
penghalang-penghalang perubahan, Inengokohkan. Laju pertumbuhan penduduk yang
meningkatkan mobilitas geografis maupun cepat terutama di Pulau Jawa akan mempersulit
vokasional, dan memperbesar inovasi-inovasi, upaya pemerataan penduduk. JUlnlah kelahiran
khususnya dalam masalah kependudukan setiap tahunnya di Pulau Jawa selalu akan lebih
lingkungan hidup. Sebagai progranl pendidikan~ tinggi dibandingkan dengan jUlnlah penduduk
PKLI-I nlcnlberikan harapan yang besar karena yang dapat ditransl11igrasikan dari Pulau Jawa ke
prograrn pendidikan dilaksanakan secara berbagai pulau di luar Jawa. Laju pertunlbuhan
terencana~ sistenlatis, terarah dan terus tnenerus. yang Inasih tinggi pula sulitnya
Dunia pendidkal} berkenlbang dan maju penuh nlenyediakan kebutuhan hidup penduduk seperti
dengan inovasi, karena di samping berfungsi pangan, sandang, papan, fasilitas pendidikan,
sebagai lembaga tempat mewariskan norma dan fasilitas kesehatan, lapangan kerja, berarti akan
nilai yang baik sangat sui it kualitas baik
lernbaga untuk secara inividual rnaupun secara
tnetnbina nornla Kualitas yang
kondisi yang meaUI(UnlQ:
pertuITlbulhan penldu<luk yang
Karena Inasalah

yang Inasih
kelahiran
ada usaha untuk tnenurunkan dan men~~~ndiallikan
diusahakan., angka kelahiran. Inenurunkan angka
menerilna dan nlelaksanakan kelahiran melalui progranl berencana
kecil Denlikian sudah yang berarti.
Namun rla,,~.Vtnn Ina:sal(lh K~eo(~nduduK(Ul

Peranan Pendidikan K.elDendu(IUk~an dan LlrlgKUn.f~an .....(Subardhy)


hanya sekedarmasalah teknis-teknis, tetapi lebih Departemen Pendidikandan Kebudayaan (1998).
merupakan masalah ~osial, yaitu masalah Pendiikan .Kependudukan dan Lingkungan
perubahan sikap;_J~ental dan tingkah laku. Hidup di [KIP dan FKIl>,.,·:J.~fta:
Sebagai program-:R~p~ndidikan,kehadiran PKLH Depdikbud " '". ;
sebagai kegiatan yang bertujuan untuk mengubah
tingkah laku,yakni perilakuyang mendukung Firman ·Lubis () 982). Masalah Kependuduklin
norma keluarga besar diharapkan berubah dan Kesehatan Masyarakat., Jakarta:
menjadi perilaku yang mendukung ·norma B~gian I1mu Kesehatan dan IImu
keluarga keeil. Demikian pula pesan PKLH yakni KedoterallPeneegahan. Jakarta,FEUI.
bahwa .besarnya keluargadapat direneanakan,
bukan semata-mata ditentukan oleh nasib, Erlich, Paul P. (1981). Ledakan Penduduk.
diharapkan menjadi keyakinananak didik.PKLH Terjemahan .. Inyo Fernandes dan Paul
melnesankan pula upaya meningkatkan kualitas Soge. Jakarta: Penerbit PT GraJnedia.
hidup pribadi keluarga dan masyarakat
f
UITIumnya. Pesan lain dari PKLH bahwa anak KatiH, J.A. (1983). 5 unlber da.,va A/anI: un/uk
didik arif dan bijaksanadalam memanfaatkan Pe111bangunan Nasional. Jakarta Ghalia
sUITIber daya alalTI untuk kepentingan hidupnya, Indonesia.
dan menyadari bahwa semua perilaku terhadap
lingkungan alam harus dapat Lembaga . Demografi Fakultas Ekonolni VI.
dipertanggungjawabkan, sehingga sUlnber alal11- , (1981). Dasar-Dasar Demografi. Jakarta:
yang terbatas tersebut dapat berlangsung terus LDFEUI (1983) Sumber Daya Alam
mendukungkehidupan dari generasi ke generasi. Untuk Pembangunan Nasional. Jakarta :
Dengan delnikian, anak didik yang telah Penerbit GhaJia Indonesia.
menerilna pesan-pesan PKLH sebagaimana
dikemukakan di atas, diharapkan anak didik Sawit, Husein. M. " Pendekatan BantuGn Pangan
tersebut memiliki sikap positif terhadap nonna Dan Metodologi Eva/uas; bantuan
keluarga keeil (NKK) sehingga pada saatnya pangan", Disampaikan pada peserta Pra-
mereka berkeluarga akan menerapkan norma Penelitian evaluasi aPK yang
keluarga keei) dalam arti mereka akan berusaha diselengggarakan oleh Mneg PHOR dan
hanya mempunyai dua anak sepanjang hidupnya Bulog, tanggal 7 Nopember 1998 di
atau sepanjang usia suburnya~ Dengan demikian, Jakarta.
diharapkan laju pertumbuhan penduduk akan
dapat dikendalikan. Dengan terkendalinya Maftuehah Yusuf. () 985). Pengaruh Timbal
pertumbuhan penduduk, maka akan memudahkan Balik Antara Kependudukan Dengan
dalam usaha 111engatasi Inasalah kependudukan di Berbagai Aspek KehidujJan Manusia.
Indonesia. Jakarta: FPS IKIP Jakarta & BKKBN.

Daftar Pustaka Sumartu (1985). Penduduk Indonesia da/am


Badan Koordinasi Keluarga Bereneana Nasional. Dinamika Migrasi 1971-1980, Yogyakarta
(1982). Pendidikan Kependudukan di : Bidang Penerbitan dua dmensi.
Indonesia., Jakarta: Pusat Pendidikan dan
Latihan.. 1982 Sutisna'l Oteng. ( 1997). Penclillikan dan
Penlbangunan Tantangan bagi-
Biro Pusat Statistik, (1995). Statistik Dala111 50 Pembaruan Pendidikan, Jakarta : Penerbit
Tahun Indonesia Merdeka, Jakarta :BPS Ganaeo NV.

_ _ _ _ _ _ _, (1999). Statistik Lingkungan


Hidup Indonesia., Jakarta: 'BPS

(1999). l-f)tatistik
Kesejahteraan Hidup., Jakarta: BPS

196 Cakrawala Pendidikan, Novelnber 2000, Th. XIX, No.4