Anda di halaman 1dari 11

ADAB-ADAB DALAM MEMAKMURKAN MASJID

Allah ‫ ﷻ‬berfirman dalam surah AtTaubah:18

‫ام فممعمسىَ رأولمئإ م‬


‫ك أمعن يمركورنواَ إممن اَعلرمعهتمإديمن‬ ‫ش إإنل ن‬ ‫اإ ممعن آمممن إباَنلإ مواَعليمعوإم اَعلإخإر موأممقاَمم اَل ن‬
‫صلَّةم موآمتىَ اَلنزمكاَةم مولمعم يمعخ م‬ ‫إإننمماَ يمععرمرر مممساَإجمد ن‬

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan
hari akhir dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan tidak takut kecuali kepada Allah, maka
mudah-mudahan mereka termasuk orang yang mendapatkan petunjuk.”

Seorang ciri dari muslim yang beriman mereka adalah orang-orang yang senantiasa memakmurkan
mesjid dengan memperhatikan adab-adabnya sebagaimana diajarkan di dalam alQur’an dan sunnah.

Berikut ini adalah adab-adab mesjid yang perlu diperhatikan :

1. Memakai pakaian yang bagus serta menutup aurat.

Allah Azza wa Jalla berfirman dalam Qs. Al A’raf : 31

‫ياَ بني آدم خذواَ زينتكم عند كل مسجد وكلواَ واَشربواَ ول تسرفواَ إنه ل يحب اَلمسرفين‬

“Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap masjid, makan dan minumlah, dan
jangan berlebihan, sesungguhnya ALLAH tidak menyukai orang yang berlebihan".

Rasulullah ‫ ﷺ‬bersabda, :

‫إن ا جميل يحب اَلجماَل‬،

“Sesungguhnya Allah itu maha Indah dan menyukai yang indah-indah”

Rasulullah ‫ ﷺ‬bersabda :
‫ فإن ا أحق من ريتزيرن له‬،‫إذاَ صلىَ أحدكم فليلبس ثوبيه‬

“Apabila salah seorang kalian shalat maka kenakanlah dua pakaian, maka sesungguhnya Allah adalah zat
yang lebih berhak agar seseorang berhias kepadanya”.

(Hr.Thabrani/ AlAwsath/ Lihat di silsilah hadits shahih/ syekh alBani)

2. Berwudhu sebelum berangkat ke mesjid dan memperbanyak langkah ke mesjid.

Rasulullah ‫ ﷺ‬bersabda,

َ‫ وكثرة اَلخطىَ إلى‬،‫ )إسباَغ اَلوضوء علىَ اَلمكاَره‬: ‫ قاَل‬. ‫ بلىَ ياَ رسول ا‬:َ‫أل أدلكم علىَ ماَ يمحو ا به اَلخطاَياَ ويرفع به اَلدرجاَت( ؟ قاَلوا‬
‫اَلمساَجد‬

“Apakah kalian mau aku tunjukkan kepada apa-apa yang Allah menghapus dengannya dosa-dosa dan
mengangkat dengannya derajat?, para shahabat berkata, ”tentu ya Rasulallah!”, beliaupun bersabda,
“sempurnakanlah wudhu dan perbanyaklah langkah menuju mesjid…”

(HR.Muslim)

3. Menjawab adzan muadzin

Rasulullah ‫ ﷺ‬bersabda,

‫إذاَ سمعتم اَلمؤذن فقولواَ مثل ماَ يقول اَلمؤذن‬

“Apabila kalian mendengar azan maka ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh muadzin” (HR.Bukhori)

4. Memperjauh langkah menuju mesjid, karena semakin jauh langkah semakin banyak pahalanya.

Rasulullah ‫ ﷺ‬bersabda,

‫إن أعظم اَلناَس أجراَا في اَلصلَّة أبعدهم إليهاَ ممشىَ فأبعدهم‬،

“Sesungguhnya orang yang paling banyak pahalanya ketika shalat adalah orang yang paling jauh berjalan
kepadanya..”

(Mutaffaq ‘alaihi)
5. Berjalan ke masjid dengan tenang, meskipun sudah iqomah (suara dalam masjid).

Rasulullah ‫ ﷺ‬bersabda,

َ‫ ول تسرعوا‬،‫ وعليكم باَلسكينة واَلوقاَر‬،‫إذاَ سمعتم اَلقاَمة فاَمشواَ إلىَ اَلصلَّة‬

“Apabila kalian mendengar iqomah maka berjalanlah (jangan berlari) menuju shalat dan hendaknya
kalian tenang dan tidak tergesa-gesa..”

6. Berdoa ketika masuk dan keluar mesjid dengan doa yang datang dari Nabi.

Rasulullah ‫ ﷺ‬bersabda,

‫ اَللهم إني أسألك من فضلك‬:‫ وإذاَ خرج فليقل‬،‫ اَللهم اَفتح لي أبواَب رحمتك‬:‫إذاَ دخل أحدكم اَلمسجد فليقل‬

“Apabila salah seorang dari kalian masuk ke masjid, maka ucapkanlah :

“‫”اَللهم اَفتح لي أبواَب رحمتك‬

Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmatMu”, dan apabila keluar (dari masjid) maka ucapkanlah.

“‫”اَللهم إني أسألك من فضلك‬

Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepadamu akan karuniaMu”.

(HR.Muslim)

7. Mendahulukan kaki kanan ketika masuk mesjid.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata :

‫كاَن اَلنبي يحب اَلتيمن ماَ اَستطاَع في شأنه كله في طهوره وترجله وتنعله‬

Nabi (‫ )ﷺ‬menyukai memulai dari sebelah kanan dari apa yang beliau bisa dari seluruh keadaannya,
ketika thaharah, menyisir dan memakai sandal/ pakaian (TERMASUK memakai perhiasan, memakai
celak, menyiram badan, sikat gigi, gunting kuku, rambut, mengedarkan sesuatu, dll.)”.

(Muttafaq ‘alaihi)
8. Shalat tahiyyatul masjid

Rasulullah ‫ ﷺ‬bersabda,

‫صللمي مرعكمعتمعيإن‬ ‫إإمذاَ مدمخمل أممحردركرم اَعلممعسإجمد فملَّم يمعجلإ ع‬.


‫س محنتىَ ير م‬

“Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka jangan duduk sebelum shalat dua raka'at.”

[HR. Al-Bukhari no. 444 dan Muslim no. 714]

9. Disunnahkan shalat mendekati sutrah,

Rasulullah ‫ ﷺ‬bersabda:

َ‫ وليدن منها‬،‫إذاَ صلىَ أحدكم فليصل إلىَ سترة‬.

“Apabila salah seorang dari kalian shalat, maka shalatlah ke arah sutrah, dan mendekatlah dengannya”.

(HR.Abu daud dan Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh syekh Albani)

10. Jangan melintas di depan orang yang shalat.

Rasulullah ‫ ﷺ‬bersabda,

‫لو يعلم اَلماَر بين يدي اَلمصلي ماَذاَ عليه لكاَن أن يقف أربعين خيراَا له من أن يمر بين يديه‬

“Seandainya orang yang melintas di depan orang yang shalat mengetahui akan apa yang terjadi padanya,
niscaya dia akan rela untuk berdiri selama 40 dari pada melintas di depannya”.(Mutaffaq ‘Alaihi)

11. Mengucapkan salam kepada orang yang berada di masjid.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata :


‫ار معلمعيإه مومسلنمم‬
‫صنلىَ ن‬
‫ار معلمعيإه مومسلنمم فممرند اَلننبإيي م‬
‫صنلىَ ن‬ ‫ار معلمعيإه مومسلنمم مدمخمل اَعلممعسإجمد فممدمخمل مررجلُل فم م‬
‫صنلىَ ثرنم مجاَمء فممسلنمم معملىَ اَلننبإلي م‬ ‫صنلىَ ن‬ ‫أمنن اَلننبإ ن‬
‫ي م‬
‫م‬
‫معلعيإه اَلنسملَّمم‬

“bahwasanya Nabi ‫ ﷺ‬masuk ke masjid dan kemudian masuk seorang laki-laki maka kemudian dia shalat
dan kemudian menghampiri (Rasulullah ‫ )ﷺ‬dan mengucapkan salam, maka nabi ‫ ﷺ‬menjawab,
“’alaikassalam”.”

(HR. Bukhori)

Sahabat melakukan hal itu yaitu salam karena mengamalkan perintah Nabi ‫ ﷺ‬yang bersabda :

‫مل تمعدرخرلومن اَعلمجننةم محنتىَ ترعؤإمرنواَ مومل ترعؤإمرنواَ محنتىَ تممحاَيبواَ أممومل أمرديلركعم معملىَ مشعيءء إإمذاَ فممععلتررموهر تممحاَبمعبترعم أمعفرشواَ اَلنسملَّمم بمعينمركعم‬

“Tidaklah kalian akan masuk surga sampai kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman sampai kalian
saling mencintai. Tapi kalian tidak saling mencintai; apakah, kalian mau aku tunjukkan sesuatu yang
apabila kalian mengamalkannya kalian akan saling mencintai?” Sebarkanlah salam di antara kalian!”
(HR.Bukhari)

Dan bagi yang diberi salam wajib baginya untuk menjawabnya, berdasarkan hadits Nabi ‫ﷺ‬,

ُ‫ق اَعلرمعسلإإم معملىَ اَعلرمعسلإإم مخعم ل‬


‫س مريد اَلنسملَّإم‬ ‫مح ي‬

“Haq seorang muslim terhadap muslim yang lain ada lima, yaitu : ...menjawab salam….”(Muttafaq
‘alaihi).

12. Tidak bersiul dan bertepuk tangan karena hal itu meniru perbuatan orang-orang musyrik Quraisy,
Allah Azza wa jalla berfirman dalam surat al-Anfal :35:

‫صإديمةا فمرذورقواَ اَعلمعمذاَ م‬


‫ب بإمماَ ركعنترعم تمعكفرررومن‬ ‫صملَّترهرعم إععنمد اَعلبمعي إ‬
‫ت إإنل رممكاَاء موتم ع‬ ‫مومماَ مكاَمن م‬

“dan shalat mereka (orang-orang musyrik) di sekitar Baitullah, tidak lain hanyalah siulan dan tepuk
tangan..”

13. Tidak melakukan hal-hal yang sia-sia di mesjid kecuali 3 hal :


Rasulullah ‫ ﷺ‬bersabda,

‫صملَّإة موقإمراَمءإة اَعلقرعرآإن‬ ‫صلررح لإمشعيءء إمعن هممذاَ اَعلبمعوإل مومل اَعلقممذإر إإننمماَ إهمي لإإذعكإر ن‬
‫اإ معنز مومجنل مواَل ن‬ ‫إإنن همإذإه اَعلمممساَإجمد مل تم ع‬

“Sesungguhnya masjid-masjid ini tidak layak sedikitpun dari kencing ini dan kotoran ini, akan tetapi
masjid-masjid itu hanyalah untuk dzikrullah azza wa Jalla, shalat dan membaca alQur’an”.

(Muttafaq ‘alaihi)

14. Memanfaatkan waktu antara adzan dan iqomat untuk berdoa dan shalat.

Rasulullah ‫ ﷺ‬bersabda,

‫ل ريرد اَلدعاَء بين اَلذاَن واَلقاَمة‬

“Tidaklah ditolak doa di antara adzan dan iqomah”.

(HR.Abu daud)

‫صملَّةلُ بمعيمن ركلل أممذاَنمعيإن م‬


ُ‫صملَّةل‬ ‫بمعيمن ركلل أممذاَنمعيإن م‬

“Di antara dua "Panggilan" (Adzan dan iqomah) ada shalat (termasuk shalat sunnat ghairu muakkadah)”

(Muttafaq ‘alaihi)

15. Mendoakan kerugian kepada orang yang berjual beli di mesjid

Rasulullah ‫ ﷺ‬bersabda,

‫ع إفي اَعلممعسإجإد فمرقورلواَ مل أمعربممح ن‬


‫ار تإمجاَمرتم م‬
‫ك‬ ‫إإمذاَ مرأمعيترعم ممعن يمإبيرع أمعو يمعبمتاَ ر‬

“Apabila kalian melihat orang yang berjual beli di masjid, maka doakanlah, “Semoga Allah tidak
memberikan keuntungan perdaganganmu”.

(HR. AtTirmidzi)
16. Tidak mencari-cari barang yang hilang di masjid.

Rasulullah ‫ ﷺ‬bersabda,

‫ار معلمعي م‬
‫ك‬ ‫موإإمذاَ مرأمعيترعم ممعن يمعنرشرد إفيإه م‬
‫ضاَلنةا فمرقورلواَ مل مرند ن‬

“Apabila kalian melihat orang yang mencari-cari barang yang hilang (di masjid) maka doakanlah,
”Semoga Allah tidak mengembalikan barang itu”. (HR.AtTirmidzi)

17. Tidak boleh shalat apapun di mesjid apabila telah iqomat.

Rasulullah ‫ ﷺ‬bersabda,

‫إذاَ أقيمت اَلصلَّة فلَّ صلَّة إلل اَلمكتوبة‬

“Apabilah telah didirikan shalat (iqamah), maka tidak ada shalat apapun selain shalat wajib”.(HR.
Muslim)

18. Tetap menjaga adab-adab Nabawiyah di dalam mesjid seperti tidak menguap.

Rasulullah ‫ ﷺ‬bersabda,

‫ب أممحردركعم فمعليرعمإسعك معملىَ إفيإه فمإ إنن اَلنشعي م‬


‫طاَمن يمعدرخرل‬ ‫إإمذاَ تممثاَمء م‬

“Apabilah salah seorang dari kalian menguap, maka maka tahanlah mulutnya dengan tangan (kiri)nya,
maka sesungguhnya syetan masuk (lewat mulut yang menguap”.

(HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad)

19. Tidak makan dengan makanan yang membuat bau mulut sehingga mengganggu orang lain, termasuk
juga bau pete/ jengkol, bau rokok dan bau badan.

Rasulullah ‫ ﷺ‬bersabda,

‫ث فمملَّ يمعقمربمنن ممعسإجمدمناَ فمإ إنن اَعلممملَّئإمكةم تمتمأ منذىَّ إمنماَ يمتمأ منذىَّ إمعنهر بمرنو آمدمم‬
‫صمل مواَليثومم مواَعلركنراَ م‬
‫ممعن أممكمل اَعلبم م‬
“Barang siapa yang makan bawang merah, bawang putih dan bawang bakung maka janganlah mendekati
masjid kami, maka sesungguhnya para Malaikat terganggu sebagaimana anak Adam terganggu”.

(Muttafaq ‘alaihi)

Rasulullah ‫ ﷺ‬bersabda,

َ‫ممعن أممكمل إمعن همإذإه اَلنشمجمرإة )يمععنإعي اَلثنعومم( فملَّم يمعقمربمنن ممعسإجمدمنا‬.

“Barangsiapa yang memakan buah pohon ini (Rasulullah ‫ ﷺ‬menunjuk bawang putih) maka jangan
mendekati masjid kami.”

[HR. Al-Bukhari no. 853 dan Muslim no. 561 (68)]

20. Menjaga mulut agar tidak berbau dengan bersiwak atau menggosok gigi.

Rasulullah ‫ ﷺ‬bersabda,

‫ك مممع ركلل م‬
‫صملَّءة‬ ‫ق معملىَ أرنمإتي أمعو معملىَ اَلنناَ إ‬
‫س ملمممعرترهرعم إباَللسمواَ إ‬ ‫لمعومل أمعن أمرش ن‬

“Seandainya tidak memberatkan atas umatku, niscaya aku akan memerintahkan manusia untuk bersiwak
pada setiap akan shalat”.

(Muttaffaq ‘alaihi)

21. Merapatkan shaf ketika shalat berjama’ah.

Rasulullah ‫ ﷺ‬bersabda,

‫ فإن تسوية اَلصف من تماَم اَلصلَّة‬،‫سوواَ صفوفكم‬

“Sejajarkan barisan-barisan kalian, sesungguhnya rapat dan sejajarnya barisan/ shaf termaksud dari
kesempurnaan shalat”.

(Muttafaq ‘alaihi)
22. Tidak mendahului imam ketika shalat berjama’ah.

Rasulullah ‫ ﷺ‬bersabda,

َ‫…إإننمماَ اَ ع إلمماَرم أمعو إإننمماَ رجإعمل اَ ع إلمماَرم لإيرعؤتمنم بإإه فمإ إمذاَ مكبنمر فممكبلرروا‬

“Sesungguhnya imam itu dijadikan untuk diikuti, apabila dia telah bertakbir maka bertakbirlah..”.

23. Bagi wanita dilarang memakai wangi-wangian jika hendak ke mesjid.

Rasulullah ‫ ﷺ‬bersabda,

‫ت إإعحمداَركنن اَعلممعسإجمد فمملَّ تممم ن‬


َ‫س إطيابا‬ ‫إإمذاَ مشإهمد ع‬

“Apabila salah seorang dari kalian (Muslimah) mendatangi masjid, maka janganlah memakai
wewangian”.(HR.Muslim)

24. Shaf barisan wanita di belakang laki-laki, semakin jauh ke belakang maka semakin baik.

Rasulullah ‫ ﷺ‬bersabda,

َ‫ف اَلنلمساَإء آإخررمهاَ مومشيرمهاَ أمنولرمها‬ ‫ف اَللرمجاَإل أمنولرمهاَ مومشيرمهاَ آإخررمهاَ مومخعيرر ر‬
‫صرفو إ‬ ‫صرفو إ‬
‫مخعيرر ر‬

“sebaik-baik shaf laki-laki adalah yang pertama dan seburuk-buruknya adalah yang akhir, dan sebaik-baik
shaf perempuan adalah yang terakhir dan yang shaf yang buruk adalah yang pertama”. (HR. Muslim)

25. Membersihkan kotoran-kotoran yang ada di masjid, berdasarkan hadits:

ُ‫ق إفي اَعلممعسإجإد مخإطعيئمةلُ مومكنفاَمرترمهاَ مدعفنمةل‬


‫اَلبرمزاَ ر‬.

“Meludah di dalam masjid itu adalah suatu perbuatan dosa dan tebusannya adalah menguruknya/
membersihkannya.”

[HR. Al-Bukhari dan Muslim]


26. Tidak meninggikan suara di dalam masjid, berdasarkan perkataan ‘Umar Radhiyallahu anhu :

‫صنلىَ ار معلمعيإه مومسلنمم‬ ‫ تمعرفممعاَإن أم ع‬،َ‫لمعو ركعنترمماَ إمعن أمعهإل اَعلبملمإد ملمعومجععترركمما‬.
‫صمواَتمركماَ م إفي ممعسإجإد مررسعوإل اإ م‬

“Sekiranya kalian berdua berasal dari kota ini (Madinah), niscaya akan kupukul kalian berdua karena
telah berani meninggikan suara di dalam masjid Rasulullah ‫ﷺ‬.”

[HR. Al-Bukhari no. 470]

27. Tidak boleh keluar masjid setelah adzan. Berdasarkan hadits dari Abu Sya’tsa’:

َ‫صإرإه محنتىَ مخمرمج إممن اَعلممعسإجإد فممقاَمل أمبرعو هرمرعيمرةم أمنماَ هممذا‬
‫ فممقاَمم مررجلُل يمعمإشعي فمأ معتبممعهر أمبرعو هرمرعيمرةم بإبم م‬،‫ركنناَ قررععوداَا مممع أمبإعي هرمرعيمرةم إفي اَعلممعسإجإد فمأ منذمن اَعلرممؤلذرن‬
‫صنلىَ ار معلمعيإه مومسلممن‬ ‫ع‬ ‫م‬
‫صىَ أمباَ اَلمقاَإسإم م‬ ‫فمقمعد مع م‬.

“Kami duduk bersama-sama dengan Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu di dalam masjid, kemudian
muadzdzin mengumandangkan adzan, lantas ada seseorang berdiri, maka Abu Hurairah Radhiyallahu
anhu mengawasinya dengan pandangannya sampai orang itu keluar dari masjid (dan tidak kembali).
Setelah itu Abu Hurairah berkata: ‘Orang itu benar-benar telah mendurhakai Abul Qasim (Rasulullah
‫)ﷺ‬.’”

[HR. Muslim no. 655]

28. Membaca do’a ketika berjalan menuju masjid, berdasarkan hadits Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma :

‫صنلىَ ار معلمعيإه مومسلنمم مخمرمج إإملىَ اَعلممعسإجإد موهرمو يمقرعورل‬ ‫أمنن اَلننبإ ن‬.
‫ي م‬

“Bahwa Nabi ‫ ﷺ‬keluar menuju ke masjid dan beliau mengucapkan:

،َ‫ موإمعن أممماَإمي نرعوارا‬،َ‫ مواَعجمععل إمعن مخعلفإعي نرعوارا‬،َ‫صإري نرعوارا‬ ‫ مواَعجمععل إفي بم م‬،َ‫ مواَعجمععل إفي مسعمإعي نرعوارا‬،َ‫اَللنهرنم اَعجمععل إفي قمعلبإعي نرعوراَا موإفي لإمساَنإي نرعوارا‬
َ‫ اَللنهرنم أمععإطإني نرعوارا‬،َ‫مواَعجمععل إمعن فمعوإقي نرعواراَ موإمعن تمعحإتي نرعوارا‬.

‘Ya Allah, turunkanlah di hatiku cahaya, dan di lisanku cahaya, dan turunkanlah di dalam pendengaranku
cahaya, dan turunkanlah di dalam penglihatanku cahaya, dan turunkanlah dari belakangku cahaya, dan
dari depanku cahaya, dan turunkan dari atasku cahaya dan dari bawahku cahaya. Ya Allah berikanlah aku
cahaya.’”

[HR. Al-Bukhari no. 6316 dan Muslim no. 763 (191)]