Anda di halaman 1dari 21

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PENYAKIT HEPATITIS

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 4 KELAS A 2018

SINTIA CITRA MONOARFA


MELAWATI POMALINGO
FIRNALIS LAKORO
YULIMINA TIMEPA
LILIS HULUMUDI
NURAIN RASYID

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GORONTALO
2019
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, penulis mengucapkan puji dan syukur yang sebesar-besarnya kepada Allah SWT
atas rahmat, hidayah dan petunjuknya yang berlimpah sehingga penulis dapat menyelesaikan
penyusunan makalah ini.

Adapun judul makalah ini “Asuhan Keperawatan Penyakit Hepatitis”. Penyusunan


makalah ini merupakan salah satu syarat untuk melengkapi tugas Keperawatan Medikal Bedah.
Dalam menyelesaikan makalah, penulis mendapatkan bantuan dari berbagai pihak beripa saran,
bimbingan dan dukungan moril dan materilakhirnya makalah ini dapat diselesaikan.

Penulis menyedari makalah ini masi jauh dari kata sempurna. Untuk itu, penulis
mengharapakan saran dan kritikan yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri dan semua pihak yang membacanya.
Amin

Gorontalo,januari 2020

Penulis
DAFTAR ISI

BAB 1 KONSEP DASAR MEDIS ............................................................................


A. DEFINISI ..................................................................................................
B. PENYEBAB .............................................................................................
C. PATOFISIOLOGI .....................................................................................
D. MANIFESTASI KLINIS ..........................................................................
E. PATHWAY ...............................................................................................
F. PEMERIKSAAN PENUNJANG ..............................................................
G. KOMPLIKASI ..........................................................................................
H. PENATALAKSANAAN ..........................................................................
BAB II KONSEP KEPERAWATAN ........................................................................
A. PENGKAJIAN ...............................................................................................
B. PENYIMPANGAN KDM .............................................................................
C. DIAGNOSA ...................................................................................................

BAB III RENCANA INTERVENSI .........................................................................


A. ( SDKI, SLKI, SIKI ) ......................................................................................

BAB IV PENUTUP ...................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................


BAB I
KONSEP DASAR MEDIS

1 Defenisi
Hepatitis merupakan infeksi pada hati, baik disebabkan oleh virus atau tidak.
Hepatitis yangdisebabkan oleh virus ada tiga tipe, yaitu tipe A, tipe B, dan tipe C. hepatitis
yang tidak disebabkanoleh virus biasanya disebabkan oleh adanya zat-zat kimia atau obat,
seperti karbon tetraklorida, jamur racun, dan vinyl klorida (Asep suryana abdurahmat,
2010: 153).
Hepatitis adalah suatu peradangan pada hati yang terjadi karena toksin seperti;
kimia atau obat atauagen penyakit infeksi (Asuhan keperawatan pada anak, 2002;
131)Hepatitis adalah suatu proses peradangan difus pada jaringan yang dapat disebabkan
oleh infeksivirus dan oleh reaksi toksik terhadap obat-obatan serta bahan-bahan kimia.
(Sujono Hadi, 1999).

2 Etiologi
Menurut Price dan Wilson (2005: 485) Secaraumum hepatitis disebabkan oleh
virus.Beberapa virus yang telah ditemukan sebagaipenyebabnya, berikut ini.
a.Virus hepatitis A (HAV)
b.Virus hepatitis B (HBV)
c.Virus hepatitis C (HCV)
d.Virus hepatitis D (HDV)
e.Virus hepatitis E (HEV)
f.Hepatitis F (HFV)
g.Hepatitis G (HGV)
Namun dari beberapa virus penyebab hepatitis, penyebab yang paling dikenal
adalah HAV(epatitis A) dan HBV (hepatitis B). Kedua istilah tersebut lebih disukai
daripada istilah lama yaituhepatitis “infeksiosa” dan hepatitis “serum”, sebab kedua
penyakit ini dapat ditularkan secara parentaldan nonparental (Price dan Wilson, 2005: 243).
Hepatitis pula dapat disebabkan oleh racun, yaitusuatu keadaan sebagai bentuk respons
terhadap reaksi obat, infeksistafilokokus, penyakit sistematikdan juga
bersifatidiopatik(Sue hincliff, 2000: 205).

3. Patofisiologi
Inflamasi yang menyebar pada hepar (hepatitis) dapat disebabkan oleh infeksi virus
dan oleh reaksitoksik terhadap obat-obatan dan bahan-bahan kimia. Unit fungsional dasar
dari hepar disebut lobuldan unit ini unik karena memiliki suplai darah sendiri. Sering
dengan berkembangnya inflamasi pada hepar, pola normal pada hepar terganggu.
Gangguan terhadap suplai darah normal pada sel-sel hepar ini menyebabkan nekrosis dan
kerusakan sel-sel hepar. Setelah lewat masanya, sel-sel hepar yangmenjadi rusak dibuang
dari tubuh oleh respon sistem imun dan digantikan oleh sel-sel hepar baruyang sehat. Oleh
karenanya, sebagian besar klien yang mengalami hepatitis sembuh dengan fungsihepar
normal.Inflamasi pada hepar karena invasi virus akan menyebabkan peningkatan suhu
badan danperegangan kapsula hati yang memicu timbulnya perasaan tidak nyaman pada
perut kuadran kananatas. Hal ini dimanifestasikan dengan adanya rasa mual dan nyeri di
ulu hati.Timbulnya ikterus karena kerusakan sel parenkim hati. Walaupun jumlah billirubin
yang belummengalami konjugasi masuk ke dalam hati tetap normal, tetapi karena adanya
kerusakan sel hati danduktuli empedu intrahepatik, maka terjadi kesukaran pengangkutan
billirubin tersebut didalam hati.Selain itu juga terjadi kesulitan dalam hal konjugasi.
Akibatnya billirubin tidak sempurna dikeluarkanmelalui duktus hepatikus, karena terjadi
retensi (akibat kerusakan sel ekskresi) dan regurgitasi padaduktuli, empedu belum
mengalami konjugasi (bilirubin indirek), maupun bilirubin yang sudahmengalami
konjugasi (bilirubin direk). Jadi ikterus yang timbul disini terutama disebabkan
karenakesukaran dalam pengangkutan, konjugasi dan eksresi bilirubin.Tinja mengandung
sedikit sterkobilin oleh karena itu tinja tampak pucat (abolis). Karena bilirubinkonjugasi
larut dalam air, maka bilirubin dapat dieksresi ke dalam kemih, sehingga
menimbulkanbilirubin urine dan kemih berwarna gelap. Peningkatan kadar bilirubin
terkonjugasi dapat disertaipeningkatan garam-garam empedu dalam darah yang akan
menimbulkan gatal-gatal pada ikterus.
4. Manifestasi Klinis
Terdapat tiga stadium :
a. Stadium pre ikterikBerlangsung selama 4 – 7 hari, pasien mengeluh sakit kepala,
lemah, anoreksia, mual, muntah,demam, nyeri otot, dan nyeri perut kanan atas, urine
lebih coklat
b. Stadium ikterik, yang berlangsung selama 3 – 6 minggu. Ikterus mula-mula terlihat
pada sclera,kemudian pada kulit seluruh tubuh. Keluhan berkurang tetapi pasien masih
lemah, anoreksia danmuntah, tinja mungkin berwarna kelabu atau kuning muda, hati
membesar dan nyeri tekan.
c. Stadium pasca ikterik (rekonvalensensi)Ikterus mereda, warna urine dan tinja menjadi
normal lagi. Penyembuhan pada anak-anak lebih cepatdaripada orang dewasa, yaitu
pada akhir bulan kedua. Karena penyebab yang biasa berbeda.
5. Pathway
Virus

Radang Hati

Fungsi hati terganggu

Gangguan metabolisme Bilirubin Gangguan Gangguan metabolisme empedu


Metabolisme lemak
Bilirubin tidak lemak tidak dapat diemisi
dan tidak dapat diserap

Terkonjugasi Asam trigliserid relatif


peningkatan peristaltik
Kompensasi tubuh
menggunakan asam lemak Diare
Feses
pucat ikterik urin gelap metabolisme anaerob Hipovolemia

Penempukan garam asam laktat meningkat


Empedu dibawah kulit
Fatique
Pruritius
Intoleransi Aktivitas
Kerusakan Integritas
Kulit
6. Pemeriksaan penunjang
1. Laboratoriuma.
Pemeriksaan pigmen
1) Urobilirubin direk
2) bilirubun serum tota
l3) bilirubin urine
4) urobilinogen urin
e5) urobilinogen fesesb.
2. Pemeriksaan protein
1) protein totel serum
2) albumin serum
3) globulin serum
4) HbsAGc.
3. Waktu protombin
1) Respon waktu protombin terhadap vitamin K
2) Pemeriksaan serum transferase dan transaminase
3) AST atau SGOT
4) ALT atau SGPT
5) LDH
6) Amonia serumd.
4. Radiologi
1) foto rontgen abdomen
2) pemindahan hati denagn preparat technetium, emas, atau rose bengal yang berlabel
radioaktif
3) kolestogram dan kalangiogram
4) arteriografi pembuluh darah seliakae.
5. Pemeriksaan tambahan
1) Laparoskopi
2) biopsi hati
7. Komplikasi
a. Gagal Hati
Gagal hati adalah salah satu komplikasi yang beresiko tinggi dialami oleh pengidap hepatitis.
Pengidap gagal hati dapat mengalami komplikasi jika peradangan akibat virus tidak segera
diobati.
b. Sirosis hati
ditandai dengan terbentuknya jaringan perut diorgan hati yang sehat dan normal mengalami luka
atau terkena inflamasi secara berkelanjutan. Jaringan perut adalah jaringan yang dihasilkan dari
peradangan dan luka dalam sel hati. Banyak jaringan perut yang terbentuk otomatis membuat
organ hati tidak dapat berfungsi seperti biasa.
c. Infeksi Lanjutan
Komplikasi lanjutan yang disebabkan oleh hepatitis adalah timbulnya dua infeksi virus
pada saat yang bersamaan. Hepatitis tidak menyebabkan infeksi kedua. Tetapi hepatitis
mampu membuat sistem kekebalan pengidapnya lebih sulit menyerang virs lain. HIV
adalah virus umum yang rentan menyerang pengidap hepatitis. Karena itu, orang yang
telah mengidap hepatitis wajib mengambil tindkan pencegahan terhadap infeksi HIV.
d. Kanker Hati
Dampak dari kompliksi hepatitis lainnya adalah kanker hati. Ini lebi berpotensi
menyerang pengidap hepatitis B dan hepatitis C. Gejala awal ditandai dengan
menurunnya berad badan, sakit perut, dan sakit kuning.
e. Kolestasis
Salah satu dampak dari kompliksi hepatitis adalah kolestasis. Penyakit hepatitis A
sering mengancam orang- orang yang telah lanjut usia. Kolestasis bukan sebuah
komplikasi yang harus dikhawatirkan, karena penyakit ini dapat sembuh dengan
sendirinya.

8. Penatalaksanaan
Istirahat baring pada masa masih banyak keluhan, mobilisasi berangsur dimulai jika
keluhan ataugejala berkurang, bilirubin dan transaminase serum menurun. Aktifitas normal
sehari-hari dimulaisetelah keluhan hilang dan data laboratorium normal.Diet khusus tidak
ada, yang penting adalah jumlah kalori dan protein adekuat, disesuaikan denganslera
penderita, terkadang pemasukan nutrisi dan cairan kurang akibat mual dan muntah,
sehinggaperlu ditunjang oleh nutrisi parenteral : infuse Dekstrose 10-20 %, 1500
kalori/hari.Hingga sekarang belum ada pengobatan spesifik bagi hepatitis virus akut. Tidak
ada indikasi terapikortikosteroid untuk hepatitis virus akut, penambahan vitamin dengan
makanan tinggi kalori proteindiberikan pada penderita yang mengalami penurunan berat
badan atau malnutrisi. (PDT Ilmu PenyakitDalam divisi Gasteroenterologi-Hepatologi).

BAB III
KONSEP KEPERAWATAN
1. Pengkajian
a) Identitas klien meliputi, nama, umur, agama, jenis kelamin, pendidikan, tanggal masuk,
tanggal pengkajian, No register, dan dignosa medis.
b) Identitas orang tua yang terdiri dari :
Nama Ayah dan Ibu, agama, alamat, pekerjaan, penghasilan,umur, dan pendidikan
terakhir.c) Identitas saudara kandung meliputi : Nama, umur, jenis kelamin, pendidikan,
dan hubungandengan klien.

Keluhan Utama
Keluhan dapat berupa nafsu makan menurun, muntah, lemah, sakit kepala, batuk, sakit
perut kananatas, demam dan kuning
2. Riwayat Kesehatan
a) Riwayat Kesehatan SekarangGejala awal biasanya sakit kepala, lemah anoreksia, mual
muntah, demam, nyeri perut kanan atas
b) Riwayat Kesehatan DahuluRiwayat kesehatan dahulu berkaitan dengan penyakit yang
pernah diderita sebelumnya, kecelakaanyang pernah dialami termasuk keracunan, prosedur
operasi dan perawatan rumah sakit sertaperkembangan anak dibanding dengan saudara-
saudaranya.
c) Riwayat Kesehatan KeluargaBerkaitan erat dengan penyakit keturunan, riwayat
penyakit menular khususnya berkaitan denganpenyakit pencernaan.
Data Dasar Pengkajian pada Pasien dengan Penyakit Hepatitis
a) Aktifitas
1) Kelemahan
2) Kelelahan
3) Malaise
b) Sirkulasi
1) Bradikardi ( hiperbilirubin berat )
2) Ikterik pada sklera kulit, membran mukosa
c) Eliminasi
1) Urine gelap
2) Diare feses warna tanah liat
d) Makanan dan Cairan
1) Anoreksia
2) Berat badan menurun
3) Mual dan muntah
4) Peningkatan oedema
5) Asites

3. Penyimpangan Kdm
Virus

Radang Hati

Fungsi hati terganggu

Gangguan metabolisme Bilirubin Gangguan Gangguan metabolisme empedu


Metabolisme lemak
Bilirubin tidak lemak tidak dapat diemisi

dan tidak dapat diserap

Terkonjugasi Asam trigliserid relatif


peningkatan peristaltik
Kompensasi tubuh
menggunakan asam lemak Diare
Feses
pucat ikterik urin gelap metabolisme anaerob Hipovolemia

Penempukan garam asam laktat meningkat


Empedu dibawah kulit
Fatique
Pruritius
Intoleransi Aktivitas
Kerusakan Integritas
Kulit

4. Diagnosa Keperawatan
a. hipovolemia berhubungan dengan kehilangan cairan aktif
b. gangguan integritas kulit berhubungan dengan kelebihan volume cairan
c. intoleransi aktivias berhubungan dengan kelemahan

BAB III
RENCANA INTERVENSI
No Dx Diagnosa Keperawatan Tujuan Intervensi
( SDKI) (SLKI) (SIKI)
D.002 Hipovolemia Setelah I.03116
2 Kategori : Fisiologis dilakukan Manajemen Hipovolemia
Definisi : tindakan Tindakan
Penurunan volume cairan keperawtan
intravaskuler, interstisial, dan selama x24 jam Observasi
atau intraseluler diharpakan - Periksa tanda dan
Penyebab: membaik. gejala hipovolemia (
1. Kehilangn cairan aktif Dengan kriteria mis. Frekuensi nadi
2. Kegagalan mekanisme Hasil: meningkat, nadi
regulasi 1. Kekuata teraba lemah,
3. Peningkatan permeabilitas n nadi tekanan darah
kapiler meningk menurun, tekanan
4. Kekurangan intake cairan at nadi menyempit,
5. Evaporasi 2. Turgor turgor kulit menurun,
kulit membran mukosa
meningk kering,volume urin
at menurun,hematokrit
3. Output meningkat,haus,lema
urin h).
meningk - Monitor intake dan
at output cairan
4. Ortpnea
menurun Terapeutik
5. Dispnea - Hitung kebutuhan
menurun cairan
6. PND - Berikan posisi
menurun modified
7. Frekuens Trendelenburg
i nadi - Berikan asupan
membaik cairan oral
8. Tekanan
darah Edukasi
membaik - Anjurkan
9. Tekanan memperbanyak
nadi asupan cairan oral
membaik - Anjutkan
menghindari
perubahan posisi
mendadak

Kolaborasi
- Kolaborasi
pemberiam cairan IV
isotonis (mis. Nacl ,
RL)
- Kolaborasi
pemberian cairan IV
hipotonis (mis.
Glukosa, 2,5% , Nacl
0,4% )
- Kolaborsi pemberian
cairan koloid (mis.
Albumin,
Plasmanate)
- Kolaborasi
pemberian produk
darah

D.012 Gangguan Integritas Kulit Setelah I.11353


9 Kategori : Lingkungan dilakukan Perawatan Integrits Kulit
Definisi : tindakan
keperawtan Tindakan
Kerusakan kulit (dermis atau selama x24 jam
epidermis) atau jaringan ( diharpakan Observasi
membran,mukosa,kornea,otot,tula Integritas kulit - Identifikasi penyebab
ng kartilago, kapsul sendi, meningkat gangguan imtegritas
dan/atau ligamen) dengan kriteria kulit (mis. Perubahan
hasil: sirkulasi, perubahan
Penyebab: status nutrisi,
1. elastisita penurunan
1. Perubahan sirkulasi s kelembaban, suhu
2. Perubahan status nutrisi meningk lingkungan yang
kelebihan atau at ekstrim, penurunan
kekurangan) 2. hidrasi mobilitas)
3. Kekuran dan kelebihan meningk
volume cairan at Terapeutik
4. Penurunan mobilits bahan 3. keruakan - Ubah posisi tiap 2
kimia iritatif jaringn jam jika tirah baring
5. Suhu lingkungan yang menunru - Lakukan pemijatan
ekstrim n pada pada area
4. kerusaka penonjolan tulang
n lapisan jika perlu
kulit - Bersikan perineal
menurun dengan air hangat,
terutama periode
diare
5. suhu - Gunakan produk
kulit petrolium atau
menbaik minyak pada kulit
kering
- Gunakan produk
berbahan
ringan/alami dan
hipoalergik pada
kulit sensitif
- Hindari produk
berbahan dasar
alkohol pasa kulit
kering

Edukasi
- Anjurkan
menggunakn
pelembab (mis.
Lotion, serum)
- Anjurkan minum air
yang cukup
- Anjurkan
meningkatkan asupan
nutrisi
- Anjurkan
meningkatkan asupan
sayur dan buah
- Anjurkan
menghindari terpapar
suhu ekstrim
- Anjurkan
menggunakan tabir
surya SPF minimal
30 saat berada diluar
rumah
- Anjurkan mandi dan
menggunakan sabun
secukupnya

D.005 Intoleransi Aktivitas Setelah I.05178


6 Kategori : Fisiologis dilakukan Manejemen Energi
tindakan Tindakan
Definisi: keperawtan Observasi
Ketidakcukupan energi untuk selama x24 jam - Identifikasi gangguan
melakukan aktivitas sehari-hari . diharpakan fungsi tubuh yang
Penyebab: Toleransi mengakibatkan
1. Ketidakseimbangan antara aktivitas kelemahan
suplay dan kebutuhan meningkat - Monitor kelelahan
oksigen Dengan kriteria Fisik dan emosional
2. Tirah baring Hasil - Monitor pola dan jam
3. Kelemahan 1. frekuensi tidur
4. Imobilitas nadi - Monitor lokasi dan
5. Gaya hidup monoton meningk ketidaknyamanan
at selama melakukan
2. keluhan aktivitas
lelah
menurun Terapeutik
3. dispnea - Sediakan lingkungan
saat yang nyaman dan
aktivitas rendah stimulus (
menurun mis. Cahaya, suara,
4. dispnea kunjungan)
setelah - Lakukan latihan
aktivitas rentang gerak pasif
menuru dan atau aktif
m - Berikan aktivitas
5. warna distraksi yang
kulit menenangkan
membaik - Fasilitasi duduk di
6. tekanan sisi tempat tidur, jika
darah tidak dpat berpindah
membaik atau berjalan
7. frekuensi Edukasi
napas - Anjurkan tirah baring
membaik - Anjurkan melakukan
aktivitas secara
bertahap
- Anjurkan
menghubungi
perawat jika tanda
dan gejala kelelahan
tidak berkurang
- Ajarkan strategi
koping untuk
mengurangi
kelelahan

Kolaborasi
- Kolaborsi dengan
ahli gizi tentang cara
menungkatkan
asupan makanan

BAB IV
PENUTUP
Hepatitis merupakan inflamasi dan cedera pada hepar, penyakit ini dapat disebabakan oleh
infeksi atau toksin termasuk alkohol dan dijumpai pada kanker hati. Hepatitis virus adalah istilah
yang digunakan untuk infeksi hepar oleh virus, identifikasi virus penyakit dilakukan terus
menerus.
Kasus hepatitis di dunia terutama di indonesia sangat tinggi sehingga diperlukan upaya
pencegahan untuk mengurangi angka kejadian hepatitis didunia terutama di indonesia. Gaya hidup
tidak sehat seks bebas saling meminjam peralatan, dan bersentuhan dengan penderita hepatitis
menjadi alur penularan penyakit ini. Hal-hal tersebut harus dihindari
DAFTAR PUSTAKA

Ackly, B. J., G.B., & Makic, M.B.F. (2017). Nursing Diagnostik Handbok, An Evidence-based-
guide to planing car. 11 tahun Ed. St. Louis : Elseiver.

Berman, A., Snyder, S. & Fradesan, G. (2016). Kozior & Erb’s Fundametals of nursing ( 10 ed).
USA: pearseon Education

Carpernito-Moyet, L. J. (2013). Nursing Diagnosis Application to Clinical Pratice. 14 Ed.


Philadelphia: Lippincott Wiliams & Wilkins.

Dougherty, L. & Lister , S. (2015). Manual Of Clinical Nursing Procedure (9 ed). UK: The Royal
Marsden NHS Fondation Trust.
Herdman, T. H., & kamitsuru , S. (2014). Nursing Diagnosis Definitions and classification 2015-
2017. 10 Ed. Oxford : Wiley Blackwell