Anda di halaman 1dari 4

Tugas Personal 02

(Minggu 7 / Sesi 11)

NAMA :

Anisa Nur Fauziah 2301948151

LEGAL ASPECT IN ECONOMIC

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

MANAJEMEN BISNIS (DWEA)

2019

LAWS6095 – Legal Aspect in Economic


Soal:
1. Hubungan kerja antara pekerja dan pemberi kerja baru terjadi sejak disepakatinya
perjanjian kerja. Dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan diatur tentang 2 (dua) jenis
perjanjian kerja. Sebutkan dan jelaskan masing-masing perbedaan kedua jenis perjanjian
kerja tersebut disertai dengan contoh !
Jawab :

 Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) Pekerja dengan jenis perjanjian kerja
waktu tertentu (PKWT) ini dalam prakteknya sering disebut sebagai pegawai kontrak.
Menurut UUTK, dalam perjanjian kerja jenis ini harus menyebutkan bahwa waktu
tertentu tersebut setidaknya harus berdasarkan pada :
a) Berdasarkan pada jangka waktu tertentu, dan
b) Berdasarkan selesainya pekerjaan tertentu

 Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) Pekerja dengan dasar


perjanjian jenis ini biasanya merupakan karyawan tetap perusahaan. Sehingga untuk
PKWTT ini, pengusaha diperbolehkan untuk mensyaratkan adanya masa percobaan,
tetapi paling lama maksimal 3 (tiga) bulan. Pekerjaan yang dilakukan dalam
perjanjian jenis ini adalah pekerjaan yang bersifat tetap, yaitu pekerjaan yang sifatnya
terus menerus, tidak terputus-putus, tidak dibatasi waktu, dan merupakan bagian dari
proses produksi dalam satu perusahaan atau pekerjaan yang bukan musiman. Jika
perjanjian merupakan perjanjian lisan, maka pengusaha wajib membuat surat
pengangkatan bagi pekerja/buruh yang bersangkutan.

Sumber : LN Week 6

LAWS6095 – Legal Aspect in Economic


2. Saat ini PT. PLN (Perusahaan Listrik Negara) memberikan mekanisme berlangganan
listrik atau membeli listrik dengan menggunakan cara prabayar, melalui Perjanjian Jual
Beli Tenaga Listrik Prabayar (SPJBTL). Kontrak pembelian listrik ini sudah disiapkan
oleh pihak PLN sebelumnya, masyarakat tinggal menandatangi saja tanpa bisa
melakukan negosiasi pada syarat-syarat yang tercantum dalam perjanjian.

Berikan penjelasan dan analisa kalian apakah perjanjian semacam ini diperbolehkan oleh
undang-undang ?
Jawab :

PT. PLN (Persero) membagi dua golongan tarif tenaga listrik, yaitu: Tarif Tenaga Listrik
Reguler dan Tarif Tenaga Listrik Pra Bayar yang diatur dalam ketentuan Pasal 2
Peraturan Menteri dan Sumber Daya Mineral Nomor 30 Tahun 2012 Tentang Tarif
Tenaga Listrik Yang Disediakan Oleh Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perusahaan
Listrik Negara (Selanjutnya disebut Permen ESDM Tarif Tenaga Listrik PLN). Tarif
tenaga listrik reguler adalah tarif tenaga listrik yang dibayarkan setelah pemakaian
tenaga listrik oleh konsumen, sedangkan tarif tenaga listrik pra bayar adalah tarif tenaga
listrik yang dibayarkan sebelum pemakaian tenaga listrik oleh konsumen. Surat
Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) yang berisi mengenai hak dan kewajiban
serta pertanggungjawaban kontraktual kesepakatan yang terjadi antara konsumen dengan
PT PLN dalam SPJBTL adalah kesepakatan kontrak baku, hal ini mengingat bahwa
SPJBTL sendiri merupakan dokumen yang telah dibuat secara sepihak oleh PT PLN.
Kemudian hubungan hukum yang terjadi antara PT PLN (Persero) Distribusi Lampung
dan konsumen listrik Lampung yaitu hubungan hukum kontraktual yang didasarkan pada
kontrak (perjanjian) antara PT PLN dan konsumen listrik Lampung. Pada
pelaksanaannya, pelanggan sering melakukan pengaduan ke PT PLN terkait pemakaian
kWh meter listrik pra bayar dalam hal token listrik. Sebagian pelanggan menilai bahwa
pemakaian token listrik cenderung lebih mahal daripada listrik pascabayar. Selain itu
untuk pelanggan dengan daya 1300 VA sampai dengan 200 kVA keatas dikenakan
tarif adjustment yang diterapkan oleh pemerintah berdasarkan pada fluktuasi harga dollar
dan minyak mentah dunia. Sehingga jumlah kWh yang didapat pada setiap pembelian
token listrik tidak selalu sama. Maka dari itu upaya untuk mengatasi pelanggaran yang
dilakukan oleh penyedia jasa pelayanan listrik, konsumen harus lebih jeli dalam

LAWS6095 – Legal Aspect in Economic


melakukan transaksi serta penggunaan sistem token didasarkan kepada UUPK No. 8
Tahun 1999 mengenai hak dan kewajiban konsumen serta penyedia jasa pelayanan listrik
harus terus mensosialisasikan sistem Token kepada konsumen listrik.

Sumber : https://jurnal.fh.unila.ac.id/index.php/plj/article/view/1060

== Selamat Mengerjakan ==

LAWS6095 – Legal Aspect in Economic