Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN TAHUNAN

PROGRAM IMS HIV/ AIDS

UPT PUSKESMAS SAPE

KECAMATAN SAPE

TAHUN 2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan pada Zat yang maha kuasa karena dengan ijin dan kehendak-Nya jua,

kami dapat menyusun “Laporan Tahunan Program P2 TB” Puskesmas Plus Sape sebagai bahan

evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan dan juga merupakan acuan perencanaan program yang

akan datang.

Kami yakin bahwa dalam pelaksanaan kegiatan penyusunan profil ini, pasti dijumpai kekurangan

dan kesalahannya.

Dalam hal ini, mohon petunjuk dan sekaligus perbaikan, demi kesempurnaan penyusunan

berikutnya.

Sape, 31 Desember 2019


Penyusun

( Niken Asriyati, S.Kep, Ners )


Nip. 19840404 201001 2 057
BAB I

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

PROGRAM IMS HAIV/ AIDS DAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL

DI PUSKESMAS SAPE

A. PENDAHULUAN

Dalam rangka mengamankan jalannya pembanguna nasional, demi terciptanya kualitas

manusia yang di harapkan, perlu peningkatan upaya penanggulangan IMS HIV/ AIDS, yang

melibatkan semua sektor pembangunan nasional melalui program yang terarah,terpadu dan

menyeluruh.

AIDS (Auquired Immuno Deficiency Virus) yang akan mudah dan menular dan

mematikan. Virus tersebut merusak sistem kekebalan tubuh manusia, dengan berakibat yang

bersangkutan kehilangan daya tahan tubuhnya, sehingga mudah terinfeksi dan meninggal

karena berbagai penyakit infeksi, kanker dan lain-lain.

Sampai saat ini belum di temukan vaksin pencegahan atau obat untuk

penyembuhannya. Jangka waktu antara terkena infeksi dan munculnya gejala penyakit pada

orang dewasa memakan waktu rata-rata 5-10 tahun. Selama kurung waktu tersebut walaupun

masih tampak sehat, secara sadar maupun tidak mengidap HIV dapat menularkan virusnya

pada orang lain.

B. LATAR BELAKANG

Strategi penanggulangan HIV/ AIDS di tujukan untuk mencegah dan mengurangi

resiko penularan HIV meningkatkan kualitas hidup ODAH, serta mengurangi danpak sosial

dan ekonomi akibat HIV dan ADIS pada individu, kelurga dan masyarakat, agar individu

dan masyarakat menjadi produktif dan bermanfaat untuk pembangunan. Hal ini merupakan

peran aktif multi pihak baik pemerintah maupun masyarakat termasuk mereka yang

terinfeksi dan terdampak, sehingga keseluruhan upaya penanggulangan HIV/ AIDS dapat di

lakukan dengan sebaik-baiknya, yang menyangkut are pencegahan, pengobatan, mitigasi

dampak, dan pengembangan lingkungan yang konduktif. Untuk program pencegahan dan

pengobatan di perlukan peran aktif dari kelompok populasi kunci yaitu : (1) orang-orang

beresiko yang tidak terlindungi, bertukar alat suntik tidak steril, (2) orang-orang yang rentan
adalah orang yang karena pekerjaan, lingkungannya rentan terhadap penularan HIV, seperti

buru migrant, pengungsi dan kalangan beresiko, dan (3) ODAH adalah orang yang sudah

terinfeksi oleh HIV. Seperti di ketahui situasi epidemic HIV dan AIDSdi indonesia telah

memasuki epidemic terkonsentrasi. Berdasarkan suveilans terpadu HIV dan perilaku

(STHP,populasi kunci 2007) menunjukan prevalensi HIV pada populasi kunci : wanita

pekerja seks (WPS) langsung 10,4%; WPS tidak langsung 4,6% waria 24,4% pelanggan

WPS 0,8%, lelaki seks dengan lelaki (LSL) 5,2% pengguna napsa suntik 52,4%. Di propinsi

papua dan papua barat terdapatpenggerakan ke arah generalized epidemic dengan prevalensi

HIV sebesar 2,4% pada penduduk 15-49 tahun (STHP, penduduk papua, 2007).

Dalam menghadapi epidemic HIV tersebut perlu di lakukan upaya pencegahan dan

penanggulangan HIV dan AIDS yang lebih intensif, menyeluruh, terpadu dan terkoordinasi,

untuk menghasilkan program yang cakupannya tinggi, efektif dan berkelanjutan.

Pukesmas sape sebagai salah satu puskesmasdi kabupaten bima ikut serta dalam

upaya penanggulangan dan pencegahan HIV-AIDS dengan mengadakan kegiatan berupa

klinik VCT dan IMS, penyuluhan tentang HIV-AIDS dan IMS ke kelompok resiko tinggi

dan kelompok yang rentan tertular HIV yang terjadi populasi kunci dalam keberhasilan

penanggulangan HIV-AIDS ini.

C. TUJUAN

a. Tujuan Umum

Program HIV-AIDS dan IMS di puskesmas sape pencegahan dan penanggulangan HIV-

AIDS di masyarakat.

b. Tujuan Khusus

Program HIV-AIDS dan IMS di puskesmas sape adalah:

 Menemukan kasus baru penderita HIV

 Pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak

 Meningkatkan pengetahuan kelompok resiko tinggi dan kelompok rentan tertular

HIV, tentang HIV-AIDS dan penyakit infeksi menular seksual (IMS).


D. KEGIATAN

1. Pendataan sasaran di lokasi poci

2. Penjaringan suspek IMS HIV/AIDS

3. Penyuluhan HIV/AIDS

4. Penerimaan hasil HIV/AIDS

5. Merujuk PK ke PDP

6. Konseling penerimaan TB

7. Kegiatan mobile klinik

8. Pencatatan dan laporan

9. Visualisasi data
BAB II

GAMBARAN UMUM WILAYAH

A. DATA GEOGRAFI

Puskesmas plus sape merupakan puskesmas perawatan yang terletak di kecamatan sape

kabupaten bima dengan luas wilayah kerja 285 km, wilayah puskesmas plus sape terdiri dari

18 desa yaitu : Desa Sari, Tanah Putih, Boke, Jia, Parangina, Rai Oi, Na’e, Sangia, Rasabou,

Naru Barat, Naru, Oi Maci, Bugis, Bajo Pulo, Kowo, Buncu, Lamere, Poja dengan batas-

batas wilayah sebagai berikut :

- Sebelah Utara : Kecamatan Wera

- Sebelah Timur : Selat Sape

- Sebelah Selatan : Kecamatan Lambu

- Sebelah Barat : Kecamatan Wawo

B. DATA DEMOGRAFI

Jumlah penduduk wilayah kerja puskesmas plus sape sebanyak 58.409 jiwa, jumlah

dusun 67, jumlah KK 13,894, RT. 250. Mata pencaharian penduduk pada umumnya adalah

petani, nelayan, pedagang, tukang kayu, tukang batu, selebihnya adalah PNS dan karyawan

swasta. Sasaran tingkat pendidikan masyarakat sape mulai dari TK-PT sebanyak 79 buah.

Sedangkan alat transportasi masyarakat sape menggunakan benhur, kendaraan roda 2

roda 4, khusus bajo pulo dan poja menggunakan transportasi laut yaitu perahu motor.

C. KETENAGAAN

Untuk kelancaran program IMS HIV/ AIDS memiliki tenaga 7 orang terdiri dari :

- Dokter 1 orang - Pencatat/ pelapor 1 orang

- Perawat 2 orang - Analis 1 orang

- Bidan 1 orang - Apoteker 1 orang


D. DATA SASARAN DAN PRASARANA

Sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan program HIV/ AIDS adalah :

1. Meja biro 1 unit

2. Kursi 3 unit

3. Lemari 1 unit

4. Lemari alat 1 unit

E. DANA KEGIATAN

Sumber dana yaitu dari dana BOK


BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

CAKUPAN PROGRAM

NO JENIS BULAN JUMLAH


PEMERIKSAAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 BUMIL 55 51 53 63 48 85 60 36 36 54 29 42 612
2 TB 4 5 6 6 12 4 11 18 11 9 4 3 93
LAKI-LAKI 3 3 6 4 6 4 8 9 7 6 3 2 61
PEREMPUAN 1 2 0 2 6 0 3 9 4 3 1 1 32
3 CATIN 40 58 46 72 36 60 131 43 38 42 84 52 702
LAKI-LAKI 20 29 23 36 18 30 95 21 19 21 42 26 380
PEREMPUAN 20 29 23 36 18 30 36 22 19 21 42 26 322
4 WARIA 0 0 0 2 0 20 0 0 2 0 0 0 24
5 PELANGGAN 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1
6 IMS/ SIFILIS 0 0 52 62 58 37 61 26 33 54 29 42 455
7 LAINNYA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
LAKI-LAKI 0 0 0 4 0 0 0 0 0 1 0 0 5
PEREMPUAN 0 0 53 58 0 0 0 0 0 0 0 0 111
8 DI RUJUK 0 0 1 2 0 0 0 0 0 0 0 0 3
9 MENINGGAL 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1
JUMLAH 99 114 198 206 96 206 263 123 120 160 146 139 2802
Di lihat dari tabel di atas :

- Cakupan pemeriksaan Ibu Hamil, TB, Cantin tinggi karena semua Ibu Hamil, TB, dan

Cantin, yang berkunjung ke puskesmas harus melakukan pemeriksaan HIV

- Cakupan pemeriksaan terhadap Waria, IMS masih rendah

- Cakupan hasil pemeriksaan screening di desa cukup tinggi

- Dari semua sasaran pemeriksaan (+) IMS 2 orang, (+) HIV 6 orang, dan yang lainya negatif

semua

Mengetahui Sape, 31 Desember 2019


Kepala Puskesmas Sape Pelaksana Program

dr. Hj. Ika Suci Agustita Niken Asriyati, S.Kep, Ners


Nip. 19800829 200904 2 001 Nip. 19840404 201001 2 057
BAB IV

PERMASALAHAN DAN SOLUSINYA

NO Masalah/ Analisa Rencana Pelaksanaan Periksa Tindak


Hambatan Masalah Perbaikan (Plan) Perbaikan Hasilnya Lanjut
(DO) (CHEK) (ACTION)
Cakupan Pengetahuan Meningkatkan Kegiatan Belum ada Evaluasi
pemeriksaan dan kesadaran penyuluhan dan akan di hasil karena biasa di
terhadap waria para waria penjaringan di laksanakan belum ada laksanakan
masih rendah masih kurang desa maupun di mulai bulan kegiatan tiap
salon-salon januari 2020 triwulan

Meningkatkan
koordinasi dengan
lintas program
dan linsek terkait
PERMASALAHAN DAN SOLULISINYA

A. PERMASALAHAN DAN SOLUSINYA

1. Masalah/ Hambatan

 Pengetahuan masyarakat maupun waria tentang penyakit HIV/ AIDS masih rendah

 Kesadaran masyarakat maupun waria masih rendah karena takut akan hasil dan

takut di kucilkan oleh masyarakat

2. Solusi/ pemecahan masalah

 Meningkatkan penyuluhan dan pendekatan secara kekeluargaan kepada waria

maupun pengelola salon

 Meningkatkan koordinasi dengan lintas progran dan lintas sektor terkait

 Pengadaan sarana pencegahan seperti kondom, pelumas dan bhp lainnya.


BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

 Cakupan pemeriksaan terhadap waria masih rendah

 Pengetahuan dan kesadaran masyarakat/ waria masih rendah

 Pencegahan penyakit HIV/ AIDS dengan A,B,C,D,E

B. SARAN

 Perlu dukungan dari semua sektor yaitu baik dari lintas sektoral maupun lintas

program.

 Dukungan dana untuk program HIV/ AIDS perlu di tingkatkan

 Penyuluhan dan penjaringan di populasi kunci perlu di tingkatkan

 Bagi waria yang takut di periksa perlu melakukan pendekatan secara kekeluargaan

 Kerahasiaan pasien perlu di lindungi

 Untuk kelancaran captor perlu ada laptop.