Anda di halaman 1dari 15

Logic and Computer Design Fundamental Overview

ƒ Bagian 1 – Rangkaian Gerbang dan Persamaan


Chapter
h 2 Boolean.
• Logika Biner dan Gerbang
Rangkaian Logika Kombinasi • Aljabar Boolean
• Standard Forms
Bagian 1 : Rangkaian Gerbang dan ƒ Bagian 2 – Optimasi Rangkaian
P
Persamaan Boolean
B l • Optimasi 2 – level
• Manipulasi Peta
• Optimasi Praktis (Espresso)
• Optimasi Rangkaian Multi-Level
ƒ Bagian
g 3 – Gerbang2
g tambahan dan rangkaian
g
M. Mano
M M & Charles
Ch l R.R Kime
Ki • Tipe2 gerbang yang lain
• Operator Exclusive-OR dan Gerbang
2008,, Pearson Education,, Inc • Outputs High-Impedance
High Impedance
1
Chapter 2 - Part 1 2

Logika Biner dan Gerbang Variabel Biner.


ƒ Variabel Biner : salah satu dari 2 nilai ƒ Dua nilai biner disebut dengan beberapa nama
ƒ Operator Logika : Beroperasi pada nilai biner dan variabel berbeda:
biner. • True/False
ƒ Dasar operator logika adalah merupakan fungsi logika • On/Off
AND, OR and NOT.
• Yes/No
ƒ Gerbang Logika mengimplementasikan fungsi logika
ƒ Aljabar Boolean : Suatu sistem matematika yang sangat
• 1/0
berguna untuk menspesifikasikan dan mentransformasikan ƒ Digunakan
Di k 1d dan 0 untuk
t k menyatakan
t k 2 nilai.
il i
fungsi ƒ ContohVariable identifier :
ƒ Aljabar Boolean dipakai sebagai dasar untuk mendesain • A, B, y, z, or X1
dan menganalisa sistem digital.
• RESET, START_IT, atau ADD1 (y.a.d)

Chapter 2 - Part 1 3 Chapter 2 - Part 1 4


Operasi Logikal Contoh:
ƒ Tiga dasar operasi logikal adalah: ƒ Contoh:
• AND • Y = A ⋅ B dibaca “Y adalah : A AND B.”
• OR • z = x + y dibaca
i “z
“ adalah : x OR
O y.””
• NOT • X = A dibaca “X adalah : NOT A.”
ƒ AND dinyatakan dengan titik (·). ƒ Catatan: Pernyataan:
ƒ OR dinyatakan dengan tambah (+). (+) 1 + 1 = 2 (dibaca
(dib ““one plus
l one equals
l two”)
t ”)
ƒ NOT dinyatakan dengan overbar ( ¯ ), tidak sama dengan
g :
single quote mark (') sesudah, atau (~) 1 + 1 = 1 (read “1 or 1 equals 1”).
sebelum variabel.
Chapter 2 - Part 1 5 Chapter 2 - Part 1 6

Definisi
e s Operator
Ope o Truth Tables/Tabel Kebenaran
ƒ Truth table − Suatu daftar tabular dari nilai suatu
ƒ Operasi penerapan untuk nilai
fungsi untuk semua kemungkinan kombinasi.
"0" and "1" untuk masing2 operator :
ƒ Contoh: Truth tables untuk operasi dasar :
AND OR NOT
AND OR NOT
0·0=0 0+0=0 0=1
X Y Z = X·Y X Y Z = X+Y X Z=X
0·1=0 0+1=1 1=0
0 0 0 0 0 0 0 1
1·0=0 1+0=1
0 1 0 0 1 1 1 0
1·1=1 1+1=1
1 0 0 1 0 1
1 1 1 1 1 1
Chapter 2 - Part 1 7 Chapter 2 - Part 1 8
Implementasi Fungsi Logika. Implementasi Fungsi Logika. (Continued)

ƒ MenggunakanSwitch
gg Switches in parallel => OR ƒ Contoh: Logic Using Switches
B C
• Untuk inputs:
A
ƒ logic 1 is switch closed
ƒ logic 0 is switch open
• Untuk outputs: Switches in series => AND D
ƒ logic 1 is light on
ƒ Lampu nyala (L = 1) untuk:
ƒ logic
g 0 is light
g off.
• NOT menggunakan switch L(A, B, C, D) =
seperti: Normally-closed switch => NOT Dan bila tidak, mati (L = 0).
ƒ logic 1 is switch open C ƒ Model yang berguna untuk rangk relay dan
ƒ logic
og c 0 iss sw
switch
tc closed
c osed untuk rangk gerbang CMOS , merupakan
dasar dari teknologi logika digital saat ini.
Chapter 2 - Part 1 9 Chapter 2 - Part 1 10

Simbol Gerbang Logika dan


Gerbang Logika(Logic Gates) perilakunya
perilakunya.
ƒ Gerbang Logika mempunyai simbol khusus,
X X
Z 5 X ·Y Z5 X1 Y X Z5 X
ƒ Pada awal komputer, switches terbuka dan tertutup Y Y
gg
menggunakan medan magnit
g yyang g dihasilkan oleh AND gate OR gate NOT gate or
inverter
energi dari koil pada relays. Switches secara bergantian (a) Graphic symbols
membuka dan menutup jalan arus. ƒ And waveform behavior in time as follows:
ƒ Kemudian, vacuum tubes membuka dan menutup jalan X 0 0 1 1

arus secara elektronik, menggantikan relays.


Y 0 1 0 1
ƒ Saat
S iini,
i transistors
i di k i sebagai
dipakai b i electronic
l i switches
i h
yang membuka dan menutup jalannya arus. (AND) X ·Y 0 0 0 1
ƒ Optional:
O ti l Chapter
Ch t 6 – Part
P t 1:
1 The
Th Design
D i Space
S
(OR) X1 Y 0 1 1 1

(NOT) X 1 1 0 0
(b) Timing diagram
Chapter 2 - Part 1 11 Chapter 2 - Part 1 12
Delay pada Gerbang . Diagram Logika dan Ekspresi-nya.
ƒ Secara aktual, physical gates, bila satu atau Tabel Kebenaran Persamaan:
XYZ F = X + Y ⋅Z
lebih input berubah menyebabkan output
berubah, perubahan tersebut tidak terjadi
000 0 F = X +Y Z
001 1
secara instan. 010 0 Diagram Logika
ƒ Delayy antara p
perubahan input
p dan p perubahan 011 0 X

hasil output adalah gate delay dinyatakan : tG 100 1


Y F
101 1
1 110 1 Z
Input 111 1
0
tG tG tG = 0.3 ns ƒ Persamaan Boolean
Boolean, tabel kebenaran dan Diagram Logika
1 mentayakan Fungsi yang sama!
Output
0 ƒ Tabel Kebenaran adalah unik; ekspresi dan diagram logika
tidak.
id k Ini
I i memberikan
b ik fleksibilitas
fl k ibili dalam
d l implementasi
i l i
0 0.5 1 1.5 Time (ns) fungsi.
Chapter 2 - Part 1 13 Chapter 2 - Part 1 14

Aljabar Boolean Beberapa


p pproperti
p dari identitas dan Aljabar.
j

ƒ Struktur Aljabar didefinisikan pada satu set atau minimum 2 ƒ If the meaning is unambiguous, we leave out the symbol “·”
elemen, B, dengan tiga operator biner (denoted +, · and ) yang ƒ The identities above are organized into pairs. These pairs
dirumuskan secara mendasar sbb:
have names as follows:
1. X+0= X 2. X .1 =X 1-4 Existence of 0 and 1 5-6 Idempotence
3. X+1 =1 4. X .0 =0 7-8 Existence of complement 9 Involution
5
5. X+X =X 6
6. X .X = X
10-11 Commutative Laws 12-13 Associative Laws
7. X+X =1 8. X .X = 0
14-15 Distributive Laws 16-17 DeMorgan’s Laws
9
9. X=X
10. X + Y = Y + X 11. XY = YX Commutative ƒ “Dual” dari ekspresi suatu ekspresi aljabar didapat
12. (X + Y) + Z = X + (Y + Z) 13. (XY)
( ) Z = X(YZ)
( ) Associative dengan
de ga menggantikan
e gga t a + anda d · da
dan menggantikan
e gga t a 00’ss da
dan
14. X(Y + Z) = XY + XZ 15. X + YZ = (X + Y) (X + Z) Distributive 1’s.
16. X + Y = X . Y 17. X . Y = X + Y DeMorgan’s

Chapter 2 - Part 1 15 Chapter 2 - Part 1 16


Beberapa properti dari identitas dan Aljabar. Beberapa properti dari identitas dan Aljabar.
(Continued) (Continued)
ƒ Kemungkinan dapat lebih dari 2 elemen in B,
ƒ Contoh : F = (A + C) · B + 0 yaitu elemen selain1 and 0. Umumnya disebut
dual F = (A · C + B) · 1 = A · C + B apa Aljabar Boolean dengan lebih dari 2
elemen?
ƒ Contoh : G = X · Y + (W + Z)
g
Algebra of Sets
d lG=
dual
ƒ Contoh : H = A · B + A · C + B · C Algebra of n-bit binary vectors
dual H =
ƒ Bika B terdiri hanya 1 dan 0, maka B disebut
ƒ Are any of these functions self-dual?
self dual? switching algebra yang merupakan aljabar
yang sering digunakan.

Chapter 2 - Part 1 17 Chapter 2 - Part 1 18

Operator
Ope o Boolean
oo e Contoh 1: Pembuktian Aljabar
j Boolean

ƒ Urutan Evaluasi pada Ekspresi Boolean ƒ A + A·B = A (Absorption Theorem)


Proof Steps Justification (identity or theorem)
adalah : A + A·B
1 Parentheses/kurung
1. P th /k = A·1+A·B X=X·1
2. NOT = A · ( 1 + B) X · Y + X · Z = X ·(Y + Z)(Distributive Law)
3 AND
3. = A·1 1+X=1
4. OR = A X·1=X
ƒ Akibatnya: Kurung muncul sekitar
ƒ Alasan melakukan pembuktian untuk mempelajari:
ekspresi OR • Ber
Ber-hati2
hati2 dan secara efisien menggunakan rumus dan teorema
ƒ Contoh : F = A(B + C)(C + D) Aljabar Boolean.
• Bagaimana memilih identitas dan teorema yang cocok untuk
diterapkan untuk melanjutkan penyelesaian berikutnya
diterapkan, berikutnya.

Chapter 2 - Part 1 19 Chapter 2 - Part 1 20


Contoh 2: Pembuktian Aljabar
j Boolean Contoh 3: Pembuktian Aljabar
j Boolean
ƒ AB + AC + BC = AB + AC (Consensus Theorem) ƒ ( X + Y ) Z + X Y = Y( X + Z )
Proof Steps Justification (identity or theorem) Proof Steps Justification (identity or theorem)
AB + AC + BC ( X + Y )Z + X Y
= AB + AC + 1 · BC ? = (lanjutkan!)
= AB +AC + (A + A) · BC ?
= (lanjutkan!)

Chapter 2 - Part 1 21 Chapter 2 - Part 1 22

Teorema
eo e yang
y g berguna.
be gu . Pembuktian dengan
g p penyederhanaan.
y

ƒ x ⋅ y + x ⋅ y = y (x + y )(x + y )= y Minimizatio
i i i ti n x⋅y + x⋅y = y (x + y )(x + y ) = y
ƒ x + x⋅y = x x ⋅ (x + y ) = x Absorption
ƒ x + x ⋅ y = x + y x ⋅ (x + y )= x ⋅ y Simplification
ƒ x⋅y + x⋅z + y⋅z = x⋅y + x⋅z Consensus
(x + y )⋅ (x + z )⋅ (y + z ) = (x + y )⋅ (x + z )
ƒ x + y = x⋅y x⋅y = x + y DeMorgan' s Laws

Chapter 2 - Part 1 23 Chapter 2 - Part 1 24


Proof
oo of
o DeMorgan’s
e o g s Laws
ws Evaluasi Fungsi Boolean
F1 = xy
x + y = x⋅y x⋅y = x + y yz
F2 = x + yz
x
0
y
0
z F1
0 0
F2
0
F3 F4

F3 = x y z + x y z + x y 0 0 1 0 1
F4 = x y + x z 0 1 0 0 0
0 1 1 0 0
1 0 0 0 1
1 0 1 0 1
1 1 0 1 1
1 1 1 0 1

Chapter 2 - Part 1 25 Chapter 2 - Part 1 26

Penyederhanan
e yede Ekspresi
sp es Fungsi Complemen
ƒ Suatu Penerapanp Aljabar
j Boolean ƒ Gunakan Teorema DeMorgan
DeMorgan'ss untuk
ƒ Sederhanakan agar didapat jumlah mengkomplemen-kan fungsi:
literal terkecil.
terkecil (variabel complemen dan 11. S
Saling
li ditukar
dit k operators
t AND dan
d OR
tidak complemen): 2. Komplemen-kan masing2 nilai konstan
A B + ACD + A BD + AC D + A BCD dan literal.
= AB + ABCD + A C D + A C D + A B D Contoh:Komplemen kan F = xy z + x y z
ƒ Contoh:Komplemen-kan
= AB + AB(CD) + A C (D + D) + A B D F = ((x + y + z)(x
)( + y + z))
= AB + A C + A B D = B(A + AD) +AC ƒ Contoh:Komplemen-kan G = (a + bc)d + e
= B (A + D) + A C 5 literals
G=
Chapter 2 - Part 1 27 Chapter 2 - Part 1 28
Overview
Bentuk Fungsi Kanonik Bentuk
e u Kanonik
o
ƒAApa it
itu B
Bentuk
t kKKanonik?
ik? ƒ Sangat berg
berguna
na untuk
nt k menspecif
menspecify F
Fungsi
ngsi
ƒ Minterms and Maxterms Boolean dalam bentuk seperti:
ƒ Index Merepresentasikan Minterms dan • Allows comparison for equality.
Maxterms • Has a correspondence to the truth tables

ƒ Representasi Sum-of-Minterm (SOM) ƒ Bentuk Kanonik yang umum digunakan :


• S
Sum off Minterms
i (SOM)
(SO ) = Sum
S off Product
ƒ Representasi Product-of-Maxterm (POM) (SOP)
ƒ Representasi
R t i Fungsi
F i Komplemen
K l • Product of Maxterms (POM)= Product of Sum
ƒ Konversi antar Representasi
p (POS)

Chapter 2 - Part 1 29 Chapter 2 - Part 1 30

Minterms Maxterms
ƒ Minterms adalah AND terms dengan adanya
setiap variabel baik itu ‘true’
true atau bentuk ƒ Maxterms adalah OR terms dengan g setiap p
komplemen form. variable ‘true’ atau bentuk complemen .
ƒ Diketahui masing2 variabel biner adalah normal ƒ Diketahui masing2 g variabel biner adalah
(e.g., x) atau komplemen (e.g.,x), maka ada 2n normal (e.g., x) atau komplemen (e.g., x), maka
minterms untuk n variable. ada 2n maxterms untuk n variable.
ƒ Contoh: Dua variable (X and Y) akan didapat ƒ Contoh: Dua variable (X and Y) menghasilkan
2 x 2 = 4 kombinasi:
ƒ 2 x 2 = 4 kombinasi:
XY (both normal) X + Y (both normal)
XY (X normal, Y complemented) X + Y ((x normal, y complemented)
p )
XY (X complemented, Y normal) X + Y (x complemented, y normal)
XY ((both complemented)
p )
X + Y (both complemented)
ƒ Berarti ada empat minterms dari dua variabel.
Chapter 2 - Part 1 31 Chapter 2 - Part 1 32
Maxterms and Minterms Urutan Standard.
ƒ Minterms dan maxterms didisain dengan subscript
ƒ Contoh: Dua variable minterms dan
ƒ Subscript
S b i t adalah
d l h angka
k , ttergantung
t pada
d bi
binary pattern-nya
tt
maxterms. ƒ Bit pada pattern menyatakan komplemen atau kondisi
Index Minterm Maxterm normal untuk masing2 variable yang ditulis dalam urutan
standard.
0 xy x+y ƒ Semua variabel akan ada dalam minterm atau maxterm dan
akan ditulis dalam urutan yang sama (umumnya
1 xy x+y alphabetically)
2 xy x+y ƒ Contoh: Untuk variable aa, bb, c:
• Maxterms: (a + b + c), (a + b + c)
3 xy x+y
• Terms: (b + a + c),
c) a c b,
b dan (c + b + a) TIDAK dalam
ƒ Indeks diatas sangat penting untuk urutan standard.
menentukan variabel yang mana dalam terms • Minterms: a b c, a b c, a b c
tersebut ‘true’ dan yang mana komplemen. • Terms: (a + c), b c, and (a + b) tidak terdiri dari semua
Chapter 2 - Part 1 33 variables Chapter 2 - Part 1 34

Tujuan dari Index Contoh Index untuk Tiga Variabel


ƒ Index untuk minterm atau maxterm,, ƒ Contoh: ((Untuk tiga
g variabel))
menyatakan sebagai bil biner, yang dipakai ƒ Misalkan Variabel tersebut adalah : X, Y, and Z.
untuk menentukan apakah
p variable yyang
g ada ƒ Urutan standard-nya
standard nya adalah : X X, then YY, then Z
Z.
bentuk ‘true’ atau bentuk komplemen.
ƒ Index 0 (basis 10) = 000 (basis 2) untuk tiga
ƒ Untuk Minterms: variables).
i ) Ketiga
i var tersebut adalah komplemen
• “1” berarti var ini “Bukan komplemen” dan utk minterm 0 ( X , Y, Z ) dan tidak ada var yang
• “0”
0 berarti var ini “Komplemen”
Komplemen . k
komplemen
l untukk Maxterm
M 0 (X,Y,Z).
)
ƒ Untuk Maxterms: • Minterm 0, disebut m0 = X Y Z .
• “0” b
berartii var ini
i i “Bukan
“B k komplemen”
k l ” dan
d • Maxterm 0, disebut M0 = (X + Y + Z).
• “1” berarti var ini “Komplemen”. • Minterm 6 ?
• Maxterm 6 ?
Chapter 2 - Part 1 35 Chapter 2 - Part 1 36
Contoh Indeks– Empat Variable. Hubungan Minterm and Maxterm
Index Binary Minterm Maxterm ƒ Mengulangi:
g g DeMorgan's
g Theorem
i Pattern mi Mi x · y = x + y and x + y = x ⋅ y
0 0000 abcd a + b + c + d ƒ Contoh Dua Variabel:
1 0001 abcd ? M 2 = x + y dan m 2 = x·y
Jadi M2 adalah komplemen dari m2 dan
3 0011 ? a+b+c+d sebaliknya.
5 0101 abcd a + b + c + d ƒ Bila DeMorgan's Theorem terdiri dari n variabel,
7 0111 ? a+b+c+d makak tterm di
diatas
t jjuga tterdiri
di i dari
d i n variabel.
i b l
abcd a + b + c + d
mi = M i
10 1010
13 1101 abcd ? ƒ Bila : Mi = mi dan
15 1111 abcd a + b + c + d
Maka Mi adalah komplemen dari mi.

Chapter 2 - Part 1 37 Chapter 2 - Part 1 38

Tabel Fungsi ke-dua2-nya. Observasi


ƒ Pada Tabel fungsi:
ƒ Minterms dari Maxterms dari • Masing2 minterm mempunyai satu dan hanya satu,
satu 1 berada
pada 2n terms ( minimum dari 1s). Selain itu adalah 0.
2 variabel 2 variabel • Masing2 maxterm mempunyai satu dan hanya satu, 0 berada
pada 2n terms ( maximum of 0s).
0s) Selain itu adalah 11.
xy m0 m1 m2 m3 x y M0 M1 M2 M3
ƒ Kita dapat mengimplementasikan dengan "ORing"
00 1 0 0 0 00 0 1 1 1 minterms dengang memasukkan "1" kedalam tabel
01 0 1 0 0 01 1 0 1 1 fungsi. Ini disebut Fungsi dari minterm.
10 0 0 1 0 10 1 1 0 1 ƒ Kita dapat mengimplementasikan dengan "ANDing"
11 0 0 0 1 11 1 1 1 0 maxterms
t d
dengan memasukkan
kk "0" k kedalam
d l ttabel
b l
fungsi. Ini disebut Fungsi dari maxterm.
ƒ Jadi ada dua bentuk kanonik:
ƒ Masing2 kolom pada tabel fungsi maxterm adalah • Sum of Minterms (SOM) – Jumlah sukumin
komplemen dari kolom tabel fungsi minterm, • Product of Maxterms (POM) – Hasil kali sukumax
maka
k Mi adalah
d l h komplemen
k l dari
d i mi. untuk menyatakan Fungsi Boolean.
Chapter 2 - Part 1 39 Chapter 2 - Part 1 40
Contoh Fungsi Minterm Contoh Fungsi Minterm

ƒ Example: Find F1 = m1 + m4 + m7 ƒ F(A,


( , B,, C,, D,, E)) = m2 + m9 + m17 + m23
ƒ F1 = x y z + x y z + x y z ƒ F(A, B, C, D, E) =
x y z index
i d m1 + m4 + m7 = F1
000 0 0 + 0 + 0 =0
001 1 1 + 0 + 0 =1
010 2 0 + 0 + 0 =0
011 3 0 + 0 + 0 =0
100 4 0 + 1 + 0 =1
101 5 0 + 0 + 0 =0
110 6 0 + 0 + 0 =0
111 7 0 + 0 + 1 =1
Chapter 2 - Part 1 41 Chapter 2 - Part 1 42

Contoh Fungsi Maxterm Contoh Fungsi


g Maxterm
ƒ Contoh: Implementasikan F1 dalam maxterms:
F1 = M0 · M2 · M3 · M5 · M6 ƒ F( A , B, C, D) = M 3 ⋅ M8 ⋅ M11 ⋅ M14
F1 = ((x + y + z)) ·(x
( + y + z)·(x
) ( + y + z) ƒ F(A, B,C,D) =
·( x + y + z )·( x + y + z)
xyz i M0 ⋅ M2 ⋅ M3 ⋅ M5 ⋅ M6 = F1
000 0 0 ⋅ 1 ⋅ 1 ⋅ 1 ⋅ 1 =0
001 1 1 ⋅ 1 ⋅ 1 ⋅ 1 ⋅ 1 =1
010 2 1 ⋅ 0 ⋅ 1 ⋅ 1 ⋅ 1 =0
011 3 1 ⋅ 1 ⋅ 0 ⋅ 1 ⋅ 1 =0
100 4 1 ⋅ 1 ⋅ 1 ⋅ 1 ⋅ 1 =1
101 5 1 ⋅ 1 ⋅ 1 ⋅ 0 ⋅ 1 =0
110 6 1 ⋅ 1 ⋅ 1 ⋅ 1 ⋅ 0 =0
111 7 1 ⋅ 1 ⋅ 1 ⋅ 1 ⋅ 1 =1
Chapter 2 - Part 1 43 Chapter 2 - Part 1 44
Kanonikal Jumlah dari Minterms Another SOM Example
ƒ Setiap fungsi Boolean dapat dinyatakan dalam p F=A+BC
ƒ Example:
: Sum of Minterms. ƒ There are three variables, A, B, and C which
• For the function table, the minterms used are the we take to be the standard order.
t
terms corresponding
di tot the
th 1'
1's
• For expressions, expand all terms first to explicitly
ƒ Expanding the terms with missing variables:
list all minterms.
minterms Do this by “ANDing”
ANDing any term
missing a variable v with a term (v + v ).
ƒ Example:
p Implement
p f = x + x y as a sum of
minterms.
First expand terms: f = x ( y + y ) + x y
Then distribute terms: f = xy + x y + x y ƒ C
Collect
ll t terms
t (removing
( i all
ll but
b t one off duplicate
d li t
Express as sum of minterms: f = m3 + m2 + m0
terms):
ƒ Express
E as SOM
SOM:
Chapter 2 - Part 1 45 Chapter 2 - Part 1 46

Shorthand SOM Form Canonical Product of Maxterms


ƒ Any Boolean Function can be expressed as a Product of
ƒ From the p previous example,
p , we started with: Maxterms (POM).
(POM)
F=A+BC • For the function table, the maxterms used are the terms
corresponding to the 0's.
ƒ We ended up with: • For an expression, expand all terms first to explicitly list all
maxterms. Do this by first applying the second distributive
F = m1+m4+m5+m6+m7 law , “ORing” terms missing variable v with a term equal to v⋅ v
and
d then
h applying
l i theh di
distributive
ib i llaw again.
i
ƒ This can be denoted in the formal shorthand:
ƒ Example: Convert to product of maxterms:
F( A , B, C) = Σm(1,4,5,6,7 ) f ( x, y , z ) = x + x y
ƒ Note that we explicitly show the standard Apply the distributive law:
variables in order and drop the “m”m x + x y = ((x + x )(
)(x + y ) = 1 ⋅ ((x + y ) = x + y
designators. Add missing variable z:
x + y + z ⋅ z = ( x + y + z ) (x + y + z )
Express as POM: f = M2 · M3
Chapter 2 - Part 1 47 Chapter 2 - Part 1 48
Another POM Example Function Complements
ƒ Convert to Product of Maxterms: ƒ The complement
p of a function expressed
p as a
f(A, B, C) = A C + B C + A B sum of minterms is constructed by selecting the
ƒ Use x + y z = (x+y)·(x+z)
( y) ( ) with x = ((A C + B C),
), y = A , minterms missingg in the sum-of-minterms
and z = B to get: canonical forms.
f = ((A C + B C + A )(
)(A C + B C + B) ƒ Alternatively,
Alternatively the complement of a function
ƒ Then use x + x y = x + y to get: expressed by a Sum of Minterms form is simply
f = ( C + BC + A )(A C + C + B ) the Product of Maxterms with the same indices indices.
and a second time to get: ƒ Example: Given F ( x , y , z ) = Σm ( 1, 3 , 5 , 7 )
f = ( C + B + A )(A + C + B ) F( x, y , z ) = Σm( 0, 2,4,6)
ƒ Rearrange to standard order, F( x, y , z ) = ΠM(1, 3,5,7 )
f = ( A + B + C)(A + B + C) tot give
i f = M5 · M2
Chapter 2 - Part 1 49 Chapter 2 - Part 1 50

Conversion Between Forms Standard Forms


ƒ To convert between sum-of-minterms and product-
p ƒ Standard Sum-of-Products ((SOP)) form:
of-maxterms form (or vice-versa) we follow these equations are written as an OR of AND terms
p
steps: ƒ Standard Product-of-Sums (POS) form:
• Find the function complement by swapping terms in the equations are written as an AND of OR terms
list with terms not in the list.
ƒ Examples:
• Change from products to sums, or vice versa.
• SOP: A B C + A B C + B
ƒ Example:Given F as before: F( x , y , z ) = Σm(1, 3,5,7 ) POS (A + B) · (A+ B + C )· C
• POS:
ƒ Form the Complement: F( x, y , z ) = Σm( 0, 2,4,6) ƒ These “mixed” forms are neither SOP nor POS
ƒ Then
Th use the th other
th form
f with
ith th
the same iindices
di – this
thi • (A B + C) (A + C)
forms the complement again, giving the other form • A B C + A C (A + B)
off th
the original
i i l function:
f ti F( x, y , z ) = ΠM( 0, 2,4,6)
Chapter 2 - Part 1 51 Chapter 2 - Part 1 52
Standard Sum-of-Products (SOP) Standard Sum-of-Products
Sum of Products (SOP)
ƒ A sum of minterms form for n variables ƒ A Simplification
p Example:
p
can be written down directly from a truth ƒ F( A , B, C) = Σm(1,4,5,6,7 )
table. ƒ Writing the minterm expression:
• Implementation of this form is a two-level F = A B C + A B C + A B C + ABC + ABC
network of gates such that: ƒ Simplifying:
• The first level consists of n-input AND gates, F=
and
• The second level is a single OR gate (with
fewer than 2n inputs).
ƒ This form often can be simplified so that
ƒ Simplified F contains 3 literals compared to 15 in
the corresponding circuit is simpler
simpler. minterm F
Chapter 2 - Part 1 53 Chapter 2 - Part 1 54

AND/OR Two-level Implementation


SOP and POS Observations
of SOP Expression
ƒ The two implementations
p for F are shown ƒ The p
previous examples
p show that:
below – it is quite apparent which is simpler! • Canonical Forms (Sum-of-minterms, Product-of-
A Maxterms), or other standard forms (SOP, POS)
B diff in
differ i complexity
l it
A
C F
• Boolean algebra can be used to manipulate
A B
B equations into simpler forms.
C
C • Simpler equations lead to simpler two-level
A implementations
B F
C ƒ Questions:
A • How can we attain a “simplest” expression?
B
C • Is there only one minimum cost circuit?
A • The next part will deal with these issues.
B
C
Chapter 2 - Part 1 55 Chapter 2 - Part 1 56
Terms
e s oof Use Logic and Computer Design Fundamental

ƒ All (or portions) of this material © 2008 by Pearson


Education, Inc. Chapter
h 2
ƒ Permission is given to incorporate this material or
adaptations thereof into classroom presentations and Rangkaian Logika Kombinasi
handouts to instructors in courses adopting the latest
edition of Logic and Computer Design Fundamentals
Bagian 1 : Rangkaian Gerbang dan
as the course textbook. P
Persamaan Boolean
B l
ƒ These materials or adaptations thereof are not to be
sold or otherwise offered for consideration
consideration.
ƒ This Terms of Use slide or page is to be included within
g
the original materials or anyy adaptations
p thereof.
M. Mano
M M & Charles
Ch l R.R Kime
Ki
2008,, Pearson Education,, Inc
58
Chapter 2 - Part 1 57

Logic and Computer Design Fundamental

Chapter 1
Digital
i i l andd Computer Information
f i

M. Mano & Charles R. Kime


2008 Pearson Education,
2008, Education Inc

59