Anda di halaman 1dari 19

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

Kementerian : Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat


Unit Eselon I : Direktorat Jenderal Pemanfaatan Daya Air
Program : Pengelolaan Pemanfaatan Daya Air
Hasil : 1 (satu) Laporan Supervisi
Satker : SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air Citarum,
Balai Besar Wilayah Sungai Citarum
Kegiatan : Supervisi Konstruksi Pembangunan Bottom Control / Groundsill
Bendung Cipamingkis
Indikator Kinerja : Pengawasan Teknis dan Supervisi
Satuan Ukur dan Jenis : Laporan
Volume : 1 (satu) Laporan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


a. Hukum Tugas dan Fungsi / Kebijakan :
1. Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Pengairan;
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan
SUmber Daya Air;
3. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 2/PRT/M/2008 tentang Pedoman
Pelaksanaan Kegiatan Kemetrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang
merupakan Wewenang Pemerintah dan Dilaksankan Sendiri;
4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 93/PMK.02/2011 tentanng Petunjuk Penyusunan
dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggran Kementerian Negara / Lembaga Tahun
Anggarn 2014;
5. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 31/PRT/M/2015
tentang Perubahan Ketiga Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 07/PRT/M/2011
tentang Standard an Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi.

b. Pelaksanaan Tugas
a. Pelaksana Kegiatan
Pelaksana kegiatan ini dilaksanakan oleh PPK Irigasi dan Rawa II SNVT Pelaksanaan
Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Balai Besar Wilayah Sungai Citarum.
b. Penanggung Jawab
Penanggung Jawab Pelaksanaan Supervisi Konstruksi Pembangunan Bottom Control /
Groundsill Bendung Cipamingkis ini adalah SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan
Air (PJPA) Citarum Balai Besar Wilayah Sungai Citarum.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Supervisi Konstruksi Pembangunan Bottom Control / Groundsill Bendung Cipamingkis
1
1.2 GAMBARAN UMUM
Bendung Cipamingkis yang dibangun sejak tahun 1980 – 1982 merupakan Jenis bendung
tetap dengan panjang 171,20 M dan lebar 84 M. Dalam upaya mempertahankan konstruksi
bendung dilakukan pengamanan dengan membuat mercu II dan III pada tahun 1997. Pada
tanggal 25 Mei 2016 telah terjadi banjir (Q = 322 m3/det) yang mengakibatkan rusaknya
Bendung. Hal ini berdampak pada kurang optimalnya pelayanan irigasi yang aliran nya dari
bendung cipamingkis dan dikawatirkan produksi pangan menurun sehingga pendapatan
petani berpotensi berkurang. Melihat kondisi tersebut, maka perlu upaya untuk
mengembalikan kinerja bendung agar jaringan irigasi yang teraliri dapat optimal dan
menunjang peningkatan indeks pertanaman menjadi 160 serta dapat mendukung program
Ketahanan Pangan Nasional.
Bendung Cipamingkis merupakan bendung teknis yang awalnya/desainnya mengairi sawah
seluas 7.500 Ha namun operasional dilapangan saat ini mengairi areal sawah seluas 3.971
Ha dengan pintu pengambilan kiri untuk areal seluas 2.377 Ha dan pengambilan kanan untuk
areal seluas 1.594 Ha. Dengan adanya Pekerjaan Pembangunan Bendung Cipamingkis
Kabupaten Bogor diharapkan mengembalikan kinerja Bendung, sehingga DI Cipamingkis
dapat terairi.
Pengawasan pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Bendung Cipamingkis merupakan hal
yang cukup penting untuk dilaksanakan guna memperoleh hasil yang optimal dari desain yang
telah ditetapkan. Pemerintah melaksanakan kebijakan dengan menyediakan konsultan
supervisi yang akan bertindak sebagai wakil direksi teknik sehingga akan mendapatkan hasil
pekerjaan konstruksi yang sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.
Dalam hal pelaksanaan pekerjaan konstruksi, maka tanggung jawab Pemerintah dalam hal ini
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Pemanfaatan
Daya Air melalui SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air Citarum, Balai Besar Wilayah
Sungai Citarum sangat terkait dengan tugas dalam menetapkan kebijakan mutu serta
menetapkan sasaran mutu. Dalam mengantisipasi hal tersebut, maka sangatlah penting
pengawasan pelaksanaan pekerjaan pada setiap tahapan untuk menjamin keberhasilan dan
mutu pekerjaan keterkaitannya dengan kegiatan ini, maka digunakan jasa konsultansi
supervisi.
Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, konsultan supervisi terikat pada metode dan
standar yang berlaku dalam lingkungan Direktorat Jenderal Pemanfaatan Daya Air secara
khusus dan secara umum pada metode dan standar yang diakui di Indonesia.
Pada PPK Irigasi dan Rawa II, SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air Citarum, Balai
Besar Wilayah Sungai Citarum akan melakukan kegiatan pekerjaan Supervisi Konstruksi
Pembangunan Bottom Control / Groundsill Bendung Cipamingkis Provinsi Jawa Barat.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Supervisi Konstruksi Pembangunan Bottom Control / Groundsill Bendung Cipamingkis
2
1.3 ALASAN KEGIATAN
Membantu Pengguna jasa dalam pengawasan pelaksaan pekerjaan Supervisi Konstruksi
Pembangunan Bottom Control / Groundsill Bendung Cipamingkis Provinsi Jawa Barat agar
dapat terlaksana dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan
yang ada.

1.4 MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud dari pekerjaan ini adalah melaksanakan Pengawasan Supervisi Konstruksi serta
dengan standar Irigasi yang berlaku, antara lain dengan menetapkan strategi dan metoda
pelaksanaan yang mencakup rekayasa dan pelaksanaan pengawasan.
Tujuan pekerjaan ini adalah memberi dukungan pengawasan teknis terhadap paket
pekerjaan Supervisi Konstruksi Pembangunan Bottom Control / Groundsill Bendung
Cipamingkis Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2019, sehingga mendapatkan suatu hasil
konstruksi yang memenuhi spesifikasi teknik dengan batasan waktu, biaya dan mutu yang
dapat dipertanggungjawabkan.

1.5 SASARAN
1. Terlaksananya Supervisi Konstruksi Pembangunan Bottom Control / Groundsill Bendung
Cipamingkis sehingga dapat menjamin pelaksanaan pekerjaan konstruksi dalam
memperoleh hasil yang sesuai dengan standar perencanaan baik dari aspek kualitas,
volume maupun waktu serta tersusunnya laporan hasil pengawasan paket pekerjaan
tersebut pada PPK Irigasi dan Rawa II, SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air Citarum,
Balai Besar Wilayah Sungai Citarum.
2. Untuk mendapatkan kualitas maupun kuantitas pelaksanaan pembangunan konstruksi yang
sesuai dengan spesifikasi teknik, biaya dan waktu pelaksanaan yang ditentukan di dalam
Dokumen Kontrak Pekerjaan Konstruksi dari pekerjaan pengawasan yang dilaksanakan oleh
Konsultan sesuai Norma, Standar, Pedoman, Manual (NSPM) yang berlaku.

1.6 NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA


Penguna jasa pekerjaan ini adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa II,
SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air Citarum, Balai Besar Wilayah Sungai Citarum.

1.7 PEMANFAATAN PENDANAAN


Anggaran Biaya untuk pelaksanaan pekerjaan ini sebesar Rp. 1.493.525.000,00 ( Satu Milyar
Empat Ratus Sembilan Puluh Tiga Juta Lima Ratus Dua Puluh Lima Ribu Rupiah ) yang
Sumber dana diperoleh dari APBN melalui DIPA SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air
Citarum, Balai Besar Wilayah Sungai Citarum TA. 2019

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Supervisi Konstruksi Pembangunan Bottom Control / Groundsill Bendung Cipamingkis
3
1.8 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Waktu pelaksanaan pekerjaan ini adalah 150 (seratus lima puluh) hari kalender / 5 (lima)
bulan terhitung sejak dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

Bulan
No Uraian Kegiatan Ket
1 2 3 4 5
1 Persiapan
Mobilisasi & Demobilisasi
2 Pengawasan
3 Pelaporan
Rencana Mutu Kontrak
Konsep Laporan
Pendahuluan
Final Laporan Pendahuluan
Laporan Bulanan
Laporan Pertengahan
Laporan Kualitas Mutu
Laporan Geoteknik
Laporan Pengukuran
Konsep Laporan Akhir
Final Laporan Akhir
Ringkasan Laporan

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Supervisi Konstruksi Pembangunan Bottom Control / Groundsill Bendung Cipamingkis
4
BAB II
LINGKUP KEGIATAN

2.1. UMUM

Secara umum lingkup kegiatan Supervisi Konstruksi Pembangunan Bottom Control / Groundsill
Bendung Cipamingkis pada PPK Irigasi dan Rawa II ini, sbb:

a. Konsultan harus memahami semua data dan dokumen yang telah disusun yang berkaitan
dengan perencanaan (desain) serta Dokumen Kontrak pekerjaan supervisi konstruksi dari
PPK Irigasi dan Rawa II, sehingga dapat dipakai sebagai acuan dalam penyusunan
Rencana Mutu Kontrak (RMK). Dokumen RMK ini selanjutnya akan dipakai sebagai kendali
pekerjaan Supervisi Konstruksi;

b. Membantu dan memberi saran kepada PPK Irigasi dan Rawa II yang diperlukan dalam
melakukan pemeriksaan serta memberikan petunjuk agar pelaksanaan pekerjaan benar-
benar berlangsung sesuai dengan ketentuan dalam kontrak dan jadwal pelaksanaannya.
Dengan demikian. Konsultan harus mengetahui RMK dari Kontraktor yang dipakai sebagai
pedoman/acuan pekerjaan;

c. Memberi saran dan masukan kepada PPK Irigasi dan Rawa II jika ada permasalahan yang
menyangkut Dokumen Kontrak Pekerjaan Konstruksi;

d. Membantu dan memberi saran kepada PPK Irigasi dan Rawa II dalam menyelesaikan
perbedaan pendapat yang mungkin timbul dengan kontraktor dan memberikan pendapat
yang diminta maupun tidak berdasarkan pertimbangan dan analisa obyektif terhadap semua
tuntutan yang mungkin diajukan oleh kontraktor;

e. Membantu, memberi saran dengan tindak lanjut kepada PPK Irigasi dan Rawa II apabila
terjadi perubahan desain dan spesifikasi, kuantitas, biaya, waktu pelaksanaan;

f. Dalam melaksanakan pekerjaan pengawasan konstruksi diberlakukan sistem Task Concept.

2.2. LINGKUP KEGIATAN

Dari uraian di atas, maka Konsultan Supervisi berkewajiban dan bertanggung jawab, sbb:

a. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan dari segi kualitas, kuantitas dan proses pencapaian
volume pekerjaan serta melakukan opname pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh
pelaksana konstruksi (kontraktor) apabila;

b. Mengendalikan ketepatan waktu pelaksanaan dan biaya pekerjaan;

c. Membantu PPK Irigasi dan Rawa II, SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatanr Air Citarum,
Balai Besar Wilayah Sungai Citarum untuk memeriksa, dan menindaklanjuti terhadap :

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Supervisi Konstruksi Pembangunan Bottom Control / Groundsill Bendung Cipamingkis
5
- Dokumen RMK yang dibuat Kontraktor.
- Semua usulan penerapan referensi yang akan dipakai pada pelaksanaan pekerjaan yang
diajukan oleh kontraktor.

- Rencana kerja kontraktor sehubungan dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan agar dapat
diperoleh metoda kerja yang efektif dan efisien.

- Gambar Construction Drawing dan As Built Drawing yang dibuat kontraktor.


d. Melakukan inspeksi dan pemeriksaan atas seluruh daerah kerja dan semua instalasi yang
ada. Untuk pelaksanaan pekerjaan petugas Konsultan harus selalu mengawasi pekerjaan
tersebut di lapangan;

e. Menyetujui Buku Harian Lapangan (BHL) Kontraktor yang harus selalu berada di lapangan;

f. Mengusulkan perubahan-perubahan pekerjaan dan perubahan harga (termasuk eskalasi)


sepanjang masih tercantum dalam surat perjanjian kontrak sebagai akibat adanya
penyesuaian-penyesuaian di lapangan yang tidak dapat dihindarkan dan memecahkan
persoalan-persoalan yang terjadi selama pelaksanaan. Terhadap perubahan pekerjaan
tersebut gambar perubahan yang dibuat oleh kontraktor dan diperiksa oleh Konsultan;

g. Menyelesaikan setiap perubahan pekerjaan yang timbul selama pelaksanaan pekerjaan


hingga mendapatkan persetujuan terhadap setiap perubahan pekerjaan tersebut dengan
menyampaikan pula alasan, analisa, spesifikasi dan gambar-gambar yang diperlukan;

h. Memeriksa berita acara Bobot Pekerjaan yang diajukan oleh Kontraktor;

i. Mengikuti rapat evaluasi progress pekerjaan;

j. Melaksanakan pengukuran MC-0, Contract Change Order (CCO) dan MC-100 bersama
Kontraktor dan Panitia Peneliti Kontrak;

k. Memeriksa hasil pengukuran progress / termijn yang dilakukan oleh pelaksana pekerjaan
dan disetujui dengan Pengawas Pekerjaan;

l. Memeriksa dan menyetujui dokumentasi yang dibuat oleh kontraktor dalam pelaksanaan
pekerjaan.

m. Melakukan pengukuran serah terima pekerjaan bersama dengan Panitia Peneliti Kontrak
PPK Irigasi dan Rawa II, SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Citarum, Balai
Besar Wilayah Sungai Citarum;

n. Memeriksa dan menyetujui laporan harian, mingguan dan bulanan mengenai kemajuan
pelaksanaan pekerjaan mengenai pelaksanaan pekerjaan, hasil diskusi berkaitan dengan
pelaksanaan pekerjaan di lapangan, penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh
Kontraktor, perbaikannya dan hal-hal yang terjadi di lapangan. Dalam kegiatan ini, Direksi
juga harus ikut mengawasi audit RMK Kontraktor dan perubahan perubahan yang ada;

o. Konsultan dalam segala hal mengasistensikan kepada Pengawas Pekerjaan (Direksi) atas
kebenaran dan kelengkapan hasil pengawasan, pemeriksaaan, evaluasi hasil pelaksanaan

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Supervisi Konstruksi Pembangunan Bottom Control / Groundsill Bendung Cipamingkis
6
dan dokumen-dokumen serta bukti bukti pemenuhan kontrak pelaksanaan pekerjaan oleh
kontraktor.

p. Menyusun Laporan-laporan hasil kegiatan supervisi. Adapun laporan yang harus disusun
adalah sebagai berikut:

 Rencana Mutu Kontrak

 Konsep Laporan Pendahuluan

 Final Laporan Pendahuluan

 Laporan Bulanan

 Laporan Pertengahan

 Laporan Kualitas Mutu

 Laporan Geoteknik

 Laporan Pengukuran

 Konsep Laporan Akhir

 Final Laporan Akhir

 Ringkasan Laporan

2.3. TANGGUNG JAWAB KONSULTAN PENGAWAS

A. Konsultan Pengawas bertanggung jawab secara profesional atas jasa pengawasan yang
dilakukan sesuai dengan ketentuan dan kode tata ‘laku’ profesi yang berlaku.

B. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah minimal sebagai berikut:

1. Kesesuaian pelaksanaan konstruksi dengan dokumen pelelangan / pelaksanaan yang


dijadikan pedoman, serta peraturan, standar dan pedoman teknis yang berlaku.

2. Kinerja pengawasan telah memenuhi standar hasil pengawasan yang berlaku.

3. Hasil evaluasi pengawasan dan dampak yang ditimbulkan.

C. Penanggung jawab profesional pengawasan adalah tidak hanya konsultan sebagai suatu
perusahaan tetapi juga bagi para tenaga ahli profesional pengawasan yang terlibat.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Supervisi Konstruksi Pembangunan Bottom Control / Groundsill Bendung Cipamingkis
7
BAB III
KEBUTUHAN PERSONIL
3.1. PERSONIL YANG DIPERLUKAN
Personil yang diperlukan untuk kegiatan Supervisi Konstruksi Pembangunan Bottom Control /
Groundsill Bendung Cipamingkis pada PPK Irigasi dan Rawa II, SNVT Pelaksana Jaringan
Pemanfaatan Air Citarum, Balai Besar Wilayah Sungai Citarum Tahun Anggaran 2019 mencakup
seluruh personil yang ditugaskan oleh konsultan di dalam pelaksanaan pekerjaan ini harus
mampu pada bidang tugasnya masing-masing serta harus sesuai dengan yang diusulkan oleh
konsultan yang bersangkutan.
Personil yang ditugaskan harus memenuhi persyaratan keahlian seperti tersebut di bawah ini:

A. Tenaga Ahli
1. Ketua Tim/Team Leader
Ketua tim disyaratkan seorang Sarjana Teknik Strata 2 (S2) jurusan Teknik Sipil / Teknik
Pengairan / Teknik Keairan atau sejenisnya lulusan universitas / perguruan tinggi negeri
atau yang disamakan, mempunyai sertifikat keahlian dan berpengalaman dalam
pengawasan dan perencanaan Pengairan, Irigasi dan Bendung, sekurang-kurangnya 6
(enam) tahun. mempunyai sertifikat keahlian (SKA) Madya sesuai dengan bidangnya dari
asosiasi resmi.
Memiliki tugas dan tanggung jawabatas seluruh manajemen pekerjaan pengawasan
konstruksi termasuk penyusunan laporan kemajuan pekerjaan secara teratur sebagai Ketua
Tim Konsultan, mencakup tapi tidak terbatas untuk:
a. Mewakili Tim Konsultan dan bertanggung jawab penuh terhadap jasa layanan supervisi
konstruksi berdasarkan Kontrak Pelaksanaan Jasa Konsultan
b. Melaksanakan koordinasi dengan PPK, Kontraktor dan aparat pemerintah setempat
dalam pelaksanaan pekerjaan pengawasan konstruksi.
c. Mengawasi dan mengendalikan seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh tenaga ahli dan
staf Tim Konsultan.
d. Membantu dan memberi saran kepada PPK dalam pengawasan pekerjaankonstruksi,
mencakup pengendalian kemajuan pelaksanaan, kualitas, biaya dan pengendalian
keselamatan dan kesehatan kerja serta melaksanakan review/revisi/modifikasi desain,
gambar desain dan spesifikasi teknis, bila diperlukan.
e. Membantu PPK Mengidentifikasi permasalahan dan keterlambatan pelaksanaan
konstruksi dan merekomendasikan langkah-langkah percepatan pelaksanaan bila terjadi
keterlambatan.
f. Mengawasi, mengevaluasi dan memastikan pelaksanaan K3 oleh kontraktor untuk
menjamin keselamatan dan keamanan pekerja, personil PPK, masyarakat umum dan
pekerjaan
g. Membantu PPK memeriksa usulan pembayaran oleh Kontraktor.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Supervisi Konstruksi Pembangunan Bottom Control / Groundsill Bendung Cipamingkis
8
h. Memberikan saran dan rekomendasi kepada PPK terhadap klaim dan semua masalah
yang terkait dengan peristiwa kompensasi dan perselisihan dengan Kontraktor, dan
rekomendasi penyelesaiannya termasuk penyelesaian melalui arbitrase.
i. Menyiapkan dan menyampaikan semua laporan yang disyaratkan dalam Kerangka
Acuan Kerja ini seperti: laporan pendahuluan, laporan bulanan, laporan triwulan, laporan
antara, laporan akhir, laporan review desain, laporan pekerjaan selesai, dan laporan
khusus teknis (bila diperlukan).
j. Menyimpan dan menyusun data yang diperlukan untuk penyusunan laporan pekerjaan
selesai dan menyiapkan Laporan Pekerjaan Konstruksi Selesai dengan berkoordinasi
dengan semua tenaga ahli.
k. Hadir dalam rapat rutin dan rapat khusus(ad-hoc) serta mengkoordinasikan penyiapan
bahan diskusi untuk rapat rutin/rapat khusus (ad-hoc).

2. AhliTeknik Irigasi
Ahli Konstruksi disyaratkan seorang Sarjana Teknik Strata 1 (S1) jurusan Teknik Sipil /
pengairan lulusan universitas / perguruan tinggi negeri atau yang disamakan, mempunyai
sertifikat keahlian dan berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang pengawasan
pembangunan prasarana keairan, Irigasi dan Bendung, sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun.
mempunyai sertifikat keahlian (SKA) Muda sesuai dengan bidangnya dari asosiasi resmi dan
berpengalaman melaksanakan pengawasan pekerjaan konstruksi di bidang keairan.
Memiliki tugas dan tanggung jawab tapi tidak terbatas untuk:
l. meninjau hasil desain sebelumnya dan membuat modifikasinya, jika diperlukan, seperti
perubahan situasi rute saluran sesuai dengan pembebasan lahan, adanya perbedaan
keadaan di lokasi proyek dengan desain, mengubah jenis/ tipe pekerjaan dan lain
sebagainya,
m. memeriksatata letak pekerjaan di lokasi proyek dan pekerjaan survey yang dilaksanakan
oleh Kontraktor,
n. Memberikanjustifikasi teknik selama pelaksanaan pekerjaan.
o. mengevaluasi hasil investigasi tambahan yang disusun berdasarkan Kontrak dan
selanjutnya memodifikasi/ mengubah desain, jika diperlukan,
p. memeriksa gambar konstruksi yang disusun oleh Kontraktor dan membuat rekomendasi
final untuk mendapat persetujuan PPK,
q. memeriksa kuantitas pekerjaan yang dihitung oleh Kontraktor berdasarkan gambar yang
disetujui dan memeriksa/ menyelesaikan Hasil Pengecekan Fisik seperti halnya MC-0,
MC-50, MC-100 dan memintakan persetujuan dari Direksi Pekerjaan,
r. memeriksa perhitungan data pendukung kuantitas pekerjaan yang disusun oleh
Kontraktor sebagai sebagai dasar untuk perhitungan pembayaran, hasil kemajuan
kerjanya dan sebagainya,
s. melakukan pengendalian kemajuan pekerjaan, pemeriksaan bersama (Mutual Check),
dan penyusunan gambar kerja yang dilakukan oleh Kontraktor,

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Supervisi Konstruksi Pembangunan Bottom Control / Groundsill Bendung Cipamingkis
9
t. Membantu PPK dan Direksi Pekerjaan memeriksa dan menyetujui daftar penulangan
yang disampaikan oleh Kontraktor dan sesuai desaindan gambar kerja yang sudah
disetujuioleh PPK. Pengecoran hanya dapat dizinkan jika daftar penulangan dan
pemasangan tulangan pada bangunan telah disetujui.
u. Melakukan pemeriksaan akhir (MC.100%) dan mengawasi pelaksanaan percobaan
pengaliran pada semua pekerjaan yang diselesaikan oleh kontraktor bersama Direksi
Pekerjaan/Tim PHO-FHO dan merekomendasikan untuk penerbitan sertifikat pekerjaan
selesai.
v. memeriksa gambar kerja, shop drawings, Gambar Purna Bangun, usulan modifikasi
desain, dan perhitunganyang disiapkan oleh Kontraktor, dan
w. membantu Team Leader dalam mengevaluasi klaim dan semua masalah yang terkait
dengan peristiwa kompensasi dan perselisihan dengan Kontraktor.
x. Membantu menyusun laporan akhir dan pelaporan khusus/bidang irigasi pada
pelaksanaan pekerjaan kosntruksi ini.

3. Ahli Geodesi
Ahli Geodesi disyaratkan seorang Sarjana Teknik Strata 1 (S1) jurusan Teknik Geodesi
lulusan universitas / perguruan tinggi negeri atau yang disamakan, mempunyai sertifikat
keahlian dan berpengalaman melaksanakan pekerjaan pemetaan dan pengukuran,
sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun. mempunyai sertifikat keahlian (SKA) Muda sesuai
dengan bidangnya dari asosiasi resmi.
Memiliki tugas dan tanggung jawab tapi tidak terbatas untuk:
a. Memimpin dan mengkoordinir untuk pelaksanaan pekerjaan pekerjaan pengukuran
(sebelum pelaksanaan konstruksi, sedang pelaksanaan konstruksi dan akhir
pelaksanaan konstruksi).
b. Melaksanakan pengukuran dan pemeriksaan bersama dalam rangka pengecekan hasil
pekerjaan.
c. Memeriksa gambar – gambar pelaksanaan yang dibuat oleh penyedia pekerjaan
konstruksi.
d. Memeriksa metode pelaksanaan yang disampaikan oleh penyedia pekerjaan
konstruksi.
e. Melakukan pengawasan kuantitas sesuai gambar.
f. Membantu Ahli Irigasi/Kuantitas dalam hal memeriksa dan meneliti hasil pengukuran,
elevasi, posisi, dimensi dan volume pekerjaan, gambar pelaksanaan, metode
pelaksanaan, termasuk monitoring kemajuan pekerjaan atau progres pelaksanaan yang
selanjutnya dibuat dalam laporan mingguan yang merupakan laporan progres kumulatif
selama satu minggu yang didukung dengan gambar dan hasil perhitungan volume
pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh penyedia jasa konstruksi.
g. Menyusun pelaporan pengukuran serta kuantitas volume dalam pelaksanaan pekerjaan
konstruksi ini.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Supervisi Konstruksi Pembangunan Bottom Control / Groundsill Bendung Cipamingkis
10
4. Ahli Geoteknik
Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Geologi (S1) lulusan universitas /
perguruan tinggi negeri atau yang disamakan, memiliki sertifikat keahlian (SKA) dan
berpengalaman dalam penyelidikan ujicoba daya dukung tanah dan menilai jenis jenis tanah
, sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun. Mempunyai sertifikat keahlian (SKA) Muda sesuai
dengan bidangnya.
tugas dan Tanggung jawab ahli Geoteknik dalam sebuah proyek pekerjaan:
a. Menerapkan UUJK, SMK3
b. Menganalisa data Geoteknik
c. Merencanakan survey lokasi
d. Mengevaluasi dan Menetapakan data daerah yang akan diselidiki
e. Merencanakan sumber daya penyelidikan geoteknik
f. Merencanakan Dampak Lingkungan
g. Melakukan pengendalian pekerjaan penyelidikan Geoteknik Melakukan analisa hasil
penyelidikan Geoteknik untuk pekerjaan SDA
h. Membuat laporan dan rekomendasi hasil penyelidikan Geoteknik

5. Ahli Sistem Manajemen Mutu


Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Sipil (S1) lulusan universitas /
perguruan tinggi negeri atau yang disamakan, memiliki sertifikat keahlian (SKA) dan
berpengalaman dalam merancang program dan merencanakan system manajemen mutu
pelaksanaan proyek konstruksi dan melakukan pengawasan penerapan sistem program dan
perencanaan manajemen mutu proyek kontsruksi, sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun.
Mempunyai sertifikat keahlian (SKA) Muda sesuai dengan bidangnya.
Memiliki tugas dan tanggung jawab tapi tidak terbatas untuk:
a. Melaksanakan Prosedur K3 dan lingkungan di tempat kerja,
b. Mengevaluasi kerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan social yang beragam
c. Mengevaluasi rencana mutu (Quality Plan)
d. Mengevaluasi isi daftar simak (Check List),
e. Mengevaluasi hasil inspeksi dan pengujian (Quality Control),
f. Mengevaluasi Kaji Ulang pelaksanaan jaminan mutu,
g. Mengevaluasi dokumentasi dan laporan,

6. Ahli Teknik Pembongkaran Bangunan


Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Sipil (S1) lulusan universitas /
perguruan tinggi negeri atau yang disamakan, memiliki sertifikat keahlian (SKA) dan
berpengalaman dalam merancang pembongkaran bangunan sesuai kondisi lingkungan ,
melaksanakan dan mengawasi pekerjaan pembongkaran bangunan, sekurang-kurangnya
5 (lima) tahun. Mempunyai sertifikat keahlian (SKA) Muda sesuai dengan bidangnya.
Memiliki tugas dan tanggung jawab tapi tidak terbatas untuk:

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Supervisi Konstruksi Pembangunan Bottom Control / Groundsill Bendung Cipamingkis
11
a. Menerapkan peraturan perundang undangan konstruksi, sistem manajemen mutu
(SMM) dan sistem keselamatan dan kesehatan Kerja dan Lingkungan (SMK3L)
b. Melakukan kajian teknis rencana pembogkaran bangunan
c. Melakukan pengukuran bentuk, dimensi, tinggi lebar, dan jenis material konstruksi yang
digunakan pada bangunan
d. Menyiapkan rencana pembongkaran sesuai jenis penghancuran yang ditetapkan
e. Menyiapkan peralatan, bahan penghancur, dan peralatan bantu pemasangan bahan
penghancur bagunan
f. Melakukan pengamanan pada radius tertentu sesuai dengan tipe dan jenis metoda
penghancuran bangunan
g. Melakukan pemasangan bahan dan atau peralatan bantu dalam proses penghancuran
atau merubuhkan bangunan
h. Melakukan penghancuran atau merubuhkan bangunan sesuai dengan tipe dan metoda
yang dipilih
i. Membuat laporan hasil pekerjaan perubahan atau penghancuran bangunan

B. Asisten Tenaga Ahli


1. Asisten Ahli Teknik Irigasi dan bendung
Asisten Tenaga Ahli, yang diisyaratkan minimal seorang lulusan Sarjana (S1) jurusan
Teknik Sipil lulusan universitas / perguruan tinggi negeri atau yang disamakan,
mempunyai sertifikat keahlian dibidangnya, sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun.
Memiliki tugas dan tanggung jawab tapi tidak terbatas untuk:
a. Bertanggung jawab Kepada ahli teknik irigasi,
b. Membantu ahli irigasi mengolah data data perkembangan progress lapangan harian
secara kualitatif maupun kuantitatif untuk disusun didalam laporan mingguan dan
bulanan
c. Mendampingi ahli teknik irigasi dalam rapat rapat evaluasi harian atau mingguan
d. Membantu ahli teknik irigasi dalam mengevaluasi dan mengkoreksi rencana desain
struktur yang dihasilkan oleh perencana struktur
e. Membantu ahli dalam mengevaluasi dan mengkoreksi gambar soft drawing yang di
ajukan kontraktor
f. Membantu ahli dalam mengevaluasi dan mengkoreksi gambar asbuilt drawing yang
di ajukan oleh kontraktor,
g. Berkordinasi dengan inspector/ pengawas dalam pelaksanaan pengawasan harian
pekerjaan dilapangan
h. Melakukan koordinasi antar bidang/disiplin secara internal dalam organisasi tim
konsultan
i. Bertanggung jawab atas system pelaporan kemajuan pekerjaan dilapangan untuk
bidang struktur bangunan

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Supervisi Konstruksi Pembangunan Bottom Control / Groundsill Bendung Cipamingkis
12
2. Asisten Ahli Geodesi
Asisten Tenaga Ahli, yang diisyaratkan minimal seorang lulusan Sarjana (S1) jurusan
Teknik Sipil lulusan universitas / perguruan tinggi negeri atau yang disamakan,
mempunyai sertifikat keahlian dibidangnya, sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun.
Memiliki tugas dan tanggung jawab tapi tidak terbatas untuk:
a. Membantu ahli Geodesi dalam melakukan survey lapangan, mengetahui dengan
jelas situasi dan kondisi lapangan, memeriksa pengambilan data lapangan, hasil
peta situasi, profil melintang, memanjang terhadap akurasi data dan gambar yang
disajikan
b. Membantu ahli geodesi dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan kegiatan
yang menyangkut survey pengukuran dan pemetaan
c. Membantu ahli geodesi dalam menyusun laporan yang diperlukan team leader

3. Asisten Ahli Geoteknik


Asisten Tenaga Ahli, yang diisyaratkan minimal seorang lulusan Sarjana (S1) jurusan
Teknik Sipil lulusan universitas / perguruan tinggi negeri atau yang disamakan,
mempunyai sertifikat keahlian dibidangnya, sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun.
Memiliki tugas dan tanggung jawab tapi tidak terbatas untuk:
a. Membantu ahli geoteknik Menerapkan UUJK, SMK3 dilapangan
b. Membantu ahli geoteknik Menganalisa data Geoteknik dilapangan
c. Membantu ahli geoteknik Merencanakan survey lokasi
d. Membantu ahli geoteknik Mengevaluasi dan Menetapakan data daerah yang akan
diselidiki
e. Membantu ahli geoteknik Merencanakan sumber daya penyelidikan geoteknik
f. Membantu ahli geoteknik Merencanakan Dampak Lingkungan
g. Membantu ahli geoteknik Melakukan pengendalian pekerjaan penyelidikan
Geoteknik Melakukan analisa hasil penyelidikan Geoteknik untuk pekerjaan SDA
h. Membuat laporan dan rekomendasi hasil penyelidikan Geoteknik

4. Asisten Ahli Sistem Manajemen Mutu


Asisten Tenaga Ahli, yang diisyaratkan minimal seorang lulusan Sarjana (S1) jurusan
Teknik Sipil lulusan universitas / perguruan tinggi negeri atau yang disamakan,
mempunyai sertifikat keahlian dibidangnya, sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun.
Memiliki tugas dan tanggung jawab tapi tidak terbatas untuk:

a. Membantu Tenaga Ahli Melaksanakan Prosedur K3 dan lingkungan di tempat kerja,


b. Membantu Tenaga Ahli Mengevaluasi kerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan
social yang beragam
c. Membantu Tenaga Ahli Mengevaluasi rencana mutu (Quality Plan)
d. Membantu Tenaga Ahli Mengevaluasi isi daftar simak (Check List),
e. Membantu Tenaga Ahli Mengevaluasi hasil inspeksi dan pengujian (Quality Control),
f. Membantu Tenaga Ahli Mengevaluasi Kaji Ulang pelaksanaan jaminan mutu,

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Supervisi Konstruksi Pembangunan Bottom Control / Groundsill Bendung Cipamingkis
13
g. Membantu Tenaga Ahli Mengevaluasi dokumentasi dan laporan,

5. Asisten Ahli Pembongkaran Bangunan


Asisten Tenaga Ahli, yang diisyaratkan minimal seorang lulusan Sarjana (S1) jurusan
Teknik Sipil lulusan universitas / perguruan tinggi negeri atau yang disamakan,
mempunyai sertifikat keahlian dibidangnya, sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun.
Memiliki tugas dan tanggung jawab tapi tidak terbatas untuk:

a. Membantu Tenaga Ahli Menerapkan peraturan perundang undangan konstruksi,


sistem manajemen mutu (SMM) dan sistem keselamatan dan kesehatan Kerja dan
Lingkungan (SMK3L)
b. Membantu Tenaga Ahli Melakukan kajian teknis rencana pembogkaran bangunan
c. Membantu Tenaga Ahli Melakukan pengukuran bentuk, dimensi, tinggi lebar, dan
jenis material konstruksi yang digunakan pada bangunan
d. Membantu Tenaga Ahli Menyiapkan rencana pembongkaran sesuai jenis
penghancuran yang ditetapkan
e. Membantu Tenaga Ahli Menyiapkan peralatan, bahan penghancur, dan peralatan
bantu pemasangan bahan penghancur bagunan
f. Membantu Tenaga Ahli Melakukan pengamanan pada radius tertentu sesuai
dengan tipe dan jenis metoda penghancuran bangunan
g. Membantu Tenaga Ahli Melakukan pemasangan bahan dan atau peralatan bantu
dalam proses penghancuran atau merubuhkan bangunan
h. Membantu Tenaga Ahli Melakukan penghancuran atau merubuhkan bangunan
sesuai dengan tipe dan metoda yang dipilih
i. Membantu Tenaga Ahli Membuat laporan hasil pekerjaan perubahan atau
penghancuran bangunan

C. Tenaga Pendukung (Pengawas Lapangan)


1. Pengawas Lapangan
Pengawasan Lapangan, yang disyaratkan minimal seorang lulusan Teknik Strata
Diploma III (D3) jurusan Teknik Sipil/Pengairan, lulusan Perguruan Tinggi Negeri atau
Perguruan Tinggi Swasta yang telah terakreditasi, dibuktikan dengan copy ijazah yang
dilegalisir. Berpengalaman kerja 3 (tiga) tahun di bidang pengawasan pekerjaan
konstruksi irigasi, bendungan atau proyek pembangunan sumber daya air lainnya dan
didukung dengan referensi dari pengguna jasa.Tugas dan tanggung jawab :
a. Melaksanakan pekerjaan pengawasan secara umum, pengawasan lapangan,
koordinasi dan inspeksi kegiatan–kegiatan pembangunan agar pelaksanaan teknis
maupun administrasi teknis yang dilakukan dapat secara terus menerus sampai
dengan pekerjaan diserahkan untuk kedua kalinya.
b. Mengawasi kebenaran ukuran, kualitas dan kuantitas dari bahan atau komponen
bangunan, peralatan dan perlengkapan selama pekerjaan pelaksanaan di lapangan
atau ditempat kerja lainnya.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Supervisi Konstruksi Pembangunan Bottom Control / Groundsill Bendung Cipamingkis
14
c. Mengawasi kemajuan pelaksanaan dan mengambil tindakan yang tepat dan cepat,
agar batas waktu pelaksanaan minimal sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
d. Memberikan masukkan pendapat teknis tentang penambahan atau pengurangan
biaya dan waktu pekerjaan serta berpengaruh pada ketentuan kontrak, untuk
mendapatkan persetujuan dari Pengguna Jasa.
e. Memberikan petunjuk, perintah sejauh tidak mengenai pengurangan dan
penambahan biaya dan waktu pekerjaan serta tidak menyimpang dari kontrak, dapat
langsung disampaikan kepada Kontraktor, dengan pemberitahuan tertulis kepada
Pengelola Proyek.
f. Melakukan koordinasi dengan pengawas lapangan dan kontraktor dalam
pelaksanaan pekerjaan

2. Pengawas Surveyor
Pengawas Surveyor disyaratkan minimal seorang lulusan D3 Geodesi lulusan Perguruan
Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta yang telah terakreditasi, dibuktikan dengan
copy ijazah yang dilegalisir, berpengalaman Memiliki sertifikat keterampilan Juru
ukur/teknikisi survey pemetaan. yang dikeluarkan oleh LPJK dengan kualifikasi
profesionalisme sesuai Sertifikat Keahlian yang dikeluarkan oleh Asosiasi Profesi.
Berpengalaman kerja 3 (tiga) tahun di bidangpemetaan topografi untuk perencanaan dan
pelaksanaan jaringan irigasi, atau pekerjaan sumber daya air lainnyadan didukung
dengan referensi dari pengguna jasa.
Tugas dan Tanggung Jawab :
a. Membantu Kegiatan survey dan pengukuran diantaranya pengukuran topografi
lapangan dan melakukan penyusunan dan penggambaran data-data lapangan.
b. Mencatat dan mengevaluasi hasil pengukuran yang telah dilakukan sehingga dapat
meminimalisir kesalahan dan melakukan tindak koreksi dan pencegahannya,
c. Mengawasi survei lapangan yang dilakukan kontraktor untuk memastikan
pengukuran dilaksanakan dengan akurat telah mewakili kuantitas untuk pembayaran
sertifikat bulanan untuk pembayaran terakhir.
d. Mengawasi survei lapangan yang dilakukan kontraktor untuk memastikan
pengukuran dilaksanakan dengan prosedur yang benar dan menjamin data yang
diperoleh akurat sesuai dengan kondisi lapangan untuk keperluan peninjauan desain
atau detail desain.
e. Mengawasi pelaksanaan staking out, penetapan elevasi sesuai dengan gambar
rencana.
f. Melakukan pelaksanaan survei lapangan dan penyelidikan Dan pengukuran tempat-
tempat lokasi yang akan dikerjakan terutama untuk pekerjaan
g. Melaporkan dan bertanggung jawab hasil pekerjaan ke kepala proyek

3. Drafter/ Operator Computer CAD/Juru Gambar

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Supervisi Konstruksi Pembangunan Bottom Control / Groundsill Bendung Cipamingkis
15
Drafter disyaratkan minimal D-3 Teknik Sipil/Pengairan, lulusan Perguruan Tinggi Negeri
atau Perguruan Tinggi Swasta yang telah terakreditasi, dibuktikan dengan copy ijazah
yang dilegalisir Memiliki sertifikat keterampilan Juru Gambar pengairan/sipil. yang
dikeluarkan oleh LPJK dengan kualifikasi profesionalisme sesuai Sertifikat Keahlian yang
dikeluarkan oleh Asosiasi Profesi. Berpengalaman kerja 3 (tiga) tahun sebagai drafter di
bidang Teknik sipil/Pengairan, dan bangunan-bangunan irigasi.

4. Operator Komputer
Operator komputer disyaratkan minimal seorang lulusan D3, menguasai aplikasi Office
dengan pengalaman kerja sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sebagai Operator
Komputer.

5. Office Boy / Pesuruh


Disyaratkan Minimal Lulusan SMP /Sederajat dan berpengalaman dalam mengelola
lingkungan dan kebersihan di sekitar kantor.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Supervisi Konstruksi Pembangunan Bottom Control / Groundsill Bendung Cipamingkis
16
BAB IV

PELAPORAN DAN LAIN-LAIN

4.1. Syarat-syarat Laporan


Setiap laporan harus disusun dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jumlah dan
distribusi laporan sesuai yang ditetapkan. Dalam pembuatan laporan, konsultan harus konsultasi
lebih dulu dengan Direksi Pekerjaan.

4.2.1. Laporan Kegiatan Supervisi Konstruksi

a. Laporan RMK sebanyak 10 (sepuluh) buku


RMK (Rencana Mutu Kontrak) berisi prosedur pelaksanaan pekerjaan yang penyusunannya
mengacu pada standar pembuatan RMK dari Direktorat Jendral Sumber Daya Air. RMK
Konsultan dan Kontraktor yang diawasi yang sudah disetujui PPK Irigasi dan Rawa II SNVT
Pelkasaan Jaringan Pemanfaatan Air Citarum dan diserahkan 2 (dua) minggu setelah
penandatanganan kontrak atau setelah tanggal penerbitan Surat Perintah Mulai Kerja
(SPMK).

b. Konsep Laporan Pendahuluan sebanyak 5 (lima) buku


Konsultan wajib menyerahkan Konsep Laporan Pendahuluan paling lambat 30 (tiga puluh
hari) setelah diterbitkannya SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja) oleh pengguna jasa. Konsep
Laporan Pendahuluan ini berisi evaluasi awal tentang lingkup pekerjaan, kondisi di
lapangan, ketersediaan data dan laporan penunjang, rencana kerja detail, mobilisasi tenaga
ahli dan tenaga pendukung lainnya, jadual kegiatan konsultan. Konsep Laporan
Pendahuluan ini akan didiskusikan dengan direksi dan PPK yang kemudian diperbaiki jika
ada usulan-usulan perubahan evaluasi awal tentang lingkup pekerjaan, kondisi di lapangan,
ketersediaan data dan laporan penunjang, rencana kerja detail, mobilisasi tenaga ahli dan
tenaga pendukung lainnya, jadual kegiatan konsultan.

c. Final Laporan Pendahuluan sebanyak 5 (lima) buku


Konsultan wajib menyerahkan Final Laporan Pendahuluan paling lambat 1 (satu) minggu
setelah diskusi konsep laporan pendahuluan. Laporan Pendahuluan dilengkapi hasil koreksi
dan masukkan diskusi konsep laporan pendahuluan.
d. Laporan Bulanan sebanyak 10 (sepuluh) buku per periode

Laporan Bulanan dibuat oleh Konsultan setiap bulan sebanyak 10 rangkap dan diserahkan
kepada Direksi Pekerjaan paling lambat tanggal 5 bulan berikutnya. Laporan Bulanan adalah
laporan yang memuat tentang kemajuan pekerjaan (Progress) masing-masing kegiatan dan
rencana kegiatan bulan berikutnya, hambatan yang dihadapi serta cara penyelesainnya dan
notulen notulen rapat dan hal-hal penting lannya

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Supervisi Konstruksi Pembangunan Bottom Control / Groundsill Bendung Cipamingkis
17
e. Laporan Antara sebanyak 5 (lima) buku
Laporan ini berisikan data-data pekerjaan pengawasan yang telah dilaksanakan pada
kegiatan sebelumnya baik kegiatan fisik maupun kegiatan pengawasan, hambatan
hambatan yang dihadapi dan cara penyelesainnya, criteria dan metode yang akan
digunakan dalam pelaksaa pekerjaan, dan kesimpulan sementara hasil pelaksanaan
pekerjaan serta didiskusikan dengan direksi dan PPK.

f. Laporan Kualitas Mutu 5 (Lilma) buku


Laporan ini berisikan penggunaan julah bahan yang digunakan untuk pekerjaan konstruksi,
penggunaan ukuran bahan dan standar pelaksanaan yang ditentukan oleh spesifikasi teknis,
serta penggunaan mutu bahan yang digunakan untuk pekerjaan konstruksi sudah sesuiai
dengan standar yang telah ditentukan atau sesuai dengan petunjiuk pengawas pekerjaan.

g. Laporan Pengukuran sebanyak 5 (lima) buku


Laporan ini harus dibuat konsultan, yang berisikan kegiatan pengukuran. Dan juga Deskripsi
BM dan CP dan juga data ukur

h. Konsep Laporan Akhir sebanyak 10 (sepuluh) buku


Konsep Laporan Akhir adalah Laporan yang memuat tentang hasil pekerjaan yang
dilengkapi dengan peta/gambar dan teknis pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Konsep
Laporan akhir diserahkan kepada Direksi Pekerjaan sebanyak 10 rangkap dan
dipresentasikan/dibahas untuk mendapatkan masukan dan koreksi yang bisa melengkapi
Laporan Akhir.

i. Final Laporan Akhir, sebanyak 10 (sepuluh) buku


Konsultan wajib menyerahkan Final Laporan Akhir paling lambat 1 minggu setelah diskusi
konsep laporan Akhir. Laporan Akhir dilengkapi hasil koreksi dan masukkan diskusi konsep
laporan akhir.
.
4.3. Tugas dan Kewajiban
Tugas dan kewajiban Konsultan
Konsultan bertugas dan berkewajiban menyediakan tenaga pelaksana, sarana/prasarana
pekerjaan serta melaksanakan pekerjaan sesuai Term of Reference (TOR / KAK) dan ketentuan
lain yang berlaku.
Tugas dan kewajiban Pengguna Jasa
Pengguna Jasa dalam hal ini diwakilkan pada Direksi Pekerjaan akan memberikan kemudahan
untuk memperoleh atau menggunakan data/informasi yang ada sejauh dalam batas wewenang
pemberi pekerjaan.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Supervisi Konstruksi Pembangunan Bottom Control / Groundsill Bendung Cipamingkis
18
4.4. Lain-lain
a. Konsultan harus menunjuk seorang wakilnya yang sewaktu-waktu dapat dihubungi dalam
rangka pelaksanaan pekerjaan dan mempunyai kuasa penuh untuk bertindak dan mengambil
keputusan atas nama konsultan;
b. Semua perangkat yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan pekerjaan harus disediakan
oleh Konsultan;
c. Hal – hal yang belum tercantum dalam KAK pekerjaan ini akan dijelaskan dalam acara
penjelasan pekerjaan.

Bekasi, Mei 2019


Mengetahui Ditetapkan Oleh :
SNVT PJPA Citarum SNVT Pelaksanaan Jaringan Air Citarum
Kepa PPK Irigasi dan Rawa II

Iwan Kustiawan, ST. Msi


NIP. 1962 0907 1985 031008

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Supervisi Konstruksi Pembangunan Bottom Control / Groundsill Bendung Cipamingkis
19