Anda di halaman 1dari 2

FAHRUL AHMADI _ 4204161108

Istilah-Istilah Dalam Rekayasa Lalu Lintas :

 Space Mean Speed : Kecepatan rata-rata kendaraan yang melintasi suatu segmen di ruas jalan
(waktu tempuh diukur setiap kendaraan yang melintasi segmen jalan dan dihitung secara
statistik).
 Time Mean Speed : Kecepatan rata-rata kendaraan (dihitung secara aritmetik) yang melintasi
suatu titik di ruas jalan.
 Critical Movement Analyzed (CMA) / Anlisis Perpindahan kritis : Untuk penonjolan
persimpangan, CMA memusat pada kelompok jalan setapak atau pergerakan yang
mengendalikan kebutuhan isyarat. CMA memusat pada identifikasi dan ketetapan dari
kapasitas seperti arus itu disebut pergerakan kritis. CMA juga digunakan dalam analisa
kapasitas.
 Vehicle Mile of Travel (VMT) : Ukuran kendaraan yang dipakai secara pribadi, seperti mobil,
van, pickup, truk, atau sepeda motor. Beberapa mil perejalanan dihitung sebagai satu
kelompok dari beberapa orang dalam kendaraan.
 Vehicle Per Day (PVD) / Kendaraan Tiap Hari : Merupakan ukuran jumlah kendaraan dan
digunakan tiap unit rata-rata perkiraaan lalu lintas harian.
 Vehicle Per Hour (VPH) / Kendaraan Tiap Jam : Perbandingan volume kendaraan tiap jam.
 Kapasitas : Mengacu pada suatu tingkat yang mengenai kendaraan atau orang mengalir bahwa
dapat diharapkan untuk melewati suatu titik atau bagian sama pada suatu jalan setapak atau
jalan raya selama suatu periode tertentu, yang mana paling sering mencapai puncaknya pada
periode 15 menit. Dan saat volume tidak maksimum yang dapat diakomodasikan dalam satu
jam, di bawah berlaku jalan kendaraan, lalu lintas, dan pengendali kondisi.
 Volume to Capacity ratio (V/C) / Rasio Volume dan Kapasitas : Adalah rasio dari arus dan
kapasitas. V/C mungkin terbaru atau rancangan rata-rata dari arus pada kelompok tertentu
pada puncak 15 menit ditentukan dengan kapasitas dari jalurnya. Rasio V/C adalah ukuran
untuk perpindahan subject. Rasio V/C digunakan untuk mengataasi masalah wilayah pada
jalan dan membuat jalan keluar operasional pada jalan tersebut.
 Right Of way (ROW) / Jalur yang Benar : Tanah (biasanya sebuah landasan) diperoleh atau
disediakan transportasi. Contohnya, ROW jalan raya dan jalur ROW.
 Single Occupant Vehicle (SOV) / pengguna kendaraan pribadi : Tiap kendaraan memiliki satu
pengguna (biasanya operator kendaraaan).
 Angka Pemisah : Sebuah pemisah vertikal diantara perempatan jalan atau jalan rel. Salah satu
fasilitas perjalanan diatas lainnya melalui jembatan atau struktur lainnya.
 High Occupancy Vehicle (HOV) / Penumpang Kendaraan : Kendaraan punya lebih dari
sebuah satu penumpang. Misalnya carpool, vanpool, bus, dan mini bus. Sistem transportasi
mungkin menganjurkan HOV menggunakan jalur khusus HOV.
 Hourly Volume (HV) / Volume Tiap Jam : Volume kendaraan (banyak kendaran tiap jamnya)
yang melintasi sebuah bagian dalam satu jam. HV mungkin ditentukan melalui perhitungan
lalu lintas atau mungkin melalui perhitungan proyek. Artinya desain volume tiap jam.
 Angka kemiringan : Kelandaian (rasio dari perubahan elevasi terhadap perubahan jarak) dari
jalan yang dinyatakan dalam persentase. Sebaga contoh, 2% angka kemiringan menyatakan 2
feet dari perubahan elevasi terhadap 100 feet jarak.
FAHRUL AHMADI _ 4204161108

 Jalan : adalah jalan yang diperuntukan bagi lalu lintas umum.


 Lajur : adalah bagian jalur yang memanjang, dengan atau tanpa marka jalan, yang memiliki
lebar cukup untuk satu kendaraan bermotor sedang berjalan, selain sepeda motor
 Badan jalan (meter) : adalah lebar jalan yang dapat dipergunakan untuk pergerakan lalu lintas
 Bahu jalan (meter) : adalah jarak dari tepi jalan ke rintangan
 Pola Area : Bagian dari jalan raya dimana dua atau lebih arus harus melintangi beberapa jalur
yang lain dari jalan tersebut. Pola area biasanya terjadi di daerah penggabungan mereka juga
dipakai ketika jalanan aspal yang diikuti oleh jalan tanah dan keduanya dihubungkan dengan
jalur pembantu.
 Average Annual Daily Traffic (AADT) / Rata-rata kepadatan lalu lintas harian : Total lalu
lintas dalam satu tahun dibagi dalan 365 hari.
 Average Daily Traffic / Rata-rata lalu lintas harian : Jumlah volume lalu lintas pada tiap
periode (dari 1-365 hari) termasuk banyak hari dalam satu periode.
 Average Weekday Daily Traffic (AWDT) / Rata-rata lalu lintas mingguan tiap hari : Total
lalu lintas dalam tiap hari kerja.
 Design Hour Volume (DHV) / Desain Volume Tiap Jam : Volume tertinggi kendaraan yang
melintas dalam 30 jam tiap satu tahun, biasanya 20 tahun dari waktu pembuatan. DHV
disajikan dalam unit kendaraan tiap jam.
 Directional Design Hour Volume (DDHV) / Desain Hubungan Volume Tiap Jam : Volume
pergerakan kendaraan tertinggi tiap 30 jam dalam satu satu hubungan untuk desain tahunan
biasanya 20 tahun dari waktu pembuatan. DDHV disajikan dalam unit kendaraan tiap jam.
 Peak Hour Factor (PHF) / Faktor Puncak Tiap Jam : Perbandingan volume lalu lintas tiap jam
menjadi rata-rata 15 menit tiap jam. PHV menunjukan variasi arus tiap jamnya. Pengamatan
menunjukan rata-rata arus ditemukan dalam periode 15 menit tiap jam nya yang tidak
ditentukan sepanjang satu jam. PHF pada jalan raya di jalur sekitar 0,76 sampai 0,99.
 Peak Hour Traffic (PHT) / Puncak Lalu Lintas Tiap Jam : Volume lalu lintas lebih tinggi
ketika menjelang malam dan pada pagi hari karena perjalanan kerja. Puncak pada saat
menjelang malam adalah kelompok tertinggi ketika perjalanan pulang dari bekerja
menimbulkan peristiwa ini. Persentase dari rata-rata lalu lintas tiap jam (ADT) pada saat
menjelang malam sekitar 7% dan 12%.
 Faktor koreksi : adalah faktor penyesuian dari kondisi ideal ke kondisi sebenarnya untuk suatu
variable tertentu.
 Jaringan Jalan : Rangkaian ruas-ruas jalan yang dihubungkan dengan simpul-simpul. Simpul-
simpul merepresentasikan pertemuan antar ruas-ruas jalan yang ada. Jaringan jalan
mempunyai peranan penting dalam pengembangan wilayah dan melayani aktifitas kawasan.
 Time headway : adalah waktu antar kedatangan dua kendaraan yang berurutan di satu titik
pada suatu ruas jalan
 Distance headway (spacing) : adalah jarak antara bemper depan suatu kendaraan dengan
bemper depan kendaraan berikutnya pada suatu waktu.Distance headway merupakan
kebalikan dari kerapatan lalu-lintas.