Anda di halaman 1dari 2

AMARILLA NORMA FIRDIA_J310170014

TUGAS OPINI

Awas!!! Diabetes Mellitus Jadi Ancaman Masa Depan

Pada masa sekarang ini, orang yang menderita penyakit tidak menular atau
penyakit degeneratif sangat banyak jumlahnya. Dan pada tiap tahun jumlah
penyakit diabetes meningkat. Di masyarakat, diabetes merupakan penyakit yang
banyak dijumpai, baik di kalangan orang mampu dan juga kurang mampu.
Penyakit ini telah lama menjadi ancaman bagi manusia, dikarenakan diabetes
mellitus dapat menyerang pria maupun wanita. Oleh karena itu agar tidak terkena
diabetes, maka hal yang perlu dilakukan ialah mengurangi makanan yang banyak
mengandung gula. Di Indonesia sendiri, telah terjadi peningkatan penderita
diabetes mellitus. Kenaikan ini dapat dilihat dari data Riskesdas tahun 2018. Di
tahun 2013, penderita diabetes mellitus sudah mencapai 6,9%, dan di tahun 2018
penderita diabetes mellitus semakin meningkat jumlahnya hingga 8,5%. Dalam
rentang waktu 5 tahun tersebut, terjadi kenaikan sebesar 1,6%. Sehingga
Indonesia perlu waspada terhadap penyakit diabetes mellitus, agar tidak semakin
banyak masyarakat yang meninggal akibat penyakit ini.

Perlu diketahui, penyakit diabetes mellitus ini bukan hanya ada satu tipe
saja, melainkan ada 2 tipe. Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh ADA
(American Diabetes Association), diabetes dibagi dua, yakni diabetes tipe I dan
diabetes tipe II. Pada diabetes tipe I, sel beta yang ada di pankreas mengalami
kerusakan, sedangkan pada diabetes tipe II sel beta masih dapat menghasilkan
insulin, namun jumlahnya kurang. Biasanya untuk diabetes tipe I terjadi di umur
dibawah 40 tahun, sedangkan pada diabetes tipe II penderitanya diatas 40 tahun.
Oleh karena itu, ketika seseorang di diagnosis mengalami diabetes mellitus maka
perlu diketahui juga tipenya, agar penangganannya juga tepat.

Prevalensi diabetes mellitus yang terus mengalami kenaikan ini


disebabkan oleh banyak faktor, misalnya saja obesitas. Obesitas pada saat ini
bukan lagi merupakan kelebihan berat badan secara berlebih, namun telah menjadi
suatu penyakit yang harus segera ditangani. Dalam sebuah penelitian disebutkan
bahwa, diabetes mellitus erat kaitannya dengan penderita obesitas. Bagi penderita
obesitas, walaupun kadar insulinnya itu cukup untuk memasukkan glukosa ke
dalam otot, tetapi ada lemak yang dapat menghalangi glukosa tersebut masuk ke
dalam otot. Kondisi inilah yang membuat glukosa didalam darah naik, dan terjadi
hiperglikemia. Pada penderita obesitas akan berisiko 4 kali lipat lebih tinggi
terkena diabetes tipe II. Untuk itulah berat badan harus terus dikendalikan, guna
mencegah berbagai penyakit yang akan timbul.

Obesitas sendiri bisa diakibatkan oleh gaya hidup yang seenaknya saja,
misalnya banyak konsumsi junk food, kurangnya aktivitas fisik, dan berbagai hal
lainnya. Pada suatu penelitian dikatakan bahwa, gaya hidup di wilayah perkotaan
dengan pola makan yang tinggi lemak, dan juga konsumsi gula yang berlebihan
ialah faktor penyebab dari diabetes tipe II. Seperti yang telah diketahui, aktivitas
yang kurang juga dapat berakibat pada munculnya diabetes tipe II. Oleh karena
itu, membatasi makanan junk food dan meningkatkan aktivitas fisik sangat perlu
dilakukan. Jika faktor-faktor pemicunya telah diatasi, maka diabetes tipe II akan
menurun jumlahnya.

Untuk menurunkan angka penderita diabetes tipe II, banyak hal yang dapat
dilakukan. Misalnya saja, memilih makananyang tidak mengandung banyak
lemak. Dengan mengurangi konsumsi lemak, maka resiko untuk mengalami
obesitas juga akan menurun. Ini akan berdampak pula pada menurunnya penderita
diabetes tipe II. Pada diabetes tipe yang kedua ini, ada cara yang bisa di
praktekkan untuk meminimalisir penyakit tersebut, yakni dengan memperbanyak
konsumsi sayuran hijau dan sayuran yang mengandung tinggi serat. Jika semua
orang baik yang sudah menderita diabetes tipe yang kedua dan juga orang sehat,
selalu menerapkan pola hidup sehat dalam kesehariannya, maka dapat dipastikan
diabetes tipe II akan menurun.