Anda di halaman 1dari 6

PENDAPATAN SEKARANG BALANGAN COAL

- GAJI POKOK 13,125,000 19,000,000


- TUNJANGAN JABATAN 2,500,000
- TUNJANGAN PRESTASI 4,375,000

TOTAL 20,000,000 19,000,000


PENDAPATAN TAHUNAN
- THR 13,125,000 19,000,000
- BONUS
- KOMPENSASI LAMSAM CUTI 12,000,000

POTONGAN
- BPJS KETENAGAKERJAAN (JHT) 2% 262,500 160,000
- BPJS KETENAGAKERJAAN (JP) 1 % 131,250
- PAJAK PERUSAHAAN
- PPH 21 PERUSAHAAN
- ASURANSI MANULIFE PERUSAHAAN
- BIAYA CUTI MANDIRI 1,500,000

TOTAL 393,750 1,660,000


NETT (BLN) 19,606,250 17,340,000
NETT (TH) 260,400,000 227,080,000

PAJAK DI TANGGUNG KARYAWAN


Gaji Pokok 13,125,000
###
(i) Tunjangan Lainnya (jika ada) 6,875,000
###
(ii) JKK 0,24% 31,500
###
JK 0,3% 39,375
###
Penghasilan Bruto 20,070,875
###
Pengurangan:
1. (iii) Biaya jabatan 5% x 8.032.400 1,003,544
2. Iuran Jaminan Hari Tua (JHT), 2% dari 262,500 ###
gaji pokok
3. (iv) Jaminan Pensiun (JP), 1% dari gaji 131,250 ###
pokok
1,397,294 ###
Penghasilan neto (bersih) sebulan 18,673,581
###

(v) Penghasilan neto setahun 12 x 89.409.360


7.450.780
(vi) PTKP 54.000.000
(54.000.000)
Penghasilan Kena Pajak Setahun 35.409.360
(vii) Pembulatan ke bawah 35.409.000
PPh Terutang 5% x 35.409.000 1.770.450

PPh Pasal 21 Bulan Juli: 1.770.450/12 147.538

Ilustrasi di atas berlaku bagi wajib pajak yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
Sementara, bagi wajib pajak yang tidak memiliki NPWP, akan dikalikan 120%, sehingga PPh
Pasal 21 Bulan Juli menjadi Rp 147.538 x 120% = Rp 177.046.

Penjelasan:

(i) Tunjangan lainnya seperti tunjangan transportasi, uang lembur, akomodasi, komunikasi,
dan tunjangan tidak tetap lainnya. Umumnya tunjangan tersebut dapat diberikan oleh
perusahaan atau tidak, tergantung dari kebijakan perusahaan itu sendiri.

(ii) Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) berkisar antara 0.24% – 1.74% sesuai kelompok jenis
usaha seperti yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 2007.

Di OnlinePajak, tarif iuran JPP yang diterapkan adalah tarif JKK yang paling umum dipakai
perusahaan-perusahaan yaitu 0.24%.

(iii) Biaya Jabatan sebesar 5% dari Penghasilan Bruto, setinggi-tingginya Rp 500.000 sebulan,
atau Rp 6.000.000 setahun

(iv) Jaminan atau Iuran Pensiun ditentukan oleh lembaga keuangan yang pendiriannya
disahkan dalam Peraturan Menteri Keuangan dan ditunjuk oleh perusahaan.

Jumlah persentase yang diterapkan di sini adalah 1%.

(v) Penghasilan Neto: Jika pegawai merupakan pegawai lama (lebih dari satu tahun) atau
pegawai baru yang mulai bekerja pada bulan Januari tahun itu, maka penghasilan neto
dikalikan 12 untuk memperoleh nilai penghasilan neto setahun.

Namun jika pegawai merupakan pegawai baru yang mulai bekerja pada bulan Mei (sekadar
contoh), maka penghasilan neto setahun dikalikan 8 (diperoleh dari penghitungan bulan
dalam setahun: Mei-Desember = 8 bulan).
Pada contoh ini diasumsikan pegawai merupakan pegawai baru yang mulai bekerja pada
bulan Januari.

(vi) Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) berfungsi untuk mengurangi penghasilan bruto, agar
diperoleh nilai Penghasilan Kena Pajak yang akan dihitung sebagai objek pajak penghasilan
milik wajib pajak.

Pada contoh ini WP sudah menikah dan memiliki tiga tanggungan anak, namun karena suami
WP menerima atau memperoleh penghasilan, besarnya PTKP WP Sita adalah PTKP untuk
dirinya sendiri (TK/0).

(vii) Penghasilan Kena Pajak harus dibulatkan ke bawah hingga nominal ribuan penuh, atau 3
angka di belakang (ratusan rupiah) adalah 0. Contoh: 56.901.200,00 menjadi 56.901.000.
PAJAK DI TANGGUNG PERUSAHAAN
Gaji Pokok 5,500,000
(i) Tunjangan Pajak 35.167
Penghasilan bruto (kotor) sebulan 5.464.833
Pengurangan
1. (iii) Biaya Jabatan: 5% x 5.464.833,00 = 276.758,00 276.758
2. Iuran/Jaminan Pensiun, 1% dari gaji pokok 55.000
3. (iv) JP (Jaminan Pensiun), 1% dari gaji pokok, jika ada 60.000

(331.758)

(v) Penghasilan neto (bersih) sebulan 5.203.408


Penghasilan neto setahun 12 x 5.203.408,00 62.440.900
Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) 54.000.000
(54.000.000)

(vii) Penghasilan Kena Pajak Setahun 8.440.000


PPh Terutang
5% x 8.440.000,00 422.000
PPh Pasal 21 Bulan September = 422.000 / 12 35.167

Jika wajib pajak tidak memiliki NPWP, maka PPh 21 perlu dikalikan 120%, sehingga PPh 21 terutangnya menjadi
Rp 35.167 x 120% = Rp 42.200.

13,125,000 393,750
13,125,000
85,313
13,210,313

660,515.63
131,250
131,250

923,015.63 12,287,296.88 19,162,296.88


12,731,250