Anda di halaman 1dari 31

PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK

ALUMNI 1
PENALARAN UMUM
1. Jawab: A
Jawaban yang benar adalah A karena dibagi dua (perempuan dan laki-laki), maka akan dihasilkan
angka yang sama dengan paragraf pertama. Jawaban adalah B, C, D, dan E adalah salah karena tidak
sesuai dengan bacaan.

2. Jawab: B
Jawaban yang benar adalah B karena pada teks tidak dijelaskan apakah tahun 2019 adalah kenaikan
fertilitas paling drastis. Jawaban A, C, D, dan E adalah salah karena terdapat dalam teks bacaan.

3. Jawab: B
Jawaban yang benar adalah B karena angka kematian tahun 2017 seharusnya lebih tinggi daripada
tahun 2024. Jawaban A, C, D, dan E adalah benar karena sesuai dengan penalaran pada gambar.

4. Jawab: E
Jawaban yang benar adalah E karena berdasarkan gambar, angka kematian dari tahun 2015 sampai
2045 selalu naik. Jawaban A, B, C, dan D adalah salah karena tidak sesuai dengan data yang
ditampilkan pada gambar.

5. Jawab: C
Jawaban yang benar adalah C karena berdasarkan data pada gambar, jika tahun 2019 memiliki
angka kematian 2 juta, maka akan lebih tinggi daripada tahun 2024. Jawaban A, B, D, dan E salah
adalah karena tidak sesuai dengan data yang tertera pada gambar.

6. Jawab: C
Jawaban yang benar adalah C karena pada bacaan (teks) menyebutkan bahwa saat China memiliki
pangsa ekonomi sebesar 18,72 persen sehingga jika dikurangi 10 persen, maka akan memiliki
pangsa ekonomi sebesar 8,72 persen. Jawaban A, B, D, dan E adalah salah karena tidak sesuai
dengan teks (bacaan) di atas.

7. Jawab: B
Jawaban yang benar adalah B karena jika Indonesia mengalami penurunan 5%, Indonsia paling
mungkin akan memiliki persentase 2,3% dan berada di posisi ke-9. Jawaban A, C, D, dan E adalah
salah karena berdasarkan gambar yang memuat data tahun 2023 tidak sesuai.

8. Jawab: D
Jawaban yang benar D karena jika Indonesia naik sebanyak 11 persen, maka akan berada di posisi
ketiga, tepat di bawah Amerika Serikat. Jawaban A, B, C, dan E adalah salah karena akan sesuai
dengan grafik pada gambar.

9. Jawab: B
Jawaban yang benar adalah B karena Jepang memiliki tambahan sebanyak 5% dari data grafik,
maka Jepang akan memiliki persentase sebesar 8,36% dan masih menjadi negara terbesar keempat
dengan pangsa ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2023. Jawaban A, C, D, dan E adalah salah
karena tidak sesuai dengan grafik Jepang pada gambar.

10. Jawab: C

Halaman 1 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1
Jawaban yang benar adalah C. Jika Rusia memiliki persentase pangsa ekonomi sebesar 7,9 persen,
maka negara tersebut akan menduduki posisi keempat pada tahun 2023, tepat di bawah India
dengan 9.34%. Jawabn A, B, D, dan E adalah salah karena sesuai dengan isi grafik pada gambar.

11. Jawab: C
Jawaban yang benar adalah C karena berdasarkan teks disebutkan bahwa Garuda memang memiliki
penumpang sebesar 19.601.133 atau 20 persen sedangkan jawaban A, B, D, dan E adalah jawaban
salah karena sesuai dengan negasi (kontradiksi) pada narasi.

12. Jawab: B
Jawaban yang benar adalah B karena jika Lion Air pada tahun 2017 memiliki tambahan penumpang
sebanyak 10% (berarti akan berjumlah 44%), meski dengan persentase 30% saja, maskapai
tersebut akan tetap mendominasi untuk jumlah penumpang. Jawaban A, C, D, dan E adalah salah
karean tidak sesuai dengan data yang diberikan.

13. Jawab: C
Jawaban yang benar adalah C karena berdasarkan paragraf terakhir bacaan, diketahui bahwa
pengguna kargo udara Indonesia (domestik) pada tahun 2017 mencapai 729.194 ton sedangkan
internasional sebanyak 384.936 ton saja. Jawaban A, B, D, dan E adalah salah karean negasi dari
paragraf terakhir.

14. Jawab: C
Jawaban yang benar adalah C karena Lion Air akan menjadi maskapai kedua dengan persentase
selisih satu persen dengan Garuda Indonesia. Jawaban A, B, D, dan E adalah salah karena tidak
sesuai dengan kemungkinan berdasarkan data yang disajikan.

15. Jawab: A

16. Jawab: B

17. Jawab: C
4 30 4 2
30% x = x =
27 100 27 45
18. Jawab: A
1 2 1 7 1 2 4 7
; ;1 ; = ; ; ;
3 3 3 3 3 3 3 3

19. Jawab: D
12+ 22+ 4 2=21

Halaman 2 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1
02 +32 +62 =39

20. Jawab: D
( 1 x 9 ) + ( 7 x 4) = 37

( 8 x 5 ) + ( 1 x 3) = 43

PEMAHAMAN BACAAN DAN MENULIS


21. Jawab: Jawab: B
Judul yang paling tepat melengkapi tulisan tersebut adalah Fenomena Game Online dan Remaja. Hal
tersebut karena penggunaan kata kunci Game Online dan Remaja termuat di beberapa paragraf
dalam tulisan tersebut.

22. Jawab: D
Kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi kalimat (2) ialah mengakses. Dalam hal ini,
mengakses merupakan kata kerja (verba) yang membentuk kalimat aktif.

23. Jawab: C
Kalimat yang menggunakan kata tidak baku ditandai dengan nomor (5). Kata yang tidak baku dalam
kalimat tersebut ialah elekteronik. Apabila diubah menjadi kata baku ialah elektronik.

24. Jawab: B
Kata serapan yang tepat untuk melengkapi kalimat (9) ialah stres. Penggunaan kata serapan yang
tepat mengacu kepada KBBI.

25. Jawab: C
Kalimat yang mengandung kesalahan penggunaan konjungsi ditandai dengan nomor (12).
Konjungsi antarkalimat meskipun demikian tidak tepat digunakan dan diganti dengan konjungsi
hingga.

26. Jawab: B
Kata rujukan tersebut dalam kalimat (4) merujuk pada hasil penelitian. Kata rujukan tersebut
mengacu pada kalimat sebelumnya.

27. Jawab: D
Pilihan kata yang tepat untuk melengkapi kalimat (16) ialah konkret. Dalam konteks kalimat kata
tersebut mengacu pada tindakan nyata/konkret berupa dukungan dari keluarga, sekolah, dan
pemerintah.

28. Jawab: B
Ejaan kata affirmasi perlu diperbaiki dan diganti dengan afirmasi. Bentuk ejaan yang tepat mengacu
kpada KBBI.

29. Jawab: C

Halaman 3 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1
Penggunaan kata serapan revitalisation perlu diperbaiki dan diganti dengan revitalisasi. Bentuk
kata serapan yang tepat mengacu pada KBBI.

30. Jawab: A
Tidak perlu diperbaiki. Penggunaan konjungsi bagi telah sesuai karena menyatakan
tujuan/peruntukan.
31. Jawab: D
Penggunaan kata berimbuhan mengharapi perlu diperbaiki dan diganti dengan berharap. Hal ini
mengacu pada bentuk kalimat aktif intransitif.

32. Jawab: B
(3) Staf Ahli Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Hubungan Pusat dan Daerah: James
Modouw mengatakan, bahwa persoalan akses masih menjadi poin utama tidak meratanya
kesempatan untuk mengenyam pendidikan bagi anak-anak di daerah terpencil.
Penggunaan tanda baca kalimat tersebut tidak tepat karena seharusnya tidak digunakan tanda titik
dua (:) sebelum nama James Modouw dan tidak digunakan tanda koma (,) sebelum bahwa.

33. Jawab: D
“Pemerintah daerah harus melakukan upaya intervensi ke daerah-daerah terpencil karena mereka
warga negara Indonesia yang juga mempunyai hak sama," katanya.
Perbaikan kalimat (13) ialah menambah tanda koma (,) setelah kata sama dan mengganti tanda
petik satu (‘) dengan tanda petik dua (“). Hal tersebut karena kalimat langsung ditandai dengan
tanda petik dua (“).

34. Jawab: B
Alasan yang tepat bahwa kalimat (12) merupakan kalimat efektif adalah karena memiliki kejelasan
struktur kalimat dan tidak mengandung ambiguitas. Kedua ciri kalimat efektif tersebut terdapat
dalam kalimat (12).

35. Jawab: B
Alasan yang tepat bahwa kalimat (4) mengandung kesalahan tanda baca adalah karena seharusnya
setelah konjungsi antarkalimat namun demikian diberi tanda koma (,). Umumnya setelah penulisan
konjungsi antarkalimat digunakan tanda koma (,) seperti dalam hal ini, oleh sebab itu, dengan
demikian, dengan kata lain, dan lain sebagainya.

36. Jawab: E
Kesalahan penggunaan pilihan kata terdapat pada kalimat nomor (5). Pilihan kata yang tidak tepat
ialah globe seharusnya global. Hal itu karena globe dan global memiliki makna yang berbeda.

37. Jawab: C
Kalimat yang tidak padu dalam paragraf ketiga terdapat pada nomor (12). Kalimat tersebut tidak
memiliki hubungan dengan kalimat sebelumnya (11) dan membuat tidak adanya kepaduan dengan
kalimat berikutnya (13). Paragraf menjadi padu apabila kalimat (12) dihilangkan.

Halaman 4 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1
38. Jawab: C
Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf kelima adalah TNI bersama rakyat menyusun
kembali pondasi kekuatan pertahanan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kalimat tersebut memiliki kepaduan dengan kalimat berikutnya yang membahas tentang TNI,
rakyat, dan negaranya.

39. Jawab: E
Alasan yang tepat bahwa paragraf keenam memiliki kepaduan adalah adanya pengulangan kata
NKRI pada setiap kalimat sehingga membentuk kohesi (kepaduan). Dalam hal ini, pengulangan kata
ialah salah satu piranti pembentuk kepaduan paragraf.

40. Jawab: C
Hubungan sejarah perjuangan TNI dan rakyat harus segera kembali menjadi diskursus dan lebih
dieratkan dalam menciptakan kesadaran nasionalisme.
Perbaikan kalimat (15) menjadi kalimat efektif ialah menghilangkan pengulangan kata perjuangan
dan lekas yang dianggap pemborosan kata dan menghilangkan klitik –nya pada dieratkannya karena
tidak jelas fungsinya.

PENGETAHUAN DAN PEMAHAMAN UMUM

41. Jawab: Jawab: D


ahli bersinonim dengan spesialis
Dalam KBBI, kedua kata tersebut memiliki makna yang mirip/sama.

42. Jawab: B
Istilah eksekutif pada kalimat (6) memiliki makna kekuasaan menjalankan undang-undang.
Untuk menemukan makna istilah dapat digunakan KBBI/kamus istilah khusus.

43. Jawab: A
Kalimat utama dalam paragraf keempat ditandai dengan nomor (10). Kalimat utama terdapat di
awal paragraf karena berjenis paragraf deduktif.

44. Jawab: E
Kalimat yang mengandung opini pada teks tersebut terdapat pada nomor (10) dan (11). Opini
tersebut ditandai dengan tidak adanya unsur fakta dan terdapat penggunaan kata yang menyatakan
subjektivitas seperti langka dan sering.

45. Jawab: B
pelestarian berantonim dengan destruksi
Dalam KBBI, kedua kata tersebut memiliki makna yang berlawanan.

46. Jawab: A
Halaman 5 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1
Kalimat yang memuat fakta dalam teks tersebut terdapat pada nomor (7). Fakta tersebut berupa
pernyataan faktual mengenai cerita populer Malin Kundang dari Sumatra Barat digunakan para
orang tua untuk mengajarkan sopan santun dan rasa hormat terhadap orang tua.

47. Jawab: E
Pernyataan berikut ini yang sesuai dengan isi teks adalah Ki Anton Surono mengemukakan bahwa
cerita rakyat merupakan gambaran identitas masyarakat yang mengisahkan sejarah satu budaya
setempat. Pernyataan tersebut dapat ditemukan pada kalimat nomor (4) paragraf kedua.

48. Jawab: A
Simpulan tersirat dari kalimat (13) dalam teks tersebut adalah cerita-cerita rakyat dapat
memberikan banyak kebermanfaatan. Pernyataan tersebut merupakan bentuk tersirat dari
pernyataan bahwa kita dapat mengambil pelajaran hidup, menjadi bahan bacaan, dan membantu
melestarikan kebudayaan Indonesia.

49. Jawab: C
Ide pokok dalam paragraf pertama dari teks tersebut adalah kebudayaan Indonesia adalah
kebudayaan nusantara. Ide pokok tersebut termuat pada kalimat pertama. Untuk menentukan ide
pokok dapat mengacu pada jenis paragraf, apabila berbentuk deduktif biasanya ide pokok termuat
di awal paragraf.

50. Jawab: D
bangsa : Arab
Analogi tersebut memiliki kesamaan dengan analogi ras : Mongoloid. Apabila Arab adalah salah satu
contoh sebuah bangsa, maka Mongolid adalah salah satu jenis ras.

51. Jawab: A
Pernyataan yang tidak sesuai dengan isi teks tersebut Pertemuan-pertemuan antar ras/bangsa
menampilkan rona kebudayaan nusantara yang majemuk dan plural. Ketidaksesuaian terdapat pada
penggunaan kata plural seharusnya dinamik.

52. Jawab: B
Tujuan penulisan teks tersebut adalah memberikan informasi tentang kebudayaan nusantara. Hal
tersebut terlihat pada pemaparan informasi yang menambah wawasan dan pengetahuan pembaca.

53. Jawab: E
Berdasarkan dari teks tersebut si penulis berasumsi bahwa penelitian tentang fungsi cafein tidak
meyakinkan karena terdapat banyak penelitian yang dilakukan dan membawakan hasil yang tidak
sama.
54. Jawab: E
Di paragraph ke 4 disebutkan bahwa subjek yang mengkonsumsi cafein dan mereka yang tidak
tidak menunjukan perbedaan dalam mengidentifikasi gambar baru dan lama.

55. Jawab: C

Halaman 6 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1
Dapat disimpulkan dari pargaraf 4 bahwa penelitian menunjukan bahwa meminum kopi baik untuk
aktifitas yang memerlukan suatu identifikasi.

56. Jawab: E
Kata “Stimulant” memiliki arti yang sama dengan kata “Prickling” yang berarti “rangsangan”.

57. Jawab: D
Tujuan dari teks tersebut adalah untuk membahas beberapa pendapat dan hasil dari penelitian
tentang insomnia.

58. Jawab: E
Di dalam teks tersebut tidak ada 1 kalimat pun yang membahas bahwa kurang tidur akan membuat
orang bekerja secara tidak efisien.

59. Jawab: E
Dapat disimpulkan dari teks tersebut bahwa insomnia tidak bisa disembuhkan dengan obat bisa
dilihat dari pernyataan “No pill will produce normal sleep,” says Dr. James Minard, sponsor of Sleep
Studies at New Jersey Medical School”.

60. Jawab: E
Kata “Sedated” memiliki arti yang sama dengan kata “Calm” yang berarti “tenang”.

PENGETAHUAN KUANTITATIF

61. Jawab: B
a c = 24b
a
=3 ↔ a=6 b
2b
Substitusi ke persamaan pertama, 6 b . c = 24b ↔ c=4

62. Jawab: A
1) abc>0 , benar karena perkalian bilangan bulat positif bernilai positif
2) ab+c>0, benar karena ab bernilai positif, ditambah b bilangan bulat positif hasilnya positif
3) a+b+c>0, bernah karena penjumlahan bilangan bulat positif bernilai positif
4) ab+c<0, salah. Seharusnya lebih dari nol

63. Jawab: D
Misalkan, rata – rata awal
x+ y+z
=7
3
x+ y+ z=21
Setelah masing – masing data ditambah 3 dan dikali 2
(x+ 3)2+ ( y +3 ) 2+ ( z +3 ) 2 2 x+ 6+2 y+ 6+2 z+6 2 ( x + y + z )+ 18 2 ( 21 ) +18
= = = =¿ 20
3 3 3 3

Halaman 7 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1
64. Jawab: C
x = 26+(180-134)=72

65. Jawab: A
8x5x4=160 kombinasi

66. Jawab: D
600 cm×600 cm
=900
20 cm×20 cm

67. Jawab: C
y−2=2(x−0)
y=2 x+ 2 . Titik (2,2) tidak memenuhi karena y=2 ( 2 ) +2=6

68. Jawab: B
Misalkan harga 1 kg apel = x
Harga 1 kg mangga = y
Diperoleh persamaan linier dua variabel sebagai berikut
x+2y=25.000
x+y= 20.000
dengan eliminasi atau substitusi diperoleh x=15.000 dan y = 5.000
maka P = y =5000<Q

69. Jawab: D
Persegi dapat dibagi menjadi 8 segitiga siku – siku yang luasnya sama besar. Luas persegi kecil yang
diarsir adalah dua kali luas segitiga siku – siku. Dan luas trapesium sama kaki adalah tiga kali luas
segitiga siku – siku. Maka luas arsiran adalah 5 kali luas segitiga. dan luas daerah yang tidak diarsir
adalah tiga kali luas segitiga siku – siku. Maka perbandingannya adalah 5 : 3

70. Jawab: B
1 1 1
. =
2 2 4

71. Jawab: D
Daerah arsiran adalah daerah irisan dari himpunan A, B dan C

72. Jawab: B
1 1 22
V = . . .14 .14 .24=2464 cm 3=2,464 liter
2 3 7

Halaman 8 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1
73. Jawab: C
a Ωb=a(b +2)
2 Ω3=2 ( 3+2 )=10
10 Ω1=10 ( 1+ 2 )=30

74. Jawab: B
Nilai maksimum dapat diperoleh dari titik sudut arsiran. Yaitu titik (-3,0) dan (0,-4).
f(-3,0)=-4+0=-3
f(0,-4)=0+(-4)=-4
Maka nilai maksimumnya -3

75. Jawab: D
20%A=30%B

A:B=3:2

76. Jawab: A
80 – 40 – 25 =15

77. Jawab: A
x−2 y −3
=
5−2 2−3
x−2 y −3
=
3 −1
−( x−2)=3( y−3)
x+ 3 y =11

78. Jawab: C
10%A=20%B maka A=2B
A+B=45
2B+B=45
B=15, A=30 maka A-B = 30 – 15 = 15

79. Jawab: B
165P+170L=167(P+L)
165P – 167P=167L – 170L
3L=2P
L:P=3:2
80. Jawab: C
100p=343,43434...
p= 3,43434... -
99p =340
340
p= maka x+y=340+99=439
99

MATEMATIKA

Halaman 9 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1

1. Dik : ( 32 , 14 )titik ekstrim y=−x + bx−c


2

Grafik y memotong y = 0 di (p,0) dan (q-0)


Dit : q – p ?
Jawab :
3 −b 3
 x p= = b=3
2 2 (−1 ) 2
2
1 3 3 1
 y p= ⇒−
4 2 () ()
+ 3 −c=
2 4
c=2

Sehingga y=−x2 +3 x−2 memotong y=0 0=−x 2 +3 x−2 0=( x−2)(x−1)


maka: x=2 atau x=1 ambil q=2 dan p=1, diperoleh:q− p=2−1=1

2. Dik : y=a x 2 +bx +c dengan puncak ( p , p ) y=memotong sumbu Y di ( 0,− p ) , p ≠ 0


Dit :b=?
Jawab :
 (p,p) puncak, maka :
p=a p2 +bp +c … ( 1 )
 (0, -p) titik potong di sumbu Y, maka :
-p = c … (2)
−b
 x p= p = p ⇒−b=−2 ap …(3)
2a
 Sehingga diperoleh : p=a p2 +bp− p 1=ap +b−1 2=ap−2 ap 2=−ap
 −b=2 ap ⇒ b=−2 (−2 ) =4

3. Dik : y=x 2 +ax +b dan y=2 mx+ c berpotongan di A dan B


C membagi ruas AB menjadisama panjang Dit :ordinar C ?
Jawab :
 y 1= y 2 2
x + ax+ b=2 mx+ c
2
x +¿ s−2 m¿ x+(b−c )=0
Maka :
x 1+ x 2 2 m−a
x 1+ x 2=2 m−a sehinga absis dari c : =
2 2
2 m−a 2
 ordinat x , y c =2 m ( x c ) +c=2 m +c=2 m −am +c
2

2
4. Dik : Jarak terpendek (4,2) ke y =8 x adalah c √ d
Dit : c + d = ?
Jawab :

Halaman 10 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1

2
2 2 b
Misal (a,b) pada y =8 x sehingga b =8 a ⇒ =a
8
d= √ ( 4−a ) + ( 2−b )
2 2
Jarak antara ( 4,2 ) dan ( a , b ) adalahc √ d , sehingga :

√ 2
⇔ d ( b )= ( 4−b 2 ) + ( 2−b )2
Syarat minimum terjadi di :
d’ (b) = 0
b 2 −1
(
2 4− )( )
8 4
b +2 ( 2−b ) (−1 )
b2
⇔ 1
(
⇔− b 4− −2 ( 2−b )=0 )
√ 8 2 8
2 2
2 ( 4− ) + ( 2−b )
b 2

b3 b3
⇔−2 b+ −4 +2 b=0 ⇔ =4 ⇔ b 3=64 ⇒ b=4
16 16

√(
2
42
Sehingga d ( b )=d ( 4 )= 4−
8 ) 2
+ ( 2−4 ) =2 √ 2
Jadi jaraknya 2 √ 2=c √ d sehingga c +d=4

5. Dik : ( p , q ) titik puncak f ( x )=a x 2 +2 ax+ a+1 f ( a )=19 Dit : Nilai p + 2q +3a = ?
Jawab :
−2 a
( p , q ) titik puncak f ( x )=a x 2 +2 ax+ a+1 sehingga x p =p= =−1
2a
y p=g=f ( x p ) =a x2p +2 a x p +a+1 ⇔ g=a (−1 )2+2 a (−1 ) +a+1 ⇔ g=a−2 a+a+1
2
⇔ g=1 f ( a )=19 sehingga 19=a a +2 a . a+a+1 3
⇔ 19=a +2 a +a+ 1
2

2
⇔ 0=a3 +2 a 2+ a−18 ⇔ 0=( a−2 ) (a + 4 a+ 9)
2
bentuk a + 4 a+ 9 tidak memiliki akar realn sehingga nil ai a=2
Jadi nilai p+2 q+ 3 a=−1+2 (1 )+3 ( 2 ) =7

6. Dik : y=a x 2 +bx +c a , b , c adalah U 1 ,U 2 , U 3 barisan aritmatika


PGS di ( 1,12 ) sejajar y=6 x Dit :3 a+2 b+ c ? Jawab :

Halaman 11 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1
a=U 1 ,b=U 2 , c=U 3 barisan artimatika sehingga : b−a=c−b ⇔ 2b=a+ c … ( 1 )
PGS di ( 1,12 ) /¿ y=6 x , sehingga: f ' ( 1 )=m=6 ⇔2 a ( 1 ) +b ( 1 )=6
⇔ 2 a+b=6 … ( 2 ) (1,2) titik pada y sehingga 12=a ( 1 )2 +b ( 1 ) +c ⇔ 12=a+b+ c … (2)
( 1,12 ) titik pada y sehingga12=a (1 )2 +b ( 1 ) + c ⇔12=a+b+ c … (3)
Dari ( 1 ) dan (3 ) :12=a+b+ c ⇔ 12=ab+b ⇔ b=4
b=4 maka2 a+ 4=6 ⇒2 a+2⇒ a=1 a=1maka 2 ( 4 )=11 c ⇒c=7
Jadi 3 a+2 b+c =3 (1 )+2 ( 4 ) +7=18

7. Dik : y = mx+5 memotong y = x2 – 4mx + 4n


Di P (1,6) dan Q
Dit : jarak P dan Q ?
Jawab :
y = mx + 5 dan y = x2 – 4mx + 4n berpotongan
sehingga : y = y
⇔ mx+ 5=x 2−4 mx+ 4 n ⇔ 0=x 2+ x (−4 m−m )+ 4 n−5 ⇔ 0=x 2−5 mx+ 4 n−5
2
P (1,6 ) sehingga x=1 salah satu faktor persamaan diatas sehingga 0=1 −5 m. 1+4 n−5
⇔ 0=1−5 m+4 n−5 ⇔5 m−4 n=−4
2
Serta P ( 1,6 ) sehinggatitik potongdilalui y=mx+5 dan y=x −4 mx+ 4 n , sehingga :
9
P=( 1,6 ) ⇒6=m ( 1 )+ 5⇒ m=1 m=1 maka5 ( 1 )−4 n=−4 ⇔ 5+ 4=4 n ⇔n=
4
9
Sehingga untuk m=1 dan n= maka : 0=x2−5 mx+4 n−5 ⇔ 0=x 2−5 x+ 4
4
⇔ 0=( x−1 ) ( x−4 )
x=1 sehingga y=2 yaitu P ( 1,2 ) x=4 sehingga y=9 yaitu Q ( 4,9 )
Jadi PQ=√ ( 4−1 ) + ( 9−2 ) =√ 3 +7 = √58
2 2 2 2

8. Dik : y=f ( x )
y=f ( x + a ) maksuntuk x =p Dit : y=f ( x−a ) maks untuk x=? Jawab :
2
Tanpa menghilangkan keumuman , perhatikan ilustrasi berikut : Misal f ( x ) =−x
1¿ f ( x )=−x 2 memiliki nilai maks y=0 pada saat x=0
2
2 ¿ f ( x+ a )=−( x +a ) memiliki nilai maks y =0 pada saat x=−a
3 ¿ f ( x−a )=−( x−a ) maks y=0 pada x=a
Berdasarkan ilustrasi diatas diperoleh :
Jika nilai maks y=f ( p+a) pada saat x = p maka nilai maks y = f (p+a). Karena nilai maks y =
f(x+a) sama dengan nilai maks y = f(x-a)
Maka : y = f(x-a)
2 2 2
⇔ f ( p+ a )=−( x−a ) ⇔−( p+a ) =−( x −a ) ⇔ p+ a=x−a ⇔ x=2 a+ p
Halaman 12 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1
Jadi nilai maks y=f ( x−a ) terjadi pada x=2 a+ p
2
9. Dik : deret aritmatika S n=a n + n
Dit : U 1 +U 3 +U 5 +U 7 +…+ U 2 n−1=? Jawab :
U 1 ,U 2 , … U n barisan aritmatika sehingga U 1 +U 2 +U 3 +…+U n=Sn=2 n2 +n
U 1 +U 3 +U 5 +U 7 +…+ U 2 n−1=S 2 n−1 ¿ 2 (2 n−1 )2+ ( 2n−1 ) ¿ 2 ( 4 n 2−4 n+1 ) + ( 2 n−1 )
¿ 8 n2−6 n+ 1

10. Dik : suku banyak f ( x ) / g(x) dibagi x 2−x bersisa x+2


x f(x) + g(x) dibagi x 2+ x−2 sisa x -4
Dit : f(1) ?
Jawab :
f (x ) f ( 0) f ( 1) f (1)
=( x 2−x ) . h ( x )= ( x +2 ) x=0 ⇒ =2 x=1⇒ =3 ⇒ g ( 1 )=
g(x) g (0) g ( 1) 3
f ( 1)
x . f ( x ) + g ( x )=( x 2+ x−2 ) i ( x )+ ( x−4 ) x=1⇒ f ( 1 ) + g ( 1 )=−3 ⇒f ( 1 ) + =−3
3
−9
⇒ 3 f ( 1 ) + f ( 1 ) =−9 ⇒ 4 f ( 1 )=−9 ⇒ f (1)=
4

2
11. Dik : penyelesaian x−1< adalah a< x<b
|x|
Dit : banyak bilangan bulat pada (a,b) ?
Jawab :

{−x , x< 0
|x|= x , x ≥ 0
x ≥ 0 ⇒ x >0
Kasus 1) :
2 2 2 x 2−x−2 (x−2)(x +1)
x−1< ⇔ x−1< , x ≠ 0 ⇔ x−1− < 0 ⇔ <0 ⇔ <0
|x| x x x x

H p1 ={ x←1 V 0< x< 2 } ∩ { x >0 } ¿ { 0< x <2 }


Kasus 2) x < 0
2 2 2 x 2−x+ 2
x−1< ⇔ x−1< ⇔ x−1+ <0 ⇔
<0
|x| −x x x
x 2−x +2
Nilai x 2−x+ 2 definit positif sehingga untuk <0 haruslah x < 0
x
Akibatnya H p 2={ x< 0 }
H p tot =H p1 ∪ H p2 ={ 0< x <2 } ∪ { x <0 } ¿ {x <2, x ≠ 0 }

Halaman 13 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1

12. Dik : ❑3 log x +2 .9 log y =3 dan❑3 log ( x−2 y )=0


Dit : x + y = ?
Jawab : syarat numerik x, y > 0
1
❑3 log x +29 log y=3 ⇔❑3 log x+ 2. ❑3 log x +¿3 log y=3 3
⇔❑ log xy=3
2 ⇔❑3 log x ¿
x− y x− y
x (¿ )=0 ⇔ =3 °=1 ⇔ x− y =2 27
⇔ xy=3 =27
3
2 2 x− y=2 ⇒ x− =2
x
❑3 log ¿
2 2
⇔ x −27=2 x ⇔ x −2 x−27=0 ⇔ x 1=2+2 √ 7V x 2=2−2 √ 7
Karena x> 0 maka x=2+2 √ 7 , sehingga y=2 √7 Jadi x+ y=( 2+2 √ 7 ) + ( 2 √ 7 )=2+ 4 √ 7

13. Dik : ⃗a dan b⃗ dengan|⃗a + ⃗b|=⃗a . ⃗b


2 5
¿ ⃗a|+|b⃗|) = |⃗a|∨⃗b∨¿
2
¿
Dit : θ=? θ=∠ (⃗ ⃗
a , b)
Jawab :
2 2 2 2 2
|a⃗ + ⃗b| =⃗a . b⃗ ⇔|a⃗| +|⃗b| +2 . ⃗a . ⃗b=⃗a . b⃗
⇔|⃗a| +|b⃗| +⃗a . ⃗b=0 …1 ¿
2 5 2 2 5 2 1
(|a⃗ + ⃗b|) = |⃗a||⃗b|⇔|⃗a| +|b⃗| + 2.|⃗a|.|⃗b|= |⃗a|.|b⃗| ⇔|⃗a| +|b⃗|= |⃗a||⃗b|… 2 ¿
2 2 2
dari 1¿ dan 2 ¿ :
1 1 1
|a⃗| +|⃗b| + ⃗a . b⃗ =0 ⇔ 2 |⃗a|.|⃗b|+ ⃗a . b⃗ =0 ⇔ 2 |⃗a|.|⃗b|=−( ⃗a . b⃗ ) ⇔ 2 |⃗a|.|⃗b|=(|a⃗|.|b⃗|.cos θ )
2 2

1
⇔ cos θ=
−1
2
⇔θ=cos−1
2
=120° ()
x5
14. Dit : (¿ √ 2−x )dx ?
3

∫¿
Jawab :
Misal u=2−x 3 ⇒ du=−3 x2 dx
1 1
du −1 3 2 1
∫ x 5 √2− x3 dx=∫ x 5 √ 4 . −3 x 2 ¿∫
3
x u du ¿−
3
∫ ( 2−u ) u 2 du

[ ]
1 3 3 5 3 5
1 1 4 2 2 2 4 2
¿− ∫ 2u 2 −u 2 du ¿− u − u +c ¿− (2−x ) 2 + ( 2−x 3 ) 2 + c
3 3 3 5 9 15

Halaman 14 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1
3 5 3 3 1
2
¿ ( 2−x ) + ( 2−x 3 ) 2 +c
3 2
15
¿ ( 2−x 3 ) 2 ( −6 x −8
45
+c ) 2
¿− ( 2−x3 ) ( 2−x3 ) 2 ( 3 x 3+ 4 )+ c
45
2
¿− ( 3 x 3+ 4 )( −x 3 +2 ) √ −x 3 +2+c
45

15. Dik : Bid. 4 A.BCD, BC ⊥ BD, AB ⊥ BCD


BC = BD = a √ 2 , AB = a
Dit : θ=? θ=∠ ( ACD , BCD)
Jawab :

∆ BCD siku−siku di B : CD=√ B D2 + BC 2= √ 2. B D2=2a


∆ ABC=∆ ABD dan siku−siku di B 2
AD =AC =√ A B 2+ B C2 = a2 + ( a √ 2 ) =a √ 3 √
AD =AC ,maka ∆ ADC sama kaki, sehingga AE⊥ CD dan E titik tengahCD
∆ AED siku−siku di E √
AE=√ A D 2−D E 2= ( a √ 3 ) −a2=a √ 2
2

AB a 1 −1 1 π
∆ ABE siku−sikudi B : sin θ= = =
AE a √ 2 √ 2
sehingga θ=sin
√2
=45 °=
4 ( )
16. Dik : S 4 =U 1 +U 2 +U 3 +U 4 =2 deret aritmatika U 1>U 2

|U1 U2
U3 U 4
=−2
| −1
Dit :
( U1 U2
U3 U 4 ) =?

Jawab :
4
S 4 = ( 2U 1+3 b )=2 ⇔2 U 1 +3 b=1,b :beda ⇔ 2 a+3 b=1, U 1=a
2

|U1 U2
U3 U 4 |
=−2 ⇔ U 1 . U 4 −U 2 U 3=−2 ⇔ ( a )( a+3 b )− ( a+b )( a+ 2b )=−2

⇔ a2+ 3 ab−a2−3 ab−2 b2=−2 ⇔−2 b2=−2 ⇔ b 2=1⇒ b=±1


Karena U 1 >U 2 maka b=−1 sehingga a=2

Halaman 15 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1
−1
U1 U2 1 U 4 −U 2
( U3 U 4 ) =
(
U 1 . U 4 −U 2 .U 3 −U 3 U 1 ) ¿
1
(a+sb
−2 −( a+2 b )
−( a+b )
a ) ¿
1 −1 −1
(
−2 0 2 )

( )
1 1
¿ 2 2
0 −1

17. Dik : Huruf : A,H,I,M,O,T,U,V,W,X,Y huruf simetris


Dit : banyak susunan kata dengan 3 huruf berbeda yang terdiri paling sedikit 2 huruf simetris ?
Jawab :
Huruf simetris terdapat sebanyak 11 huruf sehingga huruf tidak simetris terdapat 2b – 11 = 15
huruf.
Kata 3 huruf dengan paling sedikit 2 huruf simetris :
1) 2 huruf simetris dan huruf tidak simetris 11 C2 , 15C 1
2) 3 huruf simetris : 11 C3

Karena 3 huruf baik kasus 1) maupun 2) susunan hurufnya dapat diacak kembali, maka banyak
susunan 3 huruf tersebut adalah 3!. Akibatnya banyak susunan kata dengan 3 huruf yang terdiri
paling sedikit 2 huruf simetris adalah :
[ 11 C2 , 15C 1 +11 C3 ] 3 !=5940
18. Dik : (0,0) = {y= sin x} ∩ {y = mx}
(a,p) = {y = sin x} ∩ {y = mx}
Daerah dibatasi y = sin x, y = mx, sumbu x pada 0 ≤ x ≤ π dibagi menjado daerah P dan Q
Dit : m = ? jika L p=LQ
Jawab :

Halaman 16 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1
x−mx
a π

sin ¿ dx=∫ mx dx +∫ sin x dx


0 a 1 2 a 1 2 a π
L p=LQ ¿ ⇔−cos x− m x ]0= m x ]0 −cos x ]a
¿ 2 2
a
⇔∫ ¿
0

a
−1−cos ¿ 1 1
⇔−cos a− a 2 m+1= a 2 m+1+cos a
1 1
( )
⇔ −cos a− a2 m − (−1 )= a2 m−¿
2 2
2 2

−2 cos a
⇔−2 cos a=a m
2 ⇔ m=
a2
2 x
3 2
19. Dik : cos x +cos x−4 cos
2 ()
=0 0 ≤ x <2019 π
Dit : Banyak nilai x yang memenuhi ?
Jawab :
x
1 1
+ cos ¿=0
2 2
cos3 x +cos2 x−4 cos2 ( 2x )=0 ¿
x −4 ¿
3 2
⇔ cos x +cos x−2 cos x−2=0

x+ cos2 ¿
⇔ cos3 ¿
3 2
⇔ p + p −2 p−2=0, p=¿ cos x

3 2 x ≤1
p + p −2 p−2=0 ⇔ ( p+1 ) ( p2−2 ) =0 ⇔ p=−1 V p=± √2 ( TM ) karena−1 ≤cos ¿ ¿
p=−1 ⇔ cos x =−1 ⇔ cos x =cos π ⇔ x=± π +k . 2 π
⇔ x=π + k . 2 π V x=−π + k .2 π , k ϵ Z ⇔ x=π ( 2 k +1 ) V x=π ( 2 k−1 )

Karena x=( 2 k ±1 ) , k ϵ Z serta 0 ≤ x<2019 π maka banyak solusi x sama dengan banyak nilai k
yang memenuhi :
Untuk k ϵ Z maka π ( 2 k +1 ) =π ( 2 k −1 ) , sehingga 0 ≤ x <2019 π ⇔ 0 ≤ 2 k +1<2019
1
⇔−1 ≤2 k <2018 ⇔− ≤ k <1009
2
Sehingga banyak nilai k ϵ Z yang memenuhi sebanyak 1009 buah. Jadi banyak solusi untuk x
1009 buah.

Halaman 17 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1
20. Dik : Bola diameter 8 cm masuk ke kerucut sebalik
Dit : Jari – jari kerucut ? jika V kerucut minimum
Jawab :

Diameter bola = 8, sehingga r = 4


AB BC AC R √ T 2 + R2 4 R2 T 2 + R2
∆ ABC ≈ ∆ DEC : = = ⇔ = = ⇔ = 2
DE EC DC 4 T −4 √( T −4 )2−42 16 T −8T +16
2 2 2 2
⇔ R T −8 R + 16 R =16 T +16 R
2 2
⇔ R2 ( T 2−8 T )=16 T 2
2
16 T 16 T 1 1 16 T
⇔R = 22
=
T −8 T T −8
,T ≠0 V kerucut = π R 2 T
3
V ( T )= π (
3 T −8
T )
2
1
⇔ V ( T )= π
16T
3 T −8 ( ) syarat min : V ' ( T )=0 ⇔ π
3 (
1 32T ( T −8 )−16T
( T −8 )
2
=0
)
2
⇔ 32 T −32. 8 . T −16 T =0
2 2
⇔ 16 T −32 .8 . T =0 ⇔ 16 T ( T −16 )=0
⇔ T =0 ( TM ) V T =16
Uji titik :

Sehingga T = 16 menyebabkan V min, sehingga :

R=
√ 16 T
T −8
=
16.16
16−8 √
= √32=4 √2
FISIKA
1 m −1
21. Ek= m v 2 m→ kg → [ M ] v→ → [ L ][ T ] 2 −2
Ek=[ M ][ L ] [ T ]
2 s

F N
22. E= =
q C
a b c
23. f =m v r

Halaman 18 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1
m b c
¿ ( m)
s −2 a b −b c
[ M ][ L ][ T ] = [ M ] [ L ] [ T ] [ L ] a=1 danb + c=1 b=2 c=1−2=−1
m
kg 2 =k ga ¿
s
a b
kg m kg
24. E=v . ρ a b
ms
2
=
s m
3( )( ) [ M ][ L ] [ T ] ={ [ L ][ T ]
−1 −2 −1 a b
} {[ M ][ L ]−3 }
b=1, a=2 sehingga E=v 2 . ρ

v =E .r =
F
.r kg m/s 2 kg m2 / s2 2 −3 −1
25. v= .m= =[ M ][ L ] [ T ] [ I ]
q c I .t

m −2 b c
26. =k . pb ρc A d [ M ] [ T ] =k {[ M ][ L ] [ T ]
−1 −1
} {[ M ][ L ]−3 } [ L ] 2 d
t
b + c =1
-b -3c + 2d = 0
-1 = -2b
b=½
c=1–½=½
-1/2 -3 (1/2) + 2d = 0
2d = 2
d=1
1 1
m m
Sehingga =K p 2 ρ 2 A' ⟶ =kA √ pρ
t t
27.

v B−v A=3 km/ jam


t=5 jam S A + S B=55 v A t + ( v A +3 ) t=55 2 v A t+ 3t=55 2 v A ( 5 ) +3 ( 5 )=55
55−15
v A= =4 km/ jam
10
v B=3+ v A =7 km/ jam
28. Mode berangkat 5 detik setelah Ketut, keduanya berada pada jarak yang sama setelah 12 detik.
Artinya Made menyusul Ketut dalam waktu 12 – 5 detik = 7 detik

29. Percepatan tetap = percepatan gravitasi karena hambatan udara diabaikan

Halaman 19 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1
r
¿⃗
30. ¿
perpindahan
v́ = ⇒ v́=0 maka perpindahan ¿
selang waktu

1
31. t= jam=900 detik
4

27.000 + x = y
27.000 + 30 t = 60 t
30 t = 27.000
t = 900 s
Sehingga pada saat bertemu, B mencapai jarak 60 x 900 = 54 km

60 3 2
32. aA= = m/ s
40 2
24 6 3
a B= = = m/ s2
40 10 5
a A >a B
1 36 +60
S A = . 40 .60=1200 m SB= . 40=96 . 20=1920m S A< SB
2 2

1 m
33. 0−35=v 0 ( 7 )− . 10 ( 7 )2 −35=7 v 0 −245 7 v 0 =210 v 0 =30
2 s

302 900
hmax= = =45 m hmax dari tanah=45+35=80 m
2 . 10 20

34. Waktu untuk gadis sampai di tanah


1
80= . 10. t 2 t=√ 16=4 detik
2
Waktu bagi Spiderman untuk menolong 4 – 2 = 2 detik, sehingga kecepatan awal Spiderman adalah
1
80=v 0 ( 2 )+ .10 ( 2 )2 80=2 v 0+ 20⇒ 2 v 0=60 v 0 =30 m/s
2
35. Waktu untuk batu mencapai tanah

t=
√ √
2h
g
=
2.20
10
=2 detik
Agar sampai bersama, maka waktu untuk batu kedua mencapai tanah adalah
2 – 1 = 1 detik
Halaman 20 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1
1 2
20=v 0 (1 )+ . 10 . 1 ⇒20=v 0 +5 v 0 =15 m/s
2

36.

Total jarak = luas I + luas II


1 1
¿ t 1 .6 t 1 + ( 10−t 1 ) 6 t 1 ¿ 3 t 21 +30 t 1+3 t 21 ¿ 30 t 1
2 2

6t1
=4 ⇒10 t 1=40 ⇒t 1=4 detik
10−t 1
Maka total jarak = 30 (4) = 120 cm

37. r=( 40 t−5 t 2 ) v =40−10 t v 0 =40 m/s


r mak syaratnya v=0
40−10 t=0 t=4 detik r=40 ( 4 )−5 ( 4 )2 r=160−80=80 m

8+16
38. 48= .t
2
48 . 2 = 24 detik
t = 4 detik
16−8 8
a= = =2 m/s 2
4 4

a. 0 – 42 = 20 t – ½ . 10 t2
-40 = 20 t – 5 t2
t2 – 4t – 8 = 0
4 ± √ 16−4 ( 1 ) (−8)
t2 =
2(1)
4 ± √ 48 4 ± 4 √ 3
¿ = =2± 2 √3
2 2
t yang mungkin adalah 2± 2 √ 3 detik

39.

Halaman 21 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1

v t =v 0 ± at v B =v−2t 0=v−3 t v B =3 t −2t=t ⟹ v B =10 m/s v =3 t

y bus = y bis
1 1 3 1 2
vt− . 2 .t 2=50+ vt− 3 t 2 −t 2 + t 2=50 t =50 t=10 detik
2 2 2 2

KIMIA

41. Ion X2- isoelektronik dengan Ar berarti X2- = 18Ar. Jumlah elektron X2- = 18. Sehingga unsur X netral
memiliki 16 elektron. Konfigurasi elektron yang tepat yaitu 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4 (A)
23 24
42. 11 Na dan 12 Mg merupakan isoton (karena jumlah neutron unsur Na-23 dan Mg-24 sama,
yaitu 12, maka kedua unsur tersebut isoton)
14 14
6C dan 7 N merupakan isotop (kedua unsur tersebut adalah isobar, karena jumlah Ar-nya
sama)
19 20
9 F ⎺ dan 10 Ne merupakan isoelektron (jumlah elektron 9F- dan 10Ne sama, yaitu 10 elektron,
maka kedua unsur tersebut isoelektronik)
A dan B benar
A dan C benar (E)

43. Bilangan kuantum elektron terluar atom 19K:


1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1
4s1

Karena jumlah elektronnya hanya 1, kemungkinan orientasinya bisa searah jarum jam atau
berlawanan jarum jam. Sehingga: n= 4, l = 0, m = 0, s = +1/2 atau -1/2 (C)

44. Suatu ion X3+ memiliki diagram orbital berikut.

↿ ↿
Ar
Unsur X tersebut memiliki kecenderungan melepaskan 3 elektron terluarnya untuk mencapai kestabilan.
Maka diagram orbital ketika dalam keadaan netral adalah:
↿⇂ ↿ ⇂ ↿
18 Ar
sehingga jumlah elektronnya adalah 26.
Konfigurasi elektron X: [Ar] 4s2 3d6
Halaman 22 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1
Golongan VIII B periode 4 (D)

45. Energi ionisasi= energi yang diperlukan atom untuk melepaskan elektron di kulit terluarnya pada
keadaan gas. Semakin besar energi ionisasi artinya semakin sulit melepaskan elektronnya (sudah
mencapai kestabilan). Karena X melepaskan 3 elektron utk mencapai kestabilan, maka energi
ionisasi ke-4 dari unsur X akan mengalami peningkatan yang signifikan (A)

46. Nomor atom X dan Y masing-masing adalah 16 dan 9. Kedua unsur tersebut dapat membentuk
molekul XY4.
16X = 2,8,6

9Y = 2,7
Ketika membentuk XY4 (X sebagai atom pusat) maka sisa elektron di atom pusat adalah 6-4 =2
elektron (1 PEB). Sehingga total domain adalah 4 PEI + 1 PEB tipe molekulnya AX 4E (tetrahedral
terdistorsi/sesaw). Karena ada PEB maka senyawanya bersifat polar (D)

47. Dalam larutan, interaksi yang dominan antara molekul I 2 dengan molekul etanol adalah dipol
terinduksi-dipol permanen sesuai dengan kepolaran senyawanya. I 2 adalah senyawa nonpolar
sementara etanol (alkohol) adalah senyawa polar. (B)
Polar = dipol permanen, nonpolar= dipol terinduksi

48. Unsur P memiliki nomor massa 40 dengan jumlah proton dan neutron sama. Maka konfigurasi
20P = 2,8,8,2 golongan II A (logam, melepas 2 e)
Sedangkan unsur Q memiliki nomor massa 80 dengan jumlah neutron sebanyak 45. Sehingga
nomor atom Q = A – n = 80 – 45 = 35. Konfigurasi elektron
35Q= 2,8,18,7 golongan VII A (nonlogam, menangkap 1 e)
Sehingga senyawa yg terbentuk PQ2 , ionik (antara logam-nonlogam) (B)

49. Perhatikan grafik berikut.

A + B → P harus melewati dua senyawa teraktifkan yaitu senyawa AB* dan C*


A + B → P memerlukan energi sebesar F – D
A + B → P adalah reaksi endoterm karena memerlukan energi (entalpi produk > entalpi
reaktan)
(B)

Halaman 23 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1
50. Larutan penyangga dibuat dengan mencampurkan basa kuat dan asam lemah berlebih.

 = basa kuat bervalensi 1


o = asam lemah bervalensi 1
Per butir = 0,1 mmol
pKa = 4
gambar a = jumlah mol asam lemah = mol basa kuat (hidrolisis garam bersifat basa)
gambar b = jumlah mol asam lemah < mol basa kuat (larutan bersifat basa)
gambar c = jumlah mol asam lemah > mol basa kuat (larutan penyangga) (C)

51. Reaksi pada soal di atas bila disetarakan akan menjadi:


2H2S + SO2 → 3S + 2H2O
Sementara itu, laju reaksi sebanding dengan koefisien reaksi.
laju reaksi koefisien
Sehingga diperoleh:
v H2 S : v S = 2 : 3
Jadi, perbandingan laju pengurangan H2S(g) terhadap laju pertambahan S(s) per satuan waktu
adalah 2 : 3 (E)

52. Terdapat gas-gas dalam suatu wadah tertutup yang mengalami reaksi kesetimbangan:
H2 (g) + I2 (g) ⇌ 2HI (g)
Pada saat waktu t gas I2 ditambahkan ke dalam sistem kesetimbangan tersebut. Grafik yang sesuai
dengan keadaan tersebut adalah opsi (D)
Nilai Kp akan konstan/tetap, tidak berubah. Menambahkan I2 akan meningkatkan tekanan parsial I2.
Diketahui Kp tetap, maka tekanan parsial H2 mesti berkurang karena akan bereaksi dengan I 2 yang
ditambahkan itu dan menambah produk HI akan bertambah.

53. Suatu baterai dengan elektroda Cu2+ | Cu dan Cd2+ | Cd pada keadaan standar menghasilkan arus 0,8
A selama 200 menit. Nilai Eo Cu2+ | Cu = +0,34 V, Eo Cd2+ | Cd = −0,40 V, F = 96500 C/mol elektron, Ar
Cu = 63,5, dan Ar Cd = 112. Pengurangan massa di anoda adalah…
Pada sel elektrolisis, anoda adalah elektroda positif sedangkan pada sel elektrokimia (baterai, aki),
anoda adalah elektroda negatif. Karena potensial Cu = +0,34 V dan potensial Cd = −0,40 V maka
yang bertindak sebagai anoda adalah Cd.
Di anoda, Cd mengalami oksidasi sesuai reaksi:
Cd → Cd2+ + 2e
Reaksi oksidasi tersebut menyebabkan Cd mengalami pengurangan massa. Besar pengurangan
massanya adalah: (t = 200 menit = 12.000 detik)

= 5,6
Jadi, pengurangan massa di anoda adalah 5,6 g (C)
54. Senyawa yang direduksi menghasilkan alkohol sekunder adalah senyawa dari golongan keton atau
alkanon. Dari lima opsi yang termasuk golongan alkanon hanya propanon. Sedangkan pereaksi
Tollens digunakan untuk menguji adanya gugus aldehid atau keton. Reaksi positif ditunjukkan

Halaman 24 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1
dengan dihasilkannya endapan cermin perak. Sementara reaksi Tollens dengan keton tidak
menghasilkan endapan cermin perak.
Jadi, senyawa organik tersebut adalah propanon (C)
55. Cari konsentrasi dari larutan vitamin C tersebut

V1 . M1 . n1 = V2 . M2 . n2
100 . M1 . 1 = 50 . 0,02 . 1
100 . M1 = 1
M = 0,01
Dalam 200 ml vitamin C terdapat = 200 . 0,01 / 1000 ml = 0,002 mol vitamin C
Maka massa vitamin C = Mol vitamin C . Mr Vitamin C
= 0,002 . 128 = 0,256 gr
Maka kadar dari vitamin C = 0,256 x 100 / 10 = 2,56 %
56. Suatu reaksi berlangsung sebagai berikut:
CO32− + SO3 ⇌ SO42− + CO2
Teori asam basa dikenal ada 3:
Arrhenius : Asam adalah zat yang dapat melepas H + dalam air. Basa adalah zat yang dapat melepas
OH- dalam air
Bronsted-Lowry : asam adalah donor proton. Basa adalah akseptor proton
Lewis : asam adalah penerima Pasangan Elektron. Basa adalah donor Pasangan Elektron
Dari persamaan reaksi di atas yang memenuhi adalah teori asam basa Lewis (melibatkan elektron).
CO32− dan SO42− adalah basa Lewis (ciri: ada muatan negatif /kelebihan elektron)
SO3 dan CO2 adalah asam lewis (ciri: tidak ada PEB di atom pusat) jawaban (E)
57. Diketahui :
g sampel = 3 gram
g CaO (Mr=56) = 1,4 g
% CaCO3 (Mr=100) dalam sampel?
Mol CaO = g/Mr = 1,4 / 56 = 0,025 mol
Karena perbandingan koefisiennya setara, maka mol CaO = mol CaCO3
CaCO3 + 2HCl → CaCl2 + CO2 + H2O (1)
0,025mol 0,025mol
CaCl2 + 2NaOH → Ca(OH)2 + 2NaCl (2)
0,025mol 0,025mol
Ca(OH)2 → CaO + H2O (3)
0,025mol 0,025mol
g CaCO3 = mol x Mr = 0,025 x 100 = 2,5 gram
% CaCO3 = g CaCO3 / g sampel x 100% = 2,5/3 x 100% = 83,33%
Kadar CaCO3 dalam cangkang telur < 93% (A)
58. Diketahui:
∆Hf 0 CO2 = -395,2 Kj/mol
∆Hf 0 H2O = -286,9 Kj/mol
∆Hf 0 C3H8 = -103,8 Kj/mol
∆Hf 0 C4H10 = -126,2 Kj/mol
Dalam 1 Kg gas LPG maka:
40% gas propana:

Halaman 25 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1
g propana = 40/100 x 1 Kg = 0,4 Kg = 400 gram
mol propana = g/Mr = 400/44 = 9,1 mol
60% gas butana:
g butana = 60/100 x 1 Kg = 0,6 Kg = 600 gram
mol butana = g/Mr = 600/ 58 = 10,34 mol
kalor dari pembakaran propana:
C3H8 + 5O2 → 3CO2 +4H2O
∆H = [(4 x ∆Hf 0 H2O) + (3 x ∆Hf 0 CO2)] - ∆Hf 0 C3H8
= [(4 x -286,9) + (3 x -395,2)] – (-103,8)
= -2229,4 Kj/mol
Untuk 9,1 mol propana:
∆H = 9,1 x 2229,4 Kj/mol = - 20287,54 Kj

kalor dari pembakaran butana:


C4H10 + 13/2O2 → 4CO2 +5H2O
∆H = [(5 x ∆Hf 0 H2O) + (4 x ∆Hf 0 CO2)] - ∆Hf 0 C4H10
= [(5 x -286,9) + (4 x -395,2)] – (-126,2)
= -2889,1 Kj/mol
Untuk 10,34 mol butana:
∆H = 10,34 x 2889,1 Kj/mol = - 29873,29 Kj
Maka total kalor 1 Kg LPG = -20287,54 + (-29873,29) = 50160, 83 Kj (C)
59. Jika diketahui harga hasil kali kelarutan CaCO 3 dan Mg(OH)2 pada suhu tertentu berturut-turut
adalah 4 x 10-10 dan 3 x 10-12 , pernyataan berikut yang benar adalah

s CaCO3 = √ Ksp= 4 x 10−10 = 2 x 10-5 mol/L

s Mg(OH)2 =

3 Ksp
4
=¿
√3 3 x 10−12
4
=

3 3
4
x 10-4 mol/L

Kelarutan CaCO3 < Mg(OH)2 artinya CaCO3 lebih mudah mengendap. Sehingga untuk memisahkan
garam dapur dengan CaCO3 akan lebih mudah dibandingkan dengan Mg(OH)2. Waktu yang
diperlukan untuk proses pengendapan CaCO3 dan Mg(OH)2 tidak sama, karena kelarutannya
berbeda. (A)
60. Proses perebusan telur membutuhkan suhu tinggi agar cepat matang. Tekanan udara di dataran
rendah rendah lebih tinggi daripada tekanan udara di pegunungan. Tekanan udara di pegunungan
yang rendah menyebabkan air lebih mudah mendidih, sehingga titik didih air di pegunungan lebih
rendah daripada di dataran rendah. Hal ini menyebabkan telur lebih cepat matang jika direbus di
dataran rendah. (D)
BIOLOGI

61. Jawab:

Halaman 26 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1

62. Jawab:

63. Jawab:

Halaman 27 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1

64. Jawab:
Dinamika populasi bergantung pada kemampuan adaptasi dan distribusi spesies dalam suatu
wilayah.

65. Jawab:
Unsur makronutrien : unsur yang dibutuhkan dalam jumlah banyak. Terdiri dari C, H, O, N, P, S, K,
Ca, Mg yang bersifat mobile, termasuk zat organik. Jawaban A.

66. Jawab:
DNA RNA
Letak Nukleus, mitokondria, Nukleus, mitokondria,
kloroplas kloroplas, ribosom,
sitoplasma
Bentuk Pita spiral ganda, berpilin, Pita tunggal, tidak berpilin,
rantai panjang rantai pendek
Komponen gula Deoksiribosa Ribosa
Basa nitrogen
Purin Adenin, Guanin Adenin, Guanin
Pirimidin Timin, Sitosin Urasil, Sitosin
Kadar Tidak berubah Berubah menurut kecepatan
sintesis protein
Fungsi Mewariskan sifat Sintesis protein
 Adenin berpasangan dengan Timin (DNA)/Urasil (RNA)
 Guanin berpasangan dengan Sitosin
 Ikatan hidrogen : antar basa nitrogen
 Ikatan fosfodiester : antara fosfat dan gula
 Ikatan kovalen : antara gula dan basa nitrogen

67. Jawab:
Bunga tidak sempurna adalah bunga yang hanya memiliki salah satu alat reproduksi saja (jantan ; B,
H, atau betina ; A, G). Selain bagian tersebut biasaya perhiasan bunga lengkap.

68. Jawab:
Halaman 28 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1

69. Jawab:

70. Jawab:

Halaman 29 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1

71. Jawab:
Fase hidup Pteridophyta yang kita jumpai merupakan fase hidup sporofit.

72. Jawab:
Bryophyta dan Pteridophyta mengalami metagenesis.

73. Jawab:
Dasar penggolongan Gymnospermae utamanya berdasarkan penutupan biji oleh daun buah
(karpel). Selain itu ciri khas kelompok ini adalah keberadaan strobilus.

74. Jawab:
Cangkang telur (dari zat kapur) merupakan barrier atau penghalang yang umumnya tidak dapat
ditembus oleh air atau cairan lain. Setelah cangkang hilang karena direndam dalam cuka, hanya
tersisa selapis membran yang melindungi telur. Sama seperti membran pada umumnya yang
bersifat selektif permeabel, jika telur direndam dalam larutan hipertonis (larutan gula 25%) maka
cairan telur akan keluar melalui proses osmosis, sehingga telur akan mengerut.

75. Jawab:
Pernyataan yang kurang tepat ditunjukkan oleh opsi A.

76. Jawab:
Seharusnya, opsi (1); dapat terjadi perkawinan namun akan memunculkan spesies baru (spesiasi),
opsi (2); Spesiasi simpatrik terjadi pada wilayah yang sama, opsi (3); Barrier reproduksi berlaku
pada setiap individu/spesies.

77. Jawab:
Tubulus pengumpul berperan dalam menampung urin tersier (urin sesungguhnya) dari proses
pembentukan urin, selain itu berperan juga dalam mengatur volume urin melalui proses absorpsi
air.
Ketika permeabilitas epitel dihambat (yang berarti proses absorpsi di hambat), maka yang akan
terjadi adalah pembengkakan bagian tubuh akibat akumulasi cairan ekstraseluler.
78. Jawab:

Halaman 30 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia
PEMBAHASAN TO UTBK SAINTEK
ALUMNI 1
- Pertukaran/perpindahan gas terjadi dari tekanan parsial yang tinggi ke tekanan parsial rendah.
Misalnya saja ketika oksigen ingin masuk ke dalam tubuh, maka oksigen di udara (atau dalam
ruang alveolus) harus memiliki tekanan parsial yang lebih tinggi daripada tekanan parsial
oksigen dalam tubuh (kapiler).
- Karena tekanan parsial oksigen di udara rendah (dataran tinggi) maka untuk membuat oksigen
dapat masuk ke dalam tubuh, maka hiperventilasi akan menciptakan kondisi ruang alveolus
memiliki tekanan parsial yang tinggi sehingga udara bisa berdifusi masuk ke tubuh (kapiler).
- Dengan terjadinya hiperventilasi berarti pernafasan tetap terjadi. Karena pernapasan tetap
terjadi maka ;
 Tekanan parsial CO2 dalam darah (kapiler) turun, karena CO2 dalam darah di keluarkan ke
udara.
 Terjadi penurunan HCO3 di dalam darah karena diubah menjadi H2O dan CO2 (dilepaskan ke
udara)
 Terjadi kenaikan pH darah untuk kembali netral (pH 7) karena kadar CO 2 dalam darah
turun (CO2 bersifat asam)
 Terjadi kenaikan tekanan parsial oksigen di dalam darah karena terjadi inspirasi, sehingga
terjadi peningkatan jumlah oksigen yang ditransport ke jaringan

79. Jawab:
 Secara anatomi dan fisiologi tubuh, spermatogenesis akan lebih efektif terjadi dalam suhu
ruangan. Inilah alasan mengapa testis terletak di luar tubuh dan memiliki suhu yang lebih
rendah dibandingkan dengan suhu internal tubuh.
 Maka, ketika berendam di air panas, proses yang akan terhambat adalah spermatogenesis.

80. Jawab:
Berdasarkan bagan yang disajikan, maka konversi karbohidrat menjadi lemak dapat terjadi melalui
dua jenis zat yaitu gliseraldehid – 3P (yang akan di ubah menjadi gliserol) dan asetil-koA (yang akan
dirubah menjadi asam lemak). Konversi tersebut hanya dapat terjadi jika konsumsi karbohidrat
(dalam hal ini glukosa) berlebih dan tidak diiringi aktivitas serta metabolisme yang rendah,
sehingga dalam keadaan jenuh akan terjadi konversi gliseraldehid dan asetil-koA.

Halaman 31 dari 31
© 2019 PT. Kreasi Edulab Indonesia