Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Divisi : Ilmu Keperawatan Anak


Tema : Alergi pada Anak
Sasaran : Keluarga/Orang tua pasien
Hari/Tanggal : kamis 21-11 -2019
Tempat : Poli Anak
Waktu : 30 menit

A. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Meningkatkan pengetahuan keluarga/orang tua pasien tentang alergi pada anak.
2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah dilakukan punyuluhan selama 30 menit, keluarga/orang tua pasien :
a. Mengetahui pengertian alergi
b. Mengetahui penyebab alergi
c. Mengetahui faktor resiko alergi dari keturunan
d. Mengetahui tanda dan gejala alergi
e. Mengetahui jenis tes alergi
f. Mengetahui cara penanganan, bila ditemukan alergi pada anak
g. Mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan bagi penderita alergi
h. Mengetahui makanan pantangan dan pengganti untuk penderita alergi.
B. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
C. Media
1. Leaflet
2. labtop
3. LCD
D. Pengorganisasian
1. Moderator : Oktavianus
2. Pemateri : Nike desi
3. dokumentasi : Siti husniah
4. Fasilitator : Rafika
E. Kegiatan Penyuluhan
No. Tahap Waktu Kegiatan Penyuluhan Sasaran
1. Pembukaan 5 menit - Menyampaikan salam - Menjawab salam
pembuka - Memperhatikan
- Memperkenalkan diri - Memperhatikan
- Menyampaikan tujuan - Memperhatikan
- Kontrak waktu - Memperhatikan
- Kontrak waktu 30 menit

2. Penyajian 20 - Menjelaskan pengertian - Memperhatikan


menit alergi penjelasan dengan baik
- Menjelaskan penyebab - Keluarga aktif bertanya
alergi
- Menjelaskan tanda dan
gejala alergi
- Menjelaskan faktor
resiko alergi dari
keturunan.
- Menjelaskan cara
penanganan, bila
ditemukan alergi pada
anak.
- Menjelaskan jenis tes
alergi.
- Menjelaskan hal-hal
yang perlu diperhatikan
bagi penderita alergi.
- Menjelaskan makanan
pantangan dan
pengganti untuk
penderita alergi.
- Memberikan
kesempatan kepada
keluarga untuk
bertanya.

3. Penutup 5 menit - Melakukan tanya jawab - Keluarga dapat


(evaluasi) menjawab pertanyaan
- Menyimpulkan hasil yang diberikan.
penyuluhan. - Menjawab salam
- Membagikan leaflet
- Mengucapkan terima
kasih atas perhatian
- Salam penutup.
F. Metode Evaluasi
Tanya Jawab
G. Evaluasi Struktur
1. SAP dan materi sudah disiapkan
2. Media dan alat sudah disiapkan
3. Waktu dan tempat sudah disiapkan
H. Evaluasi Proses
1. Penyuluhan sesuai waktu yang telah disepakati
2. Keluarga mendengar dan memperhatikan
3. Media digunakan semua
4. Materi tersampaikan sepenuhnya
I. Evaluasi Hasil
1. 75% keluarga memahami dan dapat menjelaskan kembali pengertian alergi
2. 75% keluarga memahami dan dapat menjelaskan kembali penyebab alergi
3. 75% keluarga memahami dan dapat menjelaskan kembali tanda dan gejala alergi
4. 75% keluarga memahami dan dapat menjelaskan kembali faktor resiko alergi dari
keturunan
5. 75% keluarga memahami dan dapat menjelaskan kembali jenis tes alergi
6. 75% keluarga memahami dan dapat menjelaskan kembali cara penanganan, bila
ditemukan alergi pada anak.
7. 75% keluarga memahami dan dapat menjelaskan kembali hal-hal yang perlu
diperhatikan bagi penderita alergi.
8. 75% keluarga memahami dan dapat menjelaskan kembali makanan pantangan dan
pengganti untuk penderita alergi.

MATERI PENYULUHAN

1. Pengertian Alergi
Alergi adalah berbagai macam reaksi terhadap bahan-bahan seperti serbuk sari, bulu
kucing, debu, atau bahan-bahan lain yang oleh tubuh kita dianggap sebagai benda asing.

2. Penyebab dan Faktor Pemicu Alergi


Alergi diakibatkan oleh sistem kekebalam tubuh yang hipersensitif. Sistem kekebalan
tubuh ini keliru mengidentifikasi bahan yang tidak berbahaya dan kemudian menyerangnya
dengan kekuatan yang jauh lebih besar daripada yang diperlukan.
Faktor pemicu alergi :
a. Serbuk sari
b. Asap rokok
c. Debu
d. Bulu atau rambut dan ketombe binatang
e. Jenis makanan dan minuman tertentu
f. Kontak dengan udara atau air yang sangat dingin
g. Obat-obatan
h. Zat-zat kimia

3. Faktor Resiko Alergi dari Keturunan


4. Tanda dan Gejala Alergi
a. Sesak napas
b. Napas berbunyi (mengi)
c. Batuk
d. Hidung tersumbat
e. Gatal tenggorokan
f. Mual dan muntah
g. Diare
h. Kehilangan nafsu makan
i. Gatal kemerahan di pipi, pergelangan tangan, lipatan siku, lutut, dan lipatan paha.
j. Bentol berwarna kemerahan
k. Pembengkakan di hidung, muka, dan bibir.

5. Jenis Tes Alergi


a. Skin Prick Test (Tes tusuk kulit)
Tes ini untuk memeriksa alergi terhadap alergen hirup dan makanan. Tes ini
dilakukan di kulit lengan bawah sisi dalam, lalu alergen yang diuji ditusukkan pada
kulit dengan menggunakan jarum khusus (panjang mata jarum 2 mm), jadi tidak
menimbulkan luka, berdarah di kulit. Hasilnya dapat segera diketahui dalam waktu
30 menit Bila positif alergi terhadap alergen tertentu akan timbul bentol merah gatal.
Usia yang dianjurkan 4-50 tahun.

b. Patch Test (Test Tempel)


Tes ini untuk mengetahui alergi kontak terhadap bahan kimia. Tes ini dilakukan di
kulit punggung. Hasil tes ini baru dapat dibaca setelah 48 jam. Bila positif terhadap
bahan kimia tertentu, akan timbul bercak kemerahan dan melenting pada kulit.

c. RAST (Radio Allergo Sorbent Test)


Tes ini untuk mengetahui alergi terhadap alergen hirup dan makanan. Tes ini
memerlukan sampel serum darah sebanyak 2 cc. Lalu serum darah tersebut diproses
dengan mesin komputerisasi khusus, hasilnya dapat diketahui setelah 4 jam.
Kelebihan tes ini : dapat dilakukan pada usia berapapun, tidak dipengaruhi oleh
obat-obatan.
d. Skin Test (Test Kulit)
Tes ini digunakan untuk mengetahui alergi terhadap obat yang disuntikkan.
Dilakukan di kulit lengan bawah dengan cara menyuntikkan obat yang akan di tes di
lapisan bawah kulit. Hasil tes baru dapat dibaca setelah 15 menit. Bila positif akan
timbul bentol, merah, gatal.
e. Tes Provokasi
Tes ini digunakan untuk mengetahui alergi terhadap obat yang diminum, makanan,
dapat juga untuk alergen hirup. Tes provokasi hirup dan makanan sudah jarang
dipakai, karena tidak nyaman untuk pasien dan berisiko tinggi terjadinya serangan
asma dan syok. tes provokasi bronkial dan tes provokasi makanan sudah digantikan
oleh Skin Prick Test dan IgE spesifik metode RAST.

6. Penanganan Alergi
Tiga cara dasar untuk menangani alergi adalah :
a. Obat-obatan sesuai resep dokter
b. Suntikan alergi (immuno terapi)
c. Menghindari faktor alergi.

7. Hal-hal yang perlu diperhatikan bagi penderita alergi


a. Di dalam rumah
- Jangan memelihara hewan karenna serpihan kulitnya dapat menyebabkan alergi.
- Singkirkan kasur dan bantal kapuk.
- Singkirkan selimut wol.
- Ganti mainan anak dengan bahan plastik, jangan yang berbulu atau wol.
- Pilih karpet yang tidak berbulu.
- Pakaian dari bahan wol sebaiknya diganti dengan bahan katun.
- Bersihkan buku, majalah, arsip.
- Jangan membakar obat nyamuk.
- Jangan menggunakan kipas angin.
- Jangan merokok di dalam rumah.
- Singkirkan bunga yang menyebarkan tepung sari.
- Jangan ada asbak di dalam rumah.
b. Di luar rumah
- Menghindari serbuk sari bunga dan bulu hewan.
- Menghindari lingkungan yang berpolusi.

8. Makanan Pantangan dan Pengganti untuk Penderita Alergi


PANTANGAN PENGGANTI
(TIDAK BOLEH DIMAKAN (BOLEH DIMAKAN)
BUAH- Semua buah termasuk Sayur-sayuran & Semua sayur dari
BUAHAN bahan makanan yang umbi-umbian daun-daunan &
mengandung buah umbi-umbian:
misalnya : kentang, wortel,
 Sayur asam, ketela pohon, ubi,
rawon, sayur lobak, bengkuang,
nangka (gudeg), bawang.
sayur labu.
 Saos tomat,
sambal, santan,
emping.
SUSU SAPI Susu sapid an bahan Susu kedelai Susu kedelai
makanan yang dipasaran; nutilon,
mengandung susu soya, nursoy, isomil,
sapi; biscuit, keju, es prosobee, dsb.
krim, kue, permen,
coklat.
TELUR Telur Tahu & Tempe Tahu, tempe dan
UNGGAS ayam/bebek/burung & produknya, kue
daging yang tidak
ayam/bebek/burung mengandung susu
termasuk bahan sapi & telur; kue
makanan yang mangkok, kue lapis,
mengandung telur; kue bikang.
kue, roti, bakmi,
indomie.
IKAN, Ikan air laut dan Daging sapi dan Daging
UDANG, tawar, udang, kambing sapi/kambing boleh
MAKANAN kepiting, kerang, dsb, digoreng/disate
LAUT termasuk bahan dengan bumbu
makanan yang kecap.
mengandung
ikan/udang; petis,
terasi, kerupuk.
KACANG Kacang tanah/hijau Kacang kedelai, Kedelai, buncis,
TANAH, termasuk kecambah kacang merah kacang panjang,
KACANG dan bahan makanan kacang merah, mie
HIJAU yang mengandung dari beras (bihun).
kacang tanah/hijau;
hubngkwe, su’un,
bumbu pecel/gado-
gado.

DAFTAR PUSTAKA

Datusanantyo, A 2013, Bebas alergi, Yogyakarta : Kanisius

Indrajana 2010, Tes alergi, http://www.klinikasmaalergi.com/articles/tes_alergi.html,


diakses pada tanggal 17 Mei 2015

Mehmet C, 2015, Sehat tanpa dokter: panduan lengkap memahami tubuh agar tetap
sehat dan awet muda, Yogyakarta : PT Bentang Pustaka.

Widjaja, MC, tt, Kesehatan anak; mencegah dan mengatasi alergi dan asma pada balita,
Jakarta : Kawan Pustaka, https://books.google.co.id/books?
id=Uusnkg6uNP0C&pg=PA8&dq=alergi&hl=en&sa=X&ei=c5NUVcSuJoSwogTTio
GwDg&redir_esc=y#v=onepage&q=alergi&f=false, diakses pada tanggal 14 Mei
2015