Anda di halaman 1dari 17

SATUAN ACARA PENYULUHAN

DIABETES MELLITUS

PROGRAM PRAKTIK PROFESI NERS (P3N)


KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS

Periode 2018/2019

Disusun sebagai salah satu syarat dalam mencapai kompetensi mata kuliah
keperawatan komunitas dan keluarga pada Program Studi Profesi Ners

DISUSUN OLEH:
Mahasiswa Profesi Ners Kelompok RT -- RW 01
Kelurahan Srondol Kulon

11
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

DIABETES MELLITUS DI RW 1 KELURAHAN SRONDOL KULON

KOTA SEMARANG

Hari/tanggal :

Tempat : RT 00 RW 01 Kelurahan Srondol Kulon

Waktu :

Sasaran : Penderita Diebetes mellitus RT 00 RW 01 Srondol Kulon

Materi : diabetes mellitus

A. TUJUAN

1. Tujuan Instruksional Umum

Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan mengenai Diabetes Mellituss

masyarakat mampu memahami tentang penyakit Diabetes Mellituss dan

mampu melakukan perawatan terhadap penyakit Diabetes Mellitus.

2. Tujuan Instruksional Khusus

Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang Diabetes Mellituss,

Masyarakat diharapkan mampu :

a) Mengetahui pengertian Diabetes Mellituss

b) Mengetahui dampak gangguan Diabetes Mellituss

11
c) Mengetahui cara keluarga merawat anggota keluarga yang menderita

Diabetes Mellituss

d) Mengetahui cara menjaga anggota keluarga dengan Diabetes Mellituss

e) Mengetahui cara meningkatkan kesehatan keluarga.

B. SASARAN

Penderita Diabetes Mellituss RT -- RW 01 Kelurahan Srondol Kulon

C. MATERI

Membina Keluarga dengan Diabetes Mellituss

D. METODE

Ceramah, diskusi dan tanya jawab

E. SETTING

1) Setting waktu

No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta

1. 5 menit Pembukaan :

1. Salam terapeutik Mendengarkan pembukaan

2. Perkenalan mahasiswa dan yang disampaikan oleh

pembimbing moderator

3. Menjelaskan tujuan

4. Menjelaskan kontrak waktu

2. 20 menit Pelaksanaan :

11
1. Menjelaskan tentang pengertian Menyimak dan memperhatikan

Diabetes Mellituss

2. Menjelaskan tentang penyebab

Diabetes Mellituss

3. Menjelaskan tentang klasifikasi

berdasarkan Diabetes Mellituss

4. Menjelaskan tentang gejala

Diabetes Mellituss

5. Menjelaskan tentang komplikasi

Diabetes Mellituss

6. Menjelaskan pertolongan

pertama pada penderita Diabetes

Mellituss

7. Menjelaskan pencegahan

Diabetes Mellituss dan

penanganannya Mengajukan pertanyaan dan

8. Proses Tanya jawab mendengarkan jawaban

 Memberikan kesempatan penyuluh

pada audiens untuk bertanya

 Memberikan reinforcement +

 Menjawab pertanyaan

audiens

11
3. 5 menit Penutup :

1. Menyimpulkan materi bersama Mendengarkan dan

audiens memperhatikan

2. Melakukan evaluasi Mengemukakan pendapat.

3. Menutup dan memberi salam Menjawab salam.

11
2) Setting Tempat

Keterangan:

= Presenter

= Observer

=Audiens

= Fasilitator

= Moderator

F. MEDIA

Laptop, leaflet dan PPT

G. PENGORGANISASIAN

Moderator :

Presenter : Vielga De Princess

Observer :

Fasilitator :

H. KRITERIA EVALUASI

11
1) Evaluasi Struktur

 75% atau lebih peserta menghadiri acara.

 Alat dan media sesuai rencana.

 Peran dan fungsi masing-masing sesuai dengan yang direncanakan.

2) Evaluasi Proses

 Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang direncanakan.

 Peserta penyuluhan mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir.

 Peserta berperan aktif dalam menjalankan diskusi.

3) Evaluasi Hasil

Setelah diberikan penyuluhan diharapkan peserta mampu:

 Menjelaskan tentang pengertian Diabetes Mellituss

 Menjelaskan tentang penyebab Diabetes Mellituss

 Menjelaskan tentang klasifikasi berdasarkan Diabetes Mellituss

Menjelaskan tentang gejala Diabetes Mellituss

 Menjelaskan tentang komplikasi Diabetes Mellituss

 Menjelaskan pertolongan pertama pada penderita Diabetes Mellituss

Menjelaskan pencegahan diabetes mellitus dan penanganannya

11
Lampiran 1 Materi Penyuluhan

DIABETES MELITUS

A. PENGERTIAN

Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit gangguan metabolisme tubuh kronis

yang familiar disebut dengan sebutan kencing manis, karena gejala utama yang

khas pada penyakit ini adalah urine yang berasa manis dan pengeluarannya dalam

jumlah besar, pada penyakit ini terjadi peningkatan kadar glukosa dalam darah

akibat dari kurangnya sekresi insulin atau terjadi gangguan pada aktivitas insulin

dan bisa keduanya.

Diabetes adalah penyakit kronis yang komplek dan membutuhkan perawatan

medis berkelanjutan dengan strategi pengurangan risiko multifaktorial di luar

kontrol gula darah (American diabetes association, 2017 : 8).

Diabetes adalah penyakit kronis serius yang terjadi baik saat pankreas tidak

menghasilkan insulin secara cukup (hormon yang mengatur gula darah atau

glukosa), atau bila tubuh tidak dapat secara efektif mengsekresi insulin yang

dihasilkannya (world health organization, 2016.

DM adalah sekelompok penyakit dengan karakteristik hiperglikemia yang

berhubungan dengan gangguan metabolism karbohidrat, lemak, dan protein

sebagai akibat adanya defisiensi sekresi insulin atau penurunan efektivitas insulin

maupun keduanya (American diabetes association dalam fortuna, 2016).

11
B. PENYEBAB

1. Diabetes Melitus tergantung insulin (DMTI)

a. Faktor genetic :

Penderita diabetes tidak mewarisi diabetes tipe I itu sendiri tetapi

mewarisi suatu presdisposisi atau kecenderungan genetic kearah

terjadinya diabetes tipe DMTI

Kecenderungan genetic ini ditentukan pada individu yang

memililiki tipe antigen HLA (Human Leucocyte Antigen) tertentu. HLA

merupakan kumpulan gen yang bertanggung jawab atas antigen

tranplantasi dan proses imun lainnya.

b. Faktor imunologi :

Pada diabetes tipe I terdapat bukti adanya suatu respon autoimun.

Ini merupakan respon abnormal dimana antibody terarah pada jaringan

normal tubuh dengan cara bereaksi terhadap jaringan tersebut yang

dianggapnya seolah-olah sebagai jaringan asing.

c. Faktor lingkungan

Faktor eksternal yang dapat memicu destruksi sel β pancreas,

sebagai contoh hasil penyelidikan menyatakan bahwa virus atau toksin

tertentu dapat memicu proses autoimun yang dapat menimbulkan

destuksi sel β pancreas.

2. Diabetes Melitus tak tergantung insulin (DMTTI)

6
Secara pasti penyebab dari DM tipe II ini belum diketahui, factor

genetic diperkirakan memegang peranan dalam proses terjadinya resistensi

insulin.

Diabetes Melitus tak tergantung insulin (DMTTI) penyakitnya

mempunyai pola familiar yang kuat. DMTTI ditandai dengan kelainan

dalam sekresi insulin maupun dalam kerja insulin. Pada awalnya tampak

terdapat resistensi dari sel-sel sasaran terhadap kerja insulin. Insulin mula-

mula mengikat dirinya kepada reseptor-reseptor permukaan sel tertentu,

kemudian terjadi reaksi intraselluler yang meningkatkan transport glukosa

menembus membran sel. Pada pasien dengan DMTTI terdapat kelainan

dalam pengikatan insulin dengan reseptor.

Hal ini dapat disebabkan oleh berkurangnya jumlah tempat reseptor

yang responsif insulin pada membran sel. Akibatnya terjadi penggabungan

abnormal antara komplek reseptor insulin dengan system transport

glukosa. Kadar glukosa normal dapat dipertahankan dalam waktu yang

cukup lama dan meningkatkan sekresi insulin, tetapi pada akhirnya sekresi

insulin yang beredar tidak lagi memadai untuk mempertahankan

euglikemia (Price, 1995 cit Indriastuti 2008).

Diabetes Melitus tipe II disebut juga Diabetes Melitus tidak tergantung

insulin (DMTTI) atau Non Insulin Dependent Diabetes Melitus (NIDDM)

yang merupakan suatu kelompok heterogen bentuk-bentuk Diabetes yang

lebih ringan, terutama dijumpai pada orang dewasa, tetapi terkadang dapat

timbul pada masa kanak-kanak.

7
Faktor risiko yang berhubungan dengan proses terjadinya DM tipe II,

diantaranya adalah:

a. Usia (resistensi insulin cenderung meningkat pada usia di atas 65

tahun)

b. Obesitas

c. Riwayat keluarga

d. Kelompok etnik

C. KLASIFIKASI

Klasifikasi DM menurut American Diabetes Association (ADA) tahun

2017. Klasifikasi DM dapat di lihat pada tabel 2.1

Tabel 2. 1 Klasifikasi Etiologi DM

Klasifikasi Etiologi DM

Tipe DM Etiologi (penyebab)

Tipe 1 karena penghancuran sel β autoimun, biasanya

menyebabkan kekurangan insulin absolut

Tipe 2 karena hilangnya sekresi insulin sel-β secara progresif

sering terjadi latar belakang resistensi insulin.

DM Diabetes ini biasanya di diagnosis pada trimester

gestasional kedua atau ketiga saat kehamilan dan bukan DM yang

sesungguhnya.

DM type Disebabkan oleh penyebab lainya seperti sindrom

Spesifik monogenic diabetes (DM neonates dan DM yang

muncul/terjadi pada masa muda), penyakit pancreas

8
cystic fibrosis, dan obat-obatan atau kimiawi

(pengobatan pada HIV/AIDS atau setelah transplatasi

organ)

Sumber : American diabetes association, 2017

D. GEJALA

1. Diabetes Tipe I

a. hiperglikemia berpuasa

b. glukosuria, diuresis osmotik, poliuria, polidipsia, polifagia

c. keletihan dan kelemahan

d. ketoasidosis diabetik (mual, nyeri abdomen, muntah, hiperventilasi,

nafas bau buah, ada perubahan tingkat kesadaran, koma, kematian)

2. Diabetes Tipe II

a. lambat (selama tahunan), intoleransi glukosa progresif

b. gejala seringkali ringan mencakup keletihan, mudah tersinggung,

poliuria, polidipsia, luka pada kulit yang sembuhnya lama, infeksi

vaginal, penglihatan kabur

c. komplikasi jangka panjang (retinopati, neuropati, penyakit

vaskular perifer)

E. KOMPLIKASI

Komplikasi pada DM bermacam-macam, namun Soewondo dalam

Mustafa (2016) menjelaskan secara garis besar komplikasi pada DM

dapat dibagi menjadi dua yaitu:

a. Komplikasi Metabolik Akut

9
Komplikasi akut terdiri dari dua bentuk yaitu hipoglikemia dan

hiperglikemia. Hipoglikemi yaitu apabila kadar gula dara lebih

rendah dari 60 mg/dl dan gejala yang muncul yaitu palpitasi,

takhikardi, mual muntah, lemah, lapar dan dapat terjadi penurunan

kesadaran sampai koma. Hiperglikemia terjadi bila gula darah

lebih tinggi dari 200 mg/dl dan dapat berupa, Keto Asidosis

Diabetik (KAD), Hiperosmolar Non ketotik (HNK) dan Asidosis

Laktat (AL). KAD menempati peringkat pertama komplikasi akut

di susul oleh hipoglikemia. Komplikasi akut ini masih menjadi

masalah utama, karena angka kematiannya cukup tinggi.

b. Komplikasi Metabolik kronis

Komplikasi kronis pada dasarnya terjadi di seluruh pembuluh

darah bagian tubuh dan bisa disebut angiopati diabeti (Waspadji

dalam Mustafa, 2016).

Angiopati diabetik (AD) dapat mengakibatkkan komplikasi

jaringan, terutama komplikasi makroangiopati (makrovaskuler)

yang menjadi aterosklerosis dan mikroangiopati (mikrovaskuler)

menjadi neuropathi, nefropati, dan retinopati , kedua hal ini bisa

terjadi secara bersamaan dan bisa juga tidak. Dalam penelitian

yang dilakukan Abougalambou dkk (2012), mengungkapkan

bahwa Komplikasi kronik DM terbagi menjadi dua yaitu

mikrovaskular yang menyebabkan komplikasi pada ginjal dan

mata, makrovaskular yang berlanjut pada penyakit jantung coroner,

gangguan pembuluh darah kaki dan gangguan pembuluh darah

10
otak, kedua hal tersebut bisa menyebabkan neuropati yang akan

memudahkan timbulnya UK.

Gambar 2. 1 komplikasi Diabetes mellitus

komplikasi Diabetes mellitus

Sumber : IDF six Edition, 2013

F. PENCEGAHAN DAN PENANGANAN

1. Cek kadar gula darah secara teratur

2. Konsumsi makanan yang sehat dan jaga pola makan yang baik

3. Menjaga berat badan ideal

4. Latihan jasmani secara teratur

G. 5 Pilar Pengelolaan Diabetes

1. Mengatur pola makan

2. Penjelasan tentang pola hidup sehat

11
3. Olah raga

4. Monitor gula darah

5. Minum obat secara teratur

H. OBAT TRADISIONAL

1. mengonsumsi buah

a. Alpukat

Mengandung Lemak tak jenuh dan lemah tak jenuh tunggal pada

buah alpukat. Alpukat kaya akan omega 3 asam-lemak, yang dapat

mengatur tingkat gula darah untuk mengobati diabetes.

1) meningkatkan kinerja hormon insulin (hormon untuk membantu

menormalkan kadar gula darah tubuh).

2) Menstabilkan gula darah.

3) Mencegah neuropati diabetes.

b. Apel hijau

Kaya kandungan serat

1) melancarkan pencernaan dan membuat perut terasa kenyang lebih

lama,

2) membantu untuk mengendalikan kadar gula darah.

3) Meningkatkan metabolisme.

c. Bengkoang

Kandungan rendah glukosa, tinggi serat, vitamin B kompleks,

kalsium, fosfor, mangan, dan magnesium.

12
1) Bengkuang juga mengandung sedikit karbohidrat yaitu sekitar 8%

sehingga cocok dikonsumsi oleh orang yang sedang berdiet atau

memiliki riwayat diabetes.

2) Meningkatkan sistem imun tubuh.

3) Mengatasi masalah pencernaan.

d. Sirsak

Mengandung vitamin C yang tinggi, mineral (potasium, natrium,

kalium, fosfor, kalsium), dan tinggi serat.

1) Mampu mencegah lonjakan gula darah dan menjaganya stabil.

2) Mencegah kanker

3) Meningkatkan fungsi hati

e. Buah naga

kandungan vitamin C, beta karoten, serat, karbohidrat namun buah

naga ini rendah kalori dan terdapat kandungan antioksidan.

1) mampu mengendalikan kadar insulin sehingga lebih tepat saat

mengolah jumlah kadar gula yang ada dalam tubuh.

2) Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

3) Mencegah dan mengatasi kekurangan darah

4) Mampu mencegan diabetes

f. Mengkudu

Buah mengkudu memiliki kandungan flovanoid

1) Membantu penderita diabetes untuk menjaga kestabila gula darah

2) Mengoptimalisasi fungsi sel-sel yang rusak dengan cara

merevitaliasasi dan meregenerasinya.

13
DAFTAR PUSTAKA

American Diabetes Association. (2017). Standars of Medical care in Diabetes –

2017. Diabetes Care, 37(1).

Bilous, R. & donelly, R. (2010). Buku pegangan Diabetes Edisi ke 4. E. K.

Yudha. (2014). Jakarata: Bumi medika.

International Diabetes Federation., (2013). Diabetes Atlas, Sixth Edition. hal 25.

Smeltzer S. C., Bare, B. G., Hingkle, J. L.,& Cheever, K. H. Brunner and

Suddarth’s textbook of Medical surgical Nursing (9 th Ed). Philadelpia;

Lippincott; 2000.

World Health Organization. (2016). Global report on diabetes. World Health

Organization.

14