Anda di halaman 1dari 10

TELAAH JURNAL

Pemberian Asam Traneksamat untuk Pencegahan Perdarahan


setelah Persalinan Per-vaginam

Oleh:

PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS-1


DEPARTEMEN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA
RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH
DENPASAR
2020
Presentasi Jurnal

No Judul Sumber
1 Pemberian Asam Traneksamat untuk The New England Jornal of Medicine
Pencegahan Perdarahan setelah Persalinan (NEJM), 2018.
Pervaginam N Engl J Med 2018;379:731-42
DOI: 10.1056/NEJMoa1800942
Pemberian Asam Traneksamat untuk Pencegahan Perdarahan setelah Persalinan
Pervaginam
Loic Sentilhes, Norbert Winer, Elie Azria, Marie Victoire Senat, Camille Le Ray, Delphine
Vardon, dkk

ABSTRAK
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efek pemberian asam traneksamat
sebagai tambahan profilaksis agen uterotonika (oksitosin) akan mengurangi inidensi
perdarahan postpartum setelah persalinan pervaginam dibandingkan dengan agen uterotonik
saja.
Desain Studi: Uji Coba Klinis Terkontrok Acak
Pengaturan: Multisentra di beberapa rumah sakit di Prancis
Durasi: Pengumpulan sampel dilakukan selama dua tahun, dari Januari 2015 hingga
Desember 2016.
Metodologi: Para wanita yang direncanakan untuk persalinan pervaginam dengan janin
tunggal hidup, usia kehamilan 35 minggu atau lebih akan dikelompokkan apakah
mendapatkan 1 gram asam traneksamat atau plasebo, secara intravena seain pemberian
profilaksis oksitosin setelah melahirkan. Hasil primer yang dinilai adalah perdarahan
postpartum.
Hasil: Dari 4079 wanita yang dirandomisasi, 3891 di antaranya menjalani persalinan
pervaginam. Hasil primer terjadi pada 156 dari 1921 wanita (8,1%) pada kelompok asam
traneksamat dan pada 188 dari 1918 (9,8%) pada kelompok plasebo (risiko relatif, 0,83;
interval kepercayaan 95% [CI], 0,68 hingga 1,01; P = 0,07). Wanita dalam kelompok asam
traneksamat memiliki tingkat perdarahan pascapersalinan yang lebih rendah dan dinilai
secara klinis oleh penyedia layanan dibandingkan dengan kelompok plasebo (7,8% vs 10,4%;
risiko relatif, 0,74; 95% CI, 0,61 hingga 0,91; P = 0,004; P = 0,04 setelah penyesuaian untuk
beberapa perbandingan post hoc) dan juga menerima agen uterotonika tambahan yang lebih
jarang (7,2% vs 9,7%; risiko relatif, 0,75; 95% CI, 0,61 hingga 0,92; P = 0,006; disesuaikan P
= 0,04). Hasil sekunder lainnya tidak berbeda secara signifikan antara kedua kelompok.
Insiden kejadian tromboemboli dalam 3 bulan setelah melahirkan tidak berbeda secara
signifikan antara kelompok asam traneksamat dan kelompok plasebo (masing-masing 0,1%
dan 0,2%; risiko relatif, 0,25; 95% CI, 0,03-2,24).
Kesimpulan: Di antara wanita yang melahirkan dengan persalinan pervaginam dan
menerima profilaksis oksitosin, penggunaan asam traneksamat tidak menghasilkan
perdarahan postpartum, setidaknya 500 ml yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan
dengan plasebo.
Kata Kunci: asam traneksamat, pencegahan perdarahan, persalinan pervaginam
TELAAH KRITIS JURNAL:

JUDUL
Pemberian Asam Traneksamat untuk Pencegahan Perdarahan setelah Persalinan Pervaginam

PENELITI UTAMA
Loic Sentilhes, Norbert Winer, Elie Azria, Marie Victoire Senat, Camille Le Ray, Delphine
Vardon

PERTANYAAN PENELITIAN
Apakah pemberian asam traneksamat sebagai tambahan profilaksis agen uterotonika (oksitosin)
akan mengurangi insiden perdarahan postpartum setelah persalinan pervaginam, dibandingkan
dengan agen uterotonik saja?

METODE
Sebuah Uji Coba Klinis Terkontrol Acak dengan total 3891 subjek penelitian.

TELAAH KRITIS JURNAL

I. Apakah bukti bahwa studi ini VALID?

1. Apakah studi ini memiliki Ya, Penelitian ini bertujuan untuk menilai efek pemberian
fokus tujuan yang jelas? asam traneksamat sebagai tambahan profilaksis agen
uterotonika (oksitosin) akan mengurangi inidensi perdarahan
postpartum setelah persalinan pervaginam dibandingkan
dengan agen uterotonik saja.

2. Apakah studi ini Ya, Studi ini menggunakan desain Uji Coba Terkontrol Acak
menggunakan metode yang dengan jumlah subjek 3891 kasus dan dibagi secara acak
tepat dalam menjawab menjadi grup yang mendapatkan 1 gram asam traneksamat
pertanyaan penelitian? atau grup plasebo.
Ya. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan Non-
3. Apakah pengambilan sampel
Probability Consecutive Sampling.
sudah dilakukan secara Peneliti menjelaskan teknik dan kriteria sampel.
Semua wanita berusia 18 tahun atau lebih dengan kehamilan
benar?
tunggal pada usia kehamilan 35 minggu 0 hari atau lebih dan
yang berencana menjalani persalinan pervaginam,
diidentifikasi sebagai objek penelitian.
4. Apakah perhitungan sudah Ya
Perhitungan jumlah sampel didasarkan pada studi terdahulu
dilakukan dengan tepat
yakni studi TRACOR dimana dibutuhkan paling sedikit 3628
untuk mengurangi bias?
subjek wanita dengan persalinan pervaginam agar
memberikan uji coba dengan kekuatan setidaknya 90%.
Ya, Statistik deskriptif digunakan untuk membandingkan
5. Apakah data yang didapat
karakteristik dasar dari peserta uji coba, manajemen kala tiga
telah diolah dengan tepat?
persalinan, dan kepatuhan terhadap protokol. Dinyatakan
dalam variabel kuantitatif, disajikan dengan mean dan standar
deviasi dan dianalisis dengan uji-t Student atau median
dengan rentang interkuartil dan dibandingkan dengan uji
peringkat-jumlah Wilcoxon. Analisis Chisquare atau Fisher's
exact test digunakan untuk membandingkan variabel
kategorik. Efek asam traneksamat dinyatakan sebagai risiko
relatif dengan interval kepercayaan 95% untuk hasil kategorik
dan perbedaan rata-rata dengan interval kepercayaan 95%
untuk hasil kuantitatif. Hasilnya juga dinyatakan sebagai
perbedaan risiko absolut dengan interval kepercayaan 95%
untuk hasil biner. Data yang hilang untuk hasil primer
diperhitungkan sebagai kegagalan dalam analisis sekunder.
Ya
6. Apakah penelitian ini Berdarkan perhitungan jumlah sampel pada studi TRACOR
memiliki jumlah sampel dibutuhkan paling sedikit 3628 subjek wanita dengan
yang cukup? persalinan pervaginam agar memberikan uji coba dengan
kekuatan setidaknya 90%. Pada studi ini jumlah subjek studi
yakni 3891 orang.

Tidak,
7. Apakah hasil penelitian
Percobaan besar diperlukan untuk menguji efek pencegahan
cukup lengkap agar dapat
asam traneksamat dalam persalinan traumatis, seperti
menjawab pertanyaan
persalinan pervaginam dengan episiotomi atau instrumen, dan
penelitian?
persalinan sesar.

Kesimpulan jurnal ini VALID.

II. Apakah bukti jurnal ini PENTING?


1. Bagaimanakah hasil dari penelitian ini ditampilkan dan apakah hasil utamanya?
Hasil terinci dan dapat menjawab pertanyaan penelitian yang ditampilkan dalam bentuk narasi
dan tabel.

Hasil utama penelitian ini:


Perdarahan postpartum, didefinisikan sebagai kehilangan darah setidaknya 500 ml, yang diukur
dengan kantungpenampung, dilaporkan terjadi pada 156 dari 1921 wanita (8,1%) dari kelompok
asam traneksamat dan 188 dari 1918 (9,8%) pada kelompok plasebo (risiko relatif, 0,83; interval
kepercayaan 95% [CI], 0,68 hingga 1,01; P = 0,07). Penggunaan asam traneksamat tidak
memberiksan hasil primer – perdarahan postpartum setidaknya 500 ml – yang secara signifikan
lebih rendah daripada tingkat dengan plasebo. Atas dasar interval kepercayaan 95% di sekitar
risiko relatif dari hasil primer (risiko relatif, 0,83; 95% CI, 0,68 hingga 1,01), hasil yang masuk
akal berkisar pada 1% lebih tinggi, sehingga insiden perdarahan postpartum lebih rendah 32%
pada kelompok asam traneksamat dibandingkan dengan plasebo.
2. Apakah hasil dari penelitian ini ditampilkan dengan jelas?

Ya, hasil ditampilkan dengan jelas baik melalui narasi dan tabel.

Kesimpulan Jurnal ini PENTING

III. Apakah jurnal ini DAPAT DIAPLIKASIKAN?

1. Apakah hasil penelitian ini Ya, percobaan ini melibatkan populasi besar wanita hamil,
dapat diaplikasikan pada termasuk banyak wanita yang memiliki faktor risiko
populasi kita? perdarahan postpartum, dan menerapkan kriteria eksklusi
yang relatif sedikit; dengan demikian, hasilnya tampaknya
dapat digeneralisasi untuk wanita dengan persalinan
pervaginam yang menerima perawatan di fasilitas serupa.

2. Apakah tersedia keahlian, Ya, model penelitian uji coba acak terkontrol sangat mungkin
fasilitas, dan biaya yang dilakukan di lingkungan institusi pendidikan kedokteran
diperlukan? Indonesia. Kendala yang mungkin ditemui adalah: dari segi
biaya dan jumlah pasien yang mungkin akan dapat memenuhi
kriteria inklusi dan eksklusi akibat sistem rujukan di Indonesia

Kesimpulan jurnal ini APPLICABLE / DAPAT DIAPLIKASIKAN

KESIMPULAN: Jurnalini
VALID, PENTING, &APPLICABLE

Penilaian Struktur dan Isi Jurnal

1. Judul:

Jelas, menggambarkan isi dan tujuan utama penelitian

2. Pengarang & Institusi:


Nama penulis sudah tertulis dengan jelas. Nama institusi asal penulis sudah disebutkan
dengan jelas.

3. Abstrak:

Sudah mencakup tujuan, metode, hasil dan kesimpulan secara singkat, padat, dan cukup
jelas.

4. Pendahuluan:

Menguraikan latar belakang permasalahan dalam bentuk narasi disertai data epidemiologi
yang relevan.

5. Metode:

Desain : Uji Coba Acak Terkontrol


Tempat : Multisentra di beberapa rumah sakit di Prancis
Waktu : dua tahun (Januari 2015 sampai Desember 2016)
Sampel : Total 3891 subjek wanita dengan usia kehamilan 35 minggu atau lebih
yang dikelompokkan apakah mendapatkan 1 gram asam traneksamat atau
plasebo.

6. Hasil:

 Telah dijelaskan tentang jumlah dan karakteristik subjek penelitian

 Hasil penelitian disajikan dalam bentuk narasi dan tabel

Tabel 1. Karakteristik Peserta di Awal dan Manajemen Kala Tiga Persalinan


Tabel 2. Hasil Primer dan Sekunder
Tabel 3. Analisis subkelompok yang ditentukan sebelumnya untuk hasil primer.

Dilakukan uji-t Student, uji peringkat-jumlah Wilcoxon, Analisis Chisquare dan Fisher's
exact test dengan menggunakan perangkat lunak Stata, versi 14.0 (StataCorp).
7. Pembahasan:
Peneliti menjabarkan kembali temuan dan data penting yang didapatkan, kemudian
dibandingkan dengan penelitian-penelitian serupa sebelumnya untuk menunjang hasil
penelitian.
8. Ucapan terima kasih:

Dicantumkan ucapan terima kasih kepada pihak – pihak yang berperan serta dalam
penelitian.

9. Daftar Pustaka:

Penulisan sitasi menggunakan Vancouver, telah sesuai kaidah.

Beri Nilai