Anda di halaman 1dari 11

Mitosis adalah pembelahan sel yang terjadi secara tidak langsung.

Hal ini dikarenakan pada


pembelahan sel secara mitosis terdapat adanya tahapan – tahapan tertentu. Tahapan – tahapan
(fase – fase) yang terdapat dalam pembelahan mitosis ini meliputi: profase, matafase, anaphase dan
telofase.
Mitosis terjadi di dalam sel somatic yang bersifat meristematik, yaitusel – sel yang hidup terutama
sel – sel yang tumbuh (ujung akar dan ujung batang). Proses pembelahan sel secara mitosis
menghasilkan dua sel anak yang identik dan bertujuan untuk mempertahankan pasangan kromosom
yang sama melalui pembelahan inti secara berturut – turut.
Mitosis pada tumbuhan terjadi selama mulaiu dari 30 menit sampai beberapa jam dan merupakan
bagian dari suatu proses yang berputar dan terus menerus. Pada praktikum kali ini digunakan akar
bawang merah (Allium cepa)karena jaringan akar bawang merah (Allium cepa) merupakan jaringan
yang mudah ditelaah untuk pengamatan mitosis. Untuk itulah kami melakukan praktikum ini, agar
fase – fase atau tahap – tahap pada pembelahan mitosis ini dapat kelihatan, mulai dari fase profase
sampai pada fase telofase.
Kemampuan organisme untuk memproduksi jenisnya merupakan salah satu karakteristik yang paling
bias membedakan antara makhluk hidup dan makhluk mati. Kemampuan yang unik untuk
menghasilkan keturnan ini, seperti semua fungsi biologis memiliki dasar seluler (Campbell,1999)
Pada makhluk hidup tingkat tinggi, sel somatic sel tubuh, kecuali sel kelamin mengandung satu sel
kromosom yang berasal dari induk betina bentuknya serupa dengan yang berasal dari induk betina.
Maka sepasang kromosom tersebut disebut dengan kromosom homolog. Oleh karena itu jumlah
kromosom dalam sel tubuh dinamakn diploid (2n). sel kelamin (gamet) hanya mengandung separuh
dari jumlah kromosom yang terdapat dalam sel somatic, karena itu jumlah kromosom dalam gamet
dinamakan haploid (n). satu sel kromosom haploid dari satu spesies dinamakan genom (Suryo,1996).
Masalah pokok mengenai reproduksi sel dapat dilihat lebih jelas pada organisme uniseluler. Satu sel
khamir dtanamkan dalam medium yang sesuai akan segera menghasilkan beribu – ribu keturnan.
Kecuali satu kebetulan yang kadang terjadi setiap sel dari keturunan ini akan bersifat sama dalam hal
struktur dan fungsinya sebagaimana yang dimiliki sel pertama (Kimball,1998).
Transmisi kromosom dari sel induk ke sel – sel anak melalui mitosis adalah proses aseksual dimana
satu sel induk dapat menghasilkan . melalui pembelahn – pembelahan mitosis berturut – turut, klon
sel yang secara genetic identik. Pola perbanyakan sel vegetatif atau somatic semacam itu
bertanggung jawab terhadap pertumbuhan organisme multiseluler dan untuk propagasi sendiri
eukariota mempunyai cara transmisi kromosom meiosis seling, cara ini tidak dapat dipisahkan dari
penggabungan dengan fase seksual dalam daur hidupnya yang didalamnya gen – gen dari dua induk
yang berbeda berkumpul untuk menetap pada sel tunggal (Goodenough, 1984).
Semua makhluk hidup bersel banyak dan menbiak tergantung dari pembelahan sel. Meskipun setaip
makhluk hidup terjadi mulai dari sebuah sel tunggal yang disebut zigot, akan tetapi poerbesaran dan
perbanyakan dari sel tunggal itu sangat diperlukan agar makhluk itu mencapai ukuran yang
semestinya. Pembelahan sel lengkap dibedakan atas dua proses yaitu: pembelahan inti sel
(karyokinesis) dan pembelahan sitoplasma (sitokinesis). Makhluk yang membiak secara seksual
mengenal dua macam pembelahan inti, yaitu pembelahan biasa (mitosis) dan pembelahan reduksi
(meiosis) (Suryo,2001).
Dalam bidang genetika, mitosis adalah proses yang menghasilkan dua sel anak yang identik. Mitosis
mempertahankan pasangan kromosom yang sama melalui pembelahan inti dari sel somatic secara
berturut – turut. Proses ini terjadi secara bersama – sama dengan pembelahan sitoplasma dan
bahan – bahan diluar inti sel (sitokinesis). Mitosis pada tanaman terjadi selama 30 menit – beberapa
jam (Crowder,1997).
Menurut suryo (2001), pada mitosis bahan inti sel terbagi sedemikian rupa, sehingga Dario satu sel
yang dihasilkan 2 buah anakan yang masing – masing memiliki sifat genetic sama. Mitosis
berlangsung pada semua sel, kecuali pada sel – sel yang akan menjadi sel kelamin. Mitosis dibedakan
atas 5 fase, yaitu: interfase, profase, metaphase, anaphase dan telofase.
Jaringan yang mudah untuk ditelaah mitosis adala meriostem pada titik tumbuh akar bawang.
Mewarnai dengan zat pewarna yang sesuai akan tampak kromosom – kromosom dalam sel – sel
yang membelah diri. Sel akar bawang yang baru terbentuk berisi 16 kromosom, 8 diantaranya pada
mulanya disumbangkan oleh “bapak” tumbuhan bawang, yaitu tumbuhan yang menyediakan gamet
jantan. Kromosom ini sering dinamai kromosom paternal. Sisa yang 8 lagi semulanya disumbangkan
oleh induk bawang, yaitu7 bawang yang menghasilkan telur, inilah kromosom maternal. Untuk
setiap kromosom maternal ada kromosom paternal yang amat mirip dengasn yang pertama tadi.
Kromosom – kromosom yang sama ini merupakan pasangan homolog. Setiap anggota satu pasang
kromosom homolog tertentu acap kali disebut homolog anggota lainnya pasangan tersebut
(Kimball,1998).
Tujuan praktikum ini adalah untuk mengetahui cara membuat preparat mitosis serta untuk
menentukan fase – fase atau tahap – tahap mitosis yang terjadi pada akar bawang (Allium cepa).

Campbell. 1999. biologi jilid 1 edisi kelima. Erlangga: Jakarta


Crowder, L.V. 1997. Genetika Tumbuhan. UGM Press: Yogyakarta
Fried, George. H. 2006. Schaum’s out Lines Biologi Edisi kedua. Erlangga: Jakarta
Goodenough, A. 1984. Probabilitas Variabel Random dan Proses Statistik. Gadjah Mada Unversity
Press: Yogyakarta
Kimball. 1998. Biologi. Erlangga: Jakarta
Suryo. 1997. Genetika. Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta
Suryo. 2001. Genetika Manusia. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pada zaman era globalisasi ini,
maka ilmu pengetahuan saat ini sudah sangat mudah untuk dipelajari dan dikaji, khususnya
ilmu Biologi yang merupakan ilmu tentang materi dan energi yang berhubungan dengan
makhluk hidup dan sekitarnya, serta proses-proses kehidupan yang terjadi di dalamnya.
Dimana pada Ilmu Biologi itu terdapat suatu materi yang mengkaji tentang genetika. Dimana
pada genetika itu mengkaji tentang pewarisan sifat atau penurunan sifat dari suatu organisme
ke organisme yang lain. Pada praktikum kali ini, yang akan dilakukan adalah mengenai
pembelahan mitosis yang terdapat pada akar bawang merah (Allim cepa).
Semua organisme eukariotik yang berkembang biak secara seksual tergantung dari
reproduksi sel. Hal ini karena zigot yang terbentuk berasal dari sel telur yang dibuahi oleh sel
sperma. Zigot yang bersel tunggal harus mengalami pembelahan atau reproduksi untuk
mencapai ukuran tertentu. Pada dasarnya, pembelahan sel dibedakan menjadi 2 macam, yaitu
pembelahan sel secara langsung dan secara tak langsung.
Pembelahan sel secara langsung jika proses pembelahan tidak didahului dengan
pembentukan gelondong pembelahan dan penampakan kromosom. Adapun pembelahan sel
secara tak langsung jika proses pembelahan didahului dengan pembentukan gelondong
pembelahan dan penampakan kromosom. Pembelahan sel secara langsung disebut amitosis,
sedangkan pembelahan secara tidak langsung meliputi pembelahan mitosis dan pembelahan
meiosis.Siklus sel adalah rangkaian peristiwa perkembangan sel dengan urutan tertentu yang
akan kembali pada tahap semula.
Adapun yang melatarbelakangi sehingga praktikum ini dilakukan adalah untuk
mengetahui dan melihat secara langsung bagaimana proses pembelahan mitosis itu terjadi
pada akar bawang merah dimana kita ketahui bahwa pembelahan mitosis itu terdiri dari
empat tahap yaitu profase, metaphase, anaphase, dan telofase. Untuk membuktikan teori yang
sudah ada, maka praktikum ini perlu dilakukan.
B. Tujuan Praktikum
Untuk mengetahui tingkah laku kromosom pada tiap tahap pembelahan mitosis.
C. Manfaat Praktikum
1. Mahasiswa dapat menambah wawasannya mengenai pembelahan mitosis itu sendiri.
2. Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana proses atau bagaimana bentuk dari 4
tahapan proses pembelahan mitosis itu.
3. Menambah keterampilan bagi mahasiswa dalam melakukan prinsip kerja dari proses
pembelahan mitosis.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Pembelahan sel merupakan proses integrasi dari dua pembelahan yaitu pembelahan
inti atau kariokinesis dan pembelahan sitoplasma atau sitokinesis. Mitosis terjadi pada sel-sel
somatic, menghasilkan dua sel anak yang memiliki jumlah kromosom sama dengan
induknya. Proses mitosis dibagi dalam empat stadium secara berturut-turut yaitu profase,
metaphase, anaphase, dan telofase. Tahap profase terjadi kondensasi kromosom menjadi
lebih pendek dan tebal. Nucleolus mulai tidak tampak, membrane inti menghilang. Tiap
kromosom membelah memanjang, anakan kromosom ini disebut kromatid. Tahap metaphase,
kromosom menempatkan diri di bidang equatorial (tengah) sel. Pada tahap anaphase kedua
buah kromatid memisahkan diri dan ditarik benag gelendong ke tiap kutub sel yang
berlawanan. Pada tahap telofase di setiap kutub sel terbentuk set kromosom yang serupa.
Benang-benang gelendong lenyap dan membrane inti terbentuk kembali (Hartati, 2010).
Satuan kehidupan terkecil yang tidak dapat diperkecil lagi adalah sel. Sel untuk
pertama kali ditemukan lebih dari 300 tahun yang lalu, tidak lama setelah mikroskop pertama
dibuat. Umumnya sel itu sangat kecil dengan diameter jauh lebih kecil 1 mm, sehingga tidak
terlihat oleh mata telanjang. Pada sel yang paling sederhana, yaitu bakteri sebuah dinding sel
mengelilingi suatu membrane (plasma) sangat tipis dan mengandung asam lemak, yang
mengelilingi permukaan daerah dalam yang tidak berstruktur. Sifat terpenting sel adalah
kemampuannya untuk tumbuh dan membelah diri untuk menghasilkan molekul-molekul
seluler baru dan memperbanyak dirinya. Untuk menjalankan fungsi-fungsi ini, sel itu secara
kimia pasti bersifat secara canggih, memang sel yang paling sederhana sekalipun
mengandung hamper 1000 molekul yang berbeda. Jadi, pada hakikatnya sel merupakan
pabrik kecil yang tumbuh dengan memasukkan unsure-unsur pembangun, berupa molekul-
molekul sederhana seperti glukosa, dan karbondioksida dan dengan car tertentu
mengubahnya menjadi berbagai molekul yang mengandung karbon, yang dibutuhkan untuk
berfungsinya sel-sel (Watson, 1988).
Kromosom dapat mengalami perubahan susunan atau jumlah bahan genetic, yang
mengakibatkan adanya perubahan fenotip, perubahan gen-gen yang berangkai, dan perubahan
nisbah yang diharapkan dalam keturunan. Peristiwa perubahan struktur kromosom ini
dinamakan aberrasi kromosom. Pada umumnya kromosom dapat putus atau patah akibat
radiasi, tekanan fisik, atau bahan kimia. Kromosom putus dapat terjadi baik pada tingkat
kromatid maupun pada tingkat kromosom. Jika kromosom putus sebelum replikasi DNA,
selama fase S siklus sel potongan kromosom akan mereplikasi sendiri. Pada ejadian ini yaitu
putus tingkat kromosom akan meliputi kedua sister kromatid pada titik yang sama (Henuhili,
2003).
Pembelahan sel merupakan proses integrasi dari dua oembelahan yaitu pembelahan
inti atau kariokinesis dan pembelahan sitoplasma atau sitokinesis. Mitosis terjadi pada sel-sel
somatic, yang akan menghasilkan dua sel anak yang memiliki jumlah kromosom sama
dengan induknya. Proses mitosis dibagi dalam empat tahap stadium, secara berturut-turut
yaitu profase, metaphase, anaphase, dan telofase. Benanag-benang gelendong lenyap dan
membrane inti terbentuk kembali. Plasma sel terbagi menjadi dua bagian. Terbentuk dinding
pemisah di tengah-tengah sel (Suratsih, 2000).
Mitosis adalah pembelahan sel yang terjadi secara tidak langsung. Hal ini dikarenakan
pada pembelahan sel secara mitosis terdapat adanya tahapan-tahapan tertentu. Tahapan-
tahapan (fase-fase) yang terdapat pada pembelahan mitosis ini meliputi: profase, metafase,
anafase, dan telofase.Mitosis terjadi di dalam sel somatik yang bersifat meristematik, yaitu
sel-sel yang hidup terutama sel-sel yang sedang tumbuh (ujung akar dan ujung batang).
Proses pembelahan secara mitosis menghasilkan dua sel anak yang identik dan bertujuan
untuk mempertahankan pasangan kromosom yang sama melalui pembelahan inti secara
berturut-turut. Mitosis pada tumbuhan terjadi selama mulai dari 30 menit sampai beberapa
jam dan merupakan bagian dari suatu proses yang berputar dan terus-menerus. Pada
praktikum kali ini digunakan akar bawang merah (Allium cepa) karena jaringan akar bawang
merah (Allium cepa) merupaskan jaringan yang mudah ditelaah untuk pengamatan mitosis
(Ali, 2010).
Pada mitosis, bahan inti sel terbagi sedemikian rupa sehingga dari satu sel dihasilkan
dua buah sel nakan yang masing-masing memiliki safat-sifat genetic sama. Mitosis
berlangsung pada semua sel, kecuali pada sel-sel yang akan menajdi sel kelamin. Mitosis
dibedakan atas 5 fase, ialah interfase, profase, metaphase, anaphase, dan telofase. Agar
supaya kita mudah mengikuti jalannya pembelahan inti, sebaiknya kita menggunakan sebuah
sel yang intinya mengandung 4 kromosom saja, yang semuanya berbentuk batang lurus. Dua
kromosom yaitu satu panjang dan satu pendek berasal dari ibu, sehingga membawa bahan
genetic dari ibu. Dua kromosom lainnya yang diarsir yaitu satu panjang dan satu pendek yaitu
berasal dari ayah, sehingga membawa bahan genetic dari ayah. Dua kromosom yang panjang
adalah serupa satu sama lain, demikian pula yang pendek. Satu pasang kromosom yang
serupa dinamakan kromosom homolog. Jadi sel yang menagndung 4 kromosom itu memiliki
dua pasang kromosom homolog (Suryo, 1990).
Pembelahan mitosis pada akar bawang Membran sel Nukleus Nukleolus Sentriol.
Butir-butir kromatin Interfase Mitosis Kromatin menebal membentuk benang-benang
kromosom Profase. Benang kromosom menggandakan diri menjadi sepasang kromatid yang
terikat pada sentromer sentromer Profase. Nukleolus hilang Profase, membrane inti pecah
dan hilang profase (Anonima, 2010).
Tumbuhan pada masa awal perkembangan mengalami pertumbuhan sangat banyak,
tumbuhan mengalami pembelahan sel secara tidak langsung yang disebut juga dengan
mitosis. Mitosis adalah pembelahan duplikasi dimana sel memproduksi dirinya sendiri
dengan jumlah kromosom sel induk. Mitosis mempertahankan pasangan kromosom yang
sama melalui pembelahan inti dari sel somatis secara berturut turut. Peristiwa ini terjadi
bersama-sama dengan pembelahan sitoplasma dan bahan-bahan di luar inti sel dan memiliki
peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan hampir semua organisme. mitosis
memiliki beberapa tahapan meliputi profase metafase, anafase, dan telofase.Terjadi pada
ujung akar, yang mengalami pembelahan awal. mitosis terjadi dalam sel somatik yang
bersifat meristematik, yaitu sel-sel yang hidup terutama yang sedang tumbuh (ujung akar dan
ujung batang), mitosis pada tumbuhan terjadi selama mulai dari 30 menit sampai beberapa
jam dan merupakan bagian dari suatu proses yang berputar dan terus menerus
(Anonimb,2010).
Seluruh sel somatic pada organism multiseluler adalah keturunan dari satu sel awal,
yakni telur yang terfertilisasi atau zigot, melalui proses pembelahan yang disebut mitosis.
Fungsi mitosis yang pertama adalah membarn salinan yang persis sama dari setiap
kromosom, lalu membagikan set identik kromosom kepada masing-masing dari kedua sel
keturunan, atau sel nakan melalui pembelahan sel awal (sel induk). Interfase adalah periode
diantara dua mitosis yang berurutan dan terdiri atas tiga fase yaitu G1, S dan G2. Selama fase
S (sintesis), molekul-molekul DNA dari masing-masing kromosom mengalami replikasi
hingga menghasilkan sepasang molekul DNA identik yang disebut kromatid (terkadang
disebut kromatid saudari). Masing-masing kromosom yang telah direplikasi itu lalu
memasuki mitosis dengan dua molekul DNA yang identik (Elrod, 2007).
Mitosis terdiri dari empat fase berurutan, profase, metaphase, anaphase, dan telofase.
Selama profase, tiap kromosom akan memendek dan menebal melalui supercoiling secara
berulang-ulang. Membrane nucleus menghilang dan terbentuk gelendong mikrotubulus dari
satu kutub sel ke kutub lainnya. Selama metaphase, kromosom akan berjajar di bagian tengah
gelendong miktotubulus. Saat anaphase, benang kromatid dari masing-masing kromosom
yang telah direplikasi akan ditarik kekutub-kutub sel yang berbeda akibat adanya
depolimerisasi mikrotubulus pada apparatus gelendong yang menempel di sentromer.
Kromatid-kromatid saudara ini, akan menjadi kromosom-kromosom baru (William, 2006).
BAB III
METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat


Hari / Tanggal : Jum’at 3 Desember 2010
Waktu : Pukul 09.10 s.d. 10.50 WITA
Tempat : Laboratorium Biologi Lantai II Barat FIMPA UNM
B. Alat dan Bahan
1. Alat
a. Mikroskop
b. Kaca preparat dan deck glass
c. Gelas arloji
d. Pipet tetes
2. Bahan
a. Akar bawang merah (Allium cepa)
b. HCl 1 N
c. Acetocarmin
C. Prosedur Kerja
1. Menyiapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Setelah itu memotong akar bawang merah kira-kira 3 cm.
3. Kemudian dicuci dengan HCl 1N.
4. Setelah itu diambil dan dipotong akar bawang (Allium cepa) tadi kira-kira 1 cm di atas kaca
preparat .
5. Kemudian ditekan dengan menggunakan deck glass sampai akar bawang tadi hancur.
6. Setelah itu diberi acetocarmin sebagai pewarnaan.
7. Di amati di bawah mikroskop.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan
Keterangan:
1. Inti sel
2. Dinding sel

Gambar Pembanding Kromosom pada tiap tahap pembelahan Mitosis


B. Pembahasan
Pada praktikum kali ini, kami tidak berhasil, karena tidak mendapatkan hasil
pengamatan yang sesuai dengan tujuan praktikum ini. Kami tidak mendapatkan proses
pembelahan mitosis yaitu dengan 4 tahap-tahap proses pembelahannya. Factor-faktor yang
mempengaruhi kegagalan dalam praktikum ini mungkin pada saat pemotongan akar bawang
itu tidak teliti, cara pewarnaan pada kaca preparat yang salah atau terlalu banyak memberi zat
pewarna. Adapaun bahan –bahan yang digunakan dalam praktikum adalah HCl dan
acetocarmin. Perendaman dengan HCl, hal ini bertujuan untuk memudahkan dalam
memotong tudung akar bawang merah (Allium cepa), karena dengan pemberian HCl dapat
memperjelas batas tudung akar dengan sel-sel diatasnya, tudung akar akan terlihat lebih putih
dibandingkan bagian lain dari akar bawang merah(Allium cepa), pemberian HCl ini juga
dapat melunakkan dinding sel sehingga memudahkan dalam memotong. Sedangkan
pemberian acetocarmin adalah sebagai zat pewarna bagi preparat yang sudah dibuat agar sel-
sel bawang tadi tampak jelas jika diamati di bawah mikroskop.
Pembelahan mitosis menghasilkan sel anakan yang jumlah kromosomnya sama
dengan jumlah kromosom sel induknya, pembelahan mitosis terjadi pada sel somatic (sel
penyusun tubuh). Sel – sel tersebut juga memiliki kemampuan yang berbeda – beda dalam
melakukan pembelahannya, ada sel – sel yang mampu melakukan pembelahan secara cepat,
ada yang lambat dan ada juga yang tidak mengalami pembelahan sama sekalisetelah
melewati masa pertumbuhan tertentu, misalnya sel – sel germinatikum kulit mampu
melakukan pembelahan yang sangat cepat untuk menggantikan sel – sel kulit yang rusak atau
mati (Anonima,2010).
Mitosis adalah pembelahan sel yang terjadi secara tidak langsung. Hal ini dikarenakan
pada pembelahan sel secara mitosis terdapat adanya tahapan-tahapan tertentu. Tahapan-
tahapan (fase-fase) yang terdapat pada pembelahan mitosis ini meliputi: profase, metafase,
anafase, dan telofase.Mitosis terjadi di dalam sel somatik yang bersifat meristematik, yaitu
sel-sel yang hidup terutama sel-sel yang sedang tumbuh (ujung akar dan ujung batang).
Proses pembelahan secara mitosis menghasilkan dua sel anak yang identik dan bertujuan
untuk mempertahankan pasangan kromosom yang sama melalui pembelahan inti secara
berturut-turut. Mitosis pada tumbuhan terjadi selama mulai dari 30 menit sampai beberapa
jam dan merupakan bagian dari suatu proses yang berputar dan terus-menerus (Ali,2010).
Menurut Hartati (2010), proses mitosis dibagi dalam empat stadium secara berturut-
turut yaitu profase, metaphase, anaphase, dan telofase.
1. Tahap profase terjadi kondensasi kromosom menjadi lebih pendek dan tebal. Nucleolus
mulai tidak tampak, membrane inti menghilang. Tiap kromosom membelah memanjang,
anakan kromosom ini disebut kromatid.
2. Tahap metaphase, kromosom menempatkan diri di bidang equatorial (tengah) sel.
3. Pada tahap anaphase kedua buah kromatid memisahkan diri dan ditarik benag gelendong ke
tiap kutub sel yang berlawanan.
4. Pada tahap telofase di setiap kutub sel terbentuk set kromosom yang serupa. Benang-benang
gelendong lenyap dan membrane inti terbentuk kembali. Plasma sel terbagi menjadi menjadi
dua bagian. Terbentuk dinding pemiah di tengah-tengah sel.

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan, maka dapat disimpulkan bahwa kami tidak
mendapatkan proses pembelahan mitosis yaitu dengan 4 tahap-tahap proses pembelahannya.
Factor-faktor yang mempengaruhi kegagalan dalam praktikum ini pada saat pemotongan akar
bawang itu tidak teliti, cara pewarnaan pada kaca preparat yang salah atau terlalu banyak
memberi zat pewarna. Dimana Proses pembelahan mitosis itu dibedakan menjadi 4 tahap
yaitu profase, metaphase, anaphase, dan telofase.
B. Saran
1. Sebaiknya, Laboran menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum.
2. Sebaiknya, Asisten selalu menjaga kerjasama yang telah terjalin agar praktikum selalu
berjalan dengan lancar.
3. Sebaiknya, Praktikan selalu serius dalam mengikuti praktikum.
DAFTAR PUSTAKA

Ali, Iqbal. 2010. Fase Mitosis Akar Bawang(Allium cepa). http : // www . fase mitosis- akar
bawang-(allium cepa ) « I q b a l A l i _ c o m.htm. Di akses pada tanggal 8 Desember
2010.

Anonima, 2010. Pembelahan Sel Mitosis. http:// www. Pembelahan_mitosis_sel . com.


Htm. Di akses pada tanggal 8 Desember 2010.

Anonimb, 2010. Mitosis Pada Akar Bawang merah (Allium cepa). http:// www. Mitosis pada akar
bawang_merah. ATPJ. Com. Htm.Di akses pada tanggal 8 Desember 2010.

Elrod, susan. 2007. Teori Dan Soal-Sol Gentika Edisi Keempat. Jakarta : Erlangga.

Hartati. 2010. Penuntun Praktikum Genetika. Makassar : Jurusan Biologi Fakultas


Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar.

Henuhili, Victoria, Suatsih. 2003. Genetika. Yogyakarta : Jurusan Biologi Fakultas Pendidikan
Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta.

Suratsih. 2000. Petunjuk Praktikum genetika. Yogyakarta : Jurusan Pendidikan Biologi.


Universitas Negeri Yogyakarta.

Suryo. 1990. Genetika Manusia. Bandung : Gadjah Mada University Press.

Watson, james. 1988. DNA Rekombinan Suatu Pelajarn Singkat. Jakarta : Erlangga.

William. 2006. Biologi Molekuler Dan Sel. Jakarta : Erlangga.