Anda di halaman 1dari 17

2201863086 - Filda Trya Winalda

2201861553 - Muslikhah
2201861465 - Fachri Muhammad Kautsar

Tugas Kelompok ke-2

Week 5/ Sesi 7

Sumber: Weygandt,Kimmel,Kieso, (2013), Financial Accounting IFRS Edition, 2nd edition,


John Wiley and Sons Inc., New Jersey, chapter 1-5

Essay:
1. Jelaskan perbedaan antara perpetual dan fisik dalam pencatatan persediaan? Metode yang
mana yang dipakai oleh Perusahaan pada umumnya?

2. Jelaskan perbedaan antara perhitungan FIFO dan Average? Menurut Anda, mengapa
metode LIFO sudah tidak bisa digunakan dalam laporan fiskal (perpajakan)?

3. Jelaskan perbedaan antara pencatatan persediaan pada perusahaan dagang dengan


perusahaan manufaktur?

4. Menurut Anda, beban angkut bahan baku yang dibayarkan oleh Perusahaan, masuk ke
Beban Pokok (COGS) atau ke Beban operasional?

Kasus:
1. Berikut ini adalah akun dan saldo yang terdapat pada PT ABC:

Administration Expenses 15.000


Cost of Goods Sold 122.500
Revenue 175.000
Sales Return 7.500
Sales Expenses 25.000

Hitunglah: Penjualan bersih, Laba kotor dan laba operasional

2. Isi akun-akun pada laporan pendapatan PT XYZ menunjukkan sebagai berikut:

Net Sales 450.000


Gross Profit 180.000
Inventory - Beginning 40.000
Purchase Discount 7.500
Purchase Return 4.000
Shipping Expenses 5.000

ACCT6172 – Introduction to Accounting


Operational Expenses 150.000
Purchase 295.000

Hitunglah: Beban Pokok, Beban Pokok tersedia untuk dijual, Persediaan akhir

3. PT GHI bergerak dibidang perdagangan dan mempunyai transaksi sebagai berikut:

Feb 5 Membeli bahan baku sebanyak 40 unit dengan harga per unit $15, dengan
persyaratan 2/10, n/30.
Feb 10 Mencatatkan bahan baku rusak sebanyak 5 unit dengan harga total sebesar $75
atas pembelian tanggal 5 Feb.
Feb 15 Menjual barang jadi sebanyak 15 unit dengan harga $20, persyaratan 2/10,n/30
Feb 25 Membayar utang pada tanggal 5 Feb secara penuh.

Jurnal transaksi diatas sesuai dengan tanggal transaksinya.

4. Sebuah perusahaan dagang mempunyai saldo per 30 Nopember sebagai berikut:

Chart of Accounts Balance


Cash 29.170.000
Account Receivable 29.600.000
Office Supplies 2.075.000
Prepaid Insurance Expenses 4.500.000
Prepaid Advertising Expenses 0
Vehicle 90.000.000
Accumulated Depreciation-Vehicle 18.000.000
Office Equipment 35.000.000
Accumulated Depreciation-Equipment 7.000.000
Account Payable 14.000.000
Bank Loan 20.000.000
Salaries Payable 0
Interest loan Debt 0
Shareholder's Equity 107.000.000
8.150.000

Prive
Retained Earning 0
Revenue 70.450.000
Salaries Expense 24.500.000
Insurance Expense 0
Advertising Expense 0
Office Supplier Expense 0
Phone and Electrical Expenses 3.425.000
Maintenance Expense 6.250.000

ACCT6172 – Introduction to Accounting


Depreciation Expense-Vehicle 0
Depreciation Expense-Equipment 0
Interest Expense 1.080.000
Other Expenses 2.700.000

Transaksi yang terjadi pada bulan Desember sebagai berikut:

1 Des. Dibeli dari PT. ABC sebuah kendaraan dan peralatan kantor, masing-masing senilai
Rp.18.000.000,- dan Rp. 6.000.000,- Dibayar tunai Rp. 19.000.000, sedangkan
sisanya akan dilunasi nanti di kemudian hari
4 Des. Diterima tunai sebesar Rp. 8,750,000,- sebagai pembayaran untuk pekerjaan
merancang dan membangun taman
5 Des. Dibayar biaya iklan pada majalah untuk 6 kali pemasangan sebesar Rp.2,700,000.
Pemasangan iklan akan dilakukan pada setiap tanggal 5 yang terhitung hari ini
8 Des. Dibeli tunai perlengkapan kantor seharga Rp 1,925,000,-
10 Des Diterima pelunasan dari konsumen secara tunai sebesar Rp.12,500,000,-
12 Des Dibayar beban pemeliharaan kendaraan operasional perusahaan sebesar
Rp.3,250,000,-
14 Des Dibayar upah tenaga kerja honorer Rp. 4,850,000.-
17 Des Diambil uang tunai dari kas perusahan sebesar Rp. 4.500.000,- untuk keperluan
pribadi pemilik.
20 Des Dibayar Rek. Listrik bulan Desember Rp. 325,000.-
22 Des Telah diselesaikan jasa atas taman di Kantor XYZ dengan total faktur sebesar
Rp.8,800,000.- Dalam transaksi ini telah diterima tunai Rp. 6.250.000,- sisanya akan
ditagih nanti dikemudian hari
24 Des Dibayar upah karyawan harian, gaji bulanan sebesar Rp 9.150.000.-
28 Des Dibayar utang usaha kepada kreditur sebesar Rp. 9.500.000,-
31 Des Dibayar uang parkir, kebersihan, keamanan, sumbangan-sumbangan dan lain-lain
Rp.1.300.000,-
Diminta:
a. Buatlah jurnal atas transaksi selama bulan Desember tersebut.
b. Pindahkan jurnal transaksi tersebut ke kertas kerja accounting sehingga mendapatkan
neraca saldo per 31 Desember sebelum penyesuaian.

ACCT6172 – Introduction to Accounting


Pada tanggal 31 Desember terdapat transaksi-transaksi sebagai berikut:

1) nilai perlengkapan kantor yang sudah terpakai sampai dengan tanggal 31 Desember
2008 adalah sebesar Rp 3.000.000,-
2) asuransi dibayar di muka merupakan pembayaran premi asuransi untuk jangka waktu
6 bulan yang terhitung mulai tanggal 1 Oktober
3) pemasangan iklan sampai dengan tanggal 31 Desember baru dilakukan sebanyak satu
kali, yaitu tanggal 5 Desember.
4) penyusutan tahunan atas aktiva tetap ditentukan sebesar 20% dari harga perolehannya.
Atas peralatan kantor dan kendaraan yang dibeli pada tanggal 1 Desember juga belum
dilakukan penyusutan.
5) bunga atas pinjaman bank selama 30 hari belum dibayar. Tingkat bunga pinjaman
adalah sebesar 18% per tahun (1 tahun = 360 hari).
6) upah karyawan harian dibayar sekali seminggu pada setiap hari sabtu sore untuk 6
hari kerja (Senin sampai dengan Sabtu) sebesar Rp 1.200.000,-. Tanggal 31 Desember
jatuh pada hari Kamis.
Diminta:
a. Buatlah Jurnal penyesuaian tersebut diatas
b. Pindahkan saldonya ke kertas kerja akuntansi sehingga mendapatkan neraca saldo
setelah penyesuaian.
c. Buatlah Laporan Posisi Keuangan (Neraca) dan Laporan Laba-rugi berdasarkan kertas
kerja akuntansi yang dibuat.

ACCT6172 – Introduction to Accounting


Jawaban :
1. Perpetual Inventory System: Perusahaan memelihara catatan rinci mengenai setiap
transaksi dan perubahan Inventory. Perusahaan menentukan Cost of Goods Sold
(harga pokok penjualan) setiap transaksi penjualan terjadi. Ketika melakukan
transaksi, yaitu pembelian persediaan. Maka dicatat dengan mendebet akun
persediaan dan mencatat akun kas/utang di Kredit. Harga pokok penjualan langsung
dicatat pada saat transaksi penjualan yaitu dengan mendebit Harga Pokok Penjualan
dan mencatat akun persediaan kredit. Dalam menentukan saldo akhir, jika memakai
sistem perpetual tidak perlu melakukan perhitungan fisik atau stock opname, karena
nilai persediaan sudah langsung dicatat pada saat penjumlahan

Periodic Inventory System : Perusahaan tidak memelihara catatan yang rinci


mengenai perubahan inventory selama periode tersebut. Perusahaan hanya
menentukan Cost of Goods Sold (COGS) pada akhir periode akuntansi. Ketika
melakukan pembelian persediaan maka persediaan yang dibeli dicatat dengan
mendebitkan pembelian dan mengkredit kas/utang. Dalam penentuan nilai saldo akhir,
nilai saldo akhir dihitung dengan menghitung nilai fisik persediaan atau stock opname
kemudian nilai fisik persediaan dikalikan dengan Harga Pokok Penjualan satuan
Barang.

Yang umum digunakan perusahaan adalah : Umumnya perusahaan menggunakan


perpetual inventory system. Pada sistem perpetual memungkinkan perusahaan untuk
tidak memerlukan pencatatan fisik persediaan atau stock opname. Selain itu, pada
sistem perpetual pencatatan dilakukan secara continue setiap transaksi sehingga
membuat perusahaan lebih teliti dalam melakukan pencatatan persediaan.

2. Perhitungan FIFO (First in First Out) : berarti masuk pertama, keluar pertama.
Pada metode ini unit persediaan yang pertama kali masuk ke gudang perusahaan akan
dijual pertama. Metode FIFO didasarkan pada asumsi bahwa aliran Cost masuk
persediaan harus dipertemukan dengan hasil penjualannya. Sebagai akibatnya, biaya
per unit persediaan yang masuk terakhir dipakai sebagai dasar penentuan biaya barang
yang masih dalam persediaan pada akhir periode (persediaan akhir). Metode FIFO
merupakan metode yang paling umum digunakan dalam penilaian persediaan.

ACCT6172 – Introduction to Accounting


Metode Avarage : metode Avarage biasanya disebut metode rata-rata berimbang.
Metode ini membagai biaya barang yang tersedia untuk dijual dengan jumlah unit
yang tersedia. Sehingga persediaan akhir dan beban pokok penjualan dapat dihitung
dengan harga rata-rata. Metode average merupakan titik tengah atau perpaduan dari
metode FIFO dan LIFO.

Alasan mengapa metode LIFO sudah tidak digunakan lagi dalam laporan Fiskal
:
a. Perbedaan Laba
Alasan pertama kenapa LIFO tidak digunakan lagi ialah karena adanya
perbedaan laba yang cukup signifikan. Dibanding dua metode lainnya terdapat
selisih yang cukup jauh dalam laba operasi yang dihasilkan jika menggunakan
metode LIFO dalam menaksir persediaan.
b. Mampu mengurangi Kualitas Laporan Keuangan
Penggunaan metode LIFO juga tidak merepresentasikan recent cost level of
inventory . Hal ini membuat nilai persediaan tidak memiliki nilai yang relevan
atau keadaan yang sebenarnya. Pada akhirnya hal ini mengurangi kualitas dari
laporan keuangan itu sendiri.

c. Dapat digunakan untuk Memanipulasi Pajak

Kelemahan dari metode LIFO ialah mampu digunakan untuk memanipulasi


laba perusahaan. Penggunaan metode ini seperti dikatakan sebelumnya dapat
memperkecil laba perusahaan. Alhasil dengan kecilnya laba maka pajak yang
ditanggung perusahaan juga akan jauh lebih kecil. Tentunya hal ini dapat
mengurangi pendapatan negara.

3. Perusahaan dagang memperoleh produk barang persediaan dari supplier dalam bentuk
bahan jadi untuk dijual kembali pada konsumen. Perusahaan dagang kegiatannya
hanya melakukan penjualan kembali dengan tidak merubah baik bentuk dan
memperoleh keuntungan dari selisih penjualan.

Sedangkan perusahaan manufaktur hanya memperoleh produk yang dibuat dari bahan mentah
yang kemudian dikelola menjadi bahan baku atau bahan jadi. Lain halnya dengan perusahaan

ACCT6172 – Introduction to Accounting


jasa, untuk perusahaan jasa tidak menyediakan atau tidak memiliki persediaan baran untuk
kemudian di pasarkan.

Berikut ini adalah pengelompokan perbedaan antara perusahaan jasa, perusahaan dagang dan
perusahaan manufaktur dilihat dari persediaan, pembelian, harga, dan akuntansi biayanya :

Perbedaan Perusahaan Dagang dan Manufaktur

Dilihat Dari Perusahaan Dagang Perusahaan Manufaktur

Persediaan Barang Dagang  Bahan Baku


 Persediaan dalam Proses
Produksi
 Persediaan Bahan Pembantu
 Persediaan Barang jadi
Pembelian Ada Ada

Harga Ada Harga Pokok Penjualan Ada Harga Pokok Penjualan (HPP)
(HPP)

Akuntansi Biaya Tidak Ada Akuntansi Biaya Ada Akuntansi Biaya

4. Di dalam pembelian bahan baku, perusahaan membayar biaya angkutan untuk


berbagai macam bahan baku yang dibeli. Perlakuan terhadap biaya angkutan ini dapat
dibedakan sebagai berikut :

 biaya angkutan diperlakukan sebagai tambahan harga pokok bahan baku yang
dibeli

 biaya angkutan tidak diperlakukan sebagai tambahan harga pokok bahan baku
yang dibeli, namun diperlakukan sebagai unsur biaya overhead pabrik.

Biaya Angkutan Diperlakukan Sebagai Tambahan Harga Pokok Bahan Baku yang Dibeli.
Apabila biaya angkutan diperlakukan sebagai tambahan harga pokok bahan baku yang
dibeli, maka alokasi biaya angkutan kepada masing-masing jenis bahan baku yang dibeli
dapat didasarkan pada :

ACCT6172 – Introduction to Accounting


 Perbandingan kuantitas tiap jenis bahan baku yang dibeli

Pembagian biaya angkutan atas dasar perbandingan kuantitas tiap jenis bahan baku
yang dibeli hanya dapat dilakukan jika bahan baku tersebut mempunyai satuan ukuran
yang sama atau satuan ukurannya dapat disamakan.

a. Perbandingan harga faktur tiap jenis bahan baku yang dibeli


b. Biaya angkutan diperhitungkan dalam harga pokok bahan baku yang dibeli
berdasarkan tariff yang ditentukan di muka.

Biaya angkutan tidak diperhitungkan sebagai tambahan harga pokok bahan baku yang dibeli,
tetapi diperlakukan sebagai unsure biaya overhead pabrik. Pada awal tahun anggaran, jumlah
biaya angkutan yang akan dikeluarkan selama satu tahun ditaksir. Jumlah taksiran biaya
angkutan ini diperhitungkan sebagai unsure biaya overhead pabrik dalam penentuan tariff
biaya overhead pebrik. Biaya yang sesungguhnya dikeluarkan lalu dicatat dalam sebelah
debet rekening biaya overhead pabrik sesungguhnya.

ACCT6172 – Introduction to Accounting


1. Berikut ini adalah akun dan saldo yang terdapat pada PT ABC:

Administration Expenses 15.000


Cost of Goods Sold 122.500
Revenue 175.000
Sales Return 7.500
Sales Expenses 25.000

Hitunglah: Penjualan bersih, Laba kotor dan laba operasional

JAWAB :

Revenue 175.000
Sales return (7.500)

Net revenue 167.500 (penjualan bersih )


COGS (122.500)
Gross profit 45.000 (Laba kotor )
Administration Expenses (15.000)
Sales expenses (25.000)
Laba operasional 5.000 ( laba Operasional)

2 Isi akun-akun pada laporan pendapatan PT XYZ menunjukkan sebagai berikut:

Net Sales 450.000


Gross Profit 180.000
Inventory - Beginning 40.000
Purchase Discount 7.500
Purchase Return 4.000
Shipping Expenses 5.000
Operational Expenses 150.000
Purchase 295.000

Hitunglah: Beban Pokok, Beban Pokok tersedia untuk dijual, Persediaan akhir

Jawab :

Net Purchase = Purchase – shipping expenses- Purchase discount-purchase return


= 295.000 – 5.000 – 7.500 – 4.000
= 278.500
Harga pokok tersedia untuk dijual = Net Purchase + Inventory Beginning
= 278.500 +40.000
= 318.500
Harga Pokok (COGS ) = Net Sales – Gross Profit
= 450.000 – 180.000

ACCT6172 – Introduction to Accounting


= 270.000
COGS = COGS ready for sales – Ending Inventory
270.000 = 318.500 – Ending Inventory
Ending Inventory = 318.500 – 270.000
= 48.500

3. PT GHI bergerak dibidang perdagangan dan mempunyai transaksi sebagai berikut:

Feb 5 Membeli bahan baku sebanyak 40 unit dengan harga per unit $15, dengan
persyaratan 2/10, n/30.
Feb 10 Mencatatkan bahan baku rusak sebanyak 5 unit dengan harga total sebesar $75
atas pembelian tanggal 5 Feb.
Feb 15 Menjual barang jadi sebanyak 15 unit dengan harga $20, persyaratan 2/10,n/30
Feb 25 Membayar utang pada tanggal 5 Feb secara penuh.

Jurnal transaksi diatas sesuai dengan tanggal transaksinya


Jawab :

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit


Feb 5 Pembelian bahan baku $600
Hutang pembelian $600
Syarat 2/10,n/30
Feb 10 Retur bahan baku $75
Pembelian bahan baku $75
Adanya retur 5 unit
Feb 15 Piutang dagang $300
Penjualan $300
Penjualan barang jadi
Feb 25 Hutang pembelian $525
Cash $525
Pembayaran hutang tgl 5 feb

4.Jurnal atas Transaksi bulan Desember

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit


1 Des Kendaraan 18.000.000
Peralatan kantor 6.000.000
Cash 19.000.000
Hutang 5.000.000
pembelian kendaraan & peralatan kantor
4 Des Cash 8.750.000
Piutang pekerjaan 8.750.000

ACCT6172 – Introduction to Accounting


Menerima pembayaran dr pekerjaan
taman
5 Des Biaya iklan 2.700.000
Cash 2.700.000
Pemasangan iklan 6 bulan
8 Des Peralatan Kantor 1.925.000
Cash 1.925.000
Pembelian tunai
10 Des Cash 12.500.000
Piutang 12.500.000
Diterima pelunasan tunai
12 Des Beban pemeliharaan kendaraan 3.250.000
Cash 3.250.000
Pembayaran beban pemeliharaan
14 Des Upah tenaga kerja 4.850.000
Cash 4.850.000
Upah TK honorer
17 Des withdrawel 4.500.000
Cash 4.500.000
20 Des Biaya listrik 325.000
Cash 325.000
22 Des cash 6.250.000
Piutang 2.550.000
Pendapatan 8.800.000
24 Des Upah karyawan 9.150.000
cash 9.150.000
28 Des Hutang usaha 9.500.000
Cash 9.500.000

31 Des Biaya lain-lain 1.300.000


Cash 1.300.000
Parkir,kebersihan,keamanan

Buku Besar
Felixia Beatrice Artistik
Kendaraan:
Tanggal Akun REF Debit Kredit
01-Des-08 Kendaraan 18.000.000
Total 18.000.000
Surplus Saldo Debit 18.000.000
Peralatan Kantor:

ACCT6172 – Introduction to Accounting


Tanggal Akun REF Debit Kredit
01-Des-08 Peralatan Kantor 6.000.000
Total 6.000.000
Surplus Saldo Debit 6.000.000
Kas:
Tanggal Akun REF Debit Kredit
01-Des-08 Kas 19.000.000
04-Des-08 Kas 8.750.000
05-Des-08 Kas 2.700.000
08-Des-08 Kas 1.925.000
10-Des-08 Kas 12.500.000
12-Des-08 Kas 3.250.000
14-Des-08 Kas 4.850.000
17-Des-08 Kas 4.500.000
20-Des-08 Kas 325.000
22-Des-08 Kas 6.250.000
24-Des-08 Kas 9.150.000
28-Des-08 Kas 9.500.000
31-Des-08 Kas 1.300.000
Total 27.500.000 56.500.000
Surplus Saldo Kredit 29.000.000

ACCT6172 – Introduction to Accounting


Revenue:
Tanggal Akun REF Debit Kredit
04-Des-08 Revenue 8.750.000
22-Des-08 Revenue 6.250.000
22-Des-08 Revenue 2.550.000
Total 35.100.000
Surplus Saldo Kredit 17.550.000
Beban Iklan:
Tanggal Akun REF Debit Kredit
05-Des-08 Beban Iklan 2.700.000
Total 2.700.000
Surplus Saldo Debit 2.700.000
Perlengkapan Kantor:
Tanggal Akun REF Debit Kredit
08-Des-08 Perlengkapan Kantor 1.925.000
Total 1.925.000
Surplus Saldo Debit 1.925.000
Beban Pemeliharaan:
Tanggal Akun REF Debit Kredit
12-Des-08 Beban Pemeliharaan 3.250.000
Total 3.250.000
Surplus Saldo Debit 3.250.000
Prive:
Tanggal Akun REF Debit Kredit
17-Des-08 Prive 4.500.000
Total 4.500.000
Surplus Saldo Debit 4.500.000
Beban Listrik dan Telepon:
Tanggal Akun REF Debit Kredit
20-Des-08 Beban Listrik dan Telepon 325.000
Total 325.000
Surplus Saldo Debit 325.000

ACCT6172 – Introduction to Accounting


Utang Usaha:
Tanggal Akun REF Debit Kredit
01-Des-08 Utang Usaha 5.000.000
28-Des-08 Utang Usaha 9.500.000
Total 9.500.000 5.000.000
Surplus Saldo Debit 4.500.000
Beban Rupa-rupa:
Tanggal Akun REF Debit Kredit
31-Des-08 Beban Rupa-rupa 1.300.000
Total 1.300.000
Surplus Saldo Debit 1.300.000
Beban Gaji dan Upah:
Tanggal Akun REF Debit Kredit
14-Des-08 Beban Gaji dan Upah 4.850.000
24-Des-08 Beban Gaji dan Upah 9.150.000
Total 14.000.000 0
Surplus Saldo Debit 14.000.000
Piutang:
Tanggal Akun REF Debit Kredit
10-Des-08 Piutang 12.500.000
22-Des-08 Piutang 2.550.000
Total 2.550.000 12.500.000
Surplus Saldo Kredit Kredit 9.950.000

ACCT6172 – Introduction to Accounting


Neraca Saldo Sebelum Penyesuaian
Felixia Beatrice Artistik
Per 31 Desember 2008
Tanggal Akun REF Debit Kredit
31-Des-08 Kendaraan 18.000.000
Peralatan Kantor 6.000.000
Kas 29.000.000
Revenue 17.550.000
Beban Iklan 2.700.000
Perlengkapan Kantor 1.925.000
Beban Pemeliharaan 3.250.000
Prive Ny. Felixia 4.500.000
Beban Listrik dan Telepon 325.000
Utang Usaha 4.500.000
Beban Rupa-rupa 1.300.000
Beban Gaji dan Upah 14.000.000
Iklan Dibayar Dimuka 9.950.000
Total 56.500.000 56.500.000

ACCT6172 – Introduction to Accounting


NERACA SALDO SETELAH PENYESUAIAN
FELIXIA BEATRICE ARTISTIK
PERTANGGAL 31 DESEMBER 2008

Trial Balance Adjusting Journal Entries Adjusted Trial Balance Income Statment Balance Sheet
Akun
Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit
Kas 170 170 170
Piutang Usaha 19,650,000 19,650,000 19,650,000
Perlengkapan Kantor 4,000,000 4,000,000 4,000,000
Asuransi Dibayar Dimuka 4,500,000 2,750,000 2,250,000 2,250,000
Iklan Dibayar Dimuka - 450 450 450
Kendaraan 108,000,000 108,000,000 108,000,000
Akumulasi Penyusutan – Kendaraan 18,000,000 21,600,000 39,600,000 39.600.000
Peralatan Kantor 41,000,000 3,000,000 39,000,000 39,000,000
Akumulasi Penyusutan – Peralatan Kantor 7,000,000 8,200,000 15,200,000 15.200.000
Utang Usaha 13,500,000 13,500,000 13,500,000
Utang Bank 20,000,000 300 20,300,000 20,300,000
Utang Gaji dan Upah - 800 800 800
Utang Bunga - 300 300 300
Modal 112,800,000 112,800,000 112,800,000
Prive 12,650,000 12,650,000 12,650,000
Ikhtisar Laba – Rugi - - -
Pendapatan Jasa 52,900,000 52,900,000 52.900.000
Beban Gaji dan Upah 38,500,000 800 19,650,000 38,500,000
Beban Asuransi - 2,750,000 2,750,000 2,750,000
Beban Iklan 2,700,000 450 2,750,000 2,750,000
Beban Perlengkapan Kantor - 3,000,000 3,000,000 3,000,000
Beban Listrik dan Telepon 3,750,000 3,750,000 3,750,000
Beban Pemeliharaan 9,500,000 9,500,000 9,500,000

ACCT6172 - Introduction to Accounting


Beban Penyusutan – Kendaraan - 21,600,000 21,600,000 21,600,000
Beban Penyusutan – Peralatan Kantor - 8,200,000 8,200,000 8,200,000
Beban Bunga 1,080,000 1,080,000 1,080,000
Beban Rupa – rupa 4,000,000 4,000,000 4,000,000
236,850,000 236,850,000 36,600,000 36,600,000 260,750,000 260,750,000 94,930,000 52.900.000 172,820,000 214,850,000
42,030,000 42,030,000
94,930,000 94,930,000 214,850,000 214,850,000

ACCT6172 - Introduction to Accounting

Anda mungkin juga menyukai