Anda di halaman 1dari 2

KERANGKA ACUAN

KEGIATAN SIRKUMSISI
No. Dokumen : B/ /KAK/XI/2019/
No. Revisi :
KAK
Tanggal Terbit :
Halaman :
PUSKESMAS KURIK Suparman, S.KM
KABUPATEN MERAUKE NIP. 19740215 199503 1 002

A. Latar Belakang

Pelayanan Kesehatan merupakan salah satu hak mendasar masyarakat yang


penyediaannya wajib diselenggarakan oleh pemerintah sebagaimana telah diamanatkan
dalam Undang-undang Dasar 1945 pasal 28 ayat (1)” Setiap orang berhak hidup sejahtera
lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat
berhak memperoleh palayanan kesehatan dan pasal 34 ayat (3)” Negara bertanggungjawab
atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas umum yang layak.
Pembangunan kesehatan merupakan salah satu bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat untuk
hidup sehat sehingga terwujud derajat kesehatan yang optimal. Prevalensi infeksi menular
seksual (IMS) di dunia terus meningkat . banyak upaya telah di lakukan untuk mencegah
meluasnya penyebaran IMS tersebut namun belum memberikan hasil yang memuaskan,
beberapa ahli mulai merekomendasikan sirkumsisi sebagai hasil salah satu upaya
pencegahan penularan IMS.
Sirkumsisi adalah tindakan operatif yang ditujukan untuk mengangkat sebagian,
maupun seluruh bagian dari kulup, pada laki laki dilakukan dengn menghilangkan
sebagian atau seluruh kulit penutup depan penis atau prepusium yang masih ada
preputiumnya.

B. Dasar Hukum

1. Undang-undang Dasar 1945 Pasal 28


2. Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Daerah Khusus bagi Propinsi
Papua (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 135, Tambahan
lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4151) sebagaimana telah diubah dengan
undang-undang Nomor 35 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Tahun 2008 Nomor
112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 48844);
3. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2009 Nomor 114 Tambahan Negara Republik Indonesia Nomot 5036);
4. Undang-undang Nomor 29 Tahun 20004 tentang Praktek Kedokteran
5. Permenkes No 75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan masyarakat.
C. Tujuan

Sirkumsisi bertujun untuk mencegah timbulnya penumpukkan smegma pada penis.


Smegma adalah waxy material yang disekresikan oleh kelenjar kelenjar prepusium yang
terdapat di sepanjang kulit mukosa prepusium, prepusium adalah lipatan kulit yang
menutupi ujung penis.
Apabila higienitas di daerah prepusium tidak di jaga dengan baik, akan terjadi akumulasi
dari smegma di prepusium, bakteri akan lebih mudah di area tersebut, oleh karena itu
tujuan dari sirkumsisi adalah untuk mencegah terjadinya infeksi maupun inflamasi

D. Sasaran Kegiatan

Kegiatan pelayanan sirkumsisi dilaksanakan di Puskesmas Kurik dalam rangka


mendukung kegiatan Hari Kesehatan Nasional ke 55 Tahun 2019 yang menjadi sasaaran
adalah usia anak – anak dan remaja.

E. Kegiatan

Kegiatan program sirkumsisi ini dilaksanakan dalam rangka merayakan Hari Kesehatan
Nasionl ke-55 di Puskesmas Kurik adalah :
1. Biaya Honorarium Pelaksana
2. Uang saku Peserta
3. Konsumsi
4. Spanduk

F. Waktu Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan kegiatan sirkumsisi dilaksanakan di Puskesmas Kurik pada tanggal 9


November 2019.

G. Evaluasi Kegiatan dan Pelaporan

1. Koordinator Pelaksanaan program Sirkumsisi melakukan monitoring kegiatan,


melakukan evaluasi dan tindak lanjut dari kegiatan tersebut.
2. Hasil kegiatan dilaporkan kepada Kepala dinas Kesehatan

H. Pencatatan, Pelaporan dan Evaluasi Kegiatan

1. Semua hasil kegiatan didokumentasikan


2. Hasil kegiatan dilaporkan ke Kepala Dinas Kesehatan
3. Hasil evaluasi kegiatan akan ditindaklanjuti untuk perkembangan kegiatan yang akan
datang.

I. Pembiayaan

Biaya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan ini bersumber dari APBD (DAU)
Dinas kesehatan Kabupaten Merauke Tahun Anggaran 2019.