Anda di halaman 1dari 5

IKTISAR PUSTAKA

PMBISBHB!NFOJOHLBULBO!NFLBOJTNF!BCTPSQTJ!LBMTJVN

Nvmjboj
Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

BCTUSBL

Kalsium berperan penting dalam berbagai proses biologi sehingga homeostasis kalsium harus selalu dijaga. Gangguan
homeostasis kalsium dapat mengakibatkan gangguan dalam metabolisme tulang, fungsi ofvspnvtdvmbs, koagulasi darah,
proliferasi sel dan transduksi signal. Homeostasis dipertahankan oleh 3 organ utama, yaitu: sistem gastrointestinal, tulang
dan ginjal. Absorpsi kalsium di usus halus merupakan satu-satunya sumber kalsium dalam tubuh. Absorpsi dikontrol oleh
dbmdjuspqjd! ipsnpoft (2-36.ejizespyzdipmfdbmdjgfspm! wjubnjo! E4 (1,25-(OH)2D3) dan qbsbuizspje! ipsnpof (PTH).
Pemberian aktivitas fisik dapat meningkatkan absorpsi kalsium melalui mekanisme transpor kalsium! usbotdfmmvmbs! ebo!
qbsbdfmmvmbs dengan meningkatkan dbmdjvn!usbotqpsufs!hfoft. [MEDICINA. 2012;43:103-7].

Lbub!lvodj;!lbmtjvn-!pmbisbhb-!usbotqps!lbmtjvn!!

FYFSDJTF!FOIBODJOH!DBMDJVN!BCTPSQUJPO!NFDIBOJTN
Nvmjboj
Department of Anatomy, Medical School Udayana University

BCTUSBDU

Calcium has important role in many biological processes therefore calcium homeostasis should be maintained.
Imbalance in calcium homeostasis would affects the bone metabolism, neuromuscular function, blood coagulation, cell
proliferation and signal transduction. Homeostasis of calcium is maintained by three major organs: gastrointestinal tract,
bone and kidney. Intestinal calcium absorption is the sole mechanism to supply calcium to the body. Calcium absorption
controlled by dbmdjuspqjd!ipsnpoft (1,25-dihydroxycholecalciferolvitamin D3 (1,25-(OH)2D3) and parathyroid hormone
(PTH). Exercise enhancing calcium absorption through transcellular and paracellular calcium transport by increasing the
dbmdjvn!usbotqpsufs!hfoft. [MEDICINA. 2012;43:103-7].

Keywords;!dbmdjvn-!fyfsdjtf-!dbmdjvn!usbotqpsu

PENDAHULUAN usus halus mengakibatkan gangguan membahas peningkatan mekanisme


dalam proses-proses biologis, salah absorpsi kalsium melalui olahraga.
Perkembangan ilmu dalam satunya adalah osteoporosis.1
bidang teknologi dan kesehatan Osteoporosis dapat METABOLISME KALSIUM
yang sangat pesat mengakibatkan mengakibatkan penurunan kualitas
peningkatan harapan hidup sehingga hidup sehingga memberikan beban Kalsium sangat penting
jumlah lansia juga meningkat. ekonomi yang besar baik bagi karena merupakan mineral terbanyak
Lansia mulai mengalami penurunan keluarga maupun negara sehingga dalam tubuh dan diperlukan pada
fungsi organ dan sistem, termasuk penyakit ini perlu dicegah.4,5 sebagian besar proses biologis.
kemampuan absorpsi usus halus Pencegahan dapat dilakukan dengan Kurang lebih 99% terdapat pada
sehingga dapat terjadi kekurangan pemberian suplemen (misalnya tulang rangka dan gigi dalam bentuk
nutrisi pada lansia. kalsium), hormon (estrogen) dan Kristal izespyzbqbujuf.3,6 Sisanya
Salah satu nutrisi yang berolah raga teratur namun karena (1%) dalam bentuk ion pada cairan
berkurang adalah kalsium karena terjadi penurunan absorpsi kalsium intraseluler dan ekstraseluler, terikat
absorpsi kalsium di usus halus pada lansia, maka pemberian dengan protein dan membentuk
merupakan satu-satunya sumber kalsium perlu disertai dengan kompleks dengan ion organik, seperti
kalsium dalam tubuh.1,2 Kalsium peningkatan absorpsinya.4 Salah sitrat, fosfat dan bikarbonat.2,3,6
sangat penting dalam berbagai satu cara meningkatkan absorpsi Konsentrasi normal total
proses biologis.3 Kurangnya kalsium tersebut adalah dengan berolahraga kalsium dalam plasma adalah 2,4-
akibat penurunan absorpsinya di teratur, karena itu tulisan ini akan 2,5 mM sedangkan konsentrasi

è é ê ë ì í î í ï î ì ð ñ ò ó ô ñ õ ò ê ì ë ö ÷ ø ù
MEDICINA ú û ü ý þ ÿ    ü ÿ ü   ú ÿ     

ion kalsium bebas berkisar antara yang masuk akan dikeluarkan melalui MEKANISME ABSORPSI
1.25-1.3 mM. Homeostasis feses dan sebagian kecil melalui KALSIUM
kalsium yang efektif penting dalam urin, sekitar 200 mg/hari untuk
banyak proses biologis, termasuk mempertahankan kadar normal Transpor kalsium dalam
metabolisme tulang, proliferasi dalam tubuh.6! usus halus dimediasi oleh proses
sel, koagulasi darah, ipsnpobm! Metabolisme kalsium dan transpor yang tersusun kompleks
tjhobmjoh! usbotevdujpo dan fungsi tulang berkaitan erat satu sama dan diregulasi oleh dbmdjuspqjd!
ofvspnvtdvmbs. Keseimbangan lain dan terintegrasi. Defisiensi ipsnpoft, yaitu: 1,25-(OH)2D3
kalsium dipertahankan oleh 3 organ kalsium (misalnya pada lansia), and PTH. Hormon-hormon lain,
utama, yaitu: sistem gastrointestinal, yang disebabkan oleh defisiensi seperti glukokortikoid, prolaktin dan
tulang, dan ginjal.2 vitamin D dan peningkatan estrogen berperan sebagai regulator
Sistem gastrointestinal PTH, mengakibatkan tulang akan absorpsi kalsium di usus halus.
menjaga homeostasis kalsium melepaskan kalsium (resorpsi Absorpsi kalsium di usus halus
dengan mengatur absorpsi kalsium tulang meningkat) untuk dapat dapat melalui 2 mekanisme, yaitu
melalui sel-sel gastrointestinal.6-8 mengembalikan kalsium serum aktif dan pasif.10 Transpor kalsium
Jumlah absorpsi tergantung dari kembali normal.3 Secara skematis aktif terjadi terutama di evpefovn
asupan, usia manusia, hormon metabolisme kalsium dapat dilihat dan qspyjnbm! kfkvovn, sementara
vitamin D, kebutuhan tubuh akan pada Hbncbs!2.
kalsium, diet tinggi protein dan
karbohidrat serta derajat keasaman
yang tinggi (pH rendah). Asupan
kalsium tidak boleh melebihi
2500 mg/hari.6 Manusia dewasa
mengkonsumsi kalsium sekitar
500-1200 mg sehari.2 Absorpsi
kalsium ervariasi, antara 10-60%
dan pada manusia kurang lebih 175
mg/hari.2,6 Jumlah ini menurun
seiring dengan peningkatan usia
dan meningkat ketika kebutuhan
akan kalsium meningkat sementara
asupan sedikit.6,7 Usus hanya mampu
menyerap 500-600 mg kalsium
sehingga pemberian kalsium harus
dibagi dengan jarak 5-6 jam.9
Absorpsi terjadi dalam
usus halus melalui mekanisme
yang terutama dikontrol oleh
dbmdjuspqjd! ipsnpoft (2-36.
ejizespyzdipmfdbmdjgfspm! wjubnjo!
E4!(1,25-(OH)2D3) dan qbsbuizspje!
ipsnpof (PTH)). Untuk
mempertahankan keseimbangan
kalsium, ginjal harus mengeksresikan
kalsium dalam jumlah yang sama
dengan kalsium yang diabsorpsi
dalam usus halus. Tulang tidak
hanya berfungsi sebagai penopang
tubuh namun juga menyediakan
sistem pertukaran kalsium untuk
menyesuaikan kadar kalsium dalam
plasma dan cairan ekstraseluler.2
Hbncbs!2. Metabolisme kalsium.3
Kurang lebih 90% kalsium

ú þ   ý  ý ÿ     ü    
$ % & ' ( & ) & * + , - , ) . & / . & , * + . & , 0 - * + & 1 0 $ ( 2 0 - . & % 0 - 3 * 4 5 6 7 8 9 : 8

transpor pasif terjadi pada seluruh pasif (dbmdjvn!hsbejfou!efqfoefou). melewati qbsbdfmmvmbs!tqbdf. Tpmwfou!
usus halus. Usus besar juga mampu Komponen pada qbsbdfmmvmbs! esbh.joevdfe! qbsbdfmmvmbs! dbmdjvn!
mengabsorpsi kalsium namun dbmdjvn! usbotqpsu, yaitu: qbttjwf! usbotqpsu merupakan 80% dari total
hal tersebut masih kontroversial. qbsbdfmmvmbs, tpmwfou.esbh! joevdfe, transpor kalsium aktif.2,11
Duodenum adalah tempat absorpsi dan wpmubhf.efqfoefou! usbotqpsu. Berikut merupakan diagram
kalsium yang paling efisien karena Energi untuk qbsbdfmmvmbs!usbotqpsu skematik transpor kalsium di
dapat mengambil kalsium bahkan pasif ini berasal dari energi bebas duodenum pada tikus (Hbncbs!3).
pada keadaan diet sangat rendah yang dihasilkan oleh usbotfqjuifmjbm! Kalsium bergerak melewati
kalsium melalui mekanisme aktif, dbmdjvn! hsbejfou (5 mM pada epitel melalui mekanisme
juga memiliki seluruh komponen mvnjobm! tjef dan 1.25 mM pada usbotdfmmvmbs atau qbsbdfmmvmbs.
bagi transpor kalsium melalui jalur qmbtnb! tjef). Transpor ini penting Qbsbdfmmvmbs! usbotqpsu tergantung
usbotdfmmvmbs- dan qbsbdfmmvmbs.2,11 terutama ketika terdapat konsentrasi pada bdujwf! tpejvn! usbotqpsu
Mekanisme transpor kalsium kalsium luminal yang tinggi akibat yang menciptakan ptnpujd!
dalam duodenum meliputi: asupan kalsium yang tinggi. Tpmwfou! hsbejfou dalam qbsbdfmmvmbs! tqbdf
B/!! Transcellular calcium esbh.joevdfe dan wpmubhf.efqfoefou! dan usbotfqjuifmjbm! qpufoujbm!
transport usbotqpsu merupakan proses aktif ejggfsfodf (PD) melewati lapisan
Usbotdfmmvmbs! usbotqpsu yang tergantung dari aktivitas epitel. Sodium terutama memasuki
merupakan transpor aktif yang hanya Na+/K+-ATPase yang terjadi bctpsqujwf! dfmmt bersama-sama
terjadi di duodenum. Transpor ini akibat lingkungan qbsbdfmmvmbs glukosa melalui tpejvn.efqfoefou!
memicu pergerakan kalsium melalui yang hiperosmotik bagi tpmwfou! hmvdptf! usbotqpsufs! 2 (SGLT1).
3 tahap, yaitu: esbh dan perbedaan potensial Qpufoujbm! ejggfsfodf sebesar 5 mV
bqjdbm! dbmdjvn! fousz, di usbotfqjuifmjbm. Lingkungan dengan sisi mukosa lebih negatif
dzupqmbtnjd! dbmdjvn! usbotmpdbujpo hiperosmotik akan menginduksi daripada sisi serosal. Usbotdfmmvmbs!
dalam bentuk terikat dengan aliran air yang membawa ion kalsium bdujwf! dbmdjvn! usbotqpsu, dimulai
dbmcjoejo.E:l dan cbtpmbufsbm!
dbmdjvn!fyusvtjpo. Kalsium luminal
melewati membran melalui usbotjfou!
sfdfqups! qpufoujbm! wbojmmpje!
gbnjmz! dbmdjvn! diboofm (TRPV)
5 dan 6. Qmbtnb! nfncsbof! Db3,.
BUQbtf (PMCA1b) yang terdapat
pada cbtpmbufsbm! nfncsbof akan
mengeluarkan dzupqmbtnjd! dbmdjvn
ke dalam plasma. Dzupqmbtnjd!
dbmdjvn dapat juga dikeluarkan
oleh transporter lain, yaitu Ob,0
Db3,! fydibohfs! 1 (NCX1) namun
kemampuannya hanya 20%
dibandingkan dengan PMCA1b
(80%).2,11 Transpor kalsium melalui
jalur usbotdfmmvmbs digunakan
dalam kondisi fisiologis dan jalur
ini semakin penting ketika terjadi
peningkatan kebutuhan kalsium,
misalnya ketika hamil dan menyusui.
Jalur ini distimulasi langsung oleh
1,25-(OH)2D3.2,10

C/!! Paracellular calcium


transport
Qbsbdfmmvmbs usbotqpsu
merupakan mekanisme aktif
(dfmmvmbs! fofshz! efqfoefou) dan Hbncbs!3. Mekanisme transpor kalsium.2

                      ! " #
MEDICINA ; < = > ? @ A B C D = @ = E F ; @ A G F H I F

dengan masuknya bqjdbm! qbttjwf! meningkatkan ion kalsium dalam 35.izespyzmbtf yang mendegradasi
dbmdjvn! melalui usbotjfou! sfdfqups! plasma, meningkatkan!cpof!njofsbm! 1,25-(OH)2D3 sehingga
qpufoujbm! wbojmmpje! gbnjmz! dbmdjvn! efotjuz (BMD), kekuatan tulang mengesankan ekspresi evpefobm!
diboofm (TRPV). Kalsium kemudian dan rata-rata pembentukan tulang dbmdjvn! usbotqpsufst yang rendah
ditranslokasi melewati dzupqmbtnb, sehingga menurunkan insiden diakibatkan karena penurunan kadar
sebagian besar dalam bentuk terikat fraktur pada osteoporosis.2,,11-15! 1,25-(OH)2D3 di sirkulasi.2
dengan dbmcjoejo.E:L, menuju Aktivitas tersebut juga menginduksi
cbtpmbufsbm!nfncsbof dan akhirnya keseimbangan kalsium positif. RINGKASAN
dikeluarkan dari sel oleh Na+/K+- Kombinasi olahraga dengan
ATPase dan Ob,0Db3,! fydibohfs intensitas sedang dan asupan kalsium Peran kalsium dalam berbagai
(NCX1).2,11 Beberapa peneliti yang adekuat dapat meningkatkan proses biologi (metabolisme tulang,
menyatakan bahwa qbsbdfmmvmbs! kekuatan tulang pada masa anak- proliferasi sel, koagulasi darah,
usbotqpsu diregulasi oleh ujhiu! anak.2 ipsnpobm! tjhobmjoh! usbotevdujpo
kvodujpo! qspufjot dari dmbvejo! Peningkatan absorpsi dan fungsi ofvspnvtdvmbs) sangat
gbnjmz. Dmbvejot memiliki dibshfe! kalsium di usus halus akibat aktivitas banyak sehingga homeostasis kalsium
bnjop! bdjet pada fyusbdfmmvmbs! fisik dimediasi oleh peningkatan harus selalu dijaga. Keseimbangan
mppqt yang mengontrol pergerakan kadar 1,25-(OH)2D3. Olahraga kalsium dipertahankan oleh 3 organ
ion qbsbdfmmvmbs dalam diboofmmjlf! juga mengubah motilitas dan utama, yaitu: sistem gastrointestinal,
nboofs. Dmbvejo.27! )qbsbdfmmjo. permiabilitas usus halus sehingga tulang, dan ginjal.
2* pada mppq! Ifomf bagian absorpsi kalsium meningkat.2 Sistem gastrointestinal
btdfoejoh meregulasi reabsorpsi Peneliti lain menemukan bahwa menjaga homeostasis tersebut
kalsium dan magnesium tubular. olahraga intensitas tinggi pada tikus dengan mengatur absorpsi kalsium.
Dmbvejo.4, tergantung pada 1,25- betina (Tqsbhvf.Ebxmfz) memiliki Kalsium yang diabsorpsi akan
(OH)2D3, dan ekspresi beberapa absorpsi kalsium di duodenum yang ditranspor masuk ke dalam sel melalui
dmbvejo dihubungkan dengan lebih tinggi dibandingkan control.2 2 mekanisme, yaitu usbotdfmmvmbs dan
peningkatan absorpsi kalsium di Olahraga yang berlebihan qbsbdfmmvmbs transport baik secara
usus halus.2 Claudin-2, -3, dan - merugikan bagi metabolisme aktif maupun pasif.
12 akan mengalami polimerisasi kalsium karena meningkatkan Aktivitas fisik intensitas
untuk membentuk jpo.tfmfdujwf! konsentrasi serum PTH sehingga sedang meningkatkan kadar serum
qbsbdfmmvmbs! diboofmt, dapat menurunkan cpof! njofsbm! efotjuz 1,25(OH)2D3 level, menurunkan
meregulasi usbotfqjuifmjbm! dbmdjvn! (BMD), meningkatkan ekskresi PTH dan menurunkan eksresi
usbotqpsu. Protein transmembran kalsium urin, sedikit menurunkan kalsium dalam urin, sedikit
lain dari ujhiu! kvodujpo, yaitu konsentrasi ion kalsium serum meningkatkan ion kalsium dalam
pddmvejo, juga penting untuk namun konsentrasi 1,25-(OH)2D3 plasma, meningkatkan!cpof!njofsbm!
mempertahankan integritas epitel. serum tidak berubah.2,11 efotjuz (BMD), kekuatan tulang,
Sejumlah dzupqmbtnjd! ujhiu! Imobilisasi akan dan rerata pembentukan tulang.
kvodujpo!qspufjot, misalnya protein meningkatkan ekskresi kalsium Keadaan imobilisasi
{povmb! pddmvefot (ZO)-1, -2, -3 urin pada manusia, resorpsi tulang, menurunkan absorpsi kalsium di
dan djohvmjo, juga dapat meregulasi kehilangan massa tulang, menekan duodenum, ekspresi mRNA dari
ekspresi, distribusi, dan fungsi kadar PTH dan 1,25-(OH)2D3 TRPV5, TRPV6, dan Dbmcjoejo.
dmbvejot.11 yang merupakan hormon pengatur E:L sehingga menurunkan ekspresi
kalsium dan ekspresi beberapa mRNA 2!.izespyzmbtf ginjal,
PERAN OLAHRAGA DALAM dbmdjvn! usbotqpsufs! hfoft. namun meningkatkan ekspresi
METABOLISME KALSIUM Imobilisasi juga akan menurunkan mRNA dari 35.izespyzmbtf.
absorpsi kalsium di duodenum
Perubahan metabolisme (terutama pada komponen pasif DAFTAR PUSTAKA
kalsium selama olahraga tergantung transpor), menurunkan ekpresi
dari intensitas olahraga. Olahraga mRNA dari TRPV5, TRPV6 dan 1. Sanders KM, Nowson CA,
dengan intensitas sedang akan Dbmcjoejo.E:L.2,11 Kondisi tersebut Kotowicz MA, Briffa K,
meningkatkan kadar serum menurunkan ekspresi mRNA Devine A, Reid IR. Calcium
1,25(OH)2D3 level, menurunkan dari 2!.izespyzmbtf ginjal yang and Bone Health: Position
PTH dan menurunkan ekskresi mensintesis 1,25-(OH)2D3, namun Statement for The Australian
kalsium dalam urin, sedikit meningkatkan ekspresi mRNA dari and New Zealand Bone and

J K L

; M ? E D N > G > @ G N O P A Q = P R A E N D
e f g h i g j g k l m n m j o g p o g m k l o g m q n k l g r q e i s q n o g f q n t k u v w x y z { y

Mineral Society, Osteoporosis Nutrition and Diet Therapy. K, Krishnamra N,


Australia and The Endocrine Edisi ke-8. Missouri: Mosby, Charoenphandhu N.
Society of Australia. MJA/! 2003; h. 176-81. Endurance swimming
2009;190(6):316-20. 7. Straub DA. Calcium stimulates transepithelial
2. Charoenphandhu N. Physical Supplementation in Clinical calcium transport and alters
Activity and Exercise Practice: A Review of Forms, the expression of genes
Affect Intestinal Calcium Doses, and Indications. Nutr related to calcium absorption
Absorption: A Perspective Clin Pract. 2007;22(3):286- in the intestine of rats. Am
Review. J. Sports Sci. Technol. 96. J Physiol Endocrinol Metab/!
2007;7(1):171-81. 8. Levy MN, Koeppen BM, 2009;296:E775–E86.
3. Shoback DM, Sellmeyer DE. Stanton BA. Digestion and 12. Rauch F, Schoenau E. The
Disorders of The Parathyroids Absorption. Dalam: Levy MN, Developing Bone: Slave
and Calcium Metabolism. In: Koeppen BM, penyunting. or Master of Its Cells
McPhee SJ, Gannong WF. Stanton BA. Berne and Levy and Molecules? Pediatric
Pathophysiology of Disease-! Principles of Physiology. Research. 2001;50:309-14.
An Introduction to Clinical Edisi ke-4. Philadelphia: 13. Kawiyana S. Osteoporosis
Medicine. Edisi ke-5. San Mosby, 2006; h. 488-9. Patogenesis Diagnosis dan
Francisco: Mc.Graw-Hill, 9. Suyecz JA. The use of Penanganan Terkini. J Peny
2006; h. 482-508. calcium and vitamin D in the Dalam. 2009;10(2):157-68.
4. Shiel. Osteoporosis. [diakses management of osteoporosis. 14. Hart KJ, Shaw JM, Vajda E,
14 Desember 2009]. Ther Clin Risk Manag/ Hegsted M, Miller SC. Swim-
Diunduh dari: URL: http:// 2008;4(4):827–36. Trained Rats Have Greater
w w w. m e d i c i n e n e t . c o m / 10. Binder HJ, Reuben A. Nutrient Bone Mass, Density, Strength
osteoporosis/article.htm. 200 Digestion and Absorption. and Dynamics. J Appl Physiol/
9. Dalam: BaronWF, Boulpaep 2001;91:1663-8.
5. Schwab P, Scalapino K. EL, penyunting. Medical 15. Derman O, Cinemre A,
Exercise for Bone Health. Physiology A Cellular and Kanbur N, Dogan M, Kilic
Curr Opin Rheumatol/! Molecular Approach. Edisi M, Karaduman E. Effect
2011;23(2):137-41. ke-2. Canada: Saunders, 2009; of Swimming on Bone
6. Schlenker ED. Minerals. h. 973-4. Metabolism in Adolescents.
Dalam: William SW, Schlenker 11. Teerapornpuntakit J, The Turkish Journal of
ED, penyunting. Essential of Dorkkam N, Wongdee Pediatrics. 2008;50:149-54.

S T U V W X Y X Z Y W [ \ ] ^ _ \ ` ] U W V a b c d