Anda di halaman 1dari 3

Surat Perjanjian Pemberian Kredit

SURAT PERJANJIAN PEMBERIAN KREDIT


Nomor …../ /KSP/BUMDes/…../2014

Pada hari ini ……………… tanggal …… bulan ……… tahun 2014, saya yang bertanda tangan
di bawah ini

I. Nama : NENGAH SUCITA


Jabatan : Ketua BUMDes, Desa Sangsit
Alamat : Banjar Dinas Celuk, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Kab. Buleleng
…………….. bertindak atas nama dan atau Lembaga, yang selanjutnya disebut
Pihak I (Pertama)

II. 1. Nama :
Nomor KTP :
Pekerjaan :
Alamat :

2. Nama :
Nomor KTP :
Pekerjaan :
Alamat
…………….. dengan ini menggabungkan diri masing-masing untuk menanggung hutang sejumlah
dibawah ini atau segala hutang yang akan timbul sehubungan dengan Surat Perjanjia
Pemberian Kredit ini, sehingga dengan demikian baik bersama-sama maupun sendir
sendiri atau salah seorang saja menanggung segala hutang, selanjutnya disebut
Peminjam dan seterusnya disebut Pihak II (Kedua)

Kami kedua belah pihak bertindak sebagai tersebut diatas sepakat untuk mengadakan Perjanjian Kredit denga
ketentuan dan syarat-syarat sebagai berikut :
1 Pihak I (Pertama) mengaku telah menyerahkan kredit kepada Pihak II (Kedua) dan Pihak II (Kedua) tel
mengaku pula menerima kredit sebesar Rp. ………………………… Dari Kantor BUMDes SIDI AME
Desa Sangsit untuk menambah Modal Kerja melaksanakan usaha, dengan syarat :
1.1 Atas pokok pinjaman tersebut dikenakan bunga 1 % menetap, efektif mengikuti angsur
1.2 Pokok pinjaman wajib dibayar oleh Pihak II (kedua) kepada Pihak I (Pertama) secara b
setiap bulan selama……… (………..) bulan, maka angsuran per bulannya adalah Rp. …
1.3 Keterlambatan angsuran oleh Pihak II (Kedua) kepada Pihak I (Pertama) hanya bisa dit
batasan waktu tujuh hari setelah tanggal jatuh tempo, dan selanjutnya dikenakan denda
dari tunggakan Pokok dan bunga Pinjaman
1.4 Apabila Pihak II (kedua) tidak bisa memenuhi kewajibannya untuk mengangsur sesuai
pada bulan berikutnya dan atau seterusnya maka kewajibannya tersebut akan terakumu
ke pokok pinjaman
2 Guna menjamin Pihak II (Kedua) bisa memenuhi kewajibannya kepada Pihak I (Pertama) maka Pihak I
(Kedua) wajib memebeikan Jaminan Kepada Pihak I (Pertama) sebagaimana tersebut di bawah ini :
…………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………….
3 Sehubungan dengan Surat Perjanjian Pemberian Kredit ini, maka Pihak I (Pertama) berhak dan wajib
melakukan pemeriksaan untuk setiap waktu serta meminta keterangan yang diperlukan untuk kebutuhan
BUMDes Sidi
Amerta
4 Dengan adanya Perjanjian Pemberian Kredit ini maka Pihak II (Kedua) dengan tegas menyatakan
Pernyataan sebagai berikut :
4.1 Bersedia memberikan keteragan yang sebenar-benarnya yang diperlukan oleh Pihak I (
tunduk kepada peraturan-peraturan yang telah ditetapkan atau kemudian ditetapkan ole
Sidi Amerta terutama mengenai aturan pemberian pinjaman

BUMDes SIDI AMERTA - PERJANJIAN KREDIT

4.2 Bahwa pinjaman yang diterima dari Pihak I (Pertama) tersebut akan dipergunakan untu
keperluan sebagaimana syarat-syarat (1) diatas, dan sewaktu-waktu siap untuk diperiks
penggunaan
pinjman dimaksud
4.3 Bilama Kredit tidak bisa dilunasi sesuai ketentuan, maka Pihak I (Pertama) berhak untu
seluruh jaminan sehubungan dengan pinjaman ini, baik secara dibawah tangan maupun
maka dengan ini menyatakan sesungguhnya akan menyerahkan/mengosongkan barang
jaminan dan atau barang-barang yang akan diadakan hingga sampai pelunasan Kredit d
4.4 Apabila pernyataan diatas tidak bisa dilaksanakan semestinya, maka Pemberi Pinjman/
bisa melakukannya dengan melibatkan Pihak Keamanan
5 Kuasa-kuasa yang diberikan oleh Pihak II (Kedua) kepada Pihak I (Pertama) sehubungan dengan Pemb
Pinjaman yang dimaksud dengan hak subtitusi dan tidak dapat ditarik kembali/diakhiri baik oleh ketent
Undang-Undang, dan kuasa-kuasa tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dengan Perjanjian Pemb
Pinjaman ini sehingga tanpa adanya kuasa-kuasa ini Perjanjian Kredit tidak akan dibuat
6 Segala sesuatu yang belum diatur dalam Perjanjian Pemberian Kredit ini yang oleh Pihak I (Pertama) d
kemudian dalam surat-menyurat termasuk lembaran syarat-syarat permohonan kredit adalah merupakan
bagian yang tak terpisahkan dari Surat Perjanjian Pemberian Kredit ini
7 Penerapan Sanksi dilaksanakan apabila Pihak II (Kedua) tidak bisa memenuhi kewajibannya seperti dia
maka dilaksanakan penjajagan sebanyak tiga kali oleh Pihak I (Pertama), apabila penjajagan yang dima
tidak menemui hasil maka selanjutnya dilaksanakan pembinaan oleh Kelian Banjar Dinas yang bersang
sebanyak tiga kali, dan apabila belum mendapatkan hasil maka penyelesaiannya diserahkan kepada Pih
yang berwajib dan warga banjar yang lainnya pada Banjar Dinas yang bersangkutan perlu dipertimbang
apabila berkeinginan memohon kredit kepada Pihak I (Pertama)
8 Surat Perjanjian Pemberian Kredit ini mulai berlaku sejak di tandatangani.

Sangsit,
……………
Pihak II
Pihak I (Pertama)
(Kedua),
Meterai
Rp. 6.000

NENGAH SUCITA 1. ………………………. 2. ……