Anda di halaman 1dari 9

Azahra Aini Latifah – 2301943900 - TVBA

Tugas Personal ke - 2

Minggu 7 / Sesi 11

1. Salah satu REA model produksi yang biasanya bersifat khusus atau “unique” adalah REA
Model Nico’s Bottling. Jelaskan cara kerja REA model ini?
Berikut contoh dari REA Model Nico’s Bottling

Event operasional pada proses bisnis tersebut adalah: heat glass compound, pour glass
intomolds, finish and label, dan package the bottles.
Sedangkan sebagai agent adalah personel internal (furnace operators, pourers,
finishers,packagers).
Dan resources nya raw material inventory, equipment, work in process inventory,dan
finished goods inventory.
Dapat disimpulkan bahwa pada model REA Nico’s Bottling masing-masing proses produksi
memiliki masing-masing kegiatannya pula secara spesifik serta role-role tersebut dikalukan
oleh pelaku/pekerjamasing-masing pula

2. Siklus produksi pada umumnya mempunyai empat kegiatan utama yaitu: determine product
production requirement, plan production schedule, produce the product, dan product
costing. Jelaskan maksudnya dan berikan contohnya!

ISYS6300 – Business Process Fundamental


i. Determine Product Production Requirement
Kegiatan pertama dalam production cycle adalah product design. Objektifnya adalah
membuat suatu product yang memenuhi kebutuhan dan persyaratan customer
dalam hal kualitas, daya tahan, dan kegunaan secara bersamaan meminimalisir
biaya produksi. Kegiatan ini menghasilkan 2 output utama. Yang pertama adalah bill
of materials, yang mengspesifikasi deskripsi, kuantitas, dan harga untuk setiap
komponen yang dibutuhkan untuk membuat produk tersebut. Dan yang kedua
adalah operation list, yang mengspesifikasi tahap-tahap yang harus dilakukan dalam
proses produksi, alat dan bahan apa saja yang dibutuhkan, dan berapa lama waktu
yang dibutuhkan untuk setiap tahap.
ii. Plan Production Schedule
Objektif dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan rencana produksi menjadi
efisien untuk pesanan yang sudah ada dan mengantisipasi kebutuhan jangka pendek
sekaligus meminimalisir stok baik raw materials (bahan mentah) atau barang yang
sudah jadi.
Metode perencanaan produksi yang dapat dipakai antara lain:
[1] Material Requirement Planning (MRP) II
Merupakan perluasan dari metode perencanaan kebutuhan bahan (material
requirement planning) yang berupaya menyeimbangkan kapasitas produksi yang ada
dan kebutuhan bahan baku untuk memenuhi permintaan penjualan yang
diperkirakan. Disebut juga sebagai push manufacturing karena barang diproduksi
dengan harapan akan ada permintaan dari pelanggan.
[2] Lean manufacturing
Merupakan perluasan dari prinsip-prinsip sistem persediaan just-in-time ke seluruh
proses produksi untuk meminimalkan atau menghilangkan persediaan bahan baku,
pekerjaan dalam proses, dan barang jadi. Lean manufacturing sering disebut sebagai
pull manufacturing karena barang diproduksi dalam menanggapi permintaan
pelanggan.
Dokumen-dokumen yang dipakai atau dihasilkan dari aktivitas ini antara lain :
[1] Master Production Schedule (MPS) - Menentukan berapa banyak dari setiap
produk yang akan diproduksi selama periode perencanaan dan kapan produksi itu
harus terjadi.
[2] Perintah pelaksanaan produksi (production order) - Sebuah dokumen yang
mengesahkan pembuatan dari jumlah tertentu dari produk tertentu.

ISYS6300 – Business Process Fundamental


[3] Permintaan bahan (material requisition) - Mengesahkan pemindahan atau
pengeluaran bahan baku sejumlah yang diperlukan dari gudang.
[4] Tiket pemindahan (move tickets) - Dokumen yang mengidentifikasi transfer
internal antar bagian, lokasi transfer, dan waktu transfernya.
iii. Produce The Product
Cara penyelesaian aktivitas ini sangat bervariasi di seluruh perusahaan, perbedaan
ini tergantung dari jenis produk yang di produksi dan tingkat otomatisasi yang
digunakan dalam proses produksi. Proses manufaktur saat ini rata-rata sudah
terintegrasi dengan komputer dan robot, hal ini disebut dengan computer-
integrated manufacturing (CIM). CIM adalah proses manufaktur yang menggunakan
pendekatan di mana banyak dari proses manufaktur dilakukan dan dipantau oleh
peralatan komputer, sebagian melalui penggunaan robotika dan pengumpulan data
real-time dari aktivitas manufaktur. Dokumen yang dipakai dalam aktivitas ini adalah
Request for proposal (RFP), permintaan dari organisasi atau departemen ke pemasok
agar memberikan penawaran untuk memasok aset tetap yang memiliki karakteristik
khusus.
iv. Product Costing
Tiga tujuan utama dari kegiatan ini adalah:
(1) Memberikan informasi perencanaan, pengendalian, dan mengevaluasi performa
dari proses produksi.
(2) Menyediakan data akurat mengenai biaya yang produk untuk menjadi acuan
untuk menentukan harga
(3) Mengumpulkan dan memproses informasi yang digunakan untuk mengkalkulasi
persediaan dan keuntungan yang akan digunakan pada laporan keuangan
perusahaan.
Untuk dapat mencapai tujuan-tujuan tersebut maka sistem akuntansi biaya harus
dapat melakukan hal berikut ini: Mengumpulkan data real time tentang kinerja
kegiatan produksi sehingga manajemen dapat membuat keputusan tepat waktu,
mengklasifikasikan biaya berdasarkan berbagai kategori dan kemudian menetapkan
biaya tersebut untuk produk dan unit organisasi tertentu. Dokumen output dari
aktivitas ini adalah Job time ticket - Dokumen yang digunakan untuk mengumpulkan
data tentang aktivitas tenaga kerja dengan mencatat jumlah waktu yang dihabiskan
seorang pekerja untuk setiap tugas pekerjaan tertentu.
Contoh kasus:

ISYS6300 – Business Process Fundamental


PT Gadjah Sakti adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang percetakan dengan menggunakan
metode harga pokok pesanan. Pada bulan September 2004 perusahaan mendapat pesanan untuk
mencetak kartu undangan sebanyak 2400 lembar dari PT Restu dengan harga yang dibebankan
adalah Rp. 2000 per lembar.

Pada bulan yang sama perusahaan juga menerima pesanan sebanyak 100 spandoek dari PT Insani
dengan harga Rp. 200.000 per buah. Pesanan dari PT Restu diberi nomor KU-01 dan pesanan dari
PT Insani diberi nomor SP-02.

Data Kegiatan dan Produksi

(1) Pada tanggal 4 September 2004 dibeli bahan baku dan penolong dengan cara kredit yakni
sebagai berikut :

Bahan baku Bahan penolong


Kertas untuk undangan Rp. 1.350.000 Bahan penolong X1 Rp. 300.000

Kain putih 600 meter Rp. 4.125.000 Bahan penolong X2 Rp. 170.000

(2) Dalam pemakaian bahan baku dan penolong untuk mem proses pesanan KU-01 dan SP-02
diperoleh informasi sebagai berikut:

Bahan baku kertas dan bahan penolong X2 digunakan untuk memproses pesanan no KU-01,
sedangkan bahan baku kain dan bahan penolong X1 dipakai untuk memproses pesanan no
SP-02
(3) Untuk penentuan biaya tenaga kerja yang dikeluarkan oleh departemen produksi
menggunakan dasar jam tenaga kerja langsung dengan perhitungan sbb;
Upah langsung untuk pesanan KU-01 180 jam a. Rp.5000 dan upah langsung untuk pesanan
SP-02 menghabiskan sebanyak 1000 jam a. Rp.5000,-. Sedangkan untuk upah tidak langsung
adalah Rp. 2,9 juta. Untuk gaji karyawan Bagian pemasaran dikeluarkan sebesar Rp.
7.500.000,- dan gaji karyawan administrasi dan umum Rp. 4.000.000,-
(4) Pencatatan Biaya Overhead Pabrik. Perusahaan dalam hal ini menggunakan tarif BOP
sebesar 160 % dari biaya tenaga kerja langsung, baik pesanan KU-01 dan SP-02. Biaya
overhead pabrik sesungguhnya terjadi dalam kaitannya dengan pesanan di atas, adalah
sebagai berikut.

ISYS6300 – Business Process Fundamental


Biaya pemeliharaan gedung Rp. 500.000

Biaya depresiasi gedung pabrik Rp. 2.000.000

Biaya depresiasi mesin Rp. 1.500.000

Biaya pemeliharaan mesin Rp. 1.000.000


Biaya asuransi gedung pabrik dan msn Rp. 700.000

(5) Pencatatan harga pokok produk jadi. Berdasarkan informasi untuk pesanan no KU-01 telah
selesai dikerja kan
(6) Pencatatan harga pokok produk dalam proses. Berdasarkan informasi diketahui bahwa
untuk pesanan no SP-02 masih dalam proses penyelesaian.
(7) Pencatatan harga pokok produk yang dijual. Pesanan no KU-01 telah diserahkan kepada
pemesan. Dan dari penyerahan tersebut pemesan akan membayar dengan cara kredit.

Ancaman yang kemungkinan akan timbul pada kasus diatas yaitu kemungkinan adanya kesalahan
dalam pencatatan dan masukan data yang kemungkinan tidak akurat. Prosedur pengendalian terbaik
adalah dengan mengotomasikan pengumpulan data dengan menggunakan pemindai kode garis,
pembaca kartu dan alat lainnya.

Ketika semua hal itu tidak memungkinkan untuk dilakukan,terminal on line harus digunakan untuk
entri data. Password dan ID pemakai harus digunakan untuk akses hanya ke pegawai yang berhak
saja.

3. System flowchart menggambarkan input, proses, dan output suatu sistem secara lebih rinci
dan menjelaskan pula siapa yang terlibat (entitas) dalam sistem itu. Gambarlah system
flowchart yang menjelaskan pembayaran online dengan OVO, Gopay atau Dana (pilih salah
satu)!
Flowchart proses pembayaran online dengan Gopay:

ISYS6300 – Business Process Fundamental


4. Gambarkan DFD dengan diagram-diagramnya untuk case berikut ini :
Maharani Multi Plus adalah sebuah usaha perorangan yang memiliki fasilitas berikut ini :
a. Laundry
Untuk laundry, konsumen dapat memberikan pakaian yang akan dilaundry dan petugas
akan menimbang dan menentukan harga. Berikutnya pakaian konsumen akan diindeks
oleh petugas sebelum dikirimkan ke bagian pencucian. Pencucuian akan dilakukan
secara terpisah per konsumen. Setelah pencucian selesai dilanjutkan dengan setrika dan
finshing dengan packing. Sesuai ketentuan laundry Maharani proses laundry akan selesai
dalam 3 hari. Konsumen dapat kembali, mengambil laundry dan membayar biayanya.

ISYS6300 – Business Process Fundamental


b. Video games
Konsumen yang ingin main video games harus mendaftar dulu untuk dibukakan akunnya
oleh admin. Setelah login maka counter waktu akan bekerja dan berhenti sesuai paket
bermain yang dipilih konsumen. Sebelum aplikasi tertutup akan muncul message box
yang menanyakan apakah konsumen akan memperpanjang waktu bermain, jika iya
maka system secara otomatis akan melakukan perpanjangan waktu sesuai paket awal
yang dipili konsumen. Setelah selesai maka konsumen harus kembali ke petugas untuk
pembayaran.

c. Penjualan alat tulis kantor


Konsumen yang menginginkan alat tulis kantor dapat melihat barang yang diinginkan
pada etalase atau menanyakan kepada petugas jika menginginkan barang lain. Jika

ISYS6300 – Business Process Fundamental


konsumen menginginkan barang tersebut maka petugas akan membungkusnya dan
konsumen membayar sesuai harga yang ada.

d. Penjualan tiket kereta dan pesawat


Konsumen yang menginginkan tiket baik kereta maupun pesawat dapat melakukan
pemesanan by phone ataupun secara langsung dengan menyebutkan waktu
keberangkatan. Jika tiket sudah ok maka konsumen harus memberikan copy identitas
dan melakukan pembayaran

ISYS6300 – Business Process Fundamental


DAFTAR PUSTAKA
Lecture Notes – The Production Cycle
Romney, Marshal B., Steinbart, Paul John. 2018. Accounting Information System (Global Edition). 14.
Essex: Pearson Education Limited.
Accurate Business Center. (2017, 6 Januari). Siklus Produksi dengan Contoh Case. Diakses 26 Januari
2020, dari https://accuratecloud.id/2017/01/06/siklus-produksi/

ISYS6300 – Business Process Fundamental

Anda mungkin juga menyukai