Anda di halaman 1dari 6

KISI-KISI UJIAN TEORI KEJURUAN

Jenis Sekolah : Sekolah Menengah Kejuruan


Kompetensi Keahlian : Teknik Pengelasan
Tahun Ajaran : 2019/2020
SOAL LATIHAN PENGELASAN
1. Sumber yang dapat digunakan untuk menyiapkan material pengelasan adalah…
a. Lembar informasi b. Lembar kerja c. Lembar operasi d.Lembar evaluasi
2. Alat pelindung diri yang perlu dipakai pada saat menyiapkan material pengelasan adalah…
a. Kacamata bening, sarung tangan dan sepatu
b. Kacamata gelap, sarung tangan dan sepatu
c. Sarung tangan, apron dan kacamat bening
d. Kacamata bening, apron dan sepatu
3. Peralatan yang umumnya digunakan pada penyiapan material yang akan dilas…
a. Penjepit, palu dan sikat baja b. Penjepit, sikat baja dan pahat
c. Pahat, palu dan gerinda/kikir d. Penjepit, palu dan gerinda/kikir
4. Permukaan material yang akan dilas harus dibersihkan dari kotoran berupa…
a. Cat, karat dan lapisan oksida besi b. Karat, lapisan oksida besi dan gemuk/oli
c. Lapisan oksida besi, gemuk/oli dan cat d. Gemuk/oli, cat dan karat
5. Istilah lain untuk las busur metal manual adalah…
a. SMAW b. GMAW c. GTAW d. OAW
6. Pengaturan mesin las busur metal manual yang menghasilkan panas paling tinggi…
a. Faktor yang lain tetap, kabel output diperpanjang
b. Faktor yang lain tetap, kabel output diperpendek
c. Faktor yang lain tetap, arus diperkecil
d. Faktor yang lain tetap, arus diperbesar
7. Berdasarkan standar AWS dua angka pertama setelah huruf E menunjukkan…
a. Jenis salutan b. Kekuatan tarik
c. Posisi Pengelasan d. Karakteristik elektroda
8. Jenis salutan yang digunakan untuk pemakaian umum dibidang konstruksi adalah…
a. Cellulose b. Rutile c. Low hydrogen d. Iron powder
9. Yang perlu diperhatikan dalam pemilihan jenis elektroda adalah…
a. Jenis dan tebal material yang dilas
b. Output mesin las dan tebal material yang dilas
c. Output mesin las dan jenis material yang dilas
d. Tebal dan panjang material yang dilas
10. Komponen/bagian peralatan harus dihubungkan/dirangkai dengan kuat. Apa yang akan
terjadi apabila sambungan tidak kuat….
a. Tidak dapat mengalirkan arus b. Terjadi loncatan bunga api
c. Tidak akan terjadi busur las d. Seluruh kabel las akan menjadi panas
11. Besarnya arus listrik akan sangat mempengaruhi kualitas hasil las. Apa yang dijadikan
dasar untuk menentukan besar arus pengelasan?
a. Jenis material yang dilas b. Tebal material yang dilas
c. Jenis elektroda d. Diameter elektroda
12. Uji coba peralatan las yang baru selesai dihubungkan/dirangkai diperlukan untuk
menjamin…
a. Peralatan dapat berfungsi sesuai spesifikasi
b. Efisiensi peralatan lebih tinggi
c. Terjaminnya busur listrik
d. Hasil pengelasan lebih baik
13. Untuk menjamin hasil rakitan dapat beroperasi sesuai dengan spesifikasi
a. Hasil rakitan harus sesuai dengan gambar kerja
b. Hasil rakitan perlu diuji coba
c. Hasil rakitan diberi label/ditandai
d. Urutan perakitan komponen sesuai langkah kerja
14. Distorsi merupakan salah satu kerugian yang harus dihindari. Faktor penyebab terjadinya
distorsi adalah…
a. Penggunaan elektroda yang tidak sesuai dengan material
b. Pengaturan output mesin las tidak sesuai dengan elektroda
c. Pemuaian dan penyusutan material yang tidak merata
d. Panas yang dihasilkan busur tidak mencukupi
15. Seorang pengelas harus mampu menghindari atau mencegah terjadinya distorsi. Upaya
yang tidak banyak mengurangi terjadinya distorsi adalah…
a. Menggunakan arus seminimal mungkin
b. Membuat las catat sebelum pengelasan
c. Memberikan “pre-set” setalah dilas catat
d. Menggunakan elektroda yang kecil dan pengelasan berulang-ulang
16. Distorsi dapat dicegah mulai dari persiapan sampai pada proses pengelasan. Perkakas yang
perlu dipersiapkan untuk mengurangi distorsi adalah….
a. Jig, klem C dan klem siku b. Klem siku, smitang dan klem C
c. Jig, klem C dan smitang d. Smitang, jig dan klem siku
17. Kerusakkan las yang sudah terjadi harus diperbaiki agar kekuatan las tetap terjamin. Salah
satu kerusakan las adalah bagian akhir las “teroksidasi”, upaya perbaikkannya….
a. Terak dibersihkan kemudian dilas ulang dengan arus diperbesar
b. Bagian yang teroksidasi digerinda kemudian dilas dengan arus yang sama
c. Terak dibersihkan kemudian dilas ulang dengan diameter elektroda yang lebih besar
d. Bagian yang teroksidasi digerinda kemudian dilas dengan diameter elektroda lebih
besar.
31. Las oksi asetilena dalam istilah lain disebut : a. LOA b. GTAW c. OAW d. SMAW
32. Material yang tersedia terutama bahan induk las yang tepi sisi lasnya berkarat/korosi,
sebelum dilas sebaiknya dibersihkan dengan perkakas yang tepat seperti a. Dipahat lalu
diukur b. Digosok kertas pasir lalu disikat kawat

33. Bentuk kampuh pada sambungan sudut maupun tumpul tergantung pada a. Tebal bahan
b. Lebar/panjang bahan c. Kebutuhan pengelasan d. Diameter bahan tambah 34. Peralatan
pengelasan yang harus dihubungkan, kecuali a. Regulator oksigen atau asetilena ke silinder
oksigen atau asetilena. b. Selang las oksigen atau asetilena ke regulator oksigen atau
asetilena. c. Pembakar las ke selang oksigen atau asetilena. d. Mulut pembakar / tip ke
selang. 35. Ada tiga jenis nyala api pada proses las karbit salah satunya dipakai untuk
pengelasan baja karbon rendah. Nyala api tersebut adalah: a. Nyala netral b. Nyala
biru c. Nyala oksidasi d. Nyala karburasi 36. Regulator meter tekanan gas dihubungkan
pada botol dengan mur nipel, kedua jenis regulator mempunyai ciri drat yang berbeda yaitu
ulir kanan dan ulir kiri. Untuk ulir kiri biasanya terdapat pada mur nipel a. regulator gas
oksigen b. regulator gas asetelin c. regulator gas argon d. regulator gas aktif 37. Tekanan
kerja zat asam/oksigen untuk pembakar jenis injector, yaitu a. 1,0 Bar b. 1,5 Bar c. 2,0 Bar
d. 2,5 Bar
a. Mutu/kualitas las jangan terlalu kuat b. Dilas sepintas saja c. Kualitasnya harus sama
dengan pengelasan d. Bila dilas mudah untuk dibongkar kembali 39. Distorsi adalah efek
samping dari proses pemanasan dan pendinginan suatu pengelasan. Berbagai metoda
diterapkan untuk pencegahan. Salah satunya a. Dilas dengan hati-hati b. Dilas melintang
dan memanjang c. Dilas dengan kecepatan lambat d. Dilas dengan benda kerja tetap dalam
jepitan jigs 40. Kualitas sambungan yang baik juga harus memperhatikan hal-hal tersebut
dibawah ini a. Benda kerja dibersihkan dengan air b. Benda kerja diamati lalu dibersihkan
dengan sikat kawat c. Benda kerja dibiarkan apa adanya d. Benda kerja panas dipegang
dengan penjepit 41. Porositas adalah salah satu ciri cacat las dalam sambungan las, hal itu
bisa diakibatkan oleh a. Penjelasan dilaksanakan dengan nyala netral b. Jarak nyala inti
terlalu jauh dari cairan logam panas c. Udara atmosfir kurang bersatu dengan pembakaran
d. Campuran gas pembakar seimbang 42. Cacat las harus diidentifikasi secara visual lalu
ditandai untuk perbaikan. Salah satu syarat perbaikan pada cacat las: a. Dilas kembali
dengan kualitas yang seragam b. Disikat untuk dibersihkan saja c. Dipukul untuk diratakan
kembali d. Dipanaskan kembali untuk mencegah distorsi 43. Pemotongan dengan
pemotong gas memerlukan peralatan keselamatan kerja yang harus sesuai dengan
kegunaannya berupa: a. Topi, kacamata, masker dan sarung tangan. b. Topi, kacamata las,
masker dan sarung tangan. c. Topi, kacamata las, sepatu dan sarung tangan. d. Topi,
kacamata, sepatu dan sarung tangan.

a. Pandangan depan, samping kanan dan bawah. b. Pandangan depan, atas dan samping
kanan. c. Pandangan depan, samping kiri dan atas. d. Pandangan depan, samping kiri dan
bawah. 45. Perbandingan tekanan kerja yang benar untuk pemotongan dengan oksi-
asetilena adalah: a. Zat asam sama dengan asetilena. b. Zat asam lebih besar dari asetilena.
c. Zat asam lebih kecil dari asetilena. d. Zat asam volumenya lebih besar dari asetilena. 46.
Gas potong yang paling baik digunakan untuk memotong dengan gas adalah: a. asetilena
c. zat asam b. elpiji d. gas alam 47. Nyala api potong untuk
memotong dengan pemotong gas adalah: a. netral c. karburasi b.
oksidasi d. netral sedikit oksidasi 48. Bahan bakar untuk pemotongan
dengan oksi-asetilena yang terbaik menggunakan: a. Zat asam dan asetilena c. Zat asam
dan hidrogen b. Zat asam dan blue gas d. Zat asam dan oksigen 49. Perbedaan antara
pengelasan dengan oksi-asetilena dan pengelasan dengan oksi-elpiji untuk memotong
adalah pada: a. Proses pemotongan c. Gas pemotong b. Hasil pemotong d.
Pembakar pemotong 50. Kebocoran pada oksi-asetilena yang seringkali terjadi pada
pemasangan selang bahan bakar dapat diketahui dengan cara: a. Melihat tekanan
manometer berkurang. b. Memoles selang dengan air sabun. c. Menempelkan pada telinga.
d. Menempelkan pada bagian kulit