Anda di halaman 1dari 32

eeee

EXECUTIVE SUMMARY
MEDICAL CHECK UP
BERBASIS KEDOKTERAN OKUPASI

PT. Satyamitra Kemas Lestari

DESEMBER 2019

Jl. CitraRaya Boulevard Blok V 00/08 sek. 3.4


Citra Raya Tangerang
Phone : 021 5940 5555
021 59408911 (Emergency Call)
www.ciputrahospital.com
KATA PENGANTAR

Pertama-tama, kami ingin mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha
Esa, karena berkat dan rahmatNya laporan analisis hasil MCU berupa executive
summary ini dapat terselesaikan dengan baik.

Dokumen ini dibuat dalam rangka pelaporan kegiatan Medical Check Up (MCU)
pekerja yang berbasis Kedokteran Okupasi, di perusahaan PT. Satyamitra Kemas
Lestari. MCU berbasis Kedokteran Okupasi pada dasarnya adalah pemeriksaan
kesehatan berkala pada tenaga kerja yang sesuai dengan Permenakertrans No. 2
tahun 1980 pasal 3 ayat 1 tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja, karena
MCU berbasis Kedokteran Okupasi adalah MCU berbasis risiko pekerjaan. Setiap
tenaga kerja yang diperiksa tidak hanya diperiksa kesehatannya, namun juga
dilakukan penilaian atau analisa terhadap berbagai pajanan (exposure atau
“pengaruh-pengaruh dari pekerjaan”), sehingga dapat ditentukan fitness status-nya
dan juga kemungkinan terdapat Penyakit Akibat Hubungan Kerja. Berhubung karena
Unit MCU Ciputra Hospital CitraRaya Tangerang sejak tahun bulan Juli 2017 telah
mendapatkan sertifikasi PJK3 dari Kemnaker, maka semenjak itu kami diwajibkan oleh
Kemnaker untuk menjalankan MCU Berbasis Kedokteran Okupasi pada setiap
pelaksanaan MCU berkala pekerja.

Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak manajemen perusahaan PT.
Satyamitra Kemas Lestari yang mempercayai pelaksanaan MCU berkala bulan
Desember 2019 ini melalui Tim MCU Ciputra Hospital CitraRaya Tangerang (CHCRT).

Akhir kata, semoga dokumen ini membawa manfaat bagi perusahaan dalam
menentukan arah kebijakan K3 di lingkungan kerja perusahaan.

Tangerang, Januari 2020

Dr. David Rudy Wibowo, Sp.Ok


Penulis / Dokter Penanggung Jawab MCU

2
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................... 4


I.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan MCU ................................................................................................................ 4
I.2 Paket MCU .................................................................................................................................................................... 4
I.3 Karakteristik Peserta MCU ...................................................................................................................................... 4
I.3.1 Karakteristik Demografis .................................................................................................................................... 4
I.3.2 Kebiasaan Peserta MCU ...................................................................................................................................... 5
BAB II DESKRIPSI PAJANAN DI TEMPAT KERJA ....................................................... 6
II.1 Pengertian Pajanan ................................................................................................................................................ 6
II.2 Golongan Fisika ..................................................................................................................................................... 6
II.3 Golongan Kimia ..................................................................................................................................................... 7
II.4 Golongan Biologi .................................................................................................................................................. 8
II.5 Golongan Ergonomi.............................................................................................................................................. 8
II.6 Golongan Psikososial ........................................................................................................................................... 9
BAB III HASIL PEMERIKSAAN KESEHATAN ............................................................ 11
III.1 Temuan Pada Pemeriksaan Fisik dan Tanda Vital .................................................................................. 11
III.2 Temuan Pada Pemeriksaan Laboratorium.................................................................................................. 13
III.3 Temuan Pada Pemeriksaan Penunjang Non Laboratorium .................................................................. 13
BAB IV ANALISIS HASIL MCU ............................................................................... 15
IV.1 Temuan Terbesar ................................................................................................................................................ 15
IV.1.1 Temuan Terbesar Kategori Penyakit Umum ....................................................................................... 15
IV.1.2 Temuan Terbesar Kategori Penyakit Terkait Kerja .......................................................................... 17
IV.1.3 Temuan Terbesar Kategori Suspek Penyakit Akibat Kerja............................................................ 20
IV.2 Fitness Status ........................................................................................................................................................ 22
IV.3 Sepuluh Penyakit Terbesar Selama 3 Tahun Terakhir ........................................................................... 23
IV.4 Rekomendasi Bagi Perusahaan ...................................................................................................................... 23
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN......................................................................... 25
V.1 Kesimpulan ........................................................................................................................................................... 25
V.2 Saran........................................................................................................................................................................ 25
LAMPIRAN .......................................................................................................... 26

3
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan MCU


Pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU) berbasis Kedokteran Okupasi
pada pekerja di PT. Satyamitra Kemas Lestari telah dilakukan pada tanggal 17-19
Desember 2019 secara on-site di lokasi yang telah disepakati antara manajemen
perusahaan dengan Tim MCU CHCRT. Saat pelaksanaan MCU, juga telah dilakukan
survey singkat di kalangan pekerja perusahaan untuk mengenali macam-macam
faktor pajanan (exposure) yang berpotensi mempengaruhi kesehatan pekerja.

I.2 Paket MCU


Terdapat dua jenis paket standar MCU karyawan PT. Satyamitra Kemas Lestari bulan
Desember 2019 yang telah disepakati bersama antara pihak perusahaan dan CHCRT
selaku provider MCU. Rincian selengkapnya terangkum dalam Tabel I-1

Tabel I-1. Jenis Paket MCU karyawan PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019

No. Komponen Paket MCU Paket A Paket B


1. Pemeriksaan Fisik oleh Dokter MCU (termasuk TD, TB, BB,
✓ ✓
visus, buta warna)
2. Hematologi Rutin (Hb, Ht, Leukosit, Trombosit) ✓ ✓
3. Urine Lengkap ✓ ✓
4. Radiologi: Thorax PA ✓ ✓
5. Audiometri ✓

I.3 Karakteristik Peserta MCU


Jumlah populasi pekerja yang menjalani pemeriksaan kesehatan sebanyak 690 orang.
Pengumpulan data kesehatan peserta MCU dilakukan oleh perawat MCU maupun
dokter pemeriksa MCU yang telah mendapatkan Surat Keterangan Penunjukan (SKP)
dari Kemnaker. Data kesehatan diperoleh secara anamnesa (wawancara langsung),
pemeriksaan fisik oleh dokter, pengukuran tanda-tanda vital oleh perawat, dan
pemeriksaan penunjang medis yang sesuai kesepakatan. Karakteristik peserta
pemeriksaan kesehatan diuraikan dalam variabel kelompok umur, jenis kelamin,
kesehatan, kebiasaan, dan kelompok pekerjaan.

I.3.1 Karakteristik Demografis


Pekerja yang mendominasi pada pemeriksaan kali ini adalah pekerja laki-laki. Pekerja
laki-laki dengan kelompok usia di bawah 40 tahun memiliki jumlah proporsi yang paling
____________________________________________________________________________________________

4
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________
besar dari keseluruhan peserta MCU yaitu sebanyak 571 orang (82,75%). Distribusi
peserta MCU menurut jenis kelamin dibandingkan dengan kelompok usia disajikan
pada gambar berikut ini.

Distribusi Pekerja Berdasarkan Jenis


Kelamin dan Kelompok Usia

90,00% 4,20%
80,00%
70,00%
60,00% ≥ 40 tahun
50,00% 82,75% < 40 tahun
40,00%
30,00%
20,00% 0,29%
10,00% 12,75%
0,00%
Laki-laki Perempuan
Gambar I-1. Jenis Kelamin Peserta MCU Dibandingkan dengan Kelompok Usia

I.3.2 Kebiasaan Peserta MCU


Kebiasaan pekerja yang menjadi peserta MCU dalam berolahraga, kebiasaan
merokok, dan minum minuman keras disajikan pada tabel berikut ini:

Tabel I-2. Kebiasaan Peserta MCU

Kebiasaan Jumlah Persentase


Olahraga rutin Tidak pernah / jarang 326 47,25%
1-2 kali/minggu 283 41,01%
3-5 kali/minggu 47 6,81%
Kebiasaan Merokok Tidak 358 51,88%
Sudah berhenti 27 3,91%
Masih merokok 305 44,20%
Kebiasaan minum Tidak 642 93,04%
minuman keras Sekali-sekali 41 5,94%
Rutin 7 1,01%

____________________________________________________________________________________________

5
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________

BAB II
DESKRIPSI PAJANAN DI TEMPAT KERJA

II.1 Pengertian Pajanan


Pajanan (exposure) adalah sumber bahaya potensial di tempat kerja yang dapat
menimbulkan Penyakit Akibat Kerja (PAK). Pajanan yang ada di lingkungan kerja
dikelompokkan menjadi golongan fisika, golongan kimia, golongan biologi, golongan
ergonomi, dan golongan psikososial. Pengumpulan data pajanan yang dialami pekerja
dilakukan melalui pengisian kuesioner oleh masing-masing pekerja, yang kemudian
divalidasi kembali oleh dokter pemeriksa kesehatan tenaga kerja.

II.2 Golongan Fisika


Faktor penyebab PAK yang termasuk golongan fisika adalah suhu ekstrem, bising,
pencahayaan, vibrasi (getaran), radiasi pengion, radiasi non pengion dan tekanan
udara ekstrem. Bekerja di tingkat kebisingan di atas 85 desibel dapat menyebabkan
tuli akibat bising. Bekerja di lingkungan dengan suhu atau tekanan panas dapat
menyebabkan dehidrasi dan penyakit-penyakit akibat pengeluaran keringat
berlebihan. Bekerja di lingkungan yang bersuhu dingin dapat memicu alergi pada
orang-orang tertentu. Pajanan radiasi non pengion (termasuk sinar matahari) yang
berlebihan dapat memicu terjadinya katarak. Getaran lokal di tangan ketika
mengoperasikan alat atau mesin yang bergetar dapat menyebabkan tangan
kesemutan (neuropati perifer). Getaran yang mengenai seluruh tubuh dapat
memperberat atau memicu Low Back Pain (sakit pinggang).

Tabel di bawah ini mendeskripsikan adanya pajanan golongan fisika yang signifikan
menurut departemennya.

Tabel II-1. Pajanan Golongan Fisika

Golongan
Departemen Risiko Penyakit
Fisika
Kebisingan Corrugator 3, Die-Cut, Finishing/Die-Cut, Finishing/Notching, Tuli akibat bising
Logistik/Paper Roll/Checker, Maintenance, Offset/Cetak, Hipertensi
Offset/Die-Cut/Laser Com, Offset/Finishing, Offset/Logistik/Forklift,
Offset/Maintenance, Offset/Pd & D, Offset/Post-Press, Offset/QC,
Offset/Rigid Box, P_Print/Corrugator , Polar, Produksi/Corrugator,
Produksi/Flexo, Produksi/Flexo/Finishing, Quality Assurance
Suhu/tekanan Corrugator 3, Die-Cut, Finishing/Die-Cut, Finishing/Lem Manual, Dehidrasi
Finishing/Notching, General Affair, Logistik/Forklif, Logistik/Paper Miliaria (biang keringat)
panas
Roll/Checker, Maintenance, Offset/Die-Cut/Laser Com,
(di atas 28 °C) Hipertensi yang diperberat
Offset/Logistik, Offset/Logistik/Forklift, Offset/Pd & D, Offset/Post-
pekerjaan
Press, Offset/QC, P_Print/Corrugator , P_Print/Maintenance,
P_Print/Web Flexco, Polar, PPIC, Produksi/Corrugator,
Produksi/Flexo, Produksi/Flexo/Finishing, QC, QC Rigid Box, Rigid
Box
Suhu/tekanan Offset/Maintenance Rhinitis Alergika
dingin Asma yang diperberat udara
(di bawah 16 °C) dingin
Urtikaria yang dicetuskan oleh
udara dingin

____________________________________________________________________________________________

6
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________

Golongan
Departemen Risiko Penyakit
Fisika
Radiasi non General Affair, Maintenance, Offset/Die-Cut/Laser Com Dermatitis Fotokontak
pengion Katarak
(sinar matahari, UV,
IR, laser, medan listrik,
gelombang
elektromagnetik, dll.)
Getaran lokal Finishing/Notching, Maintenance, Offset/Die-Cut/Laser Com, Hand-Arm Vibration Syndrome
Offset/Maintenance, P_Print/Maintenance, Polar Carpal Tunnel Syndrome
pada tangan

Getaran Finishing/Die-Cut, Logistik/Forklif, Maintenance, Offset/Cetak, Low Back Pain


Offset/Logistik/Forklift, Offset/Post-Press, Polar
seluruh tubuh

II.3 Golongan Kimia


Faktor penyebab PAK yang termasuk golongan kimia adalah semua bahan kimia
dalam bentuk debu, uap, uap logam, gas, larutan, kabut, partikel nano dan lain-lain.
Pajanan bahan-bahan kimia tertentu ada yang menyebabkan gangguan pernapasan
(sesak napas, asma akibat kerja, bronkhitis industri, pneumonitis hipersensitif, dll.),
iritasi mata dan hidung, bahkan ada yang menyebabkan gangguan fungsi hati
dan/atau ginjal.

Tabel di bawah ini mendeskripsikan adanya pajanan golongan kimia yang signifikan
menurut departemennya.

Tabel II-2. Pajanan Golongan Kimia

Golongan
Departemen Risiko Penyakit
Kimia
Terpajan debu Finishing/Die-Cut, Finishing/Lem Manual, Logistik/Forklif, Asma yang diperberat oleh
Maintenance, Offset/Cetak, Offset/Die-Cut/Laser Com, Offset/QC, pajanan debu
Polar, Produksi/Corrugator, Produksi/Flexo
ISPA
Bronchitis
Bronchopneumonia
Pterigium, dll.
Asap General Affair, Logistik/Forklif, Maintenance, Offset/Cetak, Bronchitis
Offset/Die-Cut/Laser Com, Offset/Logistik/Forklift, Polar Bronchopneumonia
Pneumonitis Hipersensitif
Kanker paru
Uap/asap General Affair, Offset/Die-Cut/Laser Com Metal Fume Fever
logam Kanker Hati
Pelarut Finishing/Notching, Mounting, Offset/Cetak, Offset/Die-Cut/Laser Gangguan Fungsi Paru
Com, Offset/Logistik, Offset/Maintenance, Offset/Rigid Box,
organik atau P_Print/Maintenance, QC
Restriktif
bahan yang
mudah
menguap
Zat Iritan Finishing/Die-Cut, Maintenance, Offset/Cetak, Offset/Die-Cut/Laser Dermatitis Kontak Iritan
(klorin, hanscrub, Com, Offset/Logistik, Offset/Post-Press, Offset/Rigid Box,
alcohol, dll.) P_Print/Maintenance, P_Print/Web Flexco, QC

____________________________________________________________________________________________

7
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________

II.4 Golongan Biologi


Faktor penyebab PAK yang termasuk golongan biologi adalah mikroba penyebab
penyakit seperti: bakteri, virus, jamur, bioaerosol dan lain-lain. Mikroba penyebab
penyakit tersebut dapat ditularkan lewat lingkungan yang kotor, bahan infeksius,
maupun dari orang lain yang sedang sakit. Beberapa penyakit seperti Demam
Berdarah Dengue dan Malaria dapat ditularkan lewat gigitan nyamuk yang merupakan
vektor penyakit.

Tabel di bawah ini mendeskripsikan adanya pajanan golongan biologi yang signifikan
menurut departemennya.

Tabel II-3. Pajanan Golongan Biologi

Golongan Biologi Departemen Risiko Penyakit

Mengalami kontak dengan Customer Service, General Affair/HSE/Perawat Common Cold, ISPA,
lingkungan/bahan/ orang Bronchitis, dll.
lain yang infeksius,
sehingga berpotensi
tertular bakteri/virus/jamur/
parasit
Banyak nyamuk atau Offset/Logistik/Forklift, Polar Demam Berdarah
vektor penyakit lainnya Malaria (hanya daerah
endemis tertentu saja)

II.5 Golongan Ergonomi


Faktor penyebab PAK yang termasuk golongan ergonomi adalah angkat angkut berat,
posisi kerja janggal, posisi kerja statis, gerak repetitif, penerangan, Visual Display
Terminal (VDT) dan lain-lain. Mengangkat beban berat secara manual dapat
mencetuskan gangguan muskuloskeletal seperti nyeri pinggang, nyeri bahu, nyeri
lengan, dll. Bekerja dengan posisi tidak ergonomis (posisi jongkok, memiringkan
badan, membungkuk, menunduk, lengan terangkat, dll.) dapat mencetuskan nyeri
pinggang dan nyeri bahu. Gerakan repetitif, misalnya saat mengetik di depan komputer
dapat mencetuskan Carpal Tunnel Syndrome. Pencahayaan yang kurang atau terlalu
silau dapat menyebabkan gangguan penglihatan. Berdiri terlalu lama (4 jam atau lebih)
dapat menyebabkan nyeri pada lutut, pergelangan kaki, tumit, dan telapak kaki. Duduk
terlalu lama (4 jam atau lebih) dapat menyebabkan sakit pinggang. Bekerja
menggunakan monitor/komputer yang terlalu lama dapat menyebabkan kelelahan
mata.

Tabel di bawah ini mendeskripsikan adanya pajanan golongan ergonomi yang


signifikan menurut departemennya.

____________________________________________________________________________________________

8
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________
Tabel II-4. Pajanan Golongan Ergonomi

Golongan Ergonomi Departemen Risiko Penyakit

Manual Material Handling Corrugator 3, Die-Cut, Finishing/Die-Cut, Hipertensi yang diperberat


(angkat angkut berat, laki-laki Finishing/Lem Manual, Finishing/Notching, General
pekerjaan
>5 kg, perempuan >3 kg) Affair, Maintenance, Offset/Cetak, Offset/Die-
Cut/Laser Com, Offset/Logistik,
Offset/Maintenance, Offset/Post-Press, Offset/QC,
P_Print/Corrugator , P_Print/Maintenance, Polar,
Produksi/Corrugator, Produksi/Flexo/Finishing,
Rigid Box
Bekerja dengan posisi Finishing/Die-Cut, Finishing/Notching, General Low Back Pain
tidak ergonomis Affair, Maintenance, Mounting, Offset/Die-
Shoulder Pain
(awkward position) Cut/Laser Com, Offset/Logistik/Forklift,
Offset/Maintenance, Offset/Post-Press,
P_Print/Corrugator , Polar, Rigid Box
Gerakan berulang Accounting, Accounting/Finance, Die-Cut, Carpal Tunnel Syndrome
(repetitif) dengan Finishing/Die-Cut, Finishing/Lem Manual,
Arm Pain
Finishing/Notching, General Affair, Maintenance,
tangan/lengan
Offset/Die-Cut/Laser Com, Offset/Finishing,
(misalnya gerakan mengetik
Offset/Logistik, Offset/Maintenance, Offset/Pd & D,
atau menulis)
Offset/Post-Press, Offset/QC, Offset/Rigid Box,
P_Print/Maintenance, P_Print/PPIC, Polar,
Produksi/Corrugator, Produksi/Flexo,
Produksi/Flexo/Finishing, Quality Assurance, Rigid
Box
Masalah Pencahayaan Finishing/Notching, General Affair, Maintenance, Asthenopia
(terlalu silau ataupun terlalu Offset/Die-Cut/Laser Com, Polar
gelap)
Berdiri lama Corrugator 3, Die-Cut, Finishing/Die-Cut, Knee Pain
(4 jam atau lebih) Finishing/Lem Manual, Finishing/Notching, General
Ankle Pain
Affair, Offset/Cetak, Offset/Die-Cut/Laser Com,
Offset/Finishing, Offset/Post-Press, Offset/QC, Plantar Fasciitis
Offset/Rigid Box, P_Print/Corrugator , P_Print/QC,
Polar, Produksi/Corrugator, QC
Duduk lama Accounting, Accounting/Finance, Customer Low Back Pain
(4 jam atau lebih) Service, Logistik/Forklif, Mounting,
Memperberat riwayat Hernia
Offset/Logistik/Forklift, Offset/Pd & D, Quality
Assurance Nukleus Pulposus
Menggunakan Accounting, Accounting/Finance, Customer Low Back Pain
monitor/komputer Service, Maintenance, Offset/Csr, Offset/Die-
Carpal Tunnel Syndrome
(4 jam atau lebih) Cut/Laser Com, Offset/Logistik, Offset/Pd & D,
P_Print/PPIC, P_Print/QC, Produksi/Flexo, Quality Computer Vision Syndrome
Assurance

II.6 Golongan Psikososial


Faktor penyebab PAK yang termasuk golongan psikososial adalah beban kerja
kualitatif dan kuantitatif, organisasi kerja, kerja monoton, hubungan interpersonal,
kerja shift, lokasi kerja dan lain-lain. Semua ini disebut juga “stressor psikososial”, dan
merupakan faktor risiko dari beberapa penyakit degeneratif seperti Hipertensi dan
Diabetes Mellitus.

Tabel di bawah ini mendeskripsikan adanya pajanan golongan psikososial yang


signifikan menurut departemennya.

____________________________________________________________________________________________

9
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________
Tabel II-5. Pajanan Golongan Psikososial

Golongan Psikososial Departemen Risiko Penyakit

Bekerja monoton Accounting/Finance, Offset/Csr, Stress Kerja (Boredom,


Offset/Logistik/Forklift, Polar Depresi)
Beban atau tuntutan kerja Accounting/Finance, General Affair/HSE/Perawat, Stress Kerja (Burnout
Logistik/Paper Roll/Checker, Maintenance, syndrome, Chronic Fatigue
berlebih secara mental
Offset/Logistik/Forklift, P_Print/Maintenance, Polar,
Syndrome)
Quality Assurance
Hipertensi yang diperberat
pekerjaan
Diabetes Mellitus yang
diperberat pekerjaan
Dispepsia/GERD yang
diperberat pekerjaan
Pembagian tugas kerja General Affair Stress Kerja (Burnout
yang tidak jelas, bekerja syndrome, Chronic Fatigue
multitasking, dan Syndrome)
Hipertensi yang diperberat
hambatan jenjang karir
pekerjaan
Diabetes Mellitus yang
diperberat pekerjaan
Dispepsia/GERD yang
diperberat pekerjaan
Kerja shift/giliran atau jaga Corrugator 3, Die-Cut, Finishing/Die-Cut, Hipertensi yang diperberat
Finishing/Lem Manual, Finishing/Notching, General pekerjaan
malam
Affair, General Affair/HSE/Perawat, Logistik/Forklif,
Diabetes Mellitus yang
Logistik/Paper Roll/Checker, Offset/Cetak,
diperberat pekerjaan
Offset/Die-Cut/Laser Com, Offset/Finishing,
Offset/Logistik, Offset/Logistik/Forklift,
Offset/Maintenance, Offset/Pd & D, Offset/Post-
Press, Offset/QC, Offset/Rigid Box,
P_Print/Corrugator , P_Print/PPIC, P_Print/Web
Flexco, Polar, PPIC, Produksi/Corrugator,
Produksi/Flexo, Produksi/Flexo/Finishing, QC, QC
Rigid Box

____________________________________________________________________________________________

10
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________

BAB III
HASIL PEMERIKSAAN KESEHATAN

III.1 Temuan Pada Pemeriksaan Fisik dan Tanda Vital


Pemeriksaan Fisik adalah tindakan yang dilakukan oleh dokter MCU dalam memeriksa
tubuh pasien untuk menemukan adanya kelainan atau tanda-tanda penyakit. Selain
melakukan pemeriksaan, dokter MCU juga melakukan anamnesa atau wawancara
singkat kepada pasien atau peserta MCU tentang keluhannya saat ini, riwayat penyakit
(terutama yang sering dialami dalam 1 tahun terakhir), riwayat alergi, riwayat
pengobatan, riwayat penyakit dalam keluarga, dan riwayat kebiasaan. Hasil
pemeriksaan kemudian dicatat dalam formulir pemeriksaan MCU. Sedangkan
pemeriksaan Tanda Vital mencakup pemeriksaan tinggi badan (TB), berat badan (BB),
tekanan darah (TD) dan pemeriksaan skrining buta warna. Pemeriksaan tanda vital
dilakukan oleh perawat MCU.

Adakalanya beberapa kesimpulan atas temuan pada Pemeriksaan Fisik dan Tanda
Vital dapat langsung ditentukan tanpa melihat pemeriksaan penunjang, namun ada
juga penyakit-penyakit tertentu yang tidak dapat disimpulkan tanpa pemeriiksaan
tambahan. Semua temuan yang dirangkum dalam Kesimpulan MCU bukanlah suatu
diagnosis pasti. Perlu adanya tindak lanjut dari peserta MCU yang bersangkutan untuk
menindaklanjuti hasil temuannya tersebut ke dokter spesialis terkait. Yang perlu
diingat oleh setiap pasien MCU adalah tindakan Pemeriksaan Fisik bertujuan untuk
mencari adanya kelainan atau tanda-tanda penyakit, bukan untuk memberikan
pengobatan kepada pasien MCU.

Tabel berikut ini adalah rangkuman temuan kelainan atau tanda-tanda penyakit yang
disimpulkan hanya dari pemeriksaan fisik dan tanda vital.

Tabel III-1. Temuan Dari Pemeriksaan Fisik dan Tanda Vital

Pemeriksaan Temuan Peserta Persentase


Normotensi 535 77,54%
Prehipertensi 63 9,13%
Pemeriksaan
Hipertensi stage 1 84 12,17%
Tekanan Darah
Hipertensi stage 2 8 1,16%
Hipertensi tidak terkontrol 0 0,00%
Pemeriksaan Underweight (BMI: < 18,5 kg/m2) 91 13,19%
berat badan dan Normoweight (BMI: 18,5 s/d 24,9 kg/m2) 447 64,78%
tinggi badan
untuk Overweight (BMI: 25,0 s/d 29,9 kg/m2) 123 17,83%
menentukan Obesitas class 1 (BMI: 30,0 s/d 34,9 kg/m2) 23 3,33%
Indeks Massa
Tubuh atau Body Obesitas class 2 (BMI: 35,0 s/d 39,9 kg/m2) 5 0,72%
Mass Index Obesitas class 3 (BMI: > 40 kg/m2) 1 0,14%

____________________________________________________________________________________________

11
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________
Tabel III-2. Temuan Dari Pemeriksaan Fisik dan Tanda Vital (lanjutan)

Pemeriksaan Temuan Peserta Persentase


Kepala Cephalgia (Sakit Kepala) 5 0,72%
Pemeriksaan Tajam Tajam Penglihatan Normal /terkoreksi 498 72,17%
Penglihatan
Myopia (termasuk yang tidak terkoreksi) 149 21,59%
Hipermetropia (termasuk yang tidak terkoreksi) 1 0,14%
Presbiopia (termasuk yang tidak terkoreksi) 9 1,30%
Kelainan refraksi campuran (termasuk yang
33 4,78%
tidak terkoreksi)
Skrining Buta Buta Warna Parsial 22 3,19%
Warna
Buta Warna Total 0 0,00%
Pemeriksaan mata Conjungtivitis 0 0,00%
Pterygium 0 0,00%
Infeksi kelopak mata (Hordeolum) 0 0,00%
Pemeriksaan THT Gangguan Pendengaran 1 0,14%
Rhinitis Alergika 0 0,00%
Tonsilofaringitis 15 2,17%
Hipertrofi Tonsil 14 2,03%
Pemeriksaan mulut Karang gigi 201 29,13%
dan gigi
Gigi berlubang 309 44,78%
Sisa akar gigi 4 0,58%
Gigi tanggal 121 17,54%
Malposisi gigi 1 0,14%
Gangren pulpa 15 2,17%
Impaksi gigi 0 0,00%
Keluhan sesak napas 3 0,43%
Sistem Pernapasan
Riwayat Asma Bronkhial 0 0,00%
Sistem Pencernaan Pernah sakit maag dalam 1 tahun terakhir 75 10,87%
Dispepsia / Gastritis (sakit maag) 7 1,01%
Suspek Gastro-Esofageal Reflux Disease /
8 1,16%
GERD
Anus dan Genital Riwayat Hemoroid 7 1,01%
Sistem Low Back Pain (Nyeri Pinggang) 3 0,43%
Muskuloskeletal
Riwayat Low Back Pain (Nyeri Pinggang 1 tahun
43 6,23%
terakhir)
Suspek Neuropati Perifer (Tangan sering
29 4,20%
kesemutan)
Suspek Carpal Tunnel Syndrome 0 0,00%
Cervical Syndrome (Nyeri Leher/Tengkuk) 0 0,00%
Riwayat Upper Back Pain (Riwayat Nyeri
29 4,20%
Leher/Tengkuk 1 tahun terakhir)
Shoulder Pain (Nyeri Bahu) 0 0,00%
Knee Pain (Nyeri Lutut) 2 0,29%

____________________________________________________________________________________________

12
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________

III.2 Temuan Pada Pemeriksaan Laboratorium


Pemeriksaan laboratorium pada MCU pada dasarnya terbagi menjadi beberapa jenis
menurut jenis sampelnya, yaitu pemeriksaan darah, pemeriksaan urine, dan
pemeriksaan feses. Pemeriksaan darah pun bermacam-macam; misalnya ada
pemeriksaan Hematologi (Rutin maupun Lengkap), Fungsi Hati (Bilirubin, SGOT,
SGPT, Gamma GT, dan Alkali Phospatase), Fungsi Ginjal (Ureum, Kreatinin, Asam
Urat), Skrining Diabetes (Glukosa Darah Sewaktu / Puasa, Glukosa Darah 2 jam PP,
HbA1C), Profil Lemak (Kolesterol, LDL, HDL, Trigliserida), dan Pemeriksaan
Imunoserologi (HBsAg, Anti HBs, Anti HAV, Anti HIV, dll.). Pemeriksaan Urine atau
Urinalisa terbagi menjadi Urine Rutin dan Urine Lengkap. Pemeriksaan feses jarang
dilakukan saat MCU, hanya pada keadaan dan jenis pekerjaan khusus, misalnya food
handler, di mana dilakukan pemeriksaan Feses Lengkap atau Kultur Rectal Swab
untuk mencari adanya bakteri patogen dalam saluran cerna. Berikut ini adalah temuan
dari pemeriksaan laboratorium sesuai dengan paket MCU yang disusun menurut
permintaan perusahaan.

Tabel III-3. Temuan Dari Pemeriksaan Laboratorium (Hematologi dan Urinalisa)

Pemeriksaan Temuan Peserta Persentase


Pemeriksaan Anemia 19 2,75%
Hematologi
Peningkatan kadar Hemoglobin 0 0,00%
Obs. Leukopenia e.c. Susp. Viral infection 3 0,43%
Obs. Leukositosis 0 0,00%
Susp. Infeksi Bakterial Akut 43 6,23%
Trombositopenia 2 0,29%
Trombositosis 20 2,90%
Pemeriksaan Urinalisa Suspek Infeksi Saluran Kemih 6 0,87%
Hematuria-Mikrohematuria 17 2,46%
Kristaluria 24 3,48%
Proteinuria 11 1,59%
Suspek Batu Saluran Kemih 10 1,45%
Urobilinogenuria 33 4,78%
Bilirubinuria 5 0,72%
Ketonuria 0 0,00%
Glukosuria 4 0,58%

III.3 Temuan Pada Pemeriksaan Penunjang Non Laboratorium


Pemeriksaan penunjang medis non laboratorium yang biasanya diperiksa pada saat
MCU ada beberapa macam, di antaranya adalah pemeriksaan foto thorax posisi
postero-anterior (thorax PA), spirometri, audiometri, EKG, treadmill, dan USG Whole
Abdomen. Pemeriksaan Foto Thorax PA termasuk ke dalam salah satu standar item
pemeriksaan MCU. Hal ini dinyatakan dalam Permenakertrans No. 2 tahun 1980 Pasal

____________________________________________________________________________________________

13
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________
3 ayat 3. Pemeriksaan spirometri biasanya dikerjakan pada pekerja yang terpajan
debu dan zat-zat kimia yang berpotensi mempengaruhi saluran napas. Pemeriksaan
audiometri dilakukan pada pekerja yang terpajan kebisingan. Pemeriksaan EKG atau
rekam jantung biasanya dilakukan pada pekerja berusia 40 tahun ke atas. Apabila
pekerjaan tergolong berisiko tinggi bagi sistem kardiovaskular, EKG dapat dilakukan
mulai usia 35 tahun ke atas. Pemeriksaan Treadmill Stress Test jarang dilakukan,
biasanya diperuntukkan bagi karyawan tertentu yang akan dikirim untuk bekerja di
daerah terpencil. Pemeriksaan USG Whole Abdomen juga jarang dilakukan, biasanya
terbatas pada paket MCU karyawan golongan manajer ke atas pada perusahaan
tertentu saja. Berikut ini adalah temuan dari pemeriksaan penunjang non laboratorium
sesuai dengan paket MCU yang disusun menurut permintaan perusahaan.

Tabel III-4. Temuan Dari Pemeriksaan Non Laboratorium

Pemeriksaan Temuan Peserta


Pemeriksaan Foto Cenderung suatu bronkhitis disertai kalsifikasi di apex kanan 1
Thorax posisi Cenderung suatu bronkhitis 1
Posteroanterior
Cenderung suatu pleuritis bilateral 1
(PA)
Cenderung suatu pleuritis dextra 3
Cenderung suatu pleuritis dextra, DD/ efusi pleura 1
Cenderung suatu proses spesifik dengan efusi pleura sinistra 1
Cenderung suatu proses spesifik disertai efusi pleura dextra 1
Cenderung suatu proses spesifik disertai efusi pleura sinistra 1
Cenderung suatu proses spesifik 4
Pemeriksaan Peningkatan Ambang Dengar 13
Audiometri Gangguan pendengaran tingkat ringan 3
Gangguan pendengaran tingkat sedang 1

____________________________________________________________________________________________

14
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________

BAB IV
ANALISIS HASIL MCU

IV.1 Temuan Terbesar


Dari seluruh rangkaian pemeriksaan, mulai dari Pemeriksaan Fisik dan Tanda Vital,
Pemeriksaan Laboratorium, dan Pemeriksaan Penunjang Non Laboratorium,
disusunlah Kesimpulan dan Saran MCU pada masing-masing berkas laporan MCU.
Kemudian disusunlah Rekapitulasi Hasil MCU, yaitu berupa tabulasi Kesimpulan dan
Saran MCU berdasarkan masing-masing nama peserta MCU. Dari tabel Rekapitulasi
MCU tersebut, kemudian dihitunglah jumlah masing-masing temuan yang ada menurut
jenisnya. Menurut ketentuan Pelaporan Kegiatan Dokter Pemeriksa Kesehatan
Tenaga Kerja yang diminta oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI, pelaporan 10 besar
temuan penyakit haruslah dibagi-bagi sesuai tipe kasusnya, yaitu Penyakit Umum,
Penyakit Terkait Kerja, dan Dugaan/Suspek Penyakit Akibat Kerja.

IV.1.1 Temuan Terbesar Kategori Penyakit Umum


Berikut ini adalah urutan temuan terbesar yang termasuk kategori Penyakit Umum
yang ditemukan pada pemeriksaan MCU di PT. Satyamitra Kemas Lestari tanggal 17-
19 Desember 2019:

Tabel IV-1. Temuan Terbesar Kategori Penyakit Umum

No Temuan Jumlah %
1. Masalah Gigi (Calculus, Karies, Radix Persisten, Malposisi, 268 38,84%
Impaksi, dll)
2. Kelainan Refraksi (Myopia, Presbiopia, Kelainan Refraksi 192 27,83%
Campuran) yang tidak terkoreksi dengan baik
3. Overweight & Obesitas 152 22,03%
4. Underweight 91 13,19%
5. Gangguan Hidung-Tenggorokan (Rhinitis, ISPA, Tonsilitis, 69 10,00%
Faringitis, dll) yang tidak berhubungan dengan pekerjaan
6. Kelainan Urinalisis Non Spesifik (Kristaluria, Proteinuria, 61 8,84%
Ketonuria, Urobilinogenuria, Bilirubinuria)
7. Buta Warna Parsial/Total 22 3,19%
8. Kelainan jumlah trombosit 22 3,19%
9. Anemia (tidak berhubungan dengan pekerjaan) 19 2,75%
10. Hipertensi yang tidak terkait pekerjaan 13 1,88%

Masalah gigi seperti calculus (karang gigi), karies (gigi berlubang), dll. sebenarnya
merupakan masalah kesehatan ringan yang jarang sekali mengganggu produktivitas
kerja, kecuali bagi pekerja yang mengalami peradangan gusi akut akibat infeksi pada
saluran akar gigi. Pekerja yang sering mengalami sakit gigi sebaiknya diperiksakan ke
dokter gigi sebelum masalah gigi yang dialaminya semakin berat dan mengganggu
produktivitas kerja.

____________________________________________________________________________________________

15
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________
Gangguan tajam penglihatan berupa Myopia, Presbiopia, maupun Kelainan Campuran
Yang Tidak Terkoreksi Maksimal, meskipun biasanya menempati urutan teratas dalam
10 besar temuan penyakit, kelainan ini jarang menimbulkan gangguan produktivitas,
kecuali jika pekerjaannya membutuhkan ketelitian, atau berhubungan dengan
keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Beberapa standar rekrutmen di Indonesia
maupun di luar negeri mensyaratkan tajam penglihatan yang baik untuk dapat bekerja
secara maksimal.

Masalah Overweight dan Obesitas (kegemukan) biasanya berhubungan dengan


masalah kebugaran, dan sering menjadi prioritas bagi perusahaan yang peduli pada
kesehatan kerja karyawannya. Sering diasumsikan orang yang mengalami
kegemukan adalah orang yang malas bergerak dan mempunyai produktivitas rendah.
Masalah kegemukan dapat menjadi masalah serius apabila disertai adanya tugas-
tugas yang melibatkan kegiatan sedentary, seperti misalnya duduk lama dalam
kegiatan rapat, karena menurut suatu penelitian, bekerja sedentary dapat menjadi
faktor risiko bagi penyakit-penyakit kardiovaskular di kemudian hari.

Masalah Underweight yang ditandai oleh rendahnya angka Indeks Massa Tubuh atau
Body Mass Index (BMI) jarang menjadi masalah kesehatan yang serius dan
berdampak langsung bagi produktivitas kerja, kecuali bila memang timbul gangguan-
gangguan kesehatan yang menyertainya, sehingga menimbulkan tingginya angka
absensi kerja.

Gangguan Hidung-Tenggorokan berupa Batuk Pilek (Common Cold, Rhinitis, ISPA)


merupakan gangguan kesehatan biasa yang kadang kala menyebabkan penurunan
produktivitas, ditandai dengan tingginya angka absensi di kalangan pekerja. Pekerja
yang sering absen karena batuk pilek sebaiknya diperiksakan ke dokter, apakah
kekebalan tubuhnya lemah atau ada penyebab lain yang terkait pekerjaan. Kadang-
kadang Rhinitis Alergi dapat memberikan gejala batuk pilek berulang, apalagi jika
terkait dengan pajanan debu di lingkungan kerja (ataupun di lingkungan di luar tempat
kerja) seseorang.

Kelainan Urinalisis Non Spesifik adalah kelompok kelainan pada pemeriksaan


urinalisis yang belum tentu mencerminkan adanya suatu penyakit tertentu. Contoh
kelainan yang termasuk dalam golongan ini misalnya seperti Kristaluria, Proteinuria,
Ketonuria, Urobilinogenuria, dan Bilirubinuria. Kristaluria adalah adanya elemen kristal
berupa amorf, urat, Ca Oxalat, dll pada sedimen urine. Proteinuria adalah adanya
elemen protein/albumin dalam urine. Ketonuria adalah adanya elemen keton dalam
urine. Urobilinogenuria adalah adanya elemen Urobilinogen dalam urine. Bilirubinuria
adalah adanya elemen bilirubin dalam urine. Adanya kelainan-kelainan tersebut di atas
kadang-kadang tidak berbahaya, hanya menandakan bahwa seseorang kurang
minum saja, dan dapat normal kembali apabila rehidrasi telah cukup. Namun kadang-
kadang apabila kelainannya cukup ekstrim, perlu dilakukan tindak lanjut dengan
berkonsultasi ke dokter spesialis urologi.

Buta Warna Parsial yang dialami oleh pekerja di bagian/divisi tertentu, perlu ditelaah
lebih lanjut job analysis-nya. Apabila memang yang bersangkutan dalam pekerjaannya
____________________________________________________________________________________________

16
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________
tidak membutuhkan diferensiasi warna, maka kelaikan kerjanya tidak perlu
dipertanyakan.

Trombosit atau Keping Darah adalah elemen yang terdapat dalam darah yang
bertanggungjawab atas terjadinya pembekuan darah. Kelainan jumlah Trombosit
terbagi menjadi dua jenis, yaitu Trombositopenia (penurunan kadar Trombosit di
bawah nilai referensi), dan Trombositosis (peningkatan kadar Trombosit di atas nilai
referensi). Kadar Trombosit yang mengalami penurunan, apabila tidak turun hingga di
bawah nilai kritisnya, tidak perlu dikuatirkan.

Anemia adalah penurunan kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah. Klasifikasi Derajat
Anemia menurut WHO: (1) Sangat Ringan (Hb = 10,0 g/dl - 13,0 g/dl); (2) Ringan (Hb
= 8,0 g/dl - 9,9 g/dl); (3) Sedang (Hb = 6,0 g/dl - 7,9 g/dl); (4) Berat (Hb < 6,0 g/dl).
Para pekerja yang mengalami Anemia perlu diberi perhatian khusus, terutama bagi
pekerja yang ditempatkan di tingkat bahaya kerja yang cukup tinggi, karena penderita
Anemia biasanya mudah lelah dan mengantuk.

Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko yang paling
berbahaya yang bagi penyakit-penyakit kardiovaskular, misalnya Penyakit Ginjal,
Stroke dan Penyakit Jantung Koroner. Seseorang dikatakan mengalami Hipertensi
Yang Terkontrol Adekuat, apabila setelah minum obat Anti Hipertensi secara rutin,
tekanan darahnya tidak melebihi 140 mmHg pada tekanan darah sistolik, atau 90
mmHg pada tekanan darah diastolik.

Dari pemeriksaan Rontgen Foto Thorax, terdapat beberapa orang peserta MCU yang
terduga Tuberkulosis (TB) Paru. Kelainan ini meskipun tidak termasuk dalam 10 besar
penyakit, namun perlu mendapat perhatian penting karena sangat menular. Hasil
Rontgen secara radiologis yang mengarah kecurigaan ke arah TB Paru dinyatakan
sebagai: ada kecenderungan suatu proses spesifik, sugestif TB Paru, atau Gambaran
TB Paru. Pekerja yang terduga terkena TB Paru perlu diisolasi sementara waktu
hingga terbukti tidak infeksius. Disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter
spesialis paru dengan segera untuk penegakan diagnosis lebih lanjut, apakah
mengarah ke TB laten, TB Paru BTA negatif, atau TB Paru Aktif. Apabila terbukti TB
Paru Aktif (atau terduga aktif), maka masa isolasi Pasien diperpanjang hingga 2
minggu setelah minum obat secara teratur. Selama masa pengobatan berlangsung
(biasanya hingga 6-9 bulan), Pasien dianjurkan untuk tidak bekerja berat dan kerja
shift sementara waktu.

IV.1.2 Temuan Terbesar Kategori Penyakit Terkait Kerja


Penyakit Akibat Hubungan Kerja mempunyai dua ruang lingkup: (1) Penyakit Akibat
Kerja (PAK), dan (2) Penyakit Terkait Kerja (PTK). Penyakit Akibat Kerja adalah
penyakit yang murni disebabkan oleh faktor pekerjaan dan/atau lingkungan kerja.
Sedangkan Penyakit Terkait Kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh kombinasi
faktor pekerjaan dan juga faktor di luar pekerjaan.

____________________________________________________________________________________________

17
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________
Berikut ini adalah urutan temuan terbesar yang termasuk kategori Penyakit Terkait
Kerja yang ditemukan pada pemeriksaan MCU di PT. Satyamitra Kemas Lestari
tanggal 17-19 Desember 2019:

Tabel IV-2. Temuan Terbesar Kategori Penyakit Terkait Kerja

No Temuan Jumlah %
1. Hipertensi yang mungkin berhubungan dengan pekerjaan 79 11,45%
2. Hematuria/Mikrohematuria yang dapat diperberat pekerjaan 10 1,45%
3. Suspek Batu Saluran Kemih yang dapat diperberat pekerjaan 7 1,01%
4. Hemoroid yang berhubungan dengan pekerjaan 4 0,58%
5. Diabetes Mellitus yang diperberat pekerjaan 4 0,58%
6. Dispepsia (Sakit maag) & GERD yang dapat diperberat 3 0,43%
pekerjaan
7. Leukosituria & Suspek Infeksi Saluran Kemih yang dapat 2 0,29%
diperberat pekerjaan

Peningkatan tekanan darah dapat dipicu oleh faktor-faktor pencetus dalam lingkungan
kerja, misalnya karena pajanan faktor fisika (kebisingan, suhu lingkungan kerja yang
ekstrim – terlalu panas atau terlalu dingin), faktor kimia (asap sisa hasil pembakaran,
metal fumes, logam berat (arsenik, timbal, cadmium, merkuri), beberapa jenis solvent
(styrene, toluene dan xylene), faktor ergonomi (manual material handling atau kerja
fisik berat), dan faktor psikososial (tuntutan kerja yang tinggi dan kerja shift).
Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko yang paling
berbahaya yang bagi penyakit-penyakit kardiovaskular, misalnya Penyakit Ginjal,
Stroke dan Penyakit Jantung Koroner. Para peserta MCU yang menderita Hipertensi
Stage II (tekanan darah di atas 160 mmHg pada tekanan darah sistolik atau di atas
100 mmHg pada tekanan darah diastolik), dan terdapat pajanan yang berpotensi
memperberat penyakit (misalnya kebisingan, udara panas, bekerja di bawah terik
matahari, manual material handling, kerja shift, stresor psikososial), sebaiknya
sesegera mungkin ditangani secepatnya, karena rentan terjadi stroke di tempat kerja.
Seseorang dikatakan mengalami Hipertensi Yang Terkontrol Adekuat, apabila setelah
minum obat Anti Hipertensi secara rutin, tekanan darahnya tidak melebihi 140 mmHg
pada tekanan darah sistolik, atau 90 mmHg pada tekanan darah diastolik.

Kelainan Urinalisis berupa Hematuria dapat disebabkan oleh kurangnya asupan cairan
pada waktu bekerja, atau berkeringat berlebihan akibat bekerja di lingkungan yang
cukup panas. Hematuria adalah kondisi di mana terdapatnya bekuan sel darah merah
pada pemeriksaan Urinalisis. Pada kondisi lain, disebut Mikrohematuria jika hanya
terdeteksi peningkatan sedimen eritrosit urine tanpa adanya bekuan darah secara
mikroskopis. Dalam keadaan normal, seharusnya tidak ada sel darah merah dalam
urine. Adanya sel darah merah menandakan kurangnya volume cairan yang melalui
pembuluh darah ginjal, sehingga ada sel darah merah yang ikut terseret keluar ke
dalam urine. Pada kondisi yang lebih berat, terdapat infeksi atau batu saluran kemih
dapat mencetuskan Hematuria. Kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya, kecuali
terdapat Hematuria masif (Gross Hematuria) yang butuh penanganan lebih serius.
Pada umumnya Hematuria/Mikrohematuria dapat ditangani dengan pemberian cairan

____________________________________________________________________________________________

18
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________
rehidrasi yang cukup adekuat. Meskipun pada umumnya tidak terlalu berbahaya,
pekerja yang mengalami Hematuria/Mikrohematuria harus diperhatikan konsumsi
cairannya oleh manajemen perusahaan agar tidak berkembang ke arah Gagal Ginjal
Akut akibat dehidrasi.

Suspek Batu Saluran Kemih ditandai dengan kombinasi Hematuria/Mikrohematuria


dengan adanya sedimen kristal dalam urine (Kristaluria). Kristaluria pada umumnya
merupakan suatu kondisi yang tidak berbahaya, namun sering dikaitkan dengan
kurangnya konsumsi cairan. Kristaluria yang dibiarkan berlangsung lama kadang kala
berlanjut dengan pembentukan Batu Saluran Kemih yang dapat terjadi di sepanjang
muara ginjal, ureter, hingga kandung kemih. Batu yang terbentuk pada tahap awal
berupa kristal yang permukaannya agak tajam sehingga melukai dinding saluran
kemih. Hal inilah yang menjadi penyebab adanya Hematuria/Mikrohematuria. Batu
Saluran Kemih yang sudah cukup besar dapat menurunkan produktivitas pekerja yang
terkena, karena harus menjalani operasi (ESWL) dan dirumahsakitkan sementara
waktu.

Hemoroid atau ambeien dapat diketahui dari keluhan pasien berupa BAB berdarah
pada saat pemeriksaan fisik. Selain itu jika ditemukan adanya faktor pekerjaan yang
memperberat penyakit (angkat-angkut beban), sebaiknya keluhan ini ditangani
dengan segera. Kondisi Hemoroid jika dibiarkan, sewaktu-waktu dapat timbul
kegawatdaruratan yang ditandai dengan masifnya pendarahan yang terjadi, sehingga
pekerja yang terkena Hemoroid perlu dirawat di rumah sakit sementara waktu.

Pekerja yang diduga mengalami Diabetes Mellitus perlu dilakukan pemeriksaan lebih
lanjut untuk memastikan diagnosis dan pengobatan yang adekuat. Jika kadar Gula
Darah pada saat diperiksa mencapai ambang batas kritis (240 mg/dl), maka perlu
dipertimbangkan untuk dibebastugaskan sementara waktu dari berbagai pajanan,
beban kerja, dan tugas-tugas yang dapat memperberat penyakitnya. Jika seorang
pekerja mengalami Hiperglikemia berat (di mana kadar Gula Darah di atas 240 mg/dl),
dan dipaksakan bekerja di penempatan yang berpotensi memperberat penyakitnya,
maka pekerja tersebut sangat rentan mengalami komplikasi akibat Diabetes Mellitus,
misalnya koma hiperglikemik, atau bahkan kematian. Diharapkan setelah dilakukan
pembatasan pajanan, beban kerja, atau tugas (misalnya yang semula bekerja shift
dijadikan non shift, atau pekerja yang mengalami tingkat stressor di pekerjaan yang
cukup tinggi diringankan beban stress-nya) dan pengobatan yang adekuat, tingkat
kesehatannya dapat dipertahankan dengan baik.

Dispepsia, atau yang lebih populer disebut “sakit maag” merupakan Penyakit Terkait
Kerja yang cukup banyak ditemukan di berbagai lingkungan kerja. Dispepsia sering
disebabkan oleh pajanan faktor psikososial di tempat kerja, misalnya: pekerjaan yang
terlalu monoton, tuntutan kerja atau target yang terlalu tinggi, pembagian tugas kerja
yang tidak jelas, bermasalah dengan rekan sekerja, ataupun karena bekerja jauh dari
rumah sehingga makan malam sering terlambat akibat terkena macet waktu pulang ke
rumah. Meskipun Dispepsia sering dianggap remeh karena angka mortalitasnya
sangat rendah, tapi cukup mengganggu produktivitas bagi pengidapnya, apalagi jika
sudah berkembang ke arah Gastro-esofageal Reflux Disease (GERD). Tidak jarang
____________________________________________________________________________________________

19
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________
pengidap Dispepsia Kronis atau GERD terpaksa dirumahkan oleh dokter yang
merawatnya karena gejalanya terlalu berat, dan untuk meringankan beban psikologis
yang dapat memperberat penyakit.

Leukosituria adalah gejala awal terdapatnya Infeksi Saluran Kemih atau ISK. Penyakit
ini sering ditemukan pada pekerja yang bekerja di lingkungan suhu kerja yang
terlampau panas. Selain itu, penyakit ini dapat terjadi pada pekerja yang kurang
mengkonsumsi cairan atau pada pekerja yang sering menahan BAK sewaktu bekerja.
Kondisi seperti ini sering ditunjang dengan kondisi lingkungan pekerjaan itu sendiri,
misalnya kebersihan toilet yang kurang (sehingga pekerja malas BAK), atau lokasi
toilet yang terlalu jauh (sehingga pekerja jarang BAK). Meskipun pada umumnya ISK
terjadi akibat kebiasaan buruk pekerja itu sendiri, namun tingginya kasus ISK Terkait
Kerja tidak dapat dilepaskan dari peranan perusahaan dalam mengampanyekan
pencegahan Infeksi Saluran Kemih di kalangan pekerja.

IV.1.3 Temuan Terbesar Kategori Suspek Penyakit Akibat Kerja


Berikut ini adalah urutan temuan terbesar yang termasuk kategori Suspek Penyakit
Akibat Kerja yang ditemukan pada pemeriksaan MCU di PT. Satyamitra Kemas Lestari
tanggal 17-19 Desember 2019:

Tabel IV-3. Temuan Terbesar Kategori Suspek Penyakit Akibat Kerja

No Temuan Jumlah %
1. Gangguan Fungsi Pendengaran, yang diduga akibat pajanan 14 2,03%
bising
2. Low Back Pain (Nyeri Punggung), diduga akibat pajanan 1 0,14%
ergonomi
3. Knee Pain, diduga akibat pajanan ergonomi 1 0,14%

Penurunan Fungsi Pendengaran yang ditemukan dapat berupa Penurunan Ambang


Dengar di Frekuensi Tertentu (meskipun ambang dengar masih dalam batas normal),
sampai kepada Gangguan Pendengaran tingkat ringan s/d sedang. Hanya temuan
Penurunan Fungsi Pendengaran dan terdapatnya kebisingan saja yang dihitung pada
Tabel IV-3 di atas. Temuan ini belum dapat dikatakan sebagai Tuli Akibat Kerja, karena
perlu beberapa pemeriksaan lebih lanjut untuk menunjang diagnosis. Terlebih lagi,
situasi dan kondisi pada waktu pemeriksaan berlangsung seringnya tidak mendukung,
misalnya sehabis kerja shift, lingkungan sekitar pemeriksaan yang terlalu ramai,
maupun peserta MCU itu sendiri yang kurang konsentrasi. Pemeriksaan audiometri
sebenarnya tidak dianjurkan untuk dikerjakan pada pekerja bagian produksi yang
sehabis mengalami kerja shift, karena sudah terpapar kebisingan di tempat kerja, dan
adanya faktor kelelahan yang membuat respon pekerja melemah dalam menerima
rangsangan suara. Faktor intrinsik seperti sedang batuk-pilek kadang-kadang
mengganggu pemeriksaan, dan sering memperlemah daya tangkap peserta MCU
dalam memberikan respon terhadap rangsangan suara beramplitudo rendah.

____________________________________________________________________________________________

20
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________
Jenis Suspek Penyakit Akibat Kerja yang tergolong pegal-pegal dan nyeri persendian
dapat dikelompokkan ke dalam kategori Gangguan Otot dan Tulang Rangka Akibat
Kerja (GOTRAK); merupakan suatu golongan penyakit dengan gejala nyeri pada
berbagai persendian dan otot. GOTRAK dapat disebabkan oleh pajanan ergonomi di
tempat kerja, seperti manual material handling (bekerja dengan kekuatan fisik),
awkward position (posisi janggal), posisi statis, gerakan repetitif, atau karena getaran.
Segala keluhan penyakit berupa nyeri pada persendian leher, tulang belakang,
punggung, lengan, siku, tungkai, lutut, dll. yang sedang diderita dan berhubungan
dengan pajanan ergonomi di atas dapat dikelompokkan ke dalam golongan ini.
Diagnosa penyakit yang masuk ke dalam golongan penyakit ini adalah Arm Pain,
Cervical Syndrome, Hernia Nukleus Pulposus (HNP), Ischialgia, Low Back Pain, dan
Carpal Tunnel Syndrome. Penyakit-penyakit yang termasuk ke dalam golongan
GOTRAK ini merupakan penyakit-penyakit yang mempunyai keterkaitan erat dengan
pekerjaan (sehingga dianggap Suspek Penyakit Akibat Kerja). Jika penderita
GOTRAK tetap bekerja dengan kuantitas dan kualitas beban kerja yang mereka alami
seperti sebelum sakit, maka gejala penyakitnya semakin lama akan semakin parah.
Dengan demikian, perlu dilakukan pembatasan beban kerja bagi pekerja yang terkena
GOTRAK.

Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung/pinggang yang dialami oleh pekerja-pekerja
yang terkena perlu diperhatikan secara khusus, karena terdapat keluhan sering sakit
pinggang pada pekerja tersebut. LBP kemungkinan berhubungan dengan pajanan
ergonomi (manual material handling, duduk lama, posisi kerja tidak ergonomis, dan
adanya getaran yang mengenai seluruh tubuh) di tempat kerja. Dianjurkan untuk
mengurangi beban kerja sementara waktu hingga LBP berhasil diatasi. Pengobatan
LBP ringan biasanya diatasi dengan menggunakan obat-obatan pereda nyeri,
pelemas otot, dan dapat juga disertai fisioterapi atau akupunktur.

Knee Pain atau nyeri sendi lutut yang diduga PAK perlu mendapat perhatian serius,
apalagi jika berhubungan dengan pekerjaan (berdiri lama). Apalagi jika terdapat
komplikasi berupa osteoarthritis, akan menyebabkan nyeri pada waktu berjalan kaki
dan naik turun tangga; tentulah hal ini menyebabkan penurunan produktivitas bagi
pekerja yang terkena.

Meskipun pada individu pekerja yang tersuspek PAK terdapat hubungan antara
pajanan di lingkungan kerja dengan keluhan penyakit, namun proses penegakan
diagnosis Penyakit Akibat Kerja (PAK) atas kasus-kasus yang diduga PAK pada
pemeriksaan MCU tidaklah mudah, karena penentuan diagnosis pasti PAK harus
melalui metode 7 langkah diagnosis PAK sesuai dengan Permenkes No. 56 tahun
2016. Oleh karena itu, semua kasus yang diduga PAK di atas perlu ditindaklanjuti
dengan cara mengirimkan pekerja tersebut ke klinik kesehatan kerja di Ciputra
Hospital CitraRaya Tangerang untuk penegakan diagnosis pasti PAK, guna
mendapatkan klaim jaminan Kecelakaan Kerja dari BPJS Ketenagakerjaan demi
mendapatkan pengobatan kasusnya sebagai PAK. Selain itu juga untuk mendapatkan
tatalaksana okupasi agar pekerja dapat bekerja kembali dengan baik.

____________________________________________________________________________________________

21
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________

IV.2 Fitness Status


Status Kesehatan atau Fitness Status merupakan sebuah rekomendasi akhir dari hasil
pemeriksaan kesehatan kerja. Rekomendasi ini diberikan oleh seorang dokter
spesialis kedokteran okupasi dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang
berpengaruh, seperti kondisi medis pekerja apakah mampu memenuhi tuntutan
pekerjaannya, apakah ada kemungkinan membahayakan diri sendiri, orang lain, serta
lingkungan kerja, dan bagaimana faktor toleransi pekerja maupun pemberi kerja yang
berperan.

Kriteria Fitness Status yang diberikan dikelompokkan menjadi 4 kategori yaitu:


1. Sehat (Fit)
2. Sehat dengan catatan medis (Fit with Medical Note)
3. Sehat untuk bekerja, namun dengan keterbatasan tugas tertentu (Fit with Job
Restriction)
4. Tidak sehat bekerja untuk sementara waktu (Temporary Unfit to Work)

Status Fit diberikan bila pekerja tersebut memang tidak ditemukan kelainan medis apa
pun, atau ditemukan kelainan minor yang tidak berpotensi mengganggu pekerjaannya.
Saat ini, pekerja dapat melakukan pekerjaan apa saja sesuai jobdesc-nya.

Mayoritas dari rekomendasi yang dikeluarkan adalah rekomendasi kategori kedua,


yaitu Fit with Medical Note, di mana dari hasil pemeriksaan kesehatan dijumpai
adanya satu atau lebih kelainan medis yang kemungkinan kecil dapat mengganggu
aktivitas kerjanya, namun tidak membahayakan jiwa. Kelainan yang ditemukan
sebaiknya ditindaklanjuti dengan baik sebelum berlanjut menjadi komplikasi yang lebih
serius.

Kategori rekomendasi ketiga yaitu Fit with Job Restriction diberikan karena ada
salah satu (atau lebih) kelainan medis yang berpotensi mengganggu produktivitas
kerjanya apabila tidak ditindaklanjuti, namun tidak sampai menimbulkan celaka bagi
diri sendiri maupun orang lain. Pekerja yang bersangkutan membutuhkan
penyesuaian kerja agar kondisinya tidak bertambah parah, karena pekerja dengan
status kesehatan yang termasuk kategori ini umumnya terdapat masalah kesehatan
yang dapat dipengaruhi oleh pekerjaannya.

Sedangkan kategori keempat, yaitu Temporary Unfit to Work mengindikasikan


bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan saat ini, pekerja tersebut memiliki salah satu
(atau lebih) kelainan medis yang membutuhkan penegakan diagnosis lebih lanjut, atau
terapi yang adekuat. Jika temuan tersebut tidak ditindaklanjuti dengan segera, maka
kelainan tersebut sangat berpotensi membahayakan jiwa, atau mengganggu
produktivitas kerjanya, atau menjadi sumber penularan penyakit di dalam lingkungan
kerjanya, dan/atau membahayakan rekan kerja dan aset perusahaan.

Jumlah dan persentase status kesehatan yang disimpulkan dari data MCU pekerja PT.
Satyamitra Kemas Lestari pada tanggal 17-19 Desember 2019 adalah sebagai berikut:

____________________________________________________________________________________________

22
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________
Tabel IV-4. Distribusi Status Kesehatan

Kategori Fitness Status Jumlah


I Fit 60 (8,7%)
II Fit with Medical Note 510 (73,9%)
III Fit with Job Restriction(s) 92 (13,3%)
IV Temporary Unfit to Work 28 (4,1%)

Yang perlu ditindaklanjuti lebih lanjut dalam waktu dekat adalah pekerja yang
dinyatakan Fit with Job Restriction(s) (Kategori III) dan Temporary Unfit to Work
(Kategori IV), dengan maksud agar mendapat perhatian segera, baik dari segi medis
maupun secara okupasi (tugas dan pekerjaannya). Daftar pekerja yang perlu
ditindaklanjuti tercantum pada bagian Lampiran pada akhir dokumen ini.

IV.3 Sepuluh Penyakit Terbesar Selama 3 Tahun Terakhir


Grafik di bawah ini menampilkan perjalanan 10 besar penyakit yang ditemukan
sewaktu pemeriksaan MCU karyawan berkala di PT. Satyamitra Kemas Lestari pada
periode 2017-2019. Pihak perusahaan sebaiknya menindaklanjuti temuan-temuan
yang mengalami peningkatan pada MCU periode ini.

Top 10 Penyakit di PT. Satyamitra Kemas Lestari


2017-2019
900
765 776
800
700
600 510
451
500 403400 423
400
254
300 252
223
250
196 208
160
200 136155 136131 119
91
137
106
131
75 84
55 72 66 86 69
100
0 Masalah Gigi Kelainan Refraksi Overweight & Susp. GOTRAK - Underweight Peningkatan tekanan Gangguan Hidung- Kelainan Urinalisa Gangguan Anemia
(Calculus, Karies, (Myopia, Presbiopia, Obesitas Gangguan Otot & darah (Hipertensi) Tenggorokan Non Spesifik Pendengaran Akibat
Radix Persisten, Kelainan Refraksi Tulang Rangka Akibat (Rhinitis, ISPA, (Kristaluria, Bising (Kelainan
Malposisi, Impaksi, Campuran) yang Kerja (Cervical Tonsilitis, Faringitis, Proteinuria, Pemeriksaan
dll) tidak terkoreksi Syndrome, Low Back dll) Ketonuria, Audiometri)
dengan baik Pain, Shoulder Pain, Urobilinogenuria,
Arm Pain, Neuropati Bilirubinuria)
Perifer, Leg Pain,
Knee Pain, Plantar
Fasciitis, dan
Myalgia)

2017 2018 2019

IV.4 Rekomendasi Bagi Perusahaan


Setelah dilakukannya kegiatan MCU di PT. Satyamitra Kemas Lestari pada tanggal
17-19 Desember 2019, penulis sebagai dokter penanggung jawab MCU yang juga
dokter kesehatan kerja memberikan beberapa beberapa rekomendasi bagi
perusahaan sebagai berikut:
1. Perlunya dilakukan tindak lanjut bagi temuan-temuan yang perlu perhatian khusus,
terutama bagi pekerja yang terduga Penyakit Akibat Kerja, terduga TB Paru, dan
____________________________________________________________________________________________

23
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________
mengalami kelainan pemeriksaan laboratorium atau penunjang lainnya yang
tergolong ekstrim. Manajemen Perusahaan dapat mengirimkan pekerja tersebut
ke Klinik Kesehatan Kerja Ciputra Hospital CitraRaya Tangerang untuk tata
laksana medis dan okupasi lebih lanjut. Hal ini sesuai dengan ketentuan
Pemerintah, dalam hal ini Kemnaker melalui Permenaker No. 2 tahun 1980 tentang
Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja Pasal 3 Ayat 6, yang menyebutkan bahwa:
“Dalam hal ditemukan kelainan-kelainan atau gangguan-gangguan kesehatan ada
tenaga kerja pada pemeriksaan berkala, pengurus wajib mengadakan tindak lanjut
untuk memperbaiki kelainan-kelainan tersebut dan sebab-sebabnya untuk
menjamin terselenggaranya keselamatan dan kesehatan kerja.”
2. Untuk menetapkan jenis-jenis “pemeriksaan lain yang dianggap perlu”, pihak
perusahaan perlu melakukan investigasi jenis-jenis potensi bahaya penyebab
Penyakit Akibat Kerja yang ada di semua lingkungan kerja. Dalam hal ini, perlu
diadakan tindak lanjut berupa pembuatan dokumen Health Risk Assessment
(HRA) yang dikerjakan oleh tim HSE perusahaan (bisa bekerja sama dengan
konsultan kesehatan kerja di luar perusahaan) untuk memetakan health hazard
yang ada di tiap-tiap departemen, divisi, atau bagian. Pembuatan HRA harus
dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh seorang dokter kesehatan kerja yang sudah
berpengalaman atau mempunyai kompetensi di bidang pembuatan HRA. Segala
temuan riwayat pajanan yang dikumpulkan datanya lewat MCU Berbasis
Kedokteran Okupasi ini dapat menjadi panduan awal dalam menyusun HRA.
3. Perlunya diadakan edukasi kesehatan tentang Penyakit Akibat Kerja (PAK)
kepada para pekerja di PT. Satyamitra Kemas Lestari, mengingat bahwa cukup
banyak kasus Suspek PAK yang ditemukan pada saat MCU.

____________________________________________________________________________________________

24
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

V.1 Kesimpulan
1. Telah dilakukan Medical Check Up Berbasis Kedokteran Okupasi di PT.
Satyamitra Kemas Lestari pada tanggal 17-19 Desember 2019, dan diperoleh
data-data riwayat pajanan, riwayat penyakit, dan temuan klinis. Seluruh data yang
dikumpulkan, kemudian disimpulkan dalam Kesimpulan MCU, kemudian
ditentukan ditentukan kategori penyakit mana saja kasus yang termasuk Penyakit
Umum, Penyakit Terkait Kerja, dan Suspek Penyakit Akibat Kerja. Selanjutnya
dapat ditentukan Temuan Terbesar Penyakit sesuai dengan masing-masing
kategorinya.
2. Temuan terbesar dari kategori Penyakit Umum adalah Masalah Gigi. Sedangkan
dari kategori Penyakit Terkait Kerja, Hipertensi yang mungkin berhubungan
dengan pekerjaan merupakan kasus terbanyak. Dan terakhir, dari kategori Suspek
Penyakit Akibat Kerja, terdapat kasus terbanyak berupa Gangguan Fungsi
Pendengaran, yang diduga akibat pajanan bising.
3. Untuk saat ini, kasus definitif Penyakit Akibat Kerja belum dapat ditemukan karena
belum dilakukan langkah-langkah Penegakan Diangosis PAK menurut 7 Langkah
Diagnosis Okupasi.

V.2 Saran
1. PT. Satyamitra Kemas Lestari disarankan untuk segera menyusun Health Risk
Assessment (HRA), sebagai dasar yang valid dalam menyusun kebijakan MCU
pekerja.
2. Manajemen PT. Satyamitra Kemas Lestari disarankan untuk segera
menindaklanjuti temuan-temuan dalam hasil pemeriksaan MCU, terutama orang-
orang yang tercatat dalam bagian Lampiran pada akhir dokumen ini.
3. Penegakan Penyakit Akibat Kerja merupakan langkah tindak lanjut yang perlu
diambil oleh Manajemen Perusahaan dengan cara mengirimkan pasien-pasien
MCU yang terduga Penyakit Akibat Kerja untuk berobat jalan ke Klinik Kesehatan
Kerja Ciputra Hospital CitraRaya Tangerang untuk dilakukan Penegakan
Diagnosis PAK. Untuk sementara waktu, para pekerja terduga PAK tersebut di
samping diberi kesempatan untuk berobat jalan, sebaiknya juga diringankan beban
pekerjaannya, baik secara kualitas maupun kuantitas, agar pekerjaannya tidak
semakin memperburuk penyakitnya saat ini.

____________________________________________________________________________________________

25
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________

LAMPIRAN

Berikut ini adalah daftar pekerja yang memerlukan perhatian khusus:


Bagian/Unit FITNESS
NIK Nama Jabatan Keterangan
Kerja STATUS
Suspek PAK: Penurunan Fungsi
Pendengaran yang diduga akibat pajanan
bising
PRODUKSI / Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang Fit with
2011120152 CIPTO Operator
CORRUGATOR mungkin berhubungan dengan pekerjaan Restriction
(Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Manual
Material Handling, Beban/tuntutan kerja
berlebih secara mental, Kerja Shift)
Suspek PAK: Penurunan Fungsi
PRODUKSI / Fit with
2013050073 ROHIATNA Operator Pendengaran yang diduga akibat pajanan
CORRUGATOR Restriction
bising
Penyakit Terkait Kerja: Suspek Batu Temporary
PRODUKSI /
2013090162 MAULANA - Saluran Kemih yang dapat diperberat Unfit to
CORRUGATOR
pekerjaan (Suhu/Tekanan Panas) Work
Suspek PAK: Penurunan Fungsi
Pendengaran yang diduga akibat pajanan
bising
PRODUKSI / Fit with
2013110182 YUSRO Operator Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
CORRUGATOR Restriction
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
(Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Manual
Material Handling, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
PRODUKSI / mungkin berhubungan dengan pekerjaan Fit with
2015010019 HENDRI Operator
CORRUGATOR (Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Manual Restriction
Material Handling, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
MUHAMAD PRODUKSI / mungkin berhubungan dengan pekerjaan Fit with
2015010021 -
FADLI CORRUGATOR (Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Manual Restriction
Material Handling, Kerja Shift)
Suspek PAK: Penurunan Fungsi
PRODUKSI / Fit with
2017010004 RUDI ALFIAN Operator Pendengaran yang diduga akibat pajanan
CORRUGATOR Restriction
bising
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi stage II
Temporary
YULI PRODUKSI / yang diperberat oleh pekerjaan
2018060127 Operator Unfit to
ISKANDAR CORRUGATOR (Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Asap,
Work
Manual Material Handling, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
PRODUKSI / mungkin berhubungan dengan pekerjaan Fit with
2018080215 RUSTANDI Operator
CORRUGATOR (Kebisingan, Manual Material Handling, Restriction
Kerja Shift)
PRODUKSI / Suspek PAK: Penurunan Fungsi
Fit with
2008050026 ISBANDANA - FLEXO / Pendengaran yang diduga akibat pajanan
Restriction
FINISHING bising
PRODUKSI / Suspek PAK: Penurunan Fungsi
RUDHI Fit with
2008100044 - FLEXO / Pendengaran yang diduga akibat pajanan
PRASTYO Restriction
FINISHING bising
PRODUKSI / Penyakit Terkait Kerja: Diabetes Mellitus Temporary
2009030011 AGUS WIDODO - FLEXO / (tidak terkontrol) yang dapat diperberat Unfit to
FINISHING pekerjaan (Kerja Shift) Work
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
PRODUKSI /
mungkin berhubungan dengan pekerjaan Fit with
2010070088 SUANDI - FLEXO /
(Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Manual Restriction
FINISHING
Material Handling, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
PRODUKSI / mungkin berhubungan dengan pekerjaan
Fit with
2010090110 SUBNI - FLEXO / (Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Manual
Restriction
FINISHING Material Handling, Beban/tuntutan kerja
berlebih secara mental)
PRODUKSI / Penyakit Terkait Kerja: Diabetes Mellitus Temporary
2011020013 BULAH - FLEXO / (tidak terkontrol) yang dapat diperberat Unfit to
FINISHING pekerjaan (Kerja Shift) Work
PRODUKSI / Penyakit Terkait Kerja: Hemoroid yang Temporary
2011030022 SYARIFUDIN - FLEXO / dapat diperberat pekerjaan (Manual Unfit to
FINISHING Material Handling) Work
PRODUKSI / Suspek PAK: Penurunan Fungsi
JULIUS VERAIN Fit with
2012020027 Operator FLEXO / Pendengaran yang diduga akibat pajanan
LEIBE H Restriction
FINISHING bising
PRODUKSI / Suspek PAK: Penurunan Fungsi
Fit with
2013070119 AEP SUNARYA - FLEXO / Pendengaran yang diduga akibat pajanan
Restriction
FINISHING bising
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
MOCHAMAD PRODUKSI / mungkin berhubungan dengan pekerjaan
Fit with
2015100136 MULYA Helper FLEXO / (Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Manual
Restriction
SIREGAR FINISHING Material Handling, Beban/tuntutan kerja
berlebih secara mental, Kerja Shift)
____________________________________________________________________________________________

26
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________
Bagian/Unit FITNESS
NIK Nama Jabatan Keterangan
Kerja STATUS
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi stage II
yang diperberat oleh pekerjaan
Temporary
OFFSET / (Kebisingan, Asap, Pelarut organik atau
2015020042 AHMAD YANI Operator Unfit to
CETAK bahan yang mudah menguap, Manual
Work
Material Handling, Beban/tuntutan kerja
berlebih secara mental, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
ABDUL AZIS OFFSET / (Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Asap, Fit with
2015060084 Operator
NURSEHA CETAK Pelarut organik atau bahan yang mudah Restriction
menguap, Beban/tuntutan kerja berlebih
secara mental, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi stage II Temporary
OFFSET /
2016040066 UBADI Supervisor yang diperberat oleh pekerjaan Unfit to
CETAK
(Kebisingan, Kerja Shift) Work
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
AGUS OFFSET / mungkin berhubungan dengan pekerjaan Fit with
2016070099 Operator
NUGROHO CETAK (Kebisingan, Pelarut organik atau bahan Restriction
yang mudah menguap)
Penyakit Terkait Kerja: Hemoroid yang Temporary
DIDI KHOIRUL OFFSET /
2016070104 Operator dapat diperberat pekerjaan (Manual Unfit to
UMAM CETAK
Material Handling) Work
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
JOKO OFFSET / (Kebisingan, Asap, Pelarut organik atau Fit with
2018060140 Helper
SUPRIYANTO CETAK bahan yang mudah menguap, Manual Restriction
Material Handling, Beban/tuntutan kerja
berlebih secara mental, Kerja Shift)
Suspek PAK: Penurunan Fungsi
MUHAMMAD OFFSET / Fit with
2019070130 Operator Pendengaran yang diduga akibat pajanan
ILHAM CETAK Restriction
bising
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
Kepala OFFSET / mungkin berhubungan dengan pekerjaan Fit with
2018060163 REZA JUNAEDI
Regu RIGID BOX (Kebisingan, Pelarut organik atau bahan Restriction
yang mudah menguap)
Suspek PAK: Penurunan Fungsi
OFFSET / Fit with
2018060165 SUNARDI Karu Pendengaran yang diduga akibat pajanan
RIGID BOX Restriction
bising
Suspek PAK: Penurunan Fungsi
OFFSET / Fit with
2018060169 M. NURAYANI Operator Pendengaran yang diduga akibat pajanan
RIGID BOX Restriction
bising
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
ALLANDI P_PRINT / Fit with
2018080205 Operator (Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Manual
SUHENDAR CORRUGATOR Restriction
Material Handling, Beban/tuntutan kerja
berlebih secara mental, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
FIRNANDO
P_PRINT / (Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Pelarut Fit with
2018120306 PERMANA Operator
CORRUGATOR organik atau bahan yang mudah Restriction
PUTRA
menguap, Beban/tuntutan kerja berlebih
secara mental, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi stage II
Temporary
P_PRINT / yang diperberat oleh pekerjaan
2018120307 MOH FAISAL Operator Unfit to
CORRUGATOR (Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Manual
Work
Material Handling, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Suspek Batu Temporary
RAINAL P_PRINT /
2019010025 Operator Saluran Kemih yang dapat diperberat Unfit to
OKTARIAN CORRUGATOR
pekerjaan (Suhu/Tekanan Panas) Work
MUHAMAD Suspek PAK: Penurunan Fungsi
PRODUKSI / Fit with
1911100001 MIFTAHUL - Pendengaran yang diduga akibat pajanan
CORRUGATOR Restriction
ULUM bising
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
MOHAMAD PRODUKSI / mungkin berhubungan dengan pekerjaan Fit with
1910100006 -
GUNAWAN CORRUGATOR (Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Manual Restriction
Material Handling, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
PRODUKSI / mungkin berhubungan dengan pekerjaan Fit with
1910100007 RUSMIN -
CORRUGATOR (Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Asap, Restriction
Manual Material Handling, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja:
ANGGA PRODUKSI / Hematuria/Mikrohematuria yang dapat Fit with
1910100008 Helper
PERDIAN CORRUGATOR diperberat pekerjaan (Suhu/Tekanan Restriction
Panas)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
TANTO PRODUKSI / mungkin berhubungan dengan pekerjaan Fit with
1907100004 Helper
KUSWANTO CORRUGATOR (Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Manual Restriction
Material Handling, Kerja Shift)

____________________________________________________________________________________________

27
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________
Bagian/Unit FITNESS
NIK Nama Jabatan Keterangan
Kerja STATUS
Suspek PAK: Penurunan Fungsi
Pendengaran yang diduga akibat pajanan
bising
PRODUKSI / Fit with
1020150030 ENTIN - Penyakit Terkait Kerja:
FLEXO Restriction
Hematuria/Mikrohematuria yang dapat
diperberat pekerjaan (Suhu/Tekanan
Panas)
Penyakit Terkait Kerja: Suspek Batu Temporary
HENDRI PRODUKSI /
0320160006 - Saluran Kemih yang dapat diperberat Unfit to
WIJAYA FLEXO
pekerjaan (Suhu/Tekanan Panas) Work
Penyakit Terkait Kerja: Suspek Batu Temporary
PRODUKSI /
1120030002 HERI A HL Saluran Kemih yang dapat diperberat Unfit to
FLEXO
pekerjaan (Suhu/Tekanan Panas) Work
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
IHWAN SETIA PRODUKSI / mungkin berhubungan dengan pekerjaan Fit with
1020110007 Operator
HADI FLEXO (Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Kerja Restriction
Shift)
Suspek PAK: Penurunan Fungsi
PRODUKSI / Fit with
1909100008 RENDI - Pendengaran yang diduga akibat pajanan
FLEXO Restriction
bising
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
PRODUKSI / Fit with
0120160016 ROJAK NAHUM HL (Kebisingan, Suhu/tekanan panas,
FLEXO Restriction
Beban/tuntutan kerja berlebih secara
mental, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja:
PRODUKSI / Hematuria/Mikrohematuria yang dapat Fit with
0120140005 MULYADI (A) Helper
FLEXO diperberat pekerjaan (Suhu/Tekanan Restriction
Panas)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
CORRUGATOR mungkin berhubungan dengan pekerjaan Fit with
1902300009 KASBARI Operator
3 (Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Manual Restriction
Material Handling, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
CORRUGATOR mungkin berhubungan dengan pekerjaan Fit with
1907300009 ASEP SOPIAN Operator
3 (Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Manual Restriction
Material Handling, Kerja Shift)
Temporary
CORRUGATOR Terduga Penyakit Menular: Suspek TB
1907300010 HERI PRIADI - Unfit to
3 Paru
Work
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
CORRUGATOR mungkin berhubungan dengan pekerjaan Fit with
1909300263 ASKOLANI -
3 (Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Asap, Restriction
Manual Material Handling, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
Fit with
2011090094 FERRY - ACCOUNTING mungkin berhubungan dengan pekerjaan
Restriction
(Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
ACCOUNTING / mungkin berhubungan dengan pekerjaan Fit with
2010100122 INDRA PRAJA Staff
FINANCE (Beban/tuntutan kerja berlebih secara Restriction
mental)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
YAN INDRADI ACCOUNTING / mungkin berhubungan dengan pekerjaan Fit with
2016110199 -
SAPUTRA FINANCE (Beban/tuntutan kerja berlebih secara Restriction
mental)
Penyakit Terkait Kerja: Dispepsia (Sakit
maag) & GERD yang dapat diperberat
GENERAL Fit with
2013110175 ENDANG Karu stressor psikososial dalam pekerjaan
AFFAIR Restriction
(Kerja serabutan, multitasking, atau
hambatan jenjang karir)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
GENERAL
mungkin berhubungan dengan pekerjaan Fit with
2014020025 ANDI BERNA - AFFAIR / HSE /
(Beban/tuntutan kerja berlebih secara Restriction
PERAWAT
mental, Kerja Shift)
Temporary
Driver Terduga Penyakit Menular: Suspek TB
2011010009 HAMYADI LOGISTIK Unfit to
Forklift Paru
Work
Penyakit Terkait Kerja:
operator LOGISTIK / Hematuria/Mikrohematuria yang dapat Fit with
2018110262 MOHAMAD ITA
Forklift FORKLIF diperberat pekerjaan (Suhu/Tekanan Restriction
Panas)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
LOGISTIK / Fit with
2019080145 NANANG Operator mungkin berhubungan dengan pekerjaan
FORKLIF Restriction
(Suhu/tekanan panas, Asap, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
LOGISTIK / mungkin berhubungan dengan pekerjaan
ABDUL FATAH Fit with
2019080144 - PAPER ROLL / (Kebisingan, Suhu/tekanan panas,
ZIZANI Restriction
CHECKER Beban/tuntutan kerja berlebih secara
mental, Kerja Shift)

____________________________________________________________________________________________

28
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________
Bagian/Unit FITNESS
NIK Nama Jabatan Keterangan
Kerja STATUS
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
(Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Asap, Fit with
2014090131 HARDIARTO Operator MAINTENANCE
Uap/asap logam, Logam berat, Manual Restriction
Material Handling, Beban/tuntutan kerja
berlebih secara mental)
Penyakit Terkait Kerja: Dispepsia (Sakit
maag) & GERD yang dapat diperberat
DEPIT Fit with
2015070095 ADM MAINTENANCE stressor psikososial dalam pekerjaan
HERMANTO Restriction
(Beban/tuntutan kerja berlebih secara
mental)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
Fit with
2017040066 TURAH Operator MAINTENANCE (Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Asap,
Restriction
Manual Material Handling, Beban/tuntutan
kerja berlebih secara mental)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi stage II
Temporary
yang diperberat oleh pekerjaan (Pelarut
2007090014 JOKO WIYONO Ka shift MOUNTING Unfit to
organik atau bahan yang mudah
Work
menguap)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
OFFSET / DIE-
YUSUF (Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Asap, Fit with
2019030050 Operator CUT / LASER
BAHTIAR Uap/asap logam, Pelarut organik atau Restriction
COM
bahan yang mudah menguap, Manual
Material Handling, Kerja Shift)
Temporary
OFFSET / Terduga Penyakit Menular: Suspek TB
2012090198 WAHYUDI Kashift Unfit to
FINISHING Paru
Work
Temporary
OFFSET / Terduga Penyakit Menular: Suspek TB
2013110189 ARIF BUDIMAN - Unfit to
FINISHING Paru
Work
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
RIZWAN OFFSET / (Suhu/tekanan panas, Asap, Pelarut Fit with
2018060145 Operator
HERMAWAN FINISHING organik atau bahan yang mudah Restriction
menguap, Manual Material Handling, Kerja
Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
OFFSET / Fit with
2018060147 AHMAD PAUJI Operator mungkin berhubungan dengan pekerjaan
FINISHING Restriction
(Manual Material Handling, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi stage II
Temporary
ERNA YULI OFFSET / yang diperberat oleh pekerjaan
2018080195 Koordinator Unfit to
NOVITA FINISHING (Suhu/tekanan panas, Beban/tuntutan
Work
kerja berlebih secara mental, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
LUPI ADI OFFSET / Fit with
2018090227 Operator (Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Manual
SUSILO FINISHING Restriction
Material Handling, Beban/tuntutan kerja
berlebih secara mental, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
ASEP OFFSET / Fit with
2018110266 Operator mungkin berhubungan dengan pekerjaan
SUHARJA FINISHING Restriction
(Kebisingan, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
(Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Manual
JAJANG OFFSET / Fit with
2011120143 Operator Material Handling, Kerja Shift);
SUBANDI LOGISTIK Restriction
Leukosituria & Suspek Infeksi Saluran
Kemih yang dapat diperberat pekerjaan
(Suhu/Tekanan Panas)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
CHARLES OFFSET / Fit with
2014080094 - (Suhu/tekanan panas, Pelarut organik atau
GUNAWAN LOGISTIK Restriction
bahan yang mudah menguap, Manual
Material Handling, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
UNTUNG TRI OFFSET / (Suhu/tekanan panas, Pelarut organik atau Fit with
2017100167 Operator
CAHYANTO LOGISTIK bahan yang mudah menguap, Manual Restriction
Material Handling, Beban/tuntutan kerja
berlebih secara mental)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
OFFSET / mungkin berhubungan dengan pekerjaan Fit with
2018030092 SAHADI Operator
LOGISTIK (Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Manual Restriction
Material Handling, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
REZAL OFFSET / Fit with
2019060106 Operator mungkin berhubungan dengan pekerjaan
NOPRIYANTO LOGISTIK Restriction
(Suhu/tekanan panas, Kerja Shift)

____________________________________________________________________________________________

29
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________
Bagian/Unit FITNESS
NIK Nama Jabatan Keterangan
Kerja STATUS
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi stage II
yang diperberat oleh pekerjaan
OFFSET / (Kebisingan, Beban/tuntutan kerja berlebih Temporary
2010060069 DULATIP - LOGISTIK / secara mental, Kerja Shift); Diabetes Unfit to
FORKLIFT Mellitus yang dapat diperberat pekerjaan Work
(Beban/tuntutan kerja berlebih secara
mental, Kerja Shift)
OFFSET / Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
MAMAN Fit with
2019080139 Operator LOGISTIK / mungkin berhubungan dengan pekerjaan
SULAIMAN Restriction
FORKLIFT (Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Asap)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
(Kebisingan, Suhu/tekanan panas,
RAHMAT OFFSET / Fit with
2008010013 - Uap/asap logam, Pelarut organik atau
FEBRIANTO MAINTENANCE Restriction
bahan yang mudah menguap, Manual
Material Handling, Beban/tuntutan kerja
berlebih secara mental)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
Kepala OFFSET / Fit with
2011110125 KIKI MUTTAQIN (Uap/asap logam, Pelarut organik atau
Regu MAINTENANCE Restriction
bahan yang mudah menguap, Manual
Material Handling)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
OFFSET / mungkin berhubungan dengan pekerjaan Fit with
2016020042 ITA SUHANTA Karu
MAINTENANCE (Pelarut organik atau bahan yang mudah Restriction
menguap, Manual Material Handling)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
YULIAN OFFSET / (Kebisingan, Pelarut organik atau bahan Fit with
2017120225 Operator
EFENDI MAINTENANCE yang mudah menguap, Manual Material Restriction
Handling, Beban/tuntutan kerja berlebih
secara mental, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja:
ROCKY OFFSET / PD & Hematuria/Mikrohematuria yang dapat Fit with
2010010002 Staff
ORLANDO D diperberat pekerjaan (Suhu/Tekanan Restriction
Panas)
Penyakit Terkait Kerja:
SITI NUR ALIFA OFFSET / PD & Hematuria/Mikrohematuria yang dapat Fit with
2018050118 Operator
AFRILIANA D diperberat pekerjaan (Suhu/Tekanan Restriction
Panas)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
AHMAD OFFSET / Fit with
2019050095 - (Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Manual
SANUSI POST-PRESS Restriction
Material Handling, Beban/tuntutan kerja
berlebih secara mental, Kerja Shift)
Suspek PAK: Simple Low Back Pain
OFFSET / (Nyeri Punggung), diduga akibat pajanan Fit with
2019070113 NASRI CEPI Operator
POST-PRESS ergonomi (Manual Material Handling, Restriction
Awkward Position)
Temporary
MUHAMAD OFFSET / Terduga Penyakit Menular: Suspek TB
2019070121 Operator Unfit to
SANUSI POST-PRESS Paru
Work
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
OFFSET / mungkin berhubungan dengan pekerjaan Fit with
2019070129 JAHRUDIN Operator
POST-PRESS (Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Manual Restriction
Material Handling, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
MOHAMAD Fit with
2014010003 - OFFSET / QC (Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Manual
ROZI Restriction
Material Handling, Beban/tuntutan kerja
berlebih secara mental, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
(Suhu/tekanan panas, Pelarut organik atau
ENDRIKO bahan yang mudah menguap, Manual Temporary
P_PRINT /
2017100171 LEANDRO ADI Operator Material Handling, Beban/tuntutan kerja Unfit to
MAINTENANCE
SAPUTRO berlebih secara mental); Diabetes Mellitus Work
(tidak terkontrol) yang dapat diperberat
pekerjaan (Beban/tuntutan kerja berlebih
secara mental)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
GUNAR P_PRINT / Fit with
2018010043 Operator (Suhu/tekanan panas, Asap, Manual
APRIYANTO MAINTENANCE Restriction
Material Handling, Beban/tuntutan kerja
berlebih secara mental, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
ERWIN P_PRINT / Fit with
2018110273 Operator mungkin berhubungan dengan pekerjaan
GUNAWAN WEB FLEXCO Restriction
(Suhu/tekanan panas, Kerja Shift)

____________________________________________________________________________________________

30
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________
Bagian/Unit FITNESS
NIK Nama Jabatan Keterangan
Kerja STATUS
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
(Beban/tuntutan kerja berlebih secara
Fit with
2005050037 HUPNI - PPIC mental); Dispepsia (Sakit maag) & GERD
Restriction
yang dapat diperberat stressor psikososial
dalam pekerjaan (Beban/tuntutan kerja
berlebih secara mental)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
Fit with
2013090153 IMAN SONJAYA Staff PPIC (Kebisingan, Suhu/tekanan panas,
Restriction
Beban/tuntutan kerja berlebih secara
mental, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
Fit with
2013090154 ANIS SAIFUL - PPIC mungkin berhubungan dengan pekerjaan
Restriction
(Suhu/tekanan panas, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
PANDU HUSNI mungkin berhubungan dengan pekerjaan Fit with
2018090231 - PPIC
MA'RIPAT (Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Manual Restriction
Material Handling, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
QUALITY mungkin berhubungan dengan pekerjaan Fit with
2018100250 M. IHROM Karu
ASSURANCE (Kebisingan, Beban/tuntutan kerja berlebih Restriction
secara mental)
MIFTAKUL Suspek PAK: Knee Pain, diduga akibat Fit with
2017010007 Operator QC
JANAH pajanan ergonomi (berdiri lama) Restriction
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
MOHAMAD mungkin berhubungan dengan pekerjaan
GENERAL Fit with
1805100012 ARMAN AL Operator (Kebisingan, Manual Material Handling,
AFFAIR Restriction
HIKMAT Beban/tuntutan kerja berlebih secara
mental, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
MUHAMAD GENERAL mungkin berhubungan dengan pekerjaan Fit with
1807100019 -
NURJEN AFFAIR (Suhu/tekanan panas, Manual Material Restriction
Handling)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
GENERAL Fit with
1808100001 ANDI SUANDI Driver (Suhu/tekanan panas, Asap, Uap/asap
AFFAIR Restriction
logam, Manual Material Handling, Kerja
Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Suspek Batu Temporary
AHMAD DAMINI
1906100001 - QC Saluran Kemih yang dapat diperberat Unfit to
(B)
pekerjaan (Suhu/Tekanan Panas) Work
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
ACEP mungkin berhubungan dengan pekerjaan Fit with
1908300010 Helper DIE-CUT
ISWANTO (Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Manual Restriction
Material Handling, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
Fit with
1807300018 HERLINA Helper DIE-CUT (Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Manual
Restriction
Material Handling, Beban/tuntutan kerja
berlebih secara mental, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
SANDI Fit with
1807300024 Helper DIE-CUT (Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Manual
KURNIAWAN Restriction
Material Handling, Beban/tuntutan kerja
berlebih secara mental, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
(Suhu/tekanan panas, Manual Material
Handling, Beban/tuntutan kerja berlebih Fit with
1906300008 VIA RAHAYU - DIE-CUT
secara mental, Kerja Shift); Restriction
Hematuria/Mikrohematuria yang dapat
diperberat pekerjaan (Suhu/Tekanan
Panas)
Penyakit Terkait Kerja: Leukosituria &
KEPIN Suspek Infeksi Saluran Kemih yang dapat Fit with
1909300258 - PPIC
OKTAPIYAN diperberat pekerjaan (Suhu/Tekanan Restriction
Panas)
Penyakit Terkait Kerja:
Hematuria/Mikrohematuria yang dapat Fit with
1908300013 AMI - QC
diperberat pekerjaan (Suhu/Tekanan Restriction
Panas)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
BUDI QC (Suhu/tekanan panas, Pelarut organik atau Fit with
1901300006 QC
HARTONO Inspector bahan yang mudah menguap, Restriction
Beban/tuntutan kerja berlebih secara
mental, Kerja Shift)

____________________________________________________________________________________________

31
Executive Summary Medical Check Up Berbasis K3
PT. Satyamitra Kemas Lestari Bulan Desember 2019
____________________________________________________________________________________________
Bagian/Unit FITNESS
NIK Nama Jabatan Keterangan
Kerja STATUS
Penyakit Terkait Kerja:
Hematuria/Mikrohematuria yang dapat Fit with
1907300011 RINI Helper QC
diperberat pekerjaan (Suhu/Tekanan Restriction
Panas)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
SITI NUR (Suhu/tekanan panas, Manual Material Fit with
1909300016 - RIGID BOX
PAUJAH Handling); Hematuria/Mikrohematuria Restriction
yang dapat diperberat pekerjaan
(Suhu/Tekanan Panas)
FINISHING / Temporary
Terduga Penyakit Menular: Suspek TB
1807200069 ENDRIK Operator FOLDER Unfit to
Paru
GLUER Work
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
FINISHING / mungkin berhubungan dengan pekerjaan Fit with
1909200044 IARSIH Helper
LEM MANUAL (Suhu/tekanan panas, Manual Material Restriction
Handling, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
(Kebisingan, Suhu/tekanan panas, Pelarut Temporary
FINISHING /
1906200012 MUHIDI - organik atau bahan yang mudah Unfit to
NOTCHING
menguap, Manual Material Handling, Kerja Work
Shift); Hemoroid yang dapat diperberat
pekerjaan (Manual Material Handling)
Penyakit Terkait Kerja: Hemoroid yang Temporary
FINISHING /
1906200029 HARDIANSYAH - dapat diperberat pekerjaan (Manual Unfit to
NOTCHING
Material Handling) Work
Penyakit Terkait Kerja: Suspek Batu Temporary
GENERAL
1802200043 MAHMUD Operator Saluran Kemih yang dapat diperberat Unfit to
AFFAIR
pekerjaan (Suhu/Tekanan Panas) Work
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan Fit with
1908200022 ADRIAN SANI Helper MAINTENANCE
(Suhu/tekanan panas, Asap, Manual Restriction
Material Handling)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
KARNADI Fit with
1908200023 Helper MAINTENANCE (Suhu/tekanan panas, Asap, Manual
WINARDI Restriction
Material Handling, Beban/tuntutan kerja
berlebih secara mental, Kerja Shift)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
RENALDI mungkin berhubungan dengan pekerjaan
Fit with
1908200025 HAYATUL Helper MAINTENANCE (Asap, Uap/asap logam, Pelarut organik
Restriction
FAJRI atau bahan yang mudah menguap,
Manual Material Handling)
Penyakit Terkait Kerja: Hipertensi yang
mungkin berhubungan dengan pekerjaan
(Suhu/tekanan panas, Manual Material Temporary
1904200287 MAHPUDIN Helper POLAR Handling, Beban/tuntutan kerja berlebih Unfit to
secara mental, Kerja Shift); Suspek Batu Work
Saluran Kemih yang dapat diperberat
pekerjaan (Suhu/Tekanan Panas)
Temporary
REZA Terduga Penyakit Menular: Suspek TB
- Helper FOLDER Unfit to
ETERSING Paru
Work

____________________________________________________________________________________________

32