Anda di halaman 1dari 4

RSIA RAHAYU MEDIKA

Jl. Pekulo sukomukti No.09 - kebaman - srono


telp. (0333) 395518, 081336061547,
082188800044
KAJIAN FORMULARIUM EDISI I (AGUSTUS - DESEMBER) TAHUN 2019

NO POKOK USULAN/KEPUTUSAN KETERANGAN


BAHASAN
1. Evaluasi Obat  Obat yang Slow moving RTL :
baru yang > 3 bulan akan di  Daftar Obat
masuk standar keluarkan dari standar Slow Moving
Formularium RS
 Laporan
 Evaluasi mengenai Monitoring
ESO dan Laporan Obat baru
Medication Error

 Tidak di temukan ESO


dan Medication Error
terkait penggunaan obat
baru

2. Evaluasi Obat  Obat yang Slow moving RTL :


Formularium > 3 bulan akan  Daftar Obat
dikeluarkan dari standar Slow Moving
RS
 Tidak ada
 Evaluasi mengenai kejadian ESO
ESO dan Laporan maupun
Medication Error medication
error

3. Evaluasi obat  Mengingatkan kembali RTL :


Dead Stock dan user/Dokter mengenai  Remainding ke
Slow Moving obat yang termasuk User
Dead Stock dan Slow
Moving (Daftar  Koordinasi
Terlampir) dengan
Distributor dan
 Bila tidak akan dipakai Principal
lagi dan tidak ada
peresepan dalam waktu
1 Bulan maka akan
dihapus dari Daftar
Formularium
4. Pelaporan ESO  Perlu di tingkatkan RTL :
kepatuhan mengenai  Sosialisasi
Pelaporan ESO dari Form MESO
obat yang digunakan dan cara
pelaporannya

5. Peningkatan  Pelaksanaan Program RTL :


Fungsi KFT Kerja  Rapat Internal
KFT dan
Pelaksanaan
Program Kerja
KFT

ANALISIS
1. Evaluasi Obat Baru yang masuk standar Formularium
 Evaluasi yang dilakukan untuk obat baru selama agustus –
desember tidak ditemukan obat baru yang dalam tiga bulan tidak
diresepkan oleh dokter pengusul obat baru. Apabila ada obat slow
moving lebih tiga bulan maka akan dikeluarkan dari standart
formularium. Adapun tindak lanjutnya adalah memakai obat slow
moving dengan cara bersinergi dengan Komite Medik dan Bidang
Pelayanan untuk menjalankan obat-obat baru tersebut sesuai
dokter pengusul obat.
 Evaluasi mengenai ESO dan medication error terkait penggunaan
obat baru, belum ada ESO dan medication Error yang terlaporkan.
Adapun rencana tindak lanjut adalah dengan membuat laporan
monitoring obat baru setiap empat bulan sekali.

2. Evaluasi Obat Formularium


 Evaluasi yang dilakukan untuk obat dalam formularium selama
agustus sampai dengan desember 2019 ditemukan obat yang
dalam tiga bulan masuk dalam slow moving sebanyak 4 item obat
(daftar terlampir). Adapun tindak lanjutnya adalah memakai obat
slow moving dengan cara bersinergi dengan Komite Medik dan
Bidang Pelayanan untuk menjalankan obat-obat baru tersebut
sesuai dokter pengusul obat.
 Evaluasi mengenai ESO dan medication error terkait penggunaan
obat dalam formularium tidak ditemukan adanya kasus ESO yang
terlapor
3. Evaluasi Obat Dead Stock dan Slow Moving
 Untuk daftar obat Dead Stock dan slow moving bila tidak dipakai
lagi dan tidak ada peresepan dalam waktu satu bulan maka akan
dihapus dalam daftar formularium. Adapun upaya yang dilakukan
adalah mengingatkan kembali USER atau dokter mengenai obat
yang termasuk dead stock dan slow moving

4. Pelaporan ESO
 Untuk pelaporan ESO pada kasus yang ditemukan dilakukan oleh
perawat yang ada di IGD. Hal ini sudah sesuai dengan regulasi
bahwa yang melaporkan ESO adalah orang yang pertama kali
mengetahui kejadian ESO dan sudah dilaporkan pada komite
PMKP.
 Adapun rencana tindak lanjut adalah sosialisasi form MESO dan
cara alur pelaporannya.

5. Peningkatan Fungsi KFT di RSUD Genteng


 Program kerja yang sudah dilaksanakan KFT selama agustus –
desember adalah evaluasi monitoring obat baru, kajian obat
dalam formularium, evaluasi pelaporan ESO dan Medication error
dengan melakukan rapat internal

Ketua Komite Farmasi dan Terapi

dr. Galuh Supriyadi


Daftar obat slow moving RSIA Rahayu Medika

No Nama obat
1. Trilac injeksi
2. Viccilin injeksi
3. Lasal syrup
4. Analsik tablet

Ketua Komite Farmasi dan Terapi

dr. Galuh Supriyadi