Anda di halaman 1dari 2

Drone Taksi Terbang dari Jogja, Ini Uji dan Fitur

Keselamatannya
tekno.tempo.co/read/1302692/drone-taksi-terbang-dari-jogja-ini-uji-dan-fitur-
keselamatannya/full&view=ok
Zacharias Wuragil 3 Februari
2020

TEMPO.CO, Jakarta - Drone taksi terbang, Frogs, lahir dari pengembangan desain drone
quadcopter. Selain konfigurasi sistem kontrol, pengembangannya mempertimbangkan
aspek-aspek seperti aerodinamika, struktur, dan ergonomi.

Jefry Pratama, Venture and Investment Partners di UMG Medialab Indonesia,


menjelaskan itu saat ditemui di Jakarta, Kamis 30 Januari 2020. UMG Medialab adalah
perusahaan Venture Capital (VC) serta Venture Builder (VB) yang bergerak di bidang
pemanfaatan teknologi. Perusahaan ini menciptakan ekosistem startup teknologi 4.0
dan Frogs asal Yogyakarta termasuk di dalamnya.

Menurut Jefry, purwarupa drone penumpang itu telah selesai seluruhnya. Mainframe
atau kabin untuk penumpang, motor, bling-baling, dan baterai sebagai sumber tenaga
telah lengkap. “Hanya tinggal sedikit merevisi interior dalam hal ini posisi kursi dan
pegangan untuk penumpang sebelum drone dibawa ke pameran teknologi Hannover
Messe 20-24 April 2020,” katanya.

1/2
Lalu bagaimana dengan tingkat keselamatan? Struktur Frogs disebut dibangun
menggunakan bahan karbon fiber yang kuat dan ringan dengan desain kokoh yang
memiliki nilai margin of safety tinggi. Untuk fitur dalam sistem juga dipersiapkan dengan
beberapa simulasi kegagalan seperti satu motor mati maka motor lain akan
menggantikan. “Agar wahana masih bisa mengudara dengan baik.”

Proses ujinya pun diklaim telah dilakukan terhadap setiap komponen yang digunakan
hingga masing-masing memenuhi syarat. Contohnya, dilakukan pengujian terhadap
rangkaian motor dan propeller atau baling-baling untuk mendapatkan gaya dorong yang
diharapkan.

Proses selanjutnya, Jefry menuturkan, dibuat sebuah kerangka besi dengan dimensi yang
sama dengan frame asli, lalu dilakukan uji terbang sampai sistem stabil dan semua
motor bisa tersinkronisasi dengan baik. Lalu sistem yang telah didapatkan stabil
diitransmisikan ke frame karbon yang asli.

“Untuk tahap pengujian awal dilakukan penerbangan lower frame, tanpa body atas
(cabin), sampai semua aspek terpenuhi maka akan dilakukan uji terbang dengan semua
komponen lengkap,” katanya.

Lewat riset dua tahun, Frogs didesain lebih untuk memenuhi kebutuhan transportasi di
wilayah kepulauan di Indonesia. Membidik pangsa pasar jasa taksi udara, drone ini juga
bisa dimanfaatkan untuk memuat kargo, kebutuhan militer, serta kepentingan darurat
maupun pertolongan pertama di daerah bencana yang sulit diakses.

“Untuk komersialisasinya tentu kami berharap secepatnya wahana ini bisa dinikmati
oleh masyarakat Indonesia,” kata Jefry. Dia menambahkan, “Kami juga masih tergantung
dengan regulasi yang siap, khusus untuk mengatur operasi teknologi ini karena untuk
saat ini peraturan tentang pesawat listrik berpenumpang setahu kami belum ada di
Indonesia.”

2/2