Anda di halaman 1dari 14

BAB I

DEFINISI

A.Definisi
Penyuluhan kesehatan adalah penambahan pengetahuan dan
kemampuan seseorang melalui tehnik praktek belajar atau instruksi dengan
tujuan mengubah atau mempengaruhi perilaku manusia secara individu,
kelompok maupun masyarakat untuk dapat lebih mandiri dalam mencapai
tujuan hidup sehat (Depkes, 2002).
Penyuluhan kesehatan adalah gabungan berbagai kegiatan dan kesempatan
yang berlandaskan prinsip-prinsip belajar untuk mencapai suatu keadaan,
dimana individu, keluarga, kelompok ataumasyarakat secara keseluruhan
ingin hidup sehat, tahu bagaimana caranya dan melakukan apa yang bisa
dilakukan, secara perseorangan maupun secara kelompok dengan
meminta pertolongan (Effendy, 2003)
Pendidikan kesehatan adalah suatu proses perubahan pada diri
seseorang yang dihubungkan dengan pencapaian tujuan kesehatan individu,
dan masyarakat . Pendidikan kesehatan tidak dapat diberikan kepada
seseorang oleh orang lain, bukan seperangkat prosedur yang harus
dilaksanakan atau suatu produk yang harus dicapai, tetapi sesungguhnya
merupakan suatu proses perkembangan yang berubah secara dinamis, yang
didalamnya seseorang menerima atau menolak informasi, sikap, maupun
praktek baru, yang berhubungan dengan tujuan hidup sehat (Suliha, dkk.,
2002).
Tujuan pendidikan kesehatan adalah (Effendy, 1998) :
1). Tercapainya perubahan perilaku individu, keluarga dan masyarakat
dalam membina dan memelihara perilaku hidup sehat dan lingkungan sehat,
serta berperan aktif dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan yang
optimal.
2) Terbentuknya perilaku sehat pada individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat yang sesuai dengan konsep hidup sehat baik fisik, mental dan
sosial sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian.
3) Menurut WHO tujuan penyuluhan kesehatan adalah untuk merubah
perilaku perseorangan dan atau masyarakat dalam bidang kesehatan.
Menurut Effendy, faktor-faktor yang perlu diperhatikan terhadap sasaran
dalam keberhasilan penyuluhan kesehatan adalah :
1) Tingkat Pendidikan.
Pendidikan dapat mempengaruhi cara pandang seseorang terhadap
informasi baru yang diterimanya. Maka dapat dikatakan bahwa semakin
tinggi tingkat pendidikannya, semakin mudah seseorang menerima informasi
yang didapatnya.
2) Tingkat Sosial Ekonomi
Semakin tinggi tingkat sosial ekonomi seseorang, semakin mudah pula
dalam menerima informasi baru.
3) Adat Istiadat
Pengaruh dari adat istiadat dalam menerima informasi baru merupakan hal
yang tidak dapat diabaikan, karena masyarakat kita masih sangat
menghargai dan menganggap sesuatu yang tidak boleh diabaikan.
4) Kepercayaan Masyarakat
Masyarakat lebih memperhatikan informasi yang disampaikan oleh orang –
orang yang sudah mereka kenal, karena sudah timbul kepercayaan
masyarakat dengan penyampai informasi.
5) Ketersediaan Waktu di Masyarakat
Waktu penyampaian informasi harus memperhatikan tingkat aktifitas
masyarakat untuk menjamin tingkat kehadiran masyarakat dalam
penyuluhan
BAB II
RUANG LINGKUP

A. Ruang Lingkup
Ruang lingkup penyuluhan kesehatan dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu:
1. Berdasarkan aspek kesehatan, dikelompokkan menjadi:
a. Penyuluhan kesehatan pada aspek promotif Penyuluhan kesehatan
pada aspek ini sasarannya adalah kelompok orang sehat. Derajat
kesehatannya adalah dinamis oleh karena itu meskipun seseorang
telah dalam kondisi sehat tetapi perlu ditingkatkan dan dibina lagi
kesehatannya.
b. Penyuluhan kesehatan pada aspek pencegahan dan
penyembuhan, dan ini mencakup tiga upaya atau kegiatan yaitu :
- Penyuluhan kesehatan pada pencegahan tingkat pertama
(primaryPrevention)Penyuluhan kesehatan pada tingkat ini
sasarannya adalah kelompok masyarakat yang beresiko tinggi
(high risk), misalnya kelompok ibu hamil, para pekerja seks, dan
sebagainya dengan tujuan agartidak terkena penyakit.
- Penyuluhan kesehatan pada pencegahan tingkat kedua
(secondaryprevention)Penyuluhan kesehatan pada tingkat ini
sasarannya adalah parapenderita penyakit kronis, misalnya
asma bronchiale, Diabetes Militus, hipertensi dansebagainya
dengan tujuan agar penderita mampu mencegah
penyakitnyamenjadi tidak parah.
- Pencegahan tingkat tiga (tertiary prevention)
Penyuluhan kesehatan pada tingkat ini sasaranya adalah
kelompok pasienyang baru sembuh dari suatu penyakit, dengan
tujuan agar mereka segera pulih kembali kesehatannya.
2. Berdasarkan tatanan (setting) atau tempat pelaksanaannya
Penyuluhan kesehatan dapat dilaksanakan diberbagai tempat, dan
dalam hal ini dikelompokkan menjadi:
a. Penyuluhan kesehatan di dalam gedung
Penyuluhan kesehatan didalam gedung yaitu peyuluhan
kesehatan yangdilaksanakan didalam gedung Puskesmas,
meliputi penyuluhan kesehatandi ruang tunggu penderita, ruang
pemeriksaan, ruang imunisasi dan di ruanggizi.
b. Penyuluhan kesehatan di luar gedung
Penyuluhan kesehatan di luar gedung yaitu penyuluhan
kesehatan yangdilaksanakan di luar gedung Puskesmas, meliputi
penyuluhan kesehatan diPosyandu Balita, di Posyandu lansia, di
Pos Pembinaan Tepadu/ Posbindu, dikeluarga/ rumah tangga, di
sekolah, di tempat-tempat umum, tempat- tempatkerja/ pos Upaya
Kesehatan Kerja (UKK).
3. Berdasarkan Tingkat Pelayanan
Penyuluhan kesehatan berdasarkan tingkat pelayanan, dapat
dilakukan berdasarkan 5 tingkat pencegahan dari Leavel dan Clark,
sebagai berikut :
a. Promosi kesehatan (health promotion)
Penyuluhan kesehatan dalam tingkat ini sangat
diperlukanuntukmemberikan motivasi kepada sasaran dalam
merubah perilakunya menjadi lebih baik agar dapat
meningkatkan derajat kesehatannya setinggi-tingginya,misalnya
dalam melakukan upaya peningkatan gizi, melakukan
kebiasaanhidup bersih dan sehat dll.
b. Perlindungan khusus (specific protection)
Penyuluhan kesehatan dalam tingkat ini sangat diperlukan
yaitu untuk memberikanpengetahuan dan menumbuhkan
kesadaran kepada masyarakattentang pentingnya upaya
mencegah terjadinya suatu penyakit, misalnyatentang pentingnya
pemberian imunisasi kepada bayi dan Balita sebagaibentuk upaya
perlindungan khususuntuk mencegah terjadinya penyakit PD3I
(Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi) dalam program
pemerintahyaitu program LIL (Lima Imunisasi dasar Lengkap) .
LIL (Lima Imunisasi Dasar Lengkap) itu adalah:
- Imunisasi BCG untukmencegahpenyakit TBC/ Tuberculosis,
- Imunisasi DPT untuk mencegah penyakit Difteri, Pertusis dan
- Tetanus.
- Imunisasi HBV untuk mencegah penyakit Hepatitis B.
- Imunisasi Polio untuk mencegah penyakit Poliomyelitis.
- Imunisasi Campak untuk mencegah terjadinya penyakit
Campak/
- Rubella
c. Diagnosis dini dan pengobatan segera (early diagnosis and
prompt treatment)
Penyuluhan kesehatan dalam tingat ini sangat diperlukan
untuk memberikan pengetahuan dan menumbuhkankesadaran
kepada masyarakat terhadapkesehatan untukmendeteksi secara
dini penyakit yang terjadi agar segeramendapatkanpengobatan
yang tepat.
d. Pembatasan cacat (disability limitation)
Penyuluhan diperlukan sangat untuk memberikan
pengertiandanmenumbuhkan kesadaran kepada masyarakat
tentang kesehatan dan penyakityang diderita sehingga
maumelanjutkan pengobatannya sampai tuntas agar tidak terjadi
kecacatan fisik.
e. Rehabilitasi (rehabilitation)
Setelah sembuh dari suatu penyakit tertentu, kadang orang
menjadi cacatsehingga diperlukan latihan tertentu. Disamping itu
orang yang cacat setelahsembuh dari penyakit, kadang malu
untuk kembali ke masyarakat danmasyarakat tidak mau menerima
mereka (Notoadmodjo, 2003).
Dalamhal ini penyuluhan kesehatan sangat diperlukan untuk
memberikanmotivasi dan kepercayaan diri sehingga dapat kembali
sebagai pribadi yangsama seperti saat belum terjadi kecacatan
fisik dan dapat bersosialisasi dan dan diterima kembali oeh
masyarakat.
BAB III
TATA LAKSANA

A.Tata laksana
Dalam menyelenggarakan tata laksana Penyuluhan kesehatan
agar mencapai tujuan yang berhasil dan berdaya guna, maka perlu
ditetapkan kebijakan operasional dan strategi sebagai berikut :
1. Kebijakan Operasional
Kebijakan penyuluhan kesehatan adalah :
a. Merubah perilaku individu, keluarga/ rumah tangga, kelompok dan
masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesehatan atau
merubah perilaku negatif ke arah perilaku positif dalam bidang
kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan setinggi-
tingginya.
b. Membina perilaku individu, keluarga/ rumah tangga, kelompok dan
masyarakat yang sudah sehat agar dipertahankan dan selalu
ditingkatkan.
c. Mengembangkan perilakudalam bidang kesehatan ke arah yang
lebih baikterutama dengan menanamkan kebiasaan hidup bersih
dan sehat sejak dini kepada anak-anak.
2. Strategi
Strategi keberhasilan yang dilakukan penyuluh kesehatan dalam
pemberian
penyuluhan kesehatan adalah :
a. Mengkaji kebutuhan kesehatan sasaran (individu, keluarga/ rumah
tangga,kelompok atau masyarakat).
Yaitu mengkaji kebutuhan kesehatan sasaran yang ada.
b. Menetapkan masalah kesehatan sasaran
Yaitu menetapkan masalah kesehatan yang dialami sasaran.
c. Memprioritaskan masalah yang terlebih dahulu ditangani untuk
diberi penyuluhan kepada sasaran.
Yaitu memprioritaskan masalah terlebih dahulu ditangani untuk
diberi penyuluhan kepada sasaran berdasarkan tingkat kegawatan
dan kebutuhan dari masalah kesehatan yang dialami sasaran.
d. Menyusun perencanaan penyuluhan
1. Menetapkan tujuan penyuluhan kesehatan.
Yaitu tujuan yang ingin dicapai dalam pemberian
penyuluhan kesehatan dengan terjadi perubahan perilaku ke
arah yang lebih baik dalam bidang kesehatan sehingga dapat
meningkatkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
2. Penentuan sasaran penyuluhan kesehatan
Yaitu sasaran yang akan diberi penyuluhan jelas, apakah
individu, keluarga/ rumah tangga, kelompok atau masyarakat,
sehingga dapat ditentukan metode dan media/ alat peraga apa
yang akan digunakan.
3. Menyusun materi/isi penyuluhan
- Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti
- Materi yang disampaikan tidak sulit untuk dimengerti
- Menggunakan alat peraga dalam penyampaian materi
- Materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan
sasaran
4. Memilih metode penyuluhan tepat sesuai kondisi sosial dan
kultursasaran.
Yaitu penyuluh kesehatan memahami dan menguasai
berbagai macam metode penyuluhan sesuai landasan filosofis
dan psikologis, serta menentukan dan menerapkan metode
penyuluhan yang tepat dan relevan kepada sasaran sesuai
dengan kondisi sosial dan kulturnya agar pesan lebih mudah
diterima, untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
5. Menentukan jenis media/ alat peraga untuk penyuluhan
kesehatan.
Yaitu pemilihan jenis media/ alat peraga yang tepat dalam
pemberian penyuluhan kesehatan sesuai dengan kebutuhan
sasaran. Fungsi media/ alat peraga yaitu dapat sebagai alat
bantu dalam penyuluhan, dapat menimbulkan perhatian
terhadap masalah yang dijelaskan dan dapat mengingatkan
suatu pesan/ informasi.
6. Menentukan kriteria evaluasi penyuluhan.
Yaitu menentukan kriteria dari pemecahan masalah
kesehatan yang ada pada sasaran.
b. Melaksanakan penyuluhan kesehatan dengan penyajian yang
materi yang sistimatis dan meyakinkan.
Dalam pelaksanaan penyuluhan kesehatan, diperlukan
penyajian materi yang lebih sitimatis dan meyakinkan agar
penyuluh kesehatan dapat mempengaruhi sasaran untuk
merubah perilakunya dalam bidang kesehatan ke arah yang
lebih baik untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi-
tingginya.
c. Menilai hasil penyuluhan kesehatan.
Yaitu dengan menilai hasil yang telah dicapai, sehingga
ada perbedaan dan perubahan perilaku sebelum dan sesudah
diberikan penyuluhan kesehatan.
d. Mengevaluasi tindak lanjut dari penyuluhan kesehatan.
Yaitu dengan mengevaluasi tindak lanjut dari penyuluhan
kesehatan yang telah dilakukan, diketahui bahwa sasaran mau
dan mampu merubah perilakunya ke arah yang lebih baik
dalam bidang kesehatan dengan penuh kesadaran sebagai
tindak lanjut dari penyuluhan kesehatan yang telah diberikan
petugas penyuluh kesehatan kepada sasaran.

B. Manajemen (PDCA)
Untuk terselenggaranya penyuluhan kesehatan di Puskesmas,
perlu ditunjang dengan manajemen yang baik. Manajemen penyuluhan
kesehatan di Puskesmas adalah rangkaian kegiatan yang bekerja
secara sistematis untuk menghasilkan output Puskesmas yang efektif
dan efisien di dalam penyuluhan kesehatan. Ada 4 fungsi manajemen
Upaya KesehatanKerja di puskesmas yaitu :
1. Perencanaan (Plan)
2. Pelaksanaan (Do)
3. Pengawasan dan Pertanggungjawaban (Cek)
4. Tindak lanjut dari pengawasan (Action)
Semua fungsi manajemen tersebut harus dilaksanakan secara
terkait dan berkesinambungan.
1. Perencanaan (Plan)
Perencanaan adalah suatu hal yang amat penting sukses
tidaknya suatu langkah kegiatan sangat tergantung bagus dan
tidaknya program.
Langkah-langkah pembuatan perencanaan adalah :
a. Pengumpulan data, mengolah, menyajikan, serta menginter-
pretasikan sedemikian rupa sehingga menjadi jelas.Data yang
diperlukan disini adalah pertama data yang memberikan
gambaran tentang masalah kesehatan. Kedua adalah data yang
memberi gambaran mengenai organisasi pelaksana. Data yang
dapat memberikan gambaran masalah kesehatan seperti halnya:
- Data geografis, yakni luas wilayah, batas wilayah, keadaan
iklim, keadaantanah, mengenai sungai, danau, gunung, dan
sebagainya.
- Data pemerintah, yakni struktur pemerintahan, personalia dan
hak serta kewajibannya.
- Data penduduk, misalnya jumlah penyebaran, jenis kelamin,
angkakelahiran, angka kesuburan, angka kematian, angka
harapan hidup. Inipenting untuk mengukur bentuk penyakit dan
potensi yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah
kesehatan.
- Data mata pencaharian dan pendapatan, misalnya pekerjaan,
tingkatpenghasilan dan pengeluaran.
- Data sosial budaya, seperti kebiasaan hidup, norma,
pendangan masyarakat, anjuran dan pantangan.
- Data pendidikan, yakni tingkat pendidikan, sarana pendidikan
yang ada.
- Data status kesehatan, lingkungan dan kegiatan sarana
kesehatan, seperti angka kematian, angka kematian bayi,
angka kematian ibu, dan lain-lain.
b. Menetapkan prioritas masalah kesehatan yang perlu segera
ditanggulangi.
Yang sering dilakukan adalah pertama menggunakan
scoring, diantaranya menggunakan parameter seperti berat
ringannya masalah, jumlahmasyarakat yang terkena, kenaikan
angka penyakit, rasa prihatin masyarakatterhadap masalah,
sumber yang tersedia. Yang kedua menggunakannomincal group
technique (nonscoring). Menggunakan delphi
techniquemaksudnya permasalahan diperoleh dari kesepakatan
dari sekelompok orang yang sama keahliannya untuk masalah
yang sedang dibicarakan. Delbegtechnique maksudnya
pemasalahan ditentukan oleh sekelompok masyarakat yang tidak
sama pengetahuannya tentang pokok persoalan yang dibicarakan
tapi sebelumnya dijelaskan dulu tentang masalah yang sedang
dibicarakan.
c. Rencana kerja
Rencana kerja adalah menetapkan berbagai cara jalan
keluar, langkah-langkah apa dan bagaimana untuk mengatasi
prioritas masalah tersebut.Rencana kerja harus tercantum antara
lain: tujuan dari penyuluhan kesehatan yang ingin dicapai, metode
penyuluhan kesehatan yang akandigunakan, materi penyuluhan
kesehatan yang akan disampaikan.
d. Menyusun rencana terpadu atau memadukan rencana
penyuluhan kesehatan dengan seluruh program kerja
yang akan dilakukan.
2. Pelaksanaan(Do)
Adalah proses penyelenggaraan, pemantauan, serta penilaian
terhadap penyelenggaraan rencana Pengelolaan Sumber Daya
Manusia di Puskesmas. Langkah-langkah pelaksanaan penyuluhan
kesehatan adalah sebagai berikut :
Langkah-langkah dalam memberikan penyuluhan.
a. Persiapan Penyuluhan Kesehatan
1. Menentukan tujuan penyuluhan kesehatan.
2. Menentukan sasaran penyuluhan kesehatan.
3. Mempersiapkan materi penyuluhan kesehatan.
4. Topik yang dikemukanan hanya satu masalah sesuai dengan
kebutuhan sasaran.
5. Mempersiapkan media/ alat peraga sesuai dengan kebutuhan
sasaran.
6. Menentukan waktu dan tempat diadakan penyuluhan
kesehatan.
7. Mempersiapkan bahan bacaan bila diperlukan.
b. Pelaksanaan Penyuluhan Kesehatan
1. Mengawali penyuluhan kesehatan dengan salam pembuka.
2. Memperkenalkan diri.
3. Menjelaskan tujuan penyuluhan kesehatan.
4. Menjelaskan pokok bahasan yang akan dibahas.
5. Menyampaikan materi dengan suara yang jelas dan bahasa
yang mudah dimengerti
6. Pandangan penyuluh kesehatan dalam menyampaikan materi
merata keseluruh sasaran, apabila sasarannya kelompok atau
masyarakat.
7. Bila bisa diselingi dengan humor dalam memberikan
penyuluhan kesehatan.
8. Menggunakan media/ alat peraga yang sesuai dengan sasaran
untuk memudahkan pengertian sasaran.
9. Memberikan kesempatan kepada sasaran untuk bertanya pada
hal yang kurang jelas kepada penyuluh kesehatan.
10. Menjawab pertanyaan sasaran dengan benar, jelas dan
meyakinkan.
11. Sebelum mengakhiri penyuluhan kesehatan menyimpulkan
hasil penyuluhan yang diberikan penyuluh kesehatan kepada
sasaran.
12. Mengakhiri penyuluhan kesehatan dengan salam penutup.
3. Pengawasan dan Pertanggungjawaban (Cek)
Adalah proses memperoleh kepastian atas kesesuaian antara
pengusulan tenaga dengan pemenuhan kebutuhan tenaga meliputi
kegiatan sebagai berikut:
a. Pengawasan
Terdiri dari pengawasan internal
Pengawasan internal dilakukan secara melekat oleh atasan
langsung, Pengawasan mencakup aspek administrasi dan
penilaian kinerja.
b. Pertanggungjawaban
Pertanggungjawaban mencakup aspek penilaian kinerja.
Pengawasan atau pemantauan pelaksanaan kegiatan dilakukan
secara berkala mencakup hal-hal sebagai berikut :
c. Melakukan telaah penyelenggaraan kegiatan dan hasil yang
dicapai.
d. Mengumpulkan permasalahan, hambatan dan saran-saran untuk
peningkatan penyelenggaraan serta memberikan umpan balik.
e. Pengawasan meliputi pengawasan internal dan eksternal.
Pengawasan mencakup admnistrasi pembiayaan dan teknis serta
hasil kegiatan.
4. Tindak Lanjut dariPengawasan (Action)
Dari hasil pelaksanaan kegiatan diketahui tentang permasalahan,
hambatan dan saran-saran yang ditemukan. Kemudian dianalisis dan
dicari permasalahannya untuk peningkatan mutu penyuluhan
kesehatan untuk kemudian diterapkan pada kegiatan yang sama
ditempat lain.
Pelaksanaan dan hasil kegiatan yang dicapai dibandingkan
dengan rencana tahunan atau target dan standart pelayanan dibuat.
Kemudian penanggung jawab kegiatan penyuluhan kesehatan
melaporkan pelaksanaan kegiatan, dan laporan berbagai sumber
daya kemudian disampaikan kepada kepala Puskesmas.

C. Kegiatan Penyuluhan Kesehatan


1. Penyuluhankesehatan di dalam gedung Puskesmas, meliputi :
a. Penyuluhan kesehatan di ruang tunggu penderita.
b. Penyuluhan kesehatan di ruang pemeriksaan
c. Penyuluhan kesehatan di ruang imunisasi
d. Penyuluhan kesehatan di ruang gizi
2. Penyuluhan kesehatan di luar gedung Puskesmas, meliputi :
a. Penyuluhan kesehatan di Posyandu Balita
b. Penyuluhan kesehatan di Posyandu Lansia
c. Penyuluhan kesehatan di Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu)
d. Penyuluhan kesehatan di keluarga/ rumah tangga
e. Penyuluhan kesehatan di Sekolah
f. Penyuluhan kesehatan di tempat-tempat umum/ pasar
g. Penyuluhan kesehatan di tempat-tempat kerja/ pos Upaya
Kesehatan Kerja
BAB IV
DOKUMENTASI
1.Evaluasi kegiatan
2.Pencatatan
3.Pelaporan
4.Pendokumentasian kegiatan
a. foto kegiatan
b. notulen
c. daftar hadir peserta