Anda di halaman 1dari 6

Vol. 3 No.

1 tahun 2014 [ISSN 2252-6641]


Hlm. 11-16

IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM KU-


RIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN SEJARAH

Eka Aprilia Permatasari


Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang
historiaunnes@gmail.com

ABSTRACT

District Education Office Trunk designate some schools to implement the curriculum in 2013 one
of which is the SMA 2. The study revealed (1) how the implementation of Curriculum 2013 in the
teaching of history in schools. (2) how the implementation of a scientific approach to teaching his-
tory. The purpose of this study was (1) to determine the implementation of Curriculum 2013 in the
teaching of history in schools. (2) to assess the implementation of a scientific approach to teaching
history.

Keywords: Curriculum, 2013, Teaching History, Scientific Approach.

ABSTRAK

Dinas Pendidikan Kabupaten Batang menunjuk beberapa sekolah untuk menerapkan


Kurikulum 2013 salah satunya adalah SMA Negeri 2. Penelitian ini mengungkap (1)
bagaimana implementasi Kurikulum 2013 dalam pembelajaran sejarah di sekolah. (2)
bagaimana implementasi pendekatan saintifik dalam pembelajaran sejarah. Tujuan dalam
penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui implementasi Kurikulum 2013 dalam
pembelajaran sejarah di sekolah. (2) untuk mengetahui implementasi pendekatan saintifik
dalam pembelajaran sejarah.

Kata kunci : Kurikulum 2013, Pembelajaran Sejarah, Pendekatan Saintifik.

Alamat korespondensi 11
Gedung C2 Lantai 1, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang
Kampus Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang 50229
Indonesian Journal of History education, Vol. 3 (1) tahun 2014

PENDAHULUAN tahu tentang “ mengapa”, ranah keterampi-

Pengertian kurikulum senantiasa lan mengaitkan substansi atau materi ajar

berkembang sejalan dengan perkembangan a g a r p e s e r t a d i d i k tahu ten-

teori dan pkembangan teknologi. Dengan tang ‘’bagaimana’’, sedangkan ranah penge-

beragamnya pendapat mengenai tahuan mengaitkan substansi atau mater

pengertian kurikulum, maka secara teoretis iajar agar peserta didik tahu tentang “apa”.

agak sulit menentukan suatu pengertian Pembelajaran dengan pendekatn

yang dapat merangkum semua pendapat saintifik adalah pembelajaran yng terdiri

tentang kurikulum. Perubahan kurikulum atas kegiatan mengamati (untuk mengiden-

yang dilakukan oleh pemerintah adalah tifikasi masalah yang ingin diketahui),

niatan untuk perbaikan sistem pendidikan. merumuskan pertanyaan dan merumuskan

Meskipun pada kenyataanya setiap kuriku- hipotesis, mengumpulkan data/informasi

lum memiliki kekurangan dan perlu dieval- dengan berbagai teknik, mengolah/

uasi serta diperbaiki agar tujuan pendidi- menganalisis data/informasi dan menarik

kan tercapai dengan baik. Tentu banyak kesimpulan serta mengkomunikasikan

sekali alasan terjadinya perubahan kuriku- hasil yang terdirii dari kesimpulan dan juga

lum, di samping alasan kurikulum sebe- temuan lain di luar rumusan masalah un-

lumnya harus disempurnakan karena adan- tuk memperoleh pengetahuan, keterampi-

ya kekurangan, tetapi yang paling men- lan dan sikap. Langkah-langkah tersebut

dasar adalah agar kurikulum yang akan dapat dilanjutkan dengan kegiatan mencip-

diterapkan tersebut mampu menjawab tan- ta.

tangan zaman yang terus berubah tanpa Berdasarkan observasi awal pada

dapat dicegah dan untuk mempersiapkan tanggal 5 April 2014 di SMA Negeri 2 Ba-

peserta didik agar mampu bersaing dimasa tang tentang kurikulum 2013, di Kabupat-

depan dengan segala kemajuan ilmu penge- en Batang ada 2 sekolah yang sudah

tahuan dan teknologi (Latifatul, 2013 : 15). mengimplementasikan kurikulum 2013.

Dalam pembelajaran pada kurikulum Salah satunya adalah SMA Negeri 2 Ba-

2013 di sekolah,dilaksanakan dengan tang. Dalam pembelajaran sejarah di SMA

menggunakan pendekatan ilmiah (scientific Negeri 2 Batang, terdapat mata pelajaran

approach). Proses pembelajaran harus me- sejarah wajib atau sejarah Indonesia dan

nyentuh tiga ranah yaitu, sikap (attitude), keterampi- mata pelajaran sejarah pilihan yaitu sejarah

lan (skill), dan pengetahuan (knowledge). Da- umum.Sejarah wajib adalah mata pelajaran

lam proses pembelajaran berbasis pendeka- yang wajib diikuti oleh semua siswa baik

tan ilmiah, ranah sikap mengaitkan sub- jurusan sosial ataupun sains, sedangkan

stansi atau materi ajaragar peserta didik pilihan adalah untuk siswa jurusan sosial.

12
Implementasi Pendekatan Saintifik… - Eka Aprilia Permatasari

Guru berusaha untuk mengajar dengan METODE PENELITIAN


menggunakan pendekatan saintifik, walau-
Pendekatan yang digunakan dalam
pun belum semua guru sejarah di SMA penelitian ini adalah pendekatan kuali-
Negeri 2 Batang benar-benar memahami tatif.Menurut Bogdan dan Taylor dalam
Moleong (2011:4) penelitian kualitatif adalah
mengenai pendekatan saintifik. Di dalam prosedur penelitian yang menghasilkan data
kelas siswa diajak untuk mengamati suatu deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan
dari orang-orang dan perilaku yang dapat dia-
obyek yaitu suatu gambar peninggalan se-
mati.
jarah islam, kemudian guru menjelaskan Sugiyono (2010:15) menjelaskan bahwa
sedikit tentang kerajaan islam di Indonesia, metode penelitian kualitatif adalah metode
penelitian yang dilakukan pada obyek alamiah,
dan kemudian siswa di beri pertanyaan yang berkembang apa adanya, tidak
uraian untuk didiskusikan secara kelompok mempengaruhi dinamika pada obyek tersebut,
dalam penelitian kualitatif instrumennya ada-
dan hasilnya akan dipresentasikan di dapan
lah orang atau human instrument, yaitu peneliti
kelas. Dari kegiatan diskusi siswa akan sendiri. Untuk menjadi instrumen, maka
lebih berani untuk bebicara di depan ban- peneliti harus memiliki bekal teori dan wawa-
san yang luas, sehingga mampu bertanya,
yak orang.
menganalisis, memotret, dan mengkonstruksi
Sarana dan prasarana juga sangat situasi sosial pendidikan yang diteliti menjadi
penting untuk menunjang keberhasilan lebih jelas dan bermakana (Sugiyono, 2010:15).

kegiatan belajar mengajar. Di SMA Negeri


2 Batang, belum tersedia LCD di masing- HASIL DAN PEMBAHASAN
masing kelas, sehingga banyak guru yang Data hasil penelitian berasal dari hasil
menggunakan metode ceramah karena ku- pengamatan guru sejarah sebagai subyek
penelitian dan hasil wawancara, serta penggam-
rangnya LCD. Namun ada beberapa guru baran tentang pemahaman guru dalam men-
yang berusaha untuk menggunakan LCD erapkan Kurikulum 2013 pada proses pembela-
jaran sejarah. Penulis melakukan wawancara
meminjam dari ruang TIK. Namun apabila
dan observasi terhadap guru di SMA Negeri 2
meminjam guru mengeluhkan jam pelaja- Batang dan peserta didik di SMA Negeri 2 Ba-
ran akan berkurang karena digunakan un- tang.
Sesuai dengan rancangan awal yang me-
t uk m em p er si apk an L CD d an p en -
nyebutkan bahwa metode pengumpulan data
goprasiannya. Dan salah satunya adalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah
guru mata pelajaran sejarah yang selalu observasi, wawancara dan dokumentasi, maka
dalam sub bagian ini akan memberikan infor-
berusaha untuk menerapkan pendekatan masi, data dan hasil observasi, wawancara serta
saintifik pada pembelajaran sejarah. dokmentasi. Langkah ini dilakukan dengan
alasan agar data yang diambil dengan me-
manfaatkan handphone sebagai alat perekam
suara, kamera, maupun catatan lapangan lebih
lanjut dapat dipahami.
Untuk sarana dan prasarana di SMA
Negeri 2 Batang sudah memadai dan terbilang

13
Indonesian Journal of History education, Vol. 3 (1) tahun 2014

lengkap, dari laboratorium, perpustakan, kantin pembelajaran akan dicapai tiga ranah, yakni
sekolah, mushola, kamar mandi siswa, dan ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik untuk
koperasi sekolah. Namun, semua kelas belum semua mata pelajaran. Pada kurikulum KTSP
terpasang LCD, sehingga harus meminjam ke atau kurikulum sebelumnya, tidak mencakup
ruang TIK apabila dalam kegiatan pembelaja- semua ranah tersebut, hanya meliputi ranah
ran guru ingin menggunakan media power kognitif dan afektif saja, atau mungkin afektif
point. SMA Negeri 2 Batang sudah mempunyai dan psikomotorik saja. Dan pada kurikulum
aula sederhana untuk kegiatan sekolah. Untuk 2013 menekankan adanya ketiga ranah terse-
siswa dan guru juga disediakan fasilitas “Hot but, untuk melekat pada setiap mata pelajaran.
spot area”, sehingga di saat jam istirahat siswa Pembelajaran sejarah dalam kurikulum
maupun guru dapat memanfaatkan fasilitas ini. 2013 adalah adanya pembagian kelompok un-
Kurikulum 2013 atau Pendidikan tuk siswa IPA dan IPS, yang pertama adalah
sejarah Indonesia. Sejarah Indonesia ini diberi-
Berbasis Karakter adalah kurikulum baru
kan untuk peminatan IPA maupun peminatan
yang dicetuskan oleh Kementrian Pendidi- IPS. Sejarah Indonesia ini disebut dengan Se-
kan dan Kebudayaan RI untuk mengganti- jarah Umum. Untuk materinya mencakup dari
masyarakat pra aksara hingga kerajaan -
kan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidi- kerajaan di Nusantara. Dalam sejarah Indone-
kan. Kurikulum 2013 merupakan sebuah sia tidak hanya mengajarkan kognitif atau
pengetahuan saja, melainkan dapat memuncul-
kurikulum yang mengutamakan pemaham-
kan watak/karakter dari tokoh sejarah sehingga
an, keahlian atau keterampilan dan pen- peserta didik bisa meniru ataupun mengambil
didikan berkarakter. Dalam kurikulum contoh untuk menerapkan sikap yang baik bagi
peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Dari
2013 siswa dituntut untuk paham atas ma-
segi psikomotoriknya peserta didik diajak untuk
teri, aktif dalam berdiskusi dan presentasi lebih mendalami pembelajaran saintifik agar
serta memiliki sopan santun dan disiplin peserta didik mampu melihat, menanya, mem-
bentuk jejaring atau kelompok belajar sehingga
yang tinggi kurikulum ini menggantikan muncul keterampilan -keterampilan yang
KTSP yang diterapkan sejak 2006 lalu. Da- didapat peserta didik dan harapannya adalah
peserta didik bisa mengemukakan pendapatnya
lam kurikulum 2013 mata pelajaran wajib
dengan baik dan bisa membuat laporan tulisan
diikuti oleh peserta didik dalam satuan terkait materi sejarah yang di ajarkan.
pendidikan pada setiap jenjang pendidikan. Sedangkan sejarah peminatan lebih
m e n e k a n k a n k e p a d a ko n s e p , m i s a l n y a
Mata pelajaran yang diikuti peserta didik pengertian sejarah itu sendri, siapa para ahli
dipilih sesuai dengan pilihan mereka. yang mengungkapkan, serta penel itian -
Seperti yang telah teruarai di atas bahwa penelitian sejarah dan historiografinya. Dalam
kurikulum itu sendiri adalah sebagai acuan kegitan belajar mengajar mencakup kegitan
atau kerangka pedoman untuk memproses awal, kegiatan inti, dan penutup. Biasanya guru
kegiatan pembelajaran mulai dari ujian secara menyiapkan perangkat pembelajaran terlebih
Nasional baik sampai kegiatan pembelajaran dahulu sebelum mengajar, seperti RPP dan
dalam kelas. Dan kurikulum 2013 ini merupa- silabus.
kan penyempurnaan dari kurikulum-kurikulum Pendekatan saintifik berasal dari kata
sebelumnya yang dikenal dengan kurikulum saint yang berarti ilmu. Maka pendekatan
2006 atau orang lebih sering menyebut dengan
saintifik adalah pendekatan keilmuan yang
KTSP dan juga kurikulum 2004 yaitu KBK,
dahulu disebeut kurikulum suplemen. Dalam bersifat logis dan sistematis. Dalam pros-

14
Implementasi Pendekatan Saintifik… - Eka Aprilia Permatasari

esnya diawali dari siswa menanya, karena pun guru telah memahami tentang kurikulum
2013, dalam penerapannya guru belum siap
ada objek yang dilihat dan didengar maka
untuk sepenuhnya menggunakan kurikulum
siswa merespon sehingga muncul kegiatan 2013.
bertanya, ketika guru menyampaikan atau Hal ini dikarenakan guru hanya menge-
tahui tentang arti secara teori, sehingga pelati-
menjawab pertanyaan dari siswa maka
han mengenai kurikulum 2013 perlu diadakan
nantinya akan dikaitkan dengan materi kembali hingga guru benar-benar menguasai
yang diajarkan. Kemudian siswa diajak konsep dan prosesnya secara detail dan men-
dalam. Salah seorang guru sejarah lain jusrtu
untuk menyelesaikan persoalan-persoalan sangat paham mengenai kurikulum 2013 beliau
dengan cara berkolaborasi dalam suatu ke- menjelaskan secara rinci bagaiman amenerap-
kan kurikulum 2013 dalam proses pembelaja-
lompok misalnya dengan diskusi antar
ran. Waka kurikulum juga berupaya agar
siswa satu dengan lainnya. Dalam hal ini semua guru di SMA Negeri 2 Batang me-
harus bersifat merata dan tidak berpihak mahami bagaimana mengajar dengan
menggunakan kurikulum 2013.
pada salah satu kelompok saja. Sehingga Dari hasil penelitian di lapangan penera-
akan muncul keterampilan-keterampilan pan kurikulum 2013 adalah kurikulum yang
menggunakan pendekatan saintifik, penedeka-
yang diperoleh peserta didik seperti,
tan saintifik ialah pendekatan secara keilmuan
menghargai pendapat orang lain, dan juga atau ilmiah. Di SMA Negeri 2 Batang dalam
pembelajaran sejarah di kelas guru telah beru-
kompetensi mempresentasikan. Dari hasil
paya menerapkan pendekatan saintifik. Guru
penelitian di SMA Negeri 2 Batang guru selalu berusaha membuat metode baru agar
sudah mulai paham dengan pendekatan siswa antusias mengikuti pelajaran sejarah. Da-
lam pembelajaran sejarah siswa diharapkan
saintifik atau pendekatan secara ilmiah. dapat berpikir secara kritis dar iobyek yang
Dari hasil wawancara guru sudah bisa dilihat dan muncul pertanyaan-pertanyaan
yang kemudian dijawab oleh guru, selain itu
menjelaskan bagaimana pendekatan
siswa juga diajak untuk mendiskusikan suatu
saintifik, hanya tinggal penerapannya yang masalah yang hasilnya di presentasikan di kelas
agar siswa lebih berani mengemukakan pen-
perlu ditingkatkan.
dapat di depan banyak orang dan siswa lain
juga bisa belajar dari pendapat orang lain dan
saling menghormati pendapat orang lain. Inilah
yang disebut pendekatan saintifik, guru tidak
SIMPULAN
lagi menjadi obyek dalam kegiatan belajar, na-
Berdasarkan hasil penelitian yang telah mun siswa yang dituntut lebih aktif dalam bela-
dilakukan dapat disimpulkan bahwa guru se- jar. Pendekatan saintifik juga harus didukung
oleh sarana dan prasarana yang memadai, Hal
jarah di SMA Negeri 2 Batang, telah me-
inilah yang menjadi kekurangan dari penerapan
mahami tentang kurikulum 2013, namun salah
pendekatan saintifik di SMA Negeri 2 Batang.
satu guru sejarah belum begitu mengusai dan
Minimnya jumlah LCD menjadi penghambat
memahami tentang penerapan kurikulum 2013.
penerapan pendekatan saintifik dalam proses
Guru sejarah di SMA Negeri 2 Batang telah
pembelajaran, perlu dipersiapkan terlebih dahu-
mengikuti pelatihan mengenai penerapan ku-
lu, sehingga menyita waktu atau mengurangi
rikulum 2013 untuk pembelajaran sejarah, na-
jam pelajaran untuk mempersiapkan LCD dan
mun pada proses pembelajaran di dalam kelas
laptop, karena harus meminjam dari TU atau
guru masih menjadi pusat atau obyek, walau-

15
Indonesian Journal of History education, Vol. 3 (1) tahun 2014

ruang komputer. Namun sarana dan prasarana


yang lain telah tersedia dengan baik, seperti
ruangkelas yang nyaman, perpustakaan dan
hotspot area. Semuanya dirawa tdan dikelola
dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Kurniasih, Imas dan Berlin Sani. 2014.


Implementasi Kurikulum 2013 Konsep dan
Penerapan. Surabaya: Kata Pena.
Miles, Matthew B. Dan Huberman, A Michael.
2009. Analisis Data Kualitatif. Jakarta:
UI-Pres
Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian
Kualitatif : Edisi Revisi. Bandung: PT
Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, E. 2013. Pengembangan dan
Implementasi Kurikulum 2013. Bandung:
PT. Remaja Rosdakarya.
Muzamiroh, Mida Latifatul. 2013. Kupas
Tuntas Kurikulum 2013. Surabaya: Kata
Pena.
Poerwati, Loloek Endah dan Sofan Amri. 2013.
Panduan Memahami Kurikulum 2013.
Jakarta: PT. Prestasi Putrakarya.

16