Anda di halaman 1dari 3

NAMA : HANA PUJI RAHAYU

NIM : 2014017015
Kelas : 3 A1

NATURE AND TYPE OF AUDIT EVIDENCE


1. Hakekat Bukti Audit
Bukti audit digunakan oleh auditor untuk menentukan informasi yang diaudit telah
dinyatakan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Penggunaan bukti audit adalah untuk
menentukan laporan keuangan telah disajikan dengan benar. Sifat bukti yang digunakan
adalah berbagai jenis audit yang dihasilkan oleh auditor, pihak ketiga dan klien.

2. Keputusan Bahan Bukti Audit


Keputusan penting yang dihadapi para auditor adalah menentukan jenis dan jumlah
bukti audit yang tepat, yang diperlukan untuk memenuhi keyakinan bahwa komponen laporan
keuangan klien dan kesseluruhan laporan telah disajikan secara wajar, dan bahwa klien
menyelenggarakan pengendalian internal yang efektif atas pelaporan keuangan.
Ada empat keputusan mengenai bukti yang harus dikumpulkan yaitu:
1) Prosedur audit yang akan digunakan
2) Berapa ukuran sampel yang akan dipilih untuk prosedur tersebut
3) Item-item mana yang akan dipilih dari populasi
4) Kapan melaksanakan prosedur tersebut

3. Keandalan Bahan Bukti Yang Menyimpulkan


Penentu keandalan bahan bukti yang menyimpulkan adalah ketepatan dan mencukupi
yang langsung diambil dari standar pekerjaan lapangna ketiga.
Ketepatan bukti adalah ukuran mutu bukti yang berarti relavansi dan reliabilitasnya
memenuhi tujuan audit untuk kelas transaksi, saldo akun dan pengungkapan yang berkaitan.
Relavansi bukti, sebuah bukti audit harus berkaitan atau relevan dengan tujuan audit
yang akan diuji oleh auditor sebelum bukti tersebut dianggap tepat.
Reliabilitas bukti, mengacu pada tingkat dimana bukti tersebut dianggap dapat
dipercaya, dan sangat membantu dalam meyakinkan auditor bahwa laporan keuangan telah
disajikan secara wajar.
4. Tujuan Bukti Audit
Tujuan bukti audit secara keseluruhan adalah untuk membantu auditor dalam
memberikan kepastian yang layak bahwa audit yang memadai telah dilakukan sesuai dengan
standar audit.

5. Jenis-Jenis Bahan Bukti Audit


Dalam memutuskan prosedur audit mana yang akan digunakan auditor dapat
memilihnya dari 8 jenis bukti yaitu:
1) Pemeriksaan fisik yaitu inspeksi atau perhitungan yang dilakukan auditor atas
aktiva berwujud.bukti ini sering berkaitan dengan persediaan dan kas.
2) Konfirmasi, penerimaan respon tertulis atau lisan dari pihak ketiga yang
independen yang memverifikasi keakuratan informasi yang diajukan auditor.
3) Dokumentasi, inspeksi oleh auditor atas dokumen dan catatan klien untuk
mendukung informasi yang tersaji dalam laporan keuangan.
4) Prosedur analitis, perbandingan dan hubungan untuk menulai apakah saldo akun
atau data lainnya tampak wajar dibandingkan dengan harapan auditor.
5) Wawancara dengan klien, upaya untuk memperoleh informasi secara lisan dan
tertulis dari klien sebagai respon atas pertanyaan yang diajukan auditor.
6) Rekalkulasi, pengecekan ulang sampel yang dilakukan oleh klien. Pengecekan
terdiri dari pengujian atas keakuratan perhitungan klien.
7) Pelaksanaan ulang, pengujian independen yang dilakukan atas auditor atas
prosedur atau pengendalian akuntansi klien.
8) Observasi, penggunaan indra untuk menilai aktivitas klien.
6. Hakekat Kertas Kerja
Hakekat kertas kerja yang membentuk dasar bagi audit atas laporan keuangan tahunan
perusahaan atau review atas laporan keuangan kuartalan perusahaan. Ada beberapa hakekat
kertas kerja yaitu:
1) Dasar bagi perencanaan audit
2) Catatan bukti yang dikumpulkan dan hasil pengujian
3) Data untuk menentukan jenis laporan audit yang tepat
4) Dasar baji reviewoleh supervaisor dan patner
7. Konsep Pengorganisasian Kertas Kerja
Konsep pengorganisasian kertas kerja adalah sebagai berikut:
1) File permanen, berisi data yang bersifat historis atau berlanjut yang bersangkutan
dengan audit saat ini. File permanen umumnya meliputi: kutipan atau salinan dari
dokumen perusahaan, analisis tahun-tahun sebelumnya, informasi yang
berhubungan dengan pemahaman atas pengendalian internal.hasil prosedur
analitis dari audit tahun sebelumnya.
2) File tahun berjalan
3) Program audit
4) Informasi umum
5) Neraca saldo berjalan
6) Ayat jurnal penyesuaian dan reklasifikasi

8. Hubungan Kertas Kerja Dengan Laporan Keuangan


Hubungan kertas kerja dengan laporan keuangan adalah sebagai berikut:
1) Analisis
2) Neraca saldo atau daftar
3) Rekonsiliasi jumlah
4) Pengujian kelayakan
5) Ikhtisar prosedur
6) Pemeriksaan dokumen pendukung
7) Informasional
8) Dokumentasi dari luar.

Anda mungkin juga menyukai