Anda di halaman 1dari 13

Tes Kemampuan Bidang (TKB)

Pertanahan
Ebook ini HANYA BOLEH didownload oleh Member Situs
www.ebooksoalcpns.com

www.ebooksoalcpns.com
Soal TKB Pertanahan

1. Tanah pertanian yang dimiliki oleh perorangan atau keluarga yang bedomisili di luar
disebut .....
A. Tanah eigendom
B. Tanah Swapraja
C. Tanah Absentee
D. verponding
E. erfpacht

2. Tanah bekas milik kerajaan dinamakan dengan istilah .....


A. Tanah Absentee
B. Tanah Swapraja
C. Tanah eigendom
D. Tanah negara
E. Tanah warisan budaya

3. Istilah untuk surat nomor tagihan pajak atas tanah/bangunan yang dimaksudkan, yang
sekarang dikenal dengan Surat Pajak Hasil Bumi dan Bangunan (SPPT PBB) adalah .....
A. verponding
B. erfpacht
C. verponding
D. egindom
E. Swapercht

4. Yang dimaksud dengna 'pendaftaran tanah' adalah ....


A. Sistem pendataan tanah yang dilakukan oleh pemerintah terhadap tanah masyarakat
B. Tanah masyarakat yang didaftarkan ke kantor pertanahan setempat untuk disahkan
menjadi hak milik
C. rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah secara terus menerus,
berkesinambungan dan teratur, meliputi pengumpulan, pengolahan, pembukuan, dan lain-
lain
D. Kegiatan yang dilakukan oleh warga masyarakat dan pihak kecamatan dalam rangka
mendaftarkan hak milik tanah
E. Pengumpulan data kepemilikan hak atas tanah di suatu wilayah tertentu

5. Data yuridis tanah yaitu .....


A. keterangan mengenai status hukum bidang tanah dan satuan rumah susun yang
didaftar, pemegang haknya dan hak pihak lain serta beban-beban lain yang
membebaninya.
B. keterangan mengenai letak, batas dan luas bidang tanah dan satuan rumah susun yang
didaftar, termasuk keterangan mengenai adanya bangunan atau bagian bangunan di
atasnya.
C. keterangan mengenai tanah yang tidak dipunyai dengan sesuatu hak atas tanah.
D. dokumen yang memuat data fisik suatu bidang tanah dalam bentuk peta dan uraian.

www.ebooksoalcpns.com
E. dokumen dalam bentuk daftar yang memuat identitas bidang tanah dengan suatu sistim
penomoran.

6. Yang dimaksud dengan pendaftaran tanah secara sporadik yaitu .....


A. kegiatan pendaftaran tanah untuk menyesuaikan data fisik dan data yuridis dalam peta
pendaftaran
B. kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka proses pendaftaran tanah untuk pertama kali
C. kegiatan pendaftaran tanah yang dilakukan terhadap obyek pendaftaran tanah yang
belum didaftar berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1961
D. kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali yang dilakukan secara serentak yang
meliputi semua obyek pendaftaran tanah yang belum didaftar dalam wilayah atau bagian
wilayah suatu desa/kelurahan.
E. kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali mengenai satu atau beberapa obyek
pendaftaran tanah dalam wilayah atau bagian wilayah suatu desa/kelurahan secara
individual atau massal.

7. Surat ukur yaitu ....


A. dokumen dalam bentuk daftar yang memuat identitas bidang tanah dengan suatu sistim
penomoran.
B. dokumen yang memuat data fisik suatu bidang tanah dalam bentuk peta dan uraian.
C. dokumen dalam bentuk daftar yang memuat keterangan mengenai penguasaan tanah
D. dokumen dalam bentuk daftar yang memuat data yuridis dan data fisik suatu obyek
pendaftaran tanah yang sudah ada haknya.
E. surat tanda bukti untuk hak atas tanah, hak pengelolaan, tanah wakaf

8. Pejabat umum yang diberi kewenangan untuk membuat akta-akta tanah tertentu
adalah ....
A. Badan Pertanahan Nasional
B. Kantor Pertanahan
C. Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)
D. Menteri
E. Notaris

9. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka proses pendaftaran tanah untuk pertama
kali, meliputi pengumpulan dan penetapan kebenaran data fisik dan data yuridis
mengenai satu atau beberapa obyek pendaftaran tanah untuk keperluan pendaftarannya
disebut .....
A. Pendaftaran tanah secara sistematik
B. Pendaftaran tanah untuk pertama kali
C. Pendaftaran tanah secara sporadik
D. yuridis
E. Ajudikasi

10. Dokumen dalam bentuk daftar yang memuat data yuridis dan data fisik suatu obyek
pendaftaran tanah yang sudah ada haknya disebut .....

www.ebooksoalcpns.com
A. Daftar tanah
B. Daftar nama
C. Sertipikat
D. Buku tanah
E. Surat ukur

11. Tanah yang tidak dipunyai dengan sesuatu hak atas tanah disebut ....
A. Tanah Negara atau tanah yang dikuasai langsung oleh Negara
B. Tanah pemerintah
C. Tanah sertifikasi
D. Tanah warisan
E. Tanah hasil sita

12. Persoalan Hukum Tanah di Indonesia diatur dalam ......


A. Undang-Undang No. 5 Tahun 1960
B. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2010
C. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997
D. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2006
E. UU No. 14 Tahun 1960

13. Badan Pertanahan Nasional (BPN) diatur melalui .......


A. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1996 dan Peraturan Pemerintah Nomor 13
Tahun 2010
B. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2006 dan Peraturan Presiden Nomor 85 Tahun
2012
C. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2010 dan Peraturan Presiden Nomor 85 Tahun
2012
D. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 dan Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun
2006
E. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2006 dan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun
2010

14. Pelimpahan Kewenangan Pemberian dan Pembatalan Keputusan Pemberian Hak Atas
Tanah Negara diatur dalam .....
A. Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 3 tahun
1999
B. Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 3 tahun
1997
C. Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 9 tahun
1999
D. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 3 Tahun
2006
E. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 4 Tahun
2006

www.ebooksoalcpns.com
15. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 membahas tentang ......
A. Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria
B. Badan Pertanahan Nasional
C. Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai atas Tanah
D. Pendaftaran Tanah
E. Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Badan
Pertanahan Nasional.

16. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 3 Tahun
2006 mencakup peraturan mengenai .......
A. Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Badan
Pertanahan Nasional
B. Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997
C. Tata Cara Pemberian dan Pembatalan Hak Atas Tanah Negara dan Hak Pengelolaan
D. Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi dan
Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota
E. Organisasi dan Tata Kerja Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia

17. Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi dan
Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota ditetapkan dalam .....
A. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 3 Tahun
2006
B. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 4 Tahun
2006
C. Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 9 tahun
1999
D. Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 3 tahun
1999
E. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2006

18. Peraturan yang membahas tentang Pencabutan Hak-Hak Atas Tanah Dan Benda-
Benda Yang Ada Di Atasnya adalah .....
A. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1964
B. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 1985
C. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 1964
D. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 1961
E. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1992

19. Undang-undang yang mengatur mengenai Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta
Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah yaitu ....
A. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1996
B. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004
C. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1999
D. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997
E. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1995

www.ebooksoalcpns.com
20. Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1997 Tentang Bea Perolehan Hak
Atas Tanah Dan Bangunan telah ditetapkan dalam .....
A. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004
B. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2001
C. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2000
D. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1999
E. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003

21. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1956 membahas mengenai .....
A. Nasionalisasi Perusahaan-Perusahaan Milik Belanda
B. Penggunaan Dan Penetapan Luas Tanah Untuk Tanaman-Tanaman Tertentu
C. Perumahan Dan Pemukiman
D. Pengawasan Terhadap Pemindahan Hak Atas Tanah-Tanah Perkebunan
E. Pernyataan Perlunya Beberapa Tanah Partikelir Dikembalikan Menjadi Tanah Negeri

22. Undang-undang yang mengatur tentang tanah wakaf yaitu .....


A. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2004
B. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004
C. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2004
D. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2006
E. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007

23. Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum diegaskan


dalam .....
A. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009
B. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2011
C. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009
D. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009
E. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2012

24. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1977 mengatur


tentang .....
A. Pemilikan Tanah Petanian Secara Guntai (Absentee) Bagi Para Pensiunan Pegawai
Negeri
B. Perwakafan Tanah Milik
C. Pelaksanaan Pembagian Tanah Dan Pemberian Ganti Kerugian
D. Hubungan Sewa-Menyewa Perumahan
E. Penggunaan Tanah-Tanah Untuk Lintas Lintas Kereta Api

25. Penyediaan Dan Penggunaan Tanah Untuk Keperluan Tempat Pemakaman


ditetapkakn dalam .....
A. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1977
B. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1988
C. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1987

www.ebooksoalcpns.com
D. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1977
E. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 1991

26. Rancangan Undang-Undang tentang Pertanahan disusun berdasarkan falsafah UUPA


yang bersumber pada .....
A. Pasal 33 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
B. Pasal 33 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
C. Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
D. Pasal 34 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
E. Pasal 34 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

27. Pemanfaatan Tanah Hak Guna Usaha Dan Hak Guna Bangunan Untuk Usaha
Patungan Dalam Rangka Penanaman Modal Asing terdapat dalam ......
A. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1980
B. Keputusan Presiden No. 131 Tahun 1961
C. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 1980
D. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2012
E. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 1980

28. Lembaga pemerintah nonkementerian di Indonesia yang mempunyai tugas


melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pertanahan secara nasional, regional dan
sektoral adalah .....
A. Lembaga Partanahan Indonesia
B. Deputi Bidang Pengendalian Pertanahan dan Pemberdayaan Masyarakat
C. Badan Pertanahan dan Pemberdayaan Masyarakat
D. Badan Pertanahan Nasional (BPN)
E. Badan Pertanahan Negara

29. Badan Pertanahan terdiri dari beberapa bidang berikut kecuali ....
A. Sekretariat Utama
B. Deputi Bidang Survei, Pengukuran, dan Pemetaan
C. Deputi Bidang Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah
D. Inspektorat Utama
E. Inspektorat Jendral

30. Dalam melaksanakan fungsinya, BPN menjalankan beberapa program pertanahan,


antara lain sebagai berikut kecuali ....
A. Prona
B. Perpajakan
C. Redistribusi
D. IP4T
E. UKM

31. Yang tidak termasuk dalam agenda kebijakan Badan Pertanahan Nasional adalah ....
A. Membangun kepercayaan masyarakat pada Badan Pertanahan Nasional

www.ebooksoalcpns.com
B. Melakukan penelitian dan pengembangan di bidang pertanahan
C. Menangani dan menyelesaikan perkara, masalah, sengketa, dan konflik pertanahan di
seluruh Indonesia secara sistematis
D. Membangun Sistem Informasi Pertanahan Nasional (SIMTANAS), dan sistem
pengamanan dokumen pertanahan di seluruh Indonesia.
E. Mengembangkan dan memperbarui politik, hukum dan kebijakan Pertanahan

32. Yang tidak termasuk fungsi BPN yaitu ....


A. Perumusan kebijakan nasional di bidang pertanahan.
B. Perumusan kebijakan teknis di bidang pertanahan.
C. Koordinasi kebijakan, perencanaan dan program di bidang pertanahan.
D. Pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang pertanahan.
E. Pembinaan pengelolaan pertanahan harus mampu berkonstribusi pada harmoni sosial.

33. Diawali dari tahun 2005, pertanahan nasional dibangun dan dikembangkan atas dasar
empat (4) prinsip pengelolaan sebagai berikut kecuali ......
A. Pengelolaan pertanahan harus mampu berkonstribusi pada kesejahteraan masyarakat,
B. Pengelolaan pelayanan dan pelaksanaan pendaftaran, serta sertifikasi tanah secara
menyeluruh di seluruh Indonesia.
C. Pengelolaan pertanahan harus mampu berkonstribusi pada keadilan penguasaan dan
pemilikan tanah,
D. Pengelolaan pertanahan harus mampu berkonstribusi pada keberlanjutan sistem
kemasyarakatan dan Kebangsaan Indonesia,
E. Pengelolaan pertanahan harus mampu berkonstribusi pada harmoni sosial.

34. Dalam logo Badan Pertanahan Nasional terdapat gambar 4 (empat) butir padi yang
melambangkan ....
A. kebijaksanaan, kedewasaan serta keseimbangan
B. sumber penghidupan manusia
C. Kemakmuran dan kesejahteraan
D. poros keseimbangan
E. agenda pertanahan yang akan dan telah dilakukan BPN RI

35. Gambar lingkaran bumi dalam logo Badan Pertanahan Nasional melambangkan .....
A. poros keseimbangan
B. sumber penghidupan manusia
C. Kemakmuran dan kesejahteraan
D. bumi, alam raya dan cerminan dapat dipercaya dan teguh
E. kehangatan, pencerahan, intelektual dan kemakmuran

36. wadah atau area untuk berkarya bagi BPN RI yang berhubungan langsung dengan
unsur-unsur yang ada didalam bumi yang meliputi tanah, air dan udara digambarkan
dengan ....
A. Gambar 4 (empat) butir padi
B. Gambar sumbu

www.ebooksoalcpns.com
C. Gambar 11(sebelas) bidang grafis bumi
D. Gambar garis tegak lurus
E. Gambar lingkaran bumi

37. Warna Kuning Emas yang terdapat dalam logo Badan Pertanahan Nasional
mengandung maksud sebagai .....
A. bumi, alam raya dan cerminan dapat dipercaya dan teguh
B. kehangatan, pencerahan, intelektual dan kemakmuran
C. kebijaksanaan, kedewasaan serta keseimbangan
D. bidang bumi yang berada diluar jangkauan wilayah kerja BPN RI
E. kemakmuran, keadilan, kesejahteraan sosial dan keberlanjutan

38. Sebuah asosiasi nasional yang bergerak dalam pengembangan perumahan dan
permukiman di Indonesia yaitu ....
A. Asosiasi Pengembang Permukiman dan Perumahan Indonesia
B. Organisasi Pembangunan dan Pengembangan Perumahan Permukiman Indonesia
C. Asosiasi Pembangunan Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia
D. Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia
E. Organisasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia

39. Alternatif penyelesaian perselisihan, sengketa dan perkara melalui mediasi untuk
diajarkan kepada peserta PPRA/PPSA Lemhannas RI disahkan oleh Gubernur Lembaga
Ketahanan Nasional RI melalui ......
A. Surat Perintah Nomor Sprin/1235/IX/2009
B. Surat Perintah Nomor Sprin/2345/IX/2009
C. Surat Perintah Nomor Sprin/4521/X/2009
D. Surat Perintah Nomor Sprin/2345/XI/2009
E. Surat Perintah Nomor Sprin/4521/IX/2009

40. Layanan pertanahan bergerak (mobile land service) yang bersifat pro aktif atau
"jemput bola" ke tengah-tengah masyarakat yang diresmikanoleh BPN adalah ....
A. Larasita
B. AMINDO
C. APERSSI
D. APHI
E. AKI

41. Sebuah organisasi yang tergabung dalam himpunan rumah susun di Indonesia
disebut ....
A. Organisasi Perhimpunan Rumah Susun Indonesia (OPRSI)
B. Asosiasi penghuni Rumah Susun Indonesia (APRSI)
C. Asosiasi Perhimpunan penghuni Rumah Susun Indonesia (APERSSI)
D. Asosiasi Mediator Indonesia (AMINDO)
E. LARASITA

www.ebooksoalcpns.com
42. Beberapa penyebab munculnya kasus-kasus pertanahan sangat bervariasi, antara lain
sebagai berikut kecuali ....
A. Harga tanah yang meningkat dengan cepat.
B. Kondisi masyarakat yang semakin sadar dan peduli akan kepentingan/haknya.
C. Iklim keterbukaan yang digariskan pemerintah
D. Perebutan hak milik berdasarkan warisan turun temurun tanpa bukti jelas
E. pengadaan tanah untuk pembangunan: pengurusan, peralihan, serta pembebanan hak
atas tanah

43. Pemerintah Indonesia tahun 2013 ini akan mendorong realisasi pembangunan
infrastruktur bidang pertanahan melalui program .....
A. Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)
B. Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG)
C. Pembentukan Satuan Tugas Agen Perubahan (Agent Of Changes) di lingkungan
Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi
D. Reformasi Birokrasi Pertanahan
E. Program Larasita

44. Berdasarkan Peraturan Kepala BPN RI Nomor 3 Tahun 2011 tentang Pengelolaan
Pengkajian dan Penanganan Kasus Pertanahan, kasus pertanahan meliputi .....
A. Sengketa mengenai harga tanah yang meningkat secara cepat
B. Perebutan wilayah kekuasaan tanah/hak milik
C. sengketa, konflik dan perkara pertanahan yang disampaikan kepada Badan Pertanahan
Nasional Republik Indonesia (BPN)
D. Sengketa tanah, bangunan pemerintah yang menempati wilayah tanah rakyat
E. Segala bentuk yang berhubungan dengan tanah yang diadukan oleh masyarakat ke
BPN

45. Sengketa tanah dapat berupa sebagai berikut kecuali .....


A. sengketa administratif
B. sengketa perdata
C. sengketa pidana
D. Sengketa mengenai pemilikan, transaksi
E. Sengketa konsumsif

46. Tipologi kasus pertanahan yaitu .....


A. perselisihan pertanahan yang penyelesaiannya dilaksanakan oleh lembaga peradilan
atau putusan lembaga peradilan yang masih dimintakan penanganan perselisihannya di
BPN RI.
B. jenis sengketa, konflik dan atau perkara pertanahan yang disampaikan atau diadukan
dan ditangani oleh Badan Pertanahan Nasional
C. perselisihan pertanahan antara orang perseorangan, kelompok, golongan, organisasi,
badan hukum atau lembaga yang mempunyai kecenderungan atau sudah berdampak luas
secara sosio-politis.
D. perselisihan pertanahan antara orang perseorangan, badan hukum atau lembaga yang

www.ebooksoalcpns.com
tidak berdampak luas secara sosio-politis.
E. sengketa, konflik dan perkara pertanahan yang disampaikan kepada Badan Pertanahan
Nasional Republik Indonesia untuk mendapatkan penanganan, penyelesaian sesuai
peraturan perundang-undangan dan/atau kebijakan pertanahan nasional.

47. Secara garis besar Tipologi kasus pertanahan dikelompokkan menjadi beberapa hal
berikut kecuali .....
A. Penguasaan tanah tanpa hak
B. Sengketa batas
C. Sertipikat ganda
D. Jual satu kali dalam setahun
E. Akta Jual Beli Palsu

48. Jenis sengketa mengenai perbedaan pendapat, nilai kepentingan mengenai letak, batas
dan luas bidang tanah yang diakui satu pihak yang telah ditetapkan oleh Badan
Pertanahan Nasional Republik Indonesia maupun yang masih dalam proses penetapan
batas disebut .....
A. Sengketa batas
B. Kekeliruan penunjukan batas
C. Penguasaan tanah tanpa hak
D. Sengketa waris
E. Tumpang tindih

49. Penanganan suatu kasus pertanahan yang disampaikan atau diadukan dan ditangani
oleh Badan Pertanahan Nasional RI dilakukan dengan tahapan sebagai berikut kecuali ....
A. Pengolahan data pengaduan, penelitian lapangan/koordinasi/investigasi.
B. Penyelenggaraan gelar kasus/penyiapan berita acara.
C. Menyusun suatu rekomendasi penyelesaian kasus.
D. Analisis/Penyusunan Risalah Pengolahan Data/surat keputusan.
E. Monitoring dan evaluasi terhadap hasil penanganan kasus.

50. Terdapat lima kriteria yang dilakukan oleh BPN RI dalam upaya penyelesaian kasus
pertanahan. Adapun yang dimaksud dalam kriteria 4 (K4) yaitu ....
A. penerbitan surat pemberitahuan penyelesaian kasus pertanahan dan pemberitahuan
kepada semua pihak yang bersengketa.
B. penerbitan Surat Keputusan tentang pemberian hak atas tanah, pembatalan sertipikat
hak atas tanah, pencatatan dalam buku tanah atau perbuatan hukum lainnya sesuai Surat
Pemberitahuan Penyelesaian Kasus Pertanahan.
C. Pemberitahuan Penyelesaian Kasus Pertanahan yang ditindaklanjuti mediasi oleh BPN
sampai pada kesepakatan berdamai atau kesepakatan yang lain disetujui oleh pihak yang
bersengketa.
D. Pemberitahuan Penyelesaian Kasus Pertanahan yang menyatakan bahwa penyelesaian
kasus pertanahan yang telah ditangani bukan termasuk kewenangan BPN dan
dipersilakan untuk diselesaikan melalui instansi lain.
E. Pemberitahuan Penyelesaian Kasus Pertanahan yang intinya menyatakan bahwa

www.ebooksoalcpns.com
penyelesaian kasus pertanahan akan melalui proses perkara di pengadilan.

JAWABAN TKB PERTANAHAN

1. C. Tanah Absentee
2. B. Tanah Swapraja
3. A. verponding
4. C. rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah secara terus menerus,
berkesinambungan dan teratur, meliputi pengumpulan, pengolahan, pembukuan, dan lain-
lain
5. A. keterangan mengenai status hukum bidang tanah dan satuan rumah susun yang
didaftar, pemegang haknya dan hak pihak lain serta beban-beban lain yang
membebaninya.
6. E. kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali mengenai satu atau beberapa obyek
pendaftaran tanah dalam wilayah atau bagian wilayah suatu desa/kelurahan secara
individual atau massal.
7. B. dokumen yang memuat data fisik suatu bidang tanah dalam bentuk peta dan uraian.
8. C. Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)
9. E. Ajudikasi
10. D. Buku tanah
11. A. Tanah Negara atau tanah yang dikuasai langsung oleh Negara
12. A. Undang-Undang No. 5 Tahun 1960
13. B. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2006 dan Peraturan Presiden Nomor 85 Tahun
2012
14. A. Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 3 tahun
1999
15. D. Pendaftaran Tanah
16. E. Organisasi dan Tata Kerja Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia
17. B. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 4 Tahun
2006
18. D. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 1961
19. A. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1996
20. C. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2000
21. D. Pengawasan Terhadap Pemindahan Hak Atas Tanah-Tanah Perkebunan
22. A. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2004

www.ebooksoalcpns.com
23. E. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2012
24. B. Perwakafan Tanah Milik
25. C. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1987
26. C. Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
27. A. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1980
28. D. Badan Pertanahan Nasional (BPN)
29. E. Inspektorat Jendral
30. B. Perpajakan
31. B. Melakukan penelitian dan pengembangan di bidang pertanahan
32. E. Pembinaan pengelolaan pertanahan harus mampu berkonstribusi pada harmoni
sosial.
33. B. Pengelolaan pelayanan dan pelaksanaan pendaftaran, serta sertifikasi tanah secara
menyeluruh di seluruh Indonesia.
34. C. Kemakmuran dan kesejahteraan
35. B. sumber penghidupan manusia
36. E. Gambar lingkaran bumi
37. B. kehangatan, pencerahan, intelektual dan kemakmuran
38. D. Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia
39. B. Surat Perintah Nomor Sprin/2345/IX/2009
40. A. Larasita
41. C. Asosiasi Perhimpunan penghuni Rumah Susun Indonesia (APERSSI)
42. D. Perebutan hak milik berdasarkan warisan turun temurun tanpa bukti jelas
43. A. Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)
44. C. sengketa, konflik dan perkara pertanahan yang disampaikan kepada Badan
Pertanahan Nasional Republik Indonesia (BPN)
45. E. Sengketa konsumsif
46. B. jenis sengketa, konflik dan atau perkara pertanahan yang disampaikan atau
diadukan dan ditangani oleh Badan Pertanahan Nasional
47. D. Jual satu kali dalam setahun
48. A. Sengketa batas
49. C. Menyusun suatu rekomendasi penyelesaian kasus.
50. E. Pemberitahuan Penyelesaian Kasus Pertanahan yang intinya menyatakan bahwa
penyelesaian kasus pertanahan akan melalui proses perkara di pengadilan.

www.ebooksoalcpns.com